Tag: ngopi yuk

  • 5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopi


    Jakarta

    Meski kopi terkenal sebagai minuman yang memiliki banyak manfaat kesehatan, tapi ada beberapa efek sampingnya. Salah satunya menimbulkan rasa cemas dan gelisah.

    Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda usai minum kopi. Ada yang baik-baik saja usai minum kopi karena merasa lebih berenergi dan semangat, tapi ada juga yang justru merasa cemas dan gelisah.

    “Hal ini disebabkan karena kafein adalah stimulan alami dan salah satu efek utamanya adalah memblokir reseptor adenosin yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan dopamin, noradrenalin, dan glutamat,” ungkap ahli gizi Lamorna Hollingsworth.


    Dalam sistem kardiovaskular, kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung seseorang. Sementara dalam sistem saraf pusat, dosis kafein yang lebih rendah memang bisa meningkatkan aktivitas motorik dan kewaspadaan, tetapi mengonsumsi dosis yang lebih tinggi dapat menghasilkan gejala kecemasan.

    Karenanya banyak ahli kesehatan menyarankan untuk mengurangi asupan kopi secara berkala, terutama bagi mereka yang sensitif kafein.

    Selain itu, untuk meredakan atau mencegah efek ini, ada lima cara yang bisa diperhatikan ketika akan ngopi. Berikut informasinya dari NWPhysicians (30/12):

    1. Banyak Minum Air Putih

    Hidrasi Tubuh Tak Hanya dengan Air Mineral, Bisa dengan 2 Minuman IniMinum Air Putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/YSedova

    Penggemar kopi sering melupakan kebiasaan yang penting ini, yaitu minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Terutama di pagi hari, sebaiknya minum dulu dua gelas air putih sebelum mulai ngopi.

    Karena kopi ini memiliki sifat diuretik yang membuat orang lebih sering buang air kecil. Kebiasaan ini jika tidak ditopang dengan asupan dari air putih, lama kelamaan tubuh akan mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan.

    2. Pilih Kualitas Kopi

    5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopi5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopi Foto: Ilustrasi iStock

    Kebanyakan kopi memiliki rasa pahit karena kopi sudah dipanggang. Perlu diingat, bahwa kopi yang berkualitas rasanya tidak terlalu pahit. Namun jika rasa kopi tidak enak, sampai harus ditambahkan cream, gula dan sebagainya, artinya kualitas kopi sudah tidak terlalu bagus.

    Untuk memastikan kopi yang dibeli masih dalam keadaan segar, sebaiknya beli bubuk kopi dari tempat yang menggiling biji kopi sendiri. Cara lainnya bisa dengan beli biji kopi dan mengolahnya di rumah dengan cara sederhana.

    3. Minum Vitamin

    ilustrasi minum vitaminilustrasi minum vitamin Foto: ilustrasi/thinkstock

    Kopi secara alami memiliki pH sekitar 5, dan semakin rendah pH kopi maka semakin asam sifatnya. Serta menurunkan kadar pH pada tubuh manusia.

    Sebagai perbandingan, air mineral memiliki pH 7 dan pH lemon sekitar 2,5. Sementara pH kopi tidak melulu di angka 5, tapi ini angka rata-rata. Salah satu hal yang mempengaruhi pH kopi adalah proses roasting atau pemanggangan kopi.

    Efek dari pH ini membuat tubuh kadang kekurangan kalsium dan magnesium sehingga membuat orang merasa gelisah atau tak enak badan. Untuk mengurangi efek ini bisa minum vitamin atau suplemen dengan kandungan kalsium dan magnesium. Bisa diselingi dengan konsumsi buah dan sayuran yang tinggi akan kadar alkaline.

    4. Perbaiki Pola Tidur

    Semakin sedikit waktu tidur yang didapatkan, orang-orang akan semakin membutuhkan kopi. Efek dari kopi ini tentu saja membuat orang lebih susah tidur. Efek stimulan yang didapatkan dari kafein ini berasal dari pelepasan senyawa noradrenalin ke kelenjar adrenal, yang letaknya tepat di atas ginjal.

