Naura Ayu merasa terharu bisa menjalani umrah pertama dan perjuangannya bisa masuk ke dalam Hijir Ismail. Dalam foto tersebut, Naura mengenakan busana serba hitam. “Masha Allah, Allah maha baik. Di umrah pertama ku di berikan Allah SWT kesempatan untuk mencium ka’bah 2 kali dan setelah penantian hampir 3 jam terhimpit, ke sikut, di tarik2, di tampol tiba2 karena semua pada rebutan mau masuk ke dalam hijir ismail. setelah mencoba bulak balik cari peluang dari 2 pintu yang berbeda karena banyak yang bilang kedua pintu nya di buka bergantian dan pas udah pindah ke arah pintu yang di buka ternyata yang di buka pintu di sisi satu lagi,” tulis Naura Ayu. Foto: Dok. Instagram @naura.ayu.
Tag: simak
-
Simak, 4 Langkah Mudah dalam Mengelola Dana Darurat
Jakarta –
Menyisihkan dana darurat adalah langkah penting dalam manajemen keuangan, terutama untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga yang mungkin terjadi di kemudian hari, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, dan lainnya. Dana darurat juga memungkinkan kamu untuk mengambil keputusan finansial yang lebih tepat sehingga kamu pun bisa lebih fokus dalam mencapai tujuan keuangan.
Lantas, bagaimana cara mempersiapkan dana darurat secara mudah dan efektif? Mari simak uraian tipsnya!
Tips Mengelola Dana Darurat
Ada kiat-kiat mudah untuk mempersiapkan dana darurat yang bisa kamu coba untuk terapkan, yaitu:
1. Menentukan Nominal Dana Darurat yang Ideal
Pertama-tama, tentukan terlebih dahulu besaran atau nominal dana darurat berdasarkan kemampuan finansial dan kebutuhan dari setiap orang. Umumnya, besaran dana darurat yang direkomendasikan yakni 3 sampai 12 kali lipat dari biaya yang setiap bulannya dikeluarkan.
Namun, nominal dana darurat ini bisa disesuaikan dengan faktor-faktor lain, seperti usia, gaya hidup, marital status, kesehatan, dan sebagainya.
Secara umum, dana darurat yang ideal untuk kamu yang berstatus lajang adalah 3 hingga 4 kali lipat pengeluaran. Sedangkan, bagi kamu yang sudah menikah namun belum memiliki anak, maka dana darurat yang disarankan yakni sebesar 6 kali lipat pengeluaran.
Berbeda dengan kamu yang sudah memiliki 1 atau 2 anak, maka dana darurat yang ideal adalah 9 hingga 12 kali lipat dari biaya pengeluaran.
2. Membuat Rekening Khusus untuk Dana Darurat
Setelah menetapkan besaran dana darurat yang sesuai, selanjutnya mulailah menabung secara rutin dan disiplin. Agar lebih mudah, kamu dapat membuat rekening khusus untuk menyimpan dana darurat sehingga dana tersebut bisa terhindar dari pemakaian secara tidak sengaja ataupun tercampur dengan budget bulanan yang telah dianggarkan.
3. Gunakan Fitur Transfer Otomatis atau Auto Debet dari Rekening Utama
Dalam setiap bulannya, pastikan untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk ditabung sebagai dana darurat. Kamu dapat menggunakan fitur autodebet atau transfer otomatis dari rekening utama ke rekening dana darurat.
Jadi pada setiap bulannya, sebagian dari pendapatanmu akan secara otomatis langsung disisihkan dan disimpan sebagai dana darurat di rekening khusus tersebut.
4. Atur Strategi Pengeluaran
Selain itu, kamu juga bisa melakukan evaluasi pengeluaran. Pertimbangkan mana saja kebutuhan yang menjadi prioritas atau hanya sekedar keinginan saja.
Kurangi hal-hal yang sekiranya tidak terlalu penting. Dengan langkah ini, pengeluaran pun menjadi lebih terminimalisir sehingga kamu bisa menyisihkan uang tersebut sebagai dana darurat. Saat sudah melakukan evaluasi pengeluaran secara rutin, namun ada kebutuhan mendesak, kamu bisa memanfaatkan fasilitas paylater dengan bijak.
