Tag: tewas

  • Pelajaran dari Lamborghini Tabrak Pemulung sampai Tewas



    Jakarta

    Sebuah supercar Lamborghini Huracan STO menabrak pejalan kaki hingga tewas. Ini pelajaran penting dari kecelakaan maut tersebut agar tak terulang lagi.

    Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Utara Kompol Edy Purwanto menjelaskan peristiwa itu terjadi di Jalan Pluit Selatan Raya, Penjaringan, Jakut, pada dini hari kemarin pukul 00.30 WIB. Kecelakaan itu terjadi pada ruas jalan mengarah ke timur, tepatnya di seberang Perwata Tower.

    “Awalnya sedan sport Lamborghini Huracan B-4-JAJ pengemudi Saudara RK melaju dari arah barat ke arah timur tepatnya di seberang Perwata Tower menabrak pejalan kaki Mr X yang berjalan,” kata Kompol Edy dalam keterangannya, Senin (19/8/2024).


    Dalam video, terlihat mobil sedan mewah yang terlibat kecelakaan berwarna putih. Mobil terlihat juga mengalami kerusakan.

    “Kendaraan sedan sport Lamborghini Huracan B-4-JAJ rusak di bagian bodi atas penyok, kaca depan retak,” jelasnya.

    Praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan seharusnya pejalan kaki aman dari ancaman kendaraan bermotor. Sayangnya, keamanan fasilitas pedestrian baik trotoar maupun penyeberangan belum maksimal di Indonesia.

    “Tips buat pejalan kaki yang berjalan di pedestrian atau di pinggir jalan, sebaiknya berjalanlah berlawanan arah dengan kendaraan bermotor, artinya berjalan di sisi kanan, tujuannya adalah mudah terlihat jika ada kendaraan yang datang tapi tidak pada tempatnya. Yang kedua, jangan hanya pasang mata tapi juga pasang telinga, dengarkan kondisi sekitar, jika (terdengar) raungan mesin atau suara-suara yang tidak biasa segera mencari sumbernya. Jika tetap berjalan di sisi kiri, sering-seringlah melihat ke belakang,” jelas Sony kepada detikOto, Selasa (20/8/2024).

    Sony juga menyoroti minimnya fasilitas penyeberang untuk pejalan kaki. Maka dari itu, ketika hendak menyeberang, pejalan kaki harus memastikan semuanya benar-benar aman.

    “Nyeberang di sini pun harus berjibaku dengan pengemudi, sebaiknya pastikan benar-benar kosong saat nyeberang atau gunakan gestur tangan untuk mendapat prioritas jalan,” katanya.

    Selain itu, untuk pengendara mobil kencang seperti supercar Lamborghini, Sony menyarankan agar berkendara dengan kecepatan dan perilaku sesuai kondisi sekitarnya. Menurutnya, tak perlu sampai kebut-kebutan di jalan raya menggunakan supercar.

    “Nggak juga harus digas-gas cari perhatian atau overspeed. Karena sekali salah perlakuan terhadap pedal gas, bisa membuat kendaraan tersebut bergerak liar tanpa kendali,” katanya.

    “Juga pengemudi, biasakan melambat jika terlihat ada orang yang akan menyeberang dan segera berhenti untuk kasih prioritas. Harusnya pengemudi mobil mewah kan sering ya jalan-jalan ke luar negeri. Di Asia aja kebiasaan berhenti itu wajib jika ada penyeberang jalan,” pungkas Sony.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pelajaran dari Mobil Listrik Tabrak Driver Ojol Hingga Tewas



    Jakarta

    Kecelakaan maut terjadi di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan. Seorang pengendara (ojek online) ojol tewas pada kecelakaan yang melibatkan mobil listrik.

    Dikutip detikNews, insiden ini melibatkan mobil listrik Hyundai Ioniq dengan motor yang dikendarai ojol. Driver ojol meninggal dunia, sementara pemboncengnya mengalami luka-luka.

    Peristiwa ini terjadi pada Rabu (30/7) dini hari sekitar pukul 00.36 WIB. Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan warung yang turut ditabrak mobil Ioniq.


    Kecelakaan diawali saat pengemudi Ioniq melaju dari selatan ke utara di Jalan Antasari. Setiba di persimpangan Pasar Inpres, pengendara mobil diduga tidak hati-hati dan tidak konsentrasi sehingga kendaraan menabrak pengemudi sepeda motor dari arah utara ke selatan.

