Tag: wonderkid

  • Ayah Lamine Yamal Dinilai Bisa Rusak Karier Anaknya


    Jakarta

    Mounir Nasraoui, ayahnya Lamine Yamal dinilai bisa rusak karier sang anak. Mounir diminta jangan banyak berulah, biar Yamal bisa fokus penuh di lapangan.

    Hal itu diungkapkan oleh eks striker Timnas Spanyol, Dani Guiza. Dilansir dari BeIN, Guiza gerah melihat ulah Mounir Nasraoui yang terlalu ‘ikut campur’ dalam kariernya Lamine Yamal.

    “Lamine memang hebat, tetapi ayahnya harus minggir sedikit demi kebaikan anak itu sendiri. Dialah yang bermain sepak bola, bukan ayahnya,” cetusnya.


    Belakangan ini, diketahui Mounir Nasraoui minta tuntutan banyak ke Barcelona buat Lamine Yamal. Itu termasuk kenaikan gaji sampai minta fasilitas jet pribadi.

    Pihak klub banyak mengiyakan. Sebabnya, Yamal adalah wonderkid yang sedang bersinar dan diproyeksi jadi bintang masa depan.

    Dani Guiza meminta Mounir Nasraoui untuk memberikan Lamine Yamal ruangnya sendiri di klub. Sebab faktor non-teknis, bisa saja merusak penampilan pemain di lapangan.

    “Dia bisa menjadi salah satu yang terbaik di dunia, tetapi jika orang-orang di sekitarnya tidak membantu, dia bisa terhambat. Pikirannya bergerak cepat di usia itu,” Guiza memperingatkan.

    “Ayahnya harus minggir demi kebaikan anak itu sendiri,” tegasnya.

    (aff/rin)



    Sumber : sport.detik.com

  • Eks Wonderkid Kasih Saran ke Yamal: Fokus dan Jaga Sikap!


    Barcelona

    Mantan wonderkid Freddy Adu memberi saran buat Lamine Yamal. Dia menasihati bintang Barcelona itu supaya fokus dan tak terganggu urusan di luar lapangan.

    Adu merupakan mantan pesepakbola asal Amerika Serikat. Namanya melesat pada 2004 ketika jadi pemain termuda yang bermain di MLS, yakni di usia 14 tahun bersama DC United.

    Popularitasnya di Amerika Serikat membuat Adu digadang-gadang sebagai wonderkid dan penerus legenda Brasil, Pele. Dia mencoba peruntungan di Eropa dengan gabung ke Benfica pada 2007, tapi gagal menampilkan performa terbaik.


    Karier Adu selanjutnya menukik dengan bermain untuk 14 klub berbeda dalam kurun 2007-2021. Dia pensiun di usia 33 tahun setelah gagal mendapatkan klub usai kontraknya di tim divisi tiga Swedia, Osterlen FF, diputus.

    Adu mengakui dirinya banyak melakukan kesalahan, utamanya di luar lapangan, sehingga kariernya menukik. Dia berharap nasib yang menimpanya tak diulangi bintang muda Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine Yamal (18 tahun).

    Yamal dinilai Adu memiliki kesamaan dengannya, yakni jadi sorotan sedari dini bahkan untuk urusan di luar lapangan. Pria berusia 36 tahun itu menyarankan Yamal untuk tetap fokus pada karier sepakbolanya dan tak terganggu urusan personal.

    “Ketika saya masih muda, saya membuat banyak kesalahan. Saya masih muda dan saya lalai. Saya sedang keluar dengan beberapa teman dan seseorang mengambil foto saya di sebuah pesta atau semacamnya, dan itu menjadi masalah besar,” kata Adu, dilansir dari Marca.

    CHESTER, PA - AUGUST 24: Freddy Adu #11 of the Philadelphia Union walks onto the pitch before the start of a Major League Soccer game against Real Salt Lake on August 24, 2012 at PPL Park in Chester, Pa. The game ended in a scoreless tie. (Photo by Rich Schultz/Getty Images)Eks wonderkid AS, Freddy Adu. (Foto: Rich Schultz/Getty Images)

    “Kemudian narasinya menjadi bahwa Anda tidak fokus pada permainan Anda, bahwa Anda hanya berada di luar sana dengan teman-teman Anda dan berpesta,” sambungnya.

    “Semua mata tertuju padanya sepanjang waktu, dan itu sulit. Sangat sulit. Secara pribadi, saya tidak bisa menjadi orang normal, dan ini datang dari seseorang yang tinggal di Amerika Serikat, dan di Amerika Serikat, sepakbola bahkan bukan olahraga terbesar di sini!”

    “Itu sulit. Sebagai pemain muda, ketika Anda berada dalam situasi seperti itu, sangat, sangat sulit untuk mengatasinya,” Freddy Adu mengungkapkan.

    (bay/krs)



    Sumber : sport.detik.com