Tag: universitas

  • Aksi Peserta Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Bikin Penonton Bernyanyi Bersama

    Solo

    Peserta audisi Emeron Hijab Hunt 2024 menunjukkan bakatnya sesuai dengan kepribadian dan karakternya masing-masing, di Solo Paragon Lifestyle Mall, Solo, Jawa Tengah (4/8/2024).

    Penampilan peserta dinilai oleh para juri di atas panggung, ada Intan Nuraini sebagai publik figur dan aktris Indonesia, Ayuenstar sebagai alumni Hijab Hunt 2017, dan juga Eny Muhidin sebagai Editor in Chief of Wolipop.

    Wolipop sudah berbincang dengan Suharma (25 Tahun). Ia menyanyikan lagu dangdut Melayu Cindai. Suharma merasa bersyukur bisa masuk ke dalam 20 besar.


    Foto Suharma yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024).Foto Suharma yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024). Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Sebelumnya Masya Allah tabarakallah banget dangat bersyukur karena tidak menyangka banget pesertanya bagus-bagus semua dan ketika diumumin itu kaget banget sangat bersyukur bisa diberi kesempatan bisa masuk top 20 besar,” kata Suharma.

    Suharma mengaku sudah mempersiapkan secara mental dan fisik untuk mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo.

    “Pertama persiapan mental dan fisik. Kalau fisik aku harus menjaga kesehatan tubuh apalagi bernyanyi kan suaranya dijaga. Dari segi mental aku sudah memberikan kelapangan dada masuk atau tidaknya aku harus ikhlas dan sudah legowo insya allah,” jelasnya.

    Saat malam pengumuman 20 besar, Suharma mengaku pulang kembali ke Yogyakarta untuk mengambil jamang atau hiasan kepala khas Melayu Bangka Belitung dan kostum.

    Foto Azharine Nathaniela Uniko Sakhi yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024).Foto Azharine Nathaniela Uniko Sakhi yang mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024 di Solo Paragon, Minggu (4/8/2024). Foto: Gresnia/Wolipop.

    “Tadi malam pas sudah diumumin langsung prepare sekitar jam 23.00 dijemput menuju Yogyakarta naik motor. Pukul 02.00 tiba lagi di Solo untuk persiapan audisi. Melihat temanya Melayu biar lengkap aksesorinya bagaimana ditambahin di kepala biar aksen Melayunya terasa,” ucap Suharma.

    Suharma juga sudah mengonsumsi minuman gula aren dan jahe untuk menjaga kehangatan tubuh dan pita suaranya.”Aku juga mempersiapkan permen yang bisa menghangatkan tenggorokan aku,” jelasnya.

    Setelah penampilan Suharma, ada Azharine Nathaniela Uniko Sakhi (23 tahun) yang membawakan lagu dari Laufey yang berjudul From The Start. Alumnus UNS jurusan Komunikasi ini tak menyangka jika berhasil masuk 20 besar.

    “Di audisi 20 besar ini aku bakal bawain lagu dari laufey yang berjudul From The Start. Awalnya ngga expect bakal lolos 20 besar karna aku lihat teman-teman semuanya punya bakat yang keren dan beragam banget. Pokoknya aku sudah mempersiapkan yang terbaik. Aku mendengarkan laginya terus biar gak nge-blank,” ungkap Azharine.

    Ia juga sengaja memakai busana serba feminin yang cantil. “Untuk kostumnya karena sedikit centil bagaimana kelihatan cute dengan kain furing aku bentuk pita dan mix and match baju yang aku punya,” sautnya.

    Membawakan tembang lawas, Risa Sabilla Nurannisa menyanyikan lagu Hati Siapa Tak Luka milik Poppy Mercury. Mahasiswi Universitas Terbuka fakultas Ilmu Komunikasi ini sudah siap tampil di depan juri.

    “Awal mulanya tidak percaya terus happi tapi deg-degan juga dan tidak menyangka karena dipilih dari ratusan peserta. Aku sudah ada persiapan aksi panggung, interaksi dengan penonton dan sisanya aku serahkan kepada Allah SWT,” jelas Sabil.

    Selama audisi berlangsung, para pengunjung mall, peserta dan penonton audisi juga bisa menikmati fasilitas keramas gratis dari Emeron. Ada truk keramas yang bisa kamu kunjungi sambil mencoba berbagai produk Emeron yang membuat rambut kamu menjadi sehat dan bersinar.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Mengenal Khadija Omar, Miss Somalia Jadi Finalis HIjab Pertama Miss Universe

    Somalia

    Sosok Khadija Omar mencuri atensi publik di ajang Miss Universe 2024. Pasalnya, Khadija Omar menjadi wanita berhijab pertama yang menjadi kontestan ajang kecantikan dunia tersebut.

    Wanita yang berasal dari kawasan Middle East and North Africa (Mena) itu membuat gebrakan di dunia kontes kecantikan. Akun Instagram resmi Miss Universe @missuniverse mengumumkan Khadija Omar mewakili Somalia.

