Tag: tips puasa

  • Agar Kuat Berpuasa, Konsumsi 5 Makanan Pencegah Rasa Haus Ini


    Jakarta

    Menahan lapar dan dahaga bukan hal yang dapat dikendalikan dengan mudah. Ada beberapa makanan untuk bantu atasi haus saat berpuasa sesuai rekomendasi dokter.

    Menurutmu apa tantangan terberat saat berpuasa? Sebagian orang menyebut menahan lapar sedangkan sebagian lainnya mengatakan mengalahkan rasa haus bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Apalagi ketika cuaca terlalu menyengat di luar.

    Faktanya minum banyak air saat sahur tidak memberikan efek pada rasa haus di siang hari. Justru efek samping seperti ingin buang air kecil terus menerus setelah sahur akan dialami.


    Beberapa dokter di rumah sakit di Arab Saudi menyebut ada beberapa makanan yang ternyata dapat membantu mengatasi haus saat berpuasa. Mengonsumsinya dengan cukup saat sahur digadang-gadang akan memudahkan untuk mengendalikan rasa haus seharian.

    Berikut ini 5 makanan pencegah haus menurut Saudi German Hospital:

    Agar Kuat Berpuasa, Konsumsi 5 Makanan Pencegah Rasa Haus IniKandungan air yang tinggi pada sayur dan buah dapat membantu mengatasi haus saat berpuasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/cemagraphics

    1. Sayur dan buah

    Sayur dan buah secara alami memiliki kandungan air yang mendominasi. Hasilnya jika mengonsumsi bahan makanan ini kadar hidrasi tubuh akan terjaga selain dari sekadar konsumsi air mineral saja.

    Buah dan sayur disarankan untuk dikonsumsi baik pada malam hari maupun ketika waktu sahur. Buah dan sayur juga memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang dapat membantu sel-sel tubuh tetap sehat selama berpuasa seharian penuh.

    Tak hanya itu makanan ini juga memiliki serat yang padat sehingga dapat membantu memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Konsumsi buah dan sayur secara rutin selama bulan puasa juga dapat memaksimalkan pengeluaran racun atau toksin di dalam tubuh.

    2. Yoghurt

    Khasiat konsumsi yoghurt untuk membantu kesehatan pencernaan bukan lagi rahasia. Kandungan probiotiknya yang kaya membuat banyak orang selalu mengandalkan makanan ini untuk dikonsumsi guna menyehatkan saluran pencernaan mereka.

    Para dokter percaya dengan mengonsumsi secangkir yogurt (atai setara dengan 236 gram) dapat membantu menjaga kelembaban tubuh. Sehingga ketika siang hari tubuh tak mudah kehausan dan juga akan kenyang lebih lama.

    Yoghurt akan lebih bagus jika dipadukan dengan buah segar yang dipotong kecil-kecil. Selain dikonsumsi saat sahur, yoghurt juga disarankan untuk menjadi selipan makan malam yang lebih sehat.

    Makanan untuk mengatasi haus lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Daging rendah lemak

    Daging hewan yang tinggi protein dikenal sebagai salah satu makanan yang cocok untuk memberikan rasa kenyang lebih lama. Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari daging jika ingin mendapatkan khasiat terbaiknya.

    Jika ingin menyantap daging saat sahur, upayakan untuk memilih daging yang rendah lemak. Daging yang lebih padat memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan akan lebih mengenyangkan.

    Sementara daging yang lebih banyak lemaknya cenderung meninggalkan sensasi berminyak yang kurang nyaman. Ketika mulut dan tenggorokan terasa begitu berminyak kamu akan membutuhkan lebih banyak air minum untuk membasuhnya.

    4. Kurma

    Agar Kuat Berpuasa, Konsumsi 5 Makanan Pencegah Rasa Haus IniBuah favorit nabi ini juga disarankan oleh dokter untuk dikonsumsi saat berbuka maupun sahur. Foto: Getty Images/iStockphoto/cemagraphics

    Buah yang tumbuh subur di dataran Timur Tengah ini selalu terkenal dengan manfaat dan khasiatnya. Kurma bahkan menjadi buah yang dicontohkan oleh nabi untuk selalu dikonsumsi terutama selama bulan ramadan.

    Kurma memiliki kalori dan kandungan air yang istimewa. Walaupun ukurannya yang kecil dan tampak kering tetapi kurma memiliki cukup kalori, serat, dan membantu tubuh untuk menjaga kelembabannya.

    Kurma juga disebut oleh para dokter sebagai buah yang dapat diandalkan menjadi sumber energi. Jika mengikuti sunnah Rasulullah SAW, konsumsi kurma sebaiknya dilakukan dalam jumlah ganjil.

