Tag: sun

  • Aleza Rilis 12 Koleksi Raya 2025, Baju Lebaran Terinspirasi 4 Elemen Alam

    Jakarta

    Mendekati Ramadan 2025, brand modest ready-to-wear Aleza memperkenalkan koleksi Lebaran dengan konsep ekshibisi. Aleza memberikan banyak pilihan busana untuk Ramadhan dan Idul Fitri 2025.

    Sarah sebagai creative director Aleza mengatakan koleksi Hari Raya kali ini menyesuaikan dengan karakter wanita yang beragam. Tema ekshibisi koleksi Lebaran 2025 dinamai Raya Lab 2.0 karena para penjahit Aleza yang terus bereksperimen dengan berbagai bahan seperti peneliti yang ada di laboratorium.

    “Konsep Aleza Raya tahun ini membawakan Aleza Raya Laboratory 2. Aku melihat teman-teman desainer berjumlah enam orang yang seperti scientist mencoba berbagai hal mulai dari bahan, bordir hingga finishing lainnya. Mereka juga melaunching produk baru dari situ lah Aleza membuat ide Laboratory dengan warna bold,” jelasnya.


    Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng.Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Sedangkan untuk koleksi Raya 2025, Aleza mengusung tema The Elemental Harmony. Aleza menghadirkan busana yang terinspirasi dari keseimbangan empat elemen alam Sun, Water, Earth, dan Air.

    Koleksi Caelia, Brisa, dan Ether mewakili elemen Air, koleksi Terrane, Viridia, dan Perta terinspirasi dari Earth, koleksi Isla dan Océane mencerminkan Water. Sementara koleksi Solanadan Aurea menggambarkan energi Sun.

    Aleza menggunakan warna green emerald, gold, cream, dan twist fuschia pada koleksi baju Lebaran terbarunya. Sedangkan untuk bahan yang digunakan berdasarkan permintaan dari Aleza Woman, sebutan untuk penyuka koleksi brand lokal ini.

    Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng.Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    “Aleza sangat mendengarkan apa yang Aleza Woman mau, kita sering diskusi dan mitra di seluruh Indonesia. Jadi salah satu dorongan membuat karya itu dorongan ide mereka. Bahannya apa, warna dan cuttingannya akhirnya ada 12 koleksi,” ujarnya.

    Dia menjelaskan untuk Lebaran 2025, Aleza menawarkan dress, tunik, blouse, kemeja lengkap dengan celananya. Ada juga baju koko untuk pria dewasa dan anak.

    “Konsepnya timeless dan bisa dipakai berulang. Kebanyakan produk yang ada di sini bisa untuk berbagai acara,” tambahnya.

    Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng.Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    Dia Demona sebagai pendiri Aleza menuturkan dia dan timnya sengaja menghadirkan 12 koleksi busana Lebaran agar lebih banyak pilihan untuk konsumen. Menurutnya konsumen memiliki selera yang berbeda-beda.

    “Harapannya dengan variasi punya tema yang berbeda ada yang lebih suka soft, agak bold nah ini bisa menjadi pilihan dan mempermudah pelanggan untuk memilih. Menjadi pilihan pertama karena pilihannya banyak,” ungkap Dia.

    Dalam rangka merilis koleksi Lebaran 2025, Alexa menghadirkan Raya Lab 2.0. Pada acara ini, pengunjung bukan hanya bisa melihat dan membeli baju Lebaran Aleza. Ada juga talkshow dan workshop. Mereka yang akan menjadi narasumber dalam talkshow yang digelar yaitu Adi Surantha, Analisa Widyaningrum, dan dr Salma Kyana.

    Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng.Brand Aleza Label memperkenalkan koleksi Raya Lab 2.0 akan berjalan selama 3 hari dari 20 hingga 22 Februari 2025 di Sou Cik Ditiro, Menteng. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Pokoknya Jangan Ngebut Pakai Pajero-Fortuner di Tol kalau Mau Panjang Umur!



    Jakarta

    Dua mobil SUV ladder frame, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, sering digunakan dengan kecepatan tinggi di jalan tol. Padahal, memacu mobil SUV standar di jalan tol dengan kecepatan tinggi memiliki risiko tinggi.

    Praktisi keselamatan berkendara tidak menyarankan penggunaan SUV untuk kebut-kebutan di jalan umum. Apalagi, mobil tersebut sejatinya memang dirancang nyaman. Memacu SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman di jalan tol berisiko buat keselamatan. Tak jarang kecelakaan terjadi akibat memacu mobil hingga kecepatan tinggi di jalan tol. Bahkan, kecelakaan tersebut sampai merenggut nyawa.


    SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

    “Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata praktisi keselamatan berkendara yang juga Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto beberapa waktu lalu.

    Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

    “Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza yang juga menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Diklat Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo).

    Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

    “Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

    “Dengan bobot dan torsi serta konstruksi SUV ini memang idealnya 4WD agar ada penggerak pendorong. Saat limbung dan slip bagian belakang, ada ban depan yang menarik. Ban juga pengaruh karena dia bagian terakhir yang menapak pada permukaan jalan. Bisa dia juga sebagai suspension. Sayangnya di Indonesia 4WD ini masih dianggap barang mewah dengan pajak tinggi padahal ini bicara POV keselamatan,” jelas Reza.

    Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan bahwa mobil-mobil SUV ladder frame seperti Fortuner dan Pajero bukan dirancang kendaraan untuk kebut-kebutan di jalan tol. Sebab, mobil dengan dimensi bongsor tersebut bisa kehilangan kestabilan apabila dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol.

    “Kendaraan-kendaraan yang big SUV rata-rata sasisnya ladder frame, antara sasis dan bodi tidak menyatu atau terpisah. Artinya, bodi mobil pada jenis sasis ini diletakkan di atas sasis lalu disambungkan. Bisa dikatakan secara bentuk lebih jangkung atau tinggi. Sehingga gejala limbung atau bounching yang terjadi lebih besar,” ujar Sony kepada detikOto beberapa waktu lalu.

    Ketika digunakan ngebut di jalan tol, Pajero Sport atau Fortuner kestabilannya mungkin tidak sebaik kendaraan dengan jenis sasis monokok. Kestabilan yang labil di kecepatan tinggi akan mempengaruhi handling. Hal ini bisa berakibat fatal terutama jika pengemudinya tak sigap.

    “Bentuk bodi seperti ini karakternya menangkap angin terutama di kecepatan tinggi. Sekalipun sudah didesain oleh tenaga-tenaga ahli tetap aja ada batas toleransinya,” jelas Sony.

    Ketika memacu SUV bongsor di kecepatan tinggi, seringnya berisiko membuat selip atau bahkan mudah terbalik. Ini bisa diakibatkan oleh terpaan angin dari depan ataupun samping.

    “Kalau bicara ngebut sih bisa, toh power dari mesinnya besar. Dan ada kok balapan mobil SUV di sirkuit. Tapi, itu sudah dimodifikasi ya. Sementara kendaraan-kendaraan standar tersebut didesain hanya untuk jalan raya yang lebih mengedepankan kenyamanan,” sebut Sony.

    Jadi, kalaupun mau kebut-kebutan pakai SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport boleh-boleh saja. Tapi dilakukan di lingkungan tertutup seperti di sirkuit dan dengan memodifikasi komponen tertentu agar lebih stabil.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Belum Terlambat! Ini Cara Ampuh Cegah Hidup ‘Kere’ di Masa Tua


    Jakarta

    Masa tua sering identik dengan penurunan produktivitas, sementara kebutuhan hidup terus berjalan. Karena itu, menyiapkan strategi keuangan sejak dini jadi kunci agar tetap tenang dan mandiri di usia tua.

    Salah satu yang bisa dilakukan adalah berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan profil risiko, mulai dari emas, reksa dana, obligasi, hingga Surat Berharga Negara (SBN). Dengan pemilihan jenis investasi yang tepat, masa depan finansial Anda bisa lebih terjamin.

    1. Emas


    Emas dikenal sebagai aset yang relatif stabil dan tahan terhadap inflasi. Saat terjadi gejolak ekonomi, logam mulia ini justru sering mengalami kenaikan harga karena dianggap sebagai aset lindung nilai. Hal ini membuat emas tetap relevan untuk investasi jangka panjang.

    Kini, investasi emas pun semakin mudah dijangkau. Selain membeli emas fisik, masyarakat juga bisa berinvestasi lewat tabungan emas maupun emas digital dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Fleksibilitas ini menjadikan emas sebagai pilihan populer di kalangan investor.

    2. Reksa Dana

    Reksa dana merupakan instrumen investasi yang praktis dan cocok untuk pemula karena dikelola oleh manajer investasi. Investor cukup menanamkan modal, sementara pengelolaan portofolio akan dilakukan oleh pihak profesional. Modal awal yang dibutuhkan pun relatif kecil, mulai dari Rp100 ribu saja.

    Instrumen ini hadir dalam berbagai jenis, mulai dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, hingga syariah. Dengan variasi tersebut, investor dapat memilih produk yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.

    3. Obligasi

    Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan dengan imbal hasil berupa kupon. Investor akan menerima bunga secara rutin hingga jatuh tempo, sehingga instrumen ini menarik bagi mereka yang mencari pendapatan stabil. Risikonya pun lebih rendah dibandingkan saham.

