Tag: thailand

  • Trik Jitu Naik Tuk-tuk di Thailand Biar Tak Diketok Harga



    Bangkok

    Meski Thailand punya banyak transportasi umum, namun sejumlah turis masih menggunakan tuk-tuk sebagai angkutan andalan. Selain bisa menjangkau banyak lokasi, para pendatang memilih kendaraan tersebut karena penasaran.

    Sayangnya, ada beberapa sopir tuk-tuk yang ‘nakal’ dan mematok harga tinggi ke turis yang tak bisa berbahasa Thailand. Karuan saja, tarif naik tuk-tuk memang blank alias tak ada nominal pasti.

    Redaksi detikOto sempat menjajal naik tuk-tuk saat berkunjung ke Bangkok, Thailand. Ketika itu, kami harus membayar 180 baht atau Rp 80 ribu untuk perjalanan sejauh 2 km dan 200 baht atau Rp 90 ribu untuk jarak 2,5 km. Nominal tersebut merupakan hasil akhir setelah melalui proses tawar-menawar.


    Tuk-tuk di Thailand.Tuk-tuk di Thailand. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Menurut pemandu wisata kami selama di Thailand, Anan, harga yang kami bayar masih kemahalan. Dia yang merupakan warga asli setempat mengatakan, nominalnya bisa dipangkas hingga separuhnya lagi.

    “Kalau jarak dekat harusnya tidak sampai segitu. Kalau jarak dekat, semestinya 100 baht (Rp 44 ribuan) cukup,” ujar Anan saat ditanya detikOto di Bangkok, Thailand, beberapa hari lalu.

    Menurut Anan, aksi ‘tembak harga’ sopir tuk-tuk memang sudah ada sejak lama. Itulah mengapa, kata dia, ada beberapa ‘trik jitu’ agar turis yang mau naik kendaraan tersebut tak harus bayar mahal.

    Trik Naik Tuk-tuk Biar Tak Diketok Harga

    Tuk-tuk di Thailand.Tuk-tuk di Thailand. Foto: Septian Farhan Nurhuda / detikcom

    Anan menjelaskan, harga pertama yang dipatok sopir tuk-tuk biasanya dua kali lipat tarif ‘aslinya’. Ketika mereka meminta 300 baht, maka penumpang tak perlu ragu menawarnya di bawah 150 baht.

    “Jadi, nawar harganya memang harus tega. Minta setengah harga lebih dulu. Nanti ujung-ujungnya juga mau,” ungkapnya.

    Selain itu, ketika hendak bepergian ke tempat hiburan atau pusat perbelanjaan, jangan sebut lokasi aslinya. Sebab, dengan begitu, sopir tuk-tuk menganggap kita memiliki cukup uang untuk dibelanjakan. Maka, supaya proses tawar-menawar berjalan mulus, sebut saja lokasi lain yang berada di dekat titik sesungguhnya.

    “Naik tuk-tuk memang harus pinter-pinter nawar. Kalau bisa, naiknya juga ramai-ramai, biar bisa patungan,” kata dia.

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • 10 Hotel Terbaik Dunia 2025 Ada Resor Mewah di NTT, Indonesia


    Jakarta

    Hotel bukan sekadar tempat menginap, melepas lelah, atau persinggahan sementara bagi para wisatawan. Dengan penataan yang tepat, hotel meninggalkan impresi sangat kuat bagi para pengunjung yang selalu mengingat layanan dan semua ciri khasnya. Keunggulan ini membuat hotel punya posisi spesial di hati para wisatawan.

    10 Hotel Terbaik di Dunia 2025

    Dikutip dari Travel+Leisure, hotel dengan hospitality berkualitas dan pemandangan indah tersebar di seluruh dunia. Kualitas ini didukung dengan desain yang memanjakan mata plus fasilitas lengkap. Berikut deretan hotel terbaik di seluruh dunia.

    1. Hotel Capella Bangkok, Thailand

    Capella Bangkok, hotel terbaik di dunia 2024Capella Bangkok, Thailand (dok. Capella Bangkok)

    Capella Bangkok terletak di Jalan Charoenkrung, kawasan tepi Sungai Chao Phraya dengan pemandangan yang luar biasa. Lokasi hotel juga sangat strategis yang memudahkan wisatawan menjelajah kuliner, budaya, serta kehidupan modern khas Bangkok.


    Dikutip dari New York Post, hotel ini memberikan kesan eksklusif dan privat bagi tamunya dengan hanya menyediakan 101 suite dan vila.
    Hampir semua kamar didesain menghadap Sungai Chao Phraya, sehingga tamu dapat menikmati panorama sungai dari balkon pribadinya.

    Capella Bangkok semakin istimewa karena layanan personal capella culturist, semacam concierge pribadi. Layanan ini siap merancang pengalaman unik sesuai kebutuhan, mulai dari tur kuliner jajanan khas Bangkok hingga meditasi di kuil tua. Konsep layanan ini jarang ditemukan di hotel lain dan menjadi identitas khas Capella.

    2. Hotel Passalacqua, Italia

    Hotel PassalacquaHotel Passalacqua (dok. CNN)

    Hotel mewah Passalacqua di tepi Danau Como, Italia tak hanya memanjakan tamu dengan layanan dan keindahan alam serta bangunan. Tapi juga kekayaan sejarah yang bikin vibe menginap di hotel ini terasa makin istimewa. Bangunan Hotel Passalacqua telah berdiri sejak abad ke-18 sebagai vilanya para bangsawan dan seniman.

