Tag: uban

  • Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Perlambat Ubanan


    Jakarta

    Asupan makanan yang tepat tak hanya dapat menyehatkan tubuh saja. Ada beberapa makanan tertentu yang disebut dapat mencegah pertumbuhan uban.

    Uban atau rambut yang mulai berubah warna menjadi putih identik dengan penuaan yang dialami oleh seorang individu. Sebagian orang dengan santai menerima tanda penuaan tersebut tetapi sebagian lainnya berusaha untuk mencegah terjadinya penuaan.

    Ternyata ada cara mencegah tumbuhnya uban melalui asupan makanan yang tepat. Beberapa komponen alami dalam makanan diungkapkan ahli dapat mencegah tumbuhnya uban dan menjaga rambut tetap hitam pekat.


    Makanan berupa sayur dan biji-bijian yang disarankan juga memiliki rasa yang enak. Sehingga cocok untuk dinikmati setiap hari sebagai asupan makanan yang rutin dikonsumsi.

    Berikut ini 5 asupan makanan untuk mencegah uban menurut PTC Punjabi:

    Makanan pencegah ubanBayam memiliki zat besi yang membantu rambut mendapatkan asupan oksigen yang baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kamonwan Wankaew

    1. Bayam

    Dibalik warna hijaunya yang pekat, daun bayam memiliki banyak komponen kimia alami yang berkhasiat untuk tubuh. Salah satu yang membuat bayam spesial adalah kandungan zat besinya yang tinggi.

    Ketika tubuh memiliki asupan zat besi yang cukup maka oksigen akan dialirkan dengan efektif ke seluruh tubuh. Asupan oksigen yang cukup inilah yang kemudian dibutuhkan untuk mencegah rambut hitam berubah menjadi putih.

    Konsumsi bayam secara rutin dalam setiap menu makan harian dapat menjaga warna rambut agar tetap pekat dan berkilau. Beberapa penelitian juga berusaha melihat manfaat konsumsi bayam untuk mencegah pertumbuhan uban dini.

    2. Ubi

    Pada berbagai kondisi ubi selalu disarankan sebagai asupan karbohidrat yang lebih sehat. Dalam sebuah ubi terkandung banyak komponen alami yang sehat selain karbohidrat.

    Pada ubi jalar, misalnya, bagian daging umbinya berwarna oranye yang menandakan kandungan beta karoten yang tinggi. Ketika masuk ke dalam tubuh, beta karoten akan diubah menjadi vitamin A yang baik untuk perlindungan sebum di kulit kepala.

    Ketika kulit kepala lebih sehat pada rambut akan tumbuh lebih kuat dan sehat. Sehingga rambut yang berwarna hitam pekat tidak akan mudah berubah menjadi abu-abu atau putih sebagai tanda awal munculnya uban.

    Asupan makanan untuk mencegah uban lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Wijen hitam

    Wijen termasuk biji-bijian sehat yang disarankan oleh ahli gizi dan ahli kesehatan untuk dikonsumsi setiap hari. Di dalam ukurannya yang kecil biji wijen mengandung banyak zat alami yang dibutuhkan tubuh.

    Biji wijen, terutama yang berwarna hitam, memiliki kandungan penting seperti zat besi dan tembaga. Komponen ini dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu produksi hormon melatonin.

    Melatonin merupakan hormon yang dibutuhkan untuk pigmentasi beberapa bagian tubuh. Termasuk menjaga rambut yang hitam agar tidak beruban.

    4. Wortel

    Makanan pencegah ubanKandungan beta karoten pada wortel dapat mencegah tumbuhnya uban. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kamonwan Wankaew

    Mirip dengan ubi jalar, wortel memiliki warna oranye yang terang dan pekat. Baik bagian kulit luar hingga bagian terdalamnya memiliki kandungan beta karoten yang membuat warnanya oranye terang.

    Selama ini wortel hanya dikenal sebagai sayuran yang baik untuk penglihatan. Faktanya konsumsi wortel secara rutin setiap hari juga dapat menjaga kesehatan rambut.

    Beta karoten yang diubah menjadi vitamin A akan membantu rambut mendapatkan nutrisi oksigen yang cukup. Jangka panjangnya, rambut akan tetap hitam dan tidak mudah kehilangan nutrisinya hingga berubah menjadi uban.

    5. Almond

    Rasa kacang almond yang nikmat cocok untuk disantap menjadi cocolan. Bahkan banyak makanan yang menambahkan kacang almond sebagai topping pelengkap atau penambah rasa.

    Ternyata almond tak hanya sekadar kacang-kacangan yang enak untuk camilan. Tetapi ada khasiat besar yang bisa didapatkan dengan rutin konsumsi almond setiap hari.

