Tag: universitas indonesia

  • Profil 3 Finalis Audisi Online Emeron Hijab Hunt, Punya Segudang Prestasi

    Jakarta

    Emeron Hijab Hunt 2024 telah sukses mengadakan audisi offline di tiga kota dan juga online. Selanjutnya akan ada dua finalis yang mendapatkan golden ticket bagi peserta yang mengunggah bakatnya melalui KipasKipas.

    Audisi online berlangsung pada (14/8/2024) berlangsung meriah dan peserta antusias untuk mengikuti rangkaian audisi. Ada yang menampilkan bakat bermain bass, ukulele, teater, hingga sinden.

    Dari audisi online Emeron Hijab Hunt 2024, telah terpilih Az Zahra Tania Arifani, Aulia Hanifah dan Nakeisha Syifa. Yuk kenal lebih dekat dengan ketiga finalis.


    Tiga Finalis Audisi Online Emeron Hijab Hunt 2024 :

    1. Az Zahra Tania Arifani (@zahrataniaa)

    Nama Lengkap : Az Zahra Tania Arifani.
    Bakat : Menyanyi, Sinden Jawa/Macapat.
    Tanggal Lahir : 2 Oktober 2000
    Pekerjaan : PNS Kementerian Keuangan.

    Prestasi :

    1. Medali Perak Kemenkeu Got Talent 2023 di Kantor Pusat DJBC

    2. Juara 1 Solo Vokal Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu 2023

    3. Juara I Singing Competition IAIN

    4. Juara 1 Solo Vokal Diversity Festival

    5. Juara 1 Solo Vokal Politeknik Kemenkes Bandung

    6. Juara 2 Lomba Solo Vokal Universitas Indonesia Tahun 2021.

    Az Zahra Tania Arifani sehari-hari bekerja di Kementerian Keuangan. Zahra membawakan lagu milik Celine Dion berjudul The Prayer saat audisi online Emeron Hijab Hunt 2024. Kemudian ia juga unjuk kemampuannya dalam sinden yang membuat juri kagum. Ia juga aktif di TikTok @zahrataniaaa dan Youtube @PinkBee.

    2. Aulia Hanifah (@auliahani_fah)

    Nama Lengkap : Aulia Hanifah.
    Bakat : Physical Theatre, Acting, Modelling.
    Tanggal Lahir : 1995-03-22.
    Kegiatan : Kreator Konten.

    Pada saat audisi online, Aulia Hanifah menampilkan physical theatre atau teater fisik dengan memakai busana yang terbuat dari limbah plastik. Aulia sudah mempersiapkan secara matang untuk mengikuti audisi Emeron Hijab Hunt 2024. Ketika nama Aulia terpilih, ia terlihat haru dan bersyukur.

    3. Nakeisha Syifa (@nakeishasyifa)

    Nama Lengkap : Nakeisha Syifa
    Bakat : Menyanyi
    Tanggal Lahir : 7 Mei 2008
    Kegiatan : Pelajar.

    Prestasi :

    1. Brand Ambassador Rabbani Profesor kerudung (Duta Pelajar Rabbani 2023).
    2. 3 Medals at World Championship of Performing Arts, Los Angeles, California, USA.
    3. Gold Medal at The Song Festival, Fiestalonia, Spain.
    4. Gold Medal at World Art Games, Spain.
    5. The Winner of Pop Royalty 2023.
    6. 3rd Winner of Citymall Rising Star 2023.
    7. Runner up Voice of Indonesia 2023.
    8. Top 10 CIMB Niaga Kejar Mimpi Rising Start ASEAN 2024.

    Saat audisi online Emeron Hijab Hunt 2024, remaja yang berusia 16 tahun ini mengeluarkan suaranya yang menggelegar lewat lagu Whitney Houston berjudul Greatest Love of All. Aksi Nakeisha yang bikin merinding langsung mendapatkan standing applause dari para juri Emeron Hijab Hunt 2024.

    Ketiga finalis terpilih selanjutnya akan menjalani masa karantina sebelum melaju ke grand final. Mereka akan bersaing dengan 11 finalis lainnya memperebutkan gelar juara Emeron Hijab Hunt 2024.

    Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda.

    (gaf/gaf)



    Sumber : wolipop.detik.com

  • Dubes Palestina Tanggapi Pidato Presiden Prabowo di PBB: Sebuah Pesan Perdamaian

    Dubes Palestina Tanggapi Pidato Presiden Prabowo di PBB: Sebuah Pesan Perdamaian



    Jakarta

    Pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 menarik perhatian publik. Prabowo menyampaikan berbagai isu tentang Palestina.

    Menanggapi hal tersebut, Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Republik Indonesia HE Dr Zuhair Al-Shun angkat bicara. Menurutnya pidato Presiden Prabowo, menyampaikan pesan perdamaian terutama untuk Palestina.

