Blog

  • 5 Destinasi yang Lebih Seru dari Bali tapi Belum Diketahui


    Jakarta

    Bali adalah destinasi wisata yang sudah terkenal dengan keindahan alam, budaya, dan perilaku baik para penduduknya. Kualitas akomodasi dan hospitality di Bali tak perlu diragukan lagi dengan kisaran harga beragam sesuai keinginan turis.

    Namun, pesona Indonesia sebetulnya bukan sekadar Bali. Masih banyak spot wisata lain yang tidak kalah seru dan menyimpan pesona alam, budaya, serta keanekaragaman hayati. Travelers tentunya bisa memasukkan spot ini ke dalam wish list kamu selanjutnya.

    5 Destinasi yang Bisa Jadi Lebih Seru dari Bali

    Tujuan wisata ini bukannya tidak diketahui sama sekali para penyuka traveling dan penikmat keindahan alam. Namun mungkin belum banyak masuk dalam daftar spot liburan selanjutnya, meski sebetulnya sangat indah dan layak dikunjungi


    1. Danau Labuan Cermin

    Danau di BerauDanau di Berau (Mahyudin Alkadri/dTraveler)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Desa Labuan Kelambu, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur

    Rute

    • Pengunjung dari Bandara Sepinggan melanjutkan perjalanan dengan pesawat lagi menuju Bandara Tanjung Redeb, Berau
    • Kemudian, pengunjung bisa menempuh perjalanan
      darat menuju Desa Biduk-Biduk dengan mobil sewaan seharga Rp 500 ribu dan waktu tempuh 6 jam
    • Setelah sampai di Desa Biduk-Bidu, pengunjung harus trakking selama 30-45 menit menuju Desa Labuan Kelambu.

    Spot wisata yang juga dikenal sebagai Danau Dua Rasa ini punya keindahan yang tidak perlu diragukan. Air pada lapisan bawah punya rasa asin, sedangkan di lapisan tidka ada rasanya

    “Salah satu destinasi wisata terbaik di Berau, Kalimantan Timur. Mudah diakses dan biaya transportasi cukup murah, apalagi jika datang beramai-ramai. Harap berhati-hati dengan barang bawaan, karena banyak monyet di sekitar lokasi,” tulis akun google Siti Komariah.

    2. Kepulauan Kei

    Pulau Kei. Kepulauan Kei terletak di Laut Banda, tepatnya di Maluku Tenggara, Indonesia. Kepulauan Kei adalah bagian dari Wallacea, gugusan pulau-pulau di Indonesia yang dipisahkan oleh perairan dalam dari landas kontinen Asia dan Australia.Pulau Kei di Kepulauan Kei (Getty Images/iStockphoto/fbxx)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku

    Rute

    • Naik pesawat menuju Bandara Internasional Pattimura, lalu menunggu pesawat menuju Bandara Karel Satsuitubun di Langgur, Pulau Kei Kecil, Kepulauan Kei.
    • Setelah mendarat, bisa sewa mobil menuju penginapan atau pelabuhan jika ingin menyebrang ke destinasi wisata pilihan.

    Buat detikers yang ingin berwisata ke Kepulauan Kei, pastikan telah menyusun akomodasi dan ittinerary lain dengan baik. Karena, transportasi umum di wilayah ini terbatas dan mengandalkan sewa mobil atau kapal. Jika tak ada persiapan yang baik, rencana liburan dikhawatirkan tidak berjalan dengan baik.

    Soal keindahan dan kesempatan healing di Kepulauan Kei tak perlu diragukan lagi. Wilayah dengan 119 pulau dan 6 diantaranya terbesar punya pasir putih terhalus di dunia. Air pantai dengan degradasi hijau ke biru plus biodiversity alamnya, bikin liburan kamu tidak bakal bisa dilupakan.

    3. Wisata Bukit Pelalangan

    Bukit Arosbaya, spot foto unik di MaduraBukit Arosbaya atau Bukit Pelalangan di Madura (Basri Bachtiar/d’Traveler)

    Jam buka

    Tiket masuk

    • Rp 5 ribu per orang belum termasuk parkir

    Alamat

    • Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur

    Rute

    • Pengunjung bisa ke Kota Surabaya lebih dulu dengan pesawat atau kereta, lalu menuju Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura
    • Transportasi pilihan menuju Suramadu sebaiknya sewa mobil untuk mempermudah mobilisasi selama liburan
    • Setelah menyebrang Suramadu, mobil bisa diarahkan menuju Bangkalan lalu ikuti arah menuju Bukit Pelalangan.

    Rencana liburan di Bukit Pelalangan harus disusun dengan baik, agar wisatawan bisa menikmati pesona bentang alam berwarna coklat ini. Di sini juga ada gua batu kapur yang sangat cantik dan bikin penasaran pengunjung.

    Bukit Pelalangan menyediakan pemadangan sunset dan sunrise yang tentunya mempesona. Pengunjung tentu bisa mengabadikan momen ini dalam kameranya. Buat yang pengen healing, bukit dengan suasana tenang dan akses mudah ini adalah pilihan yang sangat cocok.

    4. Danau Kaolin

    Menengok keindahan danau Kaolin di Bangka TengahDanau Kaolin di Bangka Tengah (Deny Wahyono)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Jl. Raya Toboali, Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung

    Rute

    • Transportasi tercepat buat bagi yang ingin berkunjung ke Danau Kaolin adalah naik pesawat dan turun di Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang
    • Setelah landing, perjalanan dilanjutkan dengan sewa mobil menuju Danau Kaolin.

    Bentang alam ini terbentuk sebagai bekas galian tambang kaolin di masa lalu. Tanahnya menjadi putih dan tak bisa ditanami, sedangkan lubang galian berisi air yang bisa berubah warna bergantung kondisi cuaca.

    Danau Kaolin bisa dikatakan sebagai spot wisata ikonik Bangka, yang naik daun setelah beredarnya film dan novel Laskar Pelangi. Selain sebagai spot wisata, Danau Kaolin bisa jadi lokasi pemotretan agenda lain.

    5. Kawasan Argapura

    Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.Wisata Terasering Panyaweuyan, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Dadan Kuswaraharja)

    Jam buka

    Tiket masuk

    Alamat

    • Kabupaten Majalengka, Jawa Barat

    Buat warga Jabodetabek dan sekitarnya yang tidak bisa pergi terlalu jauh saat liburan, Argapura bisa jadi pilihan healing dan relaksasi. Salah satu pesona di sini adalah Terasering Panyaweuyan yang dibangun untuk memudahkan usaha pertanian warga.

    Daerah di sini juga dikenal sebagai salah satu yang paling sejuk, apalagi saat datang musim hujan. Berkunjung ke Argapura, detikers akan disuguhi pemandangan indah Gunung Ciremai plus spot sunset dan sunrise yang memanjakan mata.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jajan Surabi dan Es Goyobod Pake Koin Bambu


    Bandung

    Pasar tradisional Sunda Jadul menyimpan pesonanya sendiri sebagai pilihan libur akhir pekan bersama keluarga. Pasar tradisional jadul merujuk pada sarana jual beli dengan tata letak, desain lapak, pakaian penjual, dan barang yang diperdagangkan ramah lingkungan serta di area terbuka dekat dengan alam seperti zaman dahulu.

    Lokasi Pasar Tradisional Sunda Jadul

    Buat detikers yang berada di Jawa Barat atau Jabodetabek area, pasar tradisional Sunda jadul berikut bisa jadi opsi niis (nongrong bahasa Sunda) sambil healing tipis, plus jajan aneka snack di tempat yang adem dan sejuk.

