Tag: racikan teh

  • Plong! 5 Teh Ini Bisa Melegakan Sakit Tenggorokan


    Jakarta

    Aktivitas bisa terganggu karena sakit tenggorokan. Oleh karena itu, sakit tenggorokan bisa diobati dengan mengonsumsi teh, seperti teh hijau hingga chamomile.

    Sakit tenggorokan menyebabkan rasa perih dan kering karena adanya peradangan. Bahkan, bisa menimbulkan batuk yang mengganggu aktivitas harian.

    Selain obat, sakit tenggorokan bisa diobati menggunakan cara alami dengan mengonsumsi teh. Dilansir dari Study Finds (8/2), ada beberapa jenis teh yang bisa memberikan efek menenangkan dan melegakan tenggorokan karena kandungan nutrisinya.


    Berikut 5 teh yang bisa melegakan sakit tenggorokan:

    1. Teh Hijau

    Teh hijau, salah satu jenis teh yang menyehatkan tubuh. Biasanya dikonsumsi dalam kondisi hangat tanpa campuran pemanis buatan. Kalaupun ingin rasanya lebih manis, kamu harus menambahkan madu sebagai pemanis alami.

    Jenis teh populer ini diketahui memiliki beragam manfaat sehat, karena kandungan zat antioksidannya yang tinggi. Konsumsi teh ini dapat menurunkan berat badan secara signifikan.

    Selain itu, teh hijau juga bisa dikonsumsi untuk mengobati sakit tenggorokan. Kamu bisa mengonsumsi teh hijau yang hangat untuk meredakan rasa sakitnya.

    2. Teh Chamomile

    Pecinta teh, pasti sudah tak asing dengan teh herbal satu ini. Teh yang terbuat dari bunga chamomile tersebut dikonsumsi karena manfaat sehatnya.

    Salah satu manfaatnya dapat meredakan sakit tenggorokan. Karena teh camomile mengandung zat anti-inflamasi dan antioksidan yang tinggi. Selain untuk sakit tenggorokan, teh chamomile juga bisa untuk mengatasi kesulitan tidur.

    3. Teh Lada Hitam

    Teh lada hitam ternyata memberikan manfaat kesehatan karena kandungan nutrisinya. Lada hitam mengandung zat antioksidan dan anti-inflamasi yang tinggi.

    Rempah ini juga mengandung vitamin B kompleks yang penting seperti riboflavin, thiamin, niacin, dan pyridoxine. Teh lada hitam juga baik untuk menjaga imunitas tubuh karena mengandung zat antibakteri dan antibiotik alami.

    Di saat pergantian musim, banyak orang jatuh sakit. Biasanya terserang flu hingga sakit tenggorokan. Untuk meredakan sakit tenggorokan, bisa dengan mengonsumsi teh lada hitam secara rutin.

    4. Teh Jahe

    Teh herbal yang terbuat dari jahe baik dikonsumsi, karena menyimpan beragam manfaat sehat. Mulai dari kesehatan pencernaan hingga metabolisme tubuh.

    Jahe merupakan tanaman rimpang yang biasa digunakan sebagai rempah masakan atau minuman herbal. Rimpang ini memiliki aroma menyengat dan rasa pedas yang menghangatkan tenggorokan.

    Tak heran kalau jahe banyak digunakan sebagai campuran minuman. Teh jahe salah satu racikan minuman yang dapat dikonsumsi dan cocok untuk menghangatkan badan.

    5. Teh Kunyit

    Kunyit tak hanya dijadikan sebagai bumbu masakan, tapi juga dibuat teh herbal. Teh kunyit ini dapat mengobati flu secara alami, cara membuatnya juga mudah.

    Flu biasanya disertai dengan batuk yang membuat tenggorokan penderitanya menjadi gatal. Kunyit yang mengandung curcumin sebagai zat anti-inflamasi alami ini dapat memainkan perannya.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini 5 Manfaat Minum Teh Hijau Campur Lada Hitam


    Jakarta

    Manfaat teh hijau tidak hanya datang ketika diminum sendiri. Sebab, kombinasi teh hijau dengan bahan lain juga bermanfaat, seperti dengan lada hitam ini.