    “Presiden menyampaikan pesannya, sebuah pesan untuk perdamaian. Beliau percaya bahwa perdamaian harus ditegakkan di mana pun, terutama di Palestina karena Palestina adalah satu-satunya negara yang sedang menderita,” tutur Dr Zuhair usai acara pembukaan Festival Pengabdian Masyarakat 2025 di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Rabu (1/10/2025).


    Baginya, Indonesia punya satu prinsip yang terus dijaga hingga saat ini. Prinsip tersebut adalah tak meninggalkan Palestina sendirian.

    “Jadi, saya bisa katakan bahwa Indonesia punya satu prinsip. Jangan pernah biarkan Palestina sendirian,” sambungnya.

    Zuhair menyoroti banyak pendapat tentang keberpihakan Indonesia atas Palestina. Kendati demikian, ia yakin Palestina dan Indonesia adalah dua negara yang akan terus bersama.

    “Apa pun yang mereka katakan, kiri atau kanan, Palestina dan Indonesia memiliki hubungan persaudaraan yang baik dan akan terus berlanjut selamanya,” tegasnya.

    UI Dukung Kemerdekaan di Palestina

    Hadir di tempat yang sama, Rektor UI Heri Hermansyah juga beri pendapat tentang pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum Majelis PBB. Menurutnya, saat ini Indonesia mengambil peran sebagai salah satu motor penggerak untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

    “Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan nyata untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

    Sebagai universitas, ia menegaskan UI akan mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kemerdekaan Palestina. Salah satu dukungan yang diberikan UI adalah beasiswa untuk mahasiswa Palestina.

    Dr Zuhair menilai kerja sama ini telah resmi usai penandatanganan nota kesepahaman. Sehingga, di masa mendatang akan ada banyak mahasiswa Palestina yang mendapat beasiswa dari UI

    “Ini juga merupakan salah satu poin keberhasilan dan dukungan yang lebih besar dari otoritas Indonesia untuk rakyat Palestina,” pungkasnya.

    (det/nah)



    Sumber : www.detik.com

  • 25 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025, Apa yang Nomor 1?

    25 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025, Apa yang Nomor 1?


    Jakarta

    Lembaga pemeringkatan universitas Times Higher Education (THE) telah merilis World University Ranking (THE WUR) 2025. Dalam pemeringkatan ini, detikers juga bisa melihat daftar universitas terbaik di Indonesia

    THEWUR adalah salah satu peringkat universitas global yang memberikan penilaian berdasarkan pengajaran, riset, transfer pengetahuan, dan wawasan internasional. Total, ada 18 indikator kinerja yang digunakan untuk menilai tiap universitas.


    Indikator kinerja perguruan tinggi dikelompokkan ke dalam lima area: pengajaran (lingkungan belajar); lingkungan riset (volume, pendapatan, dan reputasi); kualitas riset (dampak sitasi, kekuatan riset, keunggulan riset, dan pengaruh riset); wawasan internasional (staf, mahasiswa, dan riset); dan industri (pendapatan dan paten).

    Peringkat ini juga bisa digunakan sebagai acuan mendaftar universitas. Penasaran apa saja universitas terbaik di Indonesia versi THE WUR 2025? Simak di bawah ini.

    25 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025

    Berikut daftar universitas terbaik di dunia dari tota 2.092 perguruan tinggi di 115 negara dan wilayah yang masuk pemeringkatan THE WUR 2025.

    1. Universitas Indonesia
    Ranking dunia: 801-1.000
    Skor total:34.5-38.1

    2. Institut Teknologi Bandung
    Ranking dunia: 1.201-1.500
    Skor total: 25.2-30.6

    3. BINUS University
    Ranking dunia: 1.201-1.500
    Skor total: 25.2-30.6

    4. Universitas Airlangga
    Ranking dunia: 1.201-1.500
    Skor total: 25.2-30.6

    5. Universitas Gadjah Mada
    Ranking dunia: 1.201-1.500
    Skor total: 25.2-30.6

    6. Universitas Muhammadiyah Surakarta
    Ranking dunia: 1.201-1.500
    Skor total: 25.2-30.6

    7. Universitas Sebelas Maret
    Ranking dunia: 1.201-1.500
    Skor total: 25.2-30.6

    8. Universitas Diponegoro
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    9. Universitas Hasanuddin
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    11. IPB University
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    12. Universitas Islam Indonesia
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    13. Universitas Jember
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    14. Universitas Negeri Malang
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    15. Telkom University

    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    16. Universitas Ahmad Dahlan
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    17. Universitas Andalas
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    18. Universitas Muhammadiyah Malang
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    19. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    20. Universitas Negeri Padang
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    21. Universitas Negeri Semarang
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    22. Universitas Negeri Surabaya
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    23. Universitas Negeri Yogyakarta
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    24. Universitas Padjadjaran
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    25. Universitas Pendidikan Indonesia
    Ranking dunia: 1.501+
    Skor total: 10.5-25.1

    Itulah 25 universitas terbaik di Indonesia versi THE WUR 2025. Ada kampus impianmu?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Kakek Kim Jong Un Pernah Raih Doktor HC di UI, Ini Fakta Sejarahnya

    Ternyata Kakek Kim Jong Un Pernah Raih Doktor HC di UI, Ini Fakta Sejarahnya



    Jakarta

    Apakah detikers tahu siapa Kim Il-Sung? Ia adalah kakek dari Presiden Korea Utara saat ini, Kim Jong Un sekaligus pendiri negara tersebut.