    1. Pasar Awi Campernik di Cimahi

    Warga membeli makanan di Pasar Awi Campernik, kawasan Eco Wisata Cimenteng, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu (29/9/2024). Pemda Kota Cimahi menggelar Pasar Awi Campernik yang merupakan pasar tradisional dengan nuansa kebun bambu dalam rangka mengembangkan serta mempromosikan produk UMKM khususnya kuliner dan menciptakan destinasi wisata baru di Kota Cimahi. ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr/aww.Pasar Awi Campernik di Cimahi, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Abdan Syakura/agr/aww) Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura

    Jam buka

    • Minggu, 07.00-13.30
    • Pasar hanya buka dua kali dalam satu bulan pada minggu ke-1 dan ke-3

    Alamat

    • Jl. Terobosan, Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat.

    Pasar ini berada di hutan bambu yang rindang dan teduh dalam kawasan ekowisata Cimahi. Di sini ada aneka jajanan tradisional yang tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna kimia berbahaya, dan penguat rasa berlebihan. Misalnya surabi oncom yang gurih dan es goyobod dengan rasa manis kenyal dari agar-agar tepung aci.


    Pengunjung bisa masuk area pasar tanpa dipungut biaya alias gratis. Tapi untuk jajan, pengunjung harus menukar uang dengan koin bambu yang disediakan pengelola. Paling kecil adalah 5 pernik (koin bambu) sama dengan Rp 5.000, lalu ada 10 pernik setara Rp 10 ribu dan 20 pernik senilai Rp 20 ribu. Setelah jajan, pengunjung bisa menikmati kuliner sambil duduk santai di hutan bambu.

    “Cocok buat healing sambil kulineran. Tempatnya unik banget di tengah hutan bambu yang sejuk dan adem. Nuansa tradisional Sunda-nya kerasa dari mulai tatanan pasar sampe kulinernya. Jangan lupa cek jadwal sebelum ke sini untuk memastikan pasanya buka,” tulis akun google Raditya Fadilah.

    2. Pasar Padaringan di Bandung

    Pasar Padaringan Sunda di Hutan Bambu Cibiru Bandung.Pasar Padaringan Sunda di Hutan Bambu Cibiru Bandung (Wisma Putra/detikJabar)

    Jam buka

    • Minggu, 07.00-12.00
    • Pasar hanya buka dua kali dalam satu bulan pada minggu ke-1 dan ke-3

    Alamat

    • Bukit Mbah Garut, Jl. Cilengkrang 1, Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat.

    Hutan bambu yang jadi lokasi pasar Sunda jadul Padaringan, bikin pengunjung betah karena rindang dan sejuk. Selain cuci mata dan relaksasi, pengunjung bisa jajan aneka kuliner tradisional yang bebas bahan berbahaya. Kemasan kuliner menggunakan bahan ramah lingkungan dan tentunya disediakan tempat sampah bagi pengunjung.

    Detikers yang datang ke sini nggak perlu bayar tiket masuk. Namun wajib menukarkan uang menjadi koin yang digunakan untuk jajan kuliner. Koin 5 senilai Rp 5 ribu, 10 adalah Rp 10 ribu, dan 20 setara Rp 20 ribu. Beberapa jenis kuliner yang tersedia adalah surabi, awug, leupuet, es goyobod, dan bandrek. Harga jajanan bergantung dari kebijakan pengelola dan pedagang yang berasal dari UMKM setempat.

    Pasar Sunda jadul Padaringan tak hanya jadi pilihan liburan, tapi juga membawa perbaikan ekonomi masyarakat. Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cisurupan Ari Irawan, perputaran uang di pasar tradisional ini bisa mencapai Rp 20 juta.

    “Ke depannya, efek pasar ini sangat luar biasa untuk meningkatkan perekonomian dan pengenalan seni budaya. Saya harap seluruh masyarakat Kota Bandung bisa berpartisipasi,” kata Ari.

    Dikutip dari medsos dan situs pasar tradisional Sunda jadul Campernik dan Padaringan, jam buka akan ditambah sesuai permintaan pengunjung. Karena itu, detikers yang ingin ke destinasi wisata ini wajib update info lebih dulu ya. Selain itu, pastikan selalu menjaga kebersihan dan tidak membawa pulang koin.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Museum Tionghoa Sukabumi, Jejak Budaya China di Tanah Sunda



    Sukabumi

    Sebuah museum khusus yang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah masyarakat Tionghoa berdiri di tengah hiruk-pikuk kawasan niaga dan kuliner kota Sukabumi.

    Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi ikon baru di kota berjuluk ‘Nizza Van Java’ atau kota yang memesona di Pulau Jawa itu.

    “Museum Tionghoa Soekaboemi didirikan pada 2021 oleh lima tokoh pencinta sejarah yang peduli akan pentingnya melestarikan peninggalan sejarah dan budaya Tionghoa di Kota Sukabumi,” demikian disampaikan Yapsa Dinanthy, sukarelawan yang menjadi pemandu di museum tersebut.


    Yapsa, yang juga kerap disapa Ambu, menuturkan bahwa museum ini menyimpan berbagai koleksi yang memiliki nilai sejarah penting.

    Koleksi-koleksi tersebut berasal dari benda titipan maupun sumbangan warga Sukabumi, kolektor benda kuno, serta pemerhati budaya Tionghoa peranakan di Indonesia.

    Museum yang memiliki empat lantai ini menyimpan koleksi yang beragam. Di lantai satu, kita akan disambut dengan berbagai benda, mulai dari kursi dan meja khas yang umumnya ada di rumah-rumah warga Tionghoa pada masa lampau, lukisan besar yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho di tanah Jawa serta gambaran kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lalu, hingga benda-benda rumah tangga yang dahulu digunakan oleh masyarakat Tionghoa.

    Sementara itu, di lantai dua kita dapat menjumpai koleksi mata uang kertas maupun koin-koin kuno yang berhasil dikumpulkan, mulai dari alat tukar pada masa Kerajaan Mataram Jawa hingga uang keluaran terbaru.

    Altar tempat masyarakat Tionghoa mengenang leluhur mereka juga dapat ditemukan di lantai ini, lengkap dengan peralatan untuk upacara sembahyang dan pemakaman.

    Yapsa kemudian mengajak untuk melihat bagian rooftop museum yang biasa digunakan untuk menggelar acara-acara komunitas sejarah dan melihat lebih jelas bagaimana Kota Sukabumi yang sejuk menyimpan banyak sejarah dan memori, khususnya bagi warga Tionghoa.

    Dia menunjukkan bahwa dari bagian atas museum ini, kita juga dapat menyaksikan harmoni antara warga Tionghoa maupun pribumi yang telah terjalin lama. Ini terlihat dari sebuah kelenteng yang dibangun berdekatan dengan masjid dan gereja.

    “Dahulu, masyarakat Tionghoa dimakamkan dengan membawa serta benda-benda berharga milik mereka, seperti uang, emas, dan lain-lain,” kata Yapsa.

    “Namun, hal itu justru menarik perhatian para pencuri makam, sehingga uang dan emas asli kemudian digantikan dengan uang palsu atau mainan,” tambahnya.

    Museum Tionghoa Sukabumi.Museum Tionghoa Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikJabar

    Di lantai lainnya, kita juga dapat menjumpai koleksi dokumen-dokumen tua dari warga Tionghoa, serta berbagai tengkorak dan spesimen hewan buruan dari era kolonial Belanda.

    Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya di daerah Sukabumi maupun Jawa Barat, untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lampau dan bagaimana kontribusi mereka dalam membangun daerah tersebut.

    Yapsa berharap bahwa dengan banyaknya pelajar maupun pencinta sejarah yang berkunjung ke museum itu akan menghasilkan pengenalan yang lebih mendalam tentang nilai-nilai sejarah Kota Sukabumi, khususnya yang berkaitan dengan komunitas Tionghoa.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Berkenalan dengan Endang Sumitra, Orang Bogor yang Melayani 6 Presiden



    Jakarta

    Endang Sumitra mungkin bukan nama yang akrab di panggung politik nasional, tetapi pria asal Bogor itu mempunyai rekam jejak luar biasa, yakni melayani enam presiden Indonesia. Selama 36 tahun, ia menjadi saksi bisu dinamika kekuasaan, dari era Soeharto hingga Joko Widodo.

    detiktravel berjumpa dengan Endang saat napak tilas untuk menandai ulang tahun Bogor ke-543 pada Sabtu (7/6/2025). Agenda itu tergolong istimewa.

