Tag: yamaha

  • 6 Cara Ngerem Motor Matic yang Benar di Jalan Menurun



    Jakarta

    Saat ini motor matic menjadi kendaraan sepeda motor yang banyak digunakan di Indonesia. Namun, sebagian pengendara masih banyak belum mengetahui bagaimana cara teknik mengerem benar dan aman. Terlebih teknik mengerem motor matic yang salah bisa berdampak pada kondisi motor dan parahnya bisa meningkatkan risiko kecelakaan, apalagi di jalanan yang menurun.

    Salah satu faktor penyebab kecelakaan motor matic adalah penggunaan rem yang terus menerus secara berlebihan di jalan turunan. Nah agar tidak salah dalam melakukan pengeraman, berikut teknik pengereman motor matic yang benar saat di jalan turunan.

    Teknik Mengerem motor matic yang benar saat Turunan

    Demi menghindari risiko tak diinginkan ketika dalam perjalanan, perhatikan teknik melakukan rem pada motor matic berikut ini:


    1. Kenakan Safety Gear Sebelum Berkendara

    Kenakan safety gear yang lengkap demi keamanan berkendara. Mengutip laman Suzuki, adapun beberapa safety gear yang harus digunakan yaitu helm, jaket, sarung tangan, sepatu yang sesuai dan perlengkapan lainnya.

    2. Pastikan Rem Berfungsi dengan Baik

    Periksa kondisi rem pada motor matic. Pastikan rem dapat berfungsi dengan baik dan tak ada bagian yang aus atau rusak. Selain itu, periksa tingkat cairan rem. Apabila tingkat cairan rem terlalu rendah, ambahkan cairan rem baru sesuai dengan petunjuk yang tertera.

    3. Jaga Kecepatan

    Pertahankan kecepatan yang sesuai dengan batas yang telah ditetapkan. Jangan melebihi batas kecepatan dan selalu gunakan kecepatan stabil.

    4. Gunakan Kedua Rem

    Saat mengerem motor, gunakan rem depan dan rem belakang secara bergantian atau bersamaan. Pengereman dengan kedua rem bisa mempercepat proses pengereman dan proses berhenti menjadi lebih stabil.

    Yamaha XMAX Connected varian Premium Black model 2024Yamaha XMAX Connected varian Premium Black model 2024 Foto: dok. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing

    5. Perhatikan Posisi Tubuh

    Menurut Yamaha Riding Academy (YRA) Yogyakarta, saat mau mengerem, posisikan badan agak tegak, pandangan lurus ke depan lengan dan bahu dalam kondisi rileks dan genggaman tangan di stang motor juga rileks. Gunakan jari tangan ketika menarik tuas rem dengan kekuatan jari yang cukup.

    6. Gunakan Rem Depan di Jalanan Menurun

    Ketika mengerem di jalanan menurun, tekan handle atau tuas rem depan. Pemilihan rem depan dapat menahan daya dorong motor ke depan. Saat melintasi jalanan menurun, daya dorong motor ke depan lebih besar. Jadi dibutuhkan rem depan untuk menahan laju motor.

    Ketika dalam jalanan menurun panjang, hindari untuk mengerem secara terus menerus dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat perangkat rem motor menjadi panas dan mengakibatkan kekuatan rem berkurang. Jika kamu merasakan kekuatan rem yang berkurang, sebaiknya berhenti sejenak untuk membiarkan suhu rem turun.

    Kesalahan yang Terjadi Ketika Salah Mengerem

    Melakukan rem ketika berkendara naik motor matic bukanlah hal yang sulit. Namun jika dilakukan dengan cara yang salah maka bisa meningkatkan potensi kecelakaan atau kerusakan pada rem. Berikut kesalahan yang sering terjadi ketika salah mengerem:

    1. Hanya Memakai Satu Rem

    Kesalahan pertama yang seringkali terjadi ketika mengerem saat mengendarai motor matic adalah hanya menggunakan satu rem. Hal ini bisa membuat laju kendaraan sulit dikendalikan serta rem menjadi cepat aus.

    2. Mengerem secara Mendadak

    Mengerem secara mendadak atau tiba-tiba bisa membuat roda terkunci dan motor pun tidak stabil. Selain itu, potensi kecelakaan pun meningkat.

    3. Mengabaikan Kondisi Rem

    Jangan abaikan kondisi rem. Sebab, rem yang aus atau rusak bisa membuat pengendara sulit mengendalikan laju motor.