    Tak banyak yang tahu, ternyata Kim Il-Sung sempat bertandang ke Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Sukarno. Kim Il-Sung diketahui punya hubungan yang erat dengan Sukarno.

    Bahkan, saat kunjungannya tahun 1965, Kim Il-Sung meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia (UI). Bagaimana bisa Kim Il-Sung meraih gelar tersebut?


    Raih Gelar Doktor Honoris Causa

    Pada April 1965 , Kim Il-Sung menghadiri peringatan dasawarsa Konferensi Asia Afrika di Bandung. Saat itu, Presiden Sukarno mengundang Kim untuk mendatangi tempat lain juga, demikian dikutip dari website Arsip UI.

    Kim Il-Sung diundang ke UI untuk menerima gelar doktor honoris causa (Dr HC). Gelar tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap pimpinan tertinggi di Korea Utara.

    Kim meraih gelar doktor honoris causa dalam bidang teknik. Meski akhirnya gelar tersebut yang ia raih, sebelumnya Rektor UI saat itu, Pro Dr Soemantri Brodjonegoro hendak memberinya gelar di bidang ilmu sosial.

    Akan tetapi, Sukarno menolak. Menurutnya, bidang teknik lebih tepat disandingkan dengan Kim karena Korea Utara saat itu sedang berkembang dalam pembuatan mesin.

    Mulanya, penganugerahan gelar akan dilakukan di Kampus UI Salemba. Namun, beberapa jam sebelum mulai acara lokasi seketika berubah.

    Pemberian gelar akhirnya dilakukan di Istana Negara karena alasan keamanan. Upacara dilakukan pada 15 April 1965.

    Dalam kesempatan pidato, Kim Il-Sung menyampaikan orasi doktornya tentang “Prinsip Kemandirian dalam Perjuangan Revolusioner Maupun dalam Pembangunan Sebuah Negara”.

    Tak cuma Kim Il-Sung, Indonesia juga pernah memberikan gelar serupa kepada tokoh dunia seperti Pangeran Norodom dari Kamboja dan Carlos P Romulo dari Filipina pada tahun 1964.

    Selain penghormatan atas kunjungan mereka, gelar juga diberikan untuk membina aliansi Games of The New Emerging Forces (GANEFO) dan New Emerging Forces (NEFO).

    Kunjungi Kebun Raya Bogor dan Dihadiahi Anggrek

    Dalam kunjungannya, Kim Il-Sung juga diajak ke Kebun Raya Bogor. Di sana ia tertarik dengan sebuah anggrek hasil penyilangan botanis keturunan Jerman yakni C L Bundt.

    Akhirnya Sukarno menghadiahi Kim Il-Sung anggrek tersebut dan menamai bunganya dengan Kimilsunga. Anggrek tersebut disempurnakan selama 10 tahun, lalu secara resmi dikirim ke Korea Utara untuk dikembangbiakkan.

    Bunga tersebut kemudian menjadi sebuah simbol persahabatan antara Indonesia dan Korea Utara. Kimilsunga pun menjadi nama festival bunga di Korea Utara yang diperingati setiap April.

    Tentang Presiden Kim Il-Sung

    Kim Il-sung dikenal sebagai presiden pertama sekaligus pendiri Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara). Ia secara resmi diproklamasikan pada 9 September 1948.

    Kim memimpin negara tersebut selama lebih dari empat dekade, hingga wafat pada 8 Juli 1994. Dalam masa kepemimpinannya, Kim Il-sung memperkenalkan ideologi Juche yang menekankan prinsip kemandirian dan kepercayaan penuh pada kemampuan bangsa sendiri.

    Pemikiran ini menjadi landasan utama kebijakan Korea Utara yang cenderung menutup diri dari dunia internasional, dengan semangat untuk berdiri di atas kekuatan dan sumber daya mereka sendiri.

