Blog

  • Pesona Tersembunyi Leuwi Hejo, Bogor



    Jakarta

    Traveler yang ingin basah-basahan di weekend yang lokasinya dekat Jakarta, bisa datang nih ke Leuwi Hejo. Air terjun dengan kolam air yang jernih bisa digunakan traveler bermain air sambil mandi di sekitar lokasi curug.

    Leuwi dalam bahasa Sunda berarti relungan atau kolam, sedangkan hejo berarti hijau. Sesuai dengan namanya, air terjun ini yang diapit tebing batu pegunungan ini juga punya pemandangan indah.

    Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo (Instagram @whatraveltrekkingclub)

    Curug Leuwi Hejo terletak di Kampung Wangan Cileungsi, Karang Tengah, Babakan Madang, Sentul, Bogor. Jika kamu ke sini dengan menggunakan kendaraan roda empat bisa langsung keluar di pintu Tol Sentul lalu ambil ke arah kawasan Jungleland dan jarak ditempuh sekitar 4 jam perjalanan dari Jakarta.


    Lokasi detailnya bisa ditemukan di Google Maps kok.

    Daya tarik

    Selain punya kolam air terjun yang jernih, datang ke sini traveler bisa menikmati curug lain karena Leuwi Hejo memiliki beberapa curug dengan total jumlahnya ada lima. Mulai dari Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Liek, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet dan Curug Baliung.

    Lokasi antara curug yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu jauh kok. Hanya memerlukan waktu sekitar 5-15 menit dengan perjalanan tracking.

    Oh iya, saking indahnya, Curug Leuwi Hejo sering disebut sebagai Green Canyon Bogor. Curug Leuwi Hejo sendiri memiliki kedalaman yang bervariatif mulai dari kedalaman 2 meter hingga 10 meter. Airnya yang berwarna kehijauan membuat pemandangannya semakin indah.

    Harga tiket masuk dan operasional

    Biaya masuk ke Curug Lewi Hejo ini sangat terjangkau. Hanya dengan membayar Rp 15.000 sekali datang, kamu bisa menikmati keindahan alam di sini. Dan jika ingin mendatangi curug lainnya cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 10.000.

    Tetap patuhi protokol kesehatan saat berkunjung ke Curug Leuwi Hejo. Jika tertarik datang ke sini, kamu bisa mampir setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

    (sym/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesan Hotel untuk Liburan Akhir Tahun, Lebih Hemat di Trans Hotel Group!



    Jakarta

    Akhir tahun sudah di depan mata, saatnya mulai merencanakan liburan bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat. Jangan tunggu hingga mendekati tanggal keberangkatan, karena biasanya harga hotel akan melonjak dan ketersediaan kamar semakin terbatas.

    Kabar baiknya, Trans Hotel Group menghadirkan berbagai pilihan hotel bintang 5 dengan layanan premium dan fasilitas lengkap yang bisa kamu pesan lebih awal dengan harga lebih bersahabat. Mulai dari destinasi favorit di Bandung, Bali, hingga Kota Makassar semua siap memberikan pengalaman menginap terbaik untuk liburan akhir tahun kamu.

    Mengapa Harus Booking Lebih Awal di Trans Hotel Group?

    Harga Lebih Murah

    Pesan sekarang, nikmati tarif kamar yang lebih hemat dibandingkan saat high season akhir tahun.


    Pilihan Kamar Lebih Lengkap

    Dengan booking lebih awal, kamu punya kesempatan memilih tipe kamar sesuai kebutuhan, baik untuk liburan keluarga besar maupun intimate trip berdua.

    Fasilitas Premium

    Setiap hotel di Trans Hotel Group menawarkan pengalaman menginap berkelas, mulai dari infinity pool, spa, restoran mewah, hingga akses strategis ke pusat kota dan destinasi wisata.

    Momen Liburan Lebih Tenang

    Dengan reservasi lebih cepat, kamu tidak perlu khawatir kehabisan kamar atau terburu-buru mencari penginapan di detik terakhir.

