Tag: ungkapan

  • 40 Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Singkat dan Penuh Doa

    Jakarta

    Ingin membalas pesan berupa ucapan terima kasih dalam Islam? Jika bingung, ada beberapa referensi kalimat ucapan terima kasih dalam Islam yang bisa kamu gunakan.

    Mengucapkan terima kasih menjadi cara sederhana untuk menunjukkan penghargaan dan menghargai kebaikan orang lain. Dalam Islam, mengungkapkan rasa syukur tidak hanya sekadar ucapan tapi juga disertai dengan doa-doa baik yang mendalam.

    Ucapan terima kasih yang disertai doa merupakan bentuk kepedulian kepada orang yang telah membantu, sekaligus sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT yang mempertemukan kita dengan orang-orang baik. Dengan ucapan terima kasih dalam Islam, kita tidak hanya membuat orang lain merasa dihargai tapi juga menyebarkan keberkahan kepada mereka.


    Ucapan terima kasih dalam Islam sering kali diiringi dengan kata-kata seperti ‘jazakallahu khairan’ atau ‘barakallahu fiik’, yang artinya agar Allah membalas kebaikan orang tersebut. Makna dari ungkapan ini lebih dalam dibandingkan dengan sekadar kata ‘terima kasih’ karena turut menyertakan harapan dan doa untuk kebaikan yang terus mengalir.

    Mendoakan orang yang berbuat baik kepada kita juga merupakan salah satu adab yang dianjurkan dalam Islam. Dari ucapan untuk sahabat, keluarga, hingga orang-orang yang mungkin baru kita temui, berikut ucapan terima kasih dalam Islam penuh doa buat membalas kebaikan orang lain yang telah membantu.

    Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Penuh Doa

    1. “Jazakallahu khairan katsiran wa ahsanal jaza atas semua kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah memberkahi hidupmu, melapangkan rezekimu, dan melindungi keluargamu dalam rahmat-Nya yang tak terhingga.”

    2. “Terima kasih banyak atas bantuan dan dukungan yang tak ternilai. Semoga Allah mengangkat derajatmu, memudahkan segala urusanmu, dan membalas setiap kebaikanmu dengan pahala yang melimpah di dunia dan akhirat.”

    3. “Syukran wa jazakallahu khairan katsiran. Semoga Allah selalu menjagamu dalam kasih dan sayang-Nya, memberimu kemudahan dalam setiap langkah hidup, dan menambahkan keberkahan di setiap usahamu.”

    4. “Alhamdulillah, terima kasih atas ketulusan dan kebaikanmu. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah, dan semoga kebaikanmu ini menjadi cahaya yang menerangimu di dunia dan akhirat kelak.”

    5. “Jazakillah khair, sungguh kebaikanmu tidak akan pernah bisa aku lupakan. Semoga Allah selalu melindungimu, membalas setiap kebaikanmu dengan balasan terbaik, dan menjadikan setiap amalmu sebagai pemberat timbangan kebaikan di hari akhir.”

    6. “Syukran wa barakallahu fiik. Semoga Allah menambahkan ketenangan dalam hatimu, keberkahan dalam hartamu, dan kebahagiaan dalam keluargamu atas semua kebaikan yang telah engkau lakukan.”

    7. “Jazakumullahu khairan untuk segala kebaikan dan bantuanmu. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat, dan semoga kebaikanmu ini menjadi jalan yang mengantarmu menuju surga-Nya.”

    8. “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita. Terima kasih atas setiap doa, perhatian, dan bantuan yang engkau berikan. Semoga Allah memudahkan setiap urusanmu dan memberkahi langkahmu.”

    9. “Terima kasih yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah melipatgandakan kebaikanmu dan menjadikan amalmu sebagai sebab rahmat dan ampunan di hari yang penuh hisab.”

    10. “Syukran katsiran, jazakallah khair atas segala kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah membalasnya dengan kebahagiaan, kesehatan, dan rezeki yang luas di setiap harimu.”

    11. “Jazakumullah ahsanal jaza, semoga Allah membalasmu dengan balasan terbaik. Terima kasih atas kebaikan hatimu yang begitu tulus, dan semoga setiap doa yang baik kembali kepadamu dengan keberkahan.”

    12. “Syukran wa barakallahu fiik, terima kasih atas bantuan dan ketulusanmu. Semoga setiap kebaikan yang kau lakukan dilipatgandakan balasannya dan menjadi penerang di saat-saat sulit dalam hidupmu.”

    13. “Terima kasih yang tak terhingga atas dukunganmu. Semoga Allah menjadikan setiap amal baikmu sebagai pemberat timbangan amal kebaikan di hari kiamat dan selalu memberimu kemudahan dalam setiap urusan.”

    14. “Jazakumullah khairan, terima kasih atas segala kebaikan yang telah engkau berikan. Semoga Allah mencurahkan keberkahan pada keluargamu dan membalas setiap kebaikanmu dengan keindahan surga-Nya.”

    15. “Syukran atas keikhlasan dan kebaikanmu. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dalam hidupmu dan melindungimu dari segala kesulitan. Semoga setiap kebaikanmu menjadi amal yang tidak terputus hingga akhirat.”

    16. “Terima kasih banyak, semoga Allah melapangkan jalanmu menuju surga, memberimu kebahagiaan yang tak berkesudahan, dan menjadikan kebaikanmu sebagai cahaya yang menuntunmu di hari akhir nanti.”

    17. “Jazakallahu khairan atas semua perhatian, bantuan, dan keikhlasanmu. Semoga Allah mengganjarmu dengan kebaikan yang berlipat ganda, serta menjadikan setiap langkahmu penuh berkah dan ridha-Nya.”

    18. “Syukran jazakumullah khairan, semoga Allah senantiasa merahmatimu. Terima kasih atas segala kebaikan yang kau berikan, semoga Allah memuliakanmu di dunia dan akhirat, serta menjagamu dari segala keburukan.”

    19. “Terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah menuliskan setiap kebaikanmu sebagai amal shaleh, melindungimu dari bahaya, dan menjadikanmu pribadi yang selalu berada dalam rahmat dan lindungan-Nya.”

    20. “Jazakillah khairan katsiran, terima kasih atas semua yang telah kau lakukan. Semoga Allah menghapus segala kesulitanmu dan memberimu kehidupan yang penuh kedamaian, ketentraman, dan keberkahan di dunia dan akhirat.”

    Ucapan Terima Kasih Dalam Islam yang Singkat

    21. “Jazakallahu khairan katsiran, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala yang berlimpah.”

    22. “Syukran wa jazakallah khair, semoga setiap kebaikan yang kau berikan dibalas berlipat oleh Allah.”

    23. “Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal jariyah yang tak terputus.”

    24. “Syukran jazilan, semoga Allah memberkahi setiap langkahmu.”

