Tag: sajian sahur lezat

  • Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Saat Sahur karena Bikin Lemas


    Jakarta

    Tidak semua makanan cocok dikonsumsi saat sahur. Beberapa makanan justru bisa membuat tubuh menjadi lemas. Oleh karena itu, penting menghindari 5 makanan ini saat sahur.

    Umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa disunnahkan untuk sahur. Dengan mengonsumsi sejumlah makanan dan minuman, sebagai bekal untuk puasa seharian.

    Namun, pilihan menu sahurnya tidak boleh sembarangan. Karena sahur ditujukkan untuk menguatkan fisik saat puasa, sehingga disarankan menghindari makanan-makanan yang justru membuat tubuh lemas.


    Mengonsumsi makanan memang bisa menambah energi dan asupan nutrisi, tetapi ada juga makanan yang justru memberikan efek sebaliknya.

    Oleh karena itu, ketika sahur, umat muslim disarankan menghindari 5 makanan yang bikin lemas ini. Merangkum beberapa sumber, berikut daftarnya!

    1. Karbohidrat olahan

    Ada Pastry hingga Kopi Berlapis Emas di Kafe Milik Salt BaeKarbohidrat olahan, seperti pastry dan kue sebaiknya tidak dimakan saat sahur. Foto: Instagram/kapicciiiinoo

    Meskipun karbohidrat dibutuhkan tubuh untuk menambah energi, tetapi kamu tidak dianjurkan mengonsumsi karbohidrat olahan. Karbohidrat olahan contohnya pastry, kue, donat, atau sereal.

    Makanan-makanan ini hanya memberi rasa kenyang dan kepuasan sesaat karena nutrisi sebenarnya rendah.

    Melansir eatthis.com (27/10/23), makanan, seperti pastry atau croissant kenyataannya dibuat dari karbohidrat sederhana yang sebagian besar terbuat dari tepung putih.

    Mengonsumsi karbohidrat ini bisa meningkatkan lonjakan gula darah yang tajam, tetapi kemudian gula darah mengalami penurunan. Hal inilah yang membuat seseorang lebih cepat lapar.

    Jika ingin tetap mengonsumsi karbohidrat seperti roti atau kue, pilihlah yang terbuat dari gandum utuh atau karbohidrat kompleks. Sebab, makanan itu bisa memberi energi berkelanjutan.

    Kombinasikan juga dengan protein, seperti telur agar perut lebih kenyang dan nutrisi yang didapat optimal.

    2. Makanan gurih

    Ilustrasi keripik tempeMakanan gurih, seperti keripik atau yang mengandung banyak msg juga perlu dihindari. Foto: Getty Images/Edy Gunawan

    Makanan gurih memang nikmat, tetapi asupannya perlu diperhatikan. Ketika sahur, kamu sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang terlalu gurih, misalnya keripik gurih atau makanan lain yang mengandung banyak msg atau kecap asin.

    Sebab, makanan seperti ini hanya membuat kamu menjadi haus lebih cepat.

    Para ilmuwan yang disebut di eatthis.com mengungkap kemungkinan garam memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang memungkinkan seseorang merasa puas.

    Namun, hal tersebut bisa menciptakan lingkaran setan. Sebab, camilan asin seperti keripik mengandung karbohidrat olahan dan sedikit serat yang dapat memperlambat pencernaan.

    Seorang ahli diet, Destini Moody, RDN, juga menambahkan, camilan gurih seperti ini bisa membuat kamu lebih cepat lapar. Memungkinkan kamu memakan lebih banyak keripik, dan siklusnya akan berlanjut seperti itu.

    Daftar makanan lain yang perlu dihindari bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Minuman berkafein

    5 Tips Aman Minum Kopi Untuk Penderita Lambung SensitifMinuman berkafein seperti kopi dan teh tidak menghidrasi tubuh. Foto: Getty Images/photo_Pawel

    Pecinta kopi atau teh sebaiknya juga memperhatikan waktu mengonsumsi minuman ini. Kopi dan teh merupakan dua jenis minuman berkafein yang memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan.