    Hotel Favorit Pilihan untuk Liburan Akhir Tahun

    1. The Trans Luxury Hotel Bandung
    Cocok untuk keluarga, lengkap dengan fasilitas kids club dan akses langsung ke Trans Studio Bandung.

    2. The Trans Resort Bali
    Suasana tropis khas Pulau Dewata dengan villa private pool yang memanjakan.

    3. The Trans Hotel Makassar
    Penginapan strategis dengan pemandangan laut yang indah dan fasilitas modern.

    Segera Pesan untuk Liburan Lebih Hemat

    Liburan akhir tahun adalah momen yang selalu dinantikan, jadi jangan sampai rencana liburanmu terganggu karena harga hotel melonjak atau kamar sudah penuh. Dengan booking sekarang di Trans Hotel Group, kamu bisa memastikan liburan berjalan lancar, nyaman, dan pastinya lebih hemat.

    Jangan tunggu lagi, reservasi lebih awal selalu jadi pilihan terbaik untuk liburan akhir tahun yang berkesan!

    (ddn/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jadwal Kereta Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta



    Jakarta

    Kereta api menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya, termasuk Tanjung Priok. Jalan-jalan ke sana makin mudah jika tahu jadwal kereta apinya.

    Jadwal keberangkatan dari Tanjung Priok ke Jakarta dan sebaliknya tidak seperti commuter line (KRL) Jabodetabek. Mengetahui jadwal keberangkatannya membuat rencana perjalanan lebih efisien. Berikut jadwal keberangkatan kereta dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota.

    Jadwal Kereta Stasiun Tanjung Priok-Jakarta Kota

    Kereta commuterline dari Stasiun Tanjung Priok memiliki satu jalur berwarna pink yaitu dengan tujuan Jakarta Kota. Menurut laman KAI Commuter, kereta pertama berangkat pada pukul 05.30 dan kereta terakhir berangkat pada pukul 21.00 WIB.


    Perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota hanya memerlukan waktu selama sekitar 16 menit. Berikut jadwalnya:

    05:30, 06:00, 06:30, 07:00, 07:30, 08:00, 08:30, 09:00, 09:30, 10:00, 10:30, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:00, 13:30, 14:00, 14:30, 15:00, 15:30, 16:00, 16:30, 17:00, 17:30, 18:00, 18:30, 19:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00.

    Jadwal Kereta Stasiun Jakarta Kota-Tanjung Priok

    Keberangkatan pertama kereta dari Stasiun Jakarta Kota ke Tanjung Priok dimulai dari pukul 05.00 WIB, sementara keberangkatan terakhirnya pada pukul 20.30 WIB.

    Berikut jadwalnya:

    05:00, 05:30, 06:00, 06:30, 07:00, 07:30, 08:00, 08:30, 09:00, 09:30, 10:00, 10:30, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:00, 13:30, 14:00, 14:30, 15:00, 15:30, 16:00, 16:30, 17:00, 17:30, 18:00, 18:30, 19:00, 19:30, 20:00, 20:30.

    Rute KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok

    Kereta dari Stasiun Tanjung Priok hanya melalui beberapa stasiun. Berikut rutenya:

    • Tanjung Priok
    • Ancol
    • Kampung Bandan
    • Jakarta Kota

    Tarif Kereta dari Stasiun Tanjung Priok

    Tarif kereta dari Stasiun Tanjung Priok berbeda-beda tergantung tujuannya. Untuk selain tujuan Ancol, Kampung Bandan, dan Jakarta Kota, pengguna KRL harus transit terlebih dahulu. Berikut tarif kereta dari Stasiun Tanjung Priok:

    Tanjung Priok-Jakarta Kota: Rp 3.000
    Tanjung Priok-Manggarai: Rp 3.000
    Tanjung Priok-Tanah Abang: Rp 3.000
    Tanjung Priok-Jatinegara: Rp 3.000
    Tanjung Priok-Tangerang: Rp 4.000
    Tanjung Priok-Depok: Rp 5.000
    Tanjung Priok-Cikarang: Rp 6.000
    Tanjung Priok-Parung Panjang: Rp 6.000
    Tanjung Priok-Citayam: Rp 6.000
    Tanjung Priok-Bogor: Rp 7.000

    Itulah jadwal keberangkatan kereta dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota dan sebaliknya. Sebelum menggunakan KRL relasi Tanjung Priok-Jakarta wajib update info jadwal lebih dulu, untuk memastikan ketersediaan layanan. Semoga informasi ini membantumu, ya.

