Tag: toyota fortuner

  • Mau Panjang Umur? Jangan Ngebut Pakai Pajero-Fortuner di Jalan Tol



    Jakarta

    Di jalan tol sering kali kita lihat mobil SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner dipacu dengan kecepatan tinggi. Padahal, memacu mobil SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman berisiko terhadap keselamatan di jalan tol.

    SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

    “Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata instruktur safety driving di Rifat Drive Labs (RDL) dan Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto, Senin (24/6/2024).


    Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

    “Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza.

    Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

    “Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

    “Dan dengan bobot dan torsi serta konstruksi SUV ini memang idealnya 4WD agar ada penggerak pendorong. Saat limbung dan slip bagian belakang ada ban depan yang menarik. Saat limbung dan slip bagian belakang ada ban depan yang menarik. Ban juga pengaruh karena dia bagian terakhir yang menapak pada permukaan jalan. Bisa dia juga sebagai suspension. Sayangnya di Indonesia 4WD ini masih dianggap barang mewah dengan pajak tinggi padahal ini bicara POV keselamatan,” jelas Reza.

    Tak cuma itu, reflek pengendara juga harus cekatan agar tidak terjadi kecelakaan. Jangan sampai reflek pengendara justru menjadi bumerang yang membuat mobil terguling.

    “Saat mobil miring ke kiri pasti biasanya naluri putar setir ke kanan. Ini malah jadi obstacles dan terguling. Untuk menormalkan arahkan setir ke sisi kemiringan. Dalam hal ini putar setir arah kiri bukan di-counter. Tidak boleh melakukan counter steering ekstrem pada kecepatan tertentu dan sebagainya,” katanya.

    “Jadi Fortuner dan Pajero memang perlu pemahaman pengemudi. Ada risiko dari kendaraannya maka mitigasinya pengemudi harus antisipasi dan belajar. Mudah belajarnya bacalah buku manual. Ada semua di situ bahkan ketika dalam kondisi darurat. Termasuk (penggunaan mode penggerak) 4H (pada SUV 4×4) itu boleh kapan saja dan (mengalihkan mode dari) 2H ke 4H tidak perlu berhenti,” pungkas Reza.

    Kalaupun mau kebut-kebutan pakai SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport boleh-boleh saja. Tapi dilakukan di lingkungan tertutup seperti di sirkuit dan dengan memodifikasi komponen tertentu agar lebih stabil.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Sering Terjadi Celaka, Ini Tips Berkendara di Perumahan



    Jakarta

    Kecelakaan di kawasan perumahan sudah beberapa kali terjadi. Ini tips berkendara untuk menghindari kecelakaan di kawasan pemukiman.

    Kecelakaan fatal yang melibatkan mobil di kawasan perumahan sudah beberapa kali terjadi. Belum lama ini, ada anak balita yang terlindas Toyota Fortuner di dekat rumahnya. Kecelakaan seperti itu bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya ada beberapa kejadian mirip yang melibatkan mobil berukuran besar dan melindas anak kecil.

    “Berbeda dengan jalan raya yang memiliki rambu dan marka jalan lebih lengkap, jalan di area perumahan biasanya lebih kecil serta minim rambu dan marka. Ditambah, adanya potensi masalah tambahan seperti anak bermain di jalan, hewan peliharaan, pedagang keliling, mobil parkir, dan aktivitas lain yang wajib diperhatikan,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 dalam siaran persnya.


    Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut tips berkendara di kawasan perumahan.

    1. Jangan Ngebut

    Jangan pernah memacu mobil meskipun jalan sepi atau Anda penghuni kompleks tersebut. Ada potensi bahaya seperti anak kecil atau hewan tiba-tiba lari ke jalan. Atur kecepatan berkisar 5-10 km/jam terutama jika jalan kurang lebar dan rawan kecelakaan.

    2. Hati-hati Banyak Gangguan

    Jalan dalam lingkungan perumahan memiliki banyak gangguan yang bisa memicu kecelakaan. Seperti polisi tidur atau persimpangan jalan. Bisa pula keluar-masuk orang atau kendaraan lain dari rumah yang wajib dipantau sepanjang jalan. Kendaraan kecil seperti gerobak tukang sayur juga dapat menghalangi jalan.