Dengan paylater, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan sambil menjaga stabilitas keuangan dan memastikan masa depan yang lebih aman. Namun, dibutuhkan kebijaksanaan dalam mengelola cicilan ketika menggunakan paylater.
-
Pahami Jumlah Cicilan: Buat daftar seluruh cicilan yang kamu miliki, lengkap dengan tanggal jatuh temponya, agar kamu bisa mengatur pembayarannya dengan baik.
-
Konsisten Bayar Cicilan Tepat Waktu: Hal ini penting untuk menjaga skor kredit yang baik dan menghindari denda biaya keterlambatan yang tidak diinginkan, agar tidak mengganggu dana darurat kamu.
-
Atur Strategi Cicilan: Pilih tenor pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan kamu, terutama jika kamu memiliki kebutuhan lainnya.
SPayLater oleh PT Commerce Finance, berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kini, SPayLater ada berbagai promo menarik seperti SPayLater Bayar QRIS cicilan 0% s/d 6 bulan dan bebas biaya penanganan hingga 17 November 2024. SPayLater juga menghadirkan berbagai jenis opsi cicilan pembayaran mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan lainnya. Kebutuhan mendesak terpenuhi, namun dana darurat tetap aman deh!
Itu dia beberapa tips mengelola dana darurat dan cara memanfaatkan paylater untuk menjaga stabilitas cadangan finansial. Memanfaatkan Paylater dengan bijak bisa menjadi strategi cerdas dalam menghadapi berbagai tantangan finansial, menjaga stabilitas keuangan, dan memastikan masa depan yang lebih aman.
(prf/ega)

Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya -
-
Simak! Tips Supaya Hidup Tenang Tanpa Dikejar Cicilan Utang
Jakarta –
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk tidak telat membayar pinjaman. Menurut OJK, mengajukan pinjaman sebenarnya tidak salah selama dilakukan secara bijak.
Namun, pinjaman bisa menjadi masalah jika diajukan tanpa siap melakukan pembayaran. Oleh karena itu, OJK mengimbau masyarakat untuk bijak mengelola utang agar hidup lebih tenang.
“Nggak ada yang salah sama pinjaman. Yang jadi masalah itu kalau nggak siap bayar. Yuk, bijak kelola utang biar hidup tenang,” tulis akun Instagram Layanan Konsumen dan Pengaduan OJK @kontak157, Minggu (29/6/2025).
OJK meminta agar memperhatikan kembali tujuan pengajuan pinjaman. Terdapat tiga tujuan yang diklasifikasikan OJK terkait dengan tujuan pinjaman, yaitu yang pertama adalah untuk dana darurat.
Kebutuhan ini contohnya adalah memperbaiki motor yang rusak atau mogok hingga membayar biaya rumah sakit. Kedua, pinjaman yang bersifat konsumtif seperti beli gadget baru atau nonton konser.
Ketiga, pinjaman yang bersifat produktif seperti untuk modal usaha hingga membeli perlengkapan kerja. Yang terpenting dari ketiga itu, kata OJK, adalah menghitung cicilan dan mengenali kemampuan sebelum mengambil pinjaman.
“Hidup bisa tetap nyaman tanpa dikejar tagihan. Hitung cicilan, kenali kemampuan, baru ambil pinjaman,” tutup OJK.
(kil/kil)

Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya -
5 Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan agar Nggak Boros
Jakarta –
Mengatur keuangan selama bulan Ramadan sangat penting untuk dilakukan. Sebab, pengeluaran saat bulan puasa terkadang lebih boros dari bulan-bulan lainnya.
Selama Ramadan, kebutuhan seseorang cenderung meningkat dari biasanya, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini yang membuat pengeluaran lebih boros karena membeli barang yang diinginkan, bukan dibutuhkan.
Apalagi jika sudah mendapatkan THR. Barang apapun yang terlihat bagus langsung dibeli. Tanpa sadar, uang THR langsung habis dalam sekejap. Sedih bukan?
Maka dari itu, penting untuk mengatur keuangan selama Ramadan agar tidak boros pengeluaran. Bagaimana caranya? Simak tips mengatur keuangan selama Ramadan dalam artikel ini.