    25. “Terima kasih, barakallahu fiik, semoga Allah melimpahkan berkah pada hidupmu.”

    26. “Jazakillah khairan, semoga Allah selalu merahmatimu dan keluargamu.”

    27. “Terima kasih banyak. Semoga setiap kebaikanmu menjadi pahala yang kekal di sisi Allah.”

    28. “Syukran wa jazakumullahu khair, semoga setiap langkah hidupmu diberkahi oleh Allah.”

    29. “Alhamdulillah, terima kasih. Semoga Allah melipatgandakan pahala untuk setiap kebaikanmu.”

    30. “Jazakumullahu khairan, semoga Allah membalas dengan kebaikan yang jauh lebih besar.”

    31. “Syukran atas bantuanmu. Semoga Allah memberi kebaikan dalam setiap usahamu.”

    32. “Terima kasih, semoga Allah memperindah kehidupanmu dengan keberkahan dan kasih-Nya.”

    33. “Jazakallah khair, semoga Allah memberikan kebaikan berlipat ganda kepadamu.”

    34. “Syukran, semoga setiap amal baikmu diterima dan dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang tiada henti.”

    35. “Terima kasih atas bantuanmu. Semoga Allah senantiasa menjagamu dalam kebaikan.”

    36. “Jazakumullahu ahsanal jaza, semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan.”

    37. “Syukran katsir, semoga Allah memberimu kemudahan dan keberkahan dalam setiap urusan.”

    38. “Terima kasih, semoga kebaikan yang kau berikan menjadi amal yang tak putus sampai akhirat.”

    39. “Jazakallah khair, semoga setiap niat baik dan kebaikanmu tercatat sebagai pahala di sisi Allah.”

    40. “Syukran wa barakallahu fik, semoga Allah melapangkan jalanmu dengan kebaikan dan berkah-Nya.”

    Semoga ucapan terima kasih dalam Islam di atas dapat menyampaikan rasa terima kasihmu yang mendalam dan penuh doa.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Arti Jazakallah Khairan Ucapan Terima Kasih dalam Bahasa Arab

    Jakarta

    Jazakallahu khairan merupakan ucapan terima kasih dalam bahasa Arab yang biasa digunakan dalam konteks Islam. Lalu, apa arti jazakallah khairan?

    Di sebagian besar budaya, merupakan kebiasaan untuk mengungkapkan rasa terima kasih dengan cara tertentu. Mengucapkan terima kasih menjadi etika dasar yang disampaikan sebagai bentuk nikmat atau syukur yang telah diberikan orang lain.

    Memberikan respons yang tulus dan berterima kasih atas tindakan atau perkataan seseorang sering kali menjadi ‘perekat’ yang menjaga keutuhan hubungan. Ucapan terima kasih juga menunjukkan rasa hormat dan apresiasi.


    Kata-kata terima kasih memiliki kekuatan besar jika digunakan dengan tulus dan sering. Sebagai umat muslim ada beberapa ucapan terima kasih islami.Salah satu ungkapan yang sering digunakan adalah jazakallah khairan.

    Ungkapan jazakallah khairan memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar ucapan terima kasih biasa. Bukan sekadar bentuk sopan santun, tetapi juga mengandung doa dan harapan baik bagi orang yang menerimanya.

    Arti Jazakallah Khairan

    Jazakallahu khairan dalam huruf Arab :
    جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
    Artinya :
    Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

    Jazakallahu khairan merupakan ucapan terima kasih Islami yang disebutkan dalam sebuah riwayat yang berasal dari Usamah bin Zaid RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    من صُنِعَ إليه مَعْرُوفٌ فقال لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ الله خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ

    Artinya:
    “Barangsiapa yang diperlakukan baik, lalu ia mengatakan kepada pelakunya, ‘Jazakallahu khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)’ maka sungguh ia telah sangat menyanjungmu.” (HR Tirmidzi)

    Cara Mengucapkan Jazakallah Khairan

    Seseorang juga bisa mengucapkan terima kasih dalam bahasa Arab dengan “Jazakallah khairan katsiran” artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang banyak”. Variasi kalimatnya pun berbeda di mana “Jazakillah khairan katsiran” diucapkan untuk satu orang perempuan. Sementara itu “Jazakumullah khairan katsiran” diucapkan untuk lebih dari satu orang (kalian)

    Balasan Jazakallah Khairan

    Jika seseorang mengucapkan Jazakallah Khairan (جزاك اللهُ خيرًا), yang berarti “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan,” maka jawaban yang tepat adalah “Wa iyyak” (وإياك) yang berarti “Dan kepadamu juga.”

    Selain itu, beberapa jawaban jazakallah khairan lain yang bisa digunakan:

    – Wa iyyaka (وإياك) untuk laki-laki atau Wa iyyaki (وإياكِ) untuk perempuan. Artinya: Dan semoga Allah membalasmu dengan kebaikan juga.
    – Wa iyyakum (وإياكم) jika ditujukan kepada banyak orang. Artinya: Dan semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan juga.
    – Ameen wa iyyak. Artinya: Aamiin, dan kepadamu juga.

    Itulah arti jazakallah khairan yang merupakan ucapan terima kasih dalam bahasa Arab. Sebagai umat Muslim, membiasakan diri dengan ungkapan yang mengandung doa seperti ini dapat menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

    (eny/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Brand Kami Rilis Koleksi Terbaru dengan Pesan Kekuatan Wanita & Inovasi Kain

    Jakarta

    Kami. merillis koleksi terbarunya bertajuk Katla di gelaran Senayan City Fashion Nation pada 27 September 2025. Fashion show yang juga menghadirkan penampilan dari grup band Ten2fiveband dan Dea Rizkita ini mengusung pesan yang kuat, menemukan cahaya saat hidup terasa paling gelap. Koleksi ini diharapkan dapat menjadi penggerak perspektif baru bagi para pelanggan setia Kami. yang dikenal sebagai Kami. People.

    Didirikan oleh Nadya Karina, Istafiana Candarini, dan Afina Candarini, brand Kami. dikenal dengan ciri khas busana modest yang nyaman untuk dipakai sehari-hari. Istafiana Candarini, atau akrab disapa Irin, mengungkapkan bahwa koleksi Katla mengangkat penggunaan bahan dasar yang nyaman seperti katun, sesuai dengan signature Kami.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Makna filosofis di balik nama Katla yang secara harfiah terinspirasi dari gunung berapi dan ungkapan perasaan. Katla menyimbolkan bahwa setiap kehidupan manusia memiliki sisi kerapuhan, dan apa yang ditampilkan oleh manusia hanyalah sebatas permukaannya,” kata Irin.


    Irin menjelaskan koleksi Katla dibagi menjadi tiga fragmen yang akan diluncurkan secara bertahap, yaitu Katla Linear, Katla Mahika, dan Katla Dara. Filosofi ini menarik benang merah dari pesan kampanye Katla, kehidupan berat akan jadi lebih baik.