    Acara yang diikuti lebih dari 30 peserta tersebut menyuguhkan kisah dan akar sejarah Bogor, sejak masa Kerajaan Salakanagara, pusat budaya Pajajaran, hingga dikenal dunia sebagai Buitenzorg.


    Riwayat nan panjang itu disampaikan dalam narasi hangat oleh pendiri Komunitas Japas (Jalan Pagi Sejarah) Jhonny Pinot dan Abdullah Abubakar Batarfie. Namun, yang paling menarik dan membuat peserta antusias adalah tuturan Endang. Dia pernah mengabdi di lingkungan Istana Bogor sejak 1982 hingga 2018.

    Endang Sumitra, mantan Kasubag Rumah Tangga dan Protokol Istana BogorKomunitas Jalan Pagi Sejarah (Japas) menyimak paparan tentang riwayat Bogor dari Endang Sumitra, mantan Kasubag Rumah Tangga dan Protokol Istana Bogor (Sudrajat / detikcom)

    Lelaki kelahiran April 1960 itu cukup fasih memaparkan riwayat Istana dan jejak-jejak peradaban yang membentuk wajah Bogor. Juga kisah-kisah humanis saat dia berinteraksi langsung dengan para presiden, mulai Soeharto, BJ Habibie, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.

    “Begitu lulus SMA di Bogor pada 1982 saya bekerja di Istana mengikuti jejak Bapak, Kakek, dan Buyut,” kata Endang yang jabatan terakhirnya Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Protokol Istana Bogor saat berbincang dengan detiktravel di sela-sela acara napak tilas.

    Buyutnya, ia melanjutkan, pernah menjadi Mandor Taman Kebun Raya dan Istana di era Gubernur Jenderal Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh-Stachouwer yang berkuasa di Bogor pada 1936 – 1942. “Kalau Bapak saya pernah jadi sopir pribadi Ibu Fatmawati,” kata Endang.

    Hal itu berlangsung sejak Fatmawati keluar dari Istana sebagai bentuk protes atas keputusan Presiden Sukarno yang menikahi Hartini pada Juli 1953. Fatmawati tinggal di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan.

    Meski cuma berijazah SMA, Endang mengaku rutin mengikuti pelatihan, pembekalan dan penyegaran terkait keprotokoleran tingkat nasional yang digelar oleh Rumah Tangga Istana dan Departemen Luar Negeri. Pesertanya, selain para pegawai Istana Negara dan Merdeka di Jakarta, juga pegawai Istana Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Bali. Dari lingkungan pemerintahan ada perwakilan dari segenap departemen dan lembaga negara, serta pemerintah provinsi.

    “Saya ikut terus sejak Kepala Rumah Tangga Istana dijabat Brigjen Sampurno, Pak Joop Ave, dan Pak Maftuh Basyuni,” ujarnya.

    Endang Sumitra mengisahkan riwayat pembangunan Istana Bogor hingga kisah-kisah humanis para presiden yang pernah dilayaninya.Endang Sumitra mengisahkan riwayat pembangunan Istana Bogor hingga kisah-kisah humanis para presiden yang pernah dilayaninya. (Sudrajat / detikcom)

    Pada 1992/93, atas perintah Ii Atikah Sumantri (Kepala Istana Bogor), Endang melanjutkan kuliah ke Fakultas Hukum Universitas Pakuan. Ia mengambil jurusan Hukum Tata Negara dengan pengajar antara lain Prof Paulus Effendi Lotulung.

    “Karena kuliah sambil kerja, saya baru wisuda pada 1998 setelah Pak Harto lengser,” ujarnya.

    Terkait interaksinya dengan Presiden Soeharto, Endang mengklaim dirinya sebagai orang yang kerap diminta ajudan dan anggota paspampres agar tak jauh-jauh dari lingkaran penguasa Orde Baru itu setiap ke Istana atau ke peternakan di Tapos. Kenapa?

    “Karena saya yang bertugas menjinjing wireless TOA. Kalau berjarak lima meter saja suara Pak Harto pasti tak terdengar oleh hadirin,” kata Endang disambut tawa.

    Kalau dengan Gus Dur, ia melanjutkan, dirinya yang mengatur prosesi pemotongan dan pengolahan daging rusa menjadi sate. Kalau pelayan menyiapkan lima tusuk sate rusa untuk Gus Dur, Endang dipastikan akan menguranginya atas perintah Ibu Sinta Nuriyah menjadi dua tusuk saja. Hal itu dilakukan untuk menjaga kesehatan Gus Dur.

    Dari enam presiden yang pernah dilayaninya, Endang mengaku paling intens berinteraksi dengan Jokowi. Sebab Presiden ketujuh RI itu sejak 2015 sehari-harinya tinggal di pavilion Dyah Bayurini di kompleks Istana Bogor. Jokowi yang menugaskannya menanam aneka bunga warna-warni dan pohon merambat agar lingkungan Istana terkesan menyatu dengan Kebun Raya.

    “Sejak era Pak Harto, entah kenapa kami dilarang menanam perdu atau tanaman merambat. Juga dilarang menanam pohon yang berduri, seperti bunga mawar. Sekalipun harum dan warnanya indah, karena berduri kami tak menanamnya,” ungkap Endang.

    Ia juga yang diminta mendatangkan para pedagang angkringan ke halaman Istana setiap kali Presiden Jokowi menggelar sidang kabinet.

    “Bapak bilang lebih murah dan lebih enak ketimbang menu katering,” ujar Endang.

    (fem/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • 8 Wisata Jembatan Apung, Pesona View Sungai dan Aktivitas Masyarakat


    Jakarta

    Jembatan apung adalah alternatif wisata masyarakat yang menyajikan view kehidupan sungai dan kesibukan masyarakat sehari-hari. Apalagi jika jembatan apung didesain unik hingga menjadi objek wisata ikonik di suatu wilayah.

    Seperti sarana serupa lainnya, jembatan apung menghubungkan wilayah yang terpisah sungai. Jembatan apung menjadi pilihan konstruksi di wilayah dengan tanah labil, yang tidak memungkinkan untuk struktuk konvensional.

    1. Jembatan Apung Kapal Laut


    Jembatan ApungJembatan Apung Kapal Laut di Cilacap (dok. Kementerian PUPR)

    Alamat

    • Mangunjaya, Klaces, Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah.

    Kapal Laut adalah jembatan apung pertama di Indonesia yang dibangun di tanah berstruktur lemah dan tidak memungkinkan untuk pondasi biasa. Jembatan Apung Kapal Laut menggunakan pondasi beton berongga disebut poton, yang bisa mengapung dan stabil sehingga bisa menjadi pijakan jembatan yang sangat kuat.

    Jembatan Apung Kapal Laut sepanjang 71 meter dan lebar 1,8 meter ini mulai digunakan masyarakat pada 2017. Fasilitas ini diharapkan bisa membantu warga Desa Ujung Alang dengan Desa Kleces menyeberang tanpa bergantung pada perahu warga. Tentunya jembatan ini menyediakan view yang sangat khas.

    “Tempatnya indah banget. Jika kapal bisa lewat tiap saat pasti lebih enak main di sini. Apalagi di sini nggak ada pungli. Semoga jembatan ini bisa dirawat dengan baik sehingga kualitasnya selalu baik,” tulis akun google Yoyo Warsino.