    Khadija Omar terpilih sebagai Miss Universe Somalia pada 17 September 2024. Dia pun melenggang ke ajang Miss Universe 2024 di Meksiko. Kehadiran Khadija Omar menandakan dirinya sebagai wanita berhijab pertama yang berpartisipasi dalam kompetisi Miss Universe.


    Memulai perjalanannya di kontes kecantikan dunia, Khadjia akan tampil di panggung internasional grand final Miss Universe ke-73 yang digelar pada 16 November 2024 mendatang. Berikut profilnya:

    Khadija Omar Lahir di Pengungsian

    Foto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss UniverseFoto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss Universe. Foto: Dok. Instagram @khadija.omarr

    Khadijah lahir di kamp pengungsi Hagadera, Kenya, yang dikelola oleh Kantor Lapangan UNHCR Alinjugur. Pada usia 10 tahun, dia dan keluarganya bermigrasi ke Kanada untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

    Pengalaman ini mendorongnya untuk menjadi wanita seperti sekarang ini. Sebagai perempuan yang tangguh, ia menjadi bukti bagi gadis-gadis muda Muslim yang gigih melakukan perubahan.

    Khadija mempunyai beragam talenta yang menginspirasi. Dikutip dari Grazia, Khadija menjadi influencer, model kecantikan dan seorang wanita yang bangga dengan keterampilan tata riasnya.

    Alumnus Universitas New York jurusan community building and brand development ini kerap mengunggah berbagai kegiatannya di akun Instagram pribadinya @khadija.omarr. Salah satunya adalah hobinya di bidang fotografi.

    Khadija Omar Wanita Berhijab Pertama di Miss World 2021

    Foto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss UniverseFoto Khadija Omar, kontestan berhijab pertama di ajang Miss Universe Foto: Dok. Instagram @khadija.omarr

    Sebelum meraih gelar sebagai wanita berhijab pertama yang masuk Miss Universe, ia juga menjadi wanita berhijab pertama mengikuti Miss World pada 2021. Meskipun tidak menang, Khdijah tetap bangga sudah menorehkan sejarah.

    “Aku memiliki kesempatan terbaik di panggung Miss World untuk merepresentasikan tidak hanya negaraku tapi juga sebagai wanita berhijab dan gadis sepertiku. Aku sangat bersyukur membuat ini menjadi langkah besar dalam sejarah. Hari ini sejarah telah dibuat. Hari ini kami menunjukkan kepada dunia bahwa wanita berhiab dan semua gadis bisa melakukannya juga. Ini menjadi awal dari permulaan untuk sejarah lainnya,” ungkapnya di Instagramnya.

    Khadijah juga pernah meraih gelar di Miss Universe Kanada sebagai runner-up ke-3. Pada ajang kontes kecantikan tersebut, dia menjadi kontestan termuda, usia 23 tahun dan mendapatkan gelar Miss Photogenic.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Ayo Daftar LPS Financial Festival Medan! Kuota Kelas Atur Uang-Kejar Cuan Ditambah


    Jakarta

    LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan berupaya mewujudkan masyarakat yang memiliki indeks literasi keuangan tinggi (well literate). Dengan begitu, masyarakat dapat memanfaatkan produk dan/atau layanan jasa keuangan secara bijak dan optimal.

    Seiring dengan upaya meningkatkan literasi keuangan, LPS menyelenggarakan Financial Festival di dua daerah. Setelah sukses digelar di Surabaya pada 6-7 Agustus 2025, LPS Financial Festival akan digelar di Medan pada 20-21 Agustus.

    LPS Financial Festival akan berlangsung di Regale International Convention Centre, Jalan Haji Adam Malik, Silalas, Medan. LPS Financial Festival kali ini sekaligus merayakan 80 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia dan peringatan 20 tahun LPS.


    Ikuti keseruan LPS Financial Festival Medan yang menghadirkan sejumlah tokoh terkenal sekaligus berbagi pengalaman sukses berbisnis dan investasi, melalui kegiatan seperti business talk dan educational class.

    Khusus sesi kelas akan hadir Herjunot Ali berbagi jurus mengelola keuangan. Herjunot Ali akan hadir sebagai pembicara dengan tema Atur Duit Agar Cepat Cuan

    Selain itu, ada kelas bersama Raline Shah, yang akan membawa materi dengan tema Beauty in Budgeting. Ada pula kelas bersama Michael Yeoh, professional trader dan trading coach, dengan tema Jurus Cuan Maksimal dari Saham. Selain itu, kuota kelas akan ditambah juga.

    Dapatkan e-certificate eksklusif setelah mengikuti Educational Class hingga selesai. Tempat terbatas, segera daftar GRATIS sekarang, langsung klik link ini!