    (bnl/fem)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pogung, Kawasan Kuliner Favorit di Jogja



    Yogyakarta

    Pogung merupakan sebuah daerah yang berlokasi di utara Universitas Gadjah Mada (UGM), masuk ke Kelurahan Sinduadi, Sleman. Kawasan ini merupakan pemukiman padat dengan banyak gang. Bahkan, Pogung dijuluki sebagai ‘labirin-nya Yogyakarta’.

    Di antara gang dan jalan, terdapat banyak rumah makan dengan ragam menu dan harga. Tak ayal, Pogung menjadi destinasi wisata kuliner Jogja.

    Berikut beberapa aspek yang menjadikan Pogung sebagai destinasi wisata kuliner:


    1. Ragam pilihan makanan

    Jajanan Kaki Lima

    Pogung terkenal dengan banyaknya penjual makanan kaki lima yang menawarkan berbagai macam jajanan, mulai dari gorengan, sate, hingga makanan ringan lainnya yang bisa dinikmati sambil berjalan-jalan.

    Restoran dan Warung Makan

    Selain jajanan, terdapat banyak warung makan dan restoran dengan menu tradisional hingga menu internasional, serta berbagai pilihan kopi dan minuman kekinian. Contohnya Lotek Pandega Putri, Bara Bakery dan Gelato, Mie ayam dan Bakso Woyo-woyo, Broklat dan Seblak Mang Een.

    Pilihan Harga Terjangkau

    Berada di lingkungan kampus, mayoritas tempat makan di Pogung menawarkan harga yang relatif terjangkau. Wisata kuliner di sini akan membuat perut kenyang tanpa membuat kocek berat.

    2. Lokasi dan Suasana

    Terletak di Dekat Kampus

    Kawasan ini banyak dihuni oleh mahasiswa, sehingga suasana di Pogung sangat hidup dan dinamis dengan banyaknya tempat makan yang buka hingga larut malam.

    Akses Mudah

    Lokasinya yang strategis di tengah-tengah kota Yogyakarta memudahkan akses bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan mencicipi makanan di sini.

    3. Pengalaman Wisata Kuliner Otentik

    Nuansa Lokal

    Pogung memberikan pengalaman kuliner yang otentik, di mana pengunjung bisa merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat Yogyakarta sambil menikmati hidangan lokal yang lezat.

    Kreativitas Kuliner

    Banyak tempat makan di Pogung yang menawarkan kreasi makanan yang unik dan inovatif, menggabungkan cita rasa lokal dengan sentuhan modern.

    4. Dampak Ekonomi Lokal

    Mendukung Usaha Lokal

    Keberadaan Pogung sebagai pusat kuliner mendorong pertumbuhan usaha makanan dan minuman di daerah tersebut, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • 5 Curug Cantik Dekat Bekasi, Bisa Jadi Spot untuk Liburan Singkat



    Bekasi

    Bekasi selama ini dikenal sebagai kota industri yang sibuk dan padat penduduk. Tapi siapa sangka, tak jauh dari hiruk-pikuk kota, ada sejumlah curug atau air terjun cantik yang bisa jadi pilihan untuk melepas penat.

    Mulai dari air terjun tersembunyi di tengah kota, hingga yang berada di kaki gunung, semuanya bisa dijangkau dalam waktu 1-2 jam saja dari Bekasi.

    1. Curug Parigi – Bekasi

    Curug Parigi merupakan air terjun terdekat dari pusat Kota Bekasi. Berlokasi di Bantargebang, curug tersebut bisa dicapai hanya dalam waktu sekitar 30 menit dari Jalan Raya Narogong.


