Tag: tekanan darah

  • 9 Manfaat Bawang Putih Bagi Kesehatan, Bantu Turunkan Kolesterol Hingga Detoks


    Jakarta

    Bawang putih merupakan salah satu bumbu dapur yang biasa digunakan dalam berbagai masakan di seluruh dunia. Tapi tahukah detikers, ternyata bawang putih punya banyak manfaat lho bagi kesehatan?

    Sejumlah penelitian dan studi menunjukkan bahwa bawang putih terbukti memiliki efek yang berkhasiat bagi kesehatan. Manfaat bawang putih ini tentunya tidak lepas dari beragam senyawa dan nutrisi yang dikandungnya.

    Penasaran dengan khasiat bawang putih? Cari tahu berbagai manfaatnya pada uraian berikut.


    Kandungan Bawang Putih

    Dilansir laman Healthline, bawang putih disebutkan punya kalori yang rendah, tinggi vitamin C dan B6, serta mangan. Bawang ini juga menjadi sumber yang baik bagi nutrisi seperti selenium dan serat.

    Untuk satu siung bawang putih berukuran 3 gr diperkirakan mengandung 4,5 kalori, 0,2 gr protein, dan 1 gr karbohidrat. Tak hanya itu, bawang putih mengandung pula sejumlah kecil nutrisi lainnya.

    Manfaat Bawang Putih

    Bawang putih dikatakan punya segudang manfaat bagi kesehatan, berikut beberapa di antaranya:

    1. Menurunkan Tekanan Darah

    Penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebabkan lebih banyak angka kematian dibanding masalah kesehatan lain. Adapun tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah faktor pemicunya.

    Studi meta-analisis tahun 2020 menunjukkan bahwa suplemen bawang putih bisa menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Ini dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 16-40%.

    Tinjauan di tahun 2019 juga mencatat bahwa senyawa allicin yang dikandung bawang ini dapat membatasi produksi hormon yang meningkatkan tekanan darah yaitu angiotensin II. Tak hanya itu, pembuluh darah dapat pula mengendur dengan mengkonsumsi bawang putih sehingga darah mampu mengalir lebih mudah.

    2. Sebagai Obat Berbagai Penyakit

    Sejak peradaban kuno, bawang putih telah dimanfaatkan orang banyak untuk kesehatan dengan manfaatnya sebagai obat bermacam-macam penyakit. Ada bukti yang mencatat bahwa bawang putih digunakan sebagai obat oleh orang Mesir, Yunani, Cina, hingga India.

    Sebagian besar manfaat bawang putih untuk obat bagi kesehatan dihasilkan dari pembentukan senyawa sulfur ketika memotong, menghancurkan, dan mengunyahnya. Senyawa yang paling dikenal, yaitu allicin, diallyl disulfida, dan s-allyl sistein.

    Ketika sejumlah senyawa ini masuk ke dalam tubuh, kemudian ia akan menyebar ke seluruh tubuh dan memberikan efek kesehatan yang baik.

    3. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

    Hasil dari penelitian di tahun 2016 menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih yang sudah tua (AGE) bisa bantu menaikkan sistem imun tubuh.

    Ini dibuktikan oleh orang yang mengkonsumsi suplemen AGE selama 3 bulan saat musim pilek dan flu sedang melanda, dan ditemukan bahwa mereka tidak mengalami gejala yang begitu parah.

    Selain meningkatkan imun, penelitian lain mengungkap kalau senyawa dalam bawang putih mungkin bersifat antivirus.

    4. Bantu Cegah Penurunan Kognitif

    Proses penurunan kognitif dan penuaan dapat disebabkan oleh kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Disebutkan bahwa bawang putih mengandung antioksidan yang dukung perlindungan tubuh terhadap kerusakan oksidatif ini.

    Hasil penelitian menemukan bahwa antioksidan dalam bawang putih secara signifikan dapat mengurangi stres oksidatif dan menurunkan risiko penyakit terkait, seperti Alzheimer dan demensia.