    Berikut rincian acara LPS Financial Festival Medan 20-21 Agustus:

    Hari Pertama Rabu 20 Agustus

    Opening Remarks:
    •⁠ Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa

    Keynote Speech:
    •⁠ Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution

    Panel Discussion 1:
    •⁠ Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa
    •⁠ Founder CT Corp, Chairul Tanjung
    •⁠ Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun

    Panel Discussion 2:
    •⁠ Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono
    •⁠ ⁠Wadirut Bank Mandiri, Henry Panjaitan
    •⁠ ⁠Wadirut BNI, Alexandra Askandar

    Educational Class:
    •⁠ Aktor, Herjunot Ali
    •⁠ Trader & Trading Coach, Michael Yeoh

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    •⁠ Agak Laen
    ⁠•⁠ RAN
    •⁠ Wali

    Hari Kedua Kamis 21 Agustus

    Keynote Speech:
    •⁠ ⁠Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas

    Panel Discussion:
    •⁠ ⁠Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin
    •⁠ Ketua Kadin Sumut & Komisaris Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara
    •⁠ ⁠Dirut PT Inalum, Melati Sarnita

    Inspirational Speech:
    •⁠ ⁠Tokoh Nasional Sumatera Utara, Chairul Tanjung

    Educational Class:
    •⁠ Aktris & Stafsus Komdigi, Raline Shah

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    •⁠ Agak Laen
    •⁠ ⁠Judika
    •⁠ ⁠Setia Band

    Lihat juga Video: 2025 Wajib Melek Finansial, Belajar di Sini Gratis!

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Mumet Gaji Cuma Numpang Lewat! Belajar Cara Aturnya di LPS Financial Festival Medan


    Jakarta

    LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) menyelenggarakan Financial Festival seiring dengan upaya meningkatkan literasi keuangan. Setelah sukses digelar di Surabaya pada 6-7 Agustus 2025, LPS Financial Festival akan digelar di Medan pada 20-21 Agustus.

    LPS Financial Festival akan berlangsung di Regale International Convention Centre, Jalan Haji Adam Malik, Silalas, Medan. LPS Financial Festival kali ini sekaligus merayakan 80 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia dan peringatan 20 tahun LPS.

    Ikuti keseruan LPS Financial Festival Medan yang menghadirkan sejumlah tokoh terkenal sekaligus berbagi pengalaman sukses berbisnis dan investasi, melalui kegiatan seperti business talk dan educational class.


    Khusus sesi kelas LPS Financial Festival akan hadir Herjunot Ali sebagai pembicara dengan tema Atur Duit Agar Cepat Cuan.

    Kemudian, sesi kelas bersama Raline Shah dengan tema Beauty in Budgeting, serta kelas bersama Michael Yeoh dengan tema Jurus Cuan Maksimal dari Saham.

    Dapatkan e-certificate eksklusif setelah mengikuti Educational Class hingga selesai. Tempat terbatas, segera daftar GRATIS sekarang, langsung klik link ini!

    Berikut rincian acara LPS Financial Festival Medan:

    Hari Pertama Rabu 20 Agustus

    Opening Remarks:
    •⁠ Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa

    Keynote Speech:
    •⁠ Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution

    Panel Discussion 1:
    •⁠ Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa
    •⁠ Founder CT Corp, Chairul Tanjung
    •⁠ Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun

    Panel Discussion 2:
    •⁠ Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Didik Madiyono
    •⁠ ⁠Wadirut Bank Mandiri, Henry Panjaitan
    •⁠ ⁠Wadirut BNI, Alexandra Askandar

    Educational Class:
    •⁠ Aktor, Herjunot Ali
    •⁠ Trader & Trading Coach, Michael Yeoh

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    •⁠ Agak Laen
    ⁠•⁠ RAN
    •⁠ Wali

    Hari Kedua Kamis 21 Agustus

    Keynote Speech:
    •⁠ ⁠Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas

    Panel Discussion:
    •⁠ ⁠Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin
    •⁠ Ketua Kadin Sumut & Komisaris Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara
    •⁠ ⁠Dirut PT Inalum, Melati Sarnita

    Inspirational Speech:
    •⁠ ⁠Tokoh Nasional Sumatera Utara, Chairul Tanjung

    Educational Class:
    •⁠ Aktris & Stafsus Komdigi, Raline Shah

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    •⁠ Agak Laen
    •⁠ ⁠Judika
    •⁠ ⁠Setia Band

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Saksikan LPS Financial Festival Medan Hari Kedua, Live di detikcom Sekarang!


    Jakarta

    Setelah sukses digelar di Surabaya pada 6-7 Agustus 2025, LPS Financial Festival digelar di Medan Rabu (20/8/2025), dan dilanjutkan hari ini Kamis (21/8).

    LPS Financial Festival berlangsung di Regale International Convention Centre, Jalan Haji Adam Malik, Silalas, Medan. LPS Financial Festival kali ini sekaligus merayakan 80 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia dan peringatan 20 tahun LPS.

    Ikuti keseruan LPS Financial Festival Medan yang menghadirkan sejumlah tokoh terkenal sekaligus berbagi pengalaman sukses berbisnis dan investasi, melalui kegiatan seperti business talk dan educational class.


    Salah satunya Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, yang juga masuk daftar orang terkaya di Indonesia.

    Pria yang akrab dengan sapaan CT ini akan berbagi kisah sekaligus jurus merintis bisnis dari nol hingga menjadi besar seperti sekarang.