    Minum minuman berkafein bisa menimbulkan efek kecemasan hingga insomnia. Oleh karena itu, minuman ini tidak dianjurkan dikonsumsi saat sahur karena tidak bisa menghidrasi tubuh.

    Minuman ini hanya membuat para umat muslim yang berpuasa merasa haus sepanjang hari.

    4. Gorengan

    Jika Tak Dimakan Berlebihan, Ini 5 Mnafaat sehat Makan Kentang GorengGorengan seperti kentang goreng juga jangan dimakan saat sahur. Foto: Getty Images/Rafa Jodar

    Makanan berminyak, seperti gorengan juga perlu dihindari saat sahur. Makanan ini mengandung lemak yang akan disimpan dalam tubuh sebagai jaringan lemak.

    Membutuhkan waktu lebih lama agar makanan ini dicerna tubuh. Sehingga, tubuh perlu kerja ekstra untuk mencerna dan memecah makanan ini.

    Mengonsumsi makanan lemak berlebih memang meningkatkan rasa kenyang, tetapi hanya sesaat. Tanpa diimbangi atau mengonsumsi makanan protein atau serat apapun, gorengan bisa membuatmu merasa cepat lapar dan lemas.

    5. Makanan olahan

    Makanan olahan umumnya mengandung banyak gula, garam, dan pengawet. Makanan ini juga melewati berbagai macam proses ketika dibuat di pabrik.

    Bahan pengawet itulah yang bisa membuat seseorang merasa kembung dan menjadi lemas. Membuat seseorang sulit berkonsentrasi saat menjalani hari.

    Nutrisi didalamnya juga sangat minim, sehingga tidak dapat disebut memberikan energi tubuh.

    Saat sahur, kamu juga perlu menghindari makanan olahan. Misalnya, sosis, nugget, makanan kemasan lainnya atau makanan beku (frozen food).

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Teh Saat Sahur? Ini 5 Teh yang Berkhasiat Bakar Lemak di Perut


    Jakarta

    Beberapa orang pilih sahur atau buka puasa dengan minum teh. Kalau ingin mendapat manfaat ekstra menurunkan berat badan, coba konsumsi 5 teh yang berkhasiat membakar lemak di perut ini.

    Bulan ramadan selain dimanfaatkan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, juga menjadi ajang untuk menurunkan berat badan. Dengan membatasi waktu makan dan memilih makanan yang tepat, banyak orang berharap berat badannya dapat turun setelah puasa 30 hari.

    Asupan makanan dan minuman yang dipilih pun harus tepat agar tujuan itu tercapai. Bagi yang suka minum teh, baik saat sahur atau buka puasa, coba pilih teh yang punya khasiat membakar lemak perut.


    Tujuan menurunkan berat badan pun bakal lebih cepat dicapai. Teh ini mengandung senyawa, vitamin, dan nutrisi yang dibuktikan penelitian dapat membantu mengurangi lemak di perut jika dijadikan bagian pola makan gizi seimbang.

    Apa saja daftarnya? Mengutip Eat This, Not That! (8/11/2023), berikut 5 teh pembakar lemak di perut yang efektif jika dikonsumsi rutin:

    1. Teh hijau

    manfaat minum teh hijau dan biji chiaFoto: Getty Images/iStockphoto

    Teh hijau ada pada urutan pertama sebagai teh yang berkhasiat membakar lemak di perut. Menurut penelitian tahun 2022 yang dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health, partisipan yang minum teh hijau 4 cangkir atau lebih setiap hari memiliki 44% risiko lebih rendah dari alami obesitas abdominal, dibanding partisipan yang tidak minum teh hijau.

    Sebuah penelitian tahun 2009 menemukan teh hijau mengandung katekin, antioksidan yang bantu mengurangi lemak di perut saat dikombinasikan dengan olahraga rutin. Selain katekin, teh hijau juga mengandung ECGC dalam jumlah tinggi yang dikaitkan dengan manfaat mempercepat metabolisme tubuh, yang pada akhirnya membantu usaha penurunan berat badan.

