Tag: rusak

  • Apa Itu Kiprok? Ini Fungsi dan Ciri-cirinya Saat Sudah Rusak


    Jakarta

    Sepeda motor terdiri dari banyak macam komponen, salah satunya adalah kiprok. Peranti yang satu ini memiliki fungsi penting bagi sistem kelistrikan motor.

    Sama seperti komponen motor lainnya, seiring penggunaan kiprok lama-lama akan rusak dan harus diganti. Jika kamu tak segera mengganti kiprok, hal ini dapat mempengaruhi kelistrikan sepeda motor.

    Lantas, apa fungsi kiprok di sepeda motor? Lalu seperti apa ciri-ciri jika kiprok sudah mulai rusak? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Fungsi Kiprok

    Kiprok atau disebut rectifier regulator adalah komponen kelistrikan di sepeda motor yang memiliki peran krusial. Mengutip laman Suzuki, kiprok berpengaruh besar terhadap keawetan aki motor.

    Fungsi utama kiprok adalah menstabilkan arus dan tegangan yang mengalir dan selanjutnya dialihkan ke aki. Apabila arus listrik ke aki terlalu besar, hal ini menyebabkan over charge.

    Begitu pun dengan arus yang mengalir ke aki terlalu kecil, hal tersebut menyebabkan aki jadi mudah tekor. Oleh sebab itu, tegangan dan arus yang mengalir ke aki perlu seimbang.

    Fungsi lain dari kiprok adalah mengubah arah arus menjadi satu arah. Jadi, arus AC (Alternating Current) yang dihasilkan oleh spul kemudian diubah menjadi arus DC (Direct Current). Hal ini terjadi karena arus yang masuk ke aki harus dalam keadaan arus DC.

    Kiprok juga berfungsi untuk menstabilkan arus ke lampu sepeda motor. Apabila arus yang masuk terlalu berlebih, kiprok dapat mengaturnya secara otomatis agar lampu tidak mudah putus.

    Komponen di Dalam Kiprok

    Dilansir laman Astra Motor, kiprok terdiri dari berbagai macam komponen di dalamnya, yaitu:

    • Resistor
    • Dioda
    • IC
    • Transistor

    Komponen tersebut menjadi penghubung dengan spul dan mengarahkan arus listrik. Apabila terdapat kerusakan di kiprok, hal ini dapat mempengaruhi kelistrikan sepeda motor.

    Ciri-ciri Kiprok Sudah Rusak

    Seperti komponen motor lainnya, seiring waktu kiprok dapat mengalami kerusakan. Hal tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti kurang perawatan atau memang sudah aus sehingga perlu diganti.

    Namun, banyak pengendara yang kurang ngeh kalau kiprok sudah rusak. Lantas, apa ciri-ciri kiprok mulai rusak? Simak di bawah ini:

    1. Lampu Motor Beberapa Kali Mati

    Ciri-ciri kiprok sudah rusak yang pertama adalah lampu motor beberapa kali mati. Biasanya, kondisi ini terjadi saat kamu tengah melaju dalam kecepatan tinggi. Alhasil, kiprok tidak bisa membatasi tegangan arus yang masuk ke lampu dan akhirnya menyebabkan lampu putus.

    2. Sepeda Motor Tiba-tiba Mogok

    Apabila sepeda motor tiba-tiba mogok, hal ini bisa disebabkan oleh kiprok yang sudah rusak. Sebab, kiprok yang berfungsi mengalirkan arus listrik ke aki sudah tidak optimal, sehingga tegangan aki menjadi drop dan sepeda motor bisa mogok bahkan mati total.

    3. Komponen Aki Tekor

    Tanda-tanda selanjutnya adalah komponen aki sudah tekor. Ketika komponen kelistrikan rusak, hal ini membuat input listrik tidak bisa menutup kelistrikan motor secara sempurna.

    Dampaknya, listrik di dalam baterai menjadi terkuras sehingga menyebabkan aki jadi drop. Alhasil, kamu akan kesulitan untuk menyalakan motor, lampu terlihat redup, dan klakson yang mengeluarkan suara sember.

    Tak hanya aki yang tekor, kondisi ini juga terjadi akibat kiprok sudah rusak. Maka dari itu, bila terjadi masalah di kelistrikan jangan terburu-buru mengganti aki, sebaiknya cek dahulu komponen kiprok apakah masih bagus atau sudah aus.

    Itu dia fungsi kiprok pada sepeda motor serta ciri-cirinya saat sudah rusak. Semoga artikel ini dapat membantu detikers agar selalu merawat kiprok.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Tips Menyimpan Motor yang Jarang Digunakan agar Tidak Rusak


    Jakarta

    Motor yang jarang digunakan juga perlu perhatian khusus, agar kondisinya tetap prima saat dibutuhkan. Tanpa perawatan yang tepat, motor bisa terkena masalah.

    Mulai dari berkarat, performa mesin yang turun, hingga aki yang lemah. Oleh sebab itu, ketahui tips penyimpanan yang tepat agar menjaga motor tetap awet dan siap digunakan kapan saja.

