Tag: sejarah indonesia

  • Kisah Situs Kumitir, Istana Ajaib Bekas Kerajaan Majapahit


    Jakarta

    Situs Kumitir dipercaya merupakan istana ajaib yang dikenal sebagai bagian dari Kerajaan Majapahit. Di mana dan seperti apa situs Kumitir itu? Berikut fakta-faktanya.

    Situs Kumitir berada di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs Kumitir dianggap sebagai situs tak biasa, istana ajaib, karena temuan strukturnya, bentuk, ukuran, dan susunan, yang tidak lazim dibanding situs Kerajaan Majapahit.

    Arkeolog menemukan struktur bata raksasa, jauh lebih besar dari bata Majapahit biasa. Selain itu, ditemukan juga parit menyerupai benteng istana, area kompleks sangat luas, mencapai hampir 1 hektare, dan lokasinya persis dengan kawasan suci yang disebut dalam naskah kuno Negarakertagama.


    Situs itu juga ditemukan secara dramatis, seperti muncul secara utuh setelah terkubur berabad-abad lalu setelah digali dan dinilai berkorelasi dengan tempat upacara dan leluhur raja, sesuai naskah kuno tersebut.

    Para arkeolog menyebut situs itu unik, misterius, dan seperti istana yang timbul dari tanah, ajaib.

    Berikut kisah seputar Situs Kumitir!

    Peninggalan Istana Ajaib Bhre Wengker

    Para arkeolog berpendapat bahwa Situs Kumitir merupakan bekas istana Bhre Wengker atau yang disebut juga dengan istana ajaib. Predikat itu tak diberikan sembarangan, tetapi didasarkan oleh beberapa temuan yang memperkuat pendapat para arkeolog, di antaranya melalui penemuan Naskah Negarakertagama dan peta rekonstruksi peneliti Belanda.

    Dalam Naskah Negarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada 1365, memang tidak menyebut Situs Kumitir secara langsung, tetapi isinya menjadi kunci kenapa arkeolog menghubungkannya dengan kawasan tersebut.

    Dalam naskah itu digambarkan perjalanan Hayam Wuruk ke arah timur Majapahit dan disebutkan ada kompleks suci besar-dengan tembok, gerbang upacara, parit, serta tempat pemujaan leluhur raja, termasuk perjalanan ritual menuju Candi Gentong, lokasi yang berada tepat di dekat Kumitir.

    Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk.Situs Kumitir seluas 6,4 hektare di Kecamatan Jatirejo, Mojokerto diyakini bekas istana Bhre Wengker. Ia merupakan paman Raja Majapahit, Hayam Wuruk. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

    Deskripsi Prapanca tentang kawasan yang menjadi pusat penghormatan kepada pendiri dinasti Rajasa itu cocok dengan temuan arkeolog, yakni talud bata raksasa, parit keliling, halaman luas bertingkat, dan struktur yang mengingatkan pada istana ritual.

    Keselarasan antara naskah sastra abad ke-14 dan temuan fisik itulah yang membuat Kumitir dijuluki “istana ajaib yang muncul dari tanah”. Bangunannya sangat besar, bata-batanya tidak lazim, dan lokasinya berada di jalur ritual kerajaan yang disebut dalam Negarakertagama. Khususnya, bagian yang menyebut istana ajaib Bhre Wengker dan Rani Dhaha, dua tokoh penting yang merupakan penguasa daerah bawahan Majapahit.

    Dalam naskah Negarakertagama, tempat-tempat itu digambarkan sebagai bagian timur dan barat dari wilayah inti Majapahit, tempat bangsawan tinggi tinggal dan beraktivitas. Disebutkan pula, bahwa Istana Bhre Wengker didirikan oleh Tribhuwana Tunggadewi tepat setelah wafatnya Jayanegara sebagai raja kedua Kerajaan Majapahit.

    Karena itu, para ahli menilai Kumitir bukan sekadar permukiman, melainkan bagian dari kompleks suci Majapahit, ruang upacara yang berhubungan dengan leluhur raja dan simbol kekuasaan dinasti.

    Mencegah Perpecahan dan Perebutan Kekuasaan

    Dalam catatan lain dijelaskan bahwa saat itu, istana Bhre Wengker dibangun untuk menghindari perebutan kekuasaan antara Tribhuwana Tunggadewi dengan adik kandungnya, Bhre Daha.

    Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu.Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim meyakini, gerbang istana Bhre Wengker, Paman Raja Majapahit Hayam Wuruk di Situs Kumitir, Mojokerto dibangun megah. Mereka mendapatkan temuan baru terkait teknik pembangunan gerbang pada masa lalu. (Enggran Eko Budianto/detikcom)

    Istana barat dan timur dibangun di Wilwatikapura atau Kota Raja Majapahit yang diyakini berada di Kecamatan Trowulan dan sekitarnya.

    Istana barat dikuasai oleh Tribhuwana Tunggadewi dan suaminya Kertawardhana atau dikenal dengan Bhre Tumapel. Kemudian setelah peninggalan Tribhuwana, istana ini diwariskan kepada putranya, Raja Hayam Wuruk.

    Adapun, Istana bagian timur dikuasai oleh Bhre Daha. Situs Kumitir kemudian dikenal sebagai istana ajaib Bhre Wengker dan Bhre Daha.

    Tempat Pendarmaan Mahesa Cempaka

    Situs Kumitir juga dipercaya sebagai tempat pendarmaan atau tempat yang digunakan sebagai wadah untuk menghormati Mahesa Cempaka.

    Mahesa Cempaka semasa hidupnya memimpin kerajaan yang berada di bawah kekuasaan Singosari. Sosoknya merupakan keturunan dari Ken Arok dan Ken Dedes. Selain itu, dia merupakan keturunan Bhatara Parameswara yang merupakan leluhur Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

    Mahesa Cempaka meninggal pada 1268 Masehi dan dibuatkan Situs Kumitir sebagai tempat menghormati sosoknya yang sudah membangun dan memerintah kerajaan.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Kisi-kisi dan 20 Contoh Soal TKA SMA Mapel Pilihan Sejarah, Plus Kunci Jawaban!

    Kisi-kisi dan 20 Contoh Soal TKA SMA Mapel Pilihan Sejarah, Plus Kunci Jawaban!



    Jakarta

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengeluarkan kisi-kisi terkait setiap mata pelajaran (mapel) yang akan diujikan pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Salah satu mapel pilihan yang tersedia adalah Sejarah.

    Setidaknya ada enam materi yang akan diujikan dalam mapel pilihan Sejarah di TKA. Keenam materi tersebut, yakni pengantar ilmu sejarah, periode kerajaan Hindu-Budha dan Islam, perlawanan terhadap bangsa Eropa, pergerakan nasional sampai proklamasi kemerdekaan, revolusi kemerdekaan indonesia sampai demokrasi terpimpin, dan orde baru sampai reformasi.

    Dengan kata lain, materi yang diujikan merupakan segala hal yang detikers pelajari selama bersekolah. Keenam materi tersebut bisa tertuang dalam 20 contoh soal TKA SMA mapel pilihan sejarah sebagai berikut untuk menjadi bahan latihanmu.


    Dikutip dari laman resmi Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen dan buku TKA Mapel Pilihan IPS SMA/MA 2025/2026 karya The King Forum Tentor Indonesia berikut 20 contoh soal TKA mapel pilihan Biologi selengkapnya. Latihan di sini ya!

    20 Contoh Soal TKA SMA Mapel Pilihan Sejarah

    1. Sejarawan R Moh Ali mendefinisikan sejarah sebagai ilmu yang menyelidiki perkembangan mengenai peristiwa dan kejadian di masa lampau.

    Berdasarkan pengertian tersebut, apa ciri utama sejarah sebagai ilmu?

    A. Disusun berdasarkan kesaksian lisan dari para pelaku
    B. Mengkaji peristiwa masa lalu secara sistematis
    C. Menyelidiki perubahan dan kesinambungan tradisi dalam
    D. Mempelajari semua peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau.
    E. Menyusun narasi tentang kejadian di masa lalu berdasarkan imajinasi.

    Jawaban: B. Mengkaji peristiwa masa lalu secara sistematis

    2. Untuk merekonstruksi peristiwa masa lalu, sejarawan membutuhkan sumber-sumber yang otentik. Sumber-sumber ini dapat berupa benda, lisan, maupun tulisan. Dalam penelitian sejarah, sumber lisan dari seorang pelaku atau saksi sejarah memiliki peranan penting.

    Mengapa keterangan lisan dari seorang saksi sejarah dianggap sebagai sumber sejarah primer?