    Tak ketinggalan, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa. Mereka akan berbagi ilmu seputar upaya meningkatkan literasi keuangan.

    Untuk LPS Financial Festival Medan hari kedua, hadir Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Kemudian, sesi diskusi panel Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin, Ketua Kadin Sumut & Komisaris Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara, dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Melati Sarnita.

    Lalu ada sesi kelas bersama aktris sekaligua staf khusus Menteri Komunikasi dan Digital Raline Shah. Dapatkan e-certificate eksklusif setelah mengikuti Educational Class hingga selesai.

    Hari Kedua Kamis 21 Agustus

    Keynote Speech:

    -Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas

    Panel Discussion:
    -Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan
    -Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin
    -Ketua Kadin Sumut & Komisaris Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara
    ⁠-Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Melati Sarnita

    Inspirational Speech:
    -Tokoh Nasional Sumatera Utara, Chairul Tanjung

    Educational Class:
    -Aktris & Stafsus Komdigi, Raline Shah

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    -Agak Laen
    -⁠Judika
    -⁠Setia Band

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • LPS Financial Festival Medan Hari Kedua, Pengusaha-Bos BUMN Berbagi Ilmu soal Keuangan


    Jakarta

    Setelah sukses digelar di Surabaya pada 6-7 Agustus 2025, LPS Financial Festival digelar di Medan Rabu (20/8/2025), dan dilanjutkan hari ini Kamis (21/8).

    LPS Financial Festival berlangsung di Regale International Convention Centre, Jalan Haji Adam Malik, Silalas, Medan. LPS Financial Festival kali ini sekaligus merayakan 80 tahun HUT Kemerdekaan Indonesia dan peringatan 20 tahun LPS.

    Ikuti keseruan LPS Financial Festival Medan yang menghadirkan sejumlah tokoh terkenal sekaligus berbagi pengalaman sukses berbisnis dan investasi, melalui kegiatan seperti business talk dan educational class.


    Salah satunya Founder & Chairman CT Corp Chairul Tanjung, yang juga masuk daftar orang terkaya di Indonesia.

    Pria yang akrab dengan sapaan CT ini akan berbagi kisah sekaligus jurus merintis bisnis dari nol hingga menjadi besar seperti sekarang.

    Tak ketinggalan, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa. Mereka akan berbagi ilmu seputar upaya meningkatkan literasi keuangan.

    Untuk LPS Financial Festival Medan hari kedua, hadir Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Kemudian, sesi diskusi panel Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan, Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin, Ketua Kadin Sumut & Komisaris Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara, dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Melati Sarnita.

    Lalu ada sesi kelas bersama aktris sekaligua staf khusus Menteri Komunikasi dan Digital Raline Shah. Dapatkan e-certificate eksklusif setelah mengikuti Educational Class hingga selesai.

    Hari Kedua Kamis 21 Agustus

    Keynote Speech:

    -Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas

    Panel Discussion:
    -Bupati Deli Serdang dr. H. Asri Ludin Tambunan
    -Rektor Universitas Sumatera Utara Muryanto Amin
    -Ketua Kadin Sumut & Komisaris Bank Sumut, Firsal Ferial Mutyara
    ⁠-Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Melati Sarnita

    Inspirational Speech:
    -Tokoh Nasional Sumatera Utara, Chairul Tanjung

    Educational Class:
    -Aktris & Stafsus Komdigi, Raline Shah

    Penampilan Musik dan Hiburan:
    -Agak Laen
    -⁠Judika
    -⁠Setia Band

    (hns/hns)

    Sumber : finance.detik.com

    Alhamdulillah kaya raya uang اللهم صل على رسول الله محمد
    Image : unsplash.com / towfiqu barbhuiya
  • Profil Mahasiswi Kedokteran UI, Finalis Berhijab di Miss Universe Indonesia

    Jakarta

    Di tengah panggung perkenalan finalis Miss Universe Indonesia 2025, satu sosok berhijab tampil mencuri perhatian. Dia adalah Baraba, 23 tahun, mahasiswi kedokteran Universitas Indonesia yang membawa pesan kuat dari pendidikan hingga lingkungan.

    Setelah melalui proses audisi yang digelar secara offline pada 1 dan 2 Agustus 2025, Zetrix selaku pemegang lisensi resmi Miss Universe Indonesia mengumumkan Top 16 Finalis Miss Universe 2025 yang akan melaju ke babak berikutnya.

    Proses seleksi Miss Universe 2025 dilakukan dengan ketat oleh lima sosok profesional di bidangnya. Kelly Tandiono, selaku National Director sekaligus model dan aktris, turut menjadi juri dalam audisi. Ia didampingi oleh Andandika Surasetja (Creative Director & Fashion Designer), Bimo Permadi (Fashion Stylist & Creative Director), Ari Tulang (Choreographer & Performing Arts Director), serta Dini Widiastuti, aktivis kesetaraan gender dan pemimpin Plan International Indonesia.


    Baraba, Miss Universe BerhijabBaraba, Miss Universe Indonesia 2025 Berhijab. Foto: Pradita Utama.