Tips Mudah Mengatur Keuangan Selama Ramadan
Ada sejumlah cara untuk memastikan pengelolaan keuangan tetap terjaga selama Ramadan. Simak tips mudah mengatur keuangan selama Ramadan yang dikutip dari catatan detikFinance:
1. Memiliki Rencana Keuangan
Tips yang pertama adalah memiliki perencanaan keuangan selama Ramadan. Langkah ini dapat mempermudah detikers untuk mengatur uang sesuai dengan pos-pos yang telah ditentukan.
Selain itu, cara ini juga mempermudah dalam menyusun alokasi pengeluaran selama bulan Ramadan, mulai dari belanja bulanan, sahur, buka puasa, bersedekah, bayar zakat, membagikan THR, dan lain sebagainya.
2. Catat Setiap Pengeluaran
Penting untuk mencatat setiap pengeluaran, meskipun jumlah uangnya kecil. Cara ini dilakukan untuk mengetahui secara detail pengeluaran selama Ramadan.
Apabila tidak dicatat, terkadang kita suka lupa karena terlalu asyik berbelanja. Alhasil, ketika mengecek saldo di rekening ternyata uangnya sudah habis.
Langkah ini juga dapat mengerem hasrat untuk berbelanja yang tidak dibutuhkan. Sebab, jika jumlah pengeluaran sudah cukup besar maka saatnya untuk setop belanja dahulu.
3. Disiplin Pengeluaran
Agar tidak boros pengeluaran selama Ramadan, penting untuk menerapkan sikap disiplin dalam berbelanja. Misalnya, memastikan uang yang dikeluarkan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
Lalu, usahakan membeli barang yang harganya sesuai atau di bawah budget kamu. Jika membeli barang yang harganya jauh di bawah budget, sisa uangnya bisa dimanfaatkan untuk menabung atau dialokasikan guna membeli barang lainnya.
Jangan tergiur dengan barang-barang yang harganya mahal dan melebihi budget. Jika berniat untuk membeli barang tersebut, sebaiknya ditahan dahulu hingga uangnya sudah terkumpul.
4. Belanja Kebutuhan Secara Bertahap
Saat bulan puasa, kebutuhan bahan pokok untuk rumah tangga justru lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Agar tidak boros pengeluaran, sebaiknya belanja kebutuhan secara bertahap.
Mengutip laman Bank Muamalat, sebaiknya terapkan strategi belanja secara bertahap agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi. Misalnya, sebelum bulan puasa dapat membeli bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, kurma, dan bahan makanan lainnya.
Ketika memasuki Ramadan, beli bahan-bahan makanan seperti sayur, daging, ikan, ayam, dan buah-buahan untuk memenuhi asupan saat sahur dan berbuka puasa.
Ketika mendekati Lebaran, saatnya untuk berbelanja kebutuhan seperti pakaian muslim baru, membeli kue kering, atau memberikan hampers kepada saudara dan teman-teman.
5. Cek Promo Menarik
Saat Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya ada banyak promo-promo menarik yang ditawarkan, mulai dari diskon hingga cashback. Manfaatkan promo tersebut untuk membantu menjaga keuangan tetap sehat.
Misalnya, kamu sudah menyiapkan dana sebesar Rp 1 juta untuk membeli sepatu baru. Jika ada toko yang menawarkan diskon hingga 30%, jangan ragu untuk segera membeli sepatu tersebut karena kamu dapat menghemat pengeluaran.
(ilf/fds)

Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya -
Apakah Aki Kering Bisa Di-Charge? Begini Penjelasannya
Jakarta –Aki merupakan salah satu komponen penting dalam kendaraan. Tanpa adanya aki, maka kendaraan kesayanganmu tidak bisa menyala.
Saat ini aki terbagi menjadi dua jenis, yakni aki kering dan aki basah. Umumnya, banyak pengendara yang lebih memilih aki kering karena lebih mudah dalam perawatannya atau sering disebut maintenance free (MF).
Namun seiring waktu, aki kering akan mengalami tekor dan tidak bisa digunakan lagi. Akan tetapi, apakah aki kering bisa di-charge ulang agar bisa dipakai kembali? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Apakah Aki Kering Bisa Dicas?