    5. Telur

    Hampir sama dengan daging, keistimewaan telur terdapat pada kandungan proteinnya. Telur, terutama bagian putihnya, menjadi salah satu asupan protein yang sampai diandalkan oleh para binaragawan.

    Dibandingkan dengan daging merah atau asupan protein lainnya, telur memiliki kadar lemak yang paling rendah. Bagian telur yang memiliki lemak hanya pada kuning telur dengan jenis lemak yang tergolong sehat dan dibutuhkan oleh tubuh.

    Telur juga termasuk asupan protein yang paling murah dan mudah untuk didapatkan. Cara memasaknya juga sederhana, tak butuh waktu lama sehingga memudahkan saat waktu makan sahur tiba.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Tips Puasa Sehat Anti Melar, Ini Pola Makan yang Tepat


    Jakarta

    Memasuki ramadan, penting menyiapkan tubuh agar tidak lemas dan tidak bertambah berat badan usai sebulan berpuasa. Ternyata begini pola makan yang tepat.

    Memasuki bulan ramadan, muslim sudah menjalani ibadah puasa. Sejak subuh hingga magrib, mereka harus menahan hawa nafsu, tidak makan, maupun minum.

    Di awal-awal masa ini, tubuh pastinya butuh penyesuaian. Agar tidak lemas dan tidak berujung mengasup terlalu banyak kalori, ada beberapa tips puasa sehat yang bisa dilakukan.


    Dokter spesialis gizi dari Himpunan Studi Obesitas Indonesia, Gaga Irawan Nugraha mengatakan memiliki berat badan ideal setelah puasa sebenarnya bukan hal yang sulit. Asalkan selama puasa bisa menjalani gaya hidup sehat dan makan makanan bergizi kaya nutrisi.

    “Tidak sulit, asalkan niatnya ada. Puasa itu bukan berarti saat berbuka bebas makan apa saja, yang penting kendalikan pola pikir soal makannya ini,” kata Gaga dalam acara menyambut Hari Obesitas Sedunia 2024 yang digelar Novo Nordisk di Jakarta, Jumat (1/3).

    Gaga membagikan tips puasa tetap sehat sekaligus berat badan bisa turun selama puasa. Berikut beberapa tipsnya:

    1. Makan buah berair

    Ilustrasi buah semangkaIlustrasi buah semangka Foto: Getty Images/skodonnell

    Air adalah kebutuhan paling esensial saat berbuka puasa. Alih-alih minum minuman manis tinggi gula, lebih baik pilih buah-buahan yang mengandung air.

    Misalnya, semangka, melon, hingga buah pir. Tentunya sebelum makan buah-buahan ini Anda juga disarankan minum air putih terlebih dahulu.

    2. Makan berat yang lengkap

    Nasi dan lauk pauk yang lengkap sangat diperlukan selama berpuasa. Pilih nasi dengan sayur dan protein lengkap setiap makan berbuka dan sahur.

    “Dalam piring itu harus ada nasi, ada protein, ada sayur juga. Protein tidak selalu harus daging, tempe, tahu, telur juga bisa,” katanya.

    3. Makan buah saat sahur

    Sunnah SahurKetika sahur Anda juga disarankan mengonsumsi buah-buahan. Foto: iStock

    Selain saat berbuka, ketika sahur Anda juga disarankan mengonsumsi buah-buahan. Anda bisa makan buah sekitar 2-3 ons buah setiap kali sahur.

    “Kalau buah apel, boleh makan apel yang ukuran sedang satu buah, jeruk juga boleh. Pokoknya setiap sahur tetap makan buah,” kata dia.

    4. Pastikan cukup minum

    Setelah seharian berpuasa, tubuh tentu akan kehilangan banyak cairan. Oleh karena itu, minum air putih saat berbuka puasa, hingga di waktu sahur sangat penting untuk dilakukan.

    “Jangan kurang minum air putih. Daripada pilih minuman manis, sebaiknya pilih air putih setiap kali berbuka, di jeda malam, dan saat sahur,” kata dia.

    5. Tetap olahraga dan bergerak

    Closeup of woman tying shoe laces. Asian female sport fitness runner getting ready for jogging outdoors in public parkJangan jadikan alasan berpuasa untuk tidak berolahraga. Foto: Getty Images/iStockphoto/marchmeena29

    Jangan jadikan alasan berpuasa untuk tidak berolahraga. Saat berpuasa, olahraga justru harus tetap dilakukan.