    Cara Merawat dan Menyimpan Motor yang Jarang Digunakan

    Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah cara yang tepat untuk menyimpan sepeda motor jika tidak digunakan dalam waktu yang lama:


    1. Membersihkan Motor

    Dikutip dari Twisted Throttle, sebelum menyimpannya, bersihkanlah motor secara menyeluruh. Cuci motor dan keringkan sepenuhnya, agar semua kelembapan dari permukaan hilang.

    Jangan biarkan bercak air atau kotoran serangga menempel pada cat motor, karena merusak lapisan cat. Tambahkanlah lapisan lilin, yang nantinya berfungsi sebagai penghalang terhadap kelembapan dan karat.

    Pemilik motor juga bisa mempertimbangkan untuk menggunakan penghambat korosi. Ini berfungsi untuk membantu melindungi permukaan plastik motor, serat karbon, logam, karet, dan anodisasi dari oksidasi maupun korosi (kehancuran material akibat reaksi kimia yang ada di sekitarnya).

    2. Merawat Aki

    Aki adalah bagian vital dari sepeda motor yang yang penting dan mahal. Perawatan dan penyimpanan yang tepat akan membantu kita mendapatkan masa pakai yang paling lama.

    Periksalah level cairan baterai. Pasalnya, asam baterai yang rendah menyebabkan sulfasi yang mengakibatkan hubungan arus pendek di antara pelat internal.

    Meskipun level cairan baterai tak bisa disesuaikan karena tertutup rapat, namun ia tetap memerlukan perawatan di luar musim. Pengisian daya secara berkala dan penyimpanan di tempat hangat akan memberikan masa pakai baterai yang lebih lama.

    3. Melumasi Rantai Sepeda Motor

    Dikutip dari situs Prime Storage, selain membersihkan, kita juga perlu melumasi rantai sepeda motor sebelum menyimpannya.

    Sebelum melumasi dan memolesnya, pertimbangkan untuk memanaskan rantai (sekitar lima mil perjalanan). Hal tersebut memungkinkan pelumas larut lebih cepat untuk masuk ke rantai O-Ring (pelumasan maksimal).

    Namun, lebih baik juga untuk selalu merujuk ke buku petunjuk kepemilikan motor sebelum melakukan perawatan.

    4. Ganti Oli Mesin

    Sebagian pengendara mungkin tidak menyadari, kalau oli motor di mesin juga membantu sistem penyaringan. Oli menahan partikel-partikel kecil dalam suspensi sampai mencapai filter.

    Dalam hal ini, sebagian besar dari partikel-partikel itu akan terperangkap dan dikeluarkan dari sirkulasi. Karbon merupakan salah satu endapan utama yang berakhir tersuspensi dalam oli motor.

    Setiap kali silinder dinyalakan, karbon yang berasal dari ruang pembakaran, akan didorong melewati ring piston. Saat sepeda motor disimpan dengan oli motor bekas, karbon akan perlahan terpisah lalu naik ke permukaan.

    Endapan tersebut sangat korosif, yang juga bisa menyebabkan goresan pada permukaan logam, seperti bantalan transmisi dan roda gigi.

    Maka dari itu, oli mesin dan filter perlu diganti sebelum disimpan. Tujuannya untuk membuang oli kotor dan endapan karbon berbahaya yang tersuspensi di dalamnya.

    5. Pakai Penutup Motor yang Berkualitas

    Pilihlan penutup motor yang berkualitas, untuk melindungi sepeda motor dari debu, kelembapan, goresan, kotoran dan perubahan suhu.

    Penutup motor berguna dalam mencegah masuknya kelembapan, hal ini akan membantu menghindari dari korosi atau karat. Selain itu, penutup motor yang pas juga memberikan perlindungan di dalam dan luar ruangan.

    Saat sepeda motor disimpan di dalam ruangan, penutup akan melindungi cat dan bodi sepeda motor dari debu abrasif, ataupun benturan kecil.

    6. Memperhatikan Ban

    Ban itu berpori dan akan kehilangan udara ketika disimpan dalam waktu lama. Jika dibiarkan terbebani di satu posisi untuk jangka waktu yang lama, ban akan kempes dan membentuk titik kempes permanen.

    Pemilik motor juga bisa pertimbangkan untuk sedikit memompa ban dan memindahkan motor dari waktu ke waktu. Hal ini bertujuan agar ban tidak berada di posisi yang sama selama berbulan-bulan.

    Cara Menghindari Kerusakan saat Sepeda Motor Tidak Digunakan

    Berikut adalah hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika menyimpan sepeda motor yang jarang digunakan:

    • Jangan menguras tangki, karena tangki yang kosong rentan terhadap korosi serta segel yang mengering.
    • Jangan melepaskan aki motor.
    • Jangan menyimpan sepeda yang dalam keadaan kotor.
    • Jangan mengisi ban motor hingga terlalu penuh.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Penyebab Oli Cepat Hitam Meski Baru Diganti, Catat!


    Jakarta

    Oli yang menjadi hitam mengindikasikan sudah kotor akibat mendukung kinerja mesin setiap hari. Dalam kondisi ini, pemilik motor harus segera mengganti oli.

    Jika tidak ganti oli secepatnya, kinerja mesin berisiko turun bahkan rusak. Kendati begitu, saatnya oli menjadi hitam meski baru ganti yang mengindikasikan ada masalah di mesin atau komponennya.