    4. Menghindari Penggunaan Rem Depan

    Mungkin ada beberapa pengedara yang menghindari penggunaan rem depan karena khawatir roda depan akan terkunci. Padahal rem depan bisa memberi pengaruh lebih besar untuk memperlambat laju motor.

    Itulah teknik ngerem motor matic beserta kesalahan yang sering dilakukan ketika mengerem. Semoga artikel ini membantu kamu ya detikers.

    (lth/lth)



    Sumber : oto.detik.com

  • Penting! Ini Dua Jenis Garansi Yamaha Nmax Turbo



    Jakarta

    Yamaha Nmax Turbo sudah menggunakan teknologi transmisi canggih bernama YECVT atau Yamaha Electric Continuously Variable Transmision. Untuk menjamin rasa aman konsumen terhadap teknologi baru tersebut, Yamaha memberikan dua jenis garansi. Apa saja?

    Sebelumnya perlu diketahui, YECVT adalah sebuah teknologi mutakhir yang dikembangkan oleh Yamaha Indonesia Motor Mfg. Tak seperti pendahulunya yang menggunakan CVT konvesional dengan roller, Nmax Turbo menggunakan jenis CVT Primary Sheave Assy tanpa roler yang telah tersambung pada komponen elektris di motor.

    Dari segi perawatan, YECVT pada Nmax Turbo diklaim juga jauh lebih unggul. Tidak seperti CVT konvensional yang harus diperiksa dan dirawat secara rutin pada saat servis berkala, YECVT bersifat free maintenance karena tidak menggunakan komponen roller, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, baik dari segi waktu maupun biaya pada saat perawatan.


    Jika perubahan rasio pada CVT konvensional harus disesuaikan dengan besaran rpm, maka hal itu tidak berlaku bagi YECVT pada Nmax Turbo. Melalui teknologi YECVT para bikers dapat mengubah rasio CVT-nya di berbagai rpm secara otonom sesuai kebutuhan mereka melalui fitur Y-Shift. Dengan begitu, pengendara bisa menyesuaikan rasio putaran mesin sesuai dengan pilihan Y-Shift yang dikehendaki untuk mendapatkan performa akselerasi maupun deselerasi secara cepat.

    Terkait masa garansi, Yamaha secara khusus memberikan 2 jenis garansi yang menguntungkan kepada seluruh konsumen Nmax Turbo. Garansi pertama, dua Tahun Garansi Kelistrikan Khusus, meliputi Motor Assy, Sensor Primary, Speed Sensor (Secondary), dan Transmission Control Unit Assy.

    Sementara garansi yang kedua adalah, tiga Tahun Garansi Mesin, yang meliputi komponen Camp Comp, Fixed Screw Assy, Sliding Screw Assy, dan juga Primary Sheave Assy.

    (lua/riar)



    Sumber : oto.detik.com

  • Touring Jauh saat Liburan Nataru 2024, Jangan ‘Sotoy’ Ini Tipsnya



    Jakarta

    Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024 jadi momen yang kerap ditunggu para bikers. Wajar libur panjang itu menjadi waktu yang tepat untuk melakukan touring hanya untuk sekedar healing sesaat, sebelum balik ke-rutinitas.

    Nah sebelum melakukan touring, Yamah ingatkan nih ada beberapa hal yang harus dilakukan agar touring terasa nyaman dan asyik. Karena masih ada saja bikers belum cukup memahami berbagai persiapan yang perlu diperhatikan sebelum berkendara jarak jauh, seperti tertulis dalam siaran resmi yang diterima detikOto.

    Maka dari itu, terdapat beberapa aspek persiapan yang bisa dilakukan untuk membuat berkendara menjadi lebih nyaman dan lancar. Salah satu persiapan awal yang dapat dilakukan adalah memastikan kondisi fisik dalam kondisi prima, seperti cukup istirahat dan menjaga kesehatan. Kondisi fisik yang prima juga perlu didukung dengan riding gear yang memadai seperti mengenakan helmfull face, jaket riding, sarung tangan, celana panjang, sepatu tertutup. Tidak lupa juga untuk menyediakan jas hujan guna mengantisipasi jika harus berkendara di tengah hujan.


    “Selain kondisi fisik yang sehat dan perlengkapan berkendara yang lengkap, para bikers juga dihimbau untuk tetap selalu memperhatikan cara berkendara yang baik dan bijak, seperti menaati peraturan berlalu lintas. Selain itu juga, pengendara juga perlu melakukan pengecekan terhadap kondisi motor untuk memastikan seluruh komponen dapat berfungsi dengan optimal dan mencegah terjadinya malfungsi di tengah perjalanan,” tambah Instruktur Yamaha Riding Academy, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Muhammad Arief.

