Tag: tekanan

  • 9 Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa, Kenali Sebelum Beli!


    Jakarta

    Ban adalah komponen penting dari kendaraan agar dapat bergerak dengan nyaman. Karena faktor usia dan penggunaan, ban akan menipis dan harus diganti dengan yang baru.

    Di toko, detikers akan diberi pilihan apakah ingin menggunakan ban tubeless atau ban biasa. Sebelum beli, ketahui dulu 9 perbedaan ban tubeless dan ban biasa berikut ini, supaya tidak keliru.

    Perbedaan Ban Tubeless dan Ban Biasa

    Dirangkum dari situs Astra Daihatsu dan Suzuki Aceh, berikut ini perbedaan ban tubeless dan ban biasa, mulai dari bahan baku, komponen, hingga harganya:


    1. Bahan Baku

    Perbedaan ban tubeless dan ban biasa yang pertama adalah dilihat dari bahan baku bannya. Memang kedua jenis ban sama-sama berbahan baku karet.

    Namun pada ban tubeless terdapat lapisan fluid sealant yang mempertahankan kerapatan ban. Fluid sealant berfungsi membuat ban tubeless tidak mudah bocor.

    Sementara ban biasa tidak memiliki lapisan fluid sealant, sehingga membutuhkan ban dalam. Hal inilah yang membuat ban tubeless tidak cepat kehabisan udara jika terkena benda tajam.

    2. Bobot

    Dilihat dari bobot atau beratnya, ban tubeless biasanya lebih berat dari ban biasa. Hal ini disebabkan ban tubeless memiliki desain yang lebih kompleks dan lebih tebal untuk menahan tekanan udara langsung.

    3. Komponen

    Jika dilihat dari komponennya, ban tubeless lebih ringkas karena hanya terdiri dari ban dan velg. Sementara pada ban biasa terdapat beberapa komponen yang harus dipasang, seperti velg, ban dalam, ban luar, flap, dan lock ring.

    4. Daya Tahan

    Daya tahan atau durability juga penting untuk menjadi pertimbangan memilih ban tubeless atau ban biasa. Ban tubeless biasanya cenderung lebih kuat dan kokoh, sehingga cocok untuk melewati berbagai jenis medan jalan.

    Sementara ban biasa dirancang mampu meredam berbagai jenis getaran, karena ban ni mempunyai tambahan bantalan dari dalam.

    5. Tekanan Udara

    Dalam hal pemakaian, pengguna harus memperhatikan tekanan udara ketika mengisi angin. Cek pabrikan ban masing-masing untuk mengetahui besaran tekanan udara yang tepat.

    Namun pada umumnya, tekanan udara ban tubeless berkisar antara 2,2 hingga 2,5 bar. Sedangkan tekanan udara ban biasa berkisar antara 1,8 hingga 2,3 bar

    6. Kenyamanan

    Dalam hal kenyamanan, masing-masing jenis ban memiliki kelebihan dan kekurangan. Ban tubeless lebih terasa enteng saat berkendara, tetapi tidak nyaman dipakai melewati jalanan yang basah dan licin

    Sementara ban biasa mungkin terasa lebih berat, namun ban biasa nyaman dipakai melewati jalanan yang basah dan licin.

    7. Lama Pemakaian

    Lama pemakaian ban bisa berbeda-beda tergantung penggunaannya. Namun ban tubeless cenderung lebih pendek masa pakainya dibandingkan ban biasa.

    Ban tubeless biasanya bisa dipakai hingga sekitar 1,5 tahun, sedangkan ban biasa bisa dipakai sampai 2 tahun

    8. Ketika Ban Bocor

    Hal lain yang membedakan adalah ketika ban bocor. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

    Ban tubeless ketika bocor biasanya lebih mudah penanganannya, karena cukup menutup lubang dengan cairan anti bocor. Namun jika lubangnya cukup parah, maka tidak semua bengkel bisa memperbaikinya.

    Sementara ban biasa akan langsung bocor ketika tertancap benda tajam. Penanganannya adalah dengan menambalnya menggunakan karet perekat. Ada yang cukup ditempel dan di-press, ada juga yang harus dipanaskan.

    Jika tambalan di ban dalam sudah banyak, maka ban dalam harus diganti baru. Bengkel tambal ban biasa dapat ditemukan di banyak tempat.

    9. Harga

    Perbedaan terakhir adalah terkait harga. Ban tubeless biasanya lebih mahal dari ban biasa, karena memiliki desain lebih kompleks dan teknologi lebih modern.

    Sementara ban biasa cenderung lebih murah. Ban dalam dibeli secara terpisah. Ban biasa cocok bagi konsumen yang ingin berhemat.