    Meski tak terlalu tinggi, aliran airnya melebar seperti tirai alami yang kerap disebut-sebut mirip Niagara mini. Tempat ini cukup populer untuk spot foto karena tampilannya yang unik.

    Namun, fasilitas di lokasi masih tergolong sederhana. Jadi, sebaiknya bawa bekal sendiri dan pastikan untuk tidak meninggalkan sampah.

    2. Curug Cigentis – Karawang

    Sekitar 1,5 jam berkendara dari Bekasi, traveler bisa menemukan Curug Cigentis yang terletak di Kecamatan Tegalwaru, Karawang. Air terjun ini dikelilingi oleh hutan lebat yang membuat udara di sekitarnya terasa sejuk dan menyegarkan.

    Curug Cigentis KarawangCurug Cigentis Karawang. (Asti Azhari/detikTravel)

    Harga tiket masuknya juga cukup ramah di kantong, sekitar Rp 25 ribu per orang. Selain bermain air, pengunjung juga bisa trekking ringan menyusuri jalur alam sambil menikmati suasana pegunungan.

    3. Curug Leuwi Hejo – Bogor

    Bergeser ke kawasan Sentul, Bogor, ada Curug Leuwi Hejo yang terkenal karena airnya yang bening berwarna kebiruan. Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu berjalan kaki menyusuri jalur setapak selama kurang lebih 20 menit.

    Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoCurug Leuwi Hejo. (Luthfi hafidz/detikcom)

    Begitu tiba, rasa lelah langsung terbayar dengan pemandangan kolam alami yang menggoda untuk langsung diceburin. Tak heran kalau tempat tersebut jadi favorit wisatawan muda dari Jakarta dan Bekasi.

    4. Curug Bidadari – Sentul

    Masih di kawasan Sentul Paradise Park, Curug Bidadari menawarkan air terjun setinggi 40 meter dengan aliran yang cukup deras. Di bawahnya terdapat kolam buatan yang dikelola dengan baik, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung.

    Mulai dari area parkir, kamar mandi, hingga wahana permainan air tersedia di sini. Tempat ini cocok untuk liburan keluarga yang ingin menikmati suasana alam tanpa mengorbankan kenyamanan.

    5. Curug Nangka – Bogor

    Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorCurug Nangka. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

    Bagi traveler yang suka tantangan dan kegiatan outdoor, Curug Nangka di kawasan kaki Gunung Salak bisa jadi opsi menarik. Lokasinya memang cukup jauh, sekitar dua jam dari Bekasi, tapi pemandangan hutan pinus dan gemericik air sepanjang jalur membuat perjalanan terasa menyenangkan.

    Jalur menuju curug ini tergolong menantang, sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan petualangan ringan sambil menikmati alam.

    Tips Wisata ke Curug

    Datanglah di pagi atau siang hari untuk menghindari keramaian, terutama di akhir pekan. Lalu, gunakan alas kaki yang nyaman dan tahan air, karena sebagian besar curug hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

    Kemudian yang tak kala pentingnya, bawa kantong sampah sendiri dan pastikan tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata.

    Dan juga jangan lupa untuk selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Karena air terjun bisa berbahaya saat musim hujan atau hujan deras turun tiba-tiba.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Pesona Keanekaragaman Hayati Indonesia Timur, Cocok untuk Traveler dan Patut Dijaga



    Waisai

    Indonesia Timur dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam paling luar biasa di dunia. Dari bawah laut Raja Ampat yang sering dijuluki sebagai surga dunia hingga lebatnya hutan Papua yang menyimpan banyak flora dan fauna langka.

    Wilayah itu menawarkan pengalaman yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga sangat penting untuk kelestarian lingkungan.

    Tak heran jika banyak pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri, menjadikan kawasan ini sebagai destinasi impian. Raja Ampat yang terletak di Papua Barat Daya, dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia.


    Di sana, hamparan terumbu karang menjadi rumah bagi ratusan spesies ikan dan biota laut lainnya yang jarang ditemukan di tempat lain. Menyelam di perairan tersebut seperti masuk ke dunia lain yang menakjubkan.