    Penelitian lain pada hewan juga menunjukkan senyawa allicin bisa bantu melindungi dari penurunan kognitif. Penelitian pada manusia diperlukan untuk memahami lebih lanjut perihal satu ini.

    5. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat

    Penelitian di tahun 2018 menunjukkan bawang putih bisa menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Selain itu, suplemen bawang putih yang dikonsumsi selama lebih dari 2 bulan juga dapat menurunkan LDL hingga 10% menurut penelitian di tahun 2016. Adapun bawang ini tidak memberikan efek pada kadar kolesterol baik (HDL).

    6. Bantu Detoks Tubuh

    Senyawa sulfur dalam bawang putih seperti allicin disebut bisa mengurangi kadar timbal dalam darah dan melindungi organ-organ vital dari kerusakan akibat toksisitas logam berat.

    Studi tahun 2022 melibatkan karyawan di pabrik baterai mobil yang terpapar timbal berlebih. Hasilnya menemukan bahwa bawang putih mengurangi kadar timbal dalam darah sebesar 19%. Beberapa gejala terkait termasuk sakit kepala dan tekanan darah tinggi juga dapat dikurangi dengan konsumsi bawang putih.

    7. Meningkatkan Performa Atletik

    Peradaban kuno memanfaatkan bawang putih untuk mengurangi kelelahan dan meningkatkan performa tubuh para atlet. Penelitian pada hewan benar menunjukkan bawang ini bisa bantu menaikkan kinerja tubuh. Meski begitu, hanya ada sedikit penelitian yang terbukti pada manusia.

    Sebuah penelitian mencatat bahwa bawang putih tidak meningkatkan performa atlet pesepeda. Namun, bawang ini mungkin bisa mengurangi stres oksidatif yang berhubungan dengan olahraga dan kerusakan otot.

    8. Menjaga Kesehatan Tulang

    Hasil uji klinis pada 2017 menemukan bawang putih dapat menurunkan tingkat stres oksidatif yang menyebabkan osteoporosis. Tak hanya itu, studi di tahun 2018 juga menunjukkan bahwa konsumsi suplemen bawang putih selama 12 minggu dapat bantu mengurangi rasa sakit di osteoartritis lutut dan obesitas pada wanita.

    9. Dorong Hidup Lebih Lama

    Mengingat khasiatnya yang dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol jahat, hingga meningkatkan sistem imun tubuh, bawang putih bisa dibilang mampu dorong hidup lebih lama.

    Sebuah penelitian tahun 2019 di Cina menjelaskan bahwa orang tua dewasa yang mengkonsumsi bawang putih setidaknya setiap minggu dapat hidup lebih alam dibandingkan mereka yang sama sekali tidak konsumsi bawang ini dalam kurun waktu seminggu.

    Selain itu, telah dipaparkan bahwa bawang putih juga bisa menurunkan risiko terkena penyakit yang jadi penyebab umum kematian, seperti serangan jantung dan stroke. Demikian bawang putih memungkinkan untuk dorong hidup menjadi lebih lama.

    Itu dia beberapa manfaat bawang putih bagi kesehatan. So, apakah detikers suka mengkonsumsi bawang putih baik mentah, matang, atau yang dicampur dalam masakan?

    (fds/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Menu Sarapan yang Berkhasiat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi


    Jakarta

    Tekanan darah tinggi berbahaya karena menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke. Namun, kamu bisa mencegahnya dengan mengonsumsi 5 menu sarapan berikut.

    Hipertensi merupakan kondisi ketika seseorang memiliki tekanan darah pada nilai 140/90 mmHg atau lebih tinggi. Umumnya, hipertensi tidak menunjukkan gejala atau keluhan tertentu, tetapi bisa membahayakan. Oleh karena itu, penyakit ini disebut ‘The silent killer’

    Namun, bagi sebagian orang, hipertensi menunjukkan gejala seperti sakit kepala, pusing, jantung berdebar, gelisah, hingga penglihatan kabur.