    Vila tersebut dipugar menjadi hotel butik tanpa kehilangan nuansa klasik dan antik. Passalacqua hanya memiliki 24 kamar dan suite yang menjadikannya sangat eksklusif. Setiap kamar dihiasi dengan furnitur antik, fresco, lampu kristal murano, dan kain sutra elegan yang membuat suasana begitu berkelas.

    Hotel juga punya taman seluas 7 hektar dengan desain bertingkat yang dipenuhi pohon zaitun, mawar, magnolia, dan aliran air hingga ke tepi danau. Lokasi hotel hanya berjarak sekitar 15 menit dari Kota Como sehingga mudah dijangkau tapi tetap jauh dari hiruk pikuk turis.

    3. Hotel Rosewood Hong Kong, Hong Kong

    Rosewiood Hong KongRosewiood Hong Kong (dok. situs rosewoodhotels)

    Rosewood Hong Kong berdiri megah di kawasan Victoria Dockside, Tsim Sha Tsui, Kowloon, tepat di tepi Victoria Harbour. Letaknya sangat strategis dekat layanan kereta MTR, star ferr, pusat perbelanjaan, dan distrik seni sehingga memudahkan tamu menjelajahi kota.

    Hotel ini dikenal dengan desain modern mewah berupa jendela besar dari lantai ke langit-langit yang menampilkan panorama pelabuhan. Interiornya memadukan elegansi Asia dengan sentuhan urban kontemporer yang ikonik. Hotel juga menyediakan fasilitas eksklusif seperti Asaya Spa dan Manor Club di lantai 40.

    4. Hotel Cheval Blanc, Paris

    Hotel Cheval BlancHotel Cheval Blanc (dok. AFP/Thomas Samson)

    Cheval Blanc mewujudkan impian para tamu yang ingin melihat keindahan dan merasakan romantisme Paris. Di sini, tamu bangun tidur hanya beberapa langkah dari Museum Louvre dan bisa menyusuri Sungai Seine. Tamu juga bisa melihat langsung panorama Le Marais dan mendapatkan akses langsung ke Notre Dame serta Pont Neuf,

    Dikutip dari Architectural Digest, hotel ini memadukan gaya art deco dan kontemporer dengan rancangan interior hasil kreativitas 600 pengrajin. Aula lobi hingga kamar dan suite menampilkan keindahan tekstur marmer, wallpaper buatan tangan, dan furniture custom.

    Hotel ini hanya memiliki 72 kamar dan suite mulai dari kamar deluxe hingga suite mewah dengan kolam renang pribadi. Menginap di Cheval Blanc Paris adalah pengalaman istimewa yang memadukan layanan personal, kenyamanan, dan kemewahan karya seni, plus keindahan tatanan kota.

    5. The Upper House, Hong Kong

    Upper House Hong KongUpper House Hong Kong (dok. situs theupperhouse)

    Hotel di distrik Admiralty ini berada di atas Pacific Place dekat dengan stasiun MTR Admiralty. Saking dekatnya, para tamu cukup jalan kaki menuju layanan transportasi umum yang akan membawa pengunjung keliling Hong Kong. Meski berada di pusat, suasananya tetap tenang dan privat.

    Dikutip dari Conde Nast (CN) Travel, hote didesain dengan gaya minimalis kontemporer tanpa kehilangan estetika khas Asia modern. Tiap kamar yang tersedia seluas 67 m² dilengkapi dengan palet netral, kayu, oak, serta jendela besar yang menyuguhkan pemandangan pelabuhan dan perbukitan kota.

    6. Raffles Singapore, Singapura

    Raffles Hotel di Singapura.Raffles Hotel di Singapura (dok. Walter Bibikow/Getty Images)

    Raffles Hotel terletak di kawasan strategis Civic District, hanya beberapa langkah dari stasiun MRT City Hall. Hotel juga dekat dengan Raffles City, Marina Baya, Chinatown, dan Orchard Road yang menjadikan setiap eksplorasi terasa gampang dan elegan. Tiap kamar dilengkapi dengan kontrol pribadi lewat iPad.

    Arsitektur hotel dirancang bergaya neo-Renaissance-kolonial dengan langit-langit tinggi, lantai kayu, dan teras luas. Dengan desain ini, Raffles Hotel menyediakan pengalaman menginap penuh keanggunan di masa lalu, namun dengan kemewahan modern khas masa kini. Hotel dilengkapi dengan layanan butler pribadi 24 jam yang siap setiap saat.

    7. Aman Tokyo, Jepang

    Hotel Aman di TokyoHotel Aman di Tokyo (dok. situs Hotel Aman, Tokyo)

    Berada di daerah prestisius Otemachi, Chiyoda, Aman Tokyo menempati enam lantai teratas sebuah pencakar langit. Hotel terhubung langsung dengan stasiun Otemachi yang tidak jauh dengan pusat finansial dan dekat Istana Kekaisaran. Kemewahan dan modernitas berpadu dengan cita rasa yang khas dengan akar budaya Jepang.

    Atmosfer hotel juga sangat khas Jepang dengan beragam material alami khas negara matahari terbit ini. Misal camphor wood, kertas washi, dan bata batu menciptakan estetika ryokan modern. Kamar tersedia luas dengan jendela dari lantai hingga atap, serta bath tube dari satu blok batu granit. Menginap di sini lebih dari sekedar bermalam, tapi juga merasakan atmosfer tenang Jepang dengan semua aspek budaya dan modernitasnya.