    4 Penyebab Oli Cepat Menghitam Meski Baru Diganti

    Oli yang lebih cepat menghitam bisa menjadi pertanda ada gangguan dari motor. Mengutip laman Astra Motor, berikut beberapa penyebab oli cepat menghitam.


    1. Gas Sisa Pembakaran Masuk ke Karter

    Biasanya gas sisa pembakaran mesin motor mengandung banyak kerak dan kotoran. Akibatnya, oli menjadi mudah hitam saat gas masuk karter. Namun, mudahnya oli menjadi hitam mengindikasikan ada bagian motor yang perlu perbaikan.

    Penyebab gas sisa pembakaran masuk ke karter antara lain boring motor aus, ring piston terbalik, ring piston aus, hingga gap piston yang berada segaris karena salah pemasangan. Menghadapi masalah ini, ada beberapa solusi yang bisa dilakukan.

    Pertama, pilih pelumas yang berkualitas dan kadar yang cukup. Di samping itu, kamu juga bisa memilih tipe oli yang sesuai dengan motor. Pemilik motor juga disarankan rutin melakukan pemeliharaan untuk menjaga kinerja mesin.

    2. Saringan Oli yang Rusak

    Saringan oli yang rusak juga bisa menyebabkan oli cepat menghitam. Fungsi dari saringan oli adalah untuk menyaring kotoran, Jadi, jika filter ini rusak, maka oli bisa cepat menghitam.

    Upayakan untuk mengecek saringan oli pada motor. Jika saringan oli sudah rusak, maka ganti di tempat servis motor terdekat. Pilih saringan oli yang berkualitas.

    3. Ada Komponen Mesin yang Kotor

    Oli berfungsi untuk melumasi seluruh mesin. Jika area yang dilumasinya dalam keadaan kotor, kotoran yang ada pun bisa ikut terbawa.

    Sehingga, setelah dibongkar,cuci motor agar komponen bersih kembali. Dengan begitu, oli tidak akan cepat menghitam dan awet digunakan.

    4. Mesin yang Overheat

    Mesin yang overheat atau terlalu panas juga bisa membuat oli cepat menghitam. Penyebab dari mesin overheat di antaranya setelan kopling motor yang kurang pas, jadi mengakibatkan selip dan menyebabkan oli cepat menguap.

    Solusi untuk masalah ini adalah dengan memasang oli cooler atau yang biasa disebut selang hawa pada mesin motor. Namun, ganti saringan oli yang sudah gosong terlebih dahulu.

    Itulah beberapa penyebab oli cepat menghitam meski baru diganti. Jangan lupa untuk rutin dalam mengganti oli dan perhatikan jenis oli yang digunakan.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Begini Cara Cek Kondisi Booster Rem Pada Mobil


    Jakarta

    Mengecek sistem pengereman pada mobil jadi hal yang wajib dilakukan secara berkala. Salah satu komponen dalam sistem pengereman yang juga perlu dicek kondisinya adalah booster rem.

    Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang kurang peduli terhadap booster rem. Padahal, jika komponen ini sudah rusak maka berisiko membahayakan keselamatan hingga bisa memicu kecelakaan.

    Lantas, bagaimana cara mengecek kondisi booster rem pada mobil? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Mengenal Booster Rem pada Mobil

    Mengutip laman Hyundai Indonesia, booster rem adalah komponen pada sistem pengereman yang berfungsi untuk memperkuat torsi yang diterima oleh pedal rem. Komponen ini bekerja dengan menggunakan tekanan udara atau vakum yang diterima dari mesin mobil untuk memperkuat torsi pada pedal rem.

    Dengan adanya booster rem, pengendara dapat melakukan pengereman lebih mudah, cepat, dan aman. Soalnya, booster rem berfungsi memberikan dorongan tambahan pada rem, sehingga pengemudi tidak perlu menginjak pedal rem terlalu dalam untuk menghentikan mobil.

    Ciri-ciri Booster Rem Rusak

    Seiring penggunaan, booster rem mobil bisa mengalami kerusakan. Salah satu kerusakan yang umum terjadi adalah booster rem mengalami kebocoran.

    Dilansir situs Daihatsu, berikut ciri-ciri booster rem sudah rusak yang perlu diketahui oleh pemilik mobil:

    1. Pedal Rem Terasa Keras

    Ciri-ciri yang pertama adalah pedal rem terasa keras saat diinjak. Cobalah detikers menginjak pedal rem ketika mobil dalam keadaan mati, jika pedal naik secara perlahan maka kondisi booster rem masih baik.

    Sebaliknya, apabila setelah menginjak pedal rem dan tidak langsung naik atau terasa keras saat diinjak, itu artinya ada masalah pada sistem pengereman. Bisa jadi karena booster rem mengalami kebocoran.

    2. Muncul Suara Mendesis

    Ciri-ciri berikutnya adalah muncul suara mendesis ketika pedal rem diinjak. Soalnya, rem yang dalam kondisi baik tidak akan mengeluarkan suara apapun ketika bekerja.