    Ia menuturkan koleksi ini mengajak untuk menerima dan merayakan kerapuhan tersebut, membentuk perspektif yang baru tentang kehidupan. Momen kebangkitan dan sisi gelap-terang yang diangkat adalah cerminan dari kisah bangkitnya seseorang setelah berulang kali menghadapi titik terendah.

    Peluncuran koleksi Katla ini direncanakan berlangsung secara bertahap pada September, Oktober, dan November 2025. Fragmen pertama, Katla Linear, yang ditampilkan di Fashion Nation Senayan City merupakan awal dari perjalanan Katla, menampilkan gaya yang lebih silent and expression dalam menyikapi kehidupan dengan harapan.

    Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation.Brand hijab dan modest fashion, Kami. mempersembahkan koleksi terbaru bertajuk Katla di Senayan Fashion Nation. Foto: Dok. Kami.

    Sementara itu, Katla Mahika dijadwalkan rilis pada Oktober 2025. Puncak koleksi, Katla Dara, akan hadir pada November 2025 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Harapannya, koleksi ini akan memproyeksikan wanita sebagai pahlawan yang tetap kuat dan sesuai dengan brand value Kami.

    Koleksi terbaru Kami. ini mencakup berbagai jenis pakaian mulai dari kerudung, tunik, kemeja, hingga dress, dengan rentang harga yang terjangkau, dimulai dari Rp 379.000 untuk kerudung hingga Rp 949.000 untuk dress termahal. Untuk koleksi Katla Linear, terdiri dari dua dress, satu tunik, sembilan top, dan dua celana. Kami. juga memperkenalkan pembaruan material seperti bahan menyerupai polo dengan pattern linear yang akan dirilis sekitar minggu kedua Oktober 2025.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Mengenal Budaya Madura, Tradisi Unik dan Keindahan Kesenian Lokal



    Madura

    Madura, pulau di timur Jawa yang dikenal dengan julukan ‘Pulau Garam’. Inilah pesona Madura yang unik.

    Menurut situs resmi Kemendikdasmen pada Rabu (30/7/2025), Madura memiliki kebudayaan yang unik dan tradisi yang sudah mendunia. Suku Madura menjadi salah satu suku terbesar Indonesia.

    Keeksotisan budayanya membuat Madura semakin tersohor. Banyak wisatawan lokal dan internasional yang datang ke pulau itu untuk mengenal tentang budaya dan tradisi Madura.


    Selain itu, orang Madura juga dapat dikenali dengan mudah karena memiliki logat bicara yang sangat kental dengan dialek bahasa tradisional. Bahkan, saat berbicara dengan bahasa Indonesia pun juga mudah diketahui lewat logatnya yang menjadi ciri khas.

    Kebudayaan Suku Madura yang Populer

    Suku Madura memiliki sejumlah kebudayaan yang populer. Mengutip catatan detiktravel, berikut beberapa kebudayaan suku Madura:

    1. Karapan Sapi

    Salah satu kebudayaan suku Madura yang populer adalah Karapan Sapi. Dalam perlombaan ini, sepasang sapi menarik semacam kereta dari kayu yang dipacu dalam lomba adu cepat melawan pasangan sapi lain. Trek pacuan tersebut biasanya sepanjang 100 meter.

    Lomba Karapan Sapi dapat berlangsung sekitar 10 detik hingga 1 menit. Sejumlah kota di Madura menyelenggarakan Karapan Sapi pada Agustus dan September setiap tahun.

    Tak hanya perlombaan, Karapan sapi menjadi ajang pesta rakyat dan acara yang prestisius bagi masyarakat Madura. Bahkan status sosial pemilik sapi karapan terangkat jika sapinya menjadi juara.

    2. Carok

    Carok merupakan kebudayaan suku Madura yang juga populer. Carok adalah duel sampai mati dengan menggunakan senjata tajam yaitu celurit. Hal ini dilakukan karena orang Madura memiliki watak keras dan mengedepankan harga diri, sehingga diselesaikan dengan cara kekerasan.

    Carok umumnya terjadi menyangkut masalah-masalah terkait kehormatan atau harga diri bagi orang Madura, seperti perselingkuhan dan harkat martabat atau kehormatan keluarga. Meski mayoritas suku Madura beragama Islam, tapi secara individual banyak yang masih memegang tradisi carok.

    3. Rokat

    Rokat merupakan upacara petik laut yang biasa disebut Rokat Tase. Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan Tuhan. Tradisi ini dipercaya dapat memberikan keselamatan dan kelancaran rezeki.

    Tradisi rokat dimulai dengan acara pembacaan istighosah dan tahlil bersama masyarakat yang dipimpin pemuka agama. Setelah itu, masyarakat menghanyutkan sesaji ke laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Isi dari sesaji itu adalah tumpeng, ketan berwarna-warni, dan ikan-ikan.

    4. Toktok

    Kebudayaan suku Madura berikutnya adalah Toktok. Tradisi ini adalah kompetisi aduan sapi, jadi dua sapli saling berhadapan dan saling seruduk.

    Biasanya, sapi yang digunakan untuk mengadu adalah sapi jantan. Kedua sapi lalu beradu kekuatan hingga salah satu sapi menyerah atau lari dari lawannya.

    Aduan Toktok harus didampingi oleh wasit selama pertandingan berlangsung. Namun, tidak sembarang orang bisa menjadi wasit. Soalnya, aduan Toktok dapat membahayakan orang lain yang sedang menonton.

    Demikian pembahasan mengenai ciri khas suku Madura dan sejumlah kebudayaannya yang populer. Tertarik untuk jalan-jalan ke Madura?

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Endog-endogan Banyuwangi, Tradisi Memperingati Maulid Nabi



    Banyuwangi

    Untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, masyarakat Banyuwangi punya tradisi endog-endogan. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya Banyuwangi yang unik dan penuh makna.

    Bagi masyarakat Banyuwangi, terutama komunitas Using, endog-endogan bukan sekadar perayaan, tetapi juga ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus sarana memperkuat syiar Islam di Bumi Blambangan.

    Sejarah Tradisi endog-endogan

    Dilansir dari Repository Unej, tradisi endog-endogan tercatat sudah ada sejak tahun 1777, masa ketika para misionaris VOC berusaha menyebarkan agama Nasrani di wilayah Banyuwangi. Pada masa itu, para ulama dan masyarakat setempat memanfaatkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai media dakwah.


    Mereka merangkai telur rebus hias menjadi arak-arakan meriah yang kemudian dikenal sebagai tradisi endog-endogan. Keberadaan tradisi ini juga terkonfirmasi dalam Cathetan Raden Sudira pada awal 1930-an, hasil riset tentang Banyuwangi atas perintah peneliti Belanda Theodoore Pigeaud.