    Itulah 9 perbedaan ban tubeless dan ban biasa yang wajib detikers ketahui sebelum membeli. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalian bisa membeli sesuai kebutuhan.

    (bai/row)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Penting! Ini 9 Komponen Mobil yang Perlu Dicek sebelum Trabas Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai intens di berbagai daerah. Jalanan licin, genangan air, hingga kabut menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil. Karena itu, sebelum mobil dipakai menembus hujan, penting untuk memastikan semua komponennya dalam kondisi prima agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

    9 Komponen Wajib Dicek Sebelum Terabas Hujan

    Dijelaskan Auto2000, berikut sembilan komponen mobil yang wajib dicek sebelum menghadapi cuaca ekstrem:

    1. Ban Mobil

    Pastikan kondisi ban masih layak pakai dan tekanan udaranya sesuai rekomendasi pabrikan. Ban aus bisa memicu aquaplaning alias kehilangan cengkeraman di jalan basah. “Gejala aquaplaning bisa membuat mobil tergelincir, karena itu penting memastikan kondisi ban prima,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.


    2. Sistem Rem

    Periksa kampas rem dan cairan rem agar daya pengereman tetap optimal di jalan licin. Hindari kebocoran atau endapan kotoran di saluran rem.

    3. Wiper dan Washer

    Pastikan karet wiper tidak getas dan tangki washer terisi penuh agar kaca tetap bersih dan visibilitas terjaga.

    4. Lampu Mobil

    Pastikan semua lampu berfungsi, baik depan maupun belakang, untuk meningkatkan visibilitas saat hujan deras.

    5. Karet Pintu dan Jendela

    Periksa kondisi karet agar air tidak masuk ke dalam kabin. Termasuk karet panoramic roof jika ada.

    6. AC Mobil

    AC yang dingin membantu mencegah embun di kaca depan dan menjaga kenyamanan kabin.

    7. Perlengkapan Darurat

    Senter, dongkrak, kunci roda, dan kotak P3K wajib ada di mobil, termasuk ban serep yang siap pakai.

    8. Sistem Kelistrikan

    Cek aki dan sistem listrik, apalagi saat hujan semua fitur seperti lampu dan wiper bekerja bersamaan.

    9. Kaki-kaki Mobil

    Pastikan shock absorber, bushing, dan sistem kemudi tidak bermasalah agar mobil tetap stabil di jalan licin.

    Sebagai tambahan, pengemudi juga perlu menyiapkan payung, sandal plastik, pakaian ganti, dan air minum di mobil. Kalau tak sempat ke bengkel, servis bisa dilakukan lewat THS – Auto2000 Home Service, yang siap datang ke rumah atau kantor untuk perawatan ringan di musim hujan.

    (lua/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Cara Tutup Kap Mesin Mobil yang Benar: Ditekan atau Dibanting?



    Jakarta

    Ada dua cara yang sering dilakukan saat hendak menutup kap mobil. Ada yang ditekan namun ada juga yang dibanting. Mana yang tepat?

    Menutup kap mesin mobil tak bisa sembarangan. Seringkali menutup kap mesin mobil itu dilakukan dengan cara ditekan atau dibanting. Tapi dari kedua cara itu mana yang tepat ya? Mengutip laman Daihatsu Indonesia, menutup kap mobil sebaiknya tidak dengan cara ditekan.

    Mungkin saat menutup kap mobil dengan cara ditekan terlihat tidak merusak ketimbang dibanting. Namun rupanya cara itu tidak tepat. Menutup kap mobil dengan ditekan justru berisiko membuatnya penyok. Hal tersebut dapat terjadi karena pada kap mesin terdapat bagian yang tidak memiliki struktur yang kuat sehingga apabila terkena tekanan terus menerus maka bagian tersebut akan mudah penyok.


    Menekannya dengan perlahan mungkin saja dilajukan tapi, kemungkinan kap mesin jadi tidak terkunci. Kalau begini, cukup membahayakan karena bisa saja kap mobil tiba-tiba terbuka saat berjalan. Hal tersebut bisa terjadi karena pada kap mesin biasanya terdapat pengait atau engsel untuk mengunci bagian kap mesin ketika kap ditutup. Namun, apabila pemilik mobil kurang melakukan pelumasan pada bagian tersebut, maka pengait tidak dapat berfungsi meski kap mesin sudah ditekan.

    Dengan demikian, cara yang tepat untuk menutup kap mesin mobil adalah dengan cara dibanting. Perlu dicatat, saat membanting jangan terlalu keras, terpenting pengait di kap mesin terkunci. Caranya, kamu bisa memposisikan kap mesin kurang lebih 30 cm di atas. Selanjutnya, lepaskan kap mesin mobil secara perlahan hingga tertutup sempurna.