    (cyu/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Arab Saudi Vs Indonesia, Begini Perbandingan 5 Universitas Terbaik Keduanya

    Arab Saudi Vs Indonesia, Begini Perbandingan 5 Universitas Terbaik Keduanya


    Jakarta

    Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan mempertemukan timnas Arab Saudi dan Indonesia pada Kamis (9/10) dini hari pukul 00.15 WIB. Pertandingan Arab Saudi Vs Indonesia akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

    Secara historis, Arab Saudi merupakan salah satu raksasa sepak bola Asia. Timnas negara tersebut sudah 6 kali lolos Piala Dunia sejak 1994 lalu dan sangat berambisi untuk tampil lagi di 2026.

    Adapun di bidang pendidikan dan sains, negara kaya dengan sumber daya energi yang melimpah ini berambisi juga menjadi “raksasa”. Negara ini gencar membuka kampus baru dengan sokongan dana melimpah.


    Seperti dilansir Forbes, sejak 2000, Arab Saudi membuka 35 universitas seperti misalnya King Abdullah University of Science and Technology (KAUST), universitas riset yang berlokasi di Thuwal.

    KAUST yang didirikan pada tahun 2009 dengan tujuan untuk memimpin dalam penelitian hidrogen bersih dan kecerdasan buatan. Kemudian menyusul pendirian beberapa kampus lain seperti Prince Mohammad Bin Fahd University (PMU) dan University of Jeddah.

    Transformasi pendidikan tinggi di Arab Saudi menjadi salah satu pilar utama dalam pelaksanaan strategi Visi 2030 negara tersebut.

    Upaya ini diarahkan untuk membangun masyarakat yang berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi berbasis pengetahuan sebagai landasan masa depan negara tersebut.

    Lantas bagaimana perbandingan Arab Saudi Vs Indonesia dalam bidang pendidikan tinggi? Begini hasilnya menurut versi Times Higher Education World University Rankings 2025.

    5 Universitas Terbaik Arab Saudi

    1. King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM)

    Peringkat =176

    Overall: 60.1

    Teaching: 36.9

    Research Environment : 41.5

    Research Quality: 88.7

    Industry: 91.6

    International Outlook: 92.1

    2. King Saud University

    Peringkat 251-300

    Overall: 53.7-55.7

    Teaching: 35.5

    Research Environment: 29.9

    Research Quality: 83.3

    Industry: 84.6

    International Outlook: 82.9

    3. Prince Mohammad Bin Fahd University

    Peringkat 251-300

    Overall: 53.7-55.7

    Teaching: 39.1

    Research Environment: 37.3

    Research Quality: 79.2

    Industry: 46.0

    International Outlook: 90.9

    4. King Khalid University

    Peringkat 301-350

    Overall: 51.1-53.6

    Teaching: 39.0

    Research Environment: 30.2

    Research Quality: 74.3

    Industry: 58.5

    International Outlook: 90.9

    5. King Abdulaziz University

    Peringkat 351-400

    Overall: 49.4-51.0

    Teaching: 29.2

    Research Environment: 23.8

    Research Quality: 89.6

    Industry: 63.8

    International Outlook: 72.9

    5 Kampus Terbaik Indonesia

    1. Universitas Indonesia

    Peringkat dunia: 801-1000

    Overall: 34.5-38.1

    Teaching: 45.6

    Research Environment: 23.9

    Research Quality: 33.3

    Industry: 59.0

    International Outlook: 64.2

    2. Institut Teknologi Bandung

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    Overall: 25.2-30.6

    Teaching: 22.6

    Research Environment: 17.5

    Research Quality: 30.3

    Industry: 39.4

    International Outlook: 39.5

    3. BINUS University

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    Overall: 25.2-30.6

    Teaching: 21.1

    Research Environment: 21.0

    Research Quality: 35.2

    Industry: 49.6

    International Outlook: 35.8

    4. Universitas Airlangga

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    Skor total: 25.2-30.6

    Teaching: 27.7

    Research Environment: 14.1

    Research Quality: 34.9

    Industry: 27.9

    International Outlook: 60.1

    5. Universitas Gadjah Mada

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    Skor total: 25.2-30.6

    Teaching: 30.9

    Research Environment: 21.8

    Research Quality: 26.2

    Industry: 56.4

    International Outlook: 44.0

    (pal/faz)



    Sumber : www.detik.com

  • Usai Banjir Denpasar, Bandara Bali Utara Perlu Pertimbangkan Aliran Air Hujan



    Jakarta

    Rencana pembangunan Bandara Bali Utara perlu mempertimbangkan aspek hidrologi secara serius. Banjir yang kembali melanda Denpasar menjadi pengingat bahwa infrastruktur besar tanpa perencanaan tata air yang matang dapat berisiko tinggi, apalagi di wilayah dengan kontur tanah kompleks dan curah hujan tinggi.

    Rencana pembangunan Bandara Bali Utara kembali menjadi perbincangan usai desain bandara diluncurkan ke publik. Namun, hingga saat ini belum pasti titik yang menjadi lokasi bandara ini.