    Selain itu, lanjut Arief. Kelancaran dan keamanan perjalanan juga perlu ditunjang oleh kondisi motor yang prima. Berikut ini beberapa tips untuk membuat sepeda motor menjadi lebih prima dan siap menempuh perjalanan jarak jauh:

    1. Rutin Ganti Oli

    Mengganti oli sepeda motor secara rutin menjadi hal yang penting karena oli berfungsi untuk melumasi komponen mesin agar dapat bekerja secara optimal.

    Khusus untuk konsumen Yamaha direkomendasikan untuk selalu menggunakan oli Yamalube yang memiliki kualitas tinggi sehingga menjadi pilihan tepat jika ingin berkendara jarak jauh. Untuk itu beberapa tipe motor Yamaha mampu memberikan rekomendasi kepada pengendara-nya untuk mengganti oli berdasarkan jarak tempuhnya yang akan terdapat pada layar TFT Infotainment Display, terlebih lagi untuk konsumen Connected Model bisa memantaunya melalui smartphone pada aplikasi Y-Connect.

    2. Periksa Sistem Pengereman

    Sistem pengereman juga perlu diperiksa dengan cara memastikan kampas rem tidak dalam kondisi tipis dan pastikan tidak ada suara yang abnormal ketika roda diputar secara manual. Selain itu, volume minyak rem berada pada batas normal dan jernih, serta pastikan kondisi disc brake atau piringan cakram tidak bergelombang dan karatan.

    Touring YamahaTouring Yamaha Foto: dok. Yamaha

    3. Periksa Kondisi Ban

    Kondisi ban yang perlu diperhatikan adalah tekanan udara yang sesuai dengan rekomendasi pada buku manual, ketebalan alur, dan perlu dipastikan juga permukaan ban tidak ada retak, sobek, ataupun lubang. Demi keselamatan dan meminimalisir kemungkinan terjadinya slip pada ban saat hujan, maka ban yang sudah tipis dapat diganti dengan ban baru.

    4. Kondisi Aki

    Tidak kalah penting juga, aki yang menjadi sumber utama kelistrikan pada sepeda motor perlu dipastikan tidak dalam kondisi soak. Salah satu cirinya adalah motor jadi sulit menyala ketika distarter. Akan tetapi, khusus untuk konsumen Connected Model dari Yamaha, bisa menggunakan aplikasi Y-Connect agar lebih mudah untuk mengetahui voltase aki motor secara real-time.

    5. Sistem Penerangan

    Sistem penerangan pada motor seperti lampu utama, baik lampu dekat maupun lampu jauh, lampu belakang, lampu sein, hingga lampu rem perlu dipastikan berfungsi dengan baik atau tidak redup sehingga berkendara lebih nyaman walaupun melewati jalan yang minim penerangan.

    Di samping itu, para bikers juga perlu mengetahui bahkan mengenali rute yang akan dilaluinya sehingga bisa lebih efisien dan mendapatkan kenyamanan lebih maksimal. Salah satu cara untuk mengenali rute yang akan dilalui,bikers dapat mencari informasi lebih jauh mengenai rutenya melalui media sosial ataupun aplikasi navigasi. Maka dari itu, untuk membantu para pengendara, khususnya konsumen motor Yamaha NMAX “TURBO” dan AEROX ALPHA “TURBO” bisa menggunakan fitur navigasi yang sudah terintegrasi langsung dengan motor. Fitur navigasi tersebut dapat terlihat pada layar TFT Infotainment Display.

    Jika para bikers memiliki kesulitan untuk melakukan pemeriksaan kondisi motornya secara mandiri, pengendara dapat mempercayakan sepeda motornya dengan melakukan servis di bengkel resmi Yamaha di seluruh Indonesia. Dengan teknisi yang berpengalaman dan dilengkapi dengan teknologi canggih serta suku cadang asli, siap memberikan pelayanan dan perawatan dengan kualitas tinggi sehingga sepeda motor dapat kembali prima dan siap untuk menyambut liburan akhir tahun.

    Tidak hanya itu, bengkel resmi Yamaha juga memberikan layanan SKY (Servis Kunjungan Yamaha) yang akan mempermudah konsumen untuk melakukan pemeriksaan pada sepeda motornya. Maka dari itu, konsumen Yamaha bisa memanggil teknisi ke rumah atau lokasi yang telah ditentukan dengan cara menghubungi One Hotline SKY di nomor 0812-8073-4662 atau melalui aplikasi My Yamaha Motor yang dapat diunduh di Google Play Store atau App Store.