    Angkat sedikit bagian tengah kap mesin mobil untuk memastikan kap sudah tertutup. Jika belum tertutup, kamu bisa mengangkat kap mesin lebih tinggi lagi. Dengan melepaskan kap mesin mobil dari posisi yang lebih tinggi maka gravitasi yang dihasilkan juga lebih tinggi sehingga dapat menutup kap mesin mobil dengan sempurna.

    Nah itu tadi cara menutup kap mesin mobil dengan tepat. Jangan sampai keliru ya!

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Waspada! Ban Mobil Bisa Pecah Gara-gara Cuaca Panas



    Jakarta

    Puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi terjadi pada Juli dan Agustus 2024. Bagi pengendara mobil disarankan lebih hati-hati. Sebab cuaca panas yang berlebih bisa bikin ban mobil pecah.

    Ya, cuaca panas bisa membuat suhu permukaan jalan meningkat, yang membuat tekanan angin pada ban juga dapat ikut meningkat. Kondisi ini membuat ban berpotensi mengalami overheating, di mana ban bisa memuai, bahkan pecah akibat panas berlebihan. Overheating terjadi karena gesekan antara ban dengan permukaan jalan yang panas terjadi secara terus menerus.

    “Pada dasarnya setiap ban memiliki temperature rating dengan kapasitas menahan panas yang berbeda. Misal, ban dengan temperatur A yaitu grade tertinggi yang dapat menahan panas hingga kecepatan 185 km/jam, sedangkan ban temperatur B bisa tahan panas pada kecepatan 160 km/jam, dan ban temperatur C mampu menahan panas hanya pada kecepatan 135 km/jam. Namun, sebagai pengendara kita tetap perlu melakukan sejumlah antisipasi terhadap musim kemarau, agar ban senantiasa dalam kondisi optimal,” bilang Product Manager dan Regional Sales Hankook Tire Indonesia, Billy Cahyadi, dalam keterangannya.


    Berikut sejumlah tips penting untuk merawat kondisi ban saat cuaca panas:

    1. Pertama, periksa kondisi dan tekanan angin pada ban. Tekanan angin yang sesuai dapat memberikan daya cengkeram maksimal dan kontrol berkendara yang baik, serta mengurangi getaran dan kebisingan dari jalan. Ban yang terlalu kempis dapat mengurangi efisiensi bahan bakar dan meningkatkan risiko pecah ban. Sementara kelebihan tekanan angin dapat mempercepat keausan dan meningkatkan resiko slip. Berikut rekomendasi tekanan angin ban untuk masing-masing jenis kendaraan:

    Mobil MPV: (33-36) Psi

    Mobil City Car: (30-36) Psi

    Mobil Sedan: (30-33) Psi

    Mobil SUV: (35-40) Psi

    2. Kedua, rotasi ban secara berkala untuk memastikan pemakaian merata di semua roda kendaraan. Rotasi ini membantu memperpanjang umur pakai ban dan mengurangi biaya perawatan jangka panjang. Idealnya, lakukan rotasi ban setiap enam bulan atau setiap 10.000 km. Ada sejumlah teknik rotasi ban, mulai dari front wheel drive, yaitu mengganti posisi ban depan secara silang, sedangkan teknik rear wheel drive, yaitu ban belakang pindah ke sisi depan secara silang, sementara all wheel drive, ban depan serta belakang dipindah satu sama lain secara silang.

    3. Ketiga, hindari teknik berkendara yang menyebabkan ban cepat rusak. Pengemudi tidak disarankan melakukan pengereman mendadak dan mengemudi dengan kecepatan tinggi terus menerus dalam waktu lama agar mengurangi risiko overheating yang menyebabkan pecah ban. Disarankan untuk melakukan istirahat (cooling down) secara berkala untuk menurunkan temperatur ban setelah lama bergesekan dengan aspal yang panas. Disarankan istirahat selama setengah jam usai berkendara empat jam berturut-turut, sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.

    4. Keempat, perhatikan muatan yang dibawa. Setiap kendaraan memiliki batas beban maksimal yang direkomendasikan oleh pabrik. Semakin berat beban yang ditanggung ban, semakin besar gesekan ban pada permukaan jalan yang bersuhu tinggi sehingga meningkatkan risiko pecah ban. Usahakan beban terdistribusi merata di seluruh ban, alih-alih terpusat pada satu sisi saja untuk menjaga keamanan dan kinerja ban agar tetap optimal.

