Source : unsplash.com / Brooke Lark
Jakarta –
Di bulan puasa frekuensi minum kopi pasti berkurang. Hal ini terasa berat bagi pencinta kopi. Coba siasati dengan cara ini agar tak alami dehidrasi.
Para ahli kesehatan kerap menyarankan untuk tidak minum kopi selama bulan puasa. Anjuran ini bukan tanpa alasan, kandungan kafein pada kopi bisa memicu efek diuretik sehingga kamu rentan kekurangan cairan yang berisiko dehidrasi.
Akan tetapi, keputusan untuk berhenti minum kopi mungkin bisa berdampak buruk pada mereka yang terbiasa ngopi setiap hari. Dilansir dari Mashed, langsung setop ngopi bisa memicu kecemasan, sakit kepala dan gejala depresi.
Sebenarnya kamu tidak harus berhenti minum kopi. Cukup ngopi dengan bijak dan aman dengan cara-cara berikut, seperti dikutip dari CNN Indonesia (19/4):
1. Kurangi waktu penyeduhan
 Proses penyeduhan kopi sebaiknya jangan terlalu lama. Foto: Getty Images/iStockphoto/hsyncoban
|
Kandungan kafein akan semakin tinggi saat kamu menyeduh kopi dalam waktu lama. Biasanya mereka yang menyeduh kopi di rumah secara manual mendiamkan kopi selama beberapa menit di air panas.
Dilansir dari Have Halal Will Travel, sebaiknya kamu mengurangi waktu penyeduhan sehingga kandungan kafein tidak terlalu tinggi.
2. Ngopi dekat dengan waktu imsak
 Ngopi saat sahur disebut lebih baik daripada saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/Stanislav Sablin
|
Kamu tetap bisa ngopi di pagi hari atau waktu sahur. Waktu ini sebenarnya lebih baik daripada saat berbuka puasa. Kamu tentu tidak ingin menyiksa lambung kosong dengan kopi. Sebaiknya minum kopi 1-2 jam sebelum waktu sahur berakhir atau jelang imsak. Ingat, cukup secangkir atau jika lebih maka bisa memicu dehidrasi.
3. Cobalah ganti dengan teh
 Cobalah ganti kopimu dengan teh herbal yang lebih sehat. Foto: Getty Images/iStockphoto/tracielouise
|
Idealnya, jika kamu ingin setop ngopi, kamu perlu mengurangi kopi sejak 1-2 minggu jelang Ramadan. Namun sekarang pun tidak terlambat untuk memulai mengurangi konsumsi kopi.
Dikutip dari berbagai sumber, kalau kamu biasanya minum 2-3 cangkir kopi per hari, mulai ganti 1-2 cangkir dengan kopi non kafein (decaf) atau teh herbal.
Kamu tetap bisa mendapatkan secangkir minuman hangat tanpa harus mengalami sakit kepala, badan tidak nyaman atau efek-efek tak diinginkan lain.
4. Imbangi dengan asupan cairan
Cukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi. Minimal kamu bisa memenuhi kebutuhan 8 gelas air putih per hari. Ini bukan berarti kamu minum 4 gelas saat sahur dan 4 gelas saat berbuka puasa. Sebaiknya minum air putih secara bertahap atau dibagi per waktu makan.
Saat bangun untuk sahur, minum 1 gelas, lalu setelah makan sahur 2 gelas air. Kemudian saat berbuka, minum 1 gelas plus kurma, setelah itu 1 gelas sebelum salat maghrib. Saat makan malam, minum 2 gelas air dan jelang tidur 1 gelas air.
(Tim CNN/odi)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Ketika menjalankan ibadah puasa, banyak konsumen kopi yang kebingungan untuk menentukan cara minum kopi terbaiknya. Ini saran dari dokter di Arab.
Ketika berpuasa waktu makan dan minum dibatasi. Aktivitas makan dan minum harus dihentikan sebelum adzan subuh berkumandang dan berbuka puasa setelah adzan maghrib berkumandang.