    Lakukan beberapa olahraga ringan, seperti jalan kaki di sore hari atau pagi setelah santap sahur.

    “Mesti tetap bergerak, misalnya jalan kaki. Jangan hanya diam atau tidur saja saat puasa, tetap produktif agar badan tidak melar,” katanya.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Lakukan 4 Cara Praktis Ini Agar Tak Mudah Haus saat Puasa


    Jakarta

    Rasa haus saat puasa tak dapat dihindari. Terutama jika beraktivitas di luar ruangan dan cuaca panas. Lakukan cara praktis ini agar tak mudah haus saat puasa.

    Agar tubuh tidak gampang dehidrasi dan kuat sampai waktu berbuka tiba, ketahui cara agar tidak mudah haus saat puasa Ramadan.

    Saat puasa, tubuh memang jadi lebih gampang mengalami dehidrasi. Sebab orang yang berpuasa akan cenderung minum lebih sedikit air dibandingkan hari biasanya.


    Cara mencegah rasa haus berlebih saat puasa bisa dilakukan dengan mengubah pola kebiasaan sehari-hari selama Ramadan. Berikut cara agar tidak cepat haus saat berpuasa, seperti dikutip dari CNN Indonesia (10/4):

    1. Perbanyak minum air putih

    Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Perbanyak minum air putih Foto: Getty Images/KTStock

    Pastikan cukup minum air putih saat berbuka puasa dan sahur. Minum setidaknya delapan gelas sehari dengan membagi asupan air, misalnya sejak sahur, berbuka, dan malam setelah salat tarawih.

    Namun jangan mengonsumsinya air sekaligus dalam jumlah banyak, sebab tubuh justru akan kesulitan menyerap air.

    2. Konsumsi buah dan sayur

    Cara lain untuk mendapatkan asupan cairan yakni dengan mengonsumsi banyak buah dan sayur. Selain punya kandungan air yang tinggi, buah dan sayur juga kaya vitamin dan mineral yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisi bagi tubuh.

    Buah yang banyak mengandung air seperti semangka, anggur, belimbing, apel, jeruk, kiwi, dan jeruk. Kamu juga dapat memilih sayuran yang mengandung banyak air seperti sayuran berdaun hijau, mentimun, tomat, seledri, dan kubis untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

    Tips agar tidak cepat haus saat puasa ada di halaman berikutnya.

    3. Kurangi makanan terlalu asin, manis, dan pedas

    Sering Ngidam Makanan Asin? Ini 5 Penyebab dan Cara Cegahnya.Makanan asin bersifat diuretik. Foto: Getty Images

    Makanan yang terlalu asin, manis, dan pedas dapat menyebabkan rasa haus setelah dikonsumsi. Rasa haus yang ditimbulkan ini merupakan sinyal untuk memberi tahu bahwa tubuh membutuhkan cairan.

    Makan camilan asin, manis, atau makan pedas boleh saja, asalkan jangan terlalu sering dan porsinya banyak. Imbangi dengan banyak minum air putih setelah makan supaya tubuh dapat menyeimbangkan kadar natrium atau gula dengan air.

    4. Hindari minum kopi

    Cara agar tidak mudah haus saat puasa adalah menghindari minum kopi, teh, soda, atau minuman yang mengandung kafein lainnya sementara waktu. Minuman kopi maupun teh sendiri memang tidak menyebabkan dehidrasi.

    Akan tetapi minuman berkafein tersebut memiliki efek diuretik yang merangsang tubuh kehilangan air dengan cepat melalui urine, sehingga membuatmu lebih sering buang air kecil.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan


    Jakarta

    Sebelum memasuki bulan Ramadan, ada baiknya mengurangi asupan kopi di pagi hari. Agar tubuh terbiasa saat menjalankan ibadah puasa.

    Bulan Ramadan tinggal menghitung hari, ada banyak persiapan yang perlu dilakukan agar tubuh terbiasa menghadapi perubahan pola makan selama bulan puasa.

    Terutama bagi para penggemar kopi yang sudah terbiasa ngopi di pagi hari. Ada beberapa tips mudah untuk mempersiapkan diri mengurangi asupan kopi di pagi hari sebelum Ramadan. Berikut beberapa tips mudahnya:


    1. Kurangi Konsumsi Kopi

    Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum RamadanIni 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan Foto: Site News

    Sulit memang memutus langsung kebiasaan ngopi di pagi hari, terutama bagi para penggemar kopi yang sudah tidak bisa lepas dari minuman satu ini. Namun jika disiasati lebih awal, dengan mengurangi konsumsi kopi sebelum puasa, pastinya akan lebih terbiasa saat menjalani bulan ramadhan.