    8. Soneva Fushi, Maladewa

    Penginapan di Maladewa.Soneva Fushi di Maladewa (dok. CNN/Soneva Fushi)

    Hotel Soneva Fushi berada di pulau terbesar di Baa Atoll, Maladewa yang dapat dijangkau melalui penerbangan laut selama sekitar 30 menit dari Malé. Pulau dengan luas sekitar 1,4 km × 0,4 km ini bisa dijelajahi dengan sepeda melewati hutan tropis dan pantai berpasir putih dengan santai.

    Vila di hotel ini dibangun dari kayu daur ulang dengan atap alang-alang, memadukan kenyamanan modern dan nuansa alam ruang terbuka, kamar mandi outdoor, kolam pribadi, serta berbagai elemen alami.
    Tentunya pengunjung hotel ini memperoleh layanan private dan personal, kuliner avant garde, serta keindahan dan kemewahan khas wilayah tropis.

    9. Atlantis The Royal, Dubai

    Hotel mewah di Dubai, Atlantis The RoyalHotel mewah di Dubai, Atlantis The Royal (dok. Atlantis the Royal Dubai)

    Atlantis The Royal berdiri megah di ujung utara Palm Jumeirah, pulau buatan ikonik berbentuk pohon palm di Dubai. Resor ini menyediakan pemandangan lepas ke Teluk Persia dengan struktur arsitektur futuristik. Bangunan hotel menampilkan desain bertingkat dengan ruang terbuka serta materi transparan untuk menciptakan efek cahaya dan kesejukan alami.

    Hotel 43 lantai ini menyediakan 795 kamar yang menampilkan kesan glamor, mewah, dan spektakuler. Tiap tamu bisa merasakan layanan butler 24 jam, akses ke Royal Club Lounge dengan sarapan gourmet hingga afternoon tea, sampai momen eksklusif yang kerap dihadiri selebriti dunia.

    10. Nihi Sumba, Indonesia

    Intip Resto dan Menu Makanan di Nihi Sumba, Tempat Liburan GiselIntip Resto dan Menu Makanan di Nihi Sumba (dok. instagram @nihisumba)

    Hotel ini adalah resor mewah yang berlokasi di Hoba Wawi, Wanaloka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Ciri khas Nihi Sumba terletak pada filosofi Edge of Wildness, yaitu kemewahan berpadu dengan kebebasan dan koneksi mendalam dengan alam sekitar. Hotel ini hanya menyediakan 27 vila yang dirancang khas rumah tradisional Sumba dengan atap jerami berpuncak, kolam renang pribadi, kamar mandi luar ruangan, dan akses langsung ke laut biru.

    Desain ini memadukan estetika rustic dan kenyamanan modern dalam sebuah harmoni. Para tamu di hotel ini berkesempatan menjelajahi budaya dan alam Sumba yang otentik, serta kontribusi terhadap konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui tur Sumba Foundation.

    Bisa mengunjungi hotel mewah terbaik di dunia ini tentu akan jadi pengalaman berharga. Memori ini tentu sangat menyenangkan dikenang sepanjang hidup.

    (row/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Menatap Blok M Lewat Kacamata Wisatawan



    Jakarta

    Bagi wisatawan, Blok M bukan sekadar pusat belanja dan hiburan lama. Kawasan ini kini menjelma destinasi urban dengan nuansa retro yang berpadu dengan gaya hidup modern Jakarta Selatan.

    Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar Famtrip-Strolling Around Blok M pada Kamis (25/9/2025). detiktravel menjadi salah satu peserta dalam rombongan itu.

    Kegiatan mengeksplor Blok M itu juga diikuti oleh influencer atau kreator konten. Disparekraf mengatakan agenda itu digeber agar informasi mengenai wisata Blok M dapat tersebar luas melalui platfrom media sosial para influencer dan content creator.


    “Diharapkan peserta dapat menerima pemahaman yang baik mengenai sejarah dan ikon utama di Jakarta Selatan, serta mampu mempengaruhi dan mengajak para followersnya melalui kanal sosial media masing-masing,” kata PLT KA Sudin Parekraf Jakarta Selatan Isa Sarnuri.

    Rosa, peserta asal Bekasi mengaku senang dengan adanya acara famtrip ini “Kita bisa eksplor Blok M dari tempat yang kita enggak tahu dan ternyata ada tempatnya,” kata dia.

    “Alasan mengikuti kegiatan ini karena pengen eksplor blok M, biasanya cuma tahu tempat-tempat yang viral aja dan tadi dijelasin juga sejarah Blok M sama pemandunya”, kata Lusi, peserta asal Lebak Bulus.

    Sejumlah pengunjung mengakui bisa menjadi lebih tahu mengenai sejarah Blok M dan hidden gem yang belum mereka singgahi.

    “Hal yang menarik dari famtrip ini kita bisa datang ke tempat-tempat hidden gem yang belum viral, dapat teman baru, dan semuanya sudah terfasilitasi mulai dari MRT dan bus,” kata Nisa, peserta asal Kebayoran Baru.

    Tak hanya berkeliling Blok M, peserta juga bisa menikmati kuliner kekinian, seperti kuliner Korea, Thailand, dan timur tengah.

    “Saya mampir ke stand kuliner yang depan Blok M Square itu semua kuliner ada, yang unik itu tadi banyak banget macam-macam kuliner dari Korea, Thailand,” ujar Nisa.

    Di Blok M enggak cuman makanan kekinian aja yang ada, tapi juga ada kisah di baliknya.

    “Ya, enggak cuman kulineran. Peserta juga bisa mengetahui kilas balik dari masjid Al-Azhar, CSW, Peruri, dan Blok M,” kata Nisa.

    “Mayoritas pengunjung ke Blok M untuk berburu kuliner bukan ke tempat belanja, sedangkan pusat perbelanjaannya masih lumayan sepi”, kata Nisa lagi.