    Namun jika booster rem mengalami kebocoran, biasanya akan muncul suara mendesis ketika rem digunakan. Penyebab utamanya karena selang vakum yang bocor, sehingga terdapat udara yang keluar lewat selang tersebut.

    3. Mesin Mobil Tidak Stabil

    Booster rem juga bekerja ketika mesin mobil dihidupkan. Soalnya, booster rem memiliki selang kevakuman yang terhubung dengan intake manifold mesin. Apabila booster rem dalam kondisi optimal, maka intake manifold mesin juga bekerja dengan baik, sehingga mesin mobil tetap stabil ketika digunakan.

    Jika booster rem mengalami kebocoran, maka otomatis terjadi kebocoran juga di intake manifold mesin. Alhasil, selang kevakuman tidak bekerja dengan maksimal dan akibatnya mesin mobil jadi tidak stabil.

    Cara Cek Kondisi Booster Rem

    Cara paling mudah untuk mengecek kondisi booster rem mobil adalah dengan menginjak pedal rem ketika mesin mobil dalam keadaan mati. Apabila pedal rem naik perlahan, maka booster rem masih bagus.

    Akan tetapi, jika pedal rem terasa keras saat diinjak atau setelah diinjak pedalnya cukup lama untuk naik ke posisi normal, itu tandanya ada kerusakan pada booster rem.

    Jika detikers ragu, segera bawa mobil kesayanganmu ke bengkel resmi terdekat. Nantinya, mekanik akan mengecek apakah benar ada kebocoran di booster rem atau bisa jadi karena timbul kerusakan di komponen lain.

    Itu dia cara cek kondisi booster rem pada mobil. Semoga dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Daun Gugur Bisa Bikin Cat Mobil Rusak! Ini Cara Mencegahnya



    Jakarta

    Daun yang berguguran di musim hujan mungkin terlihat sepele. Namun bagi pemilik mobil, daun-daun ini bisa menjadi ancaman serius bagi tampilan dan kondisi mobil.

    Daun yang menumpuk di permukaan mobil ternyata bisa menyebabkan kerusakan jika dibiarkan terlalu lama. Tanpa perawatan yang tepat, daun yang menumpuk di permukaan mobil dapat memicu kerusakan cat, menimbulkan noda, bahkan menyebabkan karat di bagian logam yang terekspos.

    Mengapa Daun Gugur Dapat Merusak Mobil?

    Saat daun basah terkena hujan, proses pembusukan menghasilkan kandungan asam dan jamur yang dapat merusak lapisan pelindung mobil atau clear coat. Jika dibiarkan menempel, daun basah ini dapat meninggalkan noda permanen atau merusak lapisan pelindung hingga membuat cat mengelupas. Begitu lapisan pelindung rusak, cat yang terkelupas tersebut dapat memicu karat pada permukaan logam mobil, terutama pada bagian yang terekspos.


    Mengutip Real Simple, seorang ahli dari Eastwood Automotive, James Naylor, menjelaskan bahwa daun yang terselip di celah kecil seperti di bawah kap mesin atau di sekitar sunroof juga bisa menahan kelembapan. Hal tersebut akan memicu terbentuknya karat. Selain itu, ranting dan tangkai daun yang keras juga bisa menggores kaca atau permukaan lain jika tidak hati-hati saat membersihkannya.

    Tak hanya permukaan luar, daun gugur juga bisa menyumbat komponen penting mobil. Misalnya, daun sering tersangkut di sekitar wiper kaca depan atau saluran udara. Jika dibiarkan terlalu lama, daun ini bisa semakin masuk dan menyulitkan proses pembersihan. Bahkan hal ini dapat mengganggu kinerja komponen mobil.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan daun dari mobil dengan aman? Berikut caranya dilansir dari Real Simple.

    Cara Membersihkan Daun dari Mobil dengan Aman

    Untuk mencegah kerusakan, segera bersihkan daun yang menempel di mobil Anda. Naylor menyarankan untuk membersihkan daun secara hati-hati dengan tangan atau menggunakan blower agar cat tidak tergores. Jika mobil sering parkir di bawah pohon, disarankan untuk menggunakan penutup mobil yang bisa melindungi dari daun gugur.

    Saat membersihkan daun dengan tangan, kenakan sarung tangan yang memadai agar terlindung dari ranting kasar. Setelah itu, buka kap mesin dan bersihkan daun yang mungkin menumpuk di sekitar kaca depan.

    Membersihkan mobil dari daun gugur akan semakin sulit saat musim hujan berlangsung lama. Untuk itu, mencuci mobil secara berkala bisa menjadi solusi yang efektif. Selain menjaga kebersihan, mencuci mobil juga dapat menghilangkan debu dan partikel yang menempel pada cat mobil.

    Meskipun pada umumnya mobil sudah dilapisi pelindung, memberikan lapisan wax tambahan dapat memperkuat perlindungan. Lapisan wax ini menciptakan penghalang yang mencegah zat asam dari daun menembus cat mobil. Naylor merekomendasikan agar mengaplikasikan wax setidaknya sekali setiap beberapa bulan. Dengan perawatan yang rutin dan langkah-langkah pencegahan ini, mobil Anda akan tetap terjaga kondisinya meski terkena daun gugur di berbagai tempat.