    2. Jembatan Perahu Apung H Endang

    jembatan perahu di karawang viral milik h endangjembatan perahu apung di Karawang viral milik H Endang (20Detik)

    Alamat

    • Dusun Kaumjaya RT 15 RW 004, Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

    Jembatan yang dibangun pada 2010 ini menggunakan perahu ponton yang membelah badan sungai Citarum. Fasilitas jembatan menghubungkan Dusun Rumambe 1, Desa Anggadita, Kecamatan Klari dengan Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Hasilnya, akses masyarakat menjadi lebih mudah menuju wilayah lain termasuk menuju Kawasan Industri Mitra (KIM).

    Tarif jembatan apung yang dibangun Haji Endang atau Muhammad Endang Junaedi ini adalah Rp 2 ribu per motor. Kini, masyarakat tak perlu mengeluh akses jalan yang terhambat atau harus muter jauh karena terhalang sungai. Dalam ulasan google review, jembatan ini mendapat respon positif.

    “Jembatan ini hanya untuk motor, bukan rute umum. Dengan tarif Rp 2 ribu bisa dapet view Citarum palig dekat dan indah di Karawang Kota,” tulis akun Jessica Hejichs.

    3. Jembatan Apung Bongas

    jembatan apung bongasJembatan Apung Bongas Foto: Jembatan Apung Bongas (BCL)

    Alamat

    • Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Dalam ulasan google review dijelaskan, Jembatan Apung Bongas menghubungkan warga kampung Cilengkrang dan Balong yang sebetulnya masih dari Desa Bongas. Warga terpisah sejak puluhan tahun lalu akibat genangan waduk Saguling. Akibatnya, warga harus muter dan jalan jauh untuk mengunjungi keluarga satu desa.

    Dengan adanya Jembatan Apung Bongas yang selesai dibangun pada 2022, warga bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan. Jembatan Apung Bongas dikenal juga sebagai Jembatan Balong Cilengkrang (BCL) yang terhubung juga dengan kampung Perlas RW 04 Desa Bongas. Jembatan apung ini tak hanya menopang kebutuhan transportasi warga, tapi juga punya view indah.

    “Jembatan yang sangat indah. Kepada semua pengguna jembatan, wajib berhati-hati dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bukan kecepatan,” tulis akun google Dadi Pebrianto.

    4. Jembatan Apung Leuwidulang Karanganyar-Tanjungjaya Cihampelas

    Jembatan Apung Leuwidolang.Jembatan Apung Leuwidolang dokumen tahun 2021 (google maps)

    Alamat

    • Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Jembatan ini menghubungkan Kampung Bunder, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas dan Kampung Cimonyet, Desa Karang Anyar, Kecamatan Cililin, sehingga kerap disebut Jembatan Bucin (Bunder-Cimonyet). Adanya jembatan memudahkan pengguna yang ingin ke dua kecamatan tersebut atau wilayah lain, tanpa harus muter jauh atau bergantung pada perahu penyebrangan.

    Salah satu ulasan google review menyatakan, masyarakat yang ingin melintasi jembatan harus membayar Rp 5 ribu. Pengguna jembatan juga harus berhati-hati karena kerap agak licin dan ada bagian yang terasa lebih curam. Selain pejalan kaki, jembatan bisa dilintasi kendaraan roda dua. Tentunya, jembatan yang melintasi Waduk Saguling ini menyuguhkan view sangat indah.

    “Bagus, jembatannya terbaik dan bikin betah. Cocok buat foto-foto dan sekadar cuci mata. Buat yang mau melintas, jaga kebersihan ya. Jangan buang sampah sembarangan dan hati-hati,” tulis akun google Nadya Sabila.

    5. Ah Poong Sentul

    Ah Poong SentulAh Poong Sentul (Bekti Yustiarti/d’Traveler)

    Alamat

    • Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ECOART PARK Sentul City).

    Ah Poong sebetulnya adalah kompleks kuliner tepi sungai dengan meja dan kursi yan menghadap ke perairan. Di sini ada pedagang kuliner yang bisa diakses pengunjung dengan perahu penyeberangan atau jembatan apung. Kompleks wisata ini buka Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 dan Sabtu-Minggu jam 08.00-22.00.

    “Tempat makan keluarga yang cukup nyaman, sejuk dan unik. Sebelum masuk kita akan melewati jembatan gantung, lalu arena bermain anak. Di sini ada food court, taman, kolam ikan dan wahana permainan lain yang cocok menjadi lokasi weekend bersama keluarga,” tulis akun Alala Muliba.

    6. Jembatan Apung Surapatin

    Jembatan Surapatin di Bandung BaratJembatan Apung Surapatin di Bandung Barat Foto: Whisnu Pradana

    Alamat

    • Jl Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Jembatan apung ini menghubungkan Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar dan Desa Girimukti, Kecamatan Saguling yang berada di sepanjang aliran sungai Citarum. Warga yang ingin melintas wajib membayar Rp 2 ribu untuk pejalan kaki dan Rp 5 ribu untuk motor. Untuk anak sekolah, guru, pegawai desa dan puskesmas cukup membayar satu kali saja.

    Fasilitas yang beroperasi sejak 2018 ini memiliki panjang 426 meter dengan lebar 2,75 meter dengan bahan utama kayu. Dikutip dari detikNews, Jembatan Apung Surapatin adalah milik Heri Supratikno seorang prajurit TNI. Saat ini jembatan tersebut dikelola keluarga Heri dan masyarakat setempat.

    Selain menyediakan kemudahan akses, jembatan ini memberikan peluang ekonomi bagi warga. Di sepanjang jembatan tersedia saung makan lengkap dengan budidaya ikan yang dikelola warga setempat. Para pelintas bisa selfie dan sekadar cuci mata melihat keindahan waduk Saguling.

    7. Jembatan Apung Sasak Bodas (Cangkorah)

    Alamat

    • Kampung Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

    Sesuai namanya, jembatan ini menghubungkan Kampung Cangkorah dan Kampung Saketando di Desa Cangkorah. Masyarakat yang ingin melintas harus bayar Rp 2 ribu untuk motor dan seribu rupiah bagi sepeda. Jembatan ini punya view indah beserta kuliner enak dan murah yang dikelola warga setempat.

    “Pemandangannya juara, makanannya enak-enak dengan harga yang aman. Tapi kayanya belum banyak yang tau karena sepi, mungkin karena aksesnya lumayan jauh dari Jalan Raya Batujajar,” tulis akun dwita septi.

    Pengunjung juga wajib berhati-hari karena ada bagian jembatan yang terasa licin dan suram. Selain itu plat jembatan yang terbuat dari kayu mulai lapuk sehingga wajib ada usaha perbaikan secepatnya.

    8. Jembatan Apung Situ Rawa Kalong

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah meresmikan Situ Rawa Kalong di Kota Depok. Namun saat ini jembatan atau panggung apung di situ tersebut digembok.Jembatan Apung Situ Rawa Kalong di Kota Depok (Rengga Sencaya)

    Alamat

    • Situ (Danau) Rawa Kalong, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

    Jembatan apung ini adalah hasil revitalisasi Danau Rawa Kalong yang tadinya kumuh dan tidak terurus. Proyek revitalisasi Situ Rawa Kalong digawangi Pemkot Depok dan Pemprov Jawa Barat dengan total dana Rp 21 miliar. Jembatan yang didesain mengikuti arus air ini membelah danau seluas 8,5 hektar.

    Setelah diperbiki, Jembatan Apung Situ Rawa Kalong menjadi destinasi wisata baru bagi warga Jawa Barat. Warga bisa ambil foto, lihat-lihat pemandangan, atau menikmati kuliner sekitar danau.

    Buat detikers yang ingin menikmati healing tipis dan murah di wisata jembatan apung, sebaiknya update lebih dulu kondisi tujuan liburan terbaru. Update info memastikan jembatan apung masih beroperasi dalam kondisi baik dan layak.

    (row/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Di Kampung Ini Jalak Bali Dikonservasi dengan Adat dan Gotong-royong Warga



    Tabanan

    Jalak bali nyaris punah. Di kampung ini, satwa itu dilindungi lewat adat.