    Almond mengandung biotin yang tinggi. Ketika diserap di dalam tubuh kandungan biotin tersebut akan membantu menjaga produksi keratin dan menjaga warna alami rambut agar tidak cepat beruban.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Uban Bisa Hilang? Ilmuwan Temukan Kunci agar Rambut Kembali ke Warna Aslinya!

    Uban Bisa Hilang? Ilmuwan Temukan Kunci agar Rambut Kembali ke Warna Aslinya!


    Jakarta

    Seiring bertambahnya usia, pigmen warna pada rambut akan memudar dan berubah menjadi putih atau disebut dengan uban. Hal ini biasa jika di alami orang yang sudah berusia senja.

    Namun, bagaimana jika pertumbuhan uban dialami oleh mereka yang masih muda? Apakah bisa warna asli rambut seseorang kembali seperti semula setelah memutih? Ini penjelasannya menurut sains.

    Rambut Beruban Bisa Kembali ke Warna Aslinya?

    Rambut beruban sering kali jadi tanda penuaan, tapi ternyata tidak selalu begitu. Berdasarkan studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature, uban muncul karena “kemacetan” sel di dalam folikel rambut, bukan karena tubuh menua secara keseluruhan.


    Peneliti dari NYU Langone Health, Amerika Serikat, menemukan bahwa sel penghasil pigmen warna rambut, yakni sel induk melanosit (melanocyte stem cells/McSCs), gagal berpindah tempat sesuai waktunya. Akibatnya, rambut tetap tumbuh sehat, tetapi warnanya memudar menjadi abu-abu atau putih.

    “Studi kami menambah pemahaman dasar tentang bagaimana sel induk melanosit bekerja untuk mewarnai rambut,” kata Qi Sun, PhD, peneliti utama studi tersebut, dikutip dari NYU Langone Health.

    Mengapa Rambut Bisa Berubah Jadi Uban?

    Di dalam folikel rambut terdapat dua jenis “tim kerja”:

    • Sel induk rambut, yang mengatur pertumbuhan rambut.
    • Sel induk melanosit, yang bertugas memberi warna pada rambut.

    Saat rambut baru mulai tumbuh, sel induk melanosit seharusnya bergerak ke area yang kaya protein WNT yaitu sinyal kimia yang memerintahkan mereka berubah menjadi sel penghasil pigmen (melanosit).

    Namun, ketika sel-sel tersebut “macet” di tempat atau tak lagi menerima sinyal, tahap pewarnaan tidak terjadi, dan rambut yang tumbuh menjadi berwarna abu-abu.

    “Sel induk melanosit seharusnya bisa berperilaku seperti bunglon yang bisa berubah dan beradaptasi sesuai lingkungannya. Ketika kemampuan itu hilang, rambut menjadi abu-abu,” jelas Mayumi Ito, PhD, profesor dermatologi di NYU Langone Health.

    Penelitian Langsung di Folikel Rambut

    Penemuan ini bukan hasil dugaan semata. Tim ilmuwan melakukan penelitian langsung jangka panjang dan analisis RNA sel tunggal pada folikel rambut tikus.

    Mereka melacak posisi setiap sel dan melihat bagaimana instruksi genetik berubah selama beberapa siklus pertumbuhan rambut.

    Hasilnya, semakin sering pertumbuhan rambut dipaksa berulang, semakin banyak sel induk pigmen yang tertinggal di tempat yang salah dan jumlah uban pun meningkat.

    Dengan kata lain, posisi, pergerakan, dan waktu kerja sel menentukan warna rambut.

    Meskipun temuan ini terdengar menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa belum ada obat untuk menghilangkan uban secara permanen.

    Stres, genetik, dan faktor lingkungan tetap berpengaruh pada munculnya uban.

    Langkah berikutnya adalah membuktikan apakah pola serupa juga terjadi pada manusia. Jika iya, maka ilmuwan bisa mencari cara aman untuk mendorong sel bergerak tepat waktu atau menguatkan sinyal dalam folikel rambut agar warna kembali muncul secara alami.

    “Tujuannya bukan sekadar mengubah warna rambut, tetapi menjaga keseimbangan antara sel yang aktif dan yang beristirahat,” ungkap tim peneliti.

    Uban Bukan Rambut Rusak

    Bagi detikers yang mulai menemukan helai putih di kepala, jangan khawatir. Rambut beruban bukan berarti rambut lemah atau tidak sehat.

    Folikel rambut tetap berfungsi dengan baik, hanya saja tim sel pewarna rambut sedang terlambat menerima instruksi kerja.

    Kini, sains sedang mencari cara untuk memperbaiki “kemacetan” di dalam folikel tersebut. Jika berhasil, warna rambut bisa kembali seperti semula, tanpa pewarna kimia.

    Untuk saat ini, uban bukan lagi misteri, melainkan soal waktu dan koordinasi sel yang sedang dipelajari sains.

    Penulis adalah peserta program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama di detikcom.

    (nah/nah)



    Sumber : www.detik.com