    Dari 16 finalis Miss Universe Indonesia 2025, Baraba tampil berbeda dan memukau dengan hijab. Wolipop berbincang dengan Baraba yang mengungkapkan awal mula dirinya mendaftar ke ajang Miss Universe Indonesia 2025.

    “Aku join Miss Universe Indonesia 2025, karena aku ingin menginspirasi wanita berhijab di seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia. Aku ingin mereka harus tahu bahwa hijab tidak menjadi batasan kita sebagai wanita untuk terus berkembang,” ungkap Baraba usai konferensi pers Top 16 Miss Universe Indonesia 2025 di La Moda Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

    Baraba saat ini telah menuntaskan masa koas. Memanfaatkan waktu libur dia mengeksplorasi hal-hal baru, salah satunya dengan mendaftarkan diri untuk menjadi finalis Miss Universe Indonesia 2025.

    “Informasi saya tahunya dari Instagram, saya mahasiswi kedokteran Universitas Indonesia yang baru saja menyelesaikan masa koas atau stase pre klinik di Universitas Indonesia,” jelasnya.

    Baraba, Miss Universe BerhijabBaraba, Miss Universe Indonesia 2025 Berhijab. Foto: Pradita Utama.

    Dorongan untuk mengikuti Miss Universe Indonesia 2025, ia menuturkan karena ingin menginspirasi banyak wanita dan membawa hijab ke panggung internasional.

    “Di antara finalis lainnya, saya justru percaya diri, saya menjadi lebih ikonik dan autentik dengan hijab. Saya lebih stand out dengan hijab,” sautnya.

    Berhijab, Baraba mengucapkan tak ada merasakan kesulitan dan halangan baginya untuk mengikuti beragam rangakaian kegiatan Miss Universe 2025. Ia juga merasakan dampak positif saat mengikuti ajang Miss Universe Indonesia 2025.

    “Selama audisi, saya mengikuti banyak pelatihan. Mulai dari latihan catwalk, public speaking dan upgrade diri dengan mengikuti kelas dari pageant,” jelasnya.

    Advokasi Baraba di Miss Universe Indonesia 2025

    Baraba yang pernah mengikuti Federal Open Market Committee (FOMC) 2025 dan mempunyai organisasi Indonesia Youth Volunteer Association (IYVA), ini menjelaskan advokasi yang ia bawa di Miss Universe Indonesia 2025.

    “Aku punya organisasi bernama IYVA, aku memiliki empat bidang antara lain, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan pariwisata. Dimana kami itu, bergerak di desa terpencil di seluruh Indonesia,” tuturnya.

    Baraba melalui organisasinya tersebut sudah merambah daerah mulai dari Lombok, Jakarta dan Banda Neira untuk membantu warga setempat. Ia juga membantu pemerintahan untuk memperbaiki di empat bidang tersebut.

    “Alhamdulillah, di Lombok kami sudah memperbaiki dari segi stunting. Karena ternyata di balim kota Lombok yang indah. Ada salah satu pulau dengan angka stunting tertinggi. Alhamdulillah, kami sudah membantu untuk menekan angka stunting di Lombok,” tegasnya.

    Baraba, Miss Universe BerhijabBaraba, Miss Universe Indonesia 2025 Berhijab. Foto: Pradita Utama.

    Lalu di bagian pariwisata, Baraba antusias menjabarkan telah menggali potensi di desa yang bisa ditonjolkan untuk menarik minat wisatawan.

    “Dari ekonomi kreatif, kita mengajak para pengrajin yang nantinya bisa meningkatkan ekonomi di desa tersebut,” lanjut Baraba.

    Dari sektor pendidikan, Baraba menuturkan sudah membangun Pojok Baca dan merenovasi kelas. Di Sumba, dia sudah berhasil memberikan satu SD tas baru dan bantuan dari donasi.

    Membawa misi yang kuat ke ajang Miss Universe Indonesia 2025, Baraba juga mengatakan strateginya. “Pastinya sebagai wanita berhijb satu-satunya di sini. Aku merasa sudah satu langkah mencuri perhatian karena berhijab. Itu yang harus aku pertahankan dengan mengikuti kelas public speaking dan catwalk, terus berlatih,” terangnya.

    Baraba, Miss Universe BerhijabBaraba, Miss Universe Indonesia 2025 Berhijab. Foto: Pradita Utama.

    Langkah Baraba di Miss Universe Indonesia 2025, mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Ia menjelaskan kedua orang tuanya terus menemani saat proses audisi dan menyebarkan informasi agar membantu vote.

    “Terpilih sebagai 16 besar, aku happy banget akhirnya bisa lolos. Menurut aku semua peserta sangat bagus, advokasi yang bagus,” terangnya.

    “Saya ingin menunjukkan bahwa masyarakat bahwa hijab bukan penghalang dan tetap bisa berkarya di dunia fashion. Targetnya saya bisa berkembang dan bisa terjun langsung ke dunia modest fashion di Indonesia selain membawa pulang gelar Miss Universe Indonesia 2025,” jelas Baraba.