    A. Karena keterangan tersebut merupakan cerita yang sudah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi.
    B. Karena keterangan tersebut berasal langsung dari pelaku atau saksi mata yang mengalami peristiwa sejarah.
    C. Karena keterangan tersebut sudah melewati proses interpretasi oleh sejarawan.
    D. Karena keterangan tersebut sudah diabadikan dalam bentuk tulisan dan dokumen.
    E. Karena keterangan tersebut dapat dikombinasikan dengan sumber-sumber lain.

    Jawaban: B. Karena keterangan tersebut berasal langsung dari pelaku atau saksi mata yang mengalami peristiwa sejarah.

    3. Dalam penelitian sejarah, sejarawan menemukan sebuah naskah kuno yang menceritakan tentang kehidupan di istana pada masa kerajaan Majapahit. Naskah ini ditulis oleh seorang pujangga istana yang hidup pada masa itu. Selain itu, sejarawan juga menemukan buku-buku yang ditulis oleh sejarawan modern yang mengkaji kembali masa Majapahit.

    Berdasarkan narasi tersebut, manakah pernyataan yang tepat mengenai naskah kuno dan buku-buku modern tersebut?

    A. Naskah kuno adalah sumber sekunder, dan buku-buku modern adalah sumber primer.
    B. Keduanya adalah sumber primer karena sama-sama berupa tulisan.
    C. Naskah kuno adalah sumber primer, sedangkan buku-buku modern adalah sumber sekunder.
    D. Keduanya adalah sumber sekunder karena sudah melalui proses penulisan.
    E. Naskah kuno adalah sumber sekunder, dan buku-buku modern dapat menjadi sumber primer.

    Jawaban: C. Naskah kuno adalah sumber primer, sedangkan buku-buku modern adalah sumber sekunder.

    4. Masa Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara meninggalkan warisan budaya yang kaya, salah satunya dalam bentuk seni bangunan. Candi merupakan wujud akulturasi budaya yang paling menonjol. Candi tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai makam raja dan lambang kejayaan suatu kerajaan.

    Candi Borobudur, yang merupakan peninggalan dari masa Kerajaan Mataram Kuno, memiliki relief yang unik dan berbeda dengan candi-candi lain. Relief-relief tersebut menggambarkan ajaran dan perjalanan hidup Sidharta Gautama. Berdasarkan fungsi dan arsitekturnya, Candi Borobudur mencerminkan perpaduan antara ajaran Buddha dan unsur budaya lokal.

    Fungsi utama Candi Borobudur sebagai sebuah peninggalan kebudayaan adalah….

    A. Tempat pemujaan bagi dewa-dewa Hindu
    B. Makam raja dan para bangsawan
    C. Sarana pendidikan ajaran Buddha
    D. Pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno
    E. Menara pengawas untuk kepentingan militer

    Jawaban: C. Sarana pendidikan ajaran Buddha

    5. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, seperti Demak, Aceh, Mataram Islam, dan Ternate-Tidore, telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan budaya masyarakat. Pengaruh tersebut tidak hanya tampak dalam sistem pemerintahan dan arsitektur, tetapi juga dalam tradisi, seni pertunjukan, dan upacara keagamaan yang masih dilestarikan hingga kini. Beberapa tradisi dan kesenian yang berkembang pada masa kerajaan Islam tetap hidup sebagai warisan budaya yang terus dipertahankan oleh masyarakat.

    Manakah yang merupakan peninggalan budaya dari masa kerajaan Islam yang masih berlanjut di masa kini?

    Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

    A. Upacara Kasada
    B. Tradisi Sekaten
    C. Tradisi Trabuik
    D. Wayang Topeng Malangan
    E. Tari Reog Ponorogo

    Jawaban:
    B. Tradisi Sekaten
    C. Tradisi Trabuik

    6. Penyebaran agama Islam di Nusantara tidak dilakukan melalui penaklukan atau peperangan, melainkan melalui proses damai yang berlangsung secara bertahap. Salah satu saluran utama penyebaran Islam yang paling efektif adalah melalui perdagangan. Para pedagang Muslim dari Timur Tengah dan Gujarat datang ke Nusantara, menetap, dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Mereka tidak hanya berdagang, tetapi juga menyebarkan ajaran Islam melalui sikap, perilaku, dan asimilasi budaya.

    Mengapa saluran perdagangan dianggap sebagai salah satu cara paling efektif dalam penyebaran agama Islam di Nusantara?