    Peserta lain cukup terkesan dengan Famtrip-Strolling Around Blok M Sudin Parekraf Jakarta Selatan itu. Mereka menilai Blok M bukan sekedar tempat nongkrong tapi tempat yang ada sejarahnya.

    “Seru banget banyak informasi yang saya dapatkan, yang menarik Blok M itu bukan sekedar tempat nongkrong, tapi tempat yang ada sejarahnya,” kata peserta dari komunitas influencer.

    Kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Sudin Parekraf Jakarta Selatan berharap acara ini dapat menjadi pengalaman menarik dan bisa dibagikan ke masyarakat luas.

    “Semoga menjadi pengalaman menarik dan di-share ke teman-teman yang lain,” kata Chryshandyni Suri R., kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Disparekraf Jaksel.

    Acara Famtrip-Strolling Around Blok M baru pertama kali digelar yang hanya memfokuskan ke satu tempat saja dan peserta berkeliling dengan jalan kaki.

    “Ini baru pertama kali menggali 1 spot, sebelumnya biasanya menggali spot dengan menggunakan bus ke beberapa spot,” kata Chryshandyni.

    Acara Famtrip-Strolling Around Blok M ini berhasil membuka perspektif baru bahwa Blok M bukan hanya pusat kuliner dan hiburan, tetapi juga menyimpan nilai sejarah serta hidden gem yang menarik untuk dieksplorasi. Diharapkan kegiatan ini dapat semakin mengenalkan Blok M sebagai destinasi wisata urban Jakarta Selatan yang layak dikunjungi.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar Negara di Asia Tenggara & Ibu Kotanya

    Daftar Negara di Asia Tenggara & Ibu Kotanya


    Jakarta

    Asia Tenggara dikenal sebagai kawasan dengan keragaman budaya luar biasa. Sudahkah detikers tahu negara apa saja selain Indonesia yang termasuk di dalamnya dan apa saja ibu kota dari masing-masing negara?

    Berdasarkan data yang dikutip dari (United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific) UN ESCAP dan ASEAN, yang mencatat bahwa Asia Tenggara terdiri dari 11 negara berdaulat. Kawasan ini memiliki peran penting secara geopolitik sekaligus kaya akan keragaman budaya, bahasa, dan sejarah.

    Sejarah Singkat ASEAN

    ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) berdiri pada 8 Agustus 1967 lewat Deklarasi Bangkok yang ditandatangani oleh lima perwakilan negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.


    Tujuan utama organisasi ini adalah memperkuat kerja sama politik, ekonomi, dan sosial-budaya, serta menjaga stabilitas kawasan. Seiring waktu, keanggotaan ASEAN berkembang dengan bergabungnya Brunei Darussalam (1984), Vietnam (1995), Laos dan Myanmar (1997), serta Kamboja (1999).

    Pada tahun 2022, Timor-Leste diterima sebagai member-in-principle ASEAN, yang berarti proses menuju keanggotaan penuh sedang berlangsung.

    Daftar Negara di Asia Tenggara

    1. Indonesia

    Ibu kota: Jakarta (menuju Nusantara)
    Kepala negara: Presiden Prabowo Subianto
    Bahasa: Indonesia
    Mata uang: Rupiah (IDR)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    2. Malaysia

    Ibu kota: Kuala Lumpur (pusat pemerintahan di Putrajaya)
    Kepala negara: Yang di-Pertuan Agung Sultan Ibrahim
    Kepala pemerintahan: PM Anwar Ibrahim
    Bahasa: Melayu, Inggris, Mandarin, Tamil
    Mata uang: Ringgit (MYR)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    3. Singapura

    Ibu kota: Singapura
    Kepala negara: Presiden Tharman Shanmugaratnam
    Kepala pemerintahan: PM Lawrence Wong
    Bahasa: Inggris, Melayu, Mandarin, Tamil
    Mata uang: Dolar Singapura (SGD)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    4. Thailand

    Ibu Kota: Bangkok
    Kepala Negara: Raja Maha Vajiralongkorn
    Kepala Pemerintahan: PM Paetongtarn Shinawatra
    Bahasa: Thai
    Mata uang: Baht (THB)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    5. Filipina

    Ibu kota: Manila
    Kepala negara: Presiden Ferdinand Marcos Jr.
    Bahasa: Filipina, Inggris, Spanyol
    Mata uang: Peso (PHP)
    Status ASEAN: Negara pendiri (1967)

    6. Brunei Darussalam

    Ibu kota: Bandar Seri Begawan
    Kepala negara: Sultan Haji Hassanal Bolkiah
    Bahasa: Melayu, Inggris
    Mata uang: Dolar Brunei (BND)
    Status ASEAN: Bergabung 1984

    7. Laos (Lao PDR)

    Ibu kota: Vientiane
    Kepala negara: Presiden Thongloun Sisoulith
    Kepala pemerintahan: PM Sonexay Siphandone
    Bahasa: Lao
    Mata uang: Kip (LAK)
    Status ASEAN: Bergabung 1997

    8. Vietnam

    Ibu Kota: Hanoi
    Kepala Negara: Presiden Luong Cuong
    Kepala Pemerintahan: PM Pham Minh Chinh
    Bahasa: Vietnam
    Mata uang: Dong (VND)
    Status ASEAN: Bergabung 1995

    9. Kamboja

    Ibu kota: Phnom Penh
    Kepala negara: Raja Norodom Sihamoni
    Kepala pemerintahan: PM Hun Manet
    Bahasa: Khmer
    Mata uang: Riel (KHR)
    Status ASEAN: Bergabung 1999