    3. Hati-hati Ketika Manuver

    Karena melihat jalan sepi, banyak pengemudi yang tidak memperhatikan situasi, khususnya di persimpangan jalan. Ada pula yang main belok saja dengan sudut tajam yang dapat berbahaya jika dari arah berlawanan ada anak kecil atau kendaraan lain. Berhenti sejenak di persimpangan jalan untuk memastikan situasi aman dan lakukan manuver belok yang normal sesuai aturan lalu lintas.

    Ketika akan belok di jalan yang sempit dan ramai, buka jendela supaya lebih jelas melihat. Tidak ada salahnya mengeluarkan kepala untuk memastikan tidak ada anak kecil di lajur yang akan dilewati. Jangan ragu keluar mobil untuk memastikan situasi aman dan memberikan arahan kepada anak-anak supaya menjauh dari mobil.

    4. Kurangi Kecepatan saat Melihat Anak Kecil

    Meskipun bukan di tengah jalan, segera kurangi kecepatan jika melihat ada anak kecil sedang bermain. Saking asyiknya bermain, mereka bisa berlari ke tengah jalan yang sangat berbahaya andai kamu gagal mengantisipasinya.

    5. Waspada Blind Spot Mobil

    Blindspot sangat mungkin dialami sekalipun mengendarai mobil sedan. Apalagi kalau sedang manuver belok di jalan yang lebarnya terbatas. Khususnya kalau ternyata mobil yang dipakai berukuran besar sehingga menambah area blind spot.

    6. Jaga Jarak Aman

    Senatiasa menjaga jarak aman menjadi salah satu kunci menjaga keamanan di jalan. Misalnya saat kamu ingin mendahului anak yang sedang bermain sepeda. Jangan terlalu dekat saat mengikutinya supaya ada ruang manuver ketika tiba-tiba arah sepeda berubah, atau membunyikan klakson agar si anak menyadari keberadaan mobil. Tetap jaga jarak aman pula ketika akan mendahului gerobak dan kendaraan lain yang melaju pelan di jalan perumahan.

    7. Hargai Warga Sekitar

    Kurangi kecepatan jika melihat ada warga sedang beraktivitas di depan rumahnya. Selain menjaga keselamatan, langkah ini juga untuk mencegah debu berterbangan atau cipratan genangan air, yang akan mengganggu orang lain. Selain itu juga untuk menghormati warga tersebut.

    8. Lupakan Bermain Ponsel

    Jangan bermain ponsel karena bahaya mengintai. Bisa jadi saat memegang ponsel, kamu tidak menyadari ada anak kecil di sekitar dan berujung celaka.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Fortuner-Innova Diesel Dikasih ‘Minum’ Solar Subsidi? Harus Sering Begini


    Jakarta

    Fortuner-Innova Reborn diesel kamu sering dikasih solar subsidi? Lebih baik sering melakukan treatment purging supaya injector tak terhambat.

    Solar subsidi merupakan satu jenis bahan bakar yang masih digunakan pengendara mobil diesel di Tanah Air. Tak bisa dipungkiri, harga jualnya paling murah ketimbang bahan bakar diesel lainnya. Solar atau biosolar saat ini dijual Rp 6.500 per liter.

    Di sisi lain kandungan sulfur pada bahan bakar jenis solar subsidi cukup tinggi. Dalam catatan detikOto, kandungan sulfur solar subsidi itu 2.500 ppm. Padahal secara standar internasional, kandungan sulfur pada bahan bakar adalah 50 ppm atau lebih rendah. Penggunaan BBM dengan sulfur tinggi tentu mempengaruhi performa mesin.


    Harus Sering Purging

    Contohnya bila kamu menggunakan solar subsidi di mobil sekelas Fortuner ataupun Innova Reborn diesel maka ada perlakuan khusus yang harus dilakukan supaya injektor tak cepat rusak. Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih Wahono menjelaskan, sejatinya solar subsidi masih aman digunakan pada mobil-mobil Toyota seperti Fortuner ataupun Innova diesel. Tapi, pemilik kendaraan disarankan melakukan purging supaya endapan sulfur bisa dihilangkan.

    “Aman di komponen (mesin) dengan catatan harus ada treatment khusus. Misalkan di injektor, pernah dengar purging, itu wajib dilakukan. Kalau bisa tiap servis, kalau di sini kita sampaikan ke pelanggan ini wajib purging,” terang Wahono saat ditemui di kantornya belum lama ini.