    Adalah di Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, jalak bali mempunyai rumah. Di kampung itu dilakukan konservasi jalak bali berbasis kekuatan hukum adat yang ditaati masyarakat setempat.

    Bendesa Adat Tengkudak, I Nyoman Oka Tridadi, menyebutkan bahwa Banjar Tingkihkerep memiliki awig-awig (aturan adat) khusus yang melindungi lingkungan dan habitat jalak Bali. Salah satu aturan pentingnya adalah larangan menebang pohon tanpa izin. Jika dilanggar, pelakunya diwajibkan menanam dua pohon pengganti, terutama pohon buah-buahan yang bisa menjadi sumber pakan bagi burung jalak Bali.


    “Kalau ada warga, bahkan dari luar banjar, yang nebang pohon, dia harus tanam dua pohon. Terutama yang bisa jadi makanan jalak Bali,” ujar Oka Tridadi, Minggu (8/6/2025), dikutip dari detikbali.

    Menariknya, aturan pelestarian itu hanya berlaku di Banjar Tingkihkerep dan tidak diberlakukan di banjar adat lain di desa tersebut.

    “Masyarakat di sini memang memiliki semangat tinggi dalam menjaga satwa dan lingkungan sekitarnya,” Oka menambahkan.

    Banjar Tingkihkerep bukan dipilih secara sembarangan sebagai lokasi konservasi. Project Manager dari Yayasan FNPF I Made Sugiarta mengatakan bahwa pemilihan lokasi dilakukan setelah observasi mendalam, mempertimbangkan faktor geografis, kekuatan hukum adat, dan karakter masyarakatnya.

    burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)burung jalak Bali di Kampung Jalak Bali, Banjar Tingkihkerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (8/6/2025). (I Dewa Made Krisna Pradipta)

    “Kampung Jalak Bali ini bukan sekadar tempat wisata, tapi kawasan konservasi berbasis edukasi. Hanya saja, yang masih kurang itu ruang informasi. Jadi wisatawan belum terlalu paham soal karakter atau perkembangan jalak Bali di sini,” ujarnya.

    Yayasan FNPF bekerja sama dengan Balai KSDA dan sejumlah akademisi Universitas Udayana dalam program ini, yang kini menjadi salah satu contoh konservasi berbasis masyarakat yang berhasil.

    Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menilai keberadaan Kampung Jalak Bali sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung pariwisata Jatiluwih yang telah mendunia sebagai warisan budaya UNESCO.

    “Desa Jatiluwih itu ikonnya Penebel. Nah, desa-desa di sekitarnya, seperti Tengkudak, bisa jadi penyangga. Apalagi Kampung Jalak Bali ini punya konsep yang sangat menarik dan ramah lingkungan,” kata dia.

    Kecamatan juga terus menggali potensi lokal lainnya, mulai dari pertanian, budidaya kopi, durian, lebah madu, hingga wisata religi untuk memperkuat daya tarik kawasan Penebel secara keseluruhan.

    Saat ini, tantangan utama yang dihadapi Kampung Jalak Bali adalah minimnya fasilitas dasar untuk wisatawan, seperti ruang informasi dan toilet. Manik Mastawa akan mengusulkan kebutuhan ini kepada Dinas Pariwisata Tabanan agar bisa segera direalisasikan.

    “Saya rasa ini wajib ada, dan akan kami sampaikan ke pemerintah daerah,” kata dia.

    (fem/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • 6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat, Ada yang Tutup dan Masih Buka


    Jakarta

    Restoran unik memungkinkan pengunjung punya pengalaman makan baru, tak sekadar menikmati kuliner. Misalnya restoran unik yang terinspirasi pesawat, sehingga pengunjung bisa merasakan ambiance makan di kabin.

    Tempat makan ini ada yang menggunakan replika, namun sebagian lain memakai bodi pesawat asli. Tentunya, pengelola restoran melakukan renovasi yang memungkinkan pengunjung lebih nyaman saat makan.

    6 Restoran Unik Terinspirasi Pesawat

    Tidak semua restoran terinspirasi pesawat bisa bertahan di masyarakat. Namun bangunannya masih menjadi spot memori bagi lingkungan sekitar. Berikut beberapa restoran unik terinspirasi pesawat dikutip dari akun dan medsos resto terkait


    1. Rest Area Wisata Arifin Manasik Center

    Jam buka

    Alamat

    • Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

    Restoran di rest area Bandung-Banjar ini menggunakan replika pesawat kepresidenan sebagai areal makan dengan dicat merah putih mirip kendaraan khas kepresidenan. Meja dan kursi untuk pengunjung disusun di samping jendela pesawat.

    Pengunjung juga bisa sekadar masuk ke dalam replika dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu. Selain tempat makan, rest area ini juga menyediakan replika Istana Negara RI dan Ka’bah bagi yang mau manasik. Rest area ini cocok menjadi destinasi wisata saat liburan.

    “Tempatnya nyaman dan luas. Cuma, kamar mandi yang katanya eksekutif tapi kurang terawat dan bau. Mungkin karena banyak pengunjung waktu mudik. Selebihnya bagus,” tulis akun google Adnya Krisna.

    2. Rumah Makan Neraray Ganjeng

    Jam buka

    Alamat

    • Desa Sukaluyu, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

    Rumah makan dengan pesawat di bagian atap ini sempat viral pada tahun 2017-2018, namun tutup hingga laporan ini dibuat pada Juni 2025. Padahal, restoran masakan Sunda ini juga punya view yang sangat menarik. Tidak diketahui penyebab restoran ini tutup setelah beroperasi hanya setahun.

    3. Keramas Aero Park

    Jam buka

    Alamat

    • Jl. Bay Pass Ida Bagus Mantra KM 28 Keramas, Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali.

    Keramas Aero Park adalah restoran yang menggabungkan eksotisme pesawat Boeing 737-400, konsep ground bar, dan keindahan alam. Lokasi restoran di dalam komplek Pantai Keramas menawarkan view laut biru, pasir halus, dan sawah hijau yang bisa dilihat dari kejauhan.

    Keramas Aero Park tidak menyediakan banyak meja dan kursi untuk pengunjung dalam pesawat. Namun pengunjung masih bisa menikmati hidangan di area makan tepat di bawah pesawat. Di sini pengunjung bisa memandang lepas alam sekitar yang sangat cocok untuk healing.

    “Kita bisa memilih tempat duduk di bawah atau di dalam badan pesawat. Menunya banyak ada hidangan khas Bali, menu nusantara, western, dan perpaduan. Toilet bersih, wangi, dan tempat parkir luas. Viewnya adem,” tulis akun google Kumala Gunadiputra

    4. Jogja Airport Resto

    Jam buka

    Alamat

    • Kadirojo I, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Restoran ini memberikan pengalaman makan yang benar-benar seperti dalam pesawat. Seluruh interior tidak diganti namun tetap disesuaikan untuk kenyamanan makan. Misal, penggunaan meja makan dengan kursi yang masih asli dari pesawat. Pengunjung bisa melihat ruang kokpit dan simulator pesawat yang bisa digunakan pengunjung semua usia.

    Jogja Airport Resto mendapat ulasan positif dari para pengunjung seperti yang bisa dilihat dalam google review. Selain ambiance yang menyenangkan dan berbeda, rasa hidangan serta pelayanan berkualitas menjadi perhatian pengunjung. Terutama, pengunjung yang datang bersama anak dan keluarganya.

    “Salah satu resto yang perlu dicoba sangat recommended karena makanan enak, service ramah, dan harga sangat terjangkau. Anak-anak sangat suka bisa lihat pesawat secara langsung,” tulis akun google Ridjang Budiyanto.

    5. Steak 21 GaluhMas

    Jam buka

    Alamat

    • Mall Karawang Central Plaza, Jl. Galuh Mas Raya No.1 Lantai Dasar Lot A 1-2, Sukaharja, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

    Resto Steak 21 GaluhMas menyediakan suasana makan di dalam kabin pesawat. Ambiance ini bisa dirasakan langsung saat memasuki kabin dengan area penyimpanan barang penumpang masih berada tepat di atas kursi. Restoran merenovasi kursi dan meja makan sehingga lebih nyaman bagi pengunjung.