Bagi sebagian orang, terutama konsumen kopi kelas berat, seringkali kebingungan untuk menentukan waktu yang tepat mengonsumsi kopi. Berbagai pro dan kontra masih diperdebatkan tentang cara minum kopi yang benar saat berpuasa.
Seorang dokter asal Fakeeh University Hospital, Dubai Silicon Oasis, menyebut ada beberapa cara yang harus dilakukan jika tetap ingin kopi selama bulan ramadan. Tentunya termasuk beberapa penyesuaian karena tubuh tak akan menerima asupan kafein sebanyak hari-hari biasanya.
Baca juga: 5 Momen Sahur Pertama Para Selebriti, Ayu Ting Ting hingga Fuji
Berikut ini 5 tips minum kopi selama ramadan menurut Khaleej Times:
Konsumsi kopi saat berpuasa harus diturunkan secara berkala. Foto: Getty Images/Stanislav Sablin
|
1. Menurunkan asupannya secara berkala
Sebenarnya ketika hendak memasuki bulan ramadan, konsumen kopi sudah harus menyiapkan diri sejak jauh-jauh hari. Menurunkan asupan kopi secara berkala akan membantu tubuh beradaptasi dengan pengurangan asupan kafein selama ramadan.
Dr. Syed Sakib Nazir menyebut kekhawatirannya pada konsumen kopi ketika mengurangi asupan kafein secara mendadak. Efeknya bisa mengalami gangguan kecemasan, sakit kepala, rasa kantuk yang parah, hingga kehilangan konsentrasi.
Tetapi jika tak sempat menguranginya secara berkala, ada cara lain yang dapat menjadi alternatif. Yaitu mengatur waktu yang tepat untuk minum kopi antara berbuka puasa hingga waktu sahur tiba.
2. Aturan minum kopi saat sahur
Dokter Nazir tidak melarang konsumen kopi untuk berhenti minum kopi saat ramadan. Ia justru memberikan waktu yang tepat bagi penggemar kopi kelas berat agar tetap berpuasa dengan aman walaupun mengonsumsi kopi.
Ia memperbolehkan konsumsi kopi saat waktu sahur dengan beberapa catatan yang harus diperhatikan. Kopi harus diminum 2 jam sebelum waktu sahur berakhir. Tetapi dr. Sarah Alam selaku spesialis endokrinologi di Dubai menyebut tetap penting untuk membatasi asupan minuman berkafein.
Konsumsi kopi saat waktu sahur dikatakan aman jika tidak dilakukan secara berlebihan. Cukup dengan 1 cangkir dan tidak menggunakan banyak pemanis atau campuran ke dalamnya.
Tips lainnya ada di halaman berikutnya.
3. Minum kopi saat berbuka puasa
Sama seperti aturan minum kopi saat sahur, dr. Nazir menyebut boleh dan aman untuk mengonsumsi kopi setelah berbuka puasa. Tetapi tetap dengan beberapa aturan yang harus diperhatikan dan tidak sembarangan.
Jika kamu merasa membutuhkan kopi setelah berbuka puasa, hendaknya tidak membatalkan puasa dengan kopi. Batalkan puasa dengan air putih dan makanan manis terlebih dahulu secara perlahan dan bertahap.
Setelah dua jam dari waktu buka puasa, baru kemudian mengonsumsi kopi untuk membantu menyegarkan tubuh. Perlu diingat juga bahwa konsumsi kopi setelah berbuka puasa dibatasi hanya boleh 1 cangkir saja.
4. Perhatikan kebutuhan hidrasi
Jika ingin minum kopi saat berpuasa, pastikan juga kebutuhan hidrasi tubuh. Foto: Getty Images/Stanislav Sablin
|
Dibalik berbagai manfaatnya untuk tubuh, kopi memiliki efek diuretik yang tak dapat terelakkan. Hal ini yang menjadi alasan utama para dokter dan ahli kesehatan mewaspadai konsumsi kopi selama bulan ramadan.
Ancaman dehidrasi dapat terjadi jika mengonsumsi kopi pada waktu dan jumlah kadar yang tak tepat. Bahkan ada kasus di Dubai yang menyebutkan seorang pasien mengalami insomnia dan gangguan mood akibat mengalami dehidrasi selama bulan ramadan.