    Dalam rangka memeriahkan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2025 (Nataru), bengkel resmi Yamaha memberikan promo spesial kepada seluruh konsumen Yamaha berupa potongan harga servis sebesar Rp30.000,00 dan potongan harga tambahan sebesar Rp15.000,00 dengan cara memotret momen menarik saat melakukan servis dan mengunggahnya di sosial media.

    Segera dapatkan Promo Spesial Natal dan Tahun Baru ini yang akan berlaku dari tanggal 23 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 dan khusus di bengkel Flagship dan Sentral Yamaha seluruh Indonesia.

    (lth/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 6 Komponen Motor yang Perlu Dicek Setelah Touring Jarak Jauh



    Jakarta

    Buat para bikers, jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan terhadap motor kesayangan. Apalagi setelah motor digunakan untuk menempuh perjalanan jauh, seperti ketika digunakan touring libur Nataru (natal dan tahun baru) kemarin.

    “Saat berpergian jarak jauh menggunakan motor, para riders seringkali akan berhadapan dengan berbagai medan dan kondisi perjalanan yang berat, seperti, jalanan yang berlubang, jalan bergelombang, jalanan licin karena hujan, dan berbagai kondisi yang tidak terduga lainnya. Maka dari itu, perawatan sepeda motor perlu dilakukan secara berkala dan menyeluruh, terutama pada bagian CVT, oli mesin, kampas rem, ban dan bagian lainnya, menjadi hal yang penting bagi setiap riders setelah melakukan riding jarak jauh. Dengan perawatan tepat dan teratur, hal ini tentu membuat kondisi motor tetap prima sehingga motor kesayangan Anda kembali siap digunakan untuk penuhi berbagai kegiatan.” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

    Lantas apa saja bagian penting pada sepeda motor yang perlu dirawat secara teratur oleh para riders setelah melakukan perjalanan jarak jauh, simak penjelasannya di bawah ini:


    Oli Mesin

    Setelah menempuh jarak jauh, tentu oli mesin akan mengalami penurunan kualitas karena lazimnya oli mesin perlu diganti jika motor telah menempuh jarak dengan maksimal 3000 km agar mesin tetap dapat terlumasi dengan baik saat bekerja dan mampu menghasilkan performa yang optimal. Khususnya untuk beberapa tipe motor Yamaha, para riders bisa mendapatkan rekomendasi penggantian oli melalui indikator yang ada pada layar speedometer dan untuk connected model, para riders bisa mengetahuinya lewat smartphone pada aplikasi Y-Connect.

    Filter Udara

    Filter udara pada motor juga menjadi bagian yang penting karena merupakan sarana sirkulasi udara untuk mesin sehingga dapat mempengaruhi kinerjanya, sedangkan riding jarak jauh dapat membuat filter udara menjadi kotor terutama ketika melewati jalanan berdebu. Maka dari itu, filter udara yang sudah kotor perlu diganti agar motor kembali pada kondisi prima dan optimal.

    Continuous Variable Transmission (CVT)

    Bagian penting lainnya yang tidak bisa luput untuk dilakukan setelah riding jarak jauh adalah CVT karena bagian ini merupakan sistem transmisi pada motor matic. Para riders perlu memastikan CVT dalam kondisi bersih dan tidak terdengar suara abnormal ketika sedang berkendara.

    Ban

    Bagian penting lainnya yang perlu diperhatikan setelah riding jarak jauh, apalagi melalui kondisi jalan yang kurang mumpuni adalah ban motor. Para riders perlu memastikan permukaan ban tidak ada yang sobek, retak-retak ataupun sudah menipis ketebalan alurnya. Jika kondisi ban pada sepeda motor para riders memiliki kondisi tersebut, direkomendasikan untuk bisa menggantinya demi menghindari hal-hal yang dapat merugikan selama melakukan perjalanan.

    Sistem Pengereman

    Tidak hanya sebelum berangkat riding, sistem pengereman juga perlu diperiksa kembali setelah riding jauh. Salah satu cara untuk memastikan kondisi sistem pengereman adalah dengan memastikan kampas rem dalam kondisi tebal dan pastikan tidak ada suara abnormal ketika roda diputar secara manual. Selain itu, volume minyak rem juga perlu dipastikan berada pada batas normal dan jernih agar dapat menunjang kinerja sistem pengereman yang maksimal.