Banyak pengendara yang lebih memilih untuk membeli aki kering baru saat aki lamanya sudah tekor. Namun ternyata aki kering bisa di-charge kembali, lho.
Dilansir situs Wahana Honda, aki kering yang sudah lemah atau tekor masih bisa di-charge ulang. Namun dengan catatan, aki kering masih dalam kondisi sehat atau normal. Lalu, teknik pengecasannya harus menggunakan charger khusus aki.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin charge aki kering, yaitu:
- Selama sel-sel di dalam aki kering masih baik, maka aki bisa di-charge.
- Aki dianjurkan di-charge karena setiap baterai (aki) pasti mengalami discharge. Discharge sendiri adalah berkurangnya tegangan aki ketika kendaraan tidak digunakan.
- Apabila tegangan aki di bawah 12 volt maka dianjurkan untuk di-charge ulang.
- Jika sel-sel aki kering masih dalam kondisi baik, biasanya setelah di-charge tekanan aki akan kembali normal.
- Apabila kondisi aki tidak baik, meski bisa di-charge tetapi akan cepat tekor kembali.
Cara Charge Aki Kering
Jika aki kering milikmu telah memenuhi syarat di atas, maka sudah dipastikan bisa di-charge ulang. Namun, bagaimana caranya?
Dilansir situs Planet Ban, berikut cara charge aki kering:
- Melepas aki kering dari kendaraan terlebih dahulu.
- Kemudian, tentukan pengisian daya yang cocok untuk aki kering. Langkah ini dapat mencegah overcharging pada aki kering.
- Setelah itu, hubungkan aki kering dengan alat charge khusus aki. Pastikan posisi polaritasnya sudah tepat, yakni dengan menghubungkan terminal positif ke positif dan negatif ke negatif.
- Sesuaikan pengaturan charge dengan jenis aki kering. Saat ini, sudah tersedia banyak alat charge aki yang bisa mendeteksi jumlah pengisian secara otomatis.
- Pastikan tempat saat mengecas aki berada di area terbuka dan tidak dekat dengan bahan-bahan yang mudah terbakar.
- Tunggu aki kering selesai di-charge. Pastikan kamu memperhatikan proses pengisian ulang aki kering agar tidak terlalu lama.
- Jika sudah, lepaskan charger dari aki kering.
- Langkah terakhir, lakukan pengujian aki kering yang telah di-charge ulang, apakah berhasil atau gagal.
Jika aki kering berhasil di-charge ulang, maka kendaraan bisa dihidupkan kembali. Namun jika gagal, maka kendaraan masih sulit dinyalakan.
Meskipun nantinya kendaraan bisa menyala, tapi hal tersebut tak akan bertahan lama karena aki kering sebenarnya sudah tekor. Jika terjadi hal seperti itu, satu-satunya cara adalah dengan membeli aki kering baru di toko-toko.
Itu dia penjelasan mengenai apakah aki kering bisa di-charge lagi atau tidak. Semoga dapat membantu detikers.
(ilf/fds)
-
Bukan Asal Pilih, Ini 5 Tips Beli Helm Sesuai Kebutuhan
Jakarta –Saat ini, ada banyak jenis dan merek helm yang dijual dengan harga bervariasi. Hal itu membuat sebagian orang merasa bingung ketika harus membeli helm baru karena terlalu banyak pilihan.
Beberapa orang memilih helm murah karena tak punya banyak dana, tapi ada juga yang sengaja membeli helm yang harganya mahal. Sebab, semakin mahal harga suatu helm tentu memiliki tingkat kenyamanan dan keamanan yang lebih baik.
Namun, haruskah detikers membeli helm mahal yang harganya mencapai jutaan rupiah? Sebenarnya, kriteria paling mendasar saat membeli sebuah helm adalah sudah memenuhi SNI atau Standar Nasional Indonesia. Dengan begitu, helm tersebut sudah dijamin keamanannya.
Selain itu, perhatikan juga beberapa hal lain sebelum membeli helm baru yang sesuai kebutuhan. Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.