    Dalam manuskrip yang kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Indonesia, disebutkan adanya hidangan ancak dan telur hias (endog-endogan) dalam perayaan Maulid Nabi, sebagaimana yang dikenal masyarakat Banyuwangi hingga kini.

    Dalam cerita lisan masyarakat, yang dilansir dari arsip pemberitaan detikJatim, tradisi ini bahkan diyakini pertama kali dicetuskan KH Abdullah Faqih dari Cemoro, Songgon.

    Menurut penulis buku Islam Blambangan, Ayung Notonegoro, setiap sisi tradisi endog-endogan memiliki nilai filosofis yang melambangkan ajaran Islam. Telur dengan tiga lapisannya mencerminkan Islam, Iman, dan Ihsan sebagai lapisan spiritual yang harus dimiliki seorang muslim.

    Sejak awal kemunculannya, tradisi endog-endogan mengalami pasang surut. Ada masa ketika tradisi ini dijalankan meriah, ada masa ketika hampir terpinggirkan oleh arus modernisasi.

    Namun, pada tahun 1995, pemerintah daerah Banyuwangi mulai memberi perhatian khusus dengan memasukkannya dalam agenda resmi pariwisata. Sejak itu, tradisi ini dikemas lebih menarik untuk memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

    Kini, tradisi endog-endogan semakin berkembang. Arak-arakan berlangsung lebih terorganisir, hiasan telur semakin kreatif, dan fungsi sosialnya semakin kuat sebagai sarana mempererat kebersamaan warga.

    Setiap wilayah di Banyuwangi bahkan memiliki ciri khas tersendiri dalam menghias jodang dan menggelar prosesi. Kondisi ini menunjukkan kekayaan budaya lokal yang tetap lestari.

    Rangkaian Acara Tradisi Endog-endogan

    Tradisi endog-endogan di Banyuwangi memiliki susunan acara yang sarat makna dan nilai kebersamaan. Setiap tahapannya mencerminkan kekayaan budaya Using, sekaligus semangat umat Islam dalam memperingati Maulid Nabi. Berikut rangkaian tradisi endog-endogan yang biasa digelar masyarakat Banyuwangi.

    1. Persiapan Telur Hias dan Jodang
    Warga menyiapkan ribuan telur rebus yang dihias beraneka warna. Telur-telur ini ditancapkan pada batang pisang atau jodang. Satu jodang biasanya memuat sekitar 50 telur, masing-masing ditempatkan dalam wadah kecil yang menarik.

    2. Arak-arakan Telur Sambil Bersalawat
    Pada hari pelaksanaan, warga mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian. Mereka mengarak jodang telur keliling kampung sambil diiringi rebana, musik-musik Islami,dan melantunkan salawat Nabi Muhammad SAW. Ribuan warga dari berbagai penjuru berkumpul, melambangkan lima waktu salat wajib.

    3. Tausiah dan Doa Bersama
    Acara diisi dengan tausiah agama yang dilakukan para ulama. Tausiah ini mengingatkan makna peringatan Maulid Nabi dan nilai Islam, iman, serta ihsan yang disimbolkan telur dalam tradisi endog-endogan.

    Sebagai penutup acara, warga duduk bersama menikmati nasi ancak-nasi dan lauk yang disajikan di nampan daun pisang untuk dimakan oleh 4-5 orang. Momen ini menjadi simbol keguyuban, gotong royong, dan persaudaraan antarwarga.

    Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Baca selengkapnya di sini.

    (auh/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Contoh Menarik yang Sering Dipakai dan Pengertian Singkatnya

    Contoh Menarik yang Sering Dipakai dan Pengertian Singkatnya


    Jakarta

    Pernah dengar ungkapan “waktu adalah uang” atau “dia bintang kelas”? Itu bukan sekadar istilah biasa, melainkan contoh dari majas metafora yang sering kita gunakan tanpa sadar.

    Untuk lebih memahami apa saja contoh majas metafora, berikut ini penjelasan singkatnya yang dikutip dari buku Bahasa Indonesia SMP/MTS IX karya Eva Y. Nukman, dkk dan artikel berjudul “Majas Metafora dalam Puisi-puisi Karya Bara Pattyradja” oleh Dominika Dhapa dan Febronia Novita, yang terbit di jurnal Sintaks (Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia).

    Majas metafora adalah gaya bahasa perbandingan yang menyamakan dua hal berbeda secara langsung tanpa kata penghubung seperti seperti, bagaikan, atau laksana. Gaya bahasa ini membuat kalimat terdengar lebih indah, padat, dan penuh makna. Maka itu, metafora banyak ditemukan dalam puisi, prosa, bahkan percakapan sehari-hari.


    Ciri-ciri Majas Metafora

    Untuk mengenali majas metafora, berikut ciri-cirinya:

    – Tidak menggunakan kata pembanding (seperti, bagai, laksana).
    – Membandingkan dua hal berbeda secara implisit.
    – Menggunakan ungkapan padat dan langsung.
    – Memberi nuansa puitis, sering dipakai dalam puisi maupun karya sastra.

    Dalam karya sastra, termasuk puisi Bara Pattyradja, ditemukan beberapa variasi metafora:

    1. Metafora Antropomorfik

    Benda mati atau abstrak diberi sifat manusia.
    Contoh: “Lagu-lagu kebangsaan menyumbat nafasmu.”

    2. Metafora Kehewanan

    Manusia atau hal abstrak digambarkan seperti hewan.
    Contoh: “Akulah ikan-ikan yang tabah berenang di palungmu.”

    3. Metafora Konkret ke Abstrak

    Menghubungkan hal nyata dengan konsep abstrak.
    Contoh: “Dadaku sebuah samudera badai dan angin puyuh.”

    4. Metafora Sinestesia

    Pencampuran indra dalam perbandingan.
    Contoh: “Aku raba telapak tanganmu dan jantungmu berdebar di sana seperti meriam.”

    Perbedaan Metafora dengan Majas Lain

    – Metafora: Langsung membandingkan tanpa kata penghubung.
    Contoh: “Kamu adalah cahaya hidupku.”

    – Simile: Menggunakan kata penghubung (seperti, bagai, laksana).
    Contoh: “Kamu seperti cahaya dalam hidupku.”

    – Personifikasi: Memberikan sifat manusia pada benda mati atau makhluk bukan manusia.
    Contoh: “Angin berbisik lembut.”