    Suspensi

    Selepas menghadapi perjalanan jarak jauh yang memiliki berbagai kondisi medan, besar kemungkinan dapat membuat kinerja suspensi pada motor menjadi kurang optimal. Salah satu cara mudah untuk pengecekannya adalah dengan cara memastikan kondisi seal atau karet suspensi masih bagus sehingga tidak ada oli yang bocor. Jika terdapat kebocoran oli pada bagian suspensi, para riders dapat datang ke bengkel terpercaya Yamaha terdekat agar dapat dibantu oleh teknisi yang berpengalaman.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • 7 Tips Pakai Standar Samping Motor yang Benar, Biar Nggak Bahaya


    Jakarta

    Kebanyakan orang pasti lebih suka menggunakan standar samping motor daripada standar tengah. Hal ini wajar karena penggunaan standar samping lebih simpel dan mudah.

    Tapi penggunaan yang salah ternyata bisa membahayakan motor atau pengguna, misal jatuh, rusak, hingga kerja mesin bermasalah. Risiko ini bisa dicegah bila standar samping digunakan dengan benar.

    Cara Pakai Standar Samping Motor

    Berikut ini 7 tips dan cara pakai standar samping motor yang benar berdasarkan penjelasan dari Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers (Sumatera Selatan & Bengkulu) dan situs Astra Motor:


    1. Jangan Dipakai Saat Bawa Beban Berat

    Standar samping jangan digunakan ketika membawa beban berat karena bisa membuat standar samping bengkok. Ini termasuk ketika kamu duduk atas sepeda motor saat motor diparkir.

    2. Pasang Kickstand Shoe

    Agar lebih aman, pasanglah kickstand shoe sebagai alas tambahan. Alat tambahan ini dapat mendistribusikan berat motor lebih menyebar, sehingga standar tidak cepat bengkok dan tetap aman.

    Penggunaan kickstand shoe membuat tapak standar samping menjadi sedikit lebih lebar. Jika ingin tampak berbeda, ada jenis kickstand shoe yang berbentuk unik, misalnya bentuk sepatu.

    3. Ganti Shockbreaker

    Biar lebih aman, ganti shockbreaker kamu dengan yang lebih tinggi. Dengan demikian, standar samping motor menjadi lebih tegak dan mengurangi risiko motor terjatuh ke kiri.

    4. Ganti Ban

    Kamu juga dapat mengganti ban dengan ukuran yang lebih besar agar standar motor semakin tegak, sehingga risiko motor terlalu miring ke kiri dan terjatuh menjadi semakin kecil.

    5. Jangan Difungsikan untuk Mematikan Mesin

    Kini banyak motor dilengkapi dengan side stand switch atau switch pada standar samping yang dapat membuat mesin motor mati meskipun kunci berada di posisi on. Fungsi sebenarnya adalah untuk mengamankan pengendara yang sering lupa menaikkan standar saat berkendara.

    Jangan sering-sering menggunakan side stand switch ini untuk mematikan mesin setelah berkendara. Hal ini bisa membuat aki soak, selain itu fungsi switch-nya bisa bermasalah dan membuat motor tidak bisa distarter.

    6. Jaga Kebersihan

    Selalu jaga kebersihan motor secara menyeluruh, termasuk pada bagian standar samping. Bagian ini juga membutuhkan pelumasan berkala. Jika kotor, standar samping menjadi seret atau tidak berfungsi dengan baik.

    7. Pakai Standar Tengah

    Jika memarkir motor dalam waktu lama, lebih baik gunakan standar tengah karena bisa mempengaruhi kondisi ban dan shockbreaker karena beban berlebih di satu sisi motor. Begitu pula saat mencuci motor, gunakan standar tengah agar lebih aman, terlebih jika tempatnya licin.

    Pada intinya, penggunaan standar tengah lebih aman dari segi apapun, karena tidak merusak komponen. Tapi jika ingin menggunakan standar samping, sebaiknya ikuti tips di atas agar tidak membahayakan.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Pertolongan Pertama Motor yang Terendam Banjir, Jangan Sekali-kali Lakukan Ini!



    Jakarta

    Gara-gara bencana banjir yang terjadi di Bekasi pada Selasa (4/3/2025), banyak motor warga yang tergenang air sebelum bisa diselamatkan. Jika motor terendam air dalam waktu yang lama, apalagi dengan kondisi hampir terendam seluruhnya, maka pemilik motor perlu melakukan beberapa hal berikut ini.

    Seperti dijelaskan Yamaha dalam keterangan resmi, ada empat pertolongan pertama yang harus dilakukan pemilik motor untuk menyelamatkan motornya yang terendam air. Apa sajakah itu?