Tips Membeli Helm Sesuai Kebutuhan
Sedang mencari helm baru tapi masih bingung? Agar tidak salah beli, simak beberapa tips membeli helm sesuai kebutuhan di bawah ini:
1. Sesuaikan Jenis Helm
Tips yang pertama adalah menyesuaikan jenis helm sesuai kebutuhan. Ada dua jenis helm yang umum di jual saat ini, yaitu helm full face dan half face.
Mengutip laman Suzuki Indonesia, jika detikers hanya berkendara sepeda motor di dalam kota dengan kecepatan standar, maka helm half face bisa jadi pilihan terbaik.
Namun, jika kamu sering melakukan perjalanan jauh ke luar kota atau sepeda motor kamu tipe sport dengan cc besar sehingga dapat melaju dalam kecepatan tinggi, maka helm full face menjadi pilihan paling tepat.
2. Pilih Ukuran yang Pas
Memilih helm tidak hanya soal desain, tapi juga harus mencari ukuran yang pas di kepala. Pada umumnya, helm yang dijual memiliki ukuran mulai dari S, M, L, hingga XL. Lantas, bagaimana cara menentukan ukuran helm yang tepat?
Dilansir situs National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), helm dengan ukuran yang pas akan terasa sedikit ketat dengan tekanan yang merata di sekitar kepala. Namun, rasa tekanan itu tidak sampai menimbulkan rasa pusing.
Selain itu, saat menggelengkan kepala maka helm seharusnya tidak akan bergerak. Pemilihan ukuran helm yang tepat dapat memberikan rasa aman saat berkendara dan mengurangi risiko cedera kepala saat terjadi kecelakaan.
3. Cek Lagi Standarisasi Helm yang Dipilih
Memang, saat ini seluruh helm yang dijual di Indonesia sudah berstandar SNI. Meski begitu, ada beberapa jenis helm yang mengantongi satu atau lebih standar internasional.
Adapun sejumlah standar helm internasional yang diakui di dunia, mulai dari Snell, Sharp, ECE. dan DOT. Namun perlu diingat, dengan adanya standar internasional maka harga sebuah helm bisa lebih mahal karena sudah terjamin keamanannya.
4. Pilih Visor yang Tepat
Visor atau kaca pelindung pada helm memiliki peran penting dalam melindungi pengendara dari terpaan debu dan angin, sehingga tidak mengganggu kenyamanan berkendara. Secara umum visor terdiri dari dua jenis, yakni warna gelap dan transparan (bening).
Dikutip situs Astra Honda Motor, jenis visor pada helm juga mempengaruhi jarak pandang saat berkendara di siang maupun malam hari. Visor gelap memang dapat melindungi pengendara dari cahaya matahari, tapi akan berbahaya jika digunakan saat malam hari karena pandangan jadi lebih gelap.
Untuk itu, cobalah cari helm yang mengusung visor ganda, sehingga tersedia visor gelap dan transparan. So, kamu tetap aman dan nyaman saat berkendara di siang ataupun malam hari.
5. Pilih Helm Sesuai Budget
Tips yang terakhir adalah pilih helm sesuai budget. Seperti yang dijelaskan di atas, helm bagus tidak harus mahal karena yang terpenting sudah berstandar SNI.
Dari pantauan detikOto di berbagai marketplace, ada banyak toko yang menjual helm half face dengan banderol mulai dari Rp 200 ribuan. Jika punya dana lebih, sebaiknya ambil helm dengan harga Rp 500 ribu ke atas agar mendapatkan kenyamanan dan keamanan ekstra.
Untuk helm full face memang harganya sedikit lebih mahal daripada jenis half face, yakni mulai dari Rp 400 ribuan. Beberapa merek helm terkenal seperti SHOEI, KYT, atau AGV harganya bahkan bisa mencapai jutaan rupiah.
Itu dia lima tips membeli helm baru sesuai kebutuhan. Semoga membantu detikers yang sedang mencari helm.
(ilf/fds)
-
Tarif, Saldo Minimal, dan Ketentuan Lainnya
Jakarta –
Provider seluler Tri memiliki program KiKiPu atau Kirim Kirim Pulsa, yakni layanan untuk transfer pulsa ke sesama pengguna Tri. Dengan program ini, detikers bisa mengirim pulsa kepada teman yang kehabisan pulsa, atau bahkan bisa berjualan pulsa.