    Saat kelenjar ini tidak mendapatkan istirahat yang cukup dari tubuh, tentunya akan membuat tubuh lebih cepat lelah. Sehingga muncul efek-efek seperti rasa gelisah dan cemas.

    Pastikan istirahat yang cukup, sehingga adrenal dalam tubuh bisa pulih. Agar tetap bisa ngopi tanpa mengalami efek samping yang parah di tubuh.

    5. Waktu Minum Kopi

    5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopi5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopi Foto: Ilustrasi iStock

    Untuk mengurangi efek samping dari minum kopi, perhatikan waktu ngopi. Hindari minum kopi dalam perut kosongdan tunggu sekitar satu jam setelah bangun pagi. Agar tubuh bisa menyesuaikan efek kopi ketika masuk di tubuh.

    Hindari juga minum kopi kurang dari 8 jam waktu tidur agar waktu tidur tidak terganggu dengan efek kafein yang membuat orang sulit tidur.

    Jika langkah-langkah ini dilakukan secara rutin, efek samping seperti gelisah dan cemas akan berkurang dengan seiringnya waktu saat minum kopi.

    (sob/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Waspada! Kafein Kopi Bisa Menyebabkan Keracunan, Ini Sebabnya!


    Jakarta

    Kopi memang bisa membuat orang berenergi dan memberikan banyak manfaat sehat. Namun, kafein pada kopi juga bisa menyebabkan keracunan.

    Kopi banyak diminati bukan hanya karena enak, tetapi juga karena mendatangkan manfaat baik. Banyak zat di dalam kopi yang memberikan manfaat, salah satunya kafein.

    Kafein adalah stimulan alami yang bekerja untuk memberi stimulasi pada otak dan sistem saraf pusat agar mencegah seseorang dari rasa lelah. Kafein juga dapat meningkatkan mood dan fungsi otak.


    Namun, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga tidak baik. Kafein bisa memberi efek buruk. Jika terlalu banyak, kafein justru berubah menjadi racun dalam tubuh. Kafein pun menimbulkan rasa gelisah hingga membuat seseorang sulit tidur.

    Oleh karena itu, penting mengukur batasan kafein yang dikonsumsi setiap harinya agar tidak menimbulkan potensi keracunan kafein.

    Untuk mengetahuinya lebih jelas, simak penjelasan berikut, seperti yang dirangkum dari wellandgood.com (28/06/2023).

    1. Mengenal sensitif kafein dan keracunan kafein

    5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum KopiKeracunan kafein berbeda dengan sensitif kafein karena gejalanya pun berbeda. Foto: Ilustrasi iStock

    Penting mengetahui tanda-tanda sensitif kafein dengan keracunan kafein.

    Seorang Dokter bernama Dr. Boyer mengungkap, sensitif kafein adalah suatu reaksi buruk terhadap kafein yang menimbulkan kegelisahan hingga hipervigilensi dan memicu buang air kecil. Di sisi lain, keracunan kafein ditandai dengan peningkatan detak jantung yang sering dan dramatis, tekanan darah sangat rendah, muntah, dan kejang.

    Untuk mengetahui seberapa banyak kafein yang bisa ditolerir, kamu mungkin akan melakukan dengan cara coba-coba. Misalnya, dengan minum kafein di pagi hari saat perut kosong atau meminumnya sampai tiga cangkir untuk mengetahui seberapa kuat tubuh mendapat asupan kafein.

    Namun, keracunan kafein yang sebenarnya memerlukan perhatian medis. Keracunan kafein terjadi ketika seseorang terlalu banyak konsumsi kafein dalam waktu singkat.