    1. Jangan Hidupkan Mesin


    Ingat! Apabila motor sudah terkena banjir, jangan sekali-kali langsung menghidupkan mesin motor, baik dengan electric starter atau kick starter (engkol). Kalau itu dilakukan, maka piston bisa pecah atau setang piston bengkok (water hammer) karena air yang masuk ke ruang bakar, air tersebut bisa masuk melalui lubang udara atau knalpot motor.

    2. Cari Tempat Lebih Tinggi atau Kering

    Tujuan mencari tempat yang tinggi atau kering agar Anda dapat melakukan pengecekan pada motor. Sembari menunggu motor kering, Anda bisa melakukan pelepasan part yang terkena air, seperti saringan udara, knalpot, dan busi. Tapi jika Anda tidak bisa melakukan itu, lebih baik serahkan ke mekanik.

    Banjir akibat luapan sungai merendam sejumlah rumah di Bekasi. Tak hanya itu, motor-motor pun ikut terendam banjir.Banjir akibat luapan sungai merendam sejumlah rumah di Bekasi, Selasa (4/3/2025). Tak hanya itu, motor-motor pun ikut terendam banjir. Foto: Rifkianto Nugroho

    3. Tindakan Pertama

    Gunakan obeng untuk membuka cover filter udara lalu keringkan area kotak filter udara dan filter udaranya, hal ini bertujuan agar udara yang masuk bebas dari air. Lalu lepas leher knalpot menggunakan kunci T atau kunci pas agar air yang terlanjur masuk ke ruang bakar dapat keluar. Setelah itu bisa membalikkan knalpot agar sisa air dapat keluar.

    Langkah terakhir membuka busi menggunakan kunci busi, lalu bersihkan busi dan rumah busi menggunakan lap kering. Busi adalah salah satu komponen penting dalam proses pembakaran di mesin, maka kondisinya harus dipastikan kering.

    Setelah tiga bagian tadi dibersihkan, Anda dapat membersihkan sisa-sisa air yang berada di ruang bakar dengan cara men-starter mesin agar piston bergerak dan mendorong sisa air keluar dengan kondisi busi dan knalpot yang belum terpasang. Setelah selesai dan motor dirasa sudah kering dan aman, pasang semua part seperti semula, lalu coba starter kembali. Segera ganti oli agar terhindar dari water hammer dan kerusakan komponen mesin karena oli yang tercampur air.

    4. Cek di Bengkel Resmi

    Selain melakukan tindakan pertama yang sudah dijelaskan itu, disarankan buat servis motor secara berkala di bengkel resmi. Dengan servis di bengkel resmi, kualitasnya bisa lebih dijamin, juga ada garansi yang akan didapat konsumen.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele, Ini 9 Penyebab Ban Motor Goyang


    Jakarta

    Ban merupakan komponen penting pada sepeda motor. Apabila ban motor goyang saat dikendarai, hal tersebut bisa disebabkan oleh sejumlah masalah.

    Ketika sedang berkendara dan merasakan ban motor goyang, sebaiknya segera menepi atau mencari bengkel terdekat. Sebab, motor akan tidak stabil saat dikendarai sekaligus memicu kerusakan pada komponen lainnya.

    Hal terburuknya adalah ban motor yang goyang membuat kamu sulit mengendalikan motor. Kondisi ini bisa memicu terjadinya kecelakaan hingga menelan korban jiwa.


    Maka dari itu, penting untuk segera memperbaiki ban motor yang mengalami goyang. Lantas, apa penyebab ban motor goyang? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Penyebab Ban Motor Goyang

    Ada sejumlah penyebab ban motor mengalami goyang atau oleng saat dikendarai. Dilansir situs Astra Motor dan Yamaha Deta, berikut beberapa penyebabnya:

    1. Pemasangan Ban Tidak Rata

    Penyebab yang pertama karena pemasangan ban tidak pas. Saat kamu baru mengganti ban baru, mungkin proses pemasangannya tidak sesuai, sehingga ketika motor dikendarai akan terasa goyang.

    Untuk itu, cobalah kembali ke bengkel semula dan jelaskan kepada mekanik jika ada kesalahan pemasangan ban motor. Pastikan kamu mengecek ban jika terpasang secara pas.

    2. Tekanan Angin Tidak Pas

    Ban motor yang goyang bisa disebabkan oleh masalah kecil, yakni tekanan angin yang tidak pas. Sebab, tekanan angin terlalu tinggi menyebabkan ban jadi keras, sehingga getaran tidak dapat diredam

    Sebaliknya, jika tekanan angin terlalu rendah atau kempis maka ban akan terasa oleng seperti mengalami kebocoran.