    Teh hijau telah dikenal selama berabad-abad karena punya manfaat baik bagi kesehatan. Minum teh hijau dapat membantu penurunan berat badan, peningkatan fungsi otak, hingga menurunkan risiko penyakit kronis.

    Namun, manfaat teh hijau tidak hanya didapat ketika teh itu diminum sendiri. Pasalnya, teh hijau dengan kombinasi bahan lain juga menawarkan manfaat yang tidak tertandingi.


    Salah satu tambahan bahan yang cocok dipadukan dengan teh hijau adalah lada hitam. Menambahkannya ke teh hijau memperkuat manfaatnya berkat sifat unik piperin di dalam lada hitam.

    Kombinasi ini bisa menciptakan ramuan mujarab untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, meningkatkan metabolisme, dan memberi berbagai manfaat kesehatan lainnya.

    Melansir Times of India (30/07/2024), berikut 5 manfaat mengonsumsi kombinasi teh hijau dengan lada hitam.

    1. Meningkatkan penyerapan nutrisi

    Hobi Makan Gorengan? Bisa Netralisir Pakai Teh Hijau hingga BuahMinum kombiinasii teh hijau dan lada hiitam bisa membantu penyerapan nutrisi. Foto: Ilustrasi iStock

    Salah satu manfaat paling signifikan dari kombinasi ini yaitu dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi.

    Piperin di dalam lada hitam mempu meningkatkan bioavailabilitas katekin dalam teh hijau, khususnya EGCG (Epigallocatechin gallate).

    Berarti, tubuh dapat menyerap dan memanfaatkan antioksidan ini secara lebih efektik. Sehingga, manfaatnya bagi kesehatan dapat dimaksimalkan.

    Penyerapan nutrisi yang lebih baik juga dapat menghasilkan kesehatan lebih baik secara keseluruhan. Sebab, tubuh bisa memperoleh lebih banyak vitamin, mineral, dan antioksidan yang dikonsumsi.

    2. Penurunan berat badan

    manfaat minum teh hijau dan biji chiaKombinasi dua bahan ini juga dapat membantu penurunan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh hijau sering dikaitkan dengan manfaatnya dalam menurunkan berat badan. Sebab, teh hiaju mampu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak.

    Kafein dan katekin dalam teh hijau merangsang thermogenesis, proses dimana tubuh menghasilkan panas dan membakar kalori. Menambah lada hitam ke dalam teh hijau dapat lebih meningkatkan efek ini.

    Piperin juga telah terbukti meningkatkan laju metabolisme dan memperbaiki metabolisme lemak. Selain itu, piperin juga dapat mempercepat upaya penurunan berat badan.

    Kombinasi ini dapat bekerja secara efektif bila dipadukan dengan diet sehat dan olahraga teratur.

    Manfaat lain dari minum kombinasi teh hijau dan lada hitam bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Menyehatkan pencernaan

    Racikan kopi campur lada hitamTeh hijau dengan lada hitam juga baik untuk menyehatkan pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Lada hitam dikenal karena manfaatnya yang baik untuk pencernaan.

    Lada hitam dapat merangsang produksi enzim pencernaan, yang membantu memecah makanan dan menyerap nutrisi.

    Menambahkan lada hitam ke dalam teh hijau dapat membantu meredakan masalah pencernaan, seperti kembung, gas, dan gangguan pencernaan.

    Antioksidan di dalam teh hijau ini juga mendukung kesehatan pencernaan, dengan mengurangi peradangan dan meningkatkan mikrobioma usus sehat.

    4. Efek antioksidan dan anti peradangan

    Teh hijau dan lada hitam sama-sama kaya akan antioksidan, yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif, dan mampu mengurangi peradangan.

    Katekin di dalam teh hijau dan piperin dalam lada hitam bekerja sama untuk memberikan dorongan antioksidan kuat.

    Kombinasi ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Caranya dengan menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan dalam tubuh.

    Efek anti peradangan dari kombinasi bahan ini juga membantu meredakan gejala kondisi, seperti radang sendi dan gangguan peradangan lainnya.

    5. Berpotensi melawan kanker

    Kabar baiknya, kombinasi teh hijau dan lada hitam juga berpotensi melawan kanker.