    1. “Bunda, engkau adalah rembulan yang menari dalam dadaku.” → Ibu digambarkan lembut, tenang, dan indah.
    2. “Ayah, engkau adalah matahari yang menghangatkan hatiku.” → Ayah diibaratkan memberi kehangatan, kekuatan, dan perlindungan.
    3. “Matahari telah melahirkan para guru.” → Guru diibaratkan sebagai sumber penerangan ilmu.
    4. “Dia adalah bintang kelas kami.” → Siswa terbaik atau paling menonjol.
    5. “Waktu adalah uang.” → Waktu sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
    6. “Hatinya sebening kaca.” → Orang yang jujur dan tulus.
    7. “Lagu-lagu kebangsaan menyumbat nafasmu.” → Lagu diibaratkan seperti manusia yang bisa menekan atau mengekang.
    8. “Kulibat masalah berjalan.” → Masalah digambarkan seperti manusia yang bisa bergerak.
    9. “Perih batu-batu.” → Batu diibaratkan bisa merasakan sakit layaknya manusia.
    10. “Kaki tangan kesunyian.” → Kesunyian diibaratkan memiliki anggota tubuh manusia.
    11. “Mengibas sayap-sayap takdir.” → Takdir digambarkan seperti burung yang bisa mengepakkan sayap.
    12. “Akulah ikan-ikan yang tabah berenang di palungmu.” → Aku lirik diibaratkan ikan yang berjuang dalam hidup.
    13. “Hatiku menggelepar di runcing tempulingmu.” → Hati diibaratkan ikan yang kesakitan.
    14. “Beribu jiwa melolong di padang-padang gersang.” → Jiwa manusia digambarkan seperti serigala atau anjing yang melolong.
    15. “Hidup bermula dari kata, berakhir pada kata.” → Hidup yang abstrak dihubungkan dengan kata yang konkret.
    16. “Labuhkan sampan-sampan rohku di hulu sungai matamu.” → Roh diibaratkan seperti sampan yang bisa berlabuh.
    17. “Dadaku sebuah samudera badai dan angin puyuh” → Perasaan digambarkan penuh gejolak seperti samudera badai.
    18. “Kau adalah perang paling sengit sekaligus siksa.” → Seseorang diibaratkan membawa konflik besar dan penderitaan.
    19. “Dengan lenguh lembu hitam kusanggah sejarah satu abad.” → Bunyi lenguh dikaitkan dengan gambaran visual lembu hitam.
    20. “Sederu apa sepi.” → Deru (bunyi) dihubungkan dengan perasaan sepi.
    21. “Aku raba telapak tanganmu dan jantungmu berdebar di sana seperti meriam.” → Perasaan cinta digambarkan kuat seperti dentuman meriam.
    22. “Harum ketela, ubi bakar, ayam jantan kambing dengan tanduk terhunus.” → Bau harum dikaitkan dengan gambaran visual yang kuat.

    Itulah contoh-contoh majas metafora dan penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat, detikers!

    *Penulis adalah peserta magang Program PRIMA Magang PTKI Kementerian Agama

    (faz/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Contoh Kata Pengantar Skripsi, Makalah, Laporan, Lengkap dengan Cara Menulisnya

    Contoh Kata Pengantar Skripsi, Makalah, Laporan, Lengkap dengan Cara Menulisnya


    Jakarta

    Banyak mahasiswa atau penulis sering merasa buntu saat diminta menulis kata pengantar. Padahal, bagian ini bukan hanya formalitas, tapi juga punya fungsi penting dalam sebuah karya tulis. Mulai dari skripsi, makalah, laporan, sampai buku, kata pengantar menjadi gerbang yang menghubungkan penulis dengan pembaca.

    Sebelum membuat dan mempelajari contohnya, penting untuk memahami apa itu kata pengantar dan fungsinya. Simak di bawah ini, ya!

    Pengertian Kata Pengantar

    Menurut buku Bahasa Indonesia dan Penulisan Ilmiah karya Juni Ahyar, kata pengantar adalah bagian awal karya tulis yang berisi ucapan syukur, tujuan penulisan, serta ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu penyusunan karya.


    Sejalan, Ifnaldi dalam bukunya Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi menegaskan bahwa kata pengantar selalu diletakkan sebelum daftar isi, berfungsi sebagai pengantar pembaca sebelum memasuki isi karya tulis.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa penulisan dan peletakan kata pengantar sudah disesuaikan dan berperan atas sebuah karya tulis.

    Fungsi Kata Pengantar

    • Mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    • Menjelaskan maksud dan tujuan penulisan karya.
    • Mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu.
    • Menyampaikan harapan dan permohonan maaf atas kekurangan karya.
    • Memperkenalkan penulis lewat identitas, tempat, dan waktu penulisan.

    Jenis-Jenis Kata Pengantar

    Berikut jenis-jenis kata pengantar berdasarkan konteks penggunaannya:

    Kata Pengantar Karya Ilmiah

    Digunakan dalam skripsi, tesis, disertasi, atau makalah. Isinya formal, sistematis, dan mengikuti aturan akademik.

    Kata Pengantar Buku

    Umumnya lebih bebas, bisa berisi cerita singkat, motivasi, atau latar belakang penulisan buku.

    Kata Pengantar Laporan

    Ditemukan pada laporan kegiatan, penelitian, atau organisasi. Fokusnya menekankan tujuan laporan dan pihak yang berperan.

    Contoh Kata Pengantar

    1. Contoh Kata Pengantar Karya Ilmiah Skripsi, Tesis, Makalah

    Ciri: Formal, ringkas, sesuai pedoman akademik.

    Contoh:

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas terselesaikannya skripsi berjudul “Strategi Komunikasi Dakwah di Era Digital”.

    Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, orang tua, serta teman-teman yang telah mendukung.

    Penulis menyadari skripsi ini jauh dari sempurna, sehingga kritik dan saran sangat diharapkan.

    Bandung, 2025

    Penulis

    2. Kata Pengantar Buku Nonakademik

    Ciri: Lebih santai, bisa berisi motivasi, cerita latar belakang penulisan, atau pesan kepada pembaca.

    Contoh:

    KATA PENGANTAR

    Buku ini lahir dari keresahan saya melihat kebiasaan generasi muda yang sulit mengatur waktu. Berangkat dari pengalaman pribadi, saya mencoba meramu tips manajemen waktu yang sederhana namun praktis.

    Harapan saya, buku ini dapat menjadi teman setia bagi siapa pun yang ingin hidup lebih produktif.

    Penulis

    3. Kata Pengantar Laporan Kegiatan, Penelitian, KKN

    Ciri: Fokus pada tujuan kegiatan, ucapan terima kasih kepada pihak terlibat, dan hasil kegiatan.

    Contoh:

    KATA PENGANTAR

    Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, sehingga laporan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sridadi dapat terselesaikan tepat waktu.

    Laporan ini berisi rangkaian program kerja, hasil, serta evaluasi kegiatan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada kepala desa, masyarakat, dan seluruh pihak yang mendukung.

    Kami menyadari laporan ini masih banyak kekurangan. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.

    Tim KKN 2025

    4. Kata Pengantar Modul atau Bahan Ajar

    Ciri: Umumnya dari penulis pengembang modul, berisi tujuan pembelajaran, sasaran, dan ajakan kepada pembelajar.