    2. Teh oolong

    Kabar baik bagi pencinta teh oolong karena teh favoritnya juga bagus untuk membakar lemak di perut. Teh oolong berasal dari daun yang sama dengan teh hijau dan hitam, tapi melalui oksidasi sebagian.

    Penelitian menunjukkan teh oolong mengandung polifenol yang berkaitan dengan metabolisme tubuh lebih cepat dan manfaat mengurangi lemak di perut. Penelitian tahun 2020 dari Universitas Tsukuba bahkan menemukan teh oolong meningkatkan pemecahan lemak hingga 20%, bahkan berlanjut sampai partisipan tidur.

    3. Teh hitam

    Teh hitamFoto: iStock

    Teh hitam yang banyak dikonsumsi di dunia ini juga mengandung manfaat serupa untuk membakar lemak di perut. Penelitian tahun 2016 yang dimuat dalam jurnal Molecules menemukan polifenol dalam teh hitam memiliki senyawa anti obesitas dan bantu mengurangi bobot tubuh serta lemak perut.

    Sebuah penelitian tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Food & Function juga mengungkap partisipan yang minum 3 cangkir teh hitam tiap hari selama 3 bulan menunjukkan penurunan berat badan dan pengurangan lingkar pinggang yang lebih banyak dibanding partisipan yang tidak minum teh hitam.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    4. Teh putih

    Teh putih adalah jenis teh yang rasanya paling lembut dan paling sedikit diproses. Konsumsinya terbukti dapat meningkatkan metabolisme dan oksidasi lemak, dua hal yang penting dalam penurunan berat badan.

    Penelitian tahun 2023 yang dipublikasikan dalam jurnal Food Safety & Health juga menyimpulkan jika teh putih memiliki dampak positif dalam menurunkan berat badan dan lemak perut secara khusus.

    5. Teh pu-erh

    Teh puerhFoto: iStock

    Teh pu-erh merupakan teh hitam fermentasi dari China yang juga terbukti membantu menurunkan berat badan dan lemak. Sebuah penelitian tahun 2014 dalam jurnal Phytotherapy Research menemukan partisipan pria dengan masalah sindrom metabolik yang minum teh pu-erh mengalami sedikit pengurangan lemak tubuh.

    Studi lain dari Nutrition Research menemukan bahwa ekstrak teh pu-erh membantu menurunkan berat badan, Indek Massa Tubuh, dan lemak visceral pada orang dewasa Jepang.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Konsumsi 3 Makanan Ini Saat Sahur agar Tak Cepat Lemas


    Jakarta

    Puasa bisa lebih berenergi jika mengonsumsi makanan yang tepat saat sahur. Hindari 3 jenis makanan ini agar tak cepat lemas selama puasa ramadan.

    Memilih makanan yang tepat saat sahur penting dilakukan untuk memastikan pasokan energi yang stabil seharian. Selain itu, sahur juga merupakan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

    “Makanlah sahur, karena sahur itu ada keberkahannya.” Diriwayatkan oleh al-Bukhaari, 1923; Muslim, 1095.


    Pilihan menu makan saat sahur bisa sangat memengaruhi tubuh saat seharian berpuasa. Melansir MasnadHealth Clinic, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur karena bisa membuat Anda merasa lemas sepanjang hari. Berikut penjelasannya:

    1. Makanan yang terlalu asin

    Keripik Kentang Lewat Tanggal Kedaluwarsa, Masih Aman Dimakan?Keripik Kentang Foto: Ilustrasi iStock

    Garam tidak hanya dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi juga dapat membuat Anda merasa sangat haus pada siang hari. Makanan asin yang umum disantap saat sahur antara lain mie instan dan makanan olahan seperti keripik.

    Coba kurangi sedikit garam di makanan Anda dan bandingkan merek makanan kemasan untuk mengetahui mana yang mengandung lebih sedikit garam. Anda dapat melakukan ini dengan memeriksa label nutrisi untuk natrium dan menargetkan 120mg atau kurang per 100g.