    Rencana pembangunan bandara di Bali utara itu diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Selain itu, dalam PP tersebut disebutkan beberapa rencana pembangunan di wilayah Bali, di antaranya, pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi, perencanaan pembangunan Tol Singapadu-Ubud-Bangli-Kintamani menuju Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara hingga pengembangan Pelabuhan Gunaksa.


    Deretan rencana pembangunan itu menjadi sorotan setelah Bali dilanda banjir parah akibat hujan deras dalam tempo dua hari. Perencanaan wilayah dengan matang menjadi catatan penting dari pengamat soal pembangunan Bandara Bali Utara itu.

    Prof Dwita Sutjiningsih, pakar hidrologi sekaligus guru besar Universitas Indonesia (UI), mengatakan perlu kehati-hatian dalam pembangunan Bali, terutama perubahan iklim yang drastis menjadi tantangan tersendiri.

    “Ini memang harus cermat ya, apalagi climate change ini memang serius terjadi. Nah, rencana pembangunan-pembangunannya itu memang Bali digenjot terus ya, artinya pembangunan itu benar-benar mengubah itu land cover terutama, ya,” kata Dwita dalam perbincangan dengan detiktravel, Rabu (8/10/2025).

    “Jadi, dari land use itu kan pasti tutupan lahannya berubah dan pasti berhubungan langsung dengan bagaimana hujan itu berubah menjadi aliran. Kalau banyak lahan yang diubah menjadi permukaan lahan kedap air sehingga hujan yang jatuh itu ya semuanya langsung menjadi aliran gitu,” dia menambahkan.

    “Walaupun memang banyak teori bagaimana kita mengubah bentang lahan seperti Green Infrastructure atau Nature Based Solution dan lainnya tetap ada perubahan permukaan,” kata dia lagi.

    Dwita mengatakan pembangunan masif di Bali itu seharusnya memperhatikan detail dengan cermat, tak hanya detail dalam desain. Dwita mengingatkan bahwa dalam perencanaan sudah semestinya menakar imbas dari perubahan drastis yang diakibatkan oleh pembangunan.

    “Artinya harus pada waktu benar-benar dilihat lokasinya, terus pengaruhnya bagaimana. Kalau tidak dipelajari detailnya, akibatnya itu berjangka panjang dan untuk memperbaikinya tidak mudah dan murah. Kita jangan hanya mengejar pertumbuhan GDP saja, tapi harus juga dihitung yang namanya biaya lingkungan,” kata dia.

    “Pasti kan bandara itu mengubah bentang lahan, apalagi maunya juga internasional kan. Skala ruangnya pasti akan dikonversi besar kan. Supaya perubahan terhadap karakteristik hujan menjadi aliran itu tidak terlalu drastis, perlu diperhatikan gitu low impact development. Perlu dikaji dengan hati-hati,” dia menjelaskan.

    Tak hanya kajian secara ilmiah dan keberlanjutan saja, Dwita mengingatkan kembali penegakan hukum dalam mengiringi pembangunan. Pemerintah harus tegas menegakkan aturan dan perizinan yang jelas.

    “Aturan sudah ada tapi kemudian implementasinya tidak sesuai. Jadi artinya misalnya sudah ada rancangan tata ruang, tapi akhirnya di lapangan beda dan tidak tindakan lanjutan. Nah, kebanyakan kita lemahnya di sana,” kata dia.

    Turis Nakal

    Selanjutnya Prof Dwita menyoroti banyaknya turis nakal yang datang dan berulah di Bali. Dengan nanti adanya bandara baru, kunjungan turis akan meningkat dan para investor juga akan ramai melirik pembangunan di Bali. Potensi turis nakal juga bertambah.

    Dia berharap pemerintah dan masyarakat Bali tegas dalam menyikapi dan mengawasi pergerakan turis dan investor di Bali.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Referensi Masuk Kuliah

    20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Referensi Masuk Kuliah


    Jakarta

    Daftar universitas terbaik di Indonesia terbaru tertuang dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026, diriis Kamis (9/10/2025). Sebanyak 35 perguruan tinggi di Indonesia masuk daftar pemeringkatan perguruan tinggi global ini dari total 2.191 perguruan tinggi di 115 negara dan wilayah.

    THE WUR 2026 mengukur kinerja perguruan tinggi global yang berdasarkan aspek pengajaran (bobot 29,5%), penelitian (29%), transfer pengetahuan yang berjalan (30%), industri (4%)dan pandangan internasional (7,5%). Total 18 indikator kinerja digunakan pada aspek-aspek ini.


    Aspek lingkungan pengajaran meliputi indikator reputasi pengajaran (15%), rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%), rasio doktor terhadap sarjana (2%), rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%), dan pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek lingkungan penelitian meliputi reputasi riset (18%), pendapatan riset (5,5%), dan produktivitas riset (5,5%). Sedangkan aspek kualitas riset menyorot dampak sitasi (15%), kekuatan penelitian (5%), keunggulan penelitian (5%), dan pengaruh penelitian (5%).