    5. Kelima, hindari ‘miss application’. Pastikan ban yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Misalnya, ban yang dirancang untuk jalan aspal tidak seharusnya digunakan di jalan non-aspal. Hal ini dapat mengurangi traksi dan meningkatkan risiko ban ‘spinning’, yang pada akhirnya menyebabkan keausan tidak normal. Begitu juga dengan ban tipe M/T yang dirancang untuk offroad, jika digunakan di jalan aspal atau beton, akan mengalami keausan abnormal. Penggunaan ban yang tidak sesuai ini dapat mengurangi umur serta performa ban secara signifikan.

    (lua/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Penyebab Ban Cepat Botak, Jangan Anggap Sepele Waspada Risikonya!


    Jakarta

    Ban yang cepat botak adalah salah satu masalah umum yang banyak dialami pengendara mobil maupun motor. Meskipun masalah umum, hal ini tidak boleh diabaikan begitu saja.

    Pasalnya, ban botak bisa mempengaruhi keselamatan dan kenyamanan berkendara. Oleh sebab itu, mengetahui penyebab hal tersebut sangatlah penting.

    Penyebab yang Membuat Ban Cepat Botak

    Beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab ban cepat botak, bisa karena dari tekanan angin yang tidak sesuai hingga gaya berkendara yang agresif.


    1. Kurang Angin

    Dikutip dari situs Eastern Shore Toyota, tekanan ban kurang membuat beban yang harus ditanggung ban bertambah. Hal ini juga mengakibatkan luas permukaan ban yang terkena keausan bertambah.

    Kondisi tersebut menyebabkan ban lebih cepat aus dari biasanya. Biasakan juga untuk memeriksa tekanan ban, apalagi saat cuaca berubah.

    Jadi, pastikan untuk memeriksa tekanan ban secara teratur dan mengisinya angin sesuai dengan tingkat yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya.

    2. Kelebihan Beban

    Udara yang ada di dalam ban berperan dalam menopang beban kendaraan. Sama seperti ban yang kekurangan angin, ban yang menahan beban yang jauh lebih besar mengalami tekanan yang lebih tinggi daripada yang dirancang untuknya.

    Menurut laman Bridgestonetire, kekurangan angin dan kelebihan beban bas menyebabkan keausan telapak ban berkurang. Dalam situasi ekstrem, ban juga bisa rusak atau sering disebut sebagai “ban meledak”.

    3. Suka Mengabaikan Perawatan

    Mengabaikan perawatan ban masuk dalam daftar penyebab ban cepat botak. Penting untuk diketahui, bahwa perawatan ban yang tepat akan membantu pengemudi lebih waspada ketika ban mulai aus.

    Jika diabaikan, hal ini bisa meningkatkan risiko mengemudi dengan ban yang kurang angin, tidak seimbang, atau tidak sejajar. Pada akhirnya, hal ini bisa mengakibatkan mengemudi dengan ban gundul.

    4. Kebiasaan Mengemudi yang Buruk

    kebiasaan mengemudi menjadi salah satu penyebab ban cepat botak.

    Kebiasaan buruk tersebut seperti suka menambah atau mengurangi kecepatan, cenderung mengemudi dengan balap, atau berbelok tajam pada kecepatan tinggi.

    Mengemudi secara agresif akan membuat tekanan berlebih pada ban. Hal tersebut bisa menyebabkannya aus lebih cepat.

    Jadi, usahakan untuk mempertahankan kecepatan tetap ketika mengemudi.

    5. Tidak Melakukan Rotasi Ban dengan Baik

    Kegagalan rotasi ban atau tidak melakukan rotasi ban sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya, berisiko membuat ban cepat aus sebelum waktunya. Umumnya, pabrik pembuat ban merekomendasikan rotasi ban setiap 5.000-6.000 mil.

    Rotasi ban berperan dalam mendistribusikan berat kendaraan secara merata, dan mencegah menanggung beban lebih banyak daripada area lainnya.

    Mengabaikan rotasi ban bisa mengakibatkan penerapan gaya yang tidak merata pada ban. Hal ini menyebabkan ban botak sejak dini.

    Selalu pastikan melakukan rotasi ban sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan pabrik pembuat.Tujuaan untuk menjaga performa dan keawetan ban yang optimal.

    6. Salah Pilih Ban

    Memilih ukuran atau jenis ban yang salah termasuk hal yang menyebabkan cepat ban gundul.

    Di beberapa kasus, salah pilih di kendaraan tertentu baik sengaja maupun tidak sengaja bisa menyebabkan keausan ban dini.

    Oleh sebab itu, penting untuk memastikan ban punya ukuran dan jenis yang tepat untuk kendaraan kamu.