    2. Makanan tinggi lemak

    Making oven baked corn flake crumbs chicken nuggets. Series.Chicken nuggets. Foto: iStock

    Lemak sangat penting dalam makanan kita, namun kita sering kali mengonsumsi jenis lemak yang salah dan dalam jumlah yang sangat banyak. Biasanya, makanan yang digoreng sangat populer saat sahur adalah bakwan, nugget, tempe dan tahu.

    Makanan tinggi lemak lainnya yang biasa disantap saat sahur adalah makanan yang banyak mengandung keju, mentega, dan daging olahan. Makanan-makanan tersebut ternyata memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi dan berisiko menyebabkan sakit jantung, memperparah refluks asam dan peradangan.

    Tidak hanya itu, makanan tersebut memiliki jumlah kalori yang sangat besar, sehingga sangat umum terjadi kenaikan berat badan selama bulan Ramadan.

    Selain itu, hindari lemak jenuh yang ditemukan dalam produk hewani seperti produk susu berlemak tinggi, daging olahan dan mentega, serta minyak kelapa dan minyak sawit (yang banyak ditemukan dalam makanan olahan) juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung tinggi.

    Sebagai alternatifnya, cobalah mengganti jenis lemak tersebut dengan sumber lemak yang lebih sehat dalam jumlah terbatas. Sumber yang lebih sehat ini termasuk lemak tak jenuh seperti minyak zaitun dan alpukat, serta omega 3 dan omega 6 dari ikan dan kacang-kacangan.

    3. Makanan manis

    5 Manfaat Konsumsi Makanan Manis dengan Porsi Tak BerlebihanMakanan Manis. Foto: Getty Images/emrah_oztas


    Kebiasaan umum selama Ramadan adalah menyantap makanan manis seperti pancake, kue, dan sirup saat sahur. Meskipun makanan manis ini kaya akan energi yaitu kalori, makanan manis ini tidak membuat Anda tetap berenergi sepanjang hari dan sering kali membuat Anda merasa sangat lesu hanya 1 atau 2 jam setelah sahur.

    Makanan tersebut mengandung gula sederhana yang melepaskan energi dengan sangat cepat dan dalam waktu singkat. Mereka juga dengan cepat meningkatkan kadar gula darah Anda menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah besar yang membuat Anda merasa lelah.

    Anda juga harus menghindari makanan lain seperti sereal olahan seperti cornflake serta karbohidrat olahan seperti tepung putih dan roti, karena mengandung gula sederhana dan rendah serat, sehingga akan membuat Anda lapar dengan sangat cepat.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul 3 Jenis Makanan yang Pantang Dikonsumsi Saat Sahur

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari 6 Kesalahan Pola Makan Ini Agar Tahan Puasa sampai Maghrib


    Jakarta

    Selama bulan ramadan kondisi tubuh harus dijaga agar tak kekurangan nutrisi harian. Karenanya, penting untuk menghindari kesalahan pola makan ini.

    Agar ibadah puasa lancar, kondisi tubuh harus bugar dan sehat. Dalam hal ini pola makan sangat berpengaruh penting. Pola makan selama berpuasa tidak harus makan berlebihan.

    Dengan makan secukupnya, tubuh tetap dapat berenergi asalkan memperhatikan pola makan sehat sesungguhnya. Pasalnya banyak pola makan salah dan telah menjadi kebiasaan saat ramadan.


    Kuncinya adalah tidak makan berlebihan dan memilih makanan yang penuh nutrisi. Dikutip dari Curly Tales (23/03/23) berikut 6 kebiasaan pola makan salah saat ramadan:

    1. Terlalu banyak minum saat sahur

    air putihSaat sahur jangan terlalu banyak minum air. Foto: Getty Images/andreswd

    Kebanyakan orang berlogika bahwa dengan banyak minum dan makan saat sahur akan membuat tubuh jadi kuat berpuasa seharian. Faktanya tidak demikian.

    Terlalu banyak minum, kamu tidak akan makan dalam jumlah yang cukup. Itu karena perut kamu sudah kenyang dengan air. Terlalu banyak minum juga menyebabkan gangguan pencernaan.