“Tetap menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa adalah hal yang penting, dan setiap orang harus memprioritaskan minum air mineral antara buka puasa dan imsak,” jelas dr. Alam.
5. Tips bagi penderita diabetes
Bagi penderita diabetes yang juga penikmat kopi kelas berat ternyata perlu perhatian khusus selama bulan ramadan. Para dokter tidak menyarankan penderita diabetes mengonsumsi kopi sembarangan tanpa konsultasi atau pengawasan dokter.
Kondisi tubuh yang berpuasa tentu akan memengaruhi kadar insulin di dalam tubuh yang sangat sensitif efeknya bagi penderita diabetes. dr. Alam menyebut sebelum menjalankan puasa, seharusnya penderita diabetes memeriksakan kondisinya kepada dokter yang menangani.
Tetapi jika tak sempat melakukan pemeriksaan, asupan makanannya harus tetap dijaga dengan ketat. Penderita diabetes boleh mengonsumsi kopi selama ramadan, hanya saja keseimbangan nutrisi, asupan sayur dan buah, hingga kebutuhan hidrasinya harus tetap terkendali.
(dfl/odi)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Minum kopi di bulan ramadan bisa menjadi lebih riskan dibandingkan di waktu biasa. Karenanya ikutilah 4 tips ini saat minum kopi di bulan ramadan.
Minum kopi telah menjadi kebiasaan sehari-hari banyak orang. Saat bulan ramadan dengan waktu makan minum yang terbatas, penikmat kopi pasti tak ingin ketinggalan dengan asupan kafeinnya.
Namun, perhatikan beberapa hal saat minum kopi, karena kandungan kafeinnya bisa mempengaruhi kondisi perut. Hal inilah yang menjadi riskan ketika menjalani ibadah puasa.
Agar tidak mengalami efek samping kafein saat berpuasa, kamu bisa mengikuti beberapa tips sehat minum kopi ini, seperti yang dikutip dari Have Halal Will Travel (04/04) berikut ini:
1. Kurangi gula
Kurangi gula pada seduhan kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
|
Dalam secangkir kopi bukan hanya kandungan kafeinnya yang harus diperhatikan, tetapi juga kandungan gulanya. Banyak orang yang menambahkan gula karena tidak suka rasa kopi yang terlalu pahit.
Padahal kopi akan lebih menyehatkan jika dibuat tanpa campuran bahan pemanis seperti gula. Ini menjadi hal yang penting, terutama saat ingin minum kopi di bulan ramadan.
Minum kopi tanpa gula bisa meningkatkan kinerja fisik bahkan hingga 100%. Kafeinnya berperan meningkatkan kadar adrenalin dalam darah. Ini bagus untuk menjalani puasa tanpa lemas.
2. Menyingkat durasi penyeduhan
Lamanya waktunya menyeduh kopi dengan mempertemukan bubuk kopi dan air dalam mempengaruhi kadar kafein. Semakin lama kopi diseduh dalam air, maka kadar kafeinnya semakin tinggi.
Karenanya saat menyeduh kopi di bulan ramadan, sebaiknya persingkat durasi penyeduhannya. Meskipun singkat, tidak akan merusak rasa kopi itu sendiri.
Bahkan cara menyeduh kopi ini dapat bermanfaat bagi kamu yang sudah terbiasa menikmati kopi dengan teknik penyeduhan tubruk.
Tips minum kopi di bulan ramadan lainnya ada di halaman berikut.
3. Minum maksimal 2 jam sebelum imsak
Minum kopi 1-2 jam sebelum imsak. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Saat bulan ramadan, waktu makan dan minum sangat terbatas. Untuk minum kopi disarankan saat sahur, tepatnya 1-2 jam sebelum memasuki waktu imsak.
Pertimbangan waktu tersebut untuk memperkirakan efek kafein pada kopi. Pasalnya kafein dapat menyebabkan dehidrasi dan ini bahaya jika berpuasa.
