Tag: sholawat nabi

  • Amalan yang Membawa Cahaya dan Kemudahan Hidup

    Amalan yang Membawa Cahaya dan Kemudahan Hidup


    Jakarta

    Sholawat menjadi amalan yang selalu hadir dalam kehidupan seorang muslim. Lantunannya membawa ketenangan dan mengingatkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

    Dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3, Imam an-Nawawi meriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Barang siapa membacakan satu sholawat untukku, maka dengannya Allah bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim)


    Hadits ini menunjukkan betapa besar balasan yang Allah berikan bagi setiap orang yang membaca sholawat.

    Keutamaan sholawat tidak hanya datang dari hadits, tetapi juga ditegaskan oleh Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 56:

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Arab latin: Innallāha wa malā’ikatahū yuṣallūna ‘alan-nabiyy(i), yā ayyuhal-lażīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā(n).

    Artinya: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.

    Di antara banyak bacaan sholawat yang dikenal, Sholawat Nuril Anwar termasuk salah satu yang sering diamalkan. Berikut bacaannya.

    Bacaan Sholawat Nuril Anwar

    Dalam buku Mukjizat Sholawat karya Habib Abdullah Assegaf, Lc., M.A. dan Hj. Indriya R. Dani, S.E., disebutkan bunyi Sholawat Nuril Anwar yang dapat dilafalkan sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُوْرِ اْلاَنْوَارِ وَسِرِّ اْلاَسْرَارِ وَتِرْيَاقِ اْلاَغْيَارِ وَمِفتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدِ نِالْمُخْتَارِ وَالِهِ اْلاَطْهَرِ وَاَصْحَابِهِ اْلاَخْيَارِ عَدَدَ نِعَمِ اللهِ وَاِفضَالِهِ

    Arab latin: Allahumma shalli ‘alaa nuuril anwaari wasirril asraari watiryaail aghyaari wamiftaahi baabil yasaari sayyidinaa wa maulana muhammadinil mukhtaari wa’aalihil ath-haari wa-ashaabihil akhyaari ‘adadani’amillaahi waifdhaalih

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada cahaya dari segala cahaya, rahasia dari segenap rahasia, penawar duka dan kebingungan, pembuka pintu kemudahan, yakni junjungan kami Nabi Muhammad SAW yang terpilih, keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang mulia sebanyak hitungan nikmat Allah dan karunia-Nya.”

    Keutamaan dan Amalan Sholawat Nuril Anwar

    Para ulama menyebut Sholawat Nuril Anwar sebagai amalan yang membawa kelapangan hidup. Keutamaannya mencakup banyak hal, terutama bagi mereka yang istiqamah dalam membacanya.

    1. Melapangkan Rezeki dan Urusan Hidup

    Membaca Sholawat Nuril Anwar sebanyak 100 kali setiap hari dipercaya dapat membuka jalan rezeki dan menghadirkan kemudahan dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.

    2. Menjauhkan dari Kesulitan

    Sholawat ini menjadi sarana doa agar terhindar dari kesulitan hidup. Dengan membacanya secara rutin, hati menjadi lebih tenang dan pikiran lebih jernih menghadapi persoalan.

    3. Memberi Ketenangan sebelum Tidur

    Melafalkan Sholawat Nuril Anwar tujuh kali sebelum tidur membuat hati lebih damai dan pikiran lebih tenteram. Banyak ulama mengajarkan amalan ini sebagai penutup hari agar tidur disertai rasa aman dan syukur.

    4. Mendatangkan Kemudahan dalam Pekerjaan

    Bagi yang ingin mencapai posisi atau karier tertentu, membaca sholawat ini 21 kali sebelum berangkat bekerja diyakini dapat mempermudah langkah dan memperluas peluang keberhasilan.

    Wallahu a’lam.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Lirik Sholawat Rindu Madinah Versi Lengkap

    Lirik Sholawat Rindu Madinah Versi Lengkap


    Jakarta

    Sholawat Rindu Madinah merupakan salah satu karya indah yang banyak menyentuh hati umat Islam. Lagu ini dipopulerkan oleh Syakir Daulay dengan judul aslinya “Rindunya Daku Kepada Bumi Madinah”, yang diciptakan oleh Ustaz Neezam Al-Banjari. Melalui liriknya yang puitis dan penuh makna, sholawat ini menggambarkan kerinduan yang sangat dalam dari seorang Muslim kepada Kota Madinah dan sosok Rasulullah SAW.

    Selain menyentuh secara emosional, setiap baitnya juga berisi deskripsi tentang keindahan pribadi Nabi Muhammad SAW, mulai dari paras wajah, tutur kata, hingga akhlaknya yang agung.

    Berikut lirik lengkap Rindu Madinah karya Ustaz Neezam Al-Banjari, dipopulerkan oleh Syakir Daulay.


    Lirik Sholawat Rindu Madinah

    Rindunya daku kepada bumi Madinah
    Takkan terubat walau sudah ziarah
    Sekalipun menangis berair mata darah
    Hati kan tetap rindukan Rasulullah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Terimalah hadiah imbalan ziarah
    Insan yang lemah ingin berqasidah
    Diilhamkan Allah Syamail Muhammadiyah
    Berkat menangis di Raudhatul Jannah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Di suatu malam, bulan yang penuh cerah
    Baginda mengenakan pakaian serba merah
    Lalu bersumpah Jabir bin Samurah
    Jika dibezakan, Nabi terlebih indah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Matanya yang terang, sangat suka bercelak
    Nampak yang di belakang, dan depan serentak
    Jinjang tengkuk Nabi, sangat putih melepak
    Tiada berdaki, umpama pantulan perak
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Dahinya yang luas, anak matanya hitam
    Cahaya berhias, menatap kan tenteram
    Tulang Baginda kemas, saling kuat menggenggam
    Rukanah tertewas, lalu memeluk Islam
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Rambutnya ikal mayang, tidak terlalu panjang
    Tingginya yang sedang, dada luas berbidang
    Ketika berjalan, condongnya ke hadapan
    Lajunya seperti, turun tempat yang tinggi
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Helaian bulunya tetapkan terus wujud
    Hanya belasan uban memikirkan surah Hud
    Umpama pedang jaguh, hidung Baginda mancung
    Dipandang dari jauh, kening seakan bersambung
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Nafas berbau wangi, semerbak kasturi
    Sukakan bersugi, yang busuk dihindari
    Tak pernah menguap, berkat cucian hati
    Takkan pernah dihinggap, lalat walau sekali
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Berjarak gigi hadapan, cahaya kelihatan
    Segala pertuturan, adalah wahyu Tuhan
    Lebar bibirnya, menandakan pemurah
    Membaca Al-Qur’an, dengan penuh fasoohah
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Baginda memilih, hidup dalam berzuhud
    Sekalipun maksum, sangat banyak bersujud
    Menipis isi tumit, lamanya bertahajjud
    Banyak mendaki bukit, sangat sayangkan Uhud
    Allahu Allahu Allahu Allah
    Allahu Allah
    Habibi Rosulullah..

    Sholawat ini menggambarkan rindu pada Madinah dan memuji kemuliaan Rasulullah SAW. Lagu Rindu Madinah sering dibacakan dalam berbagai majelis sholawat dan acara keagamaan, yang membuat pendengarnya teringat pada sosok Nabi yang dicintai umat Islam.

    (inf/lus)



    Sumber : www.detik.com