    A. Karena proses penyebaran agama melalui perdagangan dilakukan secara sukarela dan tidak ada unsur paksaan
    B. Karena para pedagang Muslim memiliki kekuasaan militer yang kuat untuk memaksa penduduk lokal memeluk Islam
    C. Karena para pedagang Muslim hanya berinteraski dengan kalangan bangswasan istana yang merupakan pusat kekuasaan
    D. Karena para pedagang Muslim merupakan kaum yang terpelajar dan memiliki kekayaan yang melimpah
    E. Karena para pedagang Muslim hanya menyebarkan Islam di wilayah pesisir

    Jawaban: A. Karena proses penyebaran agama melalui perdagangan dilakukan secara sukarela dan tidak ada unsur paksaan

    7. Kesultanan Aceh merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam di Nusantara. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dalam bidang ekonomi pada Abad ke-16. Letaknya di Selat Malaka membuat kapal-kapal dagang dari Arab, India, dan Tiongkok banyak yang singgah di pelabuhan yang dikuasai Kesultanan Aceh. Beberapa komoditas unggulan dari kerajaan ini adalah lada dan kapur barus yang banyak dicari oleh pedagang asing.

    Berdasarkan informasi diatas, apa yang menyebabkan ekonomi Kesultanan Aceh pada abad ke-16 berkembang pesat?

    A. Tanah yang sangat subur untuk pertanian.
    B. Kekayaan alam berupa hasil-hasil tambang.
    C. Hubungan persahabatan dengan kerajaan-kerajaan lain.
    D. Kerajaan Aceh saat itu sedang mencapai puncak kejayaan.
    E. Lokasi yang strategis dalam jalur perdagangan internasional.

    Jawaban: E. Lokasi yang strategis dalam jalur perdagangan internasional.

    8. Bangsa Indonesia melakukan berbagai perlawanan terhadap Belanda sebelum abad ke-20. Karakteristik dan strategi perlawanan pada masa tersebut berbeda-beda, bergantung pada tokoh yang memimpin dan kondisi lokal di masing-masing daerah.

    Berdasarkan informasi tersebut, manakah yang menunjukkan karakteristik dalam strategi perlawanan terhadap Belanda sebelum abad ke-20?

    Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

    A. Dilakukan secara sporadis di berbagai daerah.
    B. Dipimpin oleh tokoh, ulama, atau bangsawan setempat.
    C. Kurangnya koordinasi yang baik antarwilayah.
    D. Dilakukan menggunakan strategi diplomasi.
    E. Memanfaatkan organisasi modern.

    Jawaban:
    A. Dilakukan secara sporadis di berbagai daerah.
    B. Dipimpin oleh tokoh, ulama, atau bangsawan setempat.
    C. Kurangnya koordinasi yang baik antarwilayah.

    9. Pada abad ke-15, bangsa Eropa gencar melakukan penjelajahan samudra. Salah satu pemicu utama penajajahan ini adalah jatuhnya Konstantinopell ke tangan Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1453. Peristiwa ini memutus jalur perdagangan darat antara Eropa dan Asia yang sebelumnya menjadi satu-satunya akses untuk mendapatkan rempah-rempah.

    Mengapa jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kesultanan Utsmaniyah memicu penjelajahan samudra oleh bangsa Eropa?

    A. Bangsa Eropa ingin menjalin aliansi militer dengan Kesultanan Utsmaniyah
    B. Akses bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah dari Asia melalui jalur darat menjadi terputus dan dikuasai oleh Utsmaniyah
    C. Terputusnya jalur perdagangan darat menyebabkan harga rempah-rempah di Eropa anjlok
    D. Bangsa Eropa ingin membuktikan bahwa bumi itu bulat dengan berlayar ke arah timur
    E. Bangsa Eropa ingin menyebarkan agama Kristen ke wilayah kekuasaan Utsmaniyah

    Jawaban: B. Akses bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah dari Asia melalui jalur darat menjadi terputus dan dikuasai oleh Utsmaniyah

    10. Sultan Hasanuddin merupakan salah satu penguasa lokal yang tidak mau tunduk pada monopoli dagang VOC sehingga menimbulkan konflik bersenjata selama beberapa tahun. Pada akhirnya VOC berhasil memaksa Sultan Hasanuddin untuk melakukan perundingan di Bongaya pada 18 November 1667. Isi perjanjian tersebut membatasi wilayah kekuasaan Kesultanan Gowa dan memperkuat kedudukan VOC.

    Pilihlah Tepat atau Tidak Tepat pada pernyataan berikut yang menggambarkan kondisi konflik GOWA dengan VOC!