    Keindahan serupa juga bisa dinikmati di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kawasan ini kini berkembang menjadi pusat penelitian kelautan dan destinasi edukasi ekowisata yang semakin menarik perhatian traveler.

    Tak hanya bawah lautnya yang memesona, daratan Indonesia Timur pun menyimpan sejuta keindahan. Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur menjadi salah satu ikon pariwisata yang menggabungkan panorama savana, bukit-bukit eksotis, serta laut jernih berwarna biru kehijauan.

    Namun yang paling terkenal tentu saja adalah Komodo, kadal raksasa purba yang hanya bisa ditemukan di sana. Sementara itu, Papua menyuguhkan hutan hujan tropis yang menyimpan kekayaan hayati luar biasa.

    Burung cenderawasih, yang dikenal dengan bulunya yang indah, serta beragam tanaman endemik, menjadikan wilayah ini sangat penting bagi upaya pelestarian alam secara global.

    Sayangnya, pesona alam yang luar biasa ini tidak lepas dari berbagai ancaman. Aktivitas pertambangan, penangkapan ikan berlebihan, serta dampak negatif dari pariwisata massal menjadi tantangan besar.

    Contohnya, penolakan terhadap tambang nikel di sekitar Raja Ampat beberapa waktu lalu menjadi pengingat bahwa ekosistem di kawasan tersebut sangat rentan. Traveler yang datang ke Indonesia Timur diharapkan tak hanya menikmati keindahan alamnya, tapi juga ikut menjaga keberlanjutannya.

    Mulai dari memilih operator wisata yang peduli lingkungan, mematuhi aturan konservasi, hingga menghormati budaya lokal. Semua ini adalah langkah sederhana yang bisa memberi dampak besar.

    Membawa botol minum sendiri, menghindari penggunaan plastik sekali pakai, serta membeli produk kerajinan lokal juga merupakan bagian dari perjalanan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Musim kemarau, yang biasanya berlangsung dari Mei hingga September, disebut sebagai periode terbaik untuk berkunjung. Cuaca cenderung cerah dan laut lebih tenang, sehingga aktivitas wisata pun lebih nyaman.

    Namun, mengingat setiap daerah memiliki karakter cuaca yang berbeda, ada baiknya traveler selalu mengecek prakiraan cuaca terkini sebelum berangkat.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Jejak Prabu Jayabaya yang Konon Moksa di Petilasan Pamuksan Kediri



    Kediri

    Ada satu tempat bersejarah di Kediri yang dipercaya sebagai tempat moksanya Prabu Jayabaya. Seperti apa kisahnya?

    Di balik hiruk-pikuk kehidupan kota Kediri yang semakin modern, tersimpan sebuah tempat yang masih dipenuhi kisah-kisah mistis sekaligus spiritual. Tempat itu bernama Petilasan Pamukasan Sri Aji Joyoboyo.

    Situs ini diyakini sebagai tempat Prabu Jayabaya, seorang raja bijaksana dari Kerajaan Kadiri, untuk bertapa dan meninggalkan jejak batin yang hingga kini tetap hidup dalam ingatan masyarakat.


    Siapa Prabu Jayabaya?

    Nama Jayabaya tak bisa dilepaskan dari Jangka Jayabaya, ia dikenal akan kesaktiannya melalui ramalan yang disebut-sebut mampu meramalkan peristiwa besar Nusantara, dari penjajahan bangsa asing, masa sulit yang panjang, hingga tibanya zaman kemerdekaan.

    Ramalan ini tak hanya beredar dari mulut ke mulut, tetapi juga mengakar kuat sebagai bagian dari tradisi lisan Jawa. Tak heran jika petilasan ini sering dianggap sebagai ruang bersemayamnya energi masa lalu-tempat di mana doa, harapan, dan rasa penasaran bercampur menjadi satu.

    Salah satu kepercayaan yang melekat erat pada Jayabaya adalah bahwa ia tidak meninggal secara biasa, melainkan moksa atau lenyap bersama raganya menuju ke alam lain. Keyakinan ini membuat petilasan Pamuksan dihormati bukan hanya sebagai tempat bertapa, tetapi juga diyakini sebagai titik peralihan Jayabaya dari dunia fana menuju keabadian.