    Contoh:

    KATA PENGANTAR

    Modul ini disusun sebagai bahan ajar mata kuliah Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Tujuannya untuk memudahkan mahasiswa memahami konsep penulisan karya ilmiah.

    Penulis mengucapkan terima kasih kepada rekan dosen yang telah memberi masukan. Semoga modul ini bermanfaat sebagai sumber belajar mandiri.

    Penulis

    1. Mulai dengan ucapan syukur
    2. Tuliskan maksud penulisan dan isi karya secara singkat
    3. Tuliskan ungkapan terima kasih kepada pihak terkait
    4. Akhiri dengan permohonan maaf, harapan, serta identitas penulis.

    Jadi, kata pengantar dalam sebuah karya tulis bukan hanya formalitas semata ya detikers. Semoga membantu!

    (twu/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • 20 Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia, Ada Jawaban Plus Pembahasan!

    20 Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia, Ada Jawaban Plus Pembahasan!



    Jakarta

    Ujian Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi salah satu tahapan penting yang harus dihadapi oleh siswa SMA. Meskipun tidak wajib, tetapi hasil penilaiannya dapat menjadi nilai plus dalam melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional.

    Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang akan diujikan. Dari berbagai mata pelajaran yang diujikan, Bahasa Indonesia sering kali dianggap mudah.

    Padahal banyak siswa justru kesulitan menghadapi soal-soal ini karena menuntut ketelitian dalam membaca, memahami konteks, hingga menafsirkan makna. Agar semakin siap menghadapi TKA, siswa bisa berlatih contoh soal TKA SMA bahasa Indonesia.


    Mengutip buku Kompeten: Komposisi Materi dan Bank Soal Paten TKA SMA/MA oleh Tim Tentor Kompeten (2025) dan King Pendalaman Materi TKA Mapel Wajib SMA/MA oleh Tim Forum Tentor Indonesia (2025) berikut contohnya:

    Contoh Soal TKA SMA Bahasa Indonesia dan Kunci Jawaban Plus Pembahasan

    1. Perhatikan teks berikut ini!

    Aktivitas para mahasiswa dan aktivis lingkungan di depan kantor Gubernur Pati menjadi konvensi publik yang menarik perhatian media massa dan masyarakat luas. Mereka menuntut rekonsiliasi atas kebijakan agraria yang dianggap faktisius dan merugikan petani kecil, terutama terkait dengan isu alih fungsi lahan. Salah satu orator menyampaikan pidato yang sangat subtil namun sarat akan kritik destruktif yang bisa memicu perpecahan di kalangan masyarakat. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Pati menganggap bahwa aksi tersebut hanya merupakan bagian dari propaganda politik kelompok tertentu, bukan refleksi dari persoalan riil yang terjadi di lapangan. Mereka mengklaim telah melakukan berbagai upaya komprehensif untuk menyelesaikan masalah, termasuk membuka dialogis dengan perwakilan masyarakat.

    Berdasarkan teks di atas, pilihlah pasangan kata serapan yang keduanya memiliki penulisan yang sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia! (Jawaban benar lebih dari satu)

    A. Rekonsiliasi dan propaganda
    B. Aktifitas dan subtil
    C. Destruktif dan faktisius
    D. Konvensi dan komprehensif
    E. Propaganda dan dialogis

    Jawaban: A dan D
    Pembahasan:
    A. Rekonsiliasi dan propaganda benar, karena kedua kata ini sudah memiliki penulisan kata yang benar
    B. Aktifitas seharusnya ditulis aktivitas, sedangkan subtil sudah benar
    C. Destruktif sudah benar, tetapi faktisius seharusnya ditulis faktitius
    D. Konvensi dan komprehensif sudah ditulis benar
    E. Propaganda sudah benar, tetapi dialogis seharusnya ditulis dialog

    2. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!

    1) Sosoknya dikenal sebagai seorang cendekia yang memiliki wawasan luas.
    2) Salah satu obyek penelitian terbarunya adalah peninggalan era kolonial.
    3) Ia selalu mengacu pada standard etika dan moral yang tinggi.
    4) Para pemimpin itu memiliki kwalifikasi sebagai seorang pemimpin yang baik.
    5) Perang Gerilya merupakan taktik esensial dalam mempertahankan kemerdekaan.
    Sembunyikan kutipan teks

    Manakah dari pernyataan di atas yang menggunakan kata serapan dengan penulisan yang tepat? (Jawaban benar lebih dari satu)

    A. 1
    B. 2
    C. 3
    D. 4
    E. 5

    Jawaban: A dan E
    Pembahasan:
    A. Kata cendekia sudah tepat
    B. Kata obyek seharusnya ditulis objek
    C. Kata standard harusnya ditulis standar
    D. Kata kwalifikasi harusnya ditulis kualifikasi
    E. Kata esensial sudah tepat

    3. Rudi dikenal sebagai anak yang berani. Ia selalu membela teman-temannya yang diganggu, meskipun kadang ia harus menerima risiko. Karakter Rudi adalah…

    A. Pemalas
    B. Penakut
    C. Berani
    D. Egois
    E. Licik

    Jawaban: C
    Pembahasan: jawaban tersebut sudah jelas karena dapat diketahui pada kalimat “Rudi dikenal sebagai anak yang berani”.

    4. Semua serentak menghentikan kegiatan mereka dan menengok ke langit yang ditunjuk Dodo. Asap hitam tebal yang membumbung tinggi dari sana. Asap itu semakin tebal dan terus menebal. Itu merupakan fenomena aneh yang baru pertama kali mereka saksikan. Selama ini yang mereka tahu, langit selalu berwarna biru cerah dengan awan putih berarakan. Keheningan hutan itu kemudian pecah saat Teo tiba-tiba saja datang sambil memekik nyaring.

    Apa fenomena yang terjadi berdasarkan teks di atas?

    A. Cuaca ekstrem
    B. Kebakaran gedung
    C. Angin puting beliung
    D. Kebakaran hutan
    E. Badai petir

    Jawaban: D
    Pembahasan: Dalam teks sudah dijelaskan bahwa terdapat awan hitam tebal yang membumbung tinggi, mengartikan adanya kebakaran. Kemudian di kalimat terakhir teks dijelaskan mengenai tempat mereka berada yaitu hutan.

    5. Susunlah langkah-langkah tersebut secara urut!

    1) Rebus air, puding dan gula hingga mendidih
    2) Tuang larutan puding ke cetakan dan diamkan hingga mendidih
    3) Persiapkan semua bahan yang diperlukan
    4) Iris tipis buah-buahan kaleng
    5) Simpan dalam lemari es agar berstektur padat
    6) Masukkan buah-buahan, nata de coco dan selasih ke cetakan

    Mana urutan yang benar?