Selain itu, perbanyak juga untuk minum air putih setelah minum kopi. Hindari minum kopi di waktu berbuka puasa, karena bisa memicu gangguan perut seperti asam lambung.
4. Selingi dengan minum teh
Jika diminum berlebihan, kopi dapat memberikan efek samping yang bisa mengganggu kesehatan. Untuk mengurangi efek tersebut akan lebih baik jika diselingi dengan minum teh sebagai pengganti kopi.
Teh juga dikemas dengan kafein yang dapat menggantikan kebutuhan kopi walaupun kadarnya tidak sama banyak. Selain itu, teh juga memiliki rasa yang lebih enak dan segar dibandingkan kopi.
Dengan begitu, teh tetap enak dikonsumsi meski tanpa campuran gula atau bahan pemanis lainnya. Kafeinnya yang lebih rendah juga dinilai aman untuk kondisi perut saat berpuasa.
(raf/adr)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Minum kopi di pagi hari telah menjadi rutinitas. Namun, berapa lama jarak waktu yang tepat antara bangun tidur dan minum kopi? Ini jawabannya!
Mengawali pagi hari dengan secangkir kopi dapat memberikan manfaat untuk tubuh. Salah satunya dapat membangkitkan energi karena kandungan kafein di dalamnya.
Selain itu, manfaat minum kopi juga bisa meningkatkan suasana hari hingga meningkatkan fungsi otak. Untuk mendapatkan manfaatnya, ada tips penting saat minum kopi.
Hal itu berkaitan dengan waktu meminum kopi. Mengingat banyak orang yang minum kopi setelah bangun tidur, maka ada jeda waktu disarankan antara bangun tidur dan minum kopi.
Dikutip dari Live Holos (08/09/23) jeda waktu antara bangun tidur dan minum kopi disebut juga dengan istilah ’90 minutes rule’. Apa artinya?
1. Jeda waktu bangun tidur dan minum kopi
’90 minutes rule’ merupakan istilah untuk menentukan jeda waktu antara bangun tidur dan minum kopi. Foto: Ilustrasi iStock
|
’90 minutes rule’ merupakan istilah untuk menentukan jeda waktu antara bangun tidur dan minum kopi. Artinya, disarankan untuk menunggu waktu 90 menit setelah bangun tidur, baru diperbolehkan minum kopi.
Menurut Andrew Huberman, ahli saraf terkemuka dan peneliti di Stanford University School of Medicine, tips minum kopi tersebut bisa meningkatkan energi.
“Disarankan untuk menunggu waktu 90-120 menit setelah bangun tidur, baru kamu bisa minum kopi. Jeda waktu itu membuat kamu merasakan manfaat dari kopi itu sendiri,” tutur Andrew.
2. Mempengaruhi hormon kortisol
Menunggu 90 menit setelah bangun tidur juga akan memungkinkan kadar adenosin sedikit meningkat. Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Dengan menunggu jeda waktu antara 90-120 menit akan mempengaruhi hormon kortisol dalam darah yang cenderung menurun dengan drastis hingga kita bisa merasakan efek dari minum kopi yang bisa mengatasi rasa kantuk.
Menunggu 90 menit setelah bangun tidur juga akan memungkinkan kadar adenosin sedikit meningkat. Artinya, kafein lebih efektif memblokir reseptor dan membuat kita tetap waspada sepanjang hari.
Tak hanya itu, manfaat dari 90 minutes rule untuk minum kopi ini akan memungkinkan tubuh untuk lebih mengandalkan mekanisme terjaga alaminya, sehingga mengurangi risiko ketergantungan kafein.
3. 3 waktu minum kopi yang disarankan
Ada tiga waktu tepat yang disarankan untuk minum kopi. Foto: Ilustrasi iStock
|
Dikutip dari Telegraph ada tiga waktu tepat yang disarankan untuk minum kopi. Tentunya tiga waktu tersebut merupakan momen di mana kortisol dalam tubuh sedang menurun.
Namun, tetap mengikuti aturan 90 minutes rule. Waktu pertama adalah pada pukul 08.00-09.00 di pagi hari, 12.00-13.00 di siang hari, dan 18.00-19.00 di sore hari.
