Tag: tren

  • Viral Wanita Pakai Hijab Instan Malah Mirip Karakter Valak, Bikin Ngakak

    Yogyakarta

    Hijab intan kini jadi tren karena mudah dipakai dan tetap stylish serta bisa tetap sesuai dengan aturan agama Islam. Namun bagaimana jadinya jika hijab instan ini dipakai oleh pemula? Aksi kocak seorang hijabers yang baru mencoba hijab instan ini pun viral bikin ngakak. Sebab ketik dipakai hasilnya disebutnya malah mirip dengan karakter Valak.

    Postingan tersebut mulai jadi sorotan berawal dari unggahan akun TikTok @kemanaa_aja. Dalam unggahannya dia mengaku membeli hijab instan yang sudah terdapat inner ninja yang menutupi bagian leher.

    Pengalamanku Pakai jilbab instan jadi kek valak,” ucap akun TikTok @kemanaa_aja.


    @kemanaa_aja

    Pengalamanku Pakai jilbab instan jadi kek valak๐Ÿฅฒ

    โ™ฌ suara asli – kemana.ajaa

    Ia mengatakan ketika memakai hijab instan tersebut malah mirip dengan karakter fiksi Valak dalam film horor The Nun. Valak, yang mengambil bentuk biarawati dalam film, muncul dengan kerudung putih yang menjuntai ke depan.

    Tolong banget ini emang modelnya yang begini atau aku yang nggak paham ya. Konsep dari jilbab instan. Aku ngerasa malah kayak valak. Jujur aku ngeliat orang-orang pakai jilbab instan ini kayak estetik cantik cakep ini kok malah kayak valak cuy,” ujarnya.

    Ia bingung cara memakai hijab instan yang berwarna cream itu. Ia mengaku sudah percaya diri dari rumah ke mall pakai hijab tersebut karena merasa sudah estetik.

    Aku positif thinking tuh dari rumah. Oh, mungkin modelnya gini kali ya tinggal diginiin aja kalau ditutorial. Udah tuh aku ke mall gini terus aku foto loh kok hasilnya kaya gini. Jadi kaya valak yang lagi nongki di cafe. GImana ini ngasih tutornya itu jangan setengah-setengah. Jangan ditiru ya teman-teman,” ujarnya ngakak.

    Postingan tentang wanita yang memakai hijab instan malah mirip dengan valak ini viral sudah ditonton lebih dari 26,5 juta kali. Warganet ada yang ngakak dan memberikan saran.

    IYAA PLISS aku kira aku doang yang ngerasa kaya valak pas make ,” ujar akun @deiivv.

    1. dimundurin, innernya diceperin sama muka 2. innernya yg di leher masukin ke dalem kerah baju semoga paham ,” saut akun @Melly.

    KA emang bener kaya gitu cara pakainya ,” ucap akun @M.ROJA .

    Itu dimasukin kak dalemnya, trs yang luar diselempangin jdi kayak pasmina,” timpal akun @kemanaa_aja.

    Konfirmasi Wolipop

    Wolipop sudah menghubungi Adissa Mutiara yang mengunggah video di TikTok aksinya mencoba memakai hijab instan namun malah berakhir mirip karakter hantu Valak dalam film The Nun. Wanita yang akrab disapa Dissa ini mengatakan baru membeli hijab tersebut.

    “Jadi di video itu aku baru beli pasmina instan, dan pas dipake di rumah ternyata ga cocok, sudah nyoba lihat tutorial dan akhirnya pergi ke mall buat iseng pake sekali-kali, tapi pas di mall tiba-tiba hijabnya lepas sendiri jadi ke bentuk seperti valak, karena instan dan bahan ny yang licin. Akhirnya pas lagi mau betulin hijabnya iseng buat video itu,” kata Dissa kepada Wolipop.

    Dissa membeli hijab tersebut karena tergoda saat menonton siaran langsung melalui TiKTok. Saat itu dia merasa cara memakai hijab tersebut simpel.

    Namun saat hijab tersebut sudah dibelinya, wanita yang tinggal di Yogyakarta ini bingung ketika mencoba memakainya. Ia mengatakan hijabnya mirip dengan valak.

    “Sempat kaget karena waktu benerin hijabnya malah jadi seperti valak bentukannya, nggak expect pas hijabnya ngelepas malah jadi seperti valak,” terangnya.

    Dissa (23 tahun) menyebutkan kini sudah bisa memakai hijab instan tersebut dan tidak terlihat seperti valak lagi. “Sekarang sudah bisa. Diajarin sama teman-teman kos di Yogyakarta langsung, nggak lihat tutorial di video karena gagal pas nyoba lihat di video,” pungkasnya.

    (gaf/eny)





    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kami. Bawa Koleksi Busana Urban Kontemporer ke Trade Show di New York

    Jakarta

    Industri fashion terus memberikan kontribusi nyata tak hanya di dalam negeri bahkan melebarkan sayap ke mancanegara. Salah satunya brand hijab dan busana muslim Kami. yang mengikuti trade show Indonesia Fashion Forward di Coterie, New York, 22-24 September 2024.