    Di akhir wawancara, Baraba mengajak untuk seluruh muslimah Indonesia agar menggali potensi diri dan percaya dengan diri sendiri.

    “Untuk seluruh muslimah Indonesia bahkan seluruh dunia, menurut saya jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, terutama masuk ke dunia beauty pageant karena itu menunjukkan identitas kita bahwa seorang muslimah bisa lho melakukan apa saja,” pungkasnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Kisah Wanita Sarjana Peternakan Sukses Bangun Brand Busana dan Hijab Anak

    Jakarta

    Siapa sangka, seorang hijabers lulusan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran justru menemukan jalannya di dunia bisnis fashion muslim anak. Ia membuktikan bahwa keberanian untuk mulai bisa membuka jalan menuju kesuksesan.

    Berawal dari kebutuhan sederhana, ia berani melangkah merintis bisnis meski dengan modal terbatas, hingga kini karyanya dikenal luas. Ialah Swistya Ardiana atau akrab disapa Tya yang awalnya tak menyangka akan terjun ke dunia fashion muslim anak.

    Tya mulai merintis bisnis pada 2016, berawal dari keinginan sederhana untuk menyediakan busana dan hijab yang nyaman bagi anak-anaknya. Kala itu, ia melihat minimnya pilihan pakaian hijab yang kasual, dinamis, dan sesuai kebutuhan anak aktif.


    Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak.Kisah inspiratif, hijabers bernama Swistya Ardiana ini sukses membangun bisnis baju muslim dan hijab anak. Foto: Dok. pribadi Swistya Ardiana

    “Sempat vakum 1,5 tahun karena merasa perlu mempelajari detail pola dan jahitan terlebih dahulu, lalu saya melanjutkan lagi sampai sekarang. Awalnya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak saya yang ingin berjilbab sejak kecil. Bersekolah di sekolah Islam Terpadu, dan melihat aktivitas bundanya sehari-hari dengan hijab, membuat mereka ingin mulai berhijab,” ungkap Tya saat berbincang dengan Wolipop baru-baru ini di Senayan City, Jakarta Selatan.

    Saat itu, Tya mengaku kesulitan menemukan daily outfit yang nyaman untuk anaknya. Dari keresahan itu, lahirlah brand yang kini ditekuninya, Little Missmos.

    “Saya yakin ini adalah masalah banyak orangtua yang juga memiliki anak-anak yang mulai ingin berpakaian sopan dan berjilbab. Little Missmos hadir untuk mencoba menjawab solusi tersebut, dan Alhamdulillah saat itu sambutannya sangat baik,” jelas Tya.

    Bermodalkan keberanian, sedikit bahan baku, dan semangat belajar, Tya mulai memproduksi dalam jumlah kecil, lalu memasarkan lewat media sosial. Modal awalnya berjualan hanya cukup untuk membeli beberapa bahan baku.

    “Saya coba produksi dalam jumlah kecil dulu, lalu saya foto dan unggah di sosial media. Dari situ saya mulai belajar bagaimana mengatur keuntungan agar bisa terus berputar. Jadi, bagi saya modal awal bukan hanya soal uang, tapi juga soal keberanian untuk mulai dari kecil,” lanjut Tya.

    Perjalanan Jatuh Bangun Bisnis

    Kelas Modeling.id tampil perdana di Senayan City Fashion Nation dengan membawa tema Runaway Celebration.Brand Litlle Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Kelas Modeling.id.

    Tya mengaku awalnya memulai bisnis seorang diri. Saat brandnya perlahan tumbuh, dia kemudian merekrut tim tak sampai tiga orang.

    “Sekarang jumlah karyawan sudah berkembang sesuai kebutuhan produksi, marketing, dan penjualan. Jadi, jumlah tim memang naik turun menyesuaikan kondisi, tapi yang pasti perlu tetap ditanamkan semangat untuk tumbuh bersama,” jelasnya.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Ia melihat peluang karena sesuai dengan target pasar yang ingin ditujunya. Seiring berjalannya waktu, Tya bertemu banyak teman di komunitas-komunitas yang membuatnya paham langkah demi langkah apa yang perlu ditempuh untuk membuat Little Missmos terus bertumbuh.

    Perjalanan membangun Little Missmos tentu tidak selalu mulus. Tya menghadapi beragam tantangan. Namun, ia memilih untuk fokus mencari solusi satu per satu. Diskusi dengan komunitas bisnis, mentor, hingga tim internal menjadi kunci baginya untuk tetap adaptif dan menemukan jalan keluar di tengah ketidakpastian.

    “Satu hal yang mungkin akhirnya saya sadari penuh, menjalankan sebuah bisnis dari nol dengan tujuan ingin terus bertumbuh adalah bahwa di setiap langkahnya berisi tantangan demi tantangan. Mulai dari gagal produksi saat cashflow sedang tidak baik-baik saja, tiba-tiba ditinggal karyawan saat kerjaan sedang banyak-banyaknya, produksi banyak tanpa perhitungan pasti yang akhirnya tidak diserap pasar, atau sebaliknya produksi sedikit ternyata permintaan sangat tinggi sehingga bagian produksi perlu mengejar kekurangan secepat mungkin, dan masih banyak hal-hal tidak terduga lainnya,” ungkap Tya.

