Tag: serta-merta

  • Cara Klaim Asuransi Mobil Kena Banjir



    Jakarta

    Banjir melanda beberapa wilayah di Jabodetabek. Mobil milik warga pun menjadi korban terendam banjir. Pemilik mobil yang ter-cover asuransi bisa melakukan klaim asuransi mobil karena banjir.

    Mobil yang terendam banjir bisa mengalami kerusakan parah. Kalau tidak ditangani dengan baik, biaya perbaikannya bisa mahal. Namun, buat pemilik mobil yang punya asuransi khususnya proteksi banjir bisa lebih tenang.

    Dilansir dari Allianz Indonesia, ada beberapa langkah untuk mengajukan klaim asuransi mobil yang terkena banjir.


    Pastikan Polis Asuransi Dilengkapi dengan Proteksi Banjir

    Perlu diketahui, polis asuransi mobil standar saja tidak bisa meng-cover klaim karena banjir. Ada perluasan jaminan untuk meng-cover klaim banjir.

    Menurut Allianz, sebelum memilih asuransi untuk mobil kita, penting untuk mengetahui manfaat serta proteksi yang diberikan. Pastikan terlebih dahulu, apakah asuransi milik detikers sudah dilengkapi dengan perlindungan yang dibutuhkan.

    Hubungi Penyedia Asuransi

    Jika sudah dipastikan ada proteksi banjir dan polis asuransinya masih aktif, segera hubungi pihak asuransi untuk melaporkan kejadian. Menurut Allianz, umumnya asuransi memiliki batas waktu pelaporan klaim, misalnya 72 jam atau 5 hari pasca kejadian.

    Lengkapi Dokumen yang Disyaratkan

    Setiap perusahaan asuransi, umumnya memiliki persyaratan administratif untuk pengajuan klaim. Begitupun saat mobil terkena banjir. detikers langsung menyiapkan dan memastikan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan agar proses klaim berjalan lancar.

    Minta Bantuan Evakuasi

    Untuk mencegah kerusakan yang lebih fatal, mobil korban banjir umumnya harus dievakuasi. Jika mobil sudah terendam banjir, jangan langsung dinyalakan baik kelistrikan maupun mesinnya. Menyalakan mobil setelah terendam banjir berpotensi membuat kerusakan lebih parah.

    Hindari untuk memaksakan diri membawa mobil ke bengkel sendiri. Minta bantuan evakuasi, bisa menggunakan towing untuk mengangkut mobil ke bengkel. Menurut Allianz, jika detikers kurang cermat bisa ada tindakan yang kelak dinilai sebagai kesengajaan dan mempengaruhi validitas klaim.

    Hindari Tindakan Kesengajaan

    Meskipun mobil yang terkena banjir merupakan korban bencana, tidak serta-merta perusahaan asuransi meloloskan klaim. Sebab bukan tak mungkin, mobil yang terkena banjir sebenarnya buah dari kesengajaan. Contoh tindakan yang bisa dikategorikan kesengajaan misalnya memaksa menerobos genangan air atau menyalakan mesin saat mobil sudah terendam banjir.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ngecas HP di Mobil Listrik Bikin Baterai jadi Boros?



    Jakarta

    Ada anggapan kalau ngecas HP di mobil listrik bisa bikin baterai lebih boros? Kedengarannya sepele, tapi ternyata banyak yang salah kaprah soal ini. Lantas seperti apa faktanya?

    Menurut Aldi Ruvian dari After Sales Department AION Indonesia, hal-hal kecil seperti ngecas HP di mobil listrik memang bisa berpengaruh terhadap konsumsi daya secara keseluruhan. Apalagi kalau dilakukan bersamaan dengan penggunaan elektronik lainnya.

    “Minimalkan penggunaan elektronik di dalam mobil seperti charging atau menyolok untuk charging sesuatu, gadget dan lainnya. Jadi hal-hal seperti itu memang dapat memberikan efisiensi yang lebih baik ketika menggunakan mobil listrik,” ujar Aldi beberapa waktu lalu.


    Tapi tentu saja, ngecas HP enggak serta-merta langsung bikin baterai mobil jebol. Yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan kecil yang menumpuk, ditambah dengan gaya berkendara yang tidak efisien.

    Nah, biar konsumsi daya mobil listrik tetap irit, AION Indonesia juga membagikan beberapa tips simpel tapi penting:

    1. Hindari Akselerasi Mendadak

    “Salah satunya adalah yang pertama terkait dengan cara berkendara yaitu akselerasi. Jadi yang pertama adalah hindari akselerasi yang berlebihan seperti stop n go secara tiba-tiba,” jelas Aldi.
    Kebiasaan injak gas dan rem mendadak bikin sistem kerja baterai lebih berat. Kondisi ini diklaim dapat membuat baterai jadi cepat habis.

    2. Jaga Kecepatan Stabil

    “Yang kedua adalah jaga batas kecepatan. Jadi seperti kita tahu bahwa batas kecepatan di tol itu kan ya ada yang 80 ada yang mungkin 100 ya, nah jadi jangan lebih dari segitu.”
    Menurut Aldi, saat kecepatan sudah tembus 100 atau 120 km/jam, konsumsi baterai cenderung tinggi. Ia mengibaratkan sama seperti mobil bensin yang semakin boros ketika diajak ngebut.

    3. Aktifkan ECO Mode atau Gunakan E-Pedal

    “Tips ketiga adalah memaksimalkan penggunaan fitur ECO mode atau E Pedal. Yang dimana sistem regenerative braking, sehingga ketika pedal gas dilepas, daya akan terisi kembali ke dalam baterai.”

    Dengan fitur ini, energi yang biasanya terbuang saat deselerasi bisa dikembalikan ke baterai. Sedikit banyak, penggunaan fitur regenerative braking dapat membuat konsumsi baterai kian efisien.

    (mhg/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mensos soal Usul Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Syarat Formil Mencukupi

    Mensos soal Usul Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Syarat Formil Mencukupi


    Jakarta

    Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memastikan usulan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai pahlawan nasional telah melalui proses sidang berulang-ulang. Dia menyebut pembahasan dilakukan oleh Dewan Gelar lewat mekanisme tertentu.

    Gus Ipul mengaku telah mendengar masyarakat yang keberatan dengan gelar pahlawan yang akan disematkan kepada Soeharto. Namun menurutnya perbedaan pendapat adalah hal biasa.

    “Ya, berbeda pendapat boleh kan, jadi ini juga sudah dibahas oleh tim secara sungguh-sungguh. Berulang-ulang mereka (Dewan Gelar) melakukan sidang, telah melalui proses itu. Nah semuanya nanti tergantung di Dewan Gelar,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).

    Gus Ipul menjelaskan gelar pahlawan untuk seseorang memiliki syarat khusus. Menurutnya, Soeharto memenuhi syarat itu.

    “Tetapi yang kita lihat di sini adalah syarat-syarat formilnya telah mencukupi,” jelasnya.

    Selain itu, menurutnya, proses penilaian tidak serta-merta dilakukan di tingkat pusat. Setiap pengajuan harus terlebih dahulu melewati tahapan di daerah.

    “Beberapa nama di antaranya kemarin sudah saya sampaikan ada Presiden Abdurrahman Wahid, ada Presiden Soeharto, juga ada pejuang buruh Marsinah, dan ada beberapa tokoh-tokoh juga dari berbagai provinsi yang ada di Indonesia,” ucap dia.

    Simak Video ‘Mensos Serahkan Usulan Pahlawan Nasional: Soeharto-Marsinah’:

    (isa/isa)



    Sumber : news.detik.com