    Indonesia Fashion Forward sendiri merupakan program inkubasi yang diinisiasi Jakarta Fashion Week untuk membawa fashion lokal ke audiens dunia. Sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kami bisa hadir di New York untuk trade show dan memperkenalkan mode Indonesia ke pasar global.

    “Kami sangat bangga dapat kembali membawa koleksi terbaik Kami. ke jantung fesyen global. Ini merupakan kali kedua, setelah tahun lalu hadir di New York Fashion Week, London Fashion Week, sampai Paris Front Row,” kata Istafiana Candarini, Ceo Kami.


    Wanita yang akrab disapa Irin ini menjelaskan konsep koleksi yang tampil di Coterie, New York. Brand ready to wear modest bergaya urban kontemporer ini menampilkan koleksi yang sesuai dengan gaya kota New York.

    “Kami turut aktif menilik fashion forecast dari WGSN (perusahaan peramalan tren) dalam membentuk tren busana muslim bergaya urban kontemporer, sesuai dengan energi dan modernitas Kota New York,” ujarnya.

    Kami. membawa lebih dari 50 potongan busana dari lima koleksi yang telah dikurasi untuk memikat para pengunjung trade show di Coterie, New York. Kami. juga mengaplikasikan stripes pada koleksi yang bergaya urban tersebut.

    “Pola garis atau stripes serta denim telah lama menjadi ciri khas bagi gaya urban. Kami. menata ulang tren yang konsisten ini dengan sentuhan baru untuk New York, melalui pola garis dan denim klasik yang berpadu dengan desain layer pada bahu, potongan kotak untuk semua bentuk tubuh, sampai desain yoke. Dengan tagar #NoHypeWithoutStripes yang semakin populer di media sosial, koleksi ini sudah berhasil membawakan tren yang cocok untuk semua kalangan,” lanjutnya.

    Kami. juga memperkenalkan koleksi terlarisnya dengan desain kontemporer khas untuk menginspirasi rasa percaya diri bagi wanita. Kami. bermain dengan aksen minimalis pada kain dan tekstur, memadukan bahan satin yang lembut dengan desain lipit.

    Kami yang didirikan oleh Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini ini memasang kancing emas khas KAMI dan palet warna yang berani. Brand yang didirikan sejak 2009 itu juga menyuguhkan pola floral yang dihiasi dengan aksen renda dan kerut.

    “Perjalanan KAMI dari Indonesia ke New York tidak hanya mewakili fesyen, tetapi juga identitas budaya Indonesia. Kami berharap koleksi Kami. dapat menawarkan perspektif baru bagi komunitas fesyen tingkat global, dimana Kami. mengajak semua orang untuk merangkul esensi desain Indonesia dengan tren mode internasional yang tak lekang oleh waktu,” terangnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Minim Literasi, Mudah Terjebak Tren


    Jakarta

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan generasi Z atau Gen-Z menjadi yang terendah dalam skala nasional. Bahkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Frederica Widyasari Dewi, Agustus lalu mengungkapkan kelompok usia 15-17 tahun memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang paling rendah.

    Hal ini senada dengan hasil riset kredit Karma pada 2018 lalu dimana ditemukan bahwa sebanyak 39% Gen-Z memiliki utang untuk mengikuti tren dalam komunitasnya. Sedangkan berdasarkan Research Institute pada 2019, alokasi tabungan dari pendapatan pada Gen-Z hanya 10,17%. Ini menekankan bahwa mereka juga minim investasi, meski secara umum mereka dianggap mengerti tentang pengetahuan menabung.

    Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, Gen-Z, juga tumbuh dengan internet dan kecenderungan mencari solusi finansial yang cepat dan efisien, sehingga menghadapi tantangan besar dalam mengelola keuangan secara bijak. Mencermati hal tersebut, platform literasi investasi Tumbuh Makna bekerja sama dengan Universitas Serang Raya mengadakan webinar bersama puluhan mahasiswa dengan tema “Financial Cerdas Gen-Z: Strategi Kelola Dana dan melek Digital Menuju Masa Depan Sejahtera”.


    Benny Sufami, Co-Founder Tumbuh Makna, memberikan sejumlah tips penting agar Gen-Z dapat mengelola keuangan dengan benar, yakni melalui membangun kebiasaan finansial yang sehat, dan menghindari risiko kerugian di masa depan.

    “Keberhasilan finansial tidak datang dalam semalam, melainkan melalui kebiasaan yang dibentuk secara konsisten, seperti menabung, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan dengan disiplin. Kebiasaan yang sehat akan menjadi fondasi kuat bagi kestabilan keuangan di masa mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (17/11/2024).