    10. Myanmar

    Ibu kota: Nay Pyi Taw
    Kepala negara: Presiden U Win Myint
    Pemerintahan de facto: Junta militer (Min Aung Hlaing)
    Bahasa: Myanmar
    Mata uang: Kyat (MMK)
    Status ASEAN: Bergabung 1997

    11. Timor-Leste

    Ibu kota: Dili
    Kepala negara: Presiden José Ramos-Horta
    Kepala pemerintahan: PM Xanana Gusmão
    Bahasa: Tetum, Portugis
    Mata uang: Dolar AS (USD)
    Status ASEAN: Member-in-principle (2022), belum anggota penuh

    Daftar negara di Asia Tenggara beserta ibu kota dan identitas negaranya ini menunjukkan keragaman sekaligus kekuatan kawasan. Dengan dibentuknya ASEAN, negara-negara tersebut berkomitmen memperkuat solidaritas regional dan menghadapi tantangan global bersama-sama.

    Semoga bermanfaat ya detikers!

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Negara dengan Kebebasan Pers Tertinggi di Asia, Tak Ada Indonesia

    10 Negara dengan Kebebasan Pers Tertinggi di Asia, Tak Ada Indonesia


    Jakarta

    World Press Freedom Index 2025 merilis daftar negara dengan kebebasan pers terbaik di dunia. Norwegia menjadi negara dengan skor kebebasan pers tertinggi di dunia.

    World Press Freedom Index 2025 melakukan pemeringkatan terhadap 180 negara dan wilayah. Indeks menilai tingkat kebebasan jurnalisme dan media.

    Dalam hal ini, kebebasan pers didefinisikan sebagai kemampuan jurnalis sebagai individu dan kolektif untuk memilih, memproduksi, dan menyebarluaskan berita demi kepentingan publik tanpa campur tangan politik, ekonomi, hukum, dan sosial, serta tanpa adanya ancaman terhadap keselamatan fisik dan mental mereka.


    Peta kebebasan pers kemudian dibagi menjadi 5 kategori yakni:

    1. Konteks politik

    2. Kerangka hukum

    3. Konteks ekonomi

    4. Konteks sosial budaya

    5. Keselamatan

    Indeks menghasilkan skor berkisar antara 0 hingga 100 yang diberikan kepada setiap negara atau wilayah. Angka 100 menjadi skor terbaik (tingkat kebebasan pers tertinggi) dan 0 menjadi skor terburuk.

    Norwegia jadi yang terbaik di dunia dengan skor indeks mencapai 92,31. Disusul Estonia dengan skor 89,46 dan Belanda dengan skor 88,64.

    Negara dengan Kebebasan Pers Tertinggi di Asia

    Taiwan menjadi negara dengan kebebasan pers tertinggi di Asia dengan skor 77,04. Kemudian disusul Armenia dengan skor 73,96.

    Timor Leste menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dengan skor 71,79. Selanjutnya ada Thailand, dengan skor 56,72.

    Sementara Indonesia tak masuk sepuluh besar dalam World Press Freedom Index 2025 kategori Asia. Indonesia hanya menempati peringkat 127 dari 180 negara. Skor kebebasan pers Indonesia hanya 44,13 dari 100.

    10 Negara dengan Kebebasan Pers Tertinggi di Asia

    1. Taiwan, Asia Timur

    Skor: 77,04

    2. Armenia, Asia Barat

    Skor: 73,96

    3. Timor Leste, Asia Tenggara

    Skor: 71,79

    4. Korea Selatan, Asia Timur

    Skor: 64,06

    5. Jepang, Asia Timur

    Skor: 63,14

    6. Qatar, Asia Barat

    Skor: 58,25

    7. Thailand, Asia Tenggara

    Skor: 56,72

    8. Malaysia, Asia Tengara

    Skor: 56,09

    9. Nepal, Asia Selatan

    Skor: 55,20

    10. Brunei, Asia Tenggara

    Skor: 53,47

    (faz/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Viral Presiden Korsel Jadi Marshaller Pesawat dan G-Dragon Pilotnya

    Viral Presiden Korsel Jadi Marshaller Pesawat dan G-Dragon Pilotnya



    Seoul

    Ramai di dunia maya, potongan video presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menjadi marshaller, mengayunkan tongkat mengarahkan pesawat yang pilotnya G-Dragon. Kira-kira ini AI atau apa?

    Dilansir dari Straits Times, Jumat (3/10/2025) ternyata adegan tersebut bagian dari promosi video KTT APEC 2025 yang diselenggarakan 2 Oktober. Tak hanya G-Dragon, video berdurasi 75 detik juga menampilkan sutradara film pemenang Cannes Park Chan-wook, ikon sepak bola Korea Selatan Park Ji-sung, DJ Peggy Gou, penyanyi Jang Won-young dari girl grup Ive dan koki bintang tiga Michelin di Korea Selatan, Ahn Sung-jae (yang populer melalui acara memasak Netflix, Culinary Class Wars).

    Video promosi itu dimulai saat G-Dragon hendak menyambut para anggota APEC di restoran, Jang Won-young meminta ia perlu memindahkan kendaraan yang diparkir secara tidak semestinya. Kemudian muncullah, Presiden Lee selama dua detik, berperan sebagai marshal yang memandu jalannya pesawat di landasan pacu.


    Tangkapan layar promosi APEC Korea 2025Presiden Korea Selatan dalam video promosi APEC Korea 2025 Foto: (Tangkapan Layar Youtube/ APEC 2025 Korea)

    Juga disorot pesawat-pesawat yang terparkir bertuliskan Peru, AS, Thailand yang merupakan tuan rumah KTT APEC dalam tiga tahun terakhir.