    2. Jumlah kafein yang bisa jadi racun

    Sirup maple untuk campuran kopiPotensi keracunan kafein bisa dilihat dari seberapa banyak kafein yang dikonsumsi dalam waktu cepat. Foto: iStock

    Dr.Boyer mengatakan, beberapa keadaan bisa menentukan potensi keracunan kafein.

    “Jumlah kafein yang bisa menjadi racun tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengasup kafein, toleransi terhadap zat, dan lain sebagainya,” ujar Dr. Boyer.

    FDA (Food and Drug Administration) mencatat, efek toksik biasanya terjadi saat orang mengonsumsi 1.200 miligram kafein dalam jangka waktu singkat.

    Jumlah kafein dalam setiap minuman yang kamu minum tergantung dari banyak faktor. Misalnya espresso yang punya 64 miligram kafein atau kopi instan yang punya 62 miligram kafein.

    Perlu diingat, kopi bukanlah salah satu sumber kafein. Kafein juga bisa didapat dari beberapa minuman lain, seperti teh putih, teh hijau, atau teh hitam yang mengandung 12 gram kafein. Minuman berenergi juga mengandung kafein sekitar 80 sampai 150 miligram per dua kaleng minuman.

    Untuk menjaga asupan kafein, sebaiknya lakukan beberapa perhitungan. Sejumlah otoritas, termasuk FDA di Amerika merekomendasikan untuk maksimal mengonsumsi 400 miligram kafein per hari.

    Batasan asupan kafein yang aman bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Batas asupan kafein yang aman

    Dr.Boyer mencatat, keracunan kafein telah menjadi hal umum dalam beberapa waktu terakhir. Terutama karena meningkatnya minat dalam mengonsumsi minuman kafein, seperti kopi, teh, atau minuman berenergi.

    Namun, tidak semua keracunan kafein membawa malapetaka. Menurut Dr.Boyer, keracunan kafein yang parah sampai mematikan masih jarang terjadi.

    Hal ini juga disebabkan karena penanganan medis yang cepat dan tepat. Saat orang keracunan kafein ditandai dengan lonjakan dalam detak jantung, muntah dan kejang.

    Minum kopi, teh, atau minuman kafein lainnya boleh saja. Asalkan bijak dalam mengonsumsi kafein. Jika batasan harian 400 miligram masih membuat gelisah dan detak jantung lebih cepat, sebaiknya dosisnya dikurangi.

    (aqr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Minum Kopi Campur Cabai Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Kata Pakar

    Minum Kopi Campur Cabai Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Tidak hanya kopi campur rempah saja yang berkhasiat, tetapi kopi campur cabai ternyata juga mampu membantu menurunkan berat badan. Begini kata pakar.

    Kopi merupakan minuman sehari-hari yang memberikan efek baik untuk tubuh. Selain diminum begitu saja, kopi juga bisa ditambah dengan bahan alami, seperti madu, aneka rempah, bahkan cabai.

    Racikan kopi campur cabai mungkin terdengar aneh, tetapi sebenarnya menawarkan banyak manfaat sehat.


    Campuran kopi dengan cabai bisa membantu tubuh membakar kalori lebih efisien. Racikan ini bisa dimasukkan ke dalam rutinitas harian, terutama jika berfokus pada diet sehat dan mendukung penurunan berat badan.

    Lantas, apa yang membuat racikan kopi campur cabai bermanfaat? Merangkum beberapa sumber, berikut penjelasannya.

    1. Cabai jadi pilihan sehat campuran kopi

    Cabai merah besarCabai menjadi pilihan sehat untuk digabungkan bersama dengan kopi. Foto: Devteo Mahardika/detikJabar

    Menambahkan kopi dengan sejumput rempah-rempahan memang biasa dilakukan. Biasanya, rempah-rempahan yang dipakai yaitu kayu manis, kapulaga, jahe, atau kunyit.

    Namun, bagaimana dengan cabai? Baik kopi maupun cabai sebenarnya menawarkan manfaat kesehatan bagi tubuh.