    Benny menekankan bahwa memiliki anggaran atau budgeting yang jelas adalah kunci menuju kebebasan finansial, sekaligus pentingnya pemahaman terhadap investasi. Ia mencatat banyak investor muda yang sering kali mengalami kerugian karena terjebak dalam tren investasi tanpa mempertimbangkan profil risiko pribadi.

    “Banyak yang ikut-ikutan membeli saham hanya karena melihat orang lain melakukannya,” ungkapnya. Benny mengingatkan bahwasetiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda, sehingga penting untuk menyesuaikan jenis investasi dengan profil risiko masing-masing agar terhindar dari kerugian besar.

    Menurutnya, pemahaman risiko sebelum berinvestasi adalah hal krusial agar keputusan yang diambil lebih cerdas dan minim risiko. “Pastikan kamu memahami dengan jelas apa saja risiko yang terlibat,” jelas Benny. Selain itu, ia mengimbau agar setiap keputusan keuangan selalu didasarkan pada prinsip-prinsip yang legal dan logis. “Mindset yang perlu ditanamkan bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan uang, tetapi juga bagaimana mengelolanya dengan tepat dan bijaksana. Pastikan setiap langkah finansial yang diambil mematuhi aturan yang berlaku dan tidak tergoda oleh iming-iming keuntungan instan,” pungkasnya.

    Sementara itu Direktur Utama PT. Persero Batam, Arham S. Torik, mengingatkan bahwa salah satu prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan adalah menjaga pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.

    “Mereka harus membuat anggaran yang sesuai dengan gaya hidup. Perencanaan ini penting, khususnya untuk Gen-Z, karena hari ini kamu kerjakan, itu akan menentukan masa depan. Karena tantangan ke depan akan lebih dinamis,” ujarnya. Ia menekankan perlunya kesadaran diri dalam membatasi pengeluaran agar sesuai dengan anggaran yang ada.

    Arham juga menggarisbawahi pentingnya bagi Gen-Z untuk menetapkan anggaran yang realistis, yang mencerminkan kebutuhan mereka secara jujur tanpa mengikuti gengsi atau keinginan semata.

    “Banyak dari Gen-Z mungkin belum memiliki perencanaan yang matang, biasa disebut besar pasak daripada tiang. Untuk itu, kawan-kawan harus tahu pendapatan bersih, kemudian ukur pendapatan dan menyesuaikan pengeluaran. Jangan terlalu banyak keinginan. Prioritaskan kebutuhan, bukan keinginan,” tegasnya.

    Menurutnya, strategi perencanaan keuangan adalah upaya untuk melakukan perencanaan masa depan, termasuk membangun dana darurat secara terukur dan realistis. “Dana darurat ini penting sebagai perlindungan dari risiko tak terduga. Buat rekening terpisah untuk dana darurat, agar dana ini tidak tercampur dan sulit nantinya diakses, sehingga bisa dicairkan dengan segera. Lalu buat otomatis transfer untuk dana darurat,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa perencanaan adalah kunci dari semuanya sehingga harus dibuat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan.

    Dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Serang Raya, Endang Tri Santi, menekankan pentingnya literasi bagi Gen Z yang tumbuh di era digital. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan untuk memilah informasi yang valid dari yang menyesatkan, terutama agar generasi ini terhindar dari keputusan finansial yang berisiko. “Di tengah tsunami informasi saat ini, sikap kritis sangat diperlukan. Kita harus selalu cek data dan verifikasi sumber dengan teliti, karena hal ini akan membantu kita terhindar dari keputusan finansial yang merugikan,” tegasnya.

    Santi juga mengingatkan bahaya Fear of Missing Out (FOMO) yang sering kali memicu kebiasaan buruk dalam pengelolaan keuangan. “FOMO sering mendorong keputusan impulsif yang justru merugikan, seperti membeli barang-barang viral tanpa pertimbangan matang. Kebiasaan ini bisa jadi bumerang karena menumbuhkan dorongan untuk selalu mengikuti arus,” ujarnya. Ia menasihati agar Gen-Z tidak mudah terpengaruh tren tanpa memahami risikonya dan lebih selektif dalam membuat keputusan keuangan.

    Lebih jauh, Santi mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan positif. Menurutnya, era digital harus dimanfaatkan dengan literasi yang baik, bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai kreator yang dapat menghasilkan produk sendiri. “Mari manfaatkan era digital untuk menjadi lebih kreatif dan produktif,” tambahnya, menggarisbawahi bahwa literasi yang baik bisa membuka banyak peluang bagi Gen-Z untuk berkarya.

    (fdl/fdl)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ุญู…ุฏ
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • 1.000 Koleksi Modest Akan Ditampilkan di Jakarta Muslim Fashion Week 2026

    Jakarta

    Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) hadir lagi. Pada 2026 digelar mulai 6-9 November di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta Selatan. Mengusung semangat dan visi baru, ajang ini menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia.