    Kementerian Luar Negeri menjelaskan bahwa adegan tersebut merupakan metafora untuk menunjukkan kembalinya Korea Selatan ke panggung global secara tertib dan tangguh setelah goncangan masa lalu.

    Shin Woo-seok, kepala eksekutif perusahaan produksi Dolphiners Films, yang memimpin produksi tersebut, menjelaskan bahwa mereka membutuhkan Presiden Lee untuk tampil dalam video tersebut sebagai perwakilan negara tuan rumah. Perannya sebagai marshaller pesawat adalah cara halus menggambarkannya sebagai sosok yang tidak otoriter.

    Tentu keberadaan wajah-wajah ikon Korea Selatan tersebut membuat kaget para fans dan netizen dunia. Banyak yang menanyakan berapa budget iklan yang disiapkan mengingat semua yang tampil adalah selebriti mahal.

    Video ini bisa traveler tonton di Youtube APEC 2025 Korea.

    (sym/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Sejarah Singkat, Letak, dan Peninggalannya

    Sejarah Singkat, Letak, dan Peninggalannya


    Jakarta

    Sriwijaya termasuk kerajaan besar dalam sejarah Nusantara. Kerajaan Sriwijaya dikenal di jalur perdagangan dunia.

    Berdasarkan catatan Tiongkok, India, hingga Arab, Sriwijaya disebut sebagai pusat maritim dan agama Buddha yang penting. Namun, seperti apa Sriwijaya pada masa dulu?

    Sejarah Singkat: Awal Mula dan Letak Kerajaan Sriwijaya

    Menurut buku Kadatuan Sriwijaya: Perjalanan Suci karya I Made Geria nama Sriwijaya pertama kali muncul di Prasasti Kedukan Bukit (682 M) dan Prasasti Kota Kapur (686 M). Awalnya sempat ditafsirkan sebagai nama raja, tetapi kemudian ahli sejarah George Coedès menegaskan bahwa Sriwijaya adalah nama sebuah kerajaan maritim berbentuk kadatuan (federasi para datu).


    Pendiri Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Dalam prasasti, ia disebut melakukan Perjalanan Suci (Mangalap Siddhayatra) untuk menaklukkan wilayah dan kemudian mendirikan pusat baru di Palembang. Ia juga dikenal sebagai raja beragama Buddha yang membangun Taman Sriksetra demi kesejahteraan semua makhluk hidup.

    Para sejarawan kemudian memperkirakan letak Kerajaan Sriwijaya berada di sekitar teluk Jambi dan ujung jazirah Palembang. Sebagian besar prasasti ditemukan di Palembang, di tepian Sungai Musi. Sungai ini berfungsi vital sebagai jalur perdagangan dari pedalaman ke pesisir.

    Sriwijaya tidak meninggalkan keraton batu megah seperti di Jawa, melainkan pemukiman maritim berupa rumah panggung di rawa-rawa.

    Pada abad ke-11, Kerajaan Cola (India Selatan) menyerang Sriwijaya, menawan raja Sangramawijayottungawarman, dan mengurangi pengaruhnya di Selat Malaka. Perlahan, Kerajaan Sriwijaya mengalami keruntuhan.

    Pemerintahan di Kerajaan Sriwijaya

    Sriwijaya tidak berbentuk kerajaan tunggal, melainkan kadatuan. Berdasarkan Prasasti Telaga Batu, pemerintahan dipimpin seorang datu yang membawahi pejabat-pejabat seperti:

    Senapati (panglima perang)
    Nayaka (bendahara)
    Dandanayaka (hakim)
    Tuhanwatakwurah (kepala perdagangan/pertukangan)

    Struktur ini memperlihatkan betapa terorganisirnya kekuasaan Sriwijaya di masa itu.

    Perekonomian Maritim

    Kerajaan Sriwijaya kemudian berkembang menjadi sebuah kerajaan besar sejak abad ke-7 hingga abad ke-11 Masehi. Hal ini dilihat dari kedudukan kerajaan yang mencakup wilayah-wilayah strategis untuk menjaga dominasi perdagangan laut.

    Kejayaan kerajaan ini memuncak dengan menguasai jalur Selat Malaka. Komoditas perdagangan meliputi lada, pala, cengkeh, kayu gaharu, kapur barus, emas, perak, hingga rempah-rempah.

    Selain perdagangan, kerajaan ini juga memperoleh pendapatan dari bea cukai kapal asing yang singgah di pelabuhannya. Catatan sejarah Arab bahkan menyebut pelabuhan Sriwijaya ramai oleh berbagai bangsa, dari Persia hingga Yunani.

    Agama dan Pendidikan Buddha

    Sriwijaya dikenal sebagai pusat studi Buddha Mahayana di Asia Tenggara. Tokoh seperti I-Tsing (Tiongkok) dan Atisa (Tibet) pernah singgah di sini. Meski begitu, peninggalan arkeologi menunjukkan juga adanya pengaruh Hindu (Siwa, Ganesha) dan Tantrisme, mencerminkan kerukunan antaragama.

    Hubungan Internasional

    Prasasti Nalanda (India) mencatat Raja Balaputradewa mendirikan asrama untuk biksu Sriwijaya di Nalanda.

    Prasasti Ligor (Thailand Selatan) menunjukkan persahabatan antarbangsa lewat pembangunan bangunan suci Buddhis.

    Seberapa Besar Kerajaan Sriwijaya?