    2. Terlalu banyak makan saat buka puasa

    Begitu juga saat buka puasa. Karena sudah seharian berpuasa, banyak orang yang seolah balas dendam dengan makan terlalu banyak di waktu berbuka.

    Namun, makan berlebihan saat buka puasa dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Kondisi ini dapat mengganggu pencernaan dan memicu kenaikkan berat badan.

    3. Makan makanan berminyak

    Gorengan mirip bakwan di berbagai negaraSelama ramadan hindari mengonsumsi makanan berminyak. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Dalam pola makan sehat, makanan berminyak sebaiknya memang harus dihindari. Terutama saat bulan ramadan, yang mana kondisi tubuh pasti kekurangan nutrisi.

    Kebiasaan membatalkan puasa dengan gorengan haruslah dihilangkan. Makanan berminyak tinggi akan lemak jenuh yang bisa menambah kalori dan mengganggu kesehatan.

    Kesalahan pola makan selama ramadan ada di halaman selanjutnya.

    4. Kurang makan buah-buahan

    Alih-alih gorengan, perbanyaklah mengonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung serat, vitamin, dan kadar airnya. Buah dengan kadar air tinggi akan membantu menghidrasi tubuh.

    Misalnya seperti buah semangka, mentimun, kiwi, jeruk, dan masih banyak lagi. Selain itu, kandungan seratnya juga akan melancarkan pencernaan dan membuat kenyang dalam waktu lama.

    5. Banyak makan makanan asin

    Sering Ngidam Makanan Asin? Ini 5 Penyebab dan Cara Cegahnya.Hindari makanan yang mengandung garam. Foto: Getty Images

    Mengonsumsi banyak makanan asin, terutama saat berbuka puasa bisa berisiko bagi kesehatan. Salah satunya dapat menyebabkan jantung berdebar dan tekanan darah tinggi.

    Tak hanya, makanan yang mengandung garam dapat membuat dehidras, sehingga menyebabkan cepat haus. Kondisi ini akan mengganggu ibadah berpuasa.

    6. Kebanyakan makan makanan manis

    Menghindari makanan asin, bukan berarti harus memperbanyak makanan manis. Makanan manis juga harus dikurangi selama bulan ramadan.

    Kebiasaan ini mungkin sulit dihindari karena biasanya makanan manis selalu tersaji sebagai takjil. Tinggi gula dapat menurunkan tekanan darah sehingga mengganggu kesehatan jantung dan pembuluh darah.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • Doyan Makan Gorengan Saat Buka Puasa? Ahli Ingatkan 4 Risiko Ini


    Jakarta

    Gorengan jadi menu buka puasa favorit orang Indonesia. Namun waspadai konsumsinya terlalu banyak karena ahli kesehatan mengingatkan 4 risiko yang mungkin terjadi.

    Makan gorengan terlalu banyak dapat memicu dampak negatif untuk tubuh. Seperti apa risikonya? Berikut penjelasan ahli kesehatan.

    1. Obesitas

    Makanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Sebab, makanan yang digoreng akan kehilangan kadar air yang terkandung di dalamnya dan menyerap lemak berlebih. Akibatnya, makanan tersebut akan memiliki kadar lemak yang tinggi.


    “Sebagai contoh, 100 gram kentang yang dipanggang akan mengandung 93 kalori dan 0.13 gram lemak, sedangkan pada 100 gram kentang yang digoreng akan mengandung 312 kalori dan 15 gram lemak,” papar dokter spesialis gizi klinik dari Eka Hospital Cibubur, dr. Imelda Goretti melalui keterangannya.

    Imelda mengatakan, makanan yang memiliki kalori serta lemak yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas. Obesitas adalah kondisi ketika lemak yang menumpuk di dalam tubuh sangat banyak. Bila tidak segera ditangani, obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, hingga diabetes.