    Kondisi kesehatan ini perlu diperhatikan. Penyebab utamanya karena pola makan, terutama makanan yang mengandung banyak garam. Karenanya, penting untuk menjaga pola makan, terutama dengan memfokuskan diri pada makanan tertentu yang dapat membantu menurunkannya.

    Untuk membantu menurunkan tekanan darah di pagi hari, coba konsumsi 5 menu sarapan ini. Berikut daftarnya, seperti dilansir dari getsurrey.co.uk (17/11/2024).

    1. Alpukat

    Alpukatasam lemak esensial dan vitamin E di dalamnya bisa menurunkan tekanan darah. Foto: Getty Images/ASMR

    Menjadi pilihan sarapan populer, alpukat juga baik untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi.

    Di dalamnya terkandung lemak tak jenuh tunggal, asam lemak esensial, vitamin E yang berkontribusi dalam menurunkan tekanan darah tinggi.

    Menurut studi tahun 2022 yang diterbitkan oleh British Journal of nutrition, konsumsi lima atau lebih porsi alpukat dalam seminggu mampu mengurangi tekanan darah sebanyak 17 persen.

    2. Teh hijau

    teh hijauTeh hijau mengandung sejumlah manfaat termasuk menurunkan tekanan darah. Foto: Getty Images/kuppa_rock

    Teh hijau juga terkenal dengan segudang manfaat sehatnya, termasuk membantu menurunkan tekanan darah.

    Melalui ulasan komprehensif yang hadir dalam The Nutrition, Metabolism, and Cardiovascular Diseases menunjukkan bahwa konsumsi lima hingga enam gelas teh hijau sehari-hari dapat mengakibatkan penurunan tekanan darah sistolik, kolesterol total, dan kolesterol lipoprotein densitas rendah (kolesterol jahat).

    3. Apel

    Menurut sebuah penelitian di Australia, makan apel dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, para ahli di klinik Cleveland menekankan pentingnya memakan kulit apel sekaligus untuk mendapat semua manfaat kesehatan.

    Para ahli dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa antioksidan di dalam kulit apel dapat memperlancar aliran darah. Kandungan serat di dalamnya juga berperan baik.

    Menu sarapan lain yang baik untuk turunkan tekanan darah tinggi ada di halaman selanjutnya!

    4. Pisang

    kreasi wine pisang yang unikBisa juga sarapan buah pisang yang mengandung potassium. Foto: BBC/Anne Okumu / iStock

    Pisang juga bisa dinikmati sehari-hari, terutama saat sarapan. Sebab, di dalamnya terkandung potasium tinggi yang baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi.

    Dalam satu buah pisang berukuran sedang juga disebut mengandung 422 miligram potasium. Kandungan potasium mampu mengurangi efek sodium dan ketegangan di dinding pembuluh darah yang membantu menstabilkan tekanan darah.

    Kandungan kalium di dalamnya juga bisa membantu sekresi natrium dan air dalam darah. Pasalnya, kelebihan natrium dalam tubuh dapat memicu peningkatan volume tekanan darah. Kadar natrium yang terjaga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

    5. Brokoli

    brokoliKonsumsi brokoli baik untuk penderita hipertensi. Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave

    Brokoli juga menjadi salah satu sayuran yang baik dikonsumsi penderita hipertensi.

    Menurut studi dari jurnal BMC Medicine (2024), sayuran ini mengandung glukosinolat yang dapat mengurangi tekanan darah. Kandungan antioksidan berupa flavonoid di dalamnya juga dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dan mengoptimalkan kadar oksida nitrat di dalam tubuh.