    Kalau kamu tidak yakin terkait ukuran atau jenis ban, kamu bisa konsultasikan dengan profesional perbaikan otomotif. Mereka akan bisa membantu kamu memilih ban yang tepat berdasarkan model dan merek kendaraan.

    7. Ban Tidak Sejajar

    Jika ban tidak sejajar akan membuatnya cenderung menarik ke arah yang berbeda (daripada meluncur dengan mulus di jalan).

    Apabila kendaraan terasa seperti tertarik ke satu sisi atau tidak melaju lurus, kemungkinan besar roda kendaraan tidak sejajar.

    8. Ban Tidak Seimbang

    Sering kali, ban dan roda punya area yang agak berat atau ringan. Menyeimbangkan rakitan ban/roda akan melibatkan penggunaan mesin yang memberi tahu teknis dalam menambahkan beban di tempat tertentu.

    Tujuannya agar di semua bagian berat ban/roda sama. Jika keseimbangan ini tidak dilakukan, ban mungkin tidak aus secara merata.

    Bahkan, pengemudi mungkin merasakan getaran saat kecepatan yang lebih tinggi.

    Risiko Ban Botak

    Mengemudi dengan ban gundul atau botak bisa mengakibatkan hilangnya kendali kendaraan. Berikut adalah bahaya atau risiko mengemudi dengan ban botak:

    • Rem yang buruk.
    • Ban botak lebih mudah bocor.
    • Kehilangan kendali dan hydroplaning.

    Utamanya, alasan kenapa ban botak harus diganti adalah untuk memberi keselamatan saat berkendara dan membuat berkendara lebih aman serta nyaman.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 5 Penyebab Aki Mobil Meledak, Pengguna Wajib Hati-hati


    Jakarta

    Aki adalah salah satu komponen yang vital dalam mobil. Saat tidak terawat, aki bisa mengganggu kerja mobil dan berisiko meledak.

    Hal ini disebabkan karena aki adalah salah satu komponen kelistrikan yang menghasilkan energi reaksi kimia dan salah satu outputnya berupa gas hidrogen. Lantas, apa saja penyebab aki mobil meledak?

    5 Penyebab Aki Mobil Meledak

    Aki mobil yang meledak bisa disebabkan adanya sentuhan antar-pelat, kotornya kutub-kutub aki dan kabel motor, hingga tersumbatnya lubang vent plug battery. Begini penjelasannya.


    1. Sentuhan Antar Plat

    Faktor internal yang bisa memicu adanya percikan api adalah sentuhan antar-pelat. Menurut Technical Support Department Head PT GS Battery, Atmahadi Widodo, kepada detikOto, bertambahnya usia pakai aki, serta larutan asam semakin berkurang dan pelat tidak lagi terendam menyebabkan pelat melengkung.

    Sehingga, ketika kunci start diputar, permintaan tenaga listrik yang besar untuk menggerakkan motor start menyebabkan pelat bengkok menjadi lentur. Hal ini kemungkinan akan membuatnya bersentuhan dengan pelat lain, sehingga menimbulkan percikan api.

    2. Kutub-kutub Aki dan Kabel Kotor

    Selain faktor dari dalam, faktor eksternal yang menyebabkan aki mobil meledak saat menyalakan mobil adalah saat kutub-kutub aki dan kabel kotor. Sehingga, kotoran tersebut menghambat jalannya arus listrik dan menyebabkan loncatan bunga api.

    3. Kebiasaan Menjumper yang Kurang Tepat

    Kebiasaan men-jumper yang kurang tepat menjadi salah satu hal riskan membuat aki meledak. Banyak pengendara yang salah kaprah dengan memasang kabel jumper ke aki yang bagus, lalu menyambungkan ke aki yang lemah. Padahal hal ini bisa menyebabkan timbulnya percikan api.

    4. Tersumbatnya Lubang Vent Plug Battery

    Penyebab lainnya yaitu lubang vent plug battery yang tersumbat. Lubang tersebut bertindak sebagai safety valve ketika tekanan dalam aki meningkat karena terbentuk uap air akibat proses hidrolisis saat proses charging berlangsung. Apabila vent plug dalam kondisi yang kotor, maka potensi tersumbatnya vent plug semakin besar.

    5. Aki Dibiarkan Kering

    Banyak yang mempercayai bahwa aki bisa meledak jika dibiarkan kering. Menurut laman Suzuki, pada faktanya hal ini bisa terjadi. Sehingga pengguna mobil harus melakukan pengisian ulang air aki. Namun, jangan sampai melebihi kapasitas yang dianjurkan.