    Menurut para ahli gizi di Universitas Johns Hopkins School of Medicine, antioksidan dan zat aktif di dalam kopi dapat mengurangi peradangan dan membantu menurunkan kemungkinan terkena kanker dan penyakit tertentu.

    Di sisi lain, cabai, khususnya jenis cayenne pepper merupakan sumber vitamin yang baik. Kandungan vitamin A di dalamnya penting untuk penglihatan, reproduksi, kesehatan sistem kekebalan tubuh, dan fungsi organ tertentu. Kandungan capsaicin di dalam cabai juga diyakini bisa mengurangi peradangan dan nyeri.

    2. Alasan perlu minum kopi campur cabai

    kopi cabaiMinum racikan kopi cabai bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Capsaicin merupakan senyawa kimia organik yang bertanggung jawab atas rasa pedas dalam cabai.

    Melansir dailywrap.com (23/11/2024), capsaicin juga memiliki efek menghangatkan dan stimulasi termogenesis yang membuatnya mendukung metabolisme dan pembakaran lemak. Capsaicin bisa meningkatkan pengeluaran energi tubuh, membakar lemak, sehingga pada akhirnya membantu menurunkan berat badan.

    Sifat anti-inflamasi di dalamnya juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung pencernaan. Konsumsi capsaicin dalam jumlah kecil secara teratur bisa mengurangi nafsu makan karena sifatnya membantu menekan sekresi hormon lapar (ghrelin).

    Karenanya, racikan kopi campur cabai bisa jadi menu diet ideal. Namun, penting diingat untuk meminumnya dalam batas wajar. Pemakaian cabai juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang punya sistem pencernaan sensitif.

    Cara menyiapkan kopi campur cabai bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Cara bikin kopi campur cabai

    Aneh! Pegawai di Perusahaan Ini Harus Makan Cabai Jika Lakukan KesalahanUntuk membuat racikan kopi cabai, tentu kamu perlu bahan utama kopi favoriit dan bubuk cabai. Foto: X @ActualidadRT

    Untuk bikin kopi campur cabai ada dua bahan utama yang dibutuhkan, yaitu kopi dan sejumput bubuk cabai. Namun, kamu juga bisa menyiapkan bahan opsional, seperti kayu manis, madu, dan susu.

    Pertama, seduh kopi dengan metode yang biasa kamu lakukan. Tambahkan sejumput bubuk cabai lalu aduk sampai rata.

    Jika kamu ingin meningkatkan rasanya, bisa tambah pemanis alami, seperti kayu manis atau madu. Jika ingin rasanya lebih ringan dan teksturnya creamy, bisa tambah susu pilihan.

    Racikan kopi cabai lebih baik diminum dalam keadaan hangat dan diminum pagi hari untuk meningkatkan metabolisme sepanjang hari.

    4. Apakah cocok dikonsumsi semua orang?

    Meskipun racikan ini menawarkan manfaat sehat, terutama dalam hal penurunan berat badan, tetapi tidak cocok untuk dikonsumsi semua orang.

    Mereka yang pencernaannya sensitif disarankan tidak meminumnya. Rasa pedas di dalam cabai bisa mengiritasi sistem pencernaan mereka.

    Orang yang punya masalah refluks asam, asam lambung, atau tukak lambung juga sebaiknya menghindari kombinasi ini. Pasalnya kandungan capsaicin di dalamnya bisa memperparah gejala rasa terbakar, nyeri ulu hati, atau sakit perut.

    Ibu hamil juga tidak dianjurkan karena rempah pedas bisa memengaruhi sistem pencernaan dan beberapa reaksi tubuh selama masa kehamilan. Anak kecil dan orang yang memiliki alergi kandungan cabai juga perlu menghindarinya.

    Jika tidak memiliki masalah atau dalam kondisi kesehatan seperti disebutkan sebelumnya, kamu bisa menambah cabai dan rempah-rempahan lainnya dalam jumlah sedikit ke dalam kopi. Penambahan bahan ini bisa sekaligus meningkatkan sirkulasi, mendukung metabolisme, dan menambah energi sepanjang hari.