    2. Kanker

    Imelda mengatakan, makanan yang digoreng berpotensi tinggi menghasilkan zat akrilamida. Akrilamida adalah senyawa berbahaya yang timbul jika makanan digoreng terlalu lama dalam minyak.

    “Diketahui, [zat akrilamida] merupakan zat beracun penyebab kanker yang terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng,” jelas dr. Imelda.

    Ia menjelaskan, zat akrilamida adalah reaksi kimia dari gula dan asam amino yang disebut asparagine. Zat ini terbentuk di dalam beberapa makanan, seperti kentang, daging merah, dan makanan bertepung yang diproses dengan suhu tinggi, salah satunya dengan digoreng.

    Mengeluh Harga Gorengan Tak Lagi Rp 500, Netizen Ini Kena Nyinyir!Gorengan yang renyah dan nikmat berisiko buruk untuk tubuh jika dikonsumsi sebagai menu buka puasa. Foto: Site News

    3. Penyakit jantung

    Gorengan berpengaruh besar pada risiko meningkatnya tekanan darah, obesitas, dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Hal ini karena gorengan memiliki kadar lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

    4. Diabetes tipe 2

    Menurut studi oleh Shenzhen University Health Science Center, mengonsumsi gorengan secara terus-menerus berkaitan erat dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2.

    Berdasarkan penelitian tersebut, risiko diabetes tipe 2 seseorang yang makan gorengan empat hingga enam kali per minggu dapat meningkat hingga 39 persen. Sementara itu, jika gorengan dimakan lebih dari tujuh kali dalam seminggu, peningkatannya menjadi 55%.

    “Penelitian menemukan orang yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko mengalami resistensi insulin dan menyebabkan diabetes tipe 2,” kata dr. Imelda.

    Sebagai alternatif, dr. Imelda menyarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti kurma, jus buah, dan air mineral sebagai menu berbuka puasa. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup dengan menggunakan metode masak selain goreng, yakni rebus, kukus, atau panggang.

    “Makanan yang dipanggang dengan oven pemanggang maupun air fryer bisa menghasilkan makanan dengan nilai kalori serta lemak yang lebih rendah. Penggunaan oven dan air fryer juga dapat mengurangi penggunaan minyak hingga 70 sampai 80 persen,” jelas dr. Imelda.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Selalu Makan Gorengan Tiap Buka Puasa? Waspada 4 Penyakit Ini

    (dfl/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer

  • Cepat Lapar Saat Puasa? Hindari Konsumsi 10 Makanan Ini


    Jakarta

    Saat puasa beberapa orang cepat lapar padahal sudah makan sahur. Kuncinya ternyata ada pada menghindari 10 makanan berikut ini.

    Saat sahur dan buka puasa, penting untuk mengonsumsi makanan bernutrisi tepat. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari masalah seperti lemas atau cepat lapar selama berpuasa.

    Beberapa makanan diketahui membuat cepat lapar karena umumnya terdiri dari karbohidrat olahan dan tinggi gula. Kandungan protein dan seratnya minim sehingga tak memunculkan rasa kenyang yang lama.


    Mengutip Eat This Not That, kombinasi karbohidrat olahan yang tinggi, rendah serat, dan protein dapat mengacaukan kadar gula darah Anda, berkontribusi pada rasa lapar dan nafsu makan yang tak terpuaskan.

    Berikut daftar 10 makanan yang bikin cepat lapar saat puasa:

    1. Pastry

    Rasa manis dari pastry memang menggugah selera, apalagi jika disandingkan dengan kopi sebagai pelengkap sarapan. Meski demikian, makanan ini bukanlah pilihan tepat karena justru bisa membuat Anda semakin lapar.

    “Makanan yang dipanggang ini bagus untuk memuaskan selera Anda tetapi tidak terlalu mengenyangkan perut karena cenderung kaya akan karbohidrat [sederhana],” kata dietitian Destini Moody.

    “Tanpa cukup protein atau serat (yang cenderung kurang pada kue kering), camilan ini akan meningkatkan gula darah, menyebabkan kembalinya penurunan gula darah segera setelahnya.”