    Tips Mencegah Aki Meledak

    Setelah mengetahui beberapa penyebab aki meledak, ketahui tips pencegahannya. Apa saja?

    1. Cek dan bersihkan aki secara teratur
    2. Biasakan untuk memasang kabel jumper pada aki yang lemah sebelum disambungkan ke aki yang bagus.
    3. Berikan perhatian lebih untuk memeriksa kebocoran elektrolit, korosi konektor, keretakan pada tutup atau kotak aki dan kerenggangan pada komponen aki

    Itulah berbagai penyebab aki mobil meledak dan tips pencegahannya. Perlu diketahui bahwa pemeriksaan secara rutin bisa mempengaruhi usia dan kinerja aki. Semoga informasi ini membantumu.

    (elk/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • 4 Cara Mengatasi Kunci Kontak Motor Tidak Berfungsi, Tak Perlu Panik


    Jakarta

    Ketika kunci kontak motor tiba-tiba tidak berfungsi, hal ini tentu jadi masalah yang merepotkan. Apalagi kalau motor mau dipakai dan buru-buru.

    Jika berfungsi normal, saat kunci diputar di slotnya, satu set pemutar pada kunci kontak dipaksa masuk ke pengaturan tertentu. Hal inilah yang memungkinkan kunci berputar.

    Lalu, bagaimana jika kunci kontak motor tidak bisa diputar? Simak cara mengatasinya di bawah ini.


    Cara Mengatasi Kunci Kontak Motor Tidak Berfungsi

    Dilansir dari laman Wahana Honda, berikut adalah langkah-langkah untuk mengatasi kunci motor yang tidak bisa diputar (tidak berfungsi):

    1. Tekanan Kunci dan Setir

    Tekan kunci motor dan putar setir ke kiri dan kanan. Cara ini dilakukan untuk mencari celah agar kunci bisa bergerak. Jangan lupa untuk putar kunci dengan sekuat tenaga ya.

    2. Lakukan Pelumasan

    Melumasi silinder kunci bisa dilakukan dengan menyemprotnya pakai cairan pembersih kontak elektrik. Ini adalah cara untuk membersihkannya dari partikel kotoran.

    Dilansir laman Fast Keys, berikut adalah cara untuk mengatasi kunci kontak tidak berfungsi:

    • Semprotkan pelumas ke dalam kunci.
    • Bersihkan sisa pelumas yang bocor.
    • Masukkan kunci dan putar.
    • Ketika proses ini dilakukan, putarlah kunci sekuat-kuatnya sambil menggoyangkan setirnya.

    3. Membersihkan Secara Rutin

    Masalah kontak kunci motor tidak berfungsi bisa jadi karena tidak dirawat atau di servis. Oleh karena itu,rawatlah semua komponen motor agar bisa berfungsi dan tahan lama.

    Kamu bisa menyemprotkan denga silicone spray atau cairan, untuk menghindari kemungkinan kunci motor yang tidak bisa diputar.

    4. Ganti Kontak Kunci

    Ketika cara-cara mengatasi kunci kontak di atas tidak berhasil, mungkin masalahnya ada pada kuncinya sendiri yang rusak. Masalah ini bisa diatasi dengan menggantinya.

    Penyebab Kunci Kontak Motor Tidak Berfungsi

    • Ada partikel kotoran yang menumpuk.
    • Ada karat pada bagian kontak kunci.
    • Kunci motor yang bengkok.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • 11 Peringatan Darurat di Mobil, Jangan Tunggu Rusak!



    Jakarta

    Mobil zaman sekarang sudah punya banyak indikator peringatan di dasbor. Beberapa indikator itu menggambarkan peringatan darurat yang harus segera ditangani. Kalau tidak, masalah lebih besar mungkin akan muncul.

    Dirangkum detikOto, setidaknya ada 11 peringatan darurat di mobil yang terindikasi dari lampu indikator di dasbor. Jangan sepelekan jika lampu indikator ini muncul. Apa saja peringatan darurat itu? Berikut informasinya seperti dikutip dari situs resmi Astra.

    Peringatan Temperatur Mesin

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Salah satu peringatan darurat yang harus menjadi perhatian pengemudi adalah indikator temperatur mesin. Jika peringatan darurat suhu mesin itu menyala merah, maka suhu mesin telah mencapai batas normal. Jika indikator ini menyala, cek komponen pendinginan mesin seperti coolant, radiator, atau kipas radiator.


    Peringatan Aki

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Di layar dasbor juga ada gambar baterai atau aki. Jika aki menyala hal ini menandakan bahwa aki mobil mulai aus, putus, soak, atak kabel-kabelnya mengalami korsleting.