    Wahono mengungkap ada beberapa kasus pengguna solar subsidi, malah membuat injektor mobil jadi mampet. Kasus ini ditemui pada kendaraan dengan usia tiga tahun ke atas.

    “Sementara harga injektor kan mahal. Jadi purging itu pembersihan kerak-kerak tadi, sulfur-sulfurnya nanti bisa hilang. Setiap servis berkala, (dibersihkan) pakai obat lah ya,” beber Wahono.

    Meski begitu, pengendara Innova maupun Fortuner tak disarankan menggunakan bahan bakar rendah sulfur tersebut. Untuk menjaga performa mesin sekaligus rendah emisi, disarankan menggunakan bahan bakar diesel yang sulfurnya lebih rendah.

    “Untuk dapat emisi Euro 4 itu wajib pakai BBM-nya yang angka cetanenya tinggi, minimal Dexlite lah. Tetapi, gimana kalau dipakainya solar biasa? Kalau Toyota masih aman, kan ada beberapa merek yang nggak bisa saya sebut engine lamp-nya nyala segala macam. Kalau Toyota masih bisa, tapi pengaruh nggak performance? Pengaruh pasti, tenaganya pasti berkurang,” kata Wahono.

    Jenis BBM untuk Innova Reborn Diesel dan Fortuner Diesel

    Sebagai informasi tambahan, dikutip dari buku panduan manual Toyota Fortuner, untuk versi diesel model Euro 4 dianjurkan menggunakan bahan bakar diesel 50 ppm atau kurang sulfur. Angka cetanenya 48 atau lebih tinggi. Begitupun dengan Innova Reborn diesel yang mengusung sistem DPF, dianjurkan pakai BBM dengan kandungan sulfur 10 ppm atau kurang sulfur.

    “Kendaraan dengan sistem DPF: Jangan menggunakan bahan bakar diesel yang mengandung kandungan sulfur di atas 10 ppm. Penggunaan berulang dari bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur di atas 10 ppm dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan sistem exhaust dan mempengaruhi daya tahan kendaraan Anda,” begitu bunyi penjelasan di buku panduan Innova Reborn diesel.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Fortuner-Innova Diesel ‘Minum’ Solar tapi Jarang Purging? Ini Dampaknya



    Jakarta

    Fortuner dan Innova Diesel masih aman bila ‘menenggak’ solar subsidi. Namun harus sering purging. Kalau tidak, apa dampaknya?

    Solar subsidi masih digunakan oleh mobil berbahan bakar diesel. Tak cuma truk atau bus, mobil seperti Toyota Fortuner dan Kijang Innova diesel juga terlihat masih ada yang menggunakan BBM bersubsidi itu.


    Sejatinya, pada buku panduan manual, Toyota Fortuner maupun Kijang Innova diesel, mobil itu disarankan untuk ‘menenggak’ bahan bakar rendah sulfur. Terlebih untuk model yang sudah mengusung teknologi Euro 4.

    Untuk Fortuner diesel model Euro 4 dianjurkan menggunakan bahan bakar diesel 50 ppm atau kurang sulfur. Angka cetane-nya 48 atau lebih tinggi. Begitupun dengan Innova Reborn diesel yang mengusung sistem DPF, dianjurkan pakai BBM degan kandungan sulfur 10 ppm atau kurang sulfur.

    “Kendaraan dengan sistem DPF: Jangan menggunakan bahan bakar diesel yang mengandung kandungan sulfur di atas 10 ppm. Penggunaan berulang dari bahan bakar diesel dengan kandungan sulfur di atas 10 ppm dapat menyebabkan kerusakan pada mesin dan sistem exhaust dan mempengaruhi daya tahan kendaraan Anda,” begitu bunyi penjelasan di buku panduan Innova Reborn diesel.

    Lalu bagaimana kalau Innova dan Fortuner diesel itu justru mengkonsumsi solar subsidi yang punya kandungan sulfur 2.500 ppm? Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih Wahono menuturkan, tak ada masalah dengan mesin Fortuner dan Innova diesel. Dengan catatan, ada perawatan purging yang dilakukan saat servis berkala.

    “Kalau bisa tiap servis. Kalau di sini (Auto2000) kita sampaikan ke pelanggan ini wajib purging,” kata Wahono saat ditemui di kantornya belum lama ini.