    Dalam menghadapi tantangan atau masalah, Tya memecahnya menjadi bagian-bagian kecil agar tidak kewalahan. Strategi ini membantunya lebih fokus menemukan solusi yang realistis dan terukur.

    “Dengan memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil, saya bisa fokus mencari solusi yang realistis. Tidak jarang saya berdiskusi dengan sesama pelaku bisnis, mentor, atau bahakan cukup dengan tim internal untuk mendapatkan banyak sudut pandang tentang masalah yang saya hadapi. Karena bisnis selalu berubah, saya belajar untuk adaptif. Kalau satu cara tidak berhasil, saya mencoba mencari cara lain,” terangnya.

    Pandemi menurutnya menjadi salah satu ujian berat dalam menjalani bisnis. Penjualan brandnya sempat menurun drastis karena perubahan perilaku konsumen dan channel penjualan online yang berkembang pesat. Meski sempat hampir mati suri, Little Missmos bangkit kembali berkat momentum Lebaran.

    “Ternyata bagaimanapun kondisi sosial distancing saat itu, lebaran tetap menjadi momen yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia untuk membeli baju baru, penjualan Little Missmos kembali meningkat, dan kembali memililiki bahan bakar untuk berjalan lagi, sambil terus beradaptasi dengan chennel pernjualan online yang dinamis,” lanjutnya.

    Dari situ, Tya belajar pentingnya menjaga keuangan sehat, fleksibel terhadap tren pasar, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan agar bisnis tetap bertahan. Hingga kini, Tya konsisten memproduksi produk untuk busana dan hijab untuk anak. Selain itu, ia juga merambah produk khusus untuk wanita dewasa dengan brand swistya.label.

    Fashion Show Perdana

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Little Missmos tampil di panggung besar Fashion Nation Senayan City, event tahunan bergengsi yang kali ini berkolaborasi dengan Kelas Modeling. Dalam kesempatan spesial ini, Tya mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk “Pastel Parade”, sebuah rangkaian busana modest untuk anak-anak perempuan yang ingin tampil cantik, casual, nyaman, sekaligus sopan.

    “Ini menjadi pengalaman pertama Little Missmos melakukan fashion show, dan langsung di panggung besar, rasanya luar biasa,” ujar Tya.

    Koleksi Pastel Parade hadir untuk mematahkan stigma bahwa busana modest anak terasa ribet dan membatasi gerak. Dengan potongan yang lebih loose namun tetap rapi, ditambah sentuhan palet pastel yang lembut, setiap outfit memberi kesan ringan, ceria, dan membuat anak lebih percaya diri. Bagi Tya, koleksi ini bukan sekadar busana, melainkan selebrasi kecil untuk hari-hari penuh keceriaan anak-anak.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City.Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Brand busana anak siap pakai, Little Missmos tampil perdana di Fashion Nation, Senayan City. Foto: Dok. Little Missmos.

    Meski persiapannya terbilang singkat, hanya sekitar satu bulan, Tya dan tim tetap optimis koleksi ini bisa menjadi jawaban kebutuhan fashion anak berjilbab yang sopan tapi tetap menyenangkan.

    “Awalnya sempat gugup karena ini fashion show pertama kami, apalagi skalanya besar. Tapi Alhamdulillah tim Fashion Nation dan Kelas Modeling banyak membimbing, sehingga prosesnya terasa lebih mudah dijalani,” ungkapnya.

    Dalam pagelaran ini, Little Missmos menampilkan tujuh koleksi, yang terdiri dari atasan, long dress, celana hingga rok. Inspirasi desainnya berangkat dari pengalaman pribadi Tya sebagai ibu yang sering kesulitan menemukan outfit sopan, nyaman, dan tetap fashionable untuk anak-anaknya. Dari situlah lahir ide menghadirkan pilihan modest fashion anak yang ringan dipakai, tapi tetap manis dan ceria.

    Lewat koleksi ini, Tya berharap Little Missmos semakin dikenal luas, khususnya sebagai brand yang menghadirkan busana cantik, sopan, dan menyenangkan bagi anak-anak perempuan. “Semoga koleksi ini bisa membuat anak merasa bahagia dengan outfitnya, bebas bergerak, sekaligus tetap anggun,” harapnya.

    (gaf/eny)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Cek Akreditasi Kampus dan Program Studi Pakai BAN-PT, Gampang!

    Jakarta

    Bagi mereka yang akan ikut seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bukti akreditasi kampus dan prodi calon pelamar diperlukan sebagai salah satu persyaratan. Inilah cara mengeceknya.

    Selain untuk para pencari kerja, akreditasi kampus juga merupakan informasi yang dibutuhkan bagi mereka yang ingin menempuh perguruan tinggi selepas lulus SMA. Nah, untuk mengecek akreditasi kampus/perguruan tinggi, kamu bisa melakukannya secara online menggunakan situs resmi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

    Nggak sampai satu menit, kamu bisa langsung mengetahuinya. Caranya sebagai berikut.