    A. 3-1-4-5-6-2
    B. 3-1-2-4-6-5
    C. 3-4-1-6-2-5
    D. 3-4-6-5-1-2
    E. 3-4-1-2-6-5

    Jawaban: B
    Pembahasan: Urutan membuat puding yang benar dimula dengan persiapan alat dan bahan hingga menyimpannya ke lemari es.

    6. Perhatikan kutipan berikut!
    Dewi bercita-cita menjadi penulis terkenal. Ia rajin membaca novel dan setiap hari menulis cerita di buku hariannya.

    Gagasan pendukung cita-cita Dewi adalah….
    A. Sering menulis cerita
    B. Suka bermain game
    C. Rajin berolahraga
    D. Membantu orang tuanya bertani
    E. Senang mengoleksi koin

    Jawaban: A
    Pembahasan: Dalam teks dijelaskan bahwa Dewi rajin membaca novel dan setiap hari menulis cerita di buku hariannya.

    7. Perhatikan teks berikut!
    Penyebaran informasi melalui media sosial seringkali membawa dampak negatif yang signifikan, terutama bagi remaja. Berbagai studi menunjukkan adanya peningkatan kasus cyberbullying, penyebaran berita bohong (hoaks), hingga paparan konten negatif yang dapat memicu gangguan kecemasan dan depresi. Hal ini menunjukkan betapa rentannya generasi muda terhadap bahaya informasi di media sosial jika tidak dibekali literasi digital yang memadai.

    Ide pokok paragraf di atas adalah…

    A. Dampak negatif media sosial bagi remaja
    B. Rentannya remaja terhadap informasi negatif
    C. Pentingnya literasi digital bagi generasi muda
    D. Peningkatan kasus cyberbullying di media sosial
    E. Penyebaran hoaks dan konten negatif di media sosial

    Jawaban: A
    Pembahasan: Ide pokok paragraf tersebut adalah dampak negatif media sosial bagi remaja. Ide pokok ini ada di kalimat pertama yang merupakan kalimat inti paragraf. Sedangkan kalimat kedua dan ketiga adalah kalimat penjelas.

    8. Meski usahanya sering gagal, Sinta tetap bangkit dan mencoba lagi hingga akhirnya berhasil membuat produk kerajinan tangan yang diminati banyak orang.

    Nilai yang ditunjukkan dari kisah Sinta adalah…

    A. Nilai religius
    B. Nilai kejujuran
    C. Nilai kerja keras
    D. Nilai peduli lingkungan
    E. Nilai sosial

    Jawaban: C
    Pembahasan: Dalam teks dijelaskan bahwa Sinra tetap bangkit dan mencoba lagi meskipun usahanya sering gagal. Ini mengartikan bahwa Sinta memilik nilai kerja keras dalam hidupnya.

    9. Bacalah narasi cerpen berikut dengan cermat!
    (1) Malam itu, jalanan kota terasa lebih dingin dari biasanya. (2) Aku menyusuri trotoar, membiarkan embun membasahi ujung rambutku. (3) Di sekelilingku, lampu-lampu jalan memacarkan cahaya redup, sekolah ikut merasakan kehampaanku. (4) Kepergiannya benar-benar menimbulkan defisit emosional yang signifikan. (5) Hatiku terasa sunyi, seperti sebuah rumah kosong yang tak pernah lagi disinggahi.

    Kalimat manakah yang tidak konsisten dengan gaya penceritaan dalam narasi tersebut?

    A. 1
    B. 2
    C. 3
    D. 4
    E. 5

    Jawaban: D
    Pembahasan: Kalimat 4 terlihat kurang konsisten karena penggunaan kata “defisit” yang terkesan akademis dan biasanya digunakan untuk menunjukkan kondisi keuangan. Sementara kalimat 1, 2, 3, dan 5 menunjukkan kata-kata personal dan puitis.

    10. Bacalah penggalan puisi beriku!

    Hujan turun membasuh luka
    Menyapu jejak nestapa
    Namun hatiku tetap membeku
    Dalam rindu yang tak terucap

    Respons emosional yang muncul dari puisi tersebut adalah…

    A. Bahagia dan penuh semangat
    B. Kesedihan dan kerinduan
    C. Marah dan kecewa
    D. Tenang dan damai
    E. Takut dan khawatir

    Jawaban: B
    Pembahasan: Dalam puisi dikatakan “hatiku tetap membeku” yang berarti kesedihan serta “rindu yang tak terucap” yang berarti perasaan rindu.

    11. Bacalah pantun berikut!
    Satu bulan tiga puluh hari
    Setahun ada dua belas bulan
    Jangan biarkan hati menjadi iri
    ……

    Larik yang tepat untuk melengkapi isi pantun tersebut adalah…

    A. Tatkala orang berlimpah rizki
    B. Selama orang masih punya hati
    C. Sebelum bapa ibu mengabulkan janji
    D. Jika teman mendapat keberhasilan
    E. Manakala pulang sekolah kehujanan

    Jawaban: D
    Pembahasan: jawaban tersebut sesuai dengan ciri-ciri pantun seperti jumlah suku kata (8-12) dan sesuai dengan makna dari kalimat sebelumnya

    12. Bacalah penggalan puisi berikut!
    Aku Wayan
    Benih pertama yang mengisi pelataran Bali
    Melalui seikat sajen lengkap dengan beragam bunga
    ……
    Seorang jero membagi rahimnya dengan tubuhku

    Larik majas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebu adalah…

    A. Bangkai dapat mendongengkan silsilah kelahiranku
    B. Aku haru tahu silsilah nenek moyangku
    C. Inilah akhir duka dan sukaku selama ini
    D. Aku Wayan, putera dari Bali
    E. Tanah airku aman dan makmur

    Jawaban: A
    Pembahasan: Puisi tersebut menceritakan tentang kelahiran Wayan yang merupakan orang pertama yang lahir di Bali dan adanya upacara yang menggunakan seikat sajen untuk menyambut kelahirannya. Majas untuk melengkapi puisi tersebut adalah bangkai dupa mendongengkan silsilah kelahiranku.

    13. Badan penelitian angkasa Brasil mengungkap kebakaran hutan di hutan hujan Amazon dalam 16 hari terakhir merupakan rekor terbaru tahun ini. Bahkan hastag #SaveAmazon dan #PrayForTheAmazon rame digunakan pengguna Twitter untuk menggambarkan fenomena ini. Berdasar data satelit Institut Nasional untuk Penelitian Angkasa (INPE), terjadi tingkatan hingga 83 persen jika dibandingkan periode yang sama.
    Dilansir AFP, hampir 73.000 kebakaran hutan tercatat sepanjang Januari hingga Agustus. Jumlah ini jauh lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 39.759.