    Peringatan Tekanan oli

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Indikator tekanan oli yang menyala menandakan bahwa kurangnya pelumasan oli pada mesin atau kondisi oli yang sudah tidak layak digunakan. Jika indikator ini menyala, pastikan segera mengganti oli mesin.

    Peringatan Rem

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Lampu peringatan rem menyala apabila rem tangan menyala. Namun jika lampu ini menyala terus-menerus padahal rem tangan tidak dalam posisinya, itu berarti terdapat masalah pada sistem pengereman. Biasanya masalahnya ada pada tekanan hidrolik atau cairan rem yang sudah mulai habis.

    Indikator Check Engine

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Peringatan darurat check engine ini menandakan bahwa terdapat masalah pada bagian mesin mobil. Umumnya indikator check engine terjadi ketika beberapa komponen yang mempengaruhi mesin mengalami kerusakan.

    Indikator Power Steering

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Lampu indikator ini menyala apabila terdapat masalah pada bagian power steering mobil. Lampu ini akan mati jika masalah power steering ini teratasi dan reset ECU.

    Indikator Airbag

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Jika indikator airbag menyala, artinya sistem airbag mobil rusak atau dalam kondisi mati. Lampu indikator ini juga menyala karena sistem seat belt yang rusak.
    Cara mematikan lampu indikator ini adalah dengan memeriksa bagian kemudi dan seat belt.Namun jika tidak terjadi masalah, berarti terdapat error pada sistem ECU mobil.

    Indikator Temperatur Transmisi

    Indikator ini menyala apabila temperatur oli transmisi berada di atas normal. Indikator ini kemungkinan akan menyala jika pengemudi menggunakan oli transmisi yang tidak sesuai. Kalau indikator ini menyala, segera ke bengkel terdekat dan kuras oli transmisi lalu menggantinya dengan yang baru.

    Lampu Indikator Tekanan Ban

    Jika lampu indikator ini menyala, itu berarti tekanan ban mobil rendah. Segera cek tekanan ban untuk kenyamanan dan keselamatan.

    Indikator ABS

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Jika menyala, indikator Anti-lock Braking System pada mobil mengalami kerusakan.

    Indikator Lampu Bahan Bakar

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Indikator bahan bakar akan menyala saat sisa bahan bakar menipis. Segera lakukan pengisian bahan bakar saat indikator ini menyala.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Begini Cara Ngerem Motor Matic yang Benar agar Aman di Jalan


    Jakarta

    Mengendarai motor matic tak hanya sekadar menarik gas saja, tetapi juga harus paham bagaimana teknik pengereman yang benar. Sebab, masih ada pengendara motor matic yang salah dalam hal pengereman.

    Perlu diingat, teknik mengerem yang salah berisiko menyebabkan kecelakaan. Apalagi jika detikers melewati jalanan yang menurun, risikonya lebih besar lagi.

    Untuk itu, sebaiknya pahami bagaimana cara mengerem motor matic yang benar. Agar lebih paham, simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Mengerem Motor Matic yang Benar

    Dilansir situs Suzuki, cara mengerem motor matic yang benar adalah dengan menggunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian. Jadi, gunakan rem belakang terlebih dahulu baru kemudian menggunakan rem depan.

    Pengereman menggunakan kedua rem dapat mempercepat proses pengereman sekaligus membuat sepeda motor berhenti lebih stabil. Kombinasi rem depan dan belakang juga membuat tekanan rem terbagi secara merata, sehingga dapat menghindari terjadinya ban belakang terkunci dan mengalami selip. Selain itu, teknik pengereman ini juga membantu mencegah rem yang aus pada salah satu sisi saja.

    Lalu, bagaimana jika motor matic melalui jalanan yang menurun? Cara mengerem yang benar adalah dengan menarik tuas rem depan. Teknik ini dapat menahan daya dorong motor ke depan karena saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan jauh lebih besar. Jadi, dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

    Sedangkan saat melalui jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat komponen rem motor menjadi panas sehingga fungsi rem kurang optimal. Kalau detikers sudah merasakan rem kurang pakem, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

    Kesalahan yang Sering Dilakukan saat Mengerem

    Melakukan pengereman ketika berkendara memang bukanlah hal yang sulit. Namun, jika dilakukan dengan cara yang salah maka berisiko menyebabkan kecelakaan dan kerusakan pada komponen rem.