    Wahono menjelaskan, dengan purging kotoran ataupun endapan sisa bahan bakar solar itu bisa dibersihkan. Kalau tidak dilakukan, injektor akan mampet. Kalau sudah mampet dan sulit dibersihkan, maka harus ganti injektor baru. Padahal harga injektor cukup mahal, di atas Rp 10 jutaan.

    “Nggak mahal kok, Rp 250 ribuan lah kurang lebih, bayar bahannya aja jasanya gratis. Kalau itu dilakukan aman walaupun pakai solar. Tapi kalau nggak, injektor mampet harus ganti,” lanjut Wahono.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Langsung Matikan Mesin Fortuner Diesel Usai Digunakan, Ini Sebabnya



    Jakarta

    Jangan langsung mematikan Fortuner bermesin diesel setelah selesai digunakan. Begini penjelasannya.

    Mematikan mesin menjadi hal pertama yang umumnya dilakukan ketika pengendara selesai digunakan. Tapi rupanya, tidak semua mobil disarankan langsung dimatikan setelah digunakan. Pada mobil diesel khususnya yang menggunakan mesin turbo, hal itu justru tak disarankan.

    Kepala Bengkel Auto2000 Jatiasih Wahono menjelaskan, mobil bermesin diesel dengan teknologi turbo seperti yang tersemat pada Fortuner jangan langsung dimatikan usai digunakan. Ada baiknya didiamkan dulu sekitar satu menit.


    “Turbo ini kan perlu pendinginan nah kalau langsung dimatikan, turbonya masih panas belum sama dengan suhu ruangan atau lingkungan, dia bisa retak, turbonya,” jelas Wahono ditemui detikOto belum lama ini.

    Wahono mengatakan, sebelum mesin dimatikan, suhu pada mesin dan lingkungan sebaiknya sama. Kalau hal ini sering dilakukan, turbo bisa retak dan lama kelamaan mesin bisa rusak.

    “Kalau retak efeknya apa? Ya kan turbonya rusak, ekstremnya cepat rusak, retak, bearingnya kena,” lanjut Wahono.

    Menurutnya, ada beberapa pemilik mobil yang mengabaikan hal tersebut. Ujungnya, mobil jadi rusak. Jadi kamu harus ingat ya, jangan langsung mematikan mesin saat suhu lagi panas-panasnya.

    “Itu efeknya lama ya bukan langsung sehari, dua hari, tahunan. Ya kan kalau turbo ada intercoolernya itu emang nggak boleh langsung. Tunggu semenit cukup. Makanya dulu pernah dengar nggak turbo timer? Mobil dimatikan kita cabut supaya langsung aktivitas, kunci, mobil masih hidup,” jelasnya lagi.

    Ya, tidak sedikit pengguna mobil bermesin diesel dengan turbo menggunakan turbo timer. Dikutip laman Auto2000, turbo timer merupakan komponen tambahan pada mobil yang mencegah mesin turbocharger mengalami perubahan suhu secara drastis. Komponen turbo timer ini akan menahan kunci kontak tetap dalam posisi ‘On’ meski kunci sudah dicabut. Dengan adanya kapasitor, turbo timer akan menahan mesin tetap menyala sampai suhunya mulai turun. Ketika kapasitor mulai habis muatannya, otomatis kunci kontak akan ikut mati begitupun dengan mesinnya.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pokoknya Jangan Ngebut Pakai Pajero-Fortuner di Tol kalau Mau Panjang Umur!



    Jakarta

    Dua mobil SUV ladder frame, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport, sering digunakan dengan kecepatan tinggi di jalan tol. Padahal, memacu mobil SUV standar di jalan tol dengan kecepatan tinggi memiliki risiko tinggi.

    Praktisi keselamatan berkendara tidak menyarankan penggunaan SUV untuk kebut-kebutan di jalan umum. Apalagi, mobil tersebut sejatinya memang dirancang nyaman. Memacu SUV dengan ground clearance tinggi dan suspensi nyaman di jalan tol berisiko buat keselamatan. Tak jarang kecelakaan terjadi akibat memacu mobil hingga kecepatan tinggi di jalan tol. Bahkan, kecelakaan tersebut sampai merenggut nyawa.