Tak hanya waktu minum kopi, penting juga untuk memilih kopi berkualitas terbaik agar merasakan manfaat maksimal dari kopi dan hindari penggunaan gula tambahan.
(raf/odi)
Sumber : food.detik.com
Jakarta –
Kopi kerap dinikmati saat sarapan. Namun, pada sebagian orang menyebabkan gangguan pada pencernaan. Atasi dengan tips mudah berikut ini.
Banyak orang menikmati kopi pagi hari saat sarapan. Minum kopi di pagi hari bisa membangkitkan energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas seharian.
Manfaat kopi di pagi hari ini dapat dirasakan oleh sebagaian orang. Namun, banyak juga yang justru mendapatkan gangguan masalah kesehatan pada pencernaan.
Dilansir dari Well and Good (21/1), Maddie Pasquariello selaku ahli diet menjelaskan efek yang ditimbulkan saat minum kopi. “Minum kopi menyebabkan lambung memproduksi asam. Mungkin juga mengalami peningkatan pergerakan usus, peningkatan detak jantung, dan peningkatan tekanan darah ketika minum kopi saat perut kosong,” jelasnya.
Pasquariello mengatakan bahwa minum kopi ini bisa berpotensi menyebabkan sakit maag. “Terus menerus minum kopi saat perut kosong dapat menyebabkan sakit maag,” katanya.
Kopi juga disebut dapat menekan nafsu makan, oleh karenanya banyak yang mengonsumsinya sebagai minuman diet. Namun, kopi juga bisa menghambat kemampuan dalam menjalankan pola makan yang bergizi seimbang.
“Dengan minum kopi alih-alih sarapan padat nutrisi, mungkin kamu bisa kehilangan kesempatan untuk berkontribusi terhadap keseluruhan asupan makronutrien pada hari itu,” ungkapnya.
Kalau kamu memiliki usus yang sehat, tidak perlu khawatir saat minum 1-2 cangkir kopi di pagi hari. Namun, jika memang memiliki gangguan pada kesehatan usus, harus dipertimbangkan kembali.
Beberapa tips mungkin bisa diterapkan agar minum kopi di pagi hari tak menimbulkan gangguan pencernaan.
Berikut 3 tips minum kopi yang mudah diikuti:
1. Minum air putih dulu
Saat tertidur lelap, tubuh akan mengeluarkan air melalui pernapasan. Penting menjaga tubuh terhidrasi dengan baik, oleh karena itu minumlah air putih saat baru bangun tidur.
Minum air putih ini juga dapat mengurangi efek kafein saat meminum kopi di pagi hari. “Ini membantu tubuh mendapatkan kembali cairan setelah tidur malam, meningkatkan pencernaan, dan meningkatkan metabolisme yang sehat,” ujar Pasquariello.
2. Lengkapi dengan menu sarapan
Tips minum kopi pagi hari Foto: Getty Images/iStockphoto
|
Jangan hanya minum kopi saat sarapan, sebaiknya ditemani dengan menu sarapan. Karena, menyantap makanan walaupun sedikit dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan saat minum kopi.
“Dengan makan sedikit, ini akan membantu dalam menyerap asam lambung yang diproduksi dan menghindari gejala tidak menyenangkan,” ungkap Pasquariello.
Pasquariello menyarankan untuk mengonsumsi sarapan bergizi seimbang. Di antaranya berisikan karbohidrat, protein, dan lemak.
3. Pemilihan jenis kopi
Jika memang harus minum kopi di pagi hari, Pasquariello menyarankan untuk memperhatikan jenis kopi yang diminum. Bisa mengurangi volume kopi atau mengganti jenisnya.
“Menurunkan jumlah shots espresso dari tiga menjadi dua, beralih ke kopi dark roast, atau memilih drip coffee drip daripada cold brew,” sarannya.
Pasquariello merekomendasikan pengurangan dosis secara perlahan untuk menghindari rasa sakit akibat berhenti mengasup kafein. Bisa juga mengganti kopi berkafein dengan kopi decaf tanpa kafein.
(yms/odi)
Sumber : food.detik.com
|