    “Berakibat pengendara sepeda motor meninggal dunia dan pemboncengnya berinisial MG luka ringan,” ujarnya.

    Dari kecelakaan ini, bisa diambil pelajaran penting agar tak terulang peristiwa serupa. Menurut Road Safety Comission Ikatan Motor Indonesia dan Wakil Ketua Umum Bidang Diklat Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo) Erreza Hardian, waktu kecelakaan di tengah malam itu memang berisiko.

    “Kebanyakan orang sedang istirahat dan tidur, tapi untuk lalu lintas Jakarta aktivitas hampir 24 jam. Jadi ketika di atas jam 22.00 (sebagai acuan dasar jam biologis manusia istirahat) tapi ini tetap beraktivitas, artinya ada penurunan kondisi fisik dan mental tubuh. Sering dianggap aman, padahal justru bahaya makin banyak di atas jam tersebut,” kata Reza kepada detikOto, Kamis (31/7/2025).

    Tak cuma itu, Reza menyoroti ojol dan penumpangnya banyak yang lalai, tidak menggunakan peralatan keamanan dengan benar. Sedangkan pengguna kendaraan listrik dengan torsi yang besar, juga turut menjadi sorotan. Ketika torsi besar kendaraan listrik menabrak pemotor dengan perlindungan yang minim, maka fatal akibatnya.

    “Pengguna kendaraan listrik dengan torsi awal sangat besar, mungkin dia sudah mengurangi kecepatan saat perempatan. Tapi karena dianggap aman, tambah akselerasi. Dan ini yang membuat risiko bertambah adalah pemicu ketika korbannya tanpa perlindungan terbaik, apalagi pengguna motor tanpa perlengkapan yang baik dan benar,” sebutnya.

    Reza menyarankan, pengemudi mobil bertransmisi otomatis sebaiknya jangan anteng di gear D. Manfaatkan gigi lain agar kecepatan kendaraan dapat dibatasi.

    “Saya sering memberikan teknis mengemudi mengendalikan kendaraan matic dengan cara membatasi transmisi. Kecepatan kendaraan kita dipengaruhi oleh transmisi, maka jangan melulu di D ketika potensi bahaya meningkat contoh di atas jam rawan. Pindahkan ke 3 atau 2, jadi kalau kaki kanan mulai out of control, rpm tinggi, tapi kecepatan terkendali pada batas transmisinya. Tidak usah takut rusak ketika sering memainkan transmisi matic, udah banyak insinyur dan ada teknologi mahal di dalamnya. Inilah yang saya sebut pengendalian risiko, bahaya tetap ada tapi risiko crash dengan kecepatan rendah akan berbeda,” beber Reza.

    Sementara dengan mobil listrik yang biasanya menggunakan single speed atau direct drive, pengemudi sebaiknya jangan melulu meletakkan kakinya di pedal gas. Pada saat mulai lelah dan jam rawan biologis manusia, biarkan mobil menggelinding, pengendaliannya dengan rem kaki.

    “Hindari akselerasi mendadak karena ini akan memunculkan tenaga dorong selain putaran roda. Rajin-rajinlah lihat rpm. Akselerasi secara gradual atau bertahap/benjenjang jangan kaya orang mau lari saat start gas, ini mobil bukan tenaga orang,” pungkas Reza.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Turis Polandia Tewas di Bali, Diduga Malnutrisi

    Turis Polandia Tewas di Bali, Diduga Malnutrisi



    Jakarta

    Seorang turis Polandia ditemukan meninggal dunia dalam resort Sumberkima Hill di Bali. Turis itu diduga mengalami malnutrisi.

    Dikutip dari The Sun pada Kamis (9/10/2025), turis itu bernama Karolina Krzyzak. Kondisi Karolina memang tampak tidak baik-baik saja sejak check in di Sumberkima Hill.

    Staf hotel mengatakan bahwa Karolina terlihat sangat kurus dengan mata cekung saat check in itu. Di sekitar mata terlihat lingkaran berwarna hitam disertai tulang yang terlihat menonjol di seluruh tubuh.


    Staf hotel Sumberkima Hill menyatakan Karolina menyampaikan tentang persyaratan diet yang ketat yang dijalaninya. Mereka diminta untuk hanya menyajikan buah-buahan dan mengantarkannya langsung ke pintu kamarnya.

    Staf hotel mengatakan bahwa permintaan makanan vegan bukanlah hal yang aneh karena banyak turis yang melakukan langkah serupa. Hotel tersebut merupakan sebuah resor yang memang berorientasi pada gaya hidup sehat (wellness).