    A. VOC berusaha melemahkan Gowa karena posisinya yang strategis dalam perdagangan di kawasan timur kepulauan Nusantara: Tepat / Tidak Tepat
    B. Sultan Hasanuddin bersedia menandatangani Perjanjian Bongaya untuk memperoleh konsesi dagang yang lebih luas: Tepat / Tidak Tepat
    C. Perjanjian Bongaya memperkuat kedudukan VOC dalam monopoli perdagangan di Nusantara: Tepat / Tidak Tepat

    Jawaban: Tepat; Tidak Tepat; Tepat

    11. Perlawanan bangsa Indonesia terhadap kekuasaan kolonialisme dan imperialisme Eropa sebelum abad ke-20 umumnya memiliki beberapa ciri-ciri khas. Perlawanan ini dipimpin oleh tokoh-tokoh lokal seperti raja, bangsawan, atau tokoh agama. Selain itu, perlawanan tersebut cenderung bersifat kedaerahan dan belum memiliki koordinasi yang baik antarwilayah, sehingga mudah dipatahkan oleh pihak kolonial.

    Manakah yang merupakan salah satu ciri perlawanan bansga Indonesia terhadap Bangsa Eropa sebelum abad ke-20?

    A. Perlawanan yang bersifat nasional dan terkoordinasi secara terpusat.
    B. Menggunakan taktik perang modern dan teknologi senjata yang canggih.
    C. Dipimpin oleh organisasi modern dengan ideologi yang kuat.
    D. Perlawanan yang mengandalkan kekuatan fisik dan karismatik pemimpin lokal.
    E. Perlawanan yang bertujuan untuk mendirikan negara kesatuan Indonesia.

    Jawaban: D. Perlawanan yang mengandalkan kekuatan fisik dan karismatik pemimpin lokal.

    12. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), Jepang melakukan kebijakan “Gerakan 3A” yang bertujuan untuk menarik simpati rakyat Indonesia. Namun, kebijakan tersebut tidak bertahan lama dan digantikan oleh kebijakan eksploitasi yang lebih keras, seperti pengerahan romusha (kerja paksa), pengambilan paksa hasil pertanian, hingga pelatihan militer bagi pemuda.

    Berikut pernyataan terkait narasi di atas:

    – Pernyataan 1: Menurunnya tingkat kesejahteraan dan gizi masyarakat
    – Pernyataan 2: Munculnya berbagai perlawanan fisik dan perlawanan PETA (Pembela Tanah AIr) di berbagai daerah
    – Pernyataan 3: Terjadinya inflasi dan kelangkaan bahan makanan di banyak daerah
    – Pernyataan 4: Munculnya organisasi sosial-politik modern yang menginspirasi perlawanan

    Dari pernyataan-pernyataan berikut, manakah yang merupakan dampak dari kebijakan ekploitasi Jepang terhadap bansga Indoensia?

    A. 1 dan 2
    B. 1 dan 3
    C. 2 dan 4
    D. 1, 2, dan 3
    E. 1, 2, 3, dan 4

    Jawaban: D. 1, 2, dan 3

    13. Pada masa-masa akhir pendudukannya di Indonesia, Jepang semakin terdesak dalam Perang Asia Timur Raya. Untuk memperoleh dukungan rakyat Indonesia, Jepang menjanjikan kemerdekaan dan membentuk BPUPKI sebagai langkah awal persiapan. BPUPKI kemudian menjadi forum penting bagi tokoh-tokoh bangsa dalam merumuskan dasar negara dan arah masa depan Indonesia.

    Dari berbagai latar belakang politik dan militer saat itu, pilih yang menjadi alasan paling tepat dan mendalam bagi Jepang membentuk BPUPKI?

    A. Menjaga citra baiknya di mata rakyat Indonesia setelah kekalahan mulai tampak.
    B. Memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa Asia.
    C. Percaya bahwa rakyat Indonesia sudah siap memimpin negaranya sendiri tanpa intervensi asing.
    D. Menghindari tekanan dari negara-negara Barat dengan menunjukkan kemajuan politik di wilayah jajahannya.
    E. Terdesak dalam perang dan perlu dukungan rakyat Indonesia, maka memberi janji kemerdekaan sebagai strategi politik.

    Jawaban: E. Terdesak dalam perang dan perlu dukungan rakyat Indonesia, maka memberi janji kemerdekaan sebagai strategi politik.