    SUV ladder frame seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner memiliki bantingan suspensi yang nyaman. Dengan suspensi nyaman, biasanya mobil berisiko limbung hingga menyebabkan kehilangan keseimbangan saat dipacu dengan kecepatan tinggi.

    “Kalau suspension empuk maka limbung, suspension stabil cenderung lebih keras. Tapi banyak produk after market bisa menyempurnakan ini,” kata praktisi keselamatan berkendara yang juga Road Safety Commission Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian kepada detikOto beberapa waktu lalu.

    Selain itu, dimensi kendaraan juga dapat mempengaruhi keseimbangan mobil saat ngebut di jalan tol. Menurut Reza, makin tinggi dari permukaan maka titik beratnya juga makin tinggi.

    “Maka risiko terguling ada. Ini kayak bawa barang tapi di atas kepala. Makanya ada peringatan di setiap SUV baca buku manual di sun visor biasanya,” ujar Reza yang juga menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Diklat Perkumpulan Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo).

    Selain itu, mobil SUV ladder frame 2WD yang biasanya menggunakan penggerak roda belakang, menurut Reza, cenderung oversteer. Hal itu juga menjadi kombinasi yang membahayakan.

    “Titik berat di atas, lebar ban pendek, suspension empuk dan kecepatan tinggi,” bebernya.

    “Dengan bobot dan torsi serta konstruksi SUV ini memang idealnya 4WD agar ada penggerak pendorong. Saat limbung dan slip bagian belakang, ada ban depan yang menarik. Ban juga pengaruh karena dia bagian terakhir yang menapak pada permukaan jalan. Bisa dia juga sebagai suspension. Sayangnya di Indonesia 4WD ini masih dianggap barang mewah dengan pajak tinggi padahal ini bicara POV keselamatan,” jelas Reza.

    Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan bahwa mobil-mobil SUV ladder frame seperti Fortuner dan Pajero bukan dirancang kendaraan untuk kebut-kebutan di jalan tol. Sebab, mobil dengan dimensi bongsor tersebut bisa kehilangan kestabilan apabila dipacu dengan kecepatan tinggi di jalan tol.

    “Kendaraan-kendaraan yang big SUV rata-rata sasisnya ladder frame, antara sasis dan bodi tidak menyatu atau terpisah. Artinya, bodi mobil pada jenis sasis ini diletakkan di atas sasis lalu disambungkan. Bisa dikatakan secara bentuk lebih jangkung atau tinggi. Sehingga gejala limbung atau bounching yang terjadi lebih besar,” ujar Sony kepada detikOto beberapa waktu lalu.

    Ketika digunakan ngebut di jalan tol, Pajero Sport atau Fortuner kestabilannya mungkin tidak sebaik kendaraan dengan jenis sasis monokok. Kestabilan yang labil di kecepatan tinggi akan mempengaruhi handling. Hal ini bisa berakibat fatal terutama jika pengemudinya tak sigap.

    “Bentuk bodi seperti ini karakternya menangkap angin terutama di kecepatan tinggi. Sekalipun sudah didesain oleh tenaga-tenaga ahli tetap aja ada batas toleransinya,” jelas Sony.

    Ketika memacu SUV bongsor di kecepatan tinggi, seringnya berisiko membuat selip atau bahkan mudah terbalik. Ini bisa diakibatkan oleh terpaan angin dari depan ataupun samping.

    “Kalau bicara ngebut sih bisa, toh power dari mesinnya besar. Dan ada kok balapan mobil SUV di sirkuit. Tapi, itu sudah dimodifikasi ya. Sementara kendaraan-kendaraan standar tersebut didesain hanya untuk jalan raya yang lebih mengedepankan kenyamanan,” sebut Sony.

    Jadi, kalaupun mau kebut-kebutan pakai SUV seperti Fortuner dan Pajero Sport boleh-boleh saja. Tapi dilakukan di lingkungan tertutup seperti di sirkuit dan dengan memodifikasi komponen tertentu agar lebih stabil.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Toyota Luncurkan Mobil Baru Pekan Depan, Begini Bocorannya!

    Toyota Luncurkan Mobil Baru Pekan Depan, Begini Bocorannya!



    Jakarta

    Produsen roda empat asal Jepang, Toyota, akan meluncurkan mobil terbaru untuk konsumen domestik. Kendaraan bertampang gagah itu digadang-gadang bernama Toyota Land Cruiser FJ dan akan melakoni debutnya pekan depan.