    3. Velg Bengkok

    Kondisi velg bengkok atau tidak melingkar sempurna juga bisa menyebabkan motor terasa oleng ketika dikendarai. Masalah ini biasanya masih bisa diatasi dengan cara diservis, tapi jika kerusakannya terlalu parah maka harus mengganti dengan velg baru.

    4. Permukaan Ban Menipis

    Seiring penggunaan, ban motor akan menipis karena terjadi gesekan dengan jalan. Kondisi ban yang menipis juga memicu terjadinya goyang atau oleng pada motor. Bahkan, ban yang sudah tipis dapat dengan mudah mengalami ban bocor.

    5. Bearing Motor Aus

    Bearing merupakan komponen motor yang fungsinya mengurangi gesekan di sejumlah bagian motor, salah satunya adalah roda. Apabila bearing sudah rusak atau aus, maka ban akan berputar tidak stabil atau goyang.

    6. Tekanan Shockbreaker Tidak Seimbang

    Penyebab berikutnya karena tekanan shockbreaker tidak seimbang. Kondisi ini terjadi terutama saat melakukan pengereman, lalu ban motor akan terasa goyang atau oleng.

    7. Oli Garpu Tidak Sesuai

    Mengutip laman Motofomo, garpu motor merupakan bagian suspensi depan motor. Bagian ini berfungsi untuk meredam gesekan atau guncangan saat mengerem, berbelok, atau melalui jalanan yang berlubang.

    Agar kinerjanya optimal, garpu motor membutuhkan oli khusus. Jika oli ini jumlahnya terlalu sedikit atau banyak, maka dapat mempengaruhi ban sehingga terasa tidak stabil saat dikendarai,

    8. Rantai Aus dan Gir Belakang Kendur

    Kondisi rantai yang sudah aus atau gir belakang kendur juga bisa menyebabkan ban motor goyang. Hal ini bisa terjadi pada motor dengan penerus tenaga gerak rantai. Masalah ini akan berdampak pada ban belakang yang terasa goyang.

    9. Motor Pernah Jatuh atau Tabrakan

    Penyebab yang terakhir karena motor pernah jatuh atau mengalami tabrakan. Ketika motor mengalami tabrakan, kondisi itu mungkin menyebabkan sasis motor rusak sehingga membuat ban depan dan belakang menjadi tidak rata atau sejajar. Nah, kondisi tersebut yang memicu ban motor goyang saat dikendarai.

    Itu dia sembilan penyebab ban motor terasa goyang saat dikendarai. Semoga membantu detikers!

    (ilf/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Servis Yamaha Grand Filano Tahun Pertama, Ini Sparepart yang Diganti



    Jakarta

    Yamaha Grand Filano menjadi salah skutik klasik yang bisa dipilih konsumen Indonesia. Dan bagi Anda yang sudah meminang skutik bergaya Eropa ini ini, jangan lupa untuk melakukan perawatan secara berkala. Berikut perawatan Yamaha Grand Filano setelah dipakai satu tahun.

    Dari pengalaman detikOto, butuh biaya sekitar Rp 400 ribuan untuk servis Yamaha Grand Filano tahun pertama di bengkel resmi Yamaha. Umumnya, di servis tahun pertama ini jarak tempuh sudah mencapai 12 ribu km atau pemakaian sekitar 12 bulan atau lebih.

    Selain itu, pada servis tahun pertama ini pelanggan sudah tidak mendapatkan kupon servis gratis alias KSG. KSG hanya berlaku sampai servis keempat dengan lama pakai 10 bulan atau 10 ribu km. Jadi, untuk servis Yamaha Grand Filano tahun pertama ini dikenakan biaya jasa servis.


    Adapun perawatan yang harus dilakukan pada servis tahun pertama Yamaha Grand Filano yaitu perawatan sistem injeksi. Paket perawatan sistem injeksi ini meliputi servis CVT, servis injektor, dan juga biaya jasa servis. Total biayanya adalah Rp 181.500.

    Selain perawatan sistem transmisi dan injeksi, servis tahun pertama Yamaha Grand Filano ini juga mengganti sejumlah part, seperti busi seharga Rp 24.300, kemudian kampas rem depan Rp 64.000, selanjutnya ganti bearing depan sebanyak dua buah senilai Rp 42.000. Pemasangan bearing ini juga dikenakan ongkos sebesar Rp 33.000.

    Kemudian juga ada penggantian oli mesin Rp 51.000 dan penggantian oli transmisi Rp 14.500. Jadi, total biaya yang diperlukan untuk servis Yamaha Grand Filano pada tahun pertama adalah Rp 412.600.