    Bagi masyarakat Jawa, moksa menandai kesempurnaan hidup seorang manusia, dan bagi Jayabaya, itu menjadi simbol kebijaksanaan sekaligus keagungan yang melampaui batas waktu.

    Setiap hari, terutama menjelang malam Jumat, petilasan ini tak pernah sepi oleh peziarah. Warga datang dari berbagai daerah untuk berziarah, menyalakan dupa, dan merapalkan doa.

    “Kalau saya ke sini, rasanya adem. Ada yang beda dari tempat lain,” ujar Sulastri (45), seorang peziarah asal Nganjuk.

    Dia mengaku rutin datang setiap bulan ke patilasan ini untuk berdoa agar usaha keluarganya selalu diberi kelancaran dan diberi kesehatan.

    Diselimuti Kisah Mistis

    Tentu saja di balik jejak Prabu Jayabaya yang bersemayam, ada kisah mistis yang santer terdengar. Beberapa pengunjung mengaku pernah mencium wangi bunga tiba-tiba, mendengar suara gamelan samar, hingga merasakan seolah sedang diawasi.

    Meski sulit dibuktikan secara logika, cerita-cerita itu justru membuat daya tarik petilasan semakin kuat. Banyak peziarah yang datang ke sini karena penasaran.

    Sendang Tirto Kamandanu: Sumber Kehidupan dan Ritual

    Tak jauh dari bangunan patilasan, terdapat Sendang Tirto Kamandanu, kolam alami dengan mata air yang mengalir melalui tiga tingkatan yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian.

    Airnya dipercaya memberi manfaat bagi kehidupan, serta membawa berkah bagi mereka yang menggunakannya. Kolam ini juga dilengkapi dengan arca Syiwa Harihara (simbol perdamaian) dan Ganesha, menandakan harmoni spiritual dan kebijaksanaan.

    Petilasan Pamukasan KediriPatilasan Jayabaya Kediri Foto: (dok. Istimewa)

    Setiap tanggal 1 Sura, masyarakat mengadakan upacara adat di kawasan sendang, berupa prosesi ritual napak tilas untuk menghormati Jayabaya. Upacara ini menjadi momentum sakral, di mana mistis dan budaya berpadu, menarik perhatian peziarah dan wisatawan.

    “Kalau cuci muka di sumur itu bisa bikin bersih aura dan awet muda,” tutur Mbah Sempu (77), sesepuh desa yang sejak kecil sudah mendengar kisah tentang kesaktian air sendang tersebut.

    Tak Hanya Destinasi Wisata, tapi Juga Warisan Budaya

    Bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Kediri, petilasan ini bukan sekadar objek wisata, tetapi juga warisan budaya leluhur.

    Keteguhan mereka menjaga serta melestarikan tradisi dan budaya sebagai warisan leluhur yang harus dijaga dengan khidmat, menghargai keteguhan masyarakat di Jawa Timur dalam menjaga serta melestarikan tradisi dan budaya.

    Sebagian orang mungkin menganggap tempat ini adalah untuk ngalap berkah, tapi bagi yang lain, tempat ini adalah ruang untuk menapaktilasi sejarah. Bagi sebagian lainnya, sekadar destinasi wisata dengan nuansa mistis yang tak ditemukan di tempat lain.

    Yang jelas, petilasan ini menjadi saksi bagaimana warisan leluhur tidak hanya bertahan dalam ingatan, sekaligus memberi denyut ekonomi kecil bagi masyarakat setempat.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nikmati Senja Sambil Lihat Kereta, Ini Kafe Bekas Stasiun Belanda di Jogja



    Jogja

    Sebuah stasiun kereta disulap menjadi tempat nongkrong kekinian di Jogja. Inilah Kostaka, Kopi Stasiun Kalasan.