    Disitat dari Gaadiwaadi dan Carscoops, Sabtu (18/10), Toyota Land Cruiser FJ baru benar-benar meluncur Selasa (21/10), namun sejumlah media di Jepang sudah bisa meliput unitnya mulai Senin (20/10) atau sehari lebih awal.


    Setelah diluncurkan, Toyota Land Cruiser FJ kemungkinan besar akan ‘tebar pesona’ di pameran Japan Mobility Show atau JMS 2025. Sayangnya, belum diketahui pasti, berapa harga yang bakal dipatok pabrikan untuk kendaraan baru tersebut.

    Toyota Land Cruiser FJ.Toyota Land Cruiser FJ. Foto: Surendhar Muthu

    Bukan hanya itu, hingga sekarang belum ada pengumuman resmi soal bagaimana spesifikasi Land Cruiser FJ. Namun, sejumlah bocoran sudah beredar. Misalnya, kendaraan itu menggunakan ladder frame platform seperti yang digunakan Hilux Champ.

    Dengan demikian, Land Cruiser FJ akan nyaman dipakai untuk off road di medan-medan pemula hingga medium. Kendaraan itu kemungkinan punya profil boksi dengan short overhangs dan pelapis dinding yang terbuka.

    Sementara untuk jantung mekanisnya disebut-sebut mengadopsi mesin bensin 2,7 liter naturally aspirated yang sama dengan dengan Toyota Fortuner dan Hilux. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 163 dk dan torsi 245 Nm. Kemudian transmisinya ada yang manual dan otomatis.

    Menurut informasi yang beredar, Land Cruiser FJ juga akan tersedia dalam varian bensin turbo, diesel dan hybrid. Namun, varian-varian tersebut kemungkinan tak akan muncul secara bersamaan.

    Sejauh ini, bocoran yang kami terima masih sangat terbatas, termasuk soal detail spesifikasi dan fitur-fitur kendaraan. Mari kita nantikan jawabannya pekan depan!

    (sfn/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Bocoran Spesifikasi Mobil Terbaru Toyota yang Meluncur Pekan Ini

    Bocoran Spesifikasi Mobil Terbaru Toyota yang Meluncur Pekan Ini



    Jakarta

    Produsen otomotif asal Jepang, Toyota, akan mengenalkan mobil terbarunya pekan ini. Kendaraan yang hanya dijual untuk pasar domestik tersebut konon merupakan Land Cruiser FJ. Bagaimana bocoran spesifikasinya?

    Dilansir dari Gaadiwaadi, Senin (20/10), Toyota Land Cruiser FJ akan tampil perdana pada Selasa (21/10) waktu setempat. Namun, sejumlah media di Jepang sudah bisa melihat unitnya pada Senin (20/10). Kendaraan tersebut secara resmi akan ditampilkan di pameran Japan Mobility Show atau JMS 2025.


    Hingga sekarang, belum ada informasi resmi mengenai tampilan, teknologi, mesin maupun harga Land Cruiser FJ. Namun, melalui sumber yang sama, kami telah mengantongi bocoran spesifikasinya.

    Nah, biar kenal lebih dekat, berikut kami rangkum bocoran spesifikasi Toyota Land Cruiser FJ yang mau meluncur di Jepang pekan ini.

    Bocoran Spesifikasi Toyota Land Cruiser FJ

    Kabarnya, Land Cruiser FJ akan menggunakan ladder frame platform seperti yang digunakan Hilux Champ. Dengan demikian, kendaraan itu akan nyaman dipakai untuk off road di medan-medan pemula hingga medium. Kemudian profilnya juga boksi dengan short overhangs dan pelapis dinding yang terbuka.

    Sementara untuk jantung mekanisnya disebut-sebut mengadopsi mesin bensin 2,7 liter naturally aspirated yang sama dengan dengan Toyota Fortuner dan Hilux. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 163 dk dan torsi 245 Nm. Kemudian transmisinya ada yang manual dan otomatis.

    Menurut informasi yang beredar, Land Cruiser FJ juga akan tersedia dalam varian bensin turbo, diesel dan hybrid. Namun, varian-varian tersebut kemungkinan tak akan muncul secara bersamaan.