    (rgr/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Cara Merawat Power Window agar Tidak Mudah Rusak


    Jakarta

    Kini hampir setiap mobil dilengkapi dengan fitur power window. Jika dulu pengguna mobil harus memutar tuas untuk membuka jendela, kini cukup memencet tombol untuk membuka dan menutupnya. Meski begitu, power window butuh perawatan.

    Cara merawat power window sebenarnya cukup mudah, namun memang harus telaten. Jika tidak dirawat, maka power window mungkin akan cepat rusak. Untuk mengetahui cara-caranya, simak penjelasan di bawah ini.

    Cara Merawat Power Window

    Dirangkum dari situs Daihatsu dan Wuling, berikut ini 7 cara merawat power window agar tidak cepat rusak:


    1. Bersihkan Kaca Jendela

    Cara merawat power window yang pertama adalah dengan membersihkan kaca jendela. Jika melihat ada kotoran di kaca jendela, segeralah membersihkannya agar tidak masuk ke dalam dinamo power window yang bisa menyebabkan macet.

    Selain itu, bersihkan kaca mobil dengan rutin menggunakan alat pembersih kaca khusus atau memakai kanebo maupun kain yang permukaannya halus.

    2. Bersihkan Karet Kaca

    Selain bagian kaca, pastikan karet kaca jendela juga dibersihkan. Hindari penggunaan cairan penetran karena menyebabkan debu mudah menempel kembali.

    Gunakan silicone spray karena sifatnya lebih netral, sehingga tidak menyebabkan debu mudah menempel kembali. Semprot sepanjang jalur karet, termasuk di frame pintu mobil menggunakan silicone spray.

    3. Bersihkan Rel Pada Power Window

    Kebersihan bagian jendela harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk rel pada power window. Cek secara rutin apakah relnya sudah kotor. Biasanya semakin sering digunakan, rel semakin mudah kotor.

    Rutin mencuci mobil akan membuat rel power window tetap bersih. Pakailah shampo khusus mobil agar elastisitas karet dan kelembaban tetap terjaga.

    4. Gunakan Minyak

    Salah satu perawatan yang bisa dilakukan detikers adalah meminyaki bagian karet kaca agar tidak seret. Kalian bisa menggunakan minyak goreng untuk melapisi karet di jalur kaca. Cukup lapisi tipis agar karet tetap lentur.

    5. Jangan Terlalu Lama Dijemur

    Penting untuk memarkir mobil di tempat teduh, terutama jika diparkir dalam waktu lama. Jika terlalu lama dijemur di bawah terik matahari, maka bisa membuat komponen grease di motor pengatur kaca otomatis menjadi keras.

    Grease ini berfungsi sebagai pelumas dari poros motor pengatur kaca otomatis. Jika mengeras, maka power window akan seret. Jika terus dipaksakan, maka akan membuat kerusakan lebih parah.

    6. Gunakan Secara Tepat dan Seperlunya

    Gunakanlah power window secara tepat guna. Biasanya anak-anak suka bermain-main dengan power window. Nah, jika keseringan buat mainan bisa membuatnya cepat rusak.

    Tapi juga jangan sampai tidak digunakan. Misalnya ketika mobil jarang digunakan, panasi mobil sambil membuka dan menutup jendela. Jika lama tidak dipakai, power window juga bisa macet dan karatan.

    7. Cek Secara Rutin

    Setidaknya detikers harus mengecek kondisi power window secara rutin 6 bulan sekali. Bawalah ke bengkel spesialis pintu. Perawatan ini meliputi pembersihan menyeluruh dan penambahan pelumas.

    Demikian 7 cara merawat power window. Pastikan seluruh bagian kaca bersih dan gunakan dengan tepat agar tidak mudah rusak.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 10 Alasan Kenapa Mobil Bergetar saat Diam dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Pengemudi mungkin pernah merasakan getaran yang tak biasa, meskipun mobil dalam kondisi tidak bergerak. Getaran tersebut terkadang jadi tanda tentang kondisi kendaraan.

    Ada berbagai alasan yang menyebabkan mobil bergetar saat diam. Mulai dari masalah pada komponen mesin hingga ban mobil yang aus.

    Oleh sebab itu, mengetahui penyebab getaran dalam konteks ini penting agar masalah bisa diatasi segera sebelum berpotensi mempengaruhi kinerja mobil.


    Alasan Kenapa Mobil Bergetar saat Diam

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, jika mobil bergetar. Hal ini bisa jadi tanda kalau pemilik mobil perlu memperbaikinya.

    Berikut adalah beberapa penyebab mesin mobil bergetar saat diam:

    1. Busi yang Rusak

    Mobil memiliki busi lebih dari satu. Mengutip laman Daihatsu, jika ada salah satu busi yang rusak maka hal ini akan membuat mesin mobil menjadi tidak stabil yang bisa menyebabkan bergetar.

    2. Masalah pada Engine Mount

    Engine mount adalah komponen penahan posisi mesin mobil, yang berfungsi membuat mobil tetap stabil saat melaju kencang. Tapi, jika komponen ini pernah terguncang keras, maka kekuatan cengkeramannya bisa berkurang.