    Kedai kopi ini berada di Jalan Stasiun Kalasan, Kringinan, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kostaka menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh warga Jogja untuk rehat dari rutinitas. Tujuan mereka rata-rata nongkrong dengan melihat kereta yang lalu lalang.


    Mulai beroperasi mulai pukul 09.00-22.00 WIB, pengunjung bisa masuk ke arah stasiun yang kini tak lagi beroperasi. Yang perlu traveler tahu, kafe ini tidak berada di gedung stasiunnya, melainkan di laman dan gedung perkantoran stasiun.

    Gedung stasiun yang dibangun Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1929-1930, bisa dibilang terbengkalai begitu saja. Namun sekelilingnya menjadi area parkir, sementara kafe berada di bagian belakang.

    Kedai kopi dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

    Puluhan meja tertata rapih di bawah rindangnya pepohonan. Sisi gedung juga dibuat kanopi agar ada meja semi outdoor. Kemudian di dalam bangunan ada pula meja jahit yang digunakan sebagai tempat makan. Sungguh unik!

    Saat sore, Kostaka biasanya ramai oleh pengunjung yang membawa anak-anak. Meski telah non-aktif sejak 2007, namun lintasan ini selalu ramai dengan kereta. Mulai dari kereta jarak jauh sampai KRL.

    Semakin malam, kafe ini seakan ikut berdenyut. Difasilitasi dengan live music show, pengunjung makin betah nongkrong. Menu cemilan sampai makanan berat pun tersedia, yang direkomendasikan adalah es tape susu, gorengan, wedhang dan nasi goreng petai. Sungguh nikmat!

    “Enak pemandangannya alam, ada live music, untuk keluarga nyaman dan ada tempat bermain anak,” kata Nelson, seorang ayah dari dua anak yang kerap datang ke sana untuk nongkrong bersama keluarga.

    Kedai kopi di dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

    Memang, yang membuat kafe ini menarik adalah tempat bermain anak yang berada persis di samping kereta. Jangan khawatir, karena pagar penghalang dipasang sepanjang lintasan, sehingga aman untuk anak-anak.

    Saat gemuruh kereta dan bunyi peringatan terdengar, anak-anak akan berlarian ke pagar untuk melihat kereta yang lewat. Tak terkecuali pengunjung muda-mudi yang juga kerap terlihat di duduk manis di sana.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Nikmati Senja Sambil Lihat Kereta, Ini Kafe Bekas Stasiun Belanda di Jogja



    Jogja

    Sebuah stasiun kereta disulap menjadi tempat nongkrong kekinian di Jogja. Inilah Kostaka, Kopi Stasiun Kalasan.

    Kedai kopi ini berada di Jalan Stasiun Kalasan, Kringinan, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

    Kostaka menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh warga Jogja untuk rehat dari rutinitas. Tujuan mereka rata-rata nongkrong dengan melihat kereta yang lalu lalang.


    Mulai beroperasi mulai pukul 09.00-22.00 WIB, pengunjung bisa masuk ke arah stasiun yang kini tak lagi beroperasi. Yang perlu traveler tahu, kafe ini tidak berada di gedung stasiunnya, melainkan di laman dan gedung perkantoran stasiun.

    Gedung stasiun yang dibangun Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) pada 1929-1930, bisa dibilang terbengkalai begitu saja. Namun sekelilingnya menjadi area parkir, sementara kafe berada di bagian belakang.

    Kedai kopi dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

    Puluhan meja tertata rapih di bawah rindangnya pepohonan. Sisi gedung juga dibuat kanopi agar ada meja semi outdoor. Kemudian di dalam bangunan ada pula meja jahit yang digunakan sebagai tempat makan. Sungguh unik!

    Saat sore, Kostaka biasanya ramai oleh pengunjung yang membawa anak-anak. Meski telah non-aktif sejak 2007, namun lintasan ini selalu ramai dengan kereta. Mulai dari kereta jarak jauh sampai KRL.

    Semakin malam, kafe ini seakan ikut berdenyut. Difasilitasi dengan live music show, pengunjung makin betah nongkrong. Menu cemilan sampai makanan berat pun tersedia, yang direkomendasikan adalah es tape susu, gorengan, wedhang dan nasi goreng petai. Sungguh nikmat!