    Tak hanya itu, menurut Nazima Qureshi, seorang ahli gizi Muslim. Ia turut merekomendasikan orang untuk mulai menurunkan konsumsi kopi sebelum memasuki ramadan, Muslim yang sering minum kopi harus mulai menyesuaikan konsumsi kopinya dari jauh-jauh hari.

    Hal ini bertujuan agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi sebelum benar-benar akan kehilangan kopi selama sebulan penuh.

    Selain membiasakan tubuh, kopi diketahui memiliki sifat diuretik yang dapat memicu dehidrasi. Tentunya efek ini sangat berbahaya bagi orang-orang yang menjalankan ibadah puasa.

    2. Porsi Kopi yang Dikurangi

    Bagi penggemar kopi mungkin awalnya susah untuk membatasi asupan kopi sebelum bulan Ramadan tiba. Tapi hal ini berguna agar tubuh lebih terbiasa saat puasa tanpa harus meminum kopi.

    Bisa juga dengan mengurangi jumlah asupan kopi, misalnya dari dua cangkir kopi sehari menjadi secangkir kopi sehari. Menurut situs Nutrition, kebanyakan orang yang terbiasa minum kopi akan mengalami pusing kepala karena kekurangan kafein selama puasa.

    Karena itu sangat penting untuk memberikan waktu pada tubuh menyesuaikan diri dengan mengurangi asupan kopi secara perlahan.

    3. Perbanyak Minum Air Putih

    Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum RamadanIni 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan Foto: Site News

    Selain mengurangi asupan kopi sebelum Radaman tiba, kunci yang paling penting dari mengubah pola makan agar terbiasa saat menjalankan ibadah puasa, adalah perbanyak konsumsi air putih. Beberapa hari sebelum ramadan, para ahli menyarankan agar orang lebih sering membiasakan diri untuk minum air putih.

    Dilansir dari Arab News (31/03), konsumsi air putih juga bisa ditambah 1-2 gelas dari konsumsi biasanya. Fungsinya agar tubuh terhindar dari dehidrasi, karena kurangnya asupan cairan.

    Dehidrasi memang tidak bisa dianggap sepele. Karena jika tubuh mengalami dehidrasi dalam waktu yang berkepanjangan, bisa mengakibatkan gangguan kesehatan. Mulai dari infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, jantung bahkan bisa meningkatkan risiko kenaikan berat badan.

    4. Rutin Olahraga

    Ini 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum RamadanIni 5 Cara Mudah Kurangi Asupan Kopi Sebelum Ramadan Foto: Site News

    Ahli gizi lain, seperti Anjali Chawla, mengatakan bahwa olahraga bisa membantu mengatasi efek penarikan kafein saat tubuh mulai mengurangi asupan kopi sebelum Ramadan.

    “Latihan yang mengeluarkan keringat bisa melepaskan adrenalin, seperti yang dilakukan kopi, dan membuat tubuh lebih waspada.”

    Chawla juga merekomendasikan teknik pernapasan dalam untuk meredakan perubahan suasana hati akibat penarikan kafein.

    “Mengambil nafas dengan dalam dan mengeluarkannya, dapat membantu otot lebih rileks dan mengurangi iritabilitas.” pungkas Chawla.

    5. Hindari Makanan Berlemak

    Dr. Rowaidah Idris, selaku ahli gizi ikut menyarankan agar orang-orang berhenti mengurangi asupan kopi sebulan sebelum Ramadan. Tapi jika tidak sempat, Idris menyarankan agar memastikan asupan air putih cukup antara waktu berbuka puasa atau sahur.

    “Jangan lupa tidur yang cukup, kurangi makanan yang mengandung asupan gula tinggi serta hindari makanan berlemak untuk membantu mengatasi efek dari mengurangi minum kopi,” pungkasnya.

    (sob/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Anna Pelzer

  • 5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan


    Jakarta

    Walaupun berpuasa di bulan ramadan, penting menjaga tubuh terhidrasi. Ada beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan guna menghindari dehidrasi saat puasa.

    Menjalani ibadah puasa di bulan ramadan bukan berarti membiarkan tubuh kelaparan dan kehausan seharian penuh. Sebaik-baiknya menjalankan puasa ialah harus tetap memenuhi kecukupan nutrisi dan hidrasi tubuh.

    Ada banyak saran yang diberikan oleh ahli gizi agar Muslim tetap dapat menjalankan puasa dengan lancar. Salah satunya memerhatikan hidrasi atau asupan air yang cukup untuk tubuh.