    Dikutip dari artikel jurnal How unique was Srivijaya? karya Claessen, H. J. (1995), kisah kejayaan Sriwijaya sebenarnya banyak ditulis, tetapi sejarawan modern menekankan adanya keterbatasan bukti.

    Banyak narasi Sriwijaya berasal dari catatan asing (Tiongkok, Arab, India), bukan sumber lokal. Henri Claessen menyebut Sriwijaya lebih tepat dipahami sebagai maritime polity atau konglomerasi dagang daripada negara terpusat.

    Kekuasaan pusat di Palembang kuat, tapi wilayah lain hanya terikat lewat kerja sama sukarela dan kepentingan dagang, bukan dominasi militer. Kerajaan Sriwijaya bisa dikatakan unik, akan tetapi bukan kerajaan maritim satu-satunya di Asia Tenggara.

    Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

    Meski akhirnya meredup, peninggalan Kerajaan Sriwijaya melekat dalam berbagai bentuk, antara lain:

    – Diplomasi damai lewat jalur agama dan budaya.
    – Kerukunan agama tercermin dari bukti Hindu-Buddha.
    – Kepedulian lingkungan lewat Taman Sriksetra.
    – Kesadaran kritis bahwa sejarahnya dibentuk oleh tafsir kolonial dan bukti fragmentaris
    – Prasasti Kedukan
    – Prasasti Telaga Batu
    – Prasasti Karang Berahi
    – Prasasti Palas Pasemah
    – Prasasti Talang Tuo
    – Prasasti Muara Takus

    Itulah informasi mengenai sejarah singkat Kerajaan Sriwijaya hingga peninggalannya. Semoga bermanfaat ya detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Heboh, Batu Mirip Ular Raksasa di Tepi Sungai, Mendadak Jadi Spot Wisata

    Heboh, Batu Mirip Ular Raksasa di Tepi Sungai, Mendadak Jadi Spot Wisata



    Jakarta

    Warga Kecamatan Khek Noi, Kabupaten Khao Kho, Provinsi Phetchabun, Thailand heboh setelah muncul batu besar yang menyerupai ular raksasa di tepi Sungai Khek. Batu itu langsung viral menjadi spot wisata dadakan.

    Batu itu kemudian dijuluki Naga Tidur. Dalam video yang diunggah sejumlah akun, batu itu tampak menyerupai sisik dan bentuk kepala menonjol. Saat dilihat dari jauh, batu itu terlihat seperti ular sungguhan.

    Foto dan video penampakannya pertama kali diunggah oleh warga sekitar dan kemudian menyebar cepat di TikTok, Facebook, dan platform lainnya.


    Unggahan itu ditanggapi beragam oleh warganet. Termasuk dari Indonesia.

    “Ini berkah naga penjaga sungai,” tulis seorang pengguna TikTok asal Thailand.

    “Menurutku itu bukan ular, tapi batu yang dipahat mirip kepala ular, biasanya bekas orang zaman kuno/kerajaan yg suka ukir batu jadi patung,” komentar warganet asal Indonesia.

    “mungkin dulu gk kelihatan karena ketimbun tanah dan tanahnya terkikis oleh air sungai sedikit demi sedikit akhirnya nampak jelas sebenernya itu ular sedang bertapa sampai membatu kalau sudah waktunya dia akan bangkit,” komentar yang lain.

    Batu Naga Tidur itu semakin populer setelah dikaitkan dengan legenda lokal Thailand tentang Phaya Naga, makhluk mitologis berbentuk naga atau ular raksasa yang dipercaya sebagai penjaga sungai dan sumber air.

    Sementara itu, ahli geologi menyebut formasi batu itu kemungkinan besar akibat erosi alami batuan kapur yang umum ditemukan di kawasan pegunungan Phetchabun.

    Simak juga Video ‘Bebatuan Mirip Dolmen di Polman Ternyata Bukan Artefak’:

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 10 Universitas Terbaik di Asia Versi THE WUR 2026, Ada Dua Kampus Tetangga RI

    10 Universitas Terbaik di Asia Versi THE WUR 2026, Ada Dua Kampus Tetangga RI


    Jakarta

    Lembaga pemeringkatan kampus tingkat global, Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) mengeluarkan laporan kampus terbaik di dunia tahun 2026. Hasilnya, Oxford University menjadi kampus terbaik di dunia.

    Oxford mengungguli kampus terbaik lain seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Princeton University. Oxford memiliki skor lingkungan riset terbaik dengan skor 100.

    Dalam THE WUR 2026, terdapat 18 indikator kinerja yang dikalibrasi dengan cermat. Lima indikator utamanya yaitu:


    1. Mengajar (lingkungan belajar) – 29,5 persen

    2. Lingkungan penelitian (volume, pendapatan dan reputasi) – 29 persen

    3. Kualitas penelitian (dampak sitasi, kekuatan penelitian, keunggulan penelitian, dan pengaruh penelitian) – 30 persen

    4. Pandangan internasional (staf, mahasiswa, dan penelitian) – 7,5 persen

    5. Industri (pendapatan dan paten) – 4 persen

    Hasilnya, laporan menyediakan pemeringkatan kampus terbaik di dunia baik secara global maupun regional. Untuk wilayah Asia sendiri, kampus terbaik mayoritas didominasi dari China.

    Di peringkat top 10 terbaik di Asia, lebih dari lima kampus berasal dari China dan dua dari Hong Kong. Sementara lainnya dari Singapura (2 kampus), Jepang, dan Korea Selatan.

    Berikut daftarnya, dikutip dari laporan THE WUR 2026.