    Sejauh ini, bocoran yang kami terima masih sangat terbatas, termasuk soal detail spesifikasi dan fitur-fitur kendaraan. Mari kita nantikan jawabannya pekan ini!

    (sfn/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Terulang Lagi, Kenapa Pajero-Fortuner Banyak yang Pakai Pelat Dinas Palsu?

    Terulang Lagi, Kenapa Pajero-Fortuner Banyak yang Pakai Pelat Dinas Palsu?



    Jakarta

    Penggunaan pelat nomor dinas polisi palsu kembali terulang. Lagi-lagi, pelakunya menggunakan mobil SUV Pajero Sport. Kenapa banyak Fortuner-Pajero pakai pelat dinas palsu?

    Video pengendara Pajero Sport berpelat nomor polisi dengan strobo-sirene viral di media sosial. Perekam video menegur pengemudi Pajero Sport yang menyalakan strobo ketika jalanan sedang macet-macetnya. Namun, bukannya meminta maaf atau patuh, pengemudi kendaraan tersebut justru membuka jendela, kemudian melontarkan kalimat dengan nada menantang.


    “Mau diviralin ya? Mau diviralin? Jangan kayak begitu,” demikian ujar pengemudi Pajero Sport berstrobo tersebut kepada si perekam video.

    Peristiwa itu terjadi di Bandung, Jawa Barat. Dikutip detikJabar, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Moch Faruk Rozi menyebut sopir itu merupakan warga Tasikmalaya. Pengendara dan pemilik mobil Pajero Sport itu bukan polisi.

    “Sudah kita amankan, ternyata itu bukan anggota Polri, itu masyarakat sipil. Kemudian untuk plat nomornya, strobo dan sirene itu sudah kami perintah untuk dicopot, Alhamdulillah sudah dicopot,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moch Faruk Rozi.

    Penggunaan pelat nomor dinas palsu ini tidak hanya terjadi sekali-dua kali. Sudah banyak kejadian yang terungkap pengendara memakai pelat nomor TNI/Polri palsu. Bahkan, mereka juga menambahkan perangkat strobo dan sirene.

    Pada 2021 lalu, viral pengendara Toyota Fortuner diberhentikan karena menggunakan pelat nomor dinas Polri. Toyota Fortuner tersebut memakai tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) kendaraan dinas Polri bernomor 351-00. Ternyata pelat nomor polisi yang digunakan pada Fortuner tersebut palsu. Tahun lalu, juga viral pengemudi Fortuner arogan pakai pelat nomor TNI di Tol Jakarta-Cikampek. Ternyata, pengendara Fortuner itu pakai pelat TNI palsu. Kali ini, viral juga Pajero Sport pakai pelat nomor polisi palsu dan strobo ilegal.

    Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, penggunaan pelat dinas palsu kemungkinan dimanfaatkan agar mendapat prioritas di jalan. Tapi kenapa lebih sering Fortuner dan Pajero Sport yang pakai pelat dinas palsu?

    “Pajero/Furtuner dan lain-lain, selain digunakan oleh banyak pejabat, image-nya sudah mobil terabas kemacetan. Tinggal dikasih itu (pelat nomor dinas palsu dan strobo-sirene) biasanya yang lain pada minggir. Siapa sih yang nggak takut dengan pelat dinas? Siapa yang nggak terganggu dengan suara sirene atau lampu strobo? Pasti pada milih minggir,” kata Sony kepada detikOto, Senin (20/10/2025).

    Sayangnya, pelanggaran ini terus terulang. Tidak ada sanksi tegas yang membuat pelakunya kapok.

    “Orang-orang yang tidak pernah berurusan dengan hukum atau yang dijerat ‘pasal’ materai, mereka-mereka itu yang nggak jera, tersebar berita betapa mudahnya hukum ditempuh dengan cara damai. Semakin mereka dikasih toleransi semakin banyak pelanggaran,” sebut Sony.

    Menurut Sony, penggunaan pelat palsu sudah masuk pasal pelanggaran berat. Banyak masyarakat yang dirugikan akibat penggunaan pelat palsu dan strobo-sirene ilegal itu. “Jadi jangan cuma menjerat dengan undang-undang lalu lintas. Tapi pidana, supaya ada efek jera,” katanya.

    (rgr/din)



    Sumber : oto.detik.com