Tag: usage

  • Servis Mobil, Baiknya Ikuti Panduan Kilometer atau Lama Waktu Pemakaian?



    Jakarta

    Mobil harus diservis secara berkala supaya performanya selalu prima. Tapi kadang pemilik mobil dibingungkan, apakah harus servis berdasar waktu pemakaian (time-based) atau jarak tempuh (mileage-based)?

    “Servis berkala secara rutin dapat menjaga performa mobil agar selalu prima dalam mendukung mobilitas. Kondisi mobil yang selalu sehat dapat mengurangi kemungkinan masalah seperti mogok atau kecelakaan. Performa yang terjaga juga membuat mobil dapat bekerja lebih efisien sehingga lebih irit bahan bakar dan yang tak kalah penting daya tahan komponen mobil jadi lebih terjaga,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, dalam keterangannya, Senin (06/10/2025).

    Waktu Pemakaian atau Jarak Tempuh?


    Banyak yang mengira situasi jalan yang kerap macet khususnya di kota besar seperti Jakarta, bikin perhitungan servis berkala berdasarkan waktu pemakaian (time-based) menjadi paling relevan. Alasannya secara teori, jarak tempuh 10.000 km bisa diselesaikan kurang dari 6 bulan.

    Faktanya, macet panjang di kota besar membuat target tersebut sulit tercapai. Padahal di situasi macet mesin mobil tetap bekerja, bahkan lebih berat akibat tak mendapat pendinginan yang memadai. Paling buruk, idle berkepanjangan membuat campuran bensin dan udara tidak ideal sehingga memicu pembakaran tidak sempurna.

    Dampak dari Pembakaran yang Tidak Sempurna

    Tumpukan karbon akibat pembakaran tak sempurna akan menempel di ruang bakar dan komponen bergerak sehingga membuat performa mesin menurun. Efek negatifnya, tenaga mesin turun dan konsumsi bensin meningkat. Efek buruk berikutnya adalah berkurangnya daya tahan komponen mesin yang saling bergesekan.

    Selain itu, sisa pembakaran tak sempurna dapat menyusup ke dalam sistem sirkulasi oli mesin, merusak senyawa kimia oli, sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Ditambah pemaksaan mesin bekerja ekstra akibat performa turun, tinggal menunggu waktu sebelum akhirnya mesin mobil rontok.

    Di waktu bersamaan, komponen lain juga bekerja keras melebihi batas normal. Seperti komponen rem, transmisi berikut oli transmisi, ban, cairan mobil, serta aki. Padahal jarak tempuh praktis tidak bertambah banyak.

    Rekomendasi Interval Servis Berkala

    Menimbang kondisi itu, Auto2000 merekomendasikan penggunaan waktu (time-based) untuk menghitung interval servis berkala, yaitu setiap 6 bulan sekali, khususnya buat mobilitas perkotaan. Tapi kalau ternyata jarak tempuh mobil sudah melewati 10.000 km padahal belum 6 bulan, sebaiknya segera servis berkala.

    Ingat, jangan tunggu mencapai 6 bulan jika mobil mobil Anda masuk dalam kategori ‘high usage’. Banyak komponen kendaraan wajib dicek ulang untuk memastikan tak ada potensi rusak. Oli juga harus diganti secara berkala supaya tak kehilangan kemampuannya dalam melindungi mesin, termasuk cairan lain seperti radiator coolant dan brake fluid.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 87% Pengguna Galaxy Z Fold7 dan Flip7 Pernah Jajal Fitur AI

    87% Pengguna Galaxy Z Fold7 dan Flip7 Pernah Jajal Fitur AI


    Jakarta

    Galaxy AI dan Google Gemini sudah menjadi bagian penting dari ponsel flagship Samsung, termasuk Galaxy Z Fold7 dan Flip7. Kehadiran layanan AI ini turut mengubah kebiasaan pengguna ponsel layar lipat Samsung.

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia mengatakan Galaxy AI sudah menjangkau banyak pengguna sejak pertama kali diperkenalkan hampir dua tahun yang lalu bersama Galaxy S24 series.

    “Waktu (Galaxy) foldable 6 itu diluncurkan, 85,5% pengguna foldable 6 itu sudah menggunakan Galaxy AI,” kata Ilham dalam media session di Jakarta, Selasa (21/10/2025).


    “Kemudian di foldable 7 kemarin di bulan Juli, experience Galaxy AI juga semakin kita tingkatkan, yang pada akhirnya 87% pengguna mereka di foldable 7 ini sudah menggunakan Galaxy AI,” sambungnya.

    Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics IndonesiaIlham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

    Tidak hanya Galaxy AI, Ilham mengungkap 87,3% pengguna Galaxy Z Fold7 dan Flip7 sudah mengadopsi chatbot Google Gemini, naik dari tingkat adopsi 68,2% di kalangan pengguna Galaxy Z Fold6 dan Flip6.

    Ilham menambahkan cara pengguna memanfaatkan Galaxy AI dan Gemini semakin beragam, dari yang awalnya hanya untuk membuat konten lucu-lucuan sampai sekarang untuk mendukung produktivitas.

    Dari puluhan fitur Galaxy AI yang ditawarkan, Circle to Search merupakan fitur yang paling banyak dipakai oleh pengguna, diikuti oleh Writing Assist untuk membantu penulisan email dan caption media sosial. Selanjutnya ada Photo Assist dan Generative Edit untuk mengedit foto dengan bantuan AI.

    “Artinya, dengan penggunaan usage rate ini, bisa sampai dengan 9 dari 10 orang pengguna dari foldable 7, itu sudah pernah menggunakan fitur Galaxy AI dan juga Gemini, gitu,” ujar pria berkacamata ini.

    “Dan ini memang pada akhirnya berubah behavior penggunaan smartphone kita. Jadi ya tidak hanya tadi saya bilang untuk WhatsApp-an, untuk bisa social media, tapi kedua fitur ini semakin lumrah untuk kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya.

    (vmp/rns)



    Sumber : inet.detik.com