    JMFW 2026 akan menghadirkan lebih dari 100 desainer serta memamerkan lebih dari 1.000 koleksi modest dari berbagai jenama lokal. Selama empat hari penyelenggaraan, panitia menargetkan kehadiran 8.000 pengunjung termasuk pelaku industri, pembeli potensial, dan masyarakat umum.

    Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mengangkat tema 'Essential Lab', akan berlangsung pada 6โ€“9 November di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta.Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mengangkat tema ‘Essential Lab’, akan berlangsung pada 6โ€“9 November di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta. Foto: Gresnia/Wolipop.


    Mengangkat tema Essential Lab, JMFW 2026 hadir bukan hanya sebagai pergelaran mode, tetapi juga sebagai laboratorium tren dan inovasi. Konsep ini dirancang sebagai ruang eksperimen kreatif yang memadukan fashion show, trade show, talkshow, business matching, hingga pertunjukan seni dalam satu rangkaian acara.

    “Essential Lab, tema tahun ini. Jadi, JMFW ini kita tahu ke depan trennya seperti apa. Industri tekstil tumbuh dan fashion bertumbuh. Salah satu kunci supaya tren yang diminati adalah berani tampil,” ujar Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, dalam konferensi pers peluncuran JMFW 2026 di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).

    Ia menekankan pentingnya ekosistem fesyen yang kuat untuk mendukung pertumbuhan industri tekstil nasional serta peningkatan daya saing UMKM di pasar global. Rangkaian kegiatan pada puncak acara JMFW 2026 akan mencakup 12 parade gelaran busana, pameran dagang (trade show), gelar wicara (talkshow), penjajakan bisnis (business matching), hingga acara penghargaan (award show).

    Peluncuran JMFW 2026 turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari duta besar negara sahabat, asosiasi, kementerian, komunitas fashion, dan pelaku usaha. Hadir di antaranya: Dubes UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri, Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, Wakil Ketua Umum KADIN Juan Permata Adoe.

    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyebutkan bahwa JMFW 2026 ditargetkan mencetak potensi transaksi sebesar US$ 10 juta. Dia optimis capaian JMFW tahun ini bisa melampaui tahun-tahun sebelumnya.

    Sebagai perbandingan, pada 2025 lalu JMFW berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar US$ 20,4 juta, jauh melampaui target awal sebesar US$ 3 juta. Sejak pertama kali digelar pada 2021, JMFW terus menunjukkan pertumbuhan positif baik dari sisi peserta maupun transaksi.

    Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mengangkat tema 'Essential Lab', akan berlangsung pada 6โ€“9 November di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta.Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mengangkat tema ‘Essential Lab’, akan berlangsung pada 6โ€“9 November di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta. Foto: Gresnia/Wolipop.

    Dalam sesi Bincang Asik (BISIK), Mendag Budi Santoso berdiskusi dengan para mitra strategis dari berbagai sektor. Hadir sebagai narasumber, Yuke Sri Rahayu – Deputi Kemenparekraf, Imam Hartono – Kepala Departemen Ekonomi Syariah Bank Indonesia. Kemas Erwan Huseini – Pejabat Eksekutif Bank Syariah Indonesia. Novia Sukmawaty – Global Halal Beauty Marketing Head, ParagonCorp. Mereka sepakat bahwa kolaborasi adalah kunci untuk membentuk ekosistem modest fashion yang tangguh dan berkelanjutan.

    Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mengangkat tema 'Essential Lab', akan berlangsung pada 6โ€“9 November di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta.Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 mengangkat tema ‘Essential Lab’, akan berlangsung pada 6โ€“9 November di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta. Foto: Gresnia/Wolipop.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Bazar Hijab dan Modest GlamLocal Hadir di Bandung, Diskon Hingga 90%

    Bandung

    Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-2, GlamLocal menghadirkan pesta belanja dengan potongan harga hingga 90%, pada 27-31 Agustus 2025 di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung.

    GlamLocal menghadirkan lebih dari 90 brand fashion dan aksesori lokal terbaik khusus untuk para pencinta modest wear dan hijabers tanah air. Menurut Rizky Azhar sebagai koordinator GlamLocal, bazar di Bandung kali ini menyuguhkan diskon yang lebih menarik.

    “Ini masih satu rangkaian dalam rangka ulang tahun GlamLocal. Untuk jumlah tenant sekarang ada total 90 brand fashion dan 16 F&B. Semuanya khas dari Bandung. Kita kolaborasi dengan Summarecon bareng dengan Festival Kuliner Bandung. Diskonnya up to 90% edisi Mid Year Sale. Ada juga merchandise ketika sudah berbelanja minimal Rp 500 Ribu,” ungkap Kiky saat ditemui Wolipop di Summarecon Mall Bandung, Rabu (27/8/2025).


    Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal hadir di Summarecon Mall Bandung mulai dari 27-31 Agustus 2025.Bazar hijab dan busana muslim GlamLocal hadir di Summarecon Mall Bandung mulai dari 27-31 Agustus 2025. Intan sebagai pemilik brand Mayoutfit ikut serta di bazar GlamLocal. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

    GlamLocal kali ini memanjakan para modest fashion enthusiast dengan kurasi brand lokal populer seperti Yeppu Outfit, Atkey, Cotonnary, Hi.Prima, Gamaleea, Oclo, Main Look, Rurik, BWBYAZ, hingga Mayoutfit.

    “GlamLocal diadakan selama lima hari 27-31 Agustus. Brand yang ikut utamakan brand Bandung yang sudah hits, untuk itemsnya tidak banyak yang berbeda yang sesuai dengan target market di Bandung,” ujar Kiky.

    Tidak hanya busana siap pakai, pengunjung juga akan dimanjakan dengan berbagai pilihan hijab dari brand seperti Nathelabel, Tuscany, Elita, Loiusaluna, dan Lindahijab. Semuanya hadir dalam satu tempat, memberikan kemudahan bagi kamu yang ingin tampil modis, syar’i, dan tetap sesuai tren terkini.

    Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%.Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%. Foto: Gresnia/Wolipop

    Ia juga menyebutkan perbedaan target market GlamLocal yang ada di Jakarta dan Bandung. Berdasarkan warga Bandung yang di dominasi oleh Gen Z.

    “Kalau di Jakarta lebih office look untuk bekerja dan keseharian warna basic. Bedanya di sini kasual, mix and match yang lebih oke permainan warnanya lebih berani. Brand juga menyesuaikan marketnya di Bandung,” jelasnya.

    “Di sini juga banyak yang lebih muda sesuai dengan selera generasi muda. Gen Z yang lebih banyak datang. Secara umur Gen Z akhir menuju milenial 20-40 tahun,” lanjutnya lagi.

    Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%.Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%. Foto: Gresnia/Wolipop

    Begitu juga dengan items fashion yang diminati di Bandung. “Kemeja yang ada emblishment, vest yang ada ornamen bordir dan payet dicampur lace. Cardigan juga mendukung kalau di sini banyak yang laku. Warna-warni,” tambah Kiky.

    Tidak hanya soal fashion, pengunjung juga bisa berburu aksesori dari Nubuk Bags, Fassy Store, hingga Shop at Blow. Lapar saat belanja? Tenang! Booth F&B dari Loka Saji, Donat King Nassar, hingga Es Teh Poci siap menemani.

    “Kita juga ajakin brand yang sedang hits di Bandung seperti Nathelabel, Abame, Versus City, Riffany Hijab, Hai Clo, Mayoutfit yang di highlightnya,” saut Kiky.

    Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%.Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%. Foto: Gresnia/Wolipop

    Kiky melanjutkan GlamLocal kini mempunyai grup dan komunitas yang terdiri dari brand lokal di Indonesia. Dengan lebih dari 400 brand tergabung dan 6.000 jastiper tersebar di seluruh kota di Indonesia, ekosistem ini tumbuh menjadi wadah yang tak hanya kuat, tapi juga saling menguntungkan antar pelaku usaha.

    Sudah berjalan selama dua tahun, komunitas brand yang dinaungi oleh GlamLocal terbukti bukan sekadar tren sesaat. Antusiasme tinggi dan feedback positif terus mengalir dari para pelaku brand maupun jastiper yang tergabung.

    Strategi yang dirancang pun selalu diperbarui mengikuti dinamika pasar, menjadikan komunitas ini sebagai kekuatan baru di ranah retail lokal. Bahkan di tengah tantangan ekonomi saat ini, GlamLocal berani mengambil langkah besar dengan menggelar bazar dua kali dalam sebulan. Sebelumnya pada awal Agustus 2025, GlamLocal digelar di PIM 3, yang mencetak pencapaian fantastis hingga Rp16 miliar hanya dalam lima hari.

    Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%.Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%. Foto: Gresnia/Wolipop

    Ke depan, komunitas ini tak hanya akan memperluas jangkauan ke kota-kota besar seperti Surabaya, Sumatera, dan Kalimantan, tetapi juga akan mempererat kolaborasi lewat pre-event seperti workshop dan sinergi antara brand owner dan jastiper. Harapannya, GlamLocal terus menjadi rumah utama bagi pecinta produk lokal dan pelaku bisnis yang ingin berkembang bersama.

    Jangan lewatkan kesempatan dapat harga spesial. voucher menarik, cashback, bahkan merchandise eksklusif hanya dengan mengunggah aplikasi BYOND by BSI dan berbelanja minimal Rp500.000. Ini lebih dari sekadar bazar, ini perayaan pengusaha modest lokal yang wajib kamu datangi.

    Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%.Suasana bazar hijab dan modest wear GlamLocal di Summarecon Mall Bandung, mulai dari 27-31 Agustus 2025. Ada lebih dari 90 brand yang ikut serta memberikan promo menarik hingga 90%. Foto: Gresnia/Wolipop

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Lagi Tren Konten Miniatur AI Pakai Gemini, Begini Cara Buatnya


    Jakarta

    Tren konten miniatur berbasis kecerdasan buatan (AI) sedang viral di media sosial, khususnya di TikTok dan Instagram. Foto atau video yang menampilkan objek seperti motor, mobil, atau bahkan orang dalam bentuk miniatur realistis ala action figure atau model kit BANDAI sukses mencuri perhatian.

    Konten ini terlihat estetik, unik, dan terasa seperti karya profesional, padahal bisa dibuat dengan mudah menggunakan alat AI. Berikut panduan lengkap cara membuat konten miniatur AI yang sedang tren, berdasarkan informasi terkini di media sosial.

    Apa Itu Tren Miniatur AI?

    Tren ini melibatkan penggunaan AI untuk mengubah foto biasa menjadi gambar miniatur yang sangat realistis, seolah-olah objek tersebut adalah action figure skala 1/7 yang diletakkan di lingkungan nyata, seperti meja komputer atau di dalam kotak kemasan ala BANDAI. Efek ini mencakup detail presisi, pencahayaan realistis, dan tekstur yang menyerupai mainan premium.


    Popularitasnya melonjak setelah kreator seperti @ardhyass di TikTok mengunggah tutorial yang ditonton hingga 6,5 juta kali, memicu banyak pengguna untuk mencoba.

    Alat yang Dibutuhkan

    Untuk membuat konten miniatur AI, Anda hanya perlu:

    • Smartphone atau komputer dengan akses internet.
    • Aplikasi AI seperti Google Gemini (melalui fitur Nano Banana), Lmarena AI, atau platform lain seperti Dreamina.
    • Foto beresolusi tinggi dari objek yang ingin dijadikan miniatur (misalnya motor, mobil, atau orang).
    • Prompt teks yang tepat untuk mengarahkan AI menghasilkan gambar sesuai keinginan.

    Langkah-Langkah Membuat Konten Miniatur AI

    Berikut adalah langkah-langkah sederhana untuk membuat konten miniatur AI yang viral:

    1. Pilih dan Siapkan Foto

    Ambil atau pilih foto dengan subjek yang jelas, seperti motor, mobil, atau orang. Pastikan resolusinya tinggi untuk hasil yang lebih detail. Contoh: Foto motor Honda Supra X125 atau foto selfie Anda.

    2. Akses Platform AI

    • Google Gemini: Buka aplikasi Gemini di ponsel (tersedia di Play Store/App Store) atau situs gemini.google.com. Anda bisa masuk tanpa login untuk kemudahan.
    • Lmarena AI: Akses melalui Google Chrome untuk membuat miniatur dengan efek 3D realistis.
    • Alternatif lain seperti Dreamina juga bisa digunakan untuk menghasilkan visual dinamis.

    3. Unggah Foto dan Masukkan Prompt

    • Unggah foto pilihan Anda ke platform AI. Gunakan prompt spesifik untuk mengarahkan AI. Contoh prompt populer: “Create a 1/7 scale commercialized figurine of the motorcycle in the picture, in a realistic style, in a real environment. The figurine is placed on a computer desk with a round transparent acrylic base, no text on the base. The computer screen shows the Zbrush modeling process of this figurine. Next to the screen is a BANDAI-style toy packaging box with two-dimensional flat illustrations of the original artwork.”
    • Untuk variasi, seperti miniatur peri, gunakan prompt seperti: “Create a 1/7 scale super realistic miniature male fairy figure based on the uploaded photo. Preserve the facial features and hairstyle, add delicate transparent wings and a light fantasy outfit. Show the fairy flying just above a pair of human hands in a vibrant flower garden.”

    4. Proses dan Unduh Hasil

    Setelah memasukkan prompt, tunggu AI memproses gambar (biasanya hanya beberapa menit).
    Unduh hasilnya dan cek apakah sesuai ekspektasi. Anda bisa mengulang proses dengan menyesuaikan prompt untuk hasil yang lebih baik.

    5. Edit dan Posting

    Jika perlu, lakukan sedikit pengeditan menggunakan aplikasi seperti Canva untuk menambahkan efek visual atau teks.
    Unggah ke TikTok, Instagram, atau X dengan hashtag populer seperti #MiniaturAI, #Viral2025, #AIArtIndonesia, atau #ActionFigureAI untuk menjangkau audiens lebih luas.

    (afr/fyk)

    Sumber : inet.detik.com

    Alhamdulillah ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู…ุญู…ุฏ teknologi
    ilustrasi gambar : unsplash.com / Jannis Brandt
  • Cara Buat Video AI Hug Pakai Vidu AI yang Lagi Ramai di TikTok


    Jakarta

    Viral tren AI pelukan di TikTok. Pencarian tutorial buat video AI Hug pakai Vidu AI pun ramai dicari oleh netizen di platform tersebut.