    14. Perlawanan terhadap pendudukan Jepang muncul di berbagai daerah, termasuk pemberontakan PETA di Blitar dan perlawanan rakyat Kalimantan Barat. Meskipun pada akhirnya berhasil dipadamkan, aksi-aksi tersebut menunjukkan bentuk perlawanan aktif rakyat Indonesia terhadap kekejaman dan penindasan Jepang.

    Bagaimana strategi perlawanan yang dilakukan bangsa Indonesia terhadap Jepang yang sesuai dengan teks tersebut?

    Tentukan Tepat dan Tidak Tepat pada setiap pernyataan berikut terkait strategi perlawanan!

    A. Perlawanan dilakukan secara spontan tanpa strategi sehingga menunjukkan lemahnya perlawanan: Tepat / Tidak Tepat
    B. Pemberontakan PETA di Blitar menunjukkan adanya perlawanan militer terorganisasi terhadap Jepang: Tepat / Tidak Tepat
    C. Rencana perlawanan di Kalimantan Barat bocor karena kurangnya koordinasi dan infiltrasi mata-mata: Tepat / Tidak Tepat

    Jawaban: A. Tidak Tepat / B. Tepat / C. Tepat

    15. Proklamasi Kemerdekaan yang dibacakan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, merupakan titik kulminasi dari perjuangan panjang bangsa Indonesia. Namun, proklamasi bukan akhir, melainkan awal dari sebuah revolusi.

    Mengapa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dapat dikatakan sebagai puncak revolusi nasional, bukan sekedar akhir perjuangan?

    A. Karena proklamasi tersebut mengakhiri masa penjajahan Belanda dan Jepang
    B. Karena proklamasi tersebut merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia mampu mandiri
    C. Karena proklamasi menandai dimulainya perjuangan baru dalam mempertahankan kemerdekaan dari agresi bangsa asing
    D. Karena proklamasi hanya mengumumkan kemerdekaan secara sepihak tanpa pengakuan internasional
    E. Karena proklamasi tersebut merupakan hasil dari kesepakatan seluruh pihak, baik golongan tua maupun golongan muda

    Jawaban: C. Karena proklamasi menandai dimulainya perjuangan baru dalam mempertahankan kemerdekaan dari agresi bangsa asing

    16. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang penting dan monumental. Untuk memahami peristiwa tersebut secara akurat, sejarawan menggunakan sumber primer, yaitu bukti langsung yang berasal dari masa terjadinya peristiwa atau semua yang dibuat pada saat kejadian berlangsung, bukan yang ditulis atau diproduksi jauh setelahnya.

    Manakah yang merupakan sumber sejarah primer dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945?

    Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

    A. Buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6.
    B. Berita koran Asia Raya tanggal 18 Agustus 1945 tentang Proklamasi.
    C. Film dokumenter produksi Museum Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan.
    D. Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta.
    E. Foto suasana pengibaran bendera tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No 56.

    Jawaban:
    B. Berita koran Asia Raya tanggal 18 Agustus 1945 tentang Proklamasi.
    D. Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta.
    E. Foto suasana pengibaran bendera tanggal 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur No 56.

    17. Pada masa Demokrasi Liberal (1950-1959), Indonesia menganut sistem multipartai yang menyebabkan kabinet sering berganti-ganti. Situasi ini menciptakan ketidakstabilan politik yang berdampak pada pembangunan ekonomi dan sosial.

    Mengapa sistem multipartai pada masa Demokrasi Liberal dapat menjadi salah satu penyebab utama ketidakstabilan politik?

    A. Karena banyak partai yang saling berkoalisi untuk membentuk satu kabiet yang kuat
    B. Karena kabinet yang berkuasa tidak memiliki dukungan mayoritas dari parlemen, sehingga mudah dijatuhkan
    C. Karena sistem ini hanya mengizinkan dua partai besar untuk berkuasa
    D. Karena kebinet tidak memiliki tugas dan wewenang yang jelas
    E. Karena partai-partai politik pada masa itu didominasi oleh tokoh militer.

    Jawaban: B. Karena kabinet yang berkuasa tidak memiliki dukungan mayoritas dari parlemen, sehingga mudah dijatuhkan

    18. Pada masa Demokrasi Liberal, Indonesia mengalami ketidakstabilan politik akibat sering bergantinya kabinet. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1953 yang mengatur pelaksanaan Pemilu 1955. Pemilu tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia karena melibatkan partisipasi politik yang luas. Hasilnya menunjukkan adanya keberagaman kekuatan politik dan tantangan dalam mewujudkan stabilitas pemerintahan.