    Agar tak dehidrasi walaupun tanpa minum seharian ada tips yang bisa ditiru. Mulai dari menghitung kebutuhan air minum hingga membagi sesi minum sejak berbuka hingga sahur.

    Baca juga: Jalani Ramadan Pertama Tanpa Ibu, Netizen Ini Punya Siasat Khusus

    Berikut ini 5 tips mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa di bulan ramadan:

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanDalam upaya mencukupi kebutuhan hidrasi, penting untuk menghitung takaran konsumsi air mineral yang direkomendasikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

    1. Menghitung kebutuhan air

    Kebutuhan air minum setiap individu sangat berbeda-beda. Salah satu faktor terbesarnya ialah perbedaan berat badan maupun jenis kelamin. Tentunya perbedaan ini dapat dihitung.

    Melansir Indonesia Baik, ada beberapa cara untuk menghitung kebutuhan air baik dengan rumus Watson maupun rumus yang sederhana. Untuk sehari-hari orang awam dapat menghitung kebutuhan air minumnya dengan rumus Berat Badan x 30 mililiter air.

    Hasil perhitungan tersebut adalah takaran sederhana yang harus dicukupi agar tubuh tak dehidrasi termasuk ketika berpuasa. Namun asupan air tak hanya semata-mata terhitung dari konsumsi air mineral saja tetapi juga datang dari makanan dan asupan lainnya.

    2. Konsumsi makanan tinggi air

    Dr. Kushal Bangar selaku ahli gizi berlisensi mengatakan ada beberapa cara memenuhi kecukupan air tubuh. Salah satunya mengandalkan asupan makanan tinggi air, terutama dari buah.

    Saat menjalankan ibadah puasa, sempatkan untuk mengonsumsi buah tinggi air pada waktu berbuka maupun sahur. Seperti beberapa potong semangka atau mengonsumsi timun yang dapat dicampur dalam makanan.

    Buah jeruk yang tak hanya tinggi air tetapi juga padat akan vitamin C-nya termasuk salah satu yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Alasannya kadar air dengan vitamin yang mengimbangi dapat membantu memperkuat imunitas selama berpuasa.

    Tips mencukupi kebutuhan hidrasi saat berpuasa berlanjut di halaman berikutnya.

    3. Hindari kafein

    Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan orang Indonesia baik saat sahur maupun berbuka puasa. Ialah mengonsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi dengan kepercayaan untuk mendorong energi.

    Faktanya konsumsi teh dan kopi yang berlebihan saat bulan ramadan dapat mengganggu kelancaran puasa. Teh dan kopi memiliki kadar kafein yang bersifat sebagai diuretik sehingga mengeluarkan cadangan air dari dalam tubuh.

    Konsumsi teh saat berbuka puasa masih boleh dilakukan, namun minum teh saat sahur tidak begitu dianjurkan. Sebagai alternatif, konsumsi teh dan kopi selama bulan ramadan dapat diganti menjadi seduhan minuman herbal.

    4. Pilih minuman elektrolit saat berbuka

    5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanSelain air mineral, memilih minuman tinggi elektrolit juga dianjurkan saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

    Mengutip MedlinePlus, elektrolit bukan sekadar minuman biasa tetapi juga mengandung muatan listrik. Elektrolit memiliki banyak pengaruh besar pada tubuh dalam mencegah terjadinya hidrasi.

    Mulai dari mencukupi asupan air, mengendalikan pH dalam darah, hingga menjaga fungsi saraf dan otot. Minuman yang mengandung elektrolit artinya memiliki kandungan kalsium, klorida, magnesium, fosfor, potasium, dan sodium di dalamnya.

    Banyak produk di pasaran yang menawarkan minuman tinggi elektrolit, biasanya minuman ini disarankan bagi pelaku olahraga namun juga cocok dikonsumsi ketika berpuasa. Misalnya seperti minuman isotonik atau air kelapa kemasan.

    5. Membagi waktu minum

    Cara paling mudah untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan ramadan adalah dengan membaginya ke dalam 8 gelas air minum. Tetapi tidak semuanya harus dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.

    Minum air mineral untuk mencukupi kebutuhan hidrasi harus dilakukan secara bertahap. Konsumsi air mineral yang terlalu banyak dalam satu waktu justru dapat membahayakan tubuh hingga risiko terparahnya adalah mengancam nyawa.

    Saat berpuasa, membagi porsi air mineral dapat dilakukan 1 gelas setiap waktu. Satu gelas setelah bangun sahur, setelah makan sahur, saat berbuka puasa, setelah solat maghrib, setelah makan malam, setelah solat isya, setelah tarawih, dan sebelum tidur malam.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com