    Menurunya cengkeraman engine mount menjadi salah satu penyebab mobil bergetar dan membuat mesin bergeser.

    3. Penyetelan Mesin yang Tak Sesuai

    Adanya kesalahan penyetelan mesin menjadi salah satu alasan mobil bergetar saat diam. Hal ini mungkin terjadi karena teknis melakukan kesalahan ketika proses pengembalian komponen yang sebelumnya dibongkar (setelah perbaikan).

    4. Piston Mobil yang Aus

    Piston aus disebabkan karena mobil terlalu sering dipakai dengan revolutions per minute (RPM) tinggi. RPM merupakan satuan yang digunakan kendaraan untuk mengatur kecepatan dari perputaran atas suatu sumbu dalam waktu satu menit.

    5. As Roda yang Aus

    as roda adalah perangkat yang menghubungkan roda dengan suspensi mobil Jika perangkat ini aus, maka perputaran ban bisa menjadi tidak sempurna.

    6. Rusaknya Karet Kap Mesin

    Karet kap mesin yang rusak bisa menjadi penyebab getaran pada mobil. Pasalnya, karet ini sendiri berfungsi untuk meredam getaran pada mesin.

    Jadi, jika ia sudah aus maka kemampuanya dalam menahan getaran akan menurun.

    7. Velg Ban Bengkok

    Velg ban bengkok membuat beban pada mobil tidak bisa ditahan dengan baik ketika sedang berjalan. Biasanya, hal ini terjadi karena kecelakaan atau salah memasang ketika memodifikasi mobil.

    8. Distribusi BBM yang Tidak Lancar

    Jumlah bahan bakar minyak (BBM) yang masuk ke dalam ruang bakar perlu tepat, jika tidak getaran pada kendaraan akan sangat terasa kencang. Seringnya, masalah ini terjadi pada mobil dengan sistem injeksi.

    Jumlahnya yang terlalu sedikit atau terhambat membuat getaran pada mesin, karena tenaga yang diciptakan tidak sempurna.

    9. Rusaknya Shockbreaker

    Shockbreaker berfungsi untuk menjaga keseimbangan dan kestabilan mobil saat sedang melaju. Jika rusak, maka mesin mobil bisa bergetar secara tidak normal dan membuatnya berjalan tidak seimbang.

    10. Masalah pada Kopling Mobil

    Mengutip laman Suzuki Indonesia, kampas kopling yang habis beresiko menyebabkan pedal kopling loss, yang membuat getaran kencang terasa hingga kabin.

    Cara Memperbaiki Mobil Bergetar

    Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki mobil bergetar padahal diam:

    • Ganti komponen yang sudah rusak dengan yang baru. Misalnya, mengganti busi, mengganti kampas kopling, ataupun shockbreaker.
    • Melakukan servis berkala ke bengkel resmi. Konsultasikan ke teknisi ahli ke servis mobil secara berkala jika kamu mengalami masalah yang tidak bisa di atas secara mandiri.

    Dengan memahami faktor-faktor penyebab mobil bergetar saat diam, akan membantu kita bisa menjaga performa kendaraan tetap optimal. Jangan lupa untuk selalu cek komponen mobil, untuk mengetahui mereka rusak/bermasalah atau tidak.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 10 Tips Mencegah Mobil Overheat agar Mesin Tidak Cepat Rusak


    Jakarta

    Overheat pada mobil adalah kondisi saat mesin kendaraan sangat panas karena berbagai sebab. Jika tidak ditangani, komponen akan cepat rusak dan kinerja mobil akan menurun.

    Di bawah ini akan kita ulas 10 tips mencegah mobil overheat, mulai dari pengecekan komponen hingga mengubah kebiasaan menggunakan mobil.

    Cara Mencegah Mobil Overheat

    Dirangkum dari laman Wuling, Suzuki, dan Daihatsu, berikut ini 10 cara atau tips mencegah mobil overheat:


    1. Periksa Oli

    Oli adalah salah satu hal yang wajib diperhatikan dalam perawatan mobil. Oli bertugas sebagai pelumas agar komponen-komponen tidak langsung bergesekan.

    Bila oli berfungsi baik, maka mesin akan lebih awet. Sebaliknya jika oli habis atau kotor, maka mesin tidak akan bekerja optimal. Oli mesin yang habis mengakibatkan komponen saling bergesekan, lekas panas, dan cepat aus.

    2. Kontrol Sistem Pendingin

    Mobil dilengkapi dengan sistem pendingin untuk mencegah mesin mudah panas. Untuk memastikan sistem ini bekerja, pemilik mobil harus rutin melakukan cek berjala. Saat mengecek, pastikan cairan pendingin berada di level yang benar dan tidak bocor.

    Perlu diingat, mesin mobil harus dalam kondisi dingin saat mengecek sistem pendingin. Jika mesin masih panas, cairan pendingin akan menyembur saat tutupnya dibuka.

    3. Pilih Radiator Coolant Berkualitas

    Detikers wajib memilih cairan radiator atau radiator coolant yang berkualitas untuk menjaga kinerja mesin mobil. Radiator coolant yang tidak berkualitas bisa menyebabkan korosi dan pembekuan di dalam sistem pendinginan.