    Pada peristiwa Pemilu 1955 pada masa Demokrasi Liberal, manakah pernyataan berikut yang menggambarkan perkembangan politik Indonesia saat itu?

    Pilihlah Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pernyataan yang menggambarkan perkembangan politik tahun 1995!

    A. Pemilu 1955 bertujuan menyederhanakan partai politik dan mewujudkan sistem parlementer yang stabil: Tepat / Tidak Tepat
    B. Salah satu hasil Pemilu 1955 adalah terbentuknya sistem pemerintahan presidensial yang kuat dan stabil: Tepat / Tidak Tepat
    C. Partisipasi pemilih dalam Pemilu 1955 menunjukkan antusiasme rakyat terhadap demokrasi: Tepat / Tidak Tepat

    Jawaban: A. Tepat; B. Tidak Tepat; C. Tepat

    19. Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia. Menghadapi agresi Belanda, bangsa Indonesia melakukan perlawanan yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melalui jalur diplomasi. Perjuangan ganda ini dilakukan untuk mempertahankan kemerdekaan dan mendapatkan pengakuan kedaulatan dari dunia internasional.

    Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut yang terkait dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan!

    A. Salah satu tujuan perjuangan diplomasi adalah untuk mendapatkan dukungan dan pengakuan dari negara-negara lain: Benar / Salah
    B. Agresi militer Belanda I dan II merupakan salah satu bentuk perlawanan diplomasi: Benar / Salah
    C. Perundingan Linggarjati dan Perjanjian Renville adalah contoh perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan: Benar / Salah

    Jawaban: A. Benar; B. Salah; C. Salah

    20. Pada akhir masa pemerintahan Presiden Soeharto, Indonesia mengalami krisis multidimensi. Krisis ekonomi akibat utang luar negeri yang besar, kekeringan karena El Nino, dan kebakaran hutan memperburuk situasi. Tekanan dari dalam negeri dan luar negeri mendorong desakan agar Indonesia segera melakukan reformasi. Puncaknya, Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

    Sebutkan faktor-faktor utama penyebab lahirnya Reformasi di Indonesia pada tahun 1998! Jawaban benar lebih dari satu.

    A. Ketidakmampuan pemerintah menangani krisis ekonomi yang melanda seluruh sektor.
    B. Kemenangan kubu oposisi dalam pemilihan umum yang demokratis.
    C. Desakan internasional agar Indonesia menerima bantuan IMF dengan syarat reformasi.
    D. Kekecewaan masyarakat terhadap rezim Orde Baru yang dianggap anti demokrasi.
    E. Suksesnya pembangunan infrastruktur nasional secara merata.

    Jawaban:
    A. Ketidakmampuan pemerintah menangani krisis ekonomi yang melanda seluruh sektor.
    C. Desakan internasional agar Indonesia menerima bantuan IMF dengan syarat reformasi.
    D. Kekecewaan masyarakat terhadap rezim Orde Baru yang dianggap anti demokrasi.

    Itulah 20 contoh soal TKA SMA mata pelajaran pilihan Sejarah. Semangat untuk terus berlatih detikers!

    (det/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Biografi Singkat, Pendidikan, Pemikiran, dan Bukunya

    Biografi Singkat, Pendidikan, Pemikiran, dan Bukunya


    Jakarta

    Tan Malaka merupakan Pahlawan Nasional yang dikenal memiliki pemikiran penting bagi Indonesia. Pemikiran Tan Malaka diabadikan melalui buku-bukunya, termasuk yang berjudul “Madilog”.

    Tan Malaka lahir pada 2 Juni 1897 di Nagari Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat. Ia memiliki nama lain dengan gelarnya yaitu Ibrahim Gelar Datuk Sutan Malaka.

    Nama “Tan Malaka” sendiri merupakan gelar adat yang ia sandang sejak usia 16 tahun. Gelar itu kemudian melekat dan menjadi identitas perjuangannya hingga akhir hayat.


    Sutan Ibrahim, nama kecilnya, berasal dari keluarga Muslim Minangkabau yang taat. Sejak kecil, mendapat penempaan nilai-nilai agama, budaya matrilineal, hingga tradisi pencak silat.