    Pasalnya, kecerdasan buatan ini membuat dua foto bisa berinteraksi dengan pelukan dan tawa. Hasilnya pun terlihat realistis.

    Banyak pengguna TikTok yang menggunakan AI Hug untuk menghidupkan kembali kenangan bersama orang terkasih yang sudah meninggal dunia, misalnya orangtua atau kakek dan nenek mereka.


    Tak cuma untuk berpelukan dengan orang terdekat, ada juga warganet yang menggunakan AI ini untuk menciptakan momen pelukan bersama artis yang mereka suka. Salah satu yang viral adalah video pelukan bersama Karina Aespa, video itu sudah ditonton 1,3 juta kali.

    @baihaqiannass Finally ๐Ÿฅน ib: @aivatxoiles #vidu #ai #karina โ™ฌ you look like you love me – Ella Langley & Riley Green

    Lantas, bagaimana cara membuat foto pelukan dengan AI Hug dari Vidu AI? Ikuti Langkah berikut.

    Cara edit video AI Hug yang viral di TikTok

    1. Siapkan foto berdua dengan kualitas yang bagus. Kamu juga bisa menggunakan foto yang telah digabungkan
    2. Buka Google Chrome di handphone milikmu
    3. Masuk ke situs Vidu AI Studio, gunakan akun Google kamu
    4. Pilih mode desktop
    5. Klik opsi ‘Create Video’
    6. Upload foto yang sudah kamu siapkan
    7. Masukkan teks di kolom prompt dalam bahasa Inggris, sesuaikan dengan perintah yang diinginkan, seperti ‘Make two people in this photo hug’ atau ‘make people hug’
    8. Lanjut dengan menyentuh pilihan ‘Create’
    9. Tunggu proses selesai dan hasilnya muncul, jangan lupa untuk disimpan dengan menekan ikon unduh
    10. Selesai deh, kamu bisa membagikan hasilnya ke media sosial jika mau.

    (ask/ask)





    Sumber : inet.detik.com

  • Simak! Tips buat Siapkan Dana Pensiun Agar Hari Tua Nyaman


    Jakarta

    Di tengah akses internet yang serba cepat dan promo-promo barang yang sering ditemui di sosial media dapat membuat seseorang kalap untuk langsung memilih untuk membeli tanpa pikir panjang terhadap pembelian barang tersebut. Biasanya barang yang dibeli biasanya bukanlah barang prioritas yang dibutuhkan, melainkan barang yang dapat mendukung gaya hidup yang berlebihan.

    Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun edukasi keuangannya @sikapiuangmu membagikan strategi untuk mempersiapkan program pensiun sejak dini agar tidak terganggu oleh gaya hidup.

    Dalam unggahannya, OJK memberitahukan masyarakat perlu menyadari terlebih dahulu bahwa terdapat sejumlah gangguan yang bisa menyebabkan kita tidak memiliki tabungan di masa tua.


    Pertama yakni, fomo gaya hidup atau selalu mengikuti tren gaya hidup yang terlihat di media sosial. Dalam hal ini pasalnya kita perlu melihat apakah kondisi keuangan kita memang benar bisa mengikuti gaya hidup yang ingin kita ikuti. Jangan sampai malah gaya hidup ini menyebabkan kita punya banyak hutang.

    Kedua yakni belanja implusif karena adanya tawaran diskon yang hanya terjadi hari ini. Padahal barang yang didiskon tidak sedang kita butuhkan. Ketiga yakni overconsumption buat self-reward. Dalam hal ini kita perlu menyadari bahwa terlalu sering atau berlebihan membeli barang atau pengalaman sebagai bentuk “hadiah” untuk diri sendiri tidak terlalu baik. Hal ini bisa, berdampak negatif pada keuangan pribadi.

    Terkahir yakni panic buying karena takut inflasi. Kondisi ini harus benar-benar diperhatikan sesuai dengan kebutuhan. Artinya jangan asal beli jika tidak dibutuhkan.

    “Semua ini bikin kita mikir pendek, dan akhirnya tabungan untuk pensiun selalu ‘nanti-nanti’ aja,” ungkap unggahan @sikapiuangmu dikutip, Minggu (6/7/2025).

    Dalam unggahan tersebut, OJK memberikan lima tips dari agar program pensiun tetap terjaga dan tidak terdistraksi:

    • Pertama, autodebit is your bestie.

    Artinya begitu menerima gaji, segera potong minimal 10% untuk program pensiun. Anggap saja sebagai “tagihan wajib” untuk diri sendiri di masa depan.

    • Kedua, pisahkan rekening dan jangan diintip!

    Buat satu rekening khusus buat tabungan pensiun. Rekening ini dibuat tanpa kartu debit, tanpa akses mobile banking agar tidak tergoda mengambil dana secara impulsif.