    Cara Cek Akreditasi Kampus dan Program Studi

    1. Buka https://www.banpt.or.id/
    2. Pilih menu ‘Data Akreditasi’
    3. Klik menu ‘Institusi’
    4. Masukkan nama perguruan tinggi/kampus yang ingin dicek status dan peringkat akreditasinya. Bisa juga dengan mengecek berdasarkan peringkat akreditasi tertentu
    5. Halaman akan menampilkan informasi status dan peringkat akreditasi kampus/perguruan tinggi yang dipilih
    6. Hasil akan menampilkan status akreditasi yang berisi informasi peringkat universitas, nomor SK, tahun SK, wilayah, tanggal dan status kedaluwarsa

    Cara Cek Akreditasi Prodi

    1. Buka https://www.banpt.or.id/
    2. Pilih menu ‘Data Akreditasi’
    3. Klik menu ‘Program Studi’
    4. Masukkan nama perguruan tinggi/kampus dan program studi yang ingin dicek status dan peringkat akreditasinya
    5. Halaman akan menampilkan informasi status dan peringkat akreditasi prodi dari kampus/perguruan tinggi tersebut
    6. Hasil akan menampilkan data perguruan tinggi, program studi, nomor SK, tahun SK, akreditasi terkini, dan tanggal kedaluwarsa.

    Jadi, itulah cara mengecek akreditasi universitas dan program studi. Mudah kan, detikers?

    (ask/fay)



    Sumber : inet.detik.com

  • Di Kampung Ini Jalak Bali Dikonservasi dengan Adat dan Gotong-royong Warga



    Tabanan

    Jalak bali nyaris punah. Di kampung ini, satwa itu dilindungi lewat adat.

    Adalah di Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, jalak bali mempunyai rumah. Di kampung itu dilakukan konservasi jalak bali berbasis kekuatan hukum adat yang ditaati masyarakat setempat.

    Bendesa Adat Tengkudak, I Nyoman Oka Tridadi, menyebutkan bahwa Banjar Tingkihkerep memiliki awig-awig (aturan adat) khusus yang melindungi lingkungan dan habitat jalak Bali. Salah satu aturan pentingnya adalah larangan menebang pohon tanpa izin. Jika dilanggar, pelakunya diwajibkan menanam dua pohon pengganti, terutama pohon buah-buahan yang bisa menjadi sumber pakan bagi burung jalak Bali.


    “Kalau ada warga, bahkan dari luar banjar, yang nebang pohon, dia harus tanam dua pohon. Terutama yang bisa jadi makanan jalak Bali,” ujar Oka Tridadi, Minggu (8/6/2025), dikutip dari detikbali.

    Menariknya, aturan pelestarian itu hanya berlaku di Banjar Tingkihkerep dan tidak diberlakukan di banjar adat lain di desa tersebut.

    “Masyarakat di sini memang memiliki semangat tinggi dalam menjaga satwa dan lingkungan sekitarnya,” Oka menambahkan.

    Banjar Tingkihkerep bukan dipilih secara sembarangan sebagai lokasi konservasi. Project Manager dari Yayasan FNPF I Made Sugiarta mengatakan bahwa pemilihan lokasi dilakukan setelah observasi mendalam, mempertimbangkan faktor geografis, kekuatan hukum adat, dan karakter masyarakatnya.

    burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)

    “Kampung Jalak Bali ini bukan sekadar tempat wisata, tapi kawasan konservasi berbasis edukasi. Hanya saja, yang masih kurang itu ruang informasi. Jadi wisatawan belum terlalu paham soal karakter atau perkembangan jalak Bali di sini,” ujarnya.

    Yayasan FNPF bekerja sama dengan Balai KSDA dan sejumlah akademisi Universitas Udayana dalam program ini, yang kini menjadi salah satu contoh konservasi berbasis masyarakat yang berhasil.

    Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menilai keberadaan Kampung Jalak Bali sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung pariwisata Jatiluwih yang telah mendunia sebagai warisan budaya UNESCO.

    “Desa Jatiluwih itu ikonnya Penebel. Nah, desa-desa di sekitarnya, seperti Tengkudak, bisa jadi penyangga. Apalagi Kampung Jalak Bali ini punya konsep yang sangat menarik dan ramah lingkungan,” kata dia.

    Kecamatan juga terus menggali potensi lokal lainnya, mulai dari pertanian, budidaya kopi, durian, lebah madu, hingga wisata religi untuk memperkuat daya tarik kawasan Penebel secara keseluruhan.

    Saat ini, tantangan utama yang dihadapi Kampung Jalak Bali adalah minimnya fasilitas dasar untuk wisatawan, seperti ruang informasi dan toilet. Manik Mastawa akan mengusulkan kebutuhan ini kepada Dinas Pariwisata Tabanan agar bisa segera direalisasikan.

    “Saya rasa ini wajib ada, dan akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” kata dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com