    Moody pun menyarankan jika Anda ingin makan pastry, maka sandingkan makanan ini dengan protein seperti telur rebus atau greek yogurt.

    2. Keripik kentang

    Keripik kentang jadi makanan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan bikin nagih. Namun, makanan yang mengandung banyak natrium ini justru bisa membuat perut bertambah lapar.

    “Garam membuat hampir semua hal terasa lebih enak karena membuat Anda mengeluarkan air liur,” kata Moody.

    “Lebih banyak air liur berarti lebih banyak reseptor aktif di indera pengecap Anda, yang berarti lebih banyak rasa yang dalam.”

    Namun ada alasan lain mengapa kita mendambakan makanan asin. Para ilmuwan berhipotesis bahwa manusia mendambakan garam karena kemungkinan garam memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang memungkinkan kita merasakan kepuasan.

    “Hal ini dapat menciptakan lingkaran setan karena camilan asin seperti keripik kentang dan pretzel cenderung mengandung karbohidrat olahan dan sedikit serat yang dapat memperlambat pencernaan Anda,” kata Moody.

    Hal ini membuat Anda lebih cepat lapar, yang bisa membuat Anda memakan lebih banyak keripik, dan siklusnya terus berlanjut.

    3. Roti gandum

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumFoto: Getty Images/iStockphoto

    Roti gandum mungkin mengandung tinggi serat, tetapi juga lebih banyak diproses daripada biji-bijian utuh seperti oat dan quinoa, serta kurang lemak dan protein yang bisa mengenyangkan rasa lapar.

    Agar roti Anda lebih tahan lama membuat kenyang, ganti selai dengan topping yang mengandung lemak sehat, seperti selai kacang, telur, atau alpukat.

    “Kalori ekstra dalam makanan ini menyediakan lemak, protein, dan serat-semuanya merupakan kunci untuk membantu Anda tetap kenyang lebih lama,” kata dietitian Alex Caspero mengutip Prevention.

    Jika Anda memilih selai kacang, pertahankan porsinya dengan maksimal dua sendok makan per porsi.

    4. Jus buah

    Buah mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat. Namun, hampir tidak protein atau lemak yang bisa menciptakan rasa kenyang.

    “Dan meskipun banyak jus 100% mengklaim mengandung tiga hingga empat porsi buah dan sayuran per botol, meminum produk Anda tidak memberikan tubuh Anda rasa lapar yang sama seperti memakannya,” kata Caspero.

    “Tanpa sebagian besar serat dalam dagingnya, jus bisa membuat Anda merasa seperti tidak makan apa pun,” katanya.

    Sebagai gantinya, masukkan produk Anda ke dalam makanan dengan menyiapkan salad atau tumis, atau menambahkan yogurt atau oatmeal dengan buah segar.

    5. Cookies dan cake

    Ilustrasi cookiesFoto: Getty Images/WRS Photos

    Gula, baik itu madu organik atau gula pasir mengaktifkan jalur nafsu makan di otak Anda secara berbeda dibandingkan sumber energi lainnya, demikian temuan penelitian dari Yale University School of Medicine.
    Secara khusus, thalamus, hipotalamus, dan insula otak, yaitu area yang mendorong Anda untuk makan, cenderung menjadi tenang setelah Anda mengonsumsi makanan.

    Namun, menurut penelitian itu, ketika Anda menelan makanan manis seperti cookies atau cake, area tersebut tetap aktif.

    “Singkatnya, otak Anda memberitahu tubuh bahwa Anda belum kenyang, dan Anda memiliki keinginan untuk makan lebih banyak agar merasa kenyang, kata Dr. Robert Lustig, peneliti gula dan ahli endokrinologi anak di Universitas California, San Francisco mengutip Time Magazine.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    6. Nasi putih

    Meski nasi putih tidak selalu buruk, namun lebih baik memilih nasi merah atau hitam untuk lebih sering dikonsumsi. Hal ini terkait dengan cara pengolahan nasi putih.