    4. Kontrol Selang dan Tutup Radiator

    Bagian radiator yang juga perlu diperiksa adalah selang dan tutup radiator mobil. Bagian selang seharusnya lentur saat ditekan. Jika selang sudah mengeras, sebaiknya segera diganti.

    Serupa dengan selang, bagian tutup radiator yang terbuat dari karet seharusnya tidak keras. Jika karet tutup radiator mengeras, air pendingin mesin tidak bisa keluar radiator lewat reservoir. Pemilik kendaraan bisa segera mengganti atau menanyakan solusinya pada teknisi yang kompeten.

    5. Kontrol Upper dan Lower Tank

    Kontrol juga bagian upper tank dan lower tank, terutama jika terbuat dari plastik. Posisi tank ini berdekatan dengan mesin yang panas, terutama upper tank. Kondisi ini sering menyebabkan tank retak dan air radiator menjadi bocor.

    6. Pastikan Kipas Pendingin Bekerja Optimal

    Kipas radiator berfungsi sebagai pendingin radiator. Jika kipas masih bagus, maka proses pendinginan akan berjalan optimal. Tetapi bila sudah tidak berputar dengan baik atau terdapat gejala kerusakan, mesin berisiko mudah panas.

    7. Cek Kondisi Fan Belt Water Pump

    Fan belt atau v-belt water pump berfungsi untuk memutar water pump pada mobil, agar cairan bersirkulasi dengan baik. Jika kondisinya sudah retak atau terdapat kerusakan, maka harus segera diganti.

    8. Cek Filter Kabin

    Cek kondisi filter kabin agar evaporator tidak mudah kotor dan gagal membuat dingin udara kabin. Jika terdapat kotoran pada kondensor di depan ruang mesin, maka segera bersihkan karena bisa menghambat pelepasan panas freon.

    9. Pilih Tempat Parkir yang Teduh

    Cuaca yang sangat panas juga berisiko membuat mobil mudah overheat. Saat parkir, usahakan untuk memarkir mobil di tempat yang teduh untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung.

    10. Hindari Ngebut dan Bawa Beban Berlebih

    Hindari mengemudi mobil dengan kecepatan terlalu tinggi, terutama saat cuaca sangat panas. Hal ini bisa meningkatkan suhu mesin dengan cepat. Begitu pula dengan beban yang berlebih dapat menyebabkan mesin bekerja lebih keras dan cepat panas.

    Dengan penjelasan ini, usahakan detikers selalu melakukan 10 cara pencegahan agar mobil tidak overheat dan kinerja mesin tetap baik.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Kenapa Motor Tidak Bisa Digas? Ini 9 Penyebab dan Penanganannya


    Jakarta

    Sepeda motor normalnya akan melaju ketika digas. Namun motor dengan masalah tertentu, terkadang akan ngempos atau loyo saat digas. Bahkan terkadang mesin akan mati saat digas.

    Simak artikel ini untuk mengetahui kenapa motor tidak bisa digas secara optimal, dan justru ngempos atau mesinnya mati saat digas.

    Alasan Motor Tidak Bisa Digas

    Ada beberapa kemungkinan motor loyo atau mati saat digas. Berikut ini beberapa alasan kenapa motor tidak bisa digas dan cara penanganannya, dikutip dari situs Astra Otoshop:


    1. Busi Kotor atau Rusak

    Busi berfungsi untuk menghasilkan percikan api dalam proses pembakaran di mesin. Jika busi sudah kotor atau rusak, maka proses pembakaran akan terganggu.

    Jika busi tidak diganti, maka motor tidak akan berjalan baik saat digas. Bahkan mesin bisa mati saat digas secara mendadak. Untuk itu, pemeriksaan busi harus dilakukan berkala.

    2. Aki Sudah Lemah atau Rusak

    Aki digunakan sebagai sumber tenaga listrik pada motor, misalnya digunakan untuk sistem starter dan sistem injeksi. Jika arus listrik motor lemah atau tidak stabil, maka motor mungkin tidak mau melaju dengan baik saat digas.

    Lakukan pemeriksaan berkala pada aki motor, dan pastikan sistem pengisiannya bekerja dengan baik. Ini sangat penting dilakukan agar mencegah motor mati mendadak. Jika aki sudah habis atau rusak, maka harus segera diganti baru.

    3. Filter Udara Kotor

    Pembakaran di mesin terjadi akibat bahan bakar, api, dan udara. Udara yang masuk ke mesin akan melalui filter atau saringan terlebih dahulu. Tetapi jika filternya kotor, maka akan menghambat aliran udara yang masuk ke mesin.

    Hal tersebut akan membuat proses pembakaran tidak optimal. Udara yang kotor atau jumlahnya yang tidak cukup dapat menyebabkan motor brebet dan mati saat digas. Pastikan untuk membersihkan atau mengganti saringan udara secara berkala.

    4. Tangki BBM Kotor

    Tangki BBM juga sebaiknya selalu dicek dan dibersihkan untuk menjaga performa motor. Jika tangki bahan bakar kotor, maka bisa memunculkan endapan yang kemudian akan menghambat aliran bahan bakar ke mesin. Ketika alirannya terhambat, maka motor bisa brebet atau mati saat digas.