    Jenis obligasi juga cukup beragam, mulai dari kupon tetap, kupon variabel, hingga zero coupon. Pemerintah bahkan menawarkan produk ritel seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang bisa dibeli masyarakat. Dengan karakteristik tersebut, obligasi menjadi alternatif bagi investor yang ingin keuntungan lebih tinggi dibanding tabungan biasa atau deposito.

    4. SBN

    Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen investasi yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN dan pembangunan nasional. Produk ini mencakup Surat Utang Negara (SUN) serta Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk. Dengan modal mulai Rp1 juta, masyarakat sudah bisa berpartisipasi dalam pembelian seri ritel.

    Keunggulan SBN sendiri terletak pada keamanannya karena pembayaran pokok dan imbal hasil dijamin negara. Tingkat imbalannya juga kompetitif dengan pembayaran rutin setiap bulan. Selain memberi keuntungan, membeli SBN berarti ikut mendukung pembangunan Indonesia.

    Supaya investasi makin cuan, dompet digital DANA menghadirkan promo menarik sepanjang 1-31 Agustus 2025. Ada diskon hingga Rp 80 ribu untuk transaksi emas, reksa dana, obligasi, e-SBN, dan isi saldo DANA+. Tak ketinggalan, ada juga diskon 80% untuk asuransi Xtra Protection yang bisa melindungi seluruh aset investasi.

    Berikut daftar promonya:

    • Beli emas di DANA dapat voucher eMAS sampai Rp80 ribu untuk pembelian kedua.

    • Investasi Reksa Dana di DANA diskon sampai Rp80 ribu.

    • Isi Saldo DANA+ diskon sampai Rp80 ribu.

    • Investasi e-SBN di DANA cashback sampai Rp80 ribu.

    • Investasi obligasi di DANA cashback sampai Rp80 ribu.

    • Beli asuransi Xtra Protection di DANA diskon sampai 80%.

    Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, manfaatkan promo investasi di DANA sekarang juga dan bikin rencana keuanganmu lebih siap untuk masa depan.

    Tonton juga video “Reksadana Jadi Opsi Terbaik Untuk Investor Pemula Di Kondisi Market Saat Ini” di sini:

    (prf/ega)



    Sumber : finance.detik.com

  • Wisata Islandia Makin Hits, Berujung Mau Naikkan Pajak Turis

    Wisata Islandia Makin Hits, Berujung Mau Naikkan Pajak Turis



    Reykjavik

    Islandia mencatat 1,8 juta kunjungan internasional dalam 9 bulan pertama di tahun 2025. Melihat ini, Islandia mau kenakan pajak turis.

    Islandia merupakan salah satu destinasi terbaik untuk melihat Nothern Lights dan midnight sun di musim panasnya. Terkenal sebagai tanah api dan es, negara nordik ini punya wisata alam luar biasa seperti mata air panas geotermal, gletser dan air terjun.

    Dikutip dari Euronews pada Jumat (17/10), data statistik Islandia menunjukkan jumlah wisatawan mancanegara meningkat sebesar 2,2 persen dari tahun 2023 hingga 2024, sementara 12 bulan terakhir hingga September 2025 mengalami lonjakan tambahan sebesar 3,5 persen.


    Dari Januari hingga September tahun ini, Islandia telah menyambut 1,792 juta wisatawan mancanegara, meningkat dari tahun 2024 (1,743 juta) dan lonjakan signifikan dari tahun 2019 (1,597 juta).

    Delapan bulan pertama tahun 2025 juga mencatat jumlah pesanan kamar hotel dan B&B tertinggi sejauh ini, sementara omzet di sektor terkait pariwisata sangat tinggi dari tahun 2023 hingga 2025.

    Ledakan pariwisata ini tetap terlihat meskipun negara ini sempat tutup karena letusan gunung api. Bahkan, makin banyak yang penasaran.

    Menurut European Travel Information and Authorisation System (EITIAS), Islandia memberlakukan kembali pajak akomodasi bagi wisatawan pada 1 Januari 2024, untuk mengurangi dampak lingkungan dari pariwisata.

    Hotel dan wisma kini mengenakan biaya tambahan ISK 600 (Rp 82 ribu) per kamar, sementara perkemahan dan rumah mobil mengenakan setengah harga.

    Terdapat juga pajak sebesar ISK 1.000 (Rp 137 ribu) bagi penumpang kapal pesiar yang singgah di pelabuhan Islandia.