    Moody mengatakan, semua nasi putih bermula dari beras merah, yang kemudian dimurnikan dan dipoles untuk menghilangkan lapisan luar berwarna coklat yang disebut dedak. Hal inilah yang membuat nasi putih berwarna mutiara dan teksturnya yang lembut.

    “Masalahnya adalah hampir semua serat dan vitamin B dalam beras ditemukan pada dedak,” katanya.

    “Vitamin B1, juga dikenal sebagai thiamin, ditemukan setelah Angkatan Laut Kekaisaran Jepang mengalami kekurangan B1 secara luas setelah mengubah pola makan mereka dari nasi merah ke nasi putih. Setelah banyak pria meninggal karena beri-beri, penyakit yang sangat tidak menyenangkan yang terjadi akibat penyakit beri-beri. kekurangan B1, diketahui ‘pengobatannya’ adalah makan nasi merah lagi.”

    Tak hanya vitamin pada bekatul yang penting, serat pada bekatul juga berperan dalam mengendalikan rasa lapar.

    “Tanpa serat, makan seporsi nasi putih mempercepat respon insulin dan mempercepat pengosongan lambung, yang akhirnya membuat kita semakin lapar dalam jangka panjang,” kata Moody.

    7. Sereal dengan tambahan gula

    serealFoto: Getty Images

    Sereal dengan tambahan pemanis tidak mengandung cukup serat dan protein, yang keduanya membantu rasa kenyang. Itu sebabnya mengonsumsi sereal jenis ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam dan kemudian turun lagi.

    Jika Anda suka makan sereal dan menginginkan sesuatu yang membantu Anda menghindari rasa lapar dan menjaga kadar gula darah lebih stabil, pilihlah produk yang mengandung lebih dari 5 gram serat per porsi.

    Selain itu, Anda bisa pasangkan sereal dengan susu berprotein tinggi, seperti susu atau susu kedelai, atau gunakan yogurt Yunani sebagai bahan dasarnya.

    8. Pasta

    Seperti banyak sumber karbohidrat lainnya, Anda bisa menemukan pasta dalam bentuk putih (halus) dan gandum utuh. Dan pasta putihlah yang sebaiknya dihindari lebih sering jika rasa kenyang adalah tujuan Anda untuk makan.

    Pasta putih terbuat dari tepung olahan, yang serat, vitamin, dan mineralnya jauh lebih rendah dibandingkan karbohidrat dari sumber biji-bijian.

    “Sebagian besar pasta yang tersedia di toko terbuat dari sumber tepung olahan tanpa banyak kandungan serat, yang dapat menyebabkan fluktuasi gula darah dan rasa lapar segera setelah dikonsumsi,” kata dietitian Lena Bakovic.

    Di sisi lain, karbohidrat kompleks, seperti pasta gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu kita merasa kenyang lebih lama.

    9. Kentang goreng

    Jika Tak Dimakan Berlebihan, Ini 5 Mnafaat sehat Makan Kentang GorengFoto: Getty Images/Rafa Jodar

    Meskipun kentang sangat bagus dalam meningkatkan rasa kenyang, namun kentang kurang efektif jika disajikan dalam bentuk kentang goreng.

    “Ini karena makanan ini kaya akan karbohidrat olahan dan natrium, yang rasanya memuaskan, namun tidak terlalu memuaskan rasa lapar,” kata Moody.

    10. Putih telur

    Meskipun 3 hingga 4 gram protein yang ditemukan di setiap putih telur secara teknis membuat Anda merasa lebih kenyang, putih telur sangat rendah kalori dan hampir bebas lemak.

    Itu berarti Anda tidak akan merasa kenyang dalam waktu lama. Karena itu penting untuk konsumsi telur secara utuh, baik putih dan kuningnya.

    “Kuning telur mengandung nutrisi sehat, seperti lutein yang menyehatkan mata, bersama dengan beberapa protein dan lemak sehat yang akan membuat hidangan telur Anda jauh lebih bergizi,” kata dietitian Isabel Smith.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Catat, Konsumsi 10 Makanan Ini Malah Bikin Kamu Tambah Lapar”

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Anna Pelzer