    Kandungan mineral, seperti kalium, kalsium, dan magnesium di dalamnya juga dapat meminimalkan kerusakan pada arteri. Brokoli dapat diolah sebagai tumisan hingga sekadar direbus untuk pilihan sarapan bernutrisi.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Ini 6 Sayuran Penurun Tekanan Darah Tinggi yang Bagus Dikonsumsi Rutin

    Ini 6 Sayuran Penurun Tekanan Darah Tinggi yang Bagus Dikonsumsi Rutin


    Jakarta

    Kondisi tekanan darah tinggi atau hipertensi tak boleh disepelekan. Penderitanya perlu memperhatikan pola makan. Coba konsumsi rutin sayuran yang bermanfaat sebagai penurun tekanan darah tinggi ini.

    Selain membatasi konsumsi garam, penderita tekanan darah tinggi perlu menerapkan pola makan sehat secara keseluruhan. Penyakit ini tak boleh dianggap enteng.

    Penyakit darah tinggi alias hipertensi mempertinggi risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Penting untuk menjaga kestabilan tekanan darah lewat pengobatan, perubahan pola makan, dan modifikasi gaya hidup.


    Riset menunjukkan bahwa makanan tertentu termasuk sayuran dapat menurunkan tekanan darah secara alami. Sebaiknya Anda memasukkan beberapa jenis sayuran berikut ke dalam diet harian guna menurunkan tekanan darah.

    1. Bit

    Red Beetroot with herbage green leaves on wooden backgroundIlustrasi buah bit. Foto: iStock

    Bit berasal dari keluarga Amaranthaceae-Chenopodiaceae sehingga masih satu keluarga dengan lobak dan sayuran berakar lain. Warnanya merah segar dan bisa diolah sebagai jus atau campuran salad.

    Melansir dari Medical News Today, tinjauan sistematis pada 2022 menemukan, nitrat pada jus bit mampu menurunkan tekanan darah sistolik pada orang dengan hipertensi.

    2. Labu siam

    Labu siam juga jadi salah satu sayur penurun darah tinggi. Riset yang diterbitkan Atlantis Press pada 2020 menemukan, konsumsi labu siam dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 30 mmHg dan diastolik 10 mmHg pada lansia.

    Labu siam juga dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu usai melahirkan.

    3. Basil

    Daun basil kerap digunakan untuk menambah citarasa dan aroma pada makanan. Menurut riset, daun sweet basil mengandung eugenol tinggi sehingga membawa sejumlah manfaat kesehatan, termasuk menurunkan tekanan darah.

    Eugenol bertindak sebagai penghambat saluran kalsium alami. Saat pergerakan kalsium ke jantung dan sel arteri dicegah, pembuluh darah jadi rileks dan tekanan darah menurun.

    4. Seledri

    Tingkatkan Gairah Seksual, Konsumsi Seledri Secara RutinSeledr. Foto: Getty Images/iStockphoto/Napadon Srisawang

    Seledri banyak digunakan sebagai campuran masakan berkuah berkat aromanya yang khas. Rupanya, sayur satu ini dapat membantu menurunkan tekanan darah terutama bagian bijinya.

    Menurut salah satu penelitian, ekstrak biji seledri dapat menurunkan tekanan darah pada tikus. Studi melihat ada penurunan tekanan darah pada tikus yang hipertensi.

    Makanan untuk menurunkan tekanan darah ada di halaman berikutnya.

    5. Bayam

    BayamBayam Foto: Getty Images/PoppyB

    Sayuran hijau wajib masuk dalam diet harian sebab mampu menjaga kestabilan tekanan darah. Riset pada 2021 menyarankan konsumsi setidaknya 75 gram (g) sayuran hijau setiap hari untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

    Contoh sayuran hijau di antaranya bayam, kale, kubis, collard green, mustard green, juga Swiss chard.

    6. Parsley

    Parsley termasuk sayur penurun darah tinggi. Meski populer digunakan dalam masakan Amerika, Eropa, dan Timur Tengah, tak ada salahnya memasukkan sayur ini ke dalam menu harian.