    Namun, staf hotel sudah mencurigai kondisi Karolina tidak baik-baik saja. Saat ditemui di lobi hotel, kondisinya terlihat lebih lemah ketimbang saat check in.

    Bahkan, pada suatu malam dia harus dibawa kembali ke kamarnya oleh petugas karena sudah tidak mampu melakukannya sendiri. Karena khawatir, staf hotel berulang kali menyarankan agar Karolina segera mencari pertolongan medis atau menemui dokter. Sayangnya, setiap permohonan tersebut selalu ditanggapi dengan penolakan.

    Tiga hari setelah kedatangannya, staf hotel menerima pesan dari seorang teman Karolina di Bali yang khawatir karena tidak mendengar kabar darinya. Staf segera memeriksa kamar dan menemukan Karolina sudah kaku. Dia tewas sendirian di kamarnya.

    Dari keterangan rekan-rekannya, Karolina menerapkan pola makan dengan hanya mengonsumsi buah sehari-hari. Dia berharap bisa menjaga kesehatan melalui raw and clean eating food. Sayangnya, gaya hidup itu membuat tubuh Karolina justru kekurangan nutrisi hingga menurunkan kondisi tubuh dan meninggal dunia.

    Teman-temannya menyebut bahwa Karolina berada ke Bali sejak Desember 2024. Dia menuju Bali untuk bisa bertemu dengan orang yang sama-sama menerapkan gaya hidup fruitarian.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Turis Wanita Tewas Usai Naik Wahana Rumah Hantu di Disneyland

    Turis Wanita Tewas Usai Naik Wahana Rumah Hantu di Disneyland



    Anaheim, California, AS

    Sebuah insiden tragis terjadi di taman hiburan Disneyland California. Seorang wanita berusia 60-an meninggal dunia setelah menaiki wahana Haunted Mansion atau wahana rumah hantu.

    Informasi ini telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian Anaheim. Mengutip Variety, Jumat (10/10/2025) Departemen Kepolisian Anaheim menyatakan korban ditemukan dalam kondisi tidak responsif sesaat setelah turun dari wahana yang sedang menampilkan tema musiman ‘The Nightmare Before Christmas’.

    Petugas keamanan Disneyland langsung memberikan pertolongan pertama dan melakukan CPR hingga tim medis datang dan membawa wanita tersebut ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong.


    Hingga kini, penyebab pasti kematian masih belum diumumkan. Sersan Matt Sutter dari kepolisian Anaheim menyampaikan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya gangguan operasional pada wahana saat kejadian berlangsung. Atraksi tersebut pun dibuka kembali tidak lama setelah insiden terjadi.

    Haunted Mansion dikenal sebagai salah satu atraksi ikonik Disneyland yang sudah beroperasi sejak tahun 1969 di area New Orleans Square. Di situs resminya, wahana ini digambarkan sebagai atraksi dengan gerakan lambat dan dinilai aman untuk anak-anak, meskipun ada peringatan bahwa efek visual dan suasana menyeramkan mungkin tidak cocok untuk anak kecil.

    Wahana Haunted Mansion di Disneyland CaliforniaWahana Haunted Mansion di Disneyland California. (Disneyland)

    Setiap tahun sejak 2001, Haunted Mansion mengalami transformasi musiman dengan tema ‘The Nightmare Before Christmas’, sebagai bagian dari tradisi tahunan taman hiburan tersebut.

    Wahana itu membawa pengunjung menyusuri rumah besar berhantu, lengkap dengan penampakan hantu menari, kepala melayang, hingga mayat tergantung di langit-langit yang menjadikannya salah satu wahana Disney yang paling menonjol dalam menggambarkan elemen kematian secara eksplisit.

    Hal itulah yang menjadikan Haunted Mansion unik dibanding atraksi lainnya. Meski tidak terinspirasi dari cerita atau karakter sebelumnya, Haunted Mansion cukup populer hingga menginspirasi dua film layar lebar: versi tahun 2003 yang dibintangi Eddie Murphy, dan reboot tahun 2023 yang menampilkan LaKeith Stanfield.

    Sementara itu, Hong Kong Disneyland juga mengadaptasi konsep serupa melalui wahana Mystic Manor, yang menghadirkan cerita berbeda namun tetap mempertahankan unsur magis dan petualangan. Wahana tersebut mengikuti kisah seekor monyet bernama Albert yang secara tidak sengaja menghidupkan koleksi barang antik pemiliknya.