    • Ketiga, jangan tunggu mapan baru mulai

    Tips ini penting dilakukan sesegera mungkin tanpa harus menunggu mendapatkan gaji yang besar. Intinya yakni konsistensi, bukan besaran nominal. Mulai dari Rp 50.000 per bulan pun asal rutin, hasilnya akan signifikan.

    • Keempat, investasi, bukan cuma nabung

    Karena musuh kita adalah inflasi, manfaatkan program pensiun di instrumen jangka panjang seperti reksa dana pensiun, DPLK, dan program JHT dan JP dari BPJS Ketenagakerjaan.

    • Kelima, block out noise: Nggak semua tren harus kamu ikuti!

    Dalam hal ini, penting untuk membedakan kebutuhan dengan keinginan. Terlalu sering mengikuti tren bisa mengganggu rencana keuangan jangka panjang.

    Dengan menyiapkan tabung untuk pensiun, kamu bisa menikmati pensiun dini tanpa utang, hidup cukup tanpa bergantung pada anak, bisa traveling tanpa memikirkan tagihan

    “Itu semua bisa kejadian asal kamu siapkan sekarang, bukan nanti,” katanya.

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com

  • Jangan FOMO! Siapkan Dana Pensiun Biar Hari Tua Nggak Sengsara

    Jakarta

    Akses internet yang cepat dan gencarnya promo di media sosial sering membuat orang tergoda untuk membeli barang. Namun, barang yang dibeli bukanlah barang prioritas, melainkan demi gaya hidup berlebihan.

    Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui akun edukasi keuangannya @sikapiuangmu membagikan strategi untuk mempersiapkan program pensiun sejak dini agar tidak terganggu oleh gaya hidup.

    Dalam postingannya, OJK memberitahukan masyarakat perlu menyadari terlebih dahulu bahwa terdapat sejumlah gangguan yang bisa menyebabkan kita tidak memiliki tabungan di masa tua.


    Pertama, FOMO gaya hidup atau selalu mengikuti tren gaya hidup yang terlihat di media sosial. Dalam hal ini pasalnya kita perlu melihat apakah kondisi keuangan kita memang benar bisa mengikuti gaya hidup yang ingin kita ikuti. Jangan sampai malah gaya hidup ini menyebabkan kita punya banyak utang.

    Kedua, belanja impulsif karena adanya tawaran diskon yang hanya terjadi hari ini. Padahal barang yang didiskon tidak sedang kita butuhkan.

    Ketiga, over consumption buat self-reward. Dalam hal ini kita perlu menyadari bahwa terlalu sering atau berlebihan membeli barang atau pengalaman sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri tidak terlalu baik. Hal ini bisa, berdampak negatif pada keuangan pribadi.

    Keempat, panic buying karena takut inflasi. Kondisi ini harus benar-benar diperhatikan sesuai dengan kebutuhan. Artinya, jangan asal beli jika tidak dibutuhkan.

    “Semua ini bikin kita mikir pendek, dan akhirnya tabungan untuk pensiun selalu ‘nanti-nanti’ aja,” ungkap unggahan @sikapiuangmu dikuitp, Minggu (6/7/2025).

    Dalam unggahan tersebut, OJK memberikan lima tips dari agar program pensiun tetap terjaga dan tidak terdistraksi:

    5 Tips Agar Pensiun Nggak Sengsara:

    1. Autodebit Is Your Bestie

    Artinya begitu menerima gaji, segera potong minimal 10% untuk program pensiun. Anggap saja sebagai tagihan wajib untuk diri sendiri di masa depan.

    2. Pisahkan Rekening dan Jangan Diintip

    Buat satu rekening khusus buat tabungan pensiun. Rekening ini dibuat tanpa kartu debit, tanpa akses mobile banking agar tidak tergoda mengambil dana secara impulsif.

    3. Jangan Tunggu Mapan

    Tips ini penting dilakukan sesegera mungkin tanpa harus menunggu mendapatkan gaji yang besar. Intinya yakni konsistensi, bukan besaran nominal. Mulai dari Rp 50.000 per bulan pun asal rutin, hasilnya akan signifikan.

    4. Investasi

    Karena musuh kita adalah inflasi, manfaatkan program pensiun di instrumen jangka panjang seperti reksa dana pensiun, DPLK, dan program JHT dan JP dari BPJS Ketenagakerjaan.

    5. Jangan Ikuti Semua Tren

    Dalam hal ini, penting untuk membedakan kebutuhan dengan keinginan. Terlalu sering mengikuti tren bisa mengganggu rencana keuangan jangka panjang.

    Dengan menyiapkan tabung untuk pensiun, kamu bisa menikmati pensiun dini tanpa utang, hidup cukup tanpa bergantung pada anak, bisa traveling tanpa memikirkan tagihan

    “Itu semua bisa kejadian asal kamu siapkan sekarang, bukan nanti,” tulisnya.

    Tonton juga “Wacana Potong Gaji untuk Hari Tua” di sini:

    (kil/kil)



    Sumber : finance.detik.com