    Parsley mengandung beberapa antioksidan, termasuk vitamin C dan karotenoid. Sejumlah riset telah membuktikan karotenoid mampu mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol darah. Keduanya jadi faktor risiko penyakit jantung.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “6 Sayur Penurun Darah Tinggi, Konsumsi Rutin dan Rasakan Manfaatnya”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Fungsi Organ Ginjal yang Vital bagi Tubuh dan Cara Menjaganya

    10 Fungsi Organ Ginjal yang Vital bagi Tubuh dan Cara Menjaganya



    Jakarta

    Fungsi organ ginjal sangat vital bagi tubuh manusia. Tanpa peran ginjal, hampir seluruh kinerja organ dalam tubuh otomatis terganggu. Apa saja fungsi tersebut?

    Meski ginjal dikenal sebagai organ kecil seperti bentuk kacang, tapi ginjal bekerja tanpa henti menyaring darah, menjaga cairan tetap seimbang, hingga mendukung kesehatan tulang. Setiap hari, organ ginjal menyaring sekitar 200 liter darah.

    Hasilnya, racun berbahaya dapat dikeluarkan. Sementara zat penting tetap dipertahankan dan diserap tubuh dengan optimal. Fungsi ini membuat ginjal disebut sebagai “filter alami” bagi tubuh.


    Sayangnya, banyak orang baru menyadari pentingnya fungsi organ ginjal ketika sudah muncul penyakit. Untuk memahami fungsi utama ginjal, berikut penjelasan dan cara menjaganya tetap sehat.

    Daftar 10 Fungsi Organ Ginjal

    Dilansir dari situs resmi National Library of Medicine (NIH), ginjal memiliki peran penting sebagai berikut:

    1. Menyaring darah dari zat sisa metabolisme

    Fungsi organ ginjal yang paling dikenal adalah menyaring racun, urea, kreatinin, dan sisa metabolisme lain. Semua limbah itu dibuang melalui urin.

    2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh

    Ginjal akan menahan air saat tubuh kekurangan cairan, dan membuang kelebihan cairan saat tubuh berlebih. Fungsi organ ginjal ini penting untuk menjaga kestabilan cairan dalam tubuh.

    3. Mengatur kadar elektrolit

    Natrium, kalium, kalsium, hingga magnesium tetap seimbang berkat kerja ginjal. Gangguan fungsi ini bisa memicu masalah saraf dan otot.

    4. Mengatur keseimbangan asam-basa darah

    Ginjal menjaga pH darah tetap normal (7,35-7,45) dengan membuang ion hidrogen (H⁺) saat darah terlalu asam dan menyerap bikarbonat.

    5. Menghasilkan hormon eritropoietin (EPO)

    Fungsi organ ginjal juga meliputi produksi hormon yang merangsang pembentukan sel darah merah. Jika terganggu, tubuh dapat mengalami anemia.

    6. Menghasilkan renin untuk tekanan darah

    Renin dari ginjal memicu sistem RAAS yang berfungsi mengatur tekanan darah dan volume cairan tubuh.

    7. Mengaktifkan vitamin D

    Ginjal mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif (calcitriol) untuk membantu penyerapan kalsium dan menjaga kesehatan tulang.

    8. Membuang zat asing dari tubuh

    Obat-obatan, racun, dan metabolit berbahaya bisa dikeluarkan berkat fungsi organ ginjal ini.

    9. Mendukung fungsi saraf dan otot

    Dengan menjaga elektrolit tetap seimbang, ginjal memastikan kontraksi otot dan impuls saraf berjalan normal.

    10. Mengatur volume darah dan tekanan osmotik

    Fungsi organ ginjal juga terkait langsung dengan stabilitas tekanan darah melalui pengaturan air dan natrium.

    Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

    Dikutip dari National Kidney Foundation, ada tujuh aturan penting dalam menjaga fungsi organ ginjal, yaitu:

    1. Rutin periksa kesehatan dengan tes urine (ACR) dan tes darah (GFR).
    2. Kendalikan tekanan darah dengan diet rendah garam, olahraga, dan obat bila diperlukan.
    3. Kelola gula darah terutama bagi penderita diabetes untuk mencegah kerusakan ginjal.
    4. Terapkan pola makan sehat seperti diet Mediterania atau DASH.
    5. Rajin olahraga agar berat badan ideal, tekanan darah, dan kolesterol tetap stabil.
    6. Berhenti merokok karena rokok mempercepat kerusakan fungsi ginjal.
    7. Batasi penggunaan obat pereda nyeri golongan NSAID yang bisa membahayakan ginjal.

    Itulah penjelasan mengenai fungsi ginjal dan cara menjaganya agar tetap sehat. Semoga bermanfaat detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Suka Makan Pedas? Ternyata Ini Dampaknya untuk Jantung

    Suka Makan Pedas? Ternyata Ini Dampaknya untuk Jantung


    Jakarta

    Sensasi pedas diklaim bikin makanan terasa makin lezat dan menggugah selera. Selain itu makanan pedas juga ternyata bagus untuk kesehatan jantung.

    Makanan pedas kembali menjadi sorotan setelah sebuah penelitian terbaru dari Provinsi Sichuan, China, menemukan kaitan antara konsumsi cabai dengan kesehatan jantung.

    Analisis terhadap 54.859 orang dewasa menunjukkanpartisipanyang rutin mengonsumsi makanan pedas 6-7 kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung iskemik yang disebabkan aliran darah ke jantung berkurang akibat penyumbatan. Begitu pula dengan resiko penyakit serebrovaskular hingga stroke iskemik yang berkurang dari konsumsi cabai.


    Dilansir dari Earth (11/09/2025), kandungan utama dalam cabai, yaitu capsaicin, menjadi sumber khasiatnya. Senyawa tersebut tidak hanya memberi sensasi pedas di lidah, tetapi juga merangsang produksi alami nitrogen monoksida di dalam tubuh.

    Beberapa cabai merah besar digenggam dua tanganBeberapa cabai merah besar digenggam dua tangan Foto: pvproductions/Freepik

    Nitrogen monoksida (nitric oxide) membantu merelaksasi pembuluh darah, melancarkan aliran darah, serta menurunkan tekanan darah. Dalam jangka panjang, hal ini mendukung kesehatan dinding arteri, menjaga kelenturannya, dan meringankan beban kerja jantung.

    Penelitian ini memperkuat temuan sebelumnya. Studi di China tahun 2004-2013 menemukan bahwa konsumsi cabai enam hingga tujuh kali per minggu menurunkan risiko kematian sebesar 14%.

    Sementara itu, riset di Italia mengungkap bahwa orang yang makan cabai lebih dari empat kali seminggu memiliki angka kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah, bahkan ketika pola makan mereka tidak mengikuti diet Mediterania.

    Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa konsumsi cabai bukanlah obat mujarab untuk mencegah penyakit jantung. Hasil ini bersifat observasional, sehingga tidak bisa memastikan hubungan sebab-akibat secara mutlak. Namun, konsistensi temuan di berbagai negara menunjukkan adanya manfaat nyata dari cabai yang layak dipertimbangkan.

    Makanan pedasMakanan pedas Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

    Dalam praktik sehari-hari, efek positif tersebut lebih terlihat pada konsumsi cabai dengan tingkat kepedasan ringan hingga sedang, bukan pada pola pedas ekstrem.

    Penggunaan cabai sebagai bumbu dalam masakan rumahan dinilai cukup untuk memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko, selama dikonsumsi sesuai toleransi tubuh dan tentunya tidak berlebihan.

    Para ahli menilai langkah berikutnya adalah meneliti lebih jauh bagaimana capsaicin mempengaruhi tekanan darah, kolesterol, serta fungsi pembuluh darah manusia dalam jangka panjang.