Simak artikel ini untuk mengetahui 2 cara transfer pulsa Tri, baik menggunakan kode USSD maupun aplikasi Bima+, lengkap dengan tarif transfer pulsa, saldo minimal, dan ketentuan lainnya.
Cara Transfer Pulsa Tri
Dikutip dari situs resmi Tri, berikut ini dua cara transfer pulsa Tri yang bisa dicoba:
1. Cara Transfer Pulsa Tri Pakai Kode USSD
Cara transfer pulsa Tri yang pertama adalah menggunakan kode USSD. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
- Buka tombol panggilan yang bersimbol telepon
- Ketik *323# lalu tekan tombol Oke atau Call
- Muncul notifikasi pop up, pilih nomor 1 untuk masuk ke KiKiPu
- Masukkan nomor tujuan, lalu pilih Send
- Masukkan nominal pulsa yang ingin ditransfer
- Jika berhasil, kamu akan menerima notifikasi laporan transaksi.
2. Cara Transfer Pulsa Tri Pakai Aplikasi Bima+
Yang kedua, cara transfer pulsa Tri yang bisa dilakukan adalah menggunakan aplikasi Bima+. Cara ini mengharuskan kamu mengunduh aplikasi Bima+ terlebih dahulu. Jika belum punya, begini langkah-langkahnya:
- Unduh dan pasang aplikasi Bima+ dari Play Store atau App Store
- Buka aplikasi Bima+
- Pilih menu Isi ulang
- Masukkan nomor tujuan
- Masukkan nominal pulsa yang ingin ditransfer
- Pilih Transfer
- Muncul notifikasi, ikuti petunjuknya lalu klik OK
- Masukkan kode one time password (OTP)
- Pilih Transfer
- Jika berhasil akan muncul notifikasi laporan transaksi.
Tarif, Saldo Minimal, dan Ketentuan Lainnya
Jika ingin menggunakan fitur KiKiPu, detikers harus mengetahui beberapa hal, seperti tarif, saldo minimal, dan beberapa ketentuan lainnya.
1. Siapa Saja yang Bisa Transfer Pulsa?
Program transfer pulsa dapat dilakukan hampir semua pengguna Layanan Prabayar Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), kecuali layanan prabayar produk Perdana Jumbo & Perdana Cepek. Selain itu, detikers harus memiliki Pulsa Utama.
2. Tarif Transfer Pulsa
Tri akan memotong Pulsa Utama pelanggan yang melakukan transfer pulsa. Sementara penerima pulsa tidak akan dipotong pulsanya. Berikut ini tarif transfer pulsa yang akan dikenakan kepada pengirim:
- Pulsa Rp 1.000-Rp 24.000 akan dikenakan tarif Rp 1.000
- Pulsa Rp 25.000-49.000 akan dikenakan tarif Rp 1.500
- Pulsa Rp 50.000-99.000 akan dikenakan tarif Rp 2.000
- Pulsa Rp 100.000-200.000 akan dikenakan tarif Rp 4.000.
3. Nilai Transfer dan Saldo Minimal
- Pastikan detikers memiliki Pulsa Utama minimum sebesar Rp 4.000 sebelum transfer pulsa.
- Pulsa yang dapat ditransfer adalah kelipatan Rp 1.000.
- Minimal pulsa yang ditransfer sebesar Rp 1.000 dan maksimal sebesar Rp 200.000.
- Total nilai transfer dalam sehari maksimal Rp 1 juta.
- Sisa Pulsa Utama minimum setelah transfer pulsa adalah sebesar Rp 2.000.
4. Tentang Masa Aktif
- Pelanggan hanya bisa melakukan transfer pulsa jika nomor pengirim masih dalam masa aktif.
- Nomor penerima pulsa juga harus berada dalam masa aktif maupun masa tenggang.
- Penerima pulsa akan bertambah masa aktifnya sesuai nilai transfernya.
Demikian tadi cara transfer pulsa Tri melalui kode USSD maupun aplikasi Bima+, lengkap dengan tarif, saldo minimal, dan ketentuan lainnya.
(row/fay)