    Suasana makan dalam pesawat makin kental dengan pelayan yang menggunakan seragam pilot dan pramugari. Pengunjung juga bisa foto dalam ruang kokpit yang masih dipertahankan dalam interior pesawat. Pengalaman makan di dalam pesawat Boeing 737-400 ini memperoleh tanggapan positif dari pengunjung.

    “Unik, kita bisa foto di dalam kokpit pesawat dan pakai topi pilot. Staf restoran ramah, menu makanan sesuai harga, dan suasananya benar-benar menyenangkan. Saya suka banget makan di sini, pokoknya recommended,” tulis akun google Prastio yang sempat berkunjung ke resto pesawat ini.

    6. Steak 21-Summarecon Bekasi

    Jam buka

    Alamat

    • Ruko La Terrazza, Ground Floor Unit A, Komplek Summarecon Bekasi, Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.

    Pengunjung bisa merasakan suasana makan di private jet pesawat Boeing 747-400 yang berbadan lebar. Bagi pengunjung yang ingin privasi, bisa pesan VIP room dan ruang dengan layar LED atau 360 derajat. Resto ini jadi pilihan tempat makan bersama anak, keluarga, dan orang-orang terdekat.

    “Baru kali ini kebagian makan di pesawatnya tanpa waiting list. Makan di sini jelas pengalaman dan suasana baru. Pelayannya juga super ramah. Kalau datang pas hari kerja dan suasananya nggak terlalu ramai, pengunjung bisa bebas memilih kursi,” tulis akun google Ahmad Nayaka.

    Buat detikers yang ingin berkunjung ke restoran unik terinspirasi pesawat, sebaiknya pesan tempat lebih dulu. Reservasi memastikan pengunjung bisa makan di kabin sehingga bisa benar-benar merasakan ambiance pesawat.

    (row/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Puncak Sering Macet Parah, Bogor Barat Bisa Jadi Alternatif, Ada Glamping



    Jakarta

    Sejumlah warga memilih menghabiskan waktu libur panjang (long weekend) di wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor, sebagai alternatif wisata dari kawasan Puncak yang kerap mengalami kemacetan.

    Salah satu pengunjung, Erwin (23), mengatakan dirinya bersama teman-temannya memilih berkemah di kawasan Lembah Cipanas Kelapa 3, Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    “Kami ingin suasana berbeda, jauh dari hiruk-pikuk kota. Selain itu, ke arah Puncak juga macet, jadi kami memilih ke sini untuk berkemah dan berendam air panas,” kata Erwin seperti dilansir Antara, Senin (9/6/2025).


    Ia mengaku telah memesan tempat berkemah satu minggu sebelumnya. “Kami booking seminggu sebelumnya, dan ternyata memang seru banget, nggak rugi,” katanya.

    Sementara itu, pengelola Lembah Cipanas Kelapa 3, Melani Susanti, menjelaskan bahwa pengunjung dapat menikmati fasilitas pemandian air panas maupun area camping ground. Menurutnya, masyarakat dapat memilih untuk hanya berkunjung atau sekaligus menginap.

    “Kalau hanya ingin menikmati pemandian air panas saja juga bisa. Untuk tiket kunjungan hari biasa Rp15.000 dan akhir pekan Rp20.000 per orang, belum termasuk parkir,” jelasnya.

    Bagi pengunjung yang ingin berkemah, pengelola menyediakan dua pilihan paket glamping dengan tarif Rp550.000 dan Rp 650.000 per malam, baik di hari biasa maupun akhir pekan. Selain itu, pengunjung juga diperkenankan membawa tenda sendiri dengan tarif Rp50.000 per orang.

    Melani menambahkan, waktu check-in untuk berkemah dimulai pukul 14.00 WIB dan check-out pada pukul 12.00 WIB keesokan harinya.

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Rekomendasi 10 Tempat Sarapan di Bandung, Sedia Menu Sejak Jam 06.00


    Jakarta

    Sarapan kerap dikatakan sebagai waktu makan paling penting sepanjang hari. Tak heran jika sarapan wajib diisi menu enak, beragam, dan sarat gizi. Tentunya lebih asyik jika disediakan di tempat nyaman, sejuk, dengan harga terjangkau.

    10 Tempat Sarapan di Bandung, Wajib Coba

    Dikutip dari situs dan medsos terkait, berikut tempat sarapan rekomendasi di Bandung untuk detikers.

    1. Lontong Kari Kebon Karet

    lontong kari kebon karet.lontong kari kebon karet (Instagram @lontongkarikebonkaret)

    Jam buka

    • Senin: 06.30-18.00
    • Selasa-Minggu: 06.00-18.00

    Tarif per orang:

    • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

    Alamat:

    • Jl. Otto Iskandardinata, Gang Kebon Karet Nomor 28, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

    Selain lontong, di sini ada mi dan nasi yang tentunya dihidangkan dengan kari kaya bumbu serta rasa gurih nikmat. Tempat sarapan dan makan sehari-hari yang telah berdiri sejak 1966 ini sangat populer serta mendapat ulasan positif.


    “Tempat sarapan pagi yang enak dan legend banget. Suasananya seger banget kalo datang lebih pagi. Makanannya enak, terutama lontong kari dan lontong kari spesial. Harga berbanding lurus dengan rasa,” tulis akun google humas agnes.

    2. Bubur Ayam Mang H Oyo Pusat (ASLI)

    bubur ayam mang h. oyobubur ayam mang h. oyo (dok. detikFood)

    Jam buka

    Tarif per orang

    • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

    Alamat

    • Jl. Sultan Tirtayasa Nomor 49b, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

    Ulasan google review menyatakan, Bubur Ayam Mang H Oyo adalah standar makanan sejenis asli Bandung yang sangat otentik. Selain rasa yang enak, suasana sekitar tempat makan juga sangat menyenangkan di salah satu pusat keramaian Kota Bandung.

    “Pilihan pas untuk sarapan keluarga, karena lokasinya lumayan dekat dari Lapangan Gasibu/Gedung Sate. Habis lari pagi, langsung sarapan bubur. Di sini buburnya nggak tumpah kalau dibalik sesuai klaimnya asal tidak pakai topping. Tipe bubur kental pekat yang tidak pakai kuah,” tulis akun google Basma Khoirunnisa.

    3. Warung Nasi Ibu Imas

    Warung Nasi Ibu Imas.Warung Nasi Ibu Imas (Anindyadevi Aurellia/detikJabar)

    Jam buka

    Tarif per orang

    • Rp 25-50 ribu bergantung pesanan

    Alamat

    • Jl. Balonggede Nomor 67/48/38/93, Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung.

    Tempat makan ini sempat viral karena sambal dadak dan jukut goreng hingga dihidagkan banyak restoran lain. Warung Nasi Ibu Imas sangat legendaris hingga dianggap sebagai warisan kuliner khas Bandung, dengan rasa nikmat yang tidak pernah berubah.

    “Terbaik banget Warung Nasi Ibu Imas ini dari dulu rasanya tidak pernah berubah. Apalagi sekarang sudah tersedia parkir luas, sehingga nggak usah bingung buat pengunjung yang mau makan di sini. Tempatnya ramai terus dan banyak banget pilihan menunya,” tulis akun google Isnaeni Cahyaninngrum.

    4. Warung Kopi Imah Babaturan

    Di 'Imah Babaturan' Bandung Ada Nasgor Cumi Cabe Ijo Sedap!Kopi enak di Imah Babaturan (Andi Annisa DR/detikfood)

    Jam buka

    Tarif per orang

    Alamat

    • Jl. Kebon Bibit Nomor 3, Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

    Resto ini menyediakan aneka minuman kopi dengam berbagai takaran dan makanan ringan hingga berat khas masakan Indonesia. Pengunjung bisa menikmati menu pesanannya di ruangan dengan atau tanpa AC. Areal Warung Kopi Imah sangat luas dan nyaman, dengan pelayanan yang cepat.