    Jika tubuh Anda nyaman dan terbiasa dengan makanan pedas, menjadikannya bagian dari pola makan teratur tampaknya bisa memberikan keuntungan bagi kesehatan jantung dan otak.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Terungkap Minuman yang Manfaatnya Dahsyat, Turunkan Kolesterol-Tekanan Darah Tinggi

    Terungkap Minuman yang Manfaatnya Dahsyat, Turunkan Kolesterol-Tekanan Darah Tinggi

    Jakarta

    Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum teh dapat melindungi jantung, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol. Bahkan, bisa menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

    Seorang ilmuwan teh dari Tea Advisory Panel, Dr Tim Bond mengatakan manfaat teh bagi jantung telah diketahui selama bertahun-tahun. Dan penelitian ilmiah terbaru telah mengonfirmasi betapa sehatnya teh bagi jantung.

    “Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition menyoroti alasan manfaat teh bagi jantung, menyoroti kandungan polifenolnya yang kaya, dan menekankan manfaat nyata dari minum teh setiap hari untuk menjaga jantung kita dalam kondisi prima,” beber Dr Bond, dikutip dari Mirror UK.


    “Senyawa polifenol spesifik, flavan-3-ol, dapat menjelaskan mengapa teh memiliki efek menguntungkan pada tekanan darah, kesehatan jantung, risiko stroke, dan diabetes tipe 2. Faktanya, senyawa flavonoid ini dapat mengurangi risiko penyakit kronis hingga seperlima (19 persen) dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 13 persen,” lanjutnya.

    Menurut Dr Bond, sebagian besar flavonoid dalam pola makan masyarakat Inggris berasal dari teh hitam. Orang yang meminumnya mendapatkan 698 mg per hari, dibandingkan dengan orang yang tidak minum teh yang hanya mendapatkan 33 mg per hari.

    Faktanya, manfaat yang disarankan dari senyawa-senyawa ini sedemikian rupa sehingga American Society for Nutrition telah mengusulkan pedoman bioaktif diet pertama. Mereka merekomendasikan asupan 400-600 mg/hari flavan-3-ol untuk meningkatkan kesehatan kardiometabolik. Itu setara dengan sekitar empat cangkir teh sehari.

    Manfaat Minum Teh

    “Hal ini menegaskan manfaat teh terhadap tekanan darah, dengan manfaat penurunan tekanan darah terlihat dengan mengonsumsi teh antara satu hingga empat cangkir setiap hari. Konsumsi teh jangka panjang terbukti bermanfaat bagi fungsi pembuluh darah, yang kemungkinan membantu menjelaskan dampaknya terhadap tekanan darah,” terang Dr Bond.

    “Teh hitam terbukti memiliki manfaat khusus dalam menurunkan tekanan darah ketika faktor risiko jantung lainnya seperti homosistein tinggi. Para penulis dalam studi Frontiers mengatakan bahwa kandungan flavonoid dalam teh hitam tampaknya juga bertanggung jawab atas dampak penurunan kolesterol teh, dengan kandungan flavonoid yang tinggi dalam teh hitam dikaitkan dengan efek penurunan kolesterol ini.”

    Studi ini juga menemukan bahwa teh meningkatkan kadar glukosa darah dan cara tubuh mengelola insulin, yang vital dalam diabetes dan pre-diabetes. Selain itu, mengingat diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung, teh dapat membantu mengatur glukosa darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.

    Dr Bond menegaskan faktanya, makalah ini mencatat bahwa satu cangkir teh tambahan setiap hari dapat mengurangi risiko kematian terkait kardiovaskular, penyakit apapun yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah sebesar 4 persen.

    “Kita ‘kehilangan sesuatu’ dalam hal cara sederhana dan harian ini untuk melindungi jantung kita. Kita sebaiknya mengonsumsi 3-4 cangkir teh sehari, yang akan memberi kita 400-600 mg polifenol flavan-3-ol setiap hari yang meredam peradangan dan stres dalam tubuh kita, termasuk jantung dan pembuluh darah,” pungkasnya.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com