    Supaya konsumsinya lebih aman dan efektif, coba konsultasi dulu kepada para ahli.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tips Minum Kopi yang Benar dan Menyehatkan dari Ahli Biokimia

    Tips Minum Kopi yang Benar dan Menyehatkan dari Ahli Biokimia


    Jakarta

    Minum kopi dengan cara yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan yang segudang. Jessie Inchauspé, ahli biokimia asal Perancis, bagikan cara tepat minum kopi.

    Kopi secara alamiah diproduksi dari buah ceri kopi. Sama halnya dengan tumbuhan lain ada banyak kandungan nutrisi dan mineral di dalamnya yang bermanfaat untuk tubuh jika dikonsumsi.

    Namun cara konsumsi kopi juga harus diperhatikan. Tidak disarankan menikmati kopi dengan tambahan pemanis dalam bentuk gula apapun.


    Adalah Jessie Inchauspé, ahli biokimia asal Perancis, yang membagikan cara minum kopi dengan baik agar tetap mempertahankan manfaat sehatnya. Mulai dari pemilihan pemanis hingga susu yang ditambahkan, Jessie punya beberapa saran.

    Baca juga: 5 Tradisi Sajian Tahun Baru di Dunia yang Dipercaya Bawa Keberuntungan

    Campuran kopi dan kayu manis ternyata lebih menyehatkanMenambahkan kayu manis ke dalam kopi dapat menjadi alternatif pemanis alami. Foto: Getty Images

    1. Mengandalkan kayu manis

    Dibandingkan berbagai jenis racikan kopi, Jessie lebih menyarankan untuk mengonsumsi kopi hitam. Kopi hitam yang alami dan tidak menggunakan penambahan pemanis jauh lebih berkhasiat dan aman jika dikonsumsi secara rutin.

    Jessie tidak menyarankan untuk menggunakan gula pasir atau apapun jenis gula putih. Melainkan, ia lebih menyarankan untuk menambahkan rempah-rempah atau stevia guna memberi rasa tambahan untuk racikan kopi hitam.

    Kayumanis disebutnya sebagai rempah yang paling cocok untuk kopi. Selain menambahkan semburat manis berempah, kayu manis juga memberikan aroma yang menenangkan ketika dihirup sambil menyeruput kopi.

    2. Memilih susu yang tepat

    “Susu yang ditambahkan ke dalam kopimu juga sangat penting,” ujarnya.

    Jessie tidak merekomendasikan susu nabati untuk dicampur ke dalam racikan kopi. Seperti susu oat yang populer untuk tambahan kopi, faktanya susu jenis tersebut memiliki kadar gula yang cukup tinggi.

    Bagaimanapun ia tetap merekomendasikan kopi susu dengan campuran susu sapi. Bahkan tak ada jenis susu sapi secara khusus, ia menyarankan untuk sekadar menggunakan susu sapi biasa.

    Baca juga: Anies Baswedan Jajal Kehidupan Skena dengan Ngopi di Kafe

    Adapun bagi konsumen kopi susu yang intoleran laktosa, ia mempersilakan untuk menggunakan susu dari kacang-kacangan. Tetapi dengan catatan untuk menggunakan susu yang tanpa pemanis tambahan dalam bentuk apapun.

    Minum Kopi Hitam Bagus untuk Sarapan? Ini 5 FaktanyaMinum kopi setelah sarapan lebih ampuh untuk mengendalikan gula darah. Foto: iStock

    3. Minum kopi setelah sarapan

    Selain campuran pemanis dan susu, waktu minum kopi masih sering menuai perdebatan. Apalagi tentang minum kopi di pagi hari yang membingungkan sebagian orang untuk dilakukan setelah sarapan atau sebelum sarapan.

    “Kalau kamu orang yang lebih sering merasa kelelahan pada pagi hari, coba untuk konsumsi kopi hanya setelah sarapan,” lanjutnya.

    Tetapi jika sekadar ingin menambah fokus saja, tak ada salahnya untuk mengonsumsi kopi sebelum sarapan. Konsumsi kopi pagi hari setelah sarapan lebih ampuh untuk menyeimbangkan kadar gula darah sehingga tidak membuat tubuh mudah kelelahan.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya


    Jakarta

    Kopi memang mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Akan tetapi ada beberapa kelompok orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman ini.

    Selain bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mengantuk, kopi memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh saat dikonsumsi pagi hari.

    Selain itu daya tarik kopi terletak pada aroma dan cita rasanya yang menggiurkan. Selain itu, kopi juga memiliki kandungan kafein yang bisa membuat pencintanya ketagihan untuk meminumnya.


    Tak heran setiap harinya ada jutaan orang di berbagai negara yang minum kopi di pagi hari. Selama beberapa tahun terakhir banyak bermunculan penelitian tentang efek minum kopi. Ada yang mengulas tentang manfaat minum kopi hingga mengenai dampak dan efek sampingnya.

    Salah satunya ada anjuran bagi sekelompok orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak dianjurkan untuk minum kopi.

    Dilansir dari Eat This (07/01), berikut penjelasannya:

    1. Orang dengan Penderita IBS

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Ahli gizi diet ternama yang berbasis di Seattle, Washington, AS, Angel Planells menjelaskan, orang yang tidak dianjurkan minum kopi adalah mereka yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS).

    “Kafein dapat meningkatkan keteraturan buang air besar, termasuk meningkatkan kemungkinan diare, gejala utama sindrom iritasi usus besar (atau IBS),” katanya.

    Oleh karena itu, pengidap sindrom iritasi usus besar, dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindari minuman berkafein

    2. Orang yang Memiliki GERD

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    orang yang tidak disarankan untuk minum kopi berlebih atau harus membatasi asupan kopinya adalah pengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

    Kafein dapat melonggarkan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup antara esofagus dan lambung. Hal ini dapat menyebabkan isi asam lambung masuk ke kerongkongan, sehingga menimbulkan gejala GERD yang tidak nyaman.

    “Jika Anda mengidap GERD, lihat apakah beralih ke kopi tanpa kafein bisa membantu,” ungkap ahli diet Sue Heikkinen.

    3. Orang dengan Glaukoma

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi juga tak dianjurkan untuk mengidap glaukoma atau kondisi medis berupa gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata.

    Biasanya, kerusakan saraf mata tersebut terjadi karena adanya tekanan tinggi pada bola mata.

    “Tekanan intraokular meningkat pada pengidap glaukoma saat mengonsumsi kopi, jadi disarankan untuk membatasi atau menghindari asupannya, namun diperlukan lebih banyak penelitian,” kata Planells.

    Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai, meminum kafein dalam jumlah besar meningkatkan risiko glaukoma pada mereka yang memiliki kecenderungan peningkatan tekanan mata.

    4. Anak-anak

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Kafein dapat menimbulkan efek samping yang lebih nyata dan serius pada anak-anak. Asupan berlebih dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, peningkatan perasaan cemas, kesulitan berkonsentrasi, dan sakit perut.

    Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, terutama pada balita, adalah bahwa kopi dapat menutupi isyarat rasa lapar, sehingga balita mungkin tidak akan merasa lapar. Selain itu, perlu diingat bahwa kopi cukup asam, sehingga dapat merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Menurut beberapa penelitian kopi baru aman dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas tentunya dengan porsi kopi yang berbeda dengan orang dewasa.

    5. Wanita Hamil dan Menyusui

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi kafein hingga 200 miligram (kira-kira setara dengan dua cangkir kopi) setiap hari untuk meminimalkan risiko keguguran, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah.

    Namun, ulasan pada 2020 yang diterbitkan di British Journal of Medicine menyatakan tidak ada tingkat asupan kafein yang aman selama kehamilan. Wanita hamil harus mendiskusikan asupan kafeinnya dengan dokter.

    Selain itu, wanita yang sedang menyusui juga disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan minum kopi. Ini karena kafein bersifat stimulan dan diuretik. Juga, ibu menyusui dapat berisiko mengalami dehidrasi akibat dari minum kopi.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Membuat Orang Panjang Umur

    Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Membuat Orang Panjang Umur


    Jakarta

    Minum kopi di pagi hari disebut bisa membantu orang lebih panjang umur. Klaim ini didukung oleh penelitian yang membahas hal ini.

    Hidup sehat dan panjang umur adalah impian dari banyak orang. Ada beragam cara yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari menjaga pola makan, menghindari rokok, rajin berolahraga, dan lain sebagainya.

    Selain hal-hal tersebut, sebagian orang juga percaya rutin minum kopi dapat memperpanjang umur. Tapi, apakah benar kopi bisa bikin panjang umur?


    Faktanya, sejumlah penelitian memang menganalisa kaitan antara kopi dan panjang umur. Dilansir dari Prevention (22/01), minum kopi di waktu tertentu juga disebut bisa membuat orang lebih panjang umur.

    Rutin Minum 2 Cangkir Kopi Hitam Sehari Bikin Panjang UmurRutin Minum 2 Cangkir Kopi Hitam Sehari Bikin Panjang Umur Foto: Getty Images/iStockphoto/thawisak rattanasit

    Hal ini disebutkan dalam European Heart Journal yang menganalisa 40,725 orang dewasa di U.S National Health dan Nutrition Examination Survey (NHANES), dalam rentang waktu 1999-2018. Peserta yang mengikuti penelitian ini ditanya tentang makanan dan minuman yang mereka konsumsi setiap harinya, termasuk pola mereka minum kopi.

    Kemudian semua informasi yang dikumpulkan ini dikaitkan dengan data kematian hingga penyebab kematian dalam rentang waktu 10 tahun terakhir.

    Para peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki kemungkinan 16% lebih rendah risikonya untuk meninggal karena penyebab apa pun, dan memiliki risiko 31% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi.

    Namun, tidak ada penurunan risiko pada orang yang minum kopi sepanjang hari, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi.

    Peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian dan penyakit jantung yang lebih rendah. Ini berlaku baik bagi mereka yang minum 2-3 cangkir kopi per hari, maupun yang minum lebih dari 3 cangkir. Sementara itu, orang yang hanya minum satu cangkir atau kurang di pagi hari, efek penurunan risikonya lebih kecil.

    Saat Menikmati Kopi, Bagusnya Cepat atau Pelan-pelan?Saat Menikmati Kopi. Foto: iStock

    “Temuan kami menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah kopi yang diminum, tapi juga waktu meminumnya yang penting,” kata Lu Qi, profesor di Celia Scott Weatherhead School of Public Health and Tropical Medicine di Tulane University.

    “Biasanya, kami tidak memberikan saran soal waktu dalam panduan diet, tapi mungkin di masa depan, hal ini perlu dipertimbangkan.” lanjutnya.

    Lalu bagaimana kopi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan? Selain membuat seseorang merasa lebih semangat dan bertenaga, kopi juga mengandung asam fenolat dan flavonoid, antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Selain itu ahli spesialis jantung Adedapo Iluyomade, di Baptist Health Miami Cardiac & Vascular Institute menambahkan bahwa ada kaitan jelas antara waktu minum kopi dan panjang umur.

    Karena jika orang rajin minum kopi di waktu-waktu tertentu, maka bisa mempengaruhi ritme sirkadian tubuh. Misalnya mengonsumsi kopi di sore hari, kandungan kafeinnya ini bisa mengganggu pola tidur dan sekresi melatonin yang bisa mengurangi manfaat kesehatan dari kopi itu sendiri.

    Sementara minum kopi di pagi hari tidak akan terlalu mengganggu ritme tubuh seseorang.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Segini Takaran Kayu Manis untuk Racikan Kopi Penurun BB

    Segini Takaran Kayu Manis untuk Racikan Kopi Penurun BB


    Jakarta

    Kayu manis menjadi salah satu rempah yang bagus ditambahkan ke kopi. Selain menambah rasa, kayu manis juga berkhasiat menurunkan berat badan asalkan takarannya tepat.

    Selain diminum begitu saja, kopi juga bisa ditambah dengan bahan-bahan lainnya. Salah satu tambahan yang disarankan yaitu kayu manis. Rempah alami ini bisa menambah rasa dan aroma sedap pada kopi. Selain itu, penambahan kayu manis juga dapat menambah manfaat kesehatan pada segelas kopi.

    Pasalnya, kayu manis bisa menurunkan gula darah dan memangkas lemak. Kayu manis juga mengandung polifenol hingga antioksidan kuat yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sehingga bisa memperlambat proses penuaan.


    Untuk membuat racikan kopi kayu manis lebih efektif, ada panduan takaran yang perlu diperhatikan.

    Menurut penelitian yang disebut Times Of India (19/11/2024), ditemukan bahwa tambahan kayu manis 1,5 gram per hari (setengah sendok teh) dapat mengurangi lingkar pinggang hingga 1.68 cm. Namun, kayu manis yang ditambahkan lebih dari 1.5 gram tidak menunjukkan efek apapun.

    Satu sendok teh kayu manis mengandung 1,6 gram serat, yang dapat bantu mencukupi kebutuhan serat harian, serta meningkatkan rasa kenyang.

    kopi kayu manisSebuah penelitian menunjukkan hasil minum kopi kayu manis terhadap penurunan BB. Foto: Getty Images/iStockphoto/nerudol

    Kayu manis juga bisa mengurangi efek buruk dari konsumsi makanan berlemak tinggi dan memiliki efek positif terhadap kadar glukosa darah, serta menurunkan berat badan.

    Memang kayu manis tidak bisa menurunkan berat badan dalam jangka waktu panjang, tetapi bisa jadi tambahan sehat jika dikombinasikan dengan diet seimbang dan olahraga tepat.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis menawarkan berbagai macam manfaat kesehatan selain membantu bakar lemak. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

    Pastikan untuk menambah bubuk kayu manis dalam batas seperempat hingga setengah sendok teh saja. Jangan berlebihan karena bisa menyebabkan masalah kesehatan.

    Kayu manis berlebihan bisa mengiritasi mulut dan bibir, serta menyebabkan luka. Konsumsi kayu manis, terutama jenis Cassia dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan masalah hati. Jika dikombinasikan dengan obat diabetes, kayu manis bisa meningkatkan risiko gula darah rendah.

    Selain memerhatikan takaran kayu manis, perhatikan juga asal usul kayu manis. Lebih baik menggunakan kayu manis utuh daripada bubuk yang sudah dihaluskan. Perhatikan juga kemurniannya. Terlalu banyak bisa menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Jenis Kopi Terbaik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes

    Ini Jenis Kopi Terbaik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes tidak boleh minum kopi sembarangan. Ada jenis kopi dan racikan terbaik untuk para penderita diabetes, seperti ini.

    Pasien diabetes perlu memerhatikan pola makan dengan lebih serius. Makanan tertentu tidak boleh dikonsumsi supaya kadar gula darahnya tidak naik.

    Meskipun begitu, bukan berarti penderita diabetes harus berhenti minum kopi. Faktanya, beberapa cara dan racikan tertentu masih aman dikonsumsi.


    Menurut Hello Sehat, orang dengan diabetes juga diperbolehkan minum kopi karena minuman ini bisa mengendalikan gula darah, menurunkan peradangan, dan mengurangi penyerapan karbohidrat.

    Namun, tentu harus dalam batas wajar dan mengonsumsi jenis dan racikan tepat.