    Senyawa antioksidan dalam teh hijau, khususnya EGCG, telah terbukti menghambat pertumbuhan sel kanker dan mencegah penyebaran tumor. Piperin di dalam lada hitam meningkatkan bioavailabilitas EGCG, sehingga lebih efektif dalam melawan kanker.

    Menurut penelitian yang disebut Times of India, piperin di dalam lada hitam juga memiliki sifat anti kanker karena dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, dan menginduksi apoptosis (kematian sel program). Meskipun memang penelitian lebih lanjut diperlukan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ilmuwan China Ciptakan Teh Beras yang Berkhasiat dan Rendah Kafein

    Ilmuwan China Ciptakan Teh Beras yang Berkhasiat dan Rendah Kafein


    Jakarta

    Sekelompok ilmuwan asal China berhasil menciptakan teh beras. Teknik fortifikasi nutrisi dari teh hijau membuatnya berkhasiat dengan kandungan rendah kafein.

    Teh sering menjadi minuman pengganti kopi gegara dinilai lebih rendah kafein. Namun bukan berarti teh benar-benar bebas dari kafein.

    Secara alami teh yang berasal dari tanaman Camellia Sinensis tetap memiliki kadar kafein. Misalnya, pada teh hijau yang populer khasiatnya. Dalam secangkir seduhan teh hijau 230 mililiter mengandung 30-50 miligram kafein.


    Hal ini membuat ilmuwan asal China tergugah menciptakan teh yang tak mengurangi khasiatnya, tapi tanpa kafein. Melansir South China Morning Post (2/6) sekelompok ilmuwan berusaha merekayasa beras dan biji-bijian yang difortifikasi dengan nutrisi dari teh hijau.

    Menikmati Teh Premium hingga Teh Ceremonial di Tea RoomIlmuwan di China mencoba merekayasa teh yang tinggi katekin namun tanpa kafein. Foto: Getty Images/OLENA SAKHATSKA

    Proses fortifikasi bertujuan menambahkan kandungan mikronutrien berupa katekin ke dalamnya. Mengingat katekin merupakan mikronutrien yang paling diincar dari konsumsi teh hijau tetapi banyak penggunanya yang juga khawatir dengan kandungan kafeinnya.

    “Katekin, sebagai komponen antioksidan kunci pada teh yang sangat tinggi, menawarkan banyak khasiat untuk kesehatan manusia,” tulis para peneliti pada jurnal Plant Biotechnology yang dipublikasi Maret 2025.

    Katekin flavonoid adalah salah satu jenis polifenol. Mikronutrien ini secara alami terbentuk pada tanaman tertentu, khususnya teh, selama proses penanaman.

    Mikronutrien tersebut memiliki komponen antibakteri, antiinflamasi, serta antikanker dan mampu melindungi kesehatan kardio. Jika dikonsumsi rutin dan tepat, katekin juga dapat mengendalikan tekanan darah agar lebih stabil.

    manfaat teh oolongTercetuslah teh dari beras dan biji-bijian yang difortifikasi dengan kandungan teh hijau. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh hijau, sebagai jenis teh dengan kandungan katekin tertinggi, sering dimanfaatkan juga untuk membantu penurunan berat badan. Banyaknya khasiat yang ditawarkan membuat ilmuwan berusaha untuk menghadirkan katekin dalam versi lebih sehat.

    “Fitonutrien flavonoid esensial ini terkenal karena perannya dalam memberikan manfaat kesehatan yang unik dan konsumsinya hanya bisa didapatkan melalui teh,” lanjut para ilmuwan.

    Pada teh hijau kering kadar katekinnya akan mengisi 15-30% dari berat bersih. Alasan kelompok ilmuwan tersebut ingin menghilangkan kandungan kafein dan hanya mengambil katekinnya saja untuk meminimalisir beberapa efek samping.

    Sebagaimana diketahui bahwa kafein, bagi orang-orang yang sensitif terhadap asupannya, dapat mengalami insomnia hingga jantung yang berdebar. Sehingga menyampurkannya dengan beras dan biji-bijian dianggap akan menjadi media penyimpan katekin dengan kandungan kafein yang lebih netral.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com