    Pendidikan tersebut menjadi karakter Tan Malaka yang disiplin, pemberani, dan visioner, demikian dikutip dari Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Vol 3 No 1 (2022), karya Jems Sopacua dari Universitas Negeri Yogyakarta.

    Pendidikan Tan Malaka

    Tan Malaka mendapatkan pendidikan formalnya dimulai di Suliki, lalu berlanjut ke Kweekschool Bukittinggi, sekolah pribumi satu-satunya di Sumatera. Ia lulus dari Inlandsche Kweekschool voor Onderwijzers di Bukittinggi hingga lulus pada 1913.

    Dengan pemikirannya yang menonjol, ia kemudian melanjutkan studi ke Belanda untuk belajar di Rijkskweekschool Haarlem (1913-1919). Studi di Belanda ini yang kemudian membuka wawasan dan pola pikirnya.

    Tan Malaka muda mulai berkenalan dengan ide-ide politik, sosialisme, dan perlawanan terhadap kolonialisme. Dia banyak mempelajari tentang Sosialisme dan Komunisme setelah adanya Revolusi Rusia pada Oktober 1917. Tan Malaka membaca buku karya Karl Marx, Friedrich Engels, dan Vladimir Lenin.

    Perjuangan Tan Malaka

    Dengan latar belakang pendidikan dan pergaulannya, Tan Malaka tumbuh menjadi tokoh revolusioner. Pemikirannya yang terkenal yaitu tentang kemerdekaan sejati yang hanya bisa diraih melalui revolusi total.

    Tan Malaka aktif di Sarekat Islam (SI) bersama H.O.S. Tjokroaminoto, lalu bergabung dengan PKI hingga sempat menjabat sebagai ketua pada 1921. Namun, karena pemikirannya yang independen, ia akhirnya keluar dan mendirikan partai bawah tanah PARI (1927).

    Semboyannya tegas, “Merdeka 100 persen.”

    Ia menolak kompromi dengan Belanda, bahkan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Tan Malaka memilih menggerakkan massa, salah satunya dalam Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945, yang menjadi bukti dukungan rakyat terhadap “Republik Muda”-nya Tan Malaka.

    Sayangnya, sikap kerasnya membuat ia sering berbenturan dengan tokoh lain. Hidupnya diwarnai pengasingan, penjara, hingga akhirnya berakhir dengan eksekusi tragis pada 21 Februari 1949 di Kediri.

    Pemikiran Revolusioner

    Dalam Jurnal Jejak: Pendidikan Sejarah & Sejarah Vol. 6 No. 2 (2021) karya Wanda Marshanda, dijelaskan bahwa di balik sosoknya yang kontroversial, Tan Malaka meninggalkan warisan pemikiran yang masih relevan hingga kini. Ia bahkan merupakan pencetus ide Republik Indonesia.

    1. Bapak Republik

    Dalam bukunya Naar de Republiek Indonesia (1925), Tan Malaka merumuskan visi Indonesia merdeka jauh sebelum tulisan Hatta atau Soekarno. Karena itu, ia kerap dijuluki “Bapak Republik.”

    2. Marxisme ala Tan Malaka

    Ia memandang Marxisme bukan sebagai dogma, melainkan alat analisis untuk melawan penjajahan. Tan Malaka mencoba memadukan Marxisme dengan Pan-Islamisme dalam perjuangan rakyat.

    3. Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika)

    Ditulis pada masa pendudukan Jepang, Madilog mengajak rakyat berpikir rasional dan meninggalkan takhayul, agar mampu membangun kesadaran nasional yang kritis.

    4. Gerpolek (Gerilya, Politik, Ekonomi)

    Ditulis saat dipenjara, Gerpolek menjadi panduan revolusi tiga front: perjuangan bersenjata, politik ideologis, dan kemandirian ekonomi. Selain Madilog dan Gerpolek, pemikirannya yang lain, juga dituangkan dalam buku-buku seperti “Aksi Massa”, “Dari Penjara ke Penjara”, hingga “Menuju Republik Indonesia”.

    Selama ini, dalam kacamata sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah, nama Tan Malaka tidak dikenalkan sebagai tokoh yang memiliki pemikiran penting bagi Bangsa Indonesia. Sejarah hanya sering mencatat bagaimana Soekarno dan Hatta menjadi tokoh sentral tunggal.

    Padahal, perjuangan bangsa Indonesia dibangun oleh sejumlah tokoh, termasuk fondasi pemikiran dari Tan Malaka tentang revolusi dan Republik Indonesia.

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com