    5. Oktan BBM Tidak Sesuai

    Pemilihan jenis BBM juga harus disesuaikan dengan motor kamu. Belum tentu BBM beroktan tinggi lebih optimal dipakai di motormu. Begitu pula BBM oktan rendah jangan dipakai pada jenis kendaraan seperti motor sport. Sesuaikan dengan pabrikan untuk menjaga kinerja mesin.

    6. Masalah Katup Mesin

    Katup mesin bisa saja bermasalah. Hal ini bisa menyebabkan proses pembakaran tidak sempurna. Selanjutnya, mesin juga bisa mati saat digas. Lakukan servis katup mesin secara berkala untuk mengetahui masalah dan mengatasinya.

    7. Sensor Injeksi Bermasalah

    Pada motor injeksi, sensor injeksi digunakan untuk mengontrol jumlah bahan bakar yang disemprotkan ke mesin. Ketika sensor injeksi bermasalah, maka aliran bahan bakar ke mesin tidak lancar.

    Hal tersebut membuat motor tidak bisa digas dengan baik, bahkan bisa mati mendadak. Sensor yang sering bermasalah antara lain Sensor Throttle Position (TPS) dan Sensor Oksigen (O2 Sensor).

    8. Injektor Tersumbat

    Dalam sistem injeksi, injektor berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke mesin. Jika injektor tersumbat kotoran, maka aliran bahan bakar menjadi terhambat, dan menyebabkan motor terasa berat saat digas. Bagian ini harus dibersihkan secara berkala.

    9. Jarang Diservis

    Kemungkinan terakhir motor tidak bisa digas adalah karena jarang diservis. Pentingnya servis berkala adalah untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik. Mekanik biasanya juga akan membersihkan komponen penting agar proses pembakaran berjalan baik.

    Dengan mengetahui 9 alasan kenapa motor tidak bisa digas secara optimal tersebut, detikers bisa mencegahnya mulai sekarang. Untuk perawatan lebih mudah, kalian bisa langsung datang ke bengkel terpercaya agar dilakukan pengecekan dan pembersihan menyeluruh.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Oli Cepat Hitam Meski Baru Ganti? Ini 4 Penyebab dan Solusinya


    Jakarta

    Mengganti oli termasuk cara merawat kendaraan. Oli baru diganti umumnya berwarna kuning jernih. Beda hal jika warnanya hitam pekat yang menandakan oli sudah kotor akibat pemakaian sehari-hari.

    Namun, tak sedikit pengendara mengeluhkan oli cepat menghitam padahal belum lama diganti dan pemakaian motornya tidak terlalu sering. Kira-kira apa ya penyebabnya?

    Penyebab Oli Cepat Hitam dan Solusinya

    Mengutip situs Astra Motor dan Federal Oil, berikut penyebab oli cepat hitam menghitam walau baru diganti dan cara mengatasinya:


    1. Komponen Mesin Kotor

    Selain sebagai pelumas, oli berfungsi sebagai pembersih. Oli akan membersihkan permukaan dinding silinder dari oksidasi, kerak-kerak yang timbul akibat proses pembakaran, hingga pembersihan karbon. Apabila mesin motor kotor maka kotoran akan ikut terbawa oli.

    Oleh sebab itu, ruang mesin hendaknya sekaligus dibersihkan saat jadwal servis agar tidak kotor. Dengan begitu, oli akan awet dan tidak cepat hitam.

    2. Gas Sisa Pembakaran Masuk Karter

    Ketika boring motor aus dan ring piston susut atau terbalik, gas sisa pembakaran yang mungkin mengandung kerak dan kotoran dapat masuk ke karter. Akibatnya, oli yang tertampung mudah menghitam saat gas masuk ke karter. Begitu juga ketika gap ring piston berada segaris akibat pemasangan salah atau ring yang longgar.

    Untuk mencegah komponen cepat aus, penting memilih pelumas yang bagus dan sesuai agar performa mesin tetap optimal.

    3. Mesin Overheat

    Setelan kopling yang kurang pas bisa menyebabkan selip sehingga oli cepat menguap. Akibatnya, mesin kendaraan bisa mengalami overheat atau terlalu panas yang pada akhirnya membuat oli mudah menghitam.

    Jika hal ini terjadi, oil cooler dapat dipasang di belakang radiator atau dekat filter agar memperoleh udara maksimal untuk menjaga oli mesin tetap dalam kondisi dingin. Saat oli dingin maka kekentalannya meningkat dan membuat komponen mesin terhindar dari keausan.

    4. Filter Oli Rusak

    Filter oli berperan menyaring kotoran dalam mesin agar tidak bercampur dengan oli. Jika komponen ini rusak, maka tidak lagi bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal. Akibatnya, oli akan kotor dan menghitam. Mesin juga tidak dapat terlindungi dengan baik sehingga risiko gesekan antar komponen dan keausan meningkat.

    Karena itu, jangan lupa cek kondisi filter oli saat servis motor. Periksa apakah komponen ini harus diganti atau cukup dibersihkan saja. Jika rusak, sebaiknya ganti filter oli dan pasang dengan benar agar berfungsi optimal.

    (azn/row)



    Sumber : oto.detik.com