    Daftar 10 Universitas Terbaik di Asia Versi THE WUR 2026

    1. Tsinghua University, China

    Peringkat dunia: 12

    2. Peking University, China

    Peringkat dunia: 13

    3. National University of Singapore (NUS)

    Peringkat dunia: 17

    4. The University of Tokyo, Jepang

    Peringkat dunia: 26

    5. Nanyang Technological University, Singapore

    Peringkat dunia: 31

    6. University of Hong Kong

    Peringkat dunia: 33

    7. Fudan University, China

    Peringkat dunia: 36

    8. Zhejiang University, China

    Peringkat dunia: 39

    9. Shanghai Jiao Tong University, China

    Peringkat dunia: 40

    10. The Chinese University of Hong Kong

    Peringkat dunia: 41

    Bagaimana dengan Indonesia?

    Berdasarkan peringkat THE WUR 2026, kampus-kampus Indonesia tidak masuk dalam 800 besar dunia. Peringkat terbaik kampus Indonesia berada di posisi 801-1000 yaitu Universitas Indonesia.

    Jika dibandingkan dengan kampus-kampus Malaysia, kampus di Indonesia masih tertinggal. Sebab, dua kampus Malaysia masuk top 201-250 terbaik di THE WUR 2026.

    Selain itu, kampus Indonesia juga masih kalah dengan kampus-kampus Vietnam yang masuk posisi 501-600 global. Begitupun dengan kampus-kampus Thailand yang masuk top 501-600 dan 601-800.

    Di Indonesia, selain UI, ada Universitas Sebelas Maret (UNS) yang masuk top 1001-1200. Disusul Binus University di peringkat top 1201-1500.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Kampus Terbaik di Asia Tenggara Versi THE WUR 2026, Tidak Ada Indonesia

    10 Kampus Terbaik di Asia Tenggara Versi THE WUR 2026, Tidak Ada Indonesia


    Jakarta

    Peringkat kampus terbaik telah dirilis oleh Times Higher Education (THE) dengan tajuk World University Rankings (WUR) 2026. Ada kampus dari Asia Tenggara yang masuk top 20 terbaik dunia.

    Dalam THE WUR 2026, sebanyak 2.191 institusi dari 115 negara dan wilayah masuk pemeringkatan. Pemeringkatan ini bisa ditampilkan berdasarkan per negara atau wilayah.

    Adapun 18 indikator kinerja terkalibrasi dalam pemeringkatan THE WUR 2026 dibagi ke dalam lima indikator utama, yaitu:


    1. Mengajar (lingkungan belajar) – 29,5 persen

    2. Lingkungan penelitian (volume, pendapatan dan reputasi) – 29 persen

    3. Kualitas penelitian (dampak sitasi, kekuatan penelitian, keunggulan penelitian, dan pengaruh penelitian) – 30 persen

    4. Pandangan internasional (staf, mahasiswa, dan penelitian) – 7,5 persen

    5. Industri (pendapatan dan paten) – 4 persen

    Kampus-kampus Terbaik di Dunia

    Untuk peringkat global, University of Oxford berhasil menjadi kampus terbaik di dunia. Oxford mengungguli kampus terbaik asal Amerika Serikat (AS) seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Princeton University.

    Beberapa kampus asal Asia berhasil masuk top 20 terbaik dunia. Termasuk Tsinghua University, China di peringkat ke-12 dunia, Peking University, China di peringkat ke-13, National University of Singapore di peringkat ke-17 hingga The University of Tokyo, Jepang di peringkat 26.

    Untuk wilayah Asia Tenggara, National University of Singapore berhasil menjadi yang terbaik. Pencapaian NUS disusul oleh Nanyang Technological University (NTU), Singapura yang menduduki posisi ke-31 global.

    Selain dua kampus Singapura, hanya ada kampus-kampus dari Malaysia yang berada di peringkat terdekat. Beberapa di antaranya yaitu Universiti Teknologi Petronas, Malaysia dan University of Malaya, yang ada di peringkat 201-250 global.

    Berikut daftar kampus terbaik di Asia Tenggara versi THE WUR 2026.

    10 Kampus Terbaik di Asia Tenggara Versi THE WUR 2026

    1. National University of Singapore

    Peringkat dunia: 17

    2. Nanyang Technological University, Singapore

    Peringkat dunia: 31

    3. Universiti Teknologi Petronas, Malaysia

    Peringkat dunia: 201-250

    4. University of Malaya

    Peringkat dunia: 201-250

    5. Sunway University, Malaysia

    Peringkat dunia: 301-350

    6. University Kebangsaan Malaysia

    Peringkat dunia: 301-350

    7. Universiti Brunei Darussalam

    Peringkat dunia: 351-400

    8. Universiti Sains Malaysia

    Peringkat dunia: 401-500

    9. Universiti Teknologi Malaysia

    Peringkat dunia: 401-500

    10. Universiti Utara Malaysia

    Peringkat dunia: 401-500

    Bagaimana dengan Kampus-kampus dari Indonesia?

    Dalam THE WUR 2026, kampus-kampus Indonesia tidak masuk dalam 800 besar dunia. Peringkat terbaik kampus Indonesia berada di posisi 801-1.000 yaitu Universitas Indonesia.

    Jika dibandingkan dengan kampus-kampus di negara tetangga, kampus di Indonesia masih tertinggal. Misalnya Chulangkorn University, Thailand dan UEH University, Vietnam, yang ada di peringkat 501-600 dunia.

    Selain UI, kampus dengan peringkat terbaik di Indonesia ada Universitas Sebelas Maret (UNS) yang masuk top 1.001-1.200 dan Binus University di peringkat top 1.201-1.500.

    (faz/twu)



    Sumber : www.detik.com