    Mengutip laman Wahana Honda, berikut kesalahan yang sering dilakukan saat melakukan pengereman:

    1. Hanya Memakai Satu Rem

    Banyak pengendara motor matic yang sering memakai satu rem saja. Biasanya rem belakang lebih sering digunakan daripada rem depan. Padahal, cara ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

    2. Mengerem Secara Mendadak

    Mengerem secara mendadak bisa membuat roda terkunci dan motor jadi tidak stabil. Hal tersebut sangat berisiko menyebabkan kecelakaan.

    3. Kurang Memperhatikan Jarak Pengereman

    Salah satu alasan kenapa banyak pengendara motor yang sering ngerem mendadak karena kurang memperhatikan jarak aman pengereman. Perlu diingat, semakin jauh jarak pengereman maka semakin baik teknik mengerem yang dipakai.

    Sebab, jarak pengereman yang aman dapat menyisakan ruang lebih untuk berhenti secara perlahan. Kalau jarak pengereman terlalu dekat bisa menyebabkan rem mendadak hingga menimbulkan kecelakan beruntun.

    Demikian penjelasan mengenai cara mengerem motor matic yang benar agar aman di jalan. Semoga dapat bermanfaat.

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Biang Kerok Mobil Boros Bahan Bakar


    Jakarta

    Ada beberapa hal yang membuat konsumsi bensin di mobil kamu boros. Ketahui penyebabnya supaya tak terjadi di mobil kamu.

    Ada sejumlah hal yang tak disadari bisa bikin mobil jadi boros bahan bakar. Terkadang, hal itu juga disebabkan oleh kelalaian para pemilik mobil dalam perawatan kendaraannya.


    Kalau konsumsi bahan bakar boros, alhasil pengeluaran untuk isi BBM pun jadi lebih banyak. Biaya operasional kendaraan pun ikut membengkak. Supaya hal itu tak terjadi, ketahui penyebab mobil boros bahan bakar supaya kamu bisa mencegahnya.

    Penyebab Mobil Boros Bahan Bakar

    Berikut ini, penyebab mobil boros bahan bakar dikutip dari laman Auto2000.

    1. Ban Kurang Angin

    Terlihatnya sepele namun ban yang kurang angin bisa membuat konsumsi bahan bakar boros. Ban yang kekurangan angin membuat mesin harus bekerja lebih keras untuk terus berjalan. Saat mesin bekerja lebih keras, artinya membuat konsumsi bahan bakar lebih banyak. Untuk itu, pastikan tekanan angin ban sesuai dengan anjuran pabrikan. Untuk mengetahuinya, kamu bisa mengecek stiker yang tertempel di dekat pilar pengemudi atau melihat pada buku panduan manual.

    2. Tidak Ganti Oli

    Oli pada kendaraan harus diganti secara berkala. Hal ini dilakukan untuk menunjang kinerja pada mobil. Oli yang terlalu lama tidak diganti bisa berpotensi merusak kendaraan dan juga membuat konsumsi bahan bakar lebih boros. Oli yang lama tak diganti biasanya mengandung banyak kotoran sehingga memicu kerusakan mesin. Padahal oli memegang peranan penting untuk menghindari gesekan komponen pada mesin.

    3. Penggunaan Bahan Bakar Tak Sesuai Anjuran

    Setiap kendaraan punya spesifikasinya tersendiri. Untuk itu, bahan bakar yang digunakan juga berbeda. Pastikan kamu menggunakan bahan bakar yang sesuai untuk menunjang performa mesin. Pasalnya, bila bahan bakar yang digunakan tak sesuai seperti kandungan oktan yang lebih rendah, tarikan kendaraan akan lebih berat. Alhasil konsumsi bahan bakar akan lebih banyak dari biasanya.

    4. Filter Udara Kotor

    Filter udara yang kotor dapat menyebabkan masalah pada konsumsi bahan bakar. Saat sistem filter udara itu tersumbat debu atau kotoran, aliran udara ke mesin akan terhambat. Mesin yang kekurangan udara bersih itu akan bekerja lebih keras untuk membakar bahan bakar sehingga memicu konsumsi bahan bakar meningkat.

    5. Berkendara Agresif

    Seringkali tak disadari kebiasaan berkendara agresif memicu konsumsi bahan bakar jadi lebih boros. Kebiasaan mengemudi yang kerap berakselerasi dan mendadak ngerem, menghantam polisi tidur, dan tindakan agresif berkendara lainnya bisa membuat konsumsi bahan bakar tidak efisien.

    Ketika mobil menghantam polisi tidur misalnya, beberapa komponen yang harusnya meredam getaran tak terlalu berat bila mengemudikan dengan pelan, maka dengan berkendara agresif, tugas kaki-kaki jadi lebih berat. Ini memicu lebih banyak bensin yang dikonsumsi untuk masuk ke ruang bakar.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com