    Aspek industri terdiri dari pendapatan industri dan paten, masing-masing berbobot 2%. Adapun aspek pandangan internasional meliputi indikator mahasiswa internasional, staf internasional, dan penulisan bersama tingkat internasional, masing-masing berbobot 2,5%.

    20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

    Berdasarkan indikator di atas, University of Oxford meraih predikat universitas terbaik di dunia saat ini. Oxford memperoleh skor keseluruhan 98.2 dari semua aspek pemeringkatan.

    Sementara itu, berikut Top 20 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi THE World University Rankings 2026.

    1. Universitas Indonesia (UI)

    • Peringkat dunia: 801-1.000
    • Skor keseluruhan: 35.5-38.9

    2. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    Peringkat dunia: 1.001-1.200
    Skor keseluruhan: 32.1-35.4

    3. Binus University

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    4. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    5. Universitas Airlangga (Unair)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    6. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    7. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluuhan: 27.3-32.0

    8. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    • Peringkat dunia: 1.201-1.500
    • Skor keseluruhan: 27.3-32.0

    9. Universitas Kristen (Unika) Indonesia Atma Jaya

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    10. Universitas Diponegoro

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    11. Universitas Halu Oleo (UHO)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    12. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    13. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    14. IPB University

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    15. Universitas Islam Indonesia (UII)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    16. Universitas Jember (Unej)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    17. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    18. Universitas Negeri Malang (UM)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    19. Telkom University (Tel-U)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    20. Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

    • Peringkat dunia: 1.501+
    • Skor keseluruhan: 10.3-27.2

    Sebagai catatan, THE WUR juga mengungkapkan daftar perguruan tinggi yang berstatus sebagai reporter. Dikutip dari laman resmi THE, status ini menunjukkan universitas bersangkutan merupakan peserta aktif dalam proses pemeringkatan, tetapi belum diperingkat tahun ini.

    Bagaimana detikers, ada calon kampus tujuanmu? Semangat menyiapkan diri untuk pendaftaran!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • 27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT

    27 PTN Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026, Cek buat SNBP-SNBT


    Jakarta

    Sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) masuk daftar universitas terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026, Kamis (9/10/2025). Jelang pembukaan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), detikers dapat mencermatinya sebagai salah satu referensi.

    Dari total 35 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk pemeringkatan THE WUR 2026, 27 di antaranya merupakan PTN. Empat di antaranya masuk peringkat lima teratas universitas terbaik di Indonesia versi THE WUR terbaru.


    Perguruan Tinggi Negeri Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2026

    THE WUR 2026 merunut peringkat 2.191 perguruan tinggi dari 115 negara dan wilayah berdasarkan aspek pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas riset, industri, dan pandangan internasional. Berikut PTN terbaik berdasarkan aspek-aspek ini.

    1. Universitas Indonesia (UI)

    Peringkat dunia: 801-1.000

    2. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    Peringkat dunia: 1.001-1.200

    3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    4. Universitas Airlangga (Unair)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    5. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    6. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    Peringkat dunia: 1.201-1.500

    7. Universitas Diponegoro

    Peringkat dunia: 1.501+

    8. Universitas Halu Oleo (UHO)

    Peringkat dunia: 1.501+

    9. Universitas Hasanuddin (Unhas)

    Peringkat dunia: 1.501+

    10. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

    Peringkat dunia: 1.501+

    11. IPB University

    Peringkat dunia: 1.501+

    12. Universitas Jember (Unej)

    Peringkat dunia: 1.501+

    13. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung
    Indonesia

    Peringkat dunia: 1.501+

    14. Universitas Negeri Malang (UM)

    Peringkat dunia: 1.501+

    15. Universitas Andalas (Unand)

    Peringkat dunia: 1.501+

    16. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

    Peringkat dunia: 1.501+

    17. Universitas Negeri Padang (UNP)

    Peringkat dunia: 1.501+

    18. Universitas Negeri Semarang (Unnes)

    Peringkat dunia: 1.501+

    19. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

    Peringkat dunia: 1.501+

    20. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

    Peringkat dunia: 1.501+

    21. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

    Peringkat dunia: 1.501+

    22. Universitas Sriwijaya (Unsri)

    Peringkat dunia: 1.501+

    23. Universitas Sumatera Utara (USU)

    Peringkat dunia: 1.501+

    24. Universitas Syiah Kuala (USK)

    Peringkat dunia: 1.501+

    25. Universitas Brawijaya (UB)

    Peringkat dunia: 1.501+

    26. Universitas Lampung (Unila)

    Peringkat dunia: 1.501+

    27. Universitas Mataram (Unram)

    Peringkat dunia: 1.501+

    Perlu diketahui, THE WUR 2026 juga menampilkan daftar perguruan tinggi reporter. Status reporter disematkan pada universitas-universitas yang merupakan peserta aktif dalam proses pemeringkatan, tetapi belum diperingkat tahun ini.