    Jóhann Viðar Ívarsson, seorang analis di Badan Pariwisata Islandia Ferðamálastofa, mengatakan bahwa pajak itu tidak memberikan pemasukan yang besar bagi kas pemerintah. Ia juga mengatakan bahwa hubungan antara perpajakan dan kontribusi terhadap keberlanjutan pariwisata bisa jadi sulit karena pajak tersebut masuk ke dalam anggaran pemerintah secara keseluruhan.

    Ia menambahkan bahwa pemerintah saat ini berencana untuk mengusulkan pajak pariwisata yang jauh lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Penyelidikan Pramugari Eva Air Tewas Diduga Kelelahan Masih Berlanjut

    Penyelidikan Pramugari Eva Air Tewas Diduga Kelelahan Masih Berlanjut


    Jakarta

    Seorang pramugari Eva Air meninggal diduga akibat kelelahan bekerja, dikutip dari Aviation dan BBC. Pramugari bermarga Sun yang berusia 34 tahun tersebut dilaporkan sudah mengeluh sakit, namun tidak bisa istirahat karena manajer kabin memintanya terus bekerja.

    Penyidikan terus berlangsung untuk mengetahui penyebab kematian pramugari yang bergabung dengan Eva Air sejak 2016 ini. Tuntutan diadakannya penyidikan berasal dari Serikat Pramugari Taoyuan yang merasa Eva Air telah melakukan kesalahan sistemik dan melanggar hak pekerja.

    Kematian Sun telah memancing amarah para pekerja, khususnya di industri penerbangan. Selain abai pada kondisi pekerja, staf Eva Air masih menghubungi Sun agar mengirim surat izin cuti. Pesan dari Eva Air ini dibalas pihak keluarga Sun dengan mengirim surat keterangan kematian.


    Laporan Sementara Kronologi Kematian Pramugari Eva Air

    Dikutip dari Focus Taiwan, berikut kronologi sementara kematian Sun

    Rabu (24/9/2025): Sun merasa tidak enak badan dalam perjalanan pulang dari tugasnya di penerbangan BR 95 rute Milan-Taoyuan Taipei (TPE)

    Kamis (25/9/2025): Sun yang sudah mendarat di Bandara Internasional Taoyuan memeriksakan diri pada klinik terdekat lalu pulang ke rumahnya

    Jumat (26/9/2025): Kondisi Sun makin buruk hingga harus menjalani perawatan di Linkou Chang Gung Memorial Hospital

    Rabu (8/10/2025): Kesehatan Sun tidak mengalami perbaikan hingga dirujuk ke China Medical University Hospital di Taichung

    Jumat (10/10/2025): Sun dilaporkan meninggal dunia.

    Selain tidak bisa beristirahat karena sakit, dalam penerbangan 13 jam tersebut Sun tidak bisa melakukan konsultasi media pada layanan yang biasa digunakan maskapai. Selain itu, maskapai tidak mengantar Sun yang sedang sakit menuju klinik.

    Catatan penerbangan Sun selama 6 bulan terakhir sebetulnya tidak menunjukkan keanehan. Sun telah terbang rata-rata 75 jam per bulan, yang masih dalam batas regulasi. Sun telah bergabung selama 19 tahun dan ikut dalam berbagai rute penerbangan, termasuk yang memerlukan waktu hingga belasan jam.

    Menurut laporan media lokal, PYOK, kejadian yang menimpa Sun bukan kecelakaan. Kejadian tersebut adalah konsekuensi sikap abai selama beberapa tahun pada kondisi kesehatan awak kabin dan hak cuti. Dampak sikap abai ini sesungguhnya sudah bisa diprediksi, apalagi tanpa ada perbaikan sistem.

    Sebuah laporan menyatakan Eva Air tidak memiliki sistem cuti yang baik. Hak cuti memengaruhi kinerja, bonus, jadwal dan kru penerbangan lain. Mereka yang cuti seolah menambah beban kolega satu tim, yang seharusnya tak perlu terjadi. Sehingga cuti bisa diambil tiap saat bergantung kebutuhan, setelah berkoordinasi dengan rekan satu tim.

    Sikap Eva Air

    Para pejabat Eva Air menyatakan permintaan maaf atas tragedi yang menimpa Sun. Mereka mengatakan staf tersebut bersalah dan tidak terbiasa dengan tugasnya, sehingga meminta Sun mengirim surat izin cuti.

    Pejabat Eva Air juga mengklaim tidak ada yang salah dengan sistem cuti perusahaan. Menurut mereka, pekerja bisa menggunakan hak tersebut setiap saat bila ada keperluan. Kendati begitu, Eva Air mengatakan akan melakukan penyidikan internal perusahaan.

    (bnl/row)



    Sumber : travel.detik.com