    “Enak pemandangannya alam, ada live music, untuk keluarga nyaman dan ada tempat bermain anak,” kata Nelson, seorang ayah dari dua anak yang kerap datang ke sana untuk nongkrong bersama keluarga.

    Kedai kopi di dekat stasiun KalasanKedai kopi di bekas stasiun Kalasan Foto: Mellisa Bonauli/detikTravel

    Memang, yang membuat kafe ini menarik adalah tempat bermain anak yang berada persis di samping kereta. Jangan khawatir, karena pagar penghalang dipasang sepanjang lintasan, sehingga aman untuk anak-anak.

    Saat gemuruh kereta dan bunyi peringatan terdengar, anak-anak akan berlarian ke pagar untuk melihat kereta yang lewat. Tak terkecuali pengunjung muda-mudi yang juga kerap terlihat di duduk manis di sana.

    (bnl/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Wisata Alternatif yang Bisa Dijajal Traveler di Sekitar Gunung Merapi



    Yogyakarta

    Kawasan Gunung Merapi memang punya pesonanya sendiri. Sehingga banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke sana.

    Meski dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, daya tariknya justru terletak pada perpaduan antara keindahan alam, sejarah letusan yang dramatis, hingga kehidupan masyarakat yang tetap berdiri tegak di sekitarnya.

    Namun, sebelum traveler tergoda menyusun rencana liburan ke sana, ada baiknya menyimak perkembangan terkini. Hingga September 2025 ini, status Gunung Merapi masih berada di siaga level III.


    Pendakian ke puncak melalui jalur seperti Selo dan Sapu Angin masih ditutup total sejak 2018, dan belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali dalam waktu dekat. Kondisi ini dipertegas oleh laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta sejumlah media nasional.

    Nah jangan khawatir traveler, sebagai alternatifnya, di sekitar kaki Gunung Merapi juga ada banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi tanpa harus menantang bahaya. Kawasan seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Cangkringan tetap menyimpan segudang pengalaman seru yang aman dinikmati oleh wisatawan.

    Salah satu yang paling populer tentu saja adalah Lava Tour Merapi. Naik jeep terbuka, kamu akan diajak menyusuri bekas aliran lava erupsi 2010. Di sepanjang perjalanan, pemandangan dramatis bekas rumah-rumah yang luluh lantak, sungai kering yang jadi jalur lahar, hingga batu-batu besar yang terlontar dari kawah menjadi saksi bisu dahsyatnya Merapi.

    Jika ingin suasana yang lebih tenang, Kaliurang bisa jadi pilihan tepat. Udaranya sejuk, banyak penginapan bergaya klasik Jawa, dan cocok untuk wisata keluarga. Di sana juga ada Ullen Sentalu Museum, tempat yang tak hanya menyimpan benda-benda bersejarah dari Dinasti Mataram, tapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang begitu mendalam.

    Tak jauh dari sana, ada juga Bunker Kaliadem. Tempat ini dulu digunakan sebagai tempat perlindungan saat erupsi, namun sekarang menjadi spot favorit wisatawan untuk menikmati panorama Merapi dari kejauhan. Saat cuaca cerah, puncak Merapi terlihat jelas berdiri megah di balik kabut tipis.

    Selain itu, buat traveler yang ingin menikmati sisi edukatif dari bencana Merapi, ada Museum Sisa Hartaku di Desa Petung. Museum kecil itu menampilkan sisa-sisa rumah, motor, peralatan rumah tangga, hingga kerangka hewan ternak yang tak sempat diselamatkan saat erupsi.

    Semuanya ditata secara apa adanya, membuat pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana dahsyatnya letusan Merapi saat itu.

    Jangan lupa, kawasan ini berada di zona rawan bencana, dan cuaca di pegunungan bisa berubah cepat. Maka dari itu, selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat, dan ikuti arahan dari petugas atau pemandu lokal.

    (upd/wsw)



    Sumber : travel.detik.com