    Metode Pemeringkatan THE WUR 2026

    Berikut indikator yang digunakan pada aspek-aspek penilaian kinerja universitas dunia dalam THE WUR 2026:

    Aspek Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran (15%)
    • Rasio staf terhadap mahasiswa (4,5%)
    • Rasio doktor terhadap sarjana (2%)
    • Rasio gelar doktor terhadap staf akademik (5,5%)
    • Pendapatan institusional (2,5%).

    Aspek Lingkungan Penelitian (29%)

    • Reputasi riset (18%)
    • Pendapatan riset (5,5%)
    • Produktivitas riset (5,5%)

    Aspek Kualitas Penelitian (30%)

    • Dampak sitasi (15%)
    • Kekuatan penelitian (5%)
    • Keunggulan penelitian (5%)
    • Pengaruh penelitian (5%).

    Aspek Industri (4%)

    • Pendapatan industri (2%)
    • Paten (2%)

    Aspek Pandangan Internasional (7,5%)

    • Mahasiswa internasional (2,5%)
    • Staf internasional (2,5%)
    • Penulisan bersama tingkat internasional (2,5%).

    Bagaimana detikers, sudah memutuskan universitas terbaik di Indonesia yang akan jadi kampus tujuanmu? Semoga bermanfaat!

    (twu/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR dan QS WUR, Ada Impianmu?

    Daftar Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR dan QS WUR, Ada Impianmu?


    Jakarta

    Fakultas hukum merupakan salah satu tujuan studi yang digemari siswa untuk lanjut ke pendidikan tinggi. Sebagai referensi, detikers bisa cek daftar fakultas hukum terbaik di Indonesia di sini.

    Minat siswa pada bidang hukum tentu bukan tanpa alasan. Bidang hukum seringkali dianggap sebagai jurusan dengan prospek karier yang menjanjikan, mulai dari menjadi seorang pengacara, notaris, hingga jaksa.


    Belajar di kampus terbaik bisa membantu dalam mendalami ilmu hukum. Berdasarkan peringkat Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) by Subject 2025 dan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) by Subject 2025, ada beberapa fakultas hukum terbaik di Indonesia yang bisa menjadi pilihan untuk menekuni ilmu hukum. Berikut daftarnya.

    Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2025

    Pemeringkatan THE WUR by Subject 2025 diketahui menggunakan indikator utama pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, industri, dan pandangan internasional. Dalam bidang hukum, penilaian dirancang untuk mencerminkan kualitas khas dalam disiplin akademis hukum di seluruh dunia.

    Adapun perguruan tinggi dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia berdasarkan THE WUR by Subject 2025 yakni sebagai berikut:

    1. Universitas Sebelas Maret (UNS)

    2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

    3. Universitas Indonesia (UI)

    4. Universitas Diponegoro (Undip)

    5. Universitas Airlangga (Unair)

    6. Universitas Padjadjaran (Unpad)

    7. Universitas Brawijaya (UB)

    Fakultas Hukum Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2025

    QS World University Rankings by Subject 2025 menilai setiap bidang studi melalui poin indikator reputasi akademis, ulasan, dari perusahaan, sitasi penelitian per makalah, indeks H, dan jaringan penelitian internasional.

    Berikut daftar perguruan tinggi dengan fakultas hukum terbaik di Indonesia versi QS WUR by Subject 2025:

    1. Universitas Indonesia

    2. Universitas Airlangga

    3. Universitas Gadjah Mada

    4. Universitas Diponegoro

    5. Universitas Padjadjaran

    6. Universitas Brawijaya

    3 Persiapan Menjadi Mahasiswa Fakultas Hukum

    Selain mengetahui kampus tujuan, detikers juga perlu menyiapkan tiga hal berikut sebelum menjadi mahasiswa fakultas hukum. Yuk, simak di bawah ini:

    1. Rajin Membaca

    Latihlah kebiasaan membaca. Mengapa hal ini penting? Akan ada banyak teori-teori ilmu hukum dan aturan perundang-undangan yang harus detikers pahami.

    2. Update Isu-isu tentang Ilmu Hukum

    Isu-isu hukum sebenarnya bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bacalah koran, majalah, atau situs berita. Dengan begitu, kamu akan mudah menemukan berita atau artikel tentang peristiwa yang mengandung aspek hukum.

    3. Asah Kemampuan Berpikir Kritis

    Dikutip dari laman Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera, kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk bisa mengkaji suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. Mahasiswa fakultas hukum akan sering diminta untuk menganalisis kasus atau masalah. Kemampuan untuk memetakan masalah menjadi hal yang krusial dan berkaitan dengan berpikir kritis.