    Tapi perlu dicatat, biaya servis di setiap daerah bisa berbeda-beda. Penggantian part juga bisa berbeda-beda, tergantung dari karakter pemakaian Grand Filano masing-masing konsumen.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Toprak Razgatlioglu Juara Dunia WSBK 2025

    Toprak Razgatlioglu Juara Dunia WSBK 2025



    Jakarta

    Pebalap BMW asal Turki, Toprak Razgatlioglu, sukses meraih juara dunia World Superbike atau WSBK 2025. Pencapaian tersebut menjadi kado manis sebelum El Turco pindah ke MotoGP musim depan.

    Toprak Razgatlioglu mengunci gelar juara setelah finis ketiga pada Race 2 World Superbike Spanyol 2025. Pebalap 29 tahun itu mengumpulkan 616 poin atau unggul 13 angka dari pesaing terdekatnya, Nicola Bulega di tangga klasemen akhir.


    “Saya sangat senang (bisa juara dunia). Saya mau menyampaikan rasa terima kasih kepada Kenan Sofuoglu sebagai saudara saya, kemudian seluruh penggemar dan tentu saja tim,” ujar Toprak usai meraih gelar juara, dikutip dari Crash, Senin (20/10)

    “Musim ini kami mengawalinya tidak terlalu baik, tapi setiap balapan kami selalu berkembang dan tak pernah menyerah. Ending-nya kami juara dunia. Terima kasih untuk semuanya,” tambah dia.

    Ini merupakan gelar juara ketiga untuk Toprak di kejuaraan WSBK: satu bersama Yamaha dan dua bersama BMW. Hebatnya lagi, selama berkarier di kompetisi tersebut, dia sudah meraih 78 kemenangan dan 172 podium.

    Dengan hasil tersebut, Toprak didaulat sebagai salah satu pebalap WSBK terbaik sepanjang masa. Pebalap yang dikenal berkat kemampuan late braking dan stoppie-nya itu disejajarkan nama-nama legendaris lain seperti Jonathan Rea dan Alvaro Bautista.

    Gelar juara ketiga itu menjadi kado perpisahan manis untuk Toprak. Sebab, musim depan, dia akan melanjutkan kariernya di MotoGP dengan membela tim satelit Yamaha. Dia akan bahu membahu bersama Jack Miller sebagai rekan setimnya.

    (sfn/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Yamaha Disebut-sebut Siapkan Motor Sport Fairing 200 cc

    Yamaha Disebut-sebut Siapkan Motor Sport Fairing 200 cc



    Jakarta

    Yamaha disebut-sebut tengah menyiapkan motor sport baru bernama YZF-R2, model motor sport fairing yang akan mengisi celah di antara YZF-R15, YZF-R25 atau YZF-R3. Motor ini bisa menjadi opsi menarik buat pencinta motor sport yang menginginkan motor fairing dengan mesin mumpuni, namun harganya tetap ramah di kantong.

    Saat ini Yamaha memiliki R15 bermesin satu silinder 155 cc, R25 bermesin dua silinder 250 cc, serta R3 bermesin dua silinder 321 cc. Tapi tak ada model yang menempati posisi tengah antara keduanya. Padahal, di banyak negara, kelas 200 cc dinilai sebagai titik keseimbangan ideal antara tenaga, efisiensi, serta pajak kendaraan.


    Mengutip Greatbiker, spekulasi menguat bahwa YZF-R2 akan menggunakan basis mesin dari R15, tapi dengan kapasitas yang ditingkatkan menjadi sekitar 200 cc. Dengan begitu, performanya akan lebih bertenaga, namun tetap ringan dan ramah bagi pengendara pemula.

    Meski begitu, sejumlah pihak menilai R2 berisiko ‘bentrok’ secara pasar dengan R15 jika karakter mesinnya terlalu mirip. Tapi di sisi lain, model ini juga berpotensi menjadi penerus atau alternatif R15 di pasar seperti Indonesia, India, dan Thailand, yang memiliki batasan dan regulasi khusus untuk kendaraan berdasarkan kapasitas mesin.

    Menariknya, nama Yamaha ‘YZF-R2’ kabarnya telah terdaftar di beberapa negara, meski Yamaha belum memberikan pernyataan resmi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pengembangannya memang sedang berjalan, meski peluncurannya mungkin belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

    Jika benar hadir, YZF-R2 bisa menjadi produk strategis bagi Yamaha di segmen sport entry-level, menyasar mereka yang menginginkan performa lebih dari R15, tapi belum siap naik ke kelas motor sport fairing 250 cc atau 300 cc.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com