    (upd/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nasib Tragis Turis Prancis Tewas Terseret Ombak Nusa Penida

    Nasib Tragis Turis Prancis Tewas Terseret Ombak Nusa Penida



    Denpasar

    Nasib tragis dialami oleh turis Prancis. Ia tewas terseret ombak ganas di pantai Kelingking, Nusa Penida.

    Seorang turis asal Prancis bernama Alena Andreeva Oparina (32) tewas setelah terseret ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, Rabu (15/10).

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 13.40 Wita dari Babinsa Desa Bunga Mekar.


    “Laporan yang kami terima dari Bapak Ketut Suantara selaku Babinsa Desa Bunga Mekar menyebutkan korban yang terseret arus sudah dalam keadaan meninggal dunia dan dibutuhkan bantuan evakuasi membawa naik ke atas tebing,” jelas Sidakarya dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut informasi, Alena diketahui berenang sekitar pukul 13.00 Wita. Tak lama kemudian, dia terseret ombak kuat. Sejumlah orang di lokasi sempat berupaya menolongnya, namun gagal.

    “Tim SAR gabungan cukup kelelahan membawa korban naik tangga yang sempit dan curam,” tambah Sidakarya.

    Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Alena dibawa ke Klinik Nusa Medika menggunakan ambulans.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikBali.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bikin Konten Lompat dari Jembatan, 2 Remaja Berakhir Tewas Tenggelam

    Bikin Konten Lompat dari Jembatan, 2 Remaja Berakhir Tewas Tenggelam



    Tegal

    Niat hati ingin membuat konten lompat ke sungai dari atas jembatan supaya viral. Apa daya, dua remaja di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah berakhir tewas tenggelam.

    Satu korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan satu lainnya masih dicari. Aksi nekat ini dilakukan keduanya pada Kamis (17/10) sore pukul 17.00 WIB.

    Lokasi mereka membuat konten diketahui berada di atas jembatan Sungai Gung, masuk Desa Kaligayam, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.


    Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang, Budiono, menyebut kedua korban bersama tiga rekannya hendak membuat konten lompat dari atas jembatan. Namun yang melompat hanya dua orang dan tiga lainnya merekam aksi di tepi sungai bawah jembatan.

    Namun nahas ternyata dua remaja yang terjun itu belum bisa berenang dan tenggelam. Dua korban tersebut yakni SWR (16) warga Tegal Barat dan NQH (16) warga Tegal Timur.

    “Kesaksian rekan korban yang selamat, awalnya mereka lima orang hendak membuat video konten melompat dari jembatan. Dua orang melompat ke sungai, lainnya berada di tepi sambil merekam. Ternyata yang terjun itu belum bisa berenang dan tenggelam,” ungkap Budiono, Jumat (17/10) pagi.

    Melihat kedua remaja ini tidak bisa berenang dan akan tenggelam, ketiganya langsung panik. Tiga rekan korban ini pun tidak berani menolong, karena mereka sendiri juga belum mahir berenang. Mereka lalu mencari pertolongan ke warga.

    “Pukul 17.45 WIB kami menerima laporan dan langsung mengirim tim pencarian. Satu tim dari USS Pemalang dilengkapi peralatan selam dan juga aqua eye untuk melakukan pencarian di bawah air,” lanjutnya.

    Tiba di lokasi, Basarnas dan tim SAR gabungan segera melakukan penyelaman untuk mencari korban. Tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi titik terjun korban yang berkedalaman 4 meter.

    Namun hingga pukul 22.00 WIB, usaha tim SAR belum juga membuahkan hasil. Mereka pun menghentikan pencarian pada Jumat pagi.

    “Tim penyelam sudah melakukan penyapuan di dasar sungai dengan sebaran 15 meter dari lokasi, tapi masih nihil. Tim terkendala dengan banyaknya palung dan juga penerangan yang minim,” imbuh Budiono.

    Humas SAR Semarang Zulhawary Agustianto menyebut, pagi ini salah satu korban bernama SWR ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

    Jasad remaja ini ditemukan sekitar 10 meter arah utara dari lokasi terjun. Sedangkan satu korban lain masih hilang.

    “Tim SAR menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat sekitar pukul 07.00 WIB. Lokasi sekitar 10 meter utara lokasi kejadian. Kemudian korban langsung dibawa ke rumah keluarga. Tim selanjutnya terus melakukan pencarian satu korban lagi yang masih hilang,” kata Zulhawary.