    Demikian daftar fakultas hukum terbaik versi THE WUR by Subject dan QS WUR by Subject 2025. Siap menjadi mahasiswa hukum?

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Bali Butuh Bandara Baru! Pakar UI Sebut Denpasar Sudah Over Capacity

    Bali Butuh Bandara Baru! Pakar UI Sebut Denpasar Sudah Over Capacity



    Jakarta

    Pembangunan Bandara Bali Utara dinilai cukup penting. Pakar perencanaan lingkungan Universitas Indonesia Dr. Rudy Parluhutan Tambunan M. Si. mengatakan sejumlah alasannya.

    Pemerintah memasukkan Bandara Bali Utara dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Desain arsitektur bandara itu juga sudah dirilis pada akhir September di Buleleng. Namun, lokasi belum bisa dipastikan.

    Pemerintah Provinsi Bali sempat mengusulkan lokasi bandara baru itu di Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, tetapi kemudian membatalkan dan mengajukan lokasi baru di Desa Sumberklampok. Sumberklampok berada di perbatasan Kabupaten Buleleng di sisi timur dan Kabupaten Jembrana di sisi barat.


    Desa Sumberklampok dilewati jalan raya provinsi antara Gilimanuk dan Singaraja. Gilimanuk adalah pintu masuk Bali dari Jawa sedangkan Singaraja bekas ibu kota Provinsi Sunda Kecil yang dulunya meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

    “Kalau dilihat urgensinya sangat urgen. Bali itu jadi Origin and Destination, Bali bisa jadi tempat awal perjalanan dan juga tujuan utama wisata. Bali bukan hanya tempat tujuan wisata utama, tapi juga bisa jadi tempat awal perjalanan wisatawan. Kalau wisatawan mau ke Bali atau dari Bali lewat jalur darat, mereka bisa naik kapal menyeberang ke timur menuju NTB. Untuk perjalanan udara, semua penerbangan utama bertumpu di Bandara Ngurah Rai, Denpasar,” kata Rudy dalam perbincangan dengan detikTravel, Kamis (9/10.2025).

    “Karena semua bertumpu di Denpasar, implikasinya banyak, mulai over destination, over capacity, hingga mengakibatkan perubahan land use sekitar kabupaten Karangasem, Badung, dan Gianyar. Akhirnya, lokasi-lokasi pertanian yang selama ini menjadi destinasi andalan Bali justru hilang,” ujar Rudy.

    Rudy, yang juga menjadi dosen di Sekolah Ilmu Lingkungan UI itu, membandingkan kondisi Bali selatan dan bali utara. Dia menilai bahwa Bali selatan lebih unggul soal pertanian ketimbang Bali utara. Soal lain adalah kapasitas transportasi Bali selatan.

    “Subak di Bali utara berfungsi sebagai sistem tata air tradisional. Namun, di daerah utara curah hujannya lebih sedikit dibandingkan bagian selatan, jadi kalau mau mengembangkan pertanian sawah di sana kurang ideal,” kata dia.

    “Pada aspek transportasi, arus transportasi menuju Denpasar sudah melebihi kapasitas, baik untuk kedatangan maupun keberangkatan wisatawan. Karena itu, perlu ada pengaturan supaya aktivitas di kota tidak terlalu menumpuk hanya di bagian selatan, timur, atau barat. Jadi, aktivitas perkotaan harus dibagi lebih merata antara bagian selatan, timur, barat, dan tengah Bali. Dengan begitu, transportasi juga bisa diselaraskan agar lebih seimbang dan tidak terlalu padat di satu titik saja,” dia menjelaskan.

    Rudy mengingatkan kendati diperlukan, pembangunan Bandara Bali Utara diminta untuk memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, tidak hanya ekonomi. Apalagi, berkaca kepada peristiwa saat Bali terendam banjir setelah hujan dua hari beruntun.

    Ya, salah satu alasan utama Bandara Bali utara dibangun adalah dengan tujuan mendorong pemerataan perkembangan ekonomi dan pariwisata di Bali Utara yang selama ini dinilai kurang berkembang. Dengan adanya bandara baru, akses ke wilayah utara digadang-gadang menjadi lebih mudah dan berdampak membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata dan pusat bisnis di Indonesia.

    “Nah, ini perlu dipertimbangkan beberapa kejadian akibat perubahan iklim dan cuaca, musim pun tidak lagi sesuai dengan garis khayal musiman. Pemilihan site lokasinya harus benar-benar cermat dari aspek topografi, iklim dan cuaca, dan kegiatan sekitarnya, karena kalau kita memilih bandara itu terkait keselamatan penerbangan, selamat mendarat dan selamat berangkat,” kata Rudy.

    (fem/ddn)



    Sumber : travel.detik.com