    “Masakan rumahan dengan rasan yang semuanya enak-enak. Tempatnya nyaman bisa pilih tempat berAC atau luar ruangan tanpa pendingin udara. Di sini juga ada special menu tiap weekend, tentunya dengan harga terjangkau,” tulis akun google amanda.

    5. Bellamie Boulangerie

    Jam buka

    Tarif per orang

    Alamat

    • Jl. Cihapit Nomor 35, Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

    Dalam ulasan google review dijelaskan, Bellamie Boulengarie dikenal dengan berbagai menu pastry, cookies, dan roti yang dibuat per hari. Dengan konsep restoran keluarga dengan nuansa natural, restoran ini menyediakan menu untuk anak.

    “Ini adalah bakery kafe yang selalu ramai dan bikin puas dengan produk bakery serta menu lainnya. Kafe ini punya dua lantai dengan arena dasar untuk nonsmoking dan di atas adalah semi indoor smoking. Tempat duduknya juga banyak sehingga cocok disewa untuk acara,” seperti ditulis akun rista munikha.

    6. Hummingbird Eatery & Space

    Menu makanan di Hummingbird Eatery & SpaceMenu makanan di Hummingbird Eatery & Space (dok. Instagram @hummingbirdeateryandspace)

    Jam buka

    Tarif per orang

    Alamat

    • Jl. Progo Nomor 16, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

    Sesuai namanya, resto ini menyediakan arena luas dan hidangan yang sangat enak termasuk untuk menu anak. Tatanan ruang sangat modern sehingga nyaman bagi tiap pengunjung dan sangat indah dilihat.

    “Seru banget karena tempatnya cozy dengan makanan yang bener-bener enak! Scramble sedap banget, kentangnya juga renyah, telur terasa lembut banget. Bumbunya pas plus nggak bikin enek,” seperti dijelaskan dalam akun google Yelsi Sriwana.

    7. Yoghurt Cisangkuy

    Yoghurt Cisangkut, kuliner legendaris di Kota BandungYoghurt Cisangkut, kuliner legendaris di Kota Bandung (Naja Sarjana/detikJabar)

    Jam buka

    Tarif per orang

    Alamat

    • Jl. Cisangkuy Nomor 66, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

    Selain aneka yoghurt, resto ini juga menyediakan minuman lain plus makanan ringan dan berat. Pilihan menu ini tentunya cocok bagi pengunjung yang datang bersama keluarga. Resto berkonsep outdoor ini sangat adem dan sejuk.

    “Suasananya adem, kalau datang pagi belum ada yang ngerokok jadi udara terasa lebih segar. Di sini juga banyak pohon jadi makin terasa rindang dan teduh. Pelayanan ramah dan cepat. Kalau pakai kendaraan parkirnya di jalanan sekitaran taman lansia,” tulis akun Laura Kirana.

    8. Sagoo Kitchen & Kopi Lay

    sagoo kitchensagoo kitchen (detikFood)

    Jam buka

    Tarif per orang

    Alamat

    • Jl. Trunojoyo Nomor 27, Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

    Ulasan google review menyatakan, resto ini sesuai dengan taglinenya bring back the old memories dari tatanan ruang dan pilihan menu. Tentunya semua menu sangat worth untuk dicoba sebagai menu sarapan, makan siang, brunch, atau makan malam.

    “Restonya nyaman, tenang, dan tidak terlalu ramai sesuai jam kunjungan. Area tempat makan luas dengan pilihan meja makan dan kursi beragam. Di sini juga ada taman dengan semua tempat ditata sangat apik. Toilet, tempat cuci tangan, dan mushala sangat bersih terawat,” tulis akun Rumii.

    9. Kehidupan Tidak Pernah Berakhir

    Jam buka

    Tarif per orang

    Alamat

    • Jl. Pajajaran Nomor 63, Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

    Restoran vegan ini menyediakan menu berbahan sayuran, jamur-jamuran, kacang-kacangan, bulir, herbal dan rempah, serta aneka tanaman lain. Tentunya, menu tersedia dengan rasa enak dan harga affordable. Pengunjung yang datang di pagi hari bisa mencicipi menu dalam kondisi baru matang dan lengkap.

    “Tempat makan ini walau terkesan jadul tapi makanannya enak. Harga menu kebanyakan seperti di warteg, kecuali untuk makanan inovasi misal steak dari kedelai. Di pintu depan menawarkan keripik rumput laut dan ada konten manfaat hidup vegan di ruang tengah,” tulis akun Khazanah Fadhilah N.

    10. Banceuy Nasi Lemak, Braga

    Jam buka

    Tarif per orang

    Alamat

    • Jl. Banceuy Nomor 117, Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.

    Tempat makan ini menyediakan menu khas Malaysia yang cocok dengan lidah orang Indonesia. Buat pengunjung yang ingin dine in bisa memilih resto di cabang Jl Kresna, Cicendo. Sedangkan untuk yang take away, bisa pesan makanan di Jl Banceuy.

    Ulasan google review menyatakan, cabang Jl Banceuy bisa untuk makan di tempat namun kurang nyaman. Resto terasa sempit dan panas karena dekat dapur, meski tidak terlalu ramai.

    Sebelum berkunjung, jangan lupa update harga dan ketersediaan menu supaya detikers tidak kecewa. Selain itu, pastikan untuk selalu jaga kebersihan dan ikut antri selama menunggu pesanan hingga selesai makan.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Daftar 10 Wisata Kolam Alami dari Mata Air Pegunungan, Indah dan Sejuk


    Jakarta

    Kolam alami dengan mata air dari gunung atau bukit selalu menarik untuk dikunjungi. Air bersih, hawa sejuk, dan pemandangan alam indah sangat tepat untuk liburan bareng keluarga. Apalagi bila lokasi wisata ini sangat strategis dan mudah dijangkau.

    10 Wisata Kolam Alami dari Mata Air Pegunungan

    Kolam alami ini ada yang mempertahankan alam sekitar, namun sebagian lain berinovasi sesuai kebutuhan pengunjung. Berikut rekomendasi kolam alami untuk detikers dikutip dari medsos dan situs terkait

    1. Kolam Renang Tirta Alam


    Tiket masuk

    • Senin-Jumat Rp 8 ribu
    • Sabtu, Minggu, libur nasional Rp 10 ribu

    Jam buka

    Alamat

    • Kampung Ciharashas, RT 05/RW 01, Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat.

    Air di spot wisata strategis Bogor ini berasal dari sumber asli pegunungan. Tidak heran jika airnya sangat bersih, tidak bau kaporit, dan terasa sejuk di badan. Kolam Renang Tirta Alam mendapat ulasan yang sangat baik di google review.

    “Airnya alami nggak pakai kaporit. Lingkungannya juga bersih dan sejuk. Akses hanya untuk motor dan parkiran berlumpur,” tulis akun Google Faris.

    2. Kolam Renang Taman Batu/Cijanun

    Tiket masuk

    • Rp 25 ribu per orang
    • Sewa ban, kecil Rp 10 ribu dan besar Rp 20 ribu

    Jam buka

    • Senin-Kamis 08.00-17.00
    • Jumat-Minggu 08.00-19.00

    Alamat

    • Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

    Ulasan google review menyatakan, kolam renang dan pemandangan di spot wisata ini sangat baik. Fasilitas kamar mandi dan kamar ganti mudah diakses dengan petugas yang gercep. Namun akses menuju lokasi patut menjadi pertimbangan sebelum berkunjung,

    “Akses masuk dari jalan raya lumayan jauh, dengan kondisi jalan jelek berbatu dan banyak debu. Sebenernya betah di situ karena adem, banyak kamar mandi, dan bisa camping, tapi akses jalan bikin kapok nggak mau balik,” tulis akun binti triastutik.