    Kata baku dari kata rame adalah…

    A. Asyik
    B. Ramai
    D. Heboh
    E. Viral
    C. Ramay

    Jawaban: B
    Pembahasan: dalam KBBI, rame kata bakunya adalah ramai

    14. Pembinaan bidang pertanian bukan lagi sekadar memikirkan cara menaikkan produksi petani gurem […]. Dengan demikian, skala industri dapat dirancang secara ekonomis bagi sistem agrobisnis…jika pemikiran demikian dapat diterima, bidang pertanian memerlukan reformasi luas.

    Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersubut adalah…

    A. Pengelolaan industri, khususnya pertanian, belum mendapat prioritas.
    B. Pengelolaan agribisnis harus dipikirkan masak-masak.
    C. Pengelolaan industri ini belum ditangani secara serius oleh pemerintah
    D. Pengelolaan agroindustri hanya ditangani secara serius oleh pemerintah
    E. Pengeloan industri untuk komoditas ini harus benar skala ekonominya

    Jawaban: B
    Pembahasan: Kalimat padu yang tepat mengisi bagian rumpah paragraf tersebut adalah pengelolaan agroindustri harus dipikirkan masak-masak

    15. Cermati paragraf berikut!

    Masalah lingkungan hidup harus menjadi perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat. Setiap anggota masyarakat wajib berpartisipasi dan bertanggung jawab untuk mengatasinya. Misal, hal yang paling dekat dengan kehidupan kita sehari-hari adalah sampah. Kita jangan membiarkan sampah berserakan di sepanjang jalan, di halaman rumah, di pasar-pasar, atau di tempat-tempat kosong sekitar permukiman. Hal itu harus dilakukan secara serempak oleh semua anggota masyarakat.

    Ungkapan yang semakna dengan isi paragraf tersebut adalah….

    A. Berjabat tangan
    B. Bergandengan tangan
    C. Berlepas tangan
    D. Cuci tangan
    E. Angkat tangan

    Jawaban: B
    Pembahasan: Isi paragraf itu adalah perlunya perhatian khusus dari semua lapisan masyarakat dalam menangani masalah lingkungan hidup. Ungkapan semakna dengan isi paragraf tersebut adalah bergandengan tangan atau yang artinya bekerja sama.

    16. Cermati paragraf narasi berikut!
    Saudara-saudara yang berbahagia,

    Telah diungkapkan sebelumnya bahwa memanjakan anak dengan memberikan ponsel pintar atau tercanggih untuk anak yang masih di usia sekolah dasar, bukanlah sebuah tindakan yang bijaksana. Anak-anak ini belum memerlukan benda tersebut. Diperlukan suatu tindakan yang bijaksana untuk mengatasi fenomena ini yang kerap terjadi di masyarakat maju/perkotaan.

    Isi teks di atas bermakna sama dengan peribahasa….

    A. Seperti kera diberi bunga
    B. Seperti anak ayam kehilangan induk
    C. Bagai cacing kepanasan
    D. Karena nila setitik, rusak susu sebelangga
    E. Seperti aur dengan tebing

    Jawaban: A
    Pembahasan: Isi teks tersebut sama dengan peribahasa seperti kera diberi bunga yang artinya menerima sesuatu yang tidak berguna bagi dirinya sendiri. Hal tersebut terbukti dari kalimat “anak-anak ini belum memerlukan benda tersebut”

    17. Bacalah teks berikut!

    Awalnya ia hanya tukang cuci piring di rumah makan milik seorang perantau dari Lareh Panjang yang lebih dulu mengadu untung di Jakarta. Sedikit demi sedikit dikumpulkannya modal, agar tidak selalu bergantung pada…. Berkat kegigihan dan kerja kerasnya bertahun-tahun, Azrial kini sudah jadi juragan, punya beberapa rumah makan dan puluhan anak buah yang tiap hari sibuk melayani pelanggan.

    Ungkapan yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ….

    A. Induk semang
    B. Induk rumah
    D. Ibu tiri
    E. Ibu kota
    C. Ibu negeri

    Jawaban: A
    Pembahasan: Ungkapan yang sesuai dengan paragraf tersebut adalah induk semang yang artinya majikan.

    18. Bacalah Teks Prosedur kompleks berikut!

    Pemuda harus kembali mengambil peran dalam membawa arah bangsa ini kembali ke relnya. Budaya korupsi yang saat ini telah mengakar harus dihentikan. Bangsa ini membutuhkan pemuda yang sadar akan bahaya laten korupsi dan terkikisnya nilai-nilai kebangsaan. Pemuda harus menjadi pelopor pergerakan melawan korupsi. [….]

    Kalimat simpulan akibat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah…

    A. Indonesia akan menjadi bangsa besar dan bermartabat.
    B. Korupsi harus diberantas sampai seakar-akarnya.
    C. Pemerintah harus segera mengambil kebijakan.
    D. Pelaku korupsi harus dihukum seberat-beratnya.
    E. Pemuda harus belajar dengan giat.

    Jawaban: A
    Pembahasan: Kalimat tersebut tepat karena sesuai dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang berisi upaya pemberantasan korupsi (sebab), Indonesia akan menjadi bangsa besar dan bermartabat (akibat).

    19. Perhatikan teks berikut dengan saksama!

    (1) Langkah pertama dalam penelitian adalah memilih topik. (2) Kemudian. kita perlu memilih pendekatan kuantitatif atau kualitatif. (3) Desain penelitian kuantitatif ditentukan sejak awal. (4) Karena itu, responden harus dipilih dengan kriteria tertentu. (5) Sebaliknya, desain penelitian kualitatif berkembang pada waktu penelitian dilakukan. (6) Ketika memilih responden, dapat terjadi perkembangan rencana penelitian. (7) Namun, bukan tidak mungkin kedua pendekatan ini digunakan dalam sebuah penelitian.

    Kata sambung yang tidak tepat digunakan dalam paragraf di atas adalah…
    Jawaban dan pembahasan: Kata sambung yang tidak tepat dalam paragraf di atas adalah ketika dalam kalimat (6)

    20. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai karena diakibatkan oleh hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang menjadi pelindung alami dari gempuran ombak. Kalimat di atas menjadi kalimat baku apabila diperbaiki dengan cara ….

    Jawaban dan pembahasan: Kalimat terjadinya abrasi mengancam kelestarian pantai “karena” diakibatkan oleh hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang menjadi pelindung alami dari gempuran ombak menjadi kalimat baku apabila diperbaiki dengan cara menghilangkan kata “karena”. Hal tersebut perlu dilakukan karena dalam kalimat tersebut tidak memenuhi ciri hemat, kalau sudah menggunakan kata “karena” maka tdak perlu mengunakan kata “diakibatkan”.

    Demikian contoh soal TKA SMA Bahasa Indonesia. Selamat belajar ya detikers.

    (cyu/cyu)



    Sumber : www.detik.com