    ——–

    Artikel ini telah naik di detikJateng.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Penyelidikan Pramugari Eva Air Tewas Diduga Kelelahan Masih Berlanjut

    Penyelidikan Pramugari Eva Air Tewas Diduga Kelelahan Masih Berlanjut


    Jakarta

    Seorang pramugari Eva Air meninggal diduga akibat kelelahan bekerja, dikutip dari Aviation dan BBC. Pramugari bermarga Sun yang berusia 34 tahun tersebut dilaporkan sudah mengeluh sakit, namun tidak bisa istirahat karena manajer kabin memintanya terus bekerja.

    Penyidikan terus berlangsung untuk mengetahui penyebab kematian pramugari yang bergabung dengan Eva Air sejak 2016 ini. Tuntutan diadakannya penyidikan berasal dari Serikat Pramugari Taoyuan yang merasa Eva Air telah melakukan kesalahan sistemik dan melanggar hak pekerja.

    Kematian Sun telah memancing amarah para pekerja, khususnya di industri penerbangan. Selain abai pada kondisi pekerja, staf Eva Air masih menghubungi Sun agar mengirim surat izin cuti. Pesan dari Eva Air ini dibalas pihak keluarga Sun dengan mengirim surat keterangan kematian.


    Laporan Sementara Kronologi Kematian Pramugari Eva Air

    Dikutip dari Focus Taiwan, berikut kronologi sementara kematian Sun

    Rabu (24/9/2025): Sun merasa tidak enak badan dalam perjalanan pulang dari tugasnya di penerbangan BR 95 rute Milan-Taoyuan Taipei (TPE)

    Kamis (25/9/2025): Sun yang sudah mendarat di Bandara Internasional Taoyuan memeriksakan diri pada klinik terdekat lalu pulang ke rumahnya

    Jumat (26/9/2025): Kondisi Sun makin buruk hingga harus menjalani perawatan di Linkou Chang Gung Memorial Hospital

    Rabu (8/10/2025): Kesehatan Sun tidak mengalami perbaikan hingga dirujuk ke China Medical University Hospital di Taichung

    Jumat (10/10/2025): Sun dilaporkan meninggal dunia.

    Selain tidak bisa beristirahat karena sakit, dalam penerbangan 13 jam tersebut Sun tidak bisa melakukan konsultasi media pada layanan yang biasa digunakan maskapai. Selain itu, maskapai tidak mengantar Sun yang sedang sakit menuju klinik.

    Catatan penerbangan Sun selama 6 bulan terakhir sebetulnya tidak menunjukkan keanehan. Sun telah terbang rata-rata 75 jam per bulan, yang masih dalam batas regulasi. Sun telah bergabung selama 19 tahun dan ikut dalam berbagai rute penerbangan, termasuk yang memerlukan waktu hingga belasan jam.

    Menurut laporan media lokal, PYOK, kejadian yang menimpa Sun bukan kecelakaan. Kejadian tersebut adalah konsekuensi sikap abai selama beberapa tahun pada kondisi kesehatan awak kabin dan hak cuti. Dampak sikap abai ini sesungguhnya sudah bisa diprediksi, apalagi tanpa ada perbaikan sistem.

    Sebuah laporan menyatakan Eva Air tidak memiliki sistem cuti yang baik. Hak cuti memengaruhi kinerja, bonus, jadwal dan kru penerbangan lain. Mereka yang cuti seolah menambah beban kolega satu tim, yang seharusnya tak perlu terjadi. Sehingga cuti bisa diambil tiap saat bergantung kebutuhan, setelah berkoordinasi dengan rekan satu tim.

    Sikap Eva Air

    Para pejabat Eva Air menyatakan permintaan maaf atas tragedi yang menimpa Sun. Mereka mengatakan staf tersebut bersalah dan tidak terbiasa dengan tugasnya, sehingga meminta Sun mengirim surat izin cuti.

    Pejabat Eva Air juga mengklaim tidak ada yang salah dengan sistem cuti perusahaan. Menurut mereka, pekerja bisa menggunakan hak tersebut setiap saat bila ada keperluan. Kendati begitu, Eva Air mengatakan akan melakukan penyidikan internal perusahaan.

    (bnl/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Bukan Tawon, Tapi Lebah Hutan

    Bukan Tawon, Tapi Lebah Hutan


    Jakarta

    Seorang nenek bernama Walbiyah (65) dikabarkan tewas usai disengat tawon gung di Wirosutan, Srigading, Sanden, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (7/10/2025).

    Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan seorang saksi, Suhartini, semula sedang menyapu di halaman, sekitar pukul 15.00 WIB. Ia lalu berteriak karena sekawanan tawon terbang ke arahnya. Teriakan Suhartini didengar tetangga, yang menyuruhnya lari.

    “Setelah saksi lari, korban atas nama Walbiyah kebetulan lewat di lokasi kejadian,” kata Rita, Rabu (8/10/2025), melansir detikJogja.


    Sementara itu, Walbiyah justru menjadi korban sengatan kawanan tawon hingga tidak sadarkan diri. Warga lalu memberikan pertolongan dan anak Walbiyah membawanya ke RSUD Saras Adyatma, Bambanglipuro, Bantul. Di RS, Walbiyah dinyatakan meninggal dunia.

    Pakar IPB: Bukan Tawon Gung, tapi Lebah Hutan

    Tawon Asia (Vespa velutina).Tawon Vespa velutina. Foto: Siga/Wikimedia Commons

    Pakar serangga IPB University Prof Tri Atmowidi mengatakan, berdasarkan foto yang beredar di media, serangan di Bantul bukan oleh tawon, melainkan lebah hutan besar (Apis dorsata).

    Sedangkan tawon gung merupakan nama umum untuk spesies Vespa affinis atau Vespa velutina.

    “Dari ciri sarangnya, tampaknya itu bukan sarang tawon, melainkan sarang lebah besar yang hanya terdiri dari satu sisiran besar dan biasa menggantung di batang pohon tinggi,” kata Tri dalam laman kampus, dikutip Rabu (15/10/2025).

    Ciri-ciri Tawon Gung (Vespa affinis / Vespa velutina)

    Tri menjelaskan perbedaan tawon gung dan lebah hutan. Berikut ciri-ciri tawon gung:

    • Badan ramping
    • Warna coklat kehitaman
    • Belang mencolok di bagian perut.

    Ciri-ciri Lebah Hutan (Apis dorsata)

    • Ukuran badan sekitar 17-20 mm
    • Warna coklat, belang kuning kecoklatan di abdomen
    • Perilaku sangat defensif
    • Tidak bisa dibudidayakan karena sering migrasi.

    Bahaya Sengatan Lebah Hutan dan Tawon Gung

    Tri menjelaskan, baik sengatan lebah maupun tawon dapat memicu reaksi alergi berat dan bahkan kematian, khususnya pada orang yang sensitif atau menerima banyak sengatan sekaligus.

    Umumnya, tawon lebih berbahaya karena bisa menyengat berkaali-kali. Sedangkan lebah hanya bisa menyengat satu kali karena sengatnya tertinggal di kulit korban.

    “Venom lebah jumlahnya memang lebih banyak, namun racun tawon (terutama Vespa) memiliki daya toksik yang lebih kuat,” kata Prof Tri.

    Bahaya Sengatan Lebah

    Racun lebah (apitoksin) mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti protein, peptida, dan amina biogenik seperti histamin, dopamin, melittin, serta fosfolipase.

    Berikut reaksi yang bisa timbul:

    • Nyeri, panas, bengkak, dan gatal di area sengatan
    • Kulit kemerahan
    • Pembengkakan pada bibir dan kelopak mata
    • Sesak napas
    • Pingsan
    • Korban yang menerima racun dari sengatan banyak tawon sekaligus dapat mengalami kerusakan organ vital seperti hati dan ginjal, harus mendapat penanganan medis darurat.

    Langkah Pertama Jika Disengat Tawon atau Lebah

    Tri mengingatkan, lakukan hal ini jika disengat tawon atau lebah:

    • Menjauh dari lokasi sarang agar tidak diserang lagi
    • Jika disengat lebah:
      • Cabut sengat yang tertinggal di kulit
      • Cuci area sengatan dengan air sabun
      • Kompres area sengatan dengan air dingin
    • Minum obat antihistamin untuk mengurangi reaksi alergi
    • Jika korban sesak napas atau pingsan, segera bawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut

    “Jangan melakukan gerakan mendadak atau berisik di sekitar sarang karena bisa memicu serangan kawanan lebah atau tawon. Cukup beri tanda peringatan di lokasi dan menjauh dengan tenang,” ucapnya.

    Sementara itu, Tri menggarisbawahi, jangan mengusir tawon dan lebah sendiri. Minta bantuan ahli lebah atau tawon, pemadam kebakaran, atau dinas terkait yang ahli agar tidak timbul korban.

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com