    3. Umbul Ponggok

    Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten.Wisata air Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten (Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)

    Tiket masuk

    • Senin-Jumat Rp 10 ribu
    • Sabtu, Minggu, libur nasional Rp 15 ribu

    Harga berubah sesuai fasilitas tambahan yang dipilih pengunjung

    Jam buka

    • Senin-Jumat 08.00-16.00
    • Sabtu, Minggu, libur nasional 08.00-17.00

    Alamat

    • Jl. Delanggu-Polanharjo Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

    Wisata Umbul Ponggok sudah sangat terkenal dengan air jernih, sejuk, spot foto bawah air yang bagus banget untuk update medsos, dan snorkeling yang tidak di laut. Warganet berharap, Umbul Ponggol bisa selalu menjaga kualitas air dan pelayanannya.

    “Pastinya bisa menjadi tempat wisata air alami yang menyenangkan untuk berenang, foto, atau sekadar duduk-duduk. Wisata air dan fasilitas pendukungnya pasti bisa selau terawat dan terus berkembang,” tulis akun Sahru Maskur.

    4. Kolam Renang Cibulan

    Kolam Renang Cibulan di Kuningan.Kolam Renang Cibulan di Kuningan (Mohamad Taufik/detikJabar)

    Tiket masuk

    • Anak-anak Rp 22 ribu
    • Dewasa Rp 25 ribu

    Jam buka

    Alamat

    • Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

    Ulasan google review menyatakan, harga tiket masuk kolam renang alami ini tergolong pricey dibanding wisata sejenis. Namun terbayar tuntas dengan kolam bersih, air sejuk, cukup kamar mandi dan kamar ganti, serta fasilitas kuliner yang tertata rapi.

    “Lumayan mahal dibandingkan dengan beberapa tempat wisata lain dengan fasilitas sejenis. Tapi setidaknya pelayan penjual makanan dan penjaga kamar mandinya ramah,” seperti ditulis akun alyas nz.

    5. Mata Air Cimincul

    Wisata Mata Air Cimincul yang berada di Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.Wisata Mata Air Cimincul di Subang (Dwiky Maulana Velayati/detikJabar)

    Tiket masuk

    • Anak-anak Rp 15.000
    • Dewasa Rp 20.000

    Jam buka

    Alamat

    • Cimincul, Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

    Pesona Mata Air Cimincul sudah lama dikenal masyarakat setempat hingga menjadi tempat wisata favorit warga. Fasilitas hiburan sudah sangat baik, namun kebersihan kamar mandi dan lingkungan wajib diperhatikan pengelola agar jumlah kunjungan makin naik.

    “Sayang kamar mandi kotor, banyak sampah, pintu rusak, dan bau pesing seperti tidak diurus padahal pengunjung harus bayar. Tolong pengelola memperbaiki dan memperhatikan lagi fasiltas di Cimincul,” tulis akun Puput Novia.

    6. Umbul Sidomukti

    Umbul SidomuktiUmbul Sidomukti (Geandre Destrian/d’Traveler)

    Tiket masuk

    • Senin-Jumat Rp 10 ribu
    • Sabtu, Minggu, libur nasional Rp 15 ribu

    Jam buka

    Alamat

    • Umbul Sidomukti, Manggung, Jimbaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

    Destinasi wisata dengan bintang 4,6/5 ini tentu tak perlu diragukan lagi kualitasnya. Umbul Ponggok tidak hanya menyediakan air sejuk, kolam bersih, kamar mandi serta kamar mandi yang mudah diakses pengunjung, tapi juga layanan wisata lain.

    Di Umbul Ponggok tersedia kafe, tempat makan, dan wahana outdoor bagi penyuka petualangan. Pengunjung juga bisa menginap di bungalow yang disediakan penglola atau camping bersama teman dan keluarga. Tentunya tersedia juga spot foto untuk update daily life di medsos.

    7. Taman Wisata Air Panas Guci

    Pengunjung mandi air panas Pancuran 13 di obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (12/4/2024). Menurut data pengelola air panas Pancuran 13 yang berada di kaki Gunung Slamet itu jumlah pengunjung pada H+2 libur Lebaran meningkat dari biasanya 1.000 orang menjadi 4.000 orang yang didominasi pengunjung dari luar kota. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/pras.Pancuran 13 salah satu obyek wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

    Tiket masuk

    Belum termasuk tiket wahana, fasilitas, dan layanan yang dipilih

    Jam buka

    • Setiap hari 24 jam, ada juga yang menyatakan pukul 07.00-20.00

    Alamat

    • Jl. Raya Karangsari-Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

    Obyek wisata ini sudah lama dikenal sebagai sumber air panas alami yang cocok untuk lokasi piknik semua usia. Pengelola destinasi wisata selalu berinovasi memberi layanan terbaik dengan aneka wahana. Termasuk keberagaman aneka kuliner di Taman Wisata Air Panas Guci.

    8. Kolam Renang Tirta Sanita

    Tiket masuk

    • Anak-anak Rp 12 tibu
    • Dewasa Rp 15 ribu

    Jam buka

    Alamat

    • Jl. Raya Ciseeng, Bojong Indah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Destinasi wisata inijadi pilihan karena dekat dengan Bogor, Depok, dan Jakarta. Buat para pengunjung, harga tiket tidak sama dengan tarif masuk pemandian air panas Tirta Sanita Ciseeng. Tarif berendam dalam air panas adalah Rp 20 ribu per orang selama 20 menit.

    PR pengelola adalah kebersihan dan ketersediaan fasilitas kamar mandi serta kamar ganti untuk pengunjung. Jika tersedia cukup, pengunjung mungkin bisa lebih betah dan angka kunjungan semakin meningkat.

    9. Umbul Sigedhang-Kapilaler

    Umbul Kapilaler di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten.Umbul Kapilaler di Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten Achmad Hussein Syauqi/detikJateng)

    Tiket masuk

    Jam buka

    • Senin-Sabtu 08.00-16.00
    • Minggu dan libur nasional 08.00-17.00

    Alamat

    • Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

    Mata air (umbul) ini dianggap sebagai spot wisata yang wajib dikunjungi bila berada di Klaten atau wilayah sekitarnya. Umbul Sigedhang dinilai lebih sesuai untuk anak-anak karena dangkal, sedangkan Kapilaler cocok bagi remaja dan dewasa dengan kedalaman 1,5-1,8 meter.

    “Air di sini sangat sejuk, super segar, dan bersih karena langsung dari sumbernya. Di sini juga ada ikan besar yang hidup bebas di kolam, sehingga bikin pengalaman renang makin seru. Apalagi fasilitas di sini lengkap dan pegawaianya sangat ramah,” tulis akun google Abkolik.

    10. Wisata Air Taja Herang

    Tiket masuk

    Jam buka

    • 24 jam disarankan pagi-sore

    Alamat

    • Desa Ciseuti, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

    Wisata ini belum dikelola secara profesional sehingga pengunjung wajib berhati-hati, serta memastikan anak-anak tetap aman. Dasar kolam masih batu sehingga pengunjung rawan jatuh dan terluka. Akses jalan masih asli tanah licin, berlumpur, dan hanya cukup untuk motor.

    Kendati begitu, pesona Taja Herang atau Tajaherang dengan dua kolam ini tak perlu diragukan. Komplek wisata ini masih mempertahankan kondisi alam yang dikelilingi sawah, lengkap dengan sumber air yang berasal dari bebatuan bukit.

    Buat detikers yang ingin ke kolam alami dari mata air pegunungan, jangan lupa update info di medsos atau situs terkait untuk memastikan ketersediaan layanan. Jangan lupa menggunakan pakaian renang yang nyaman dan aman sehingga bisa beraktivitas dengan baik.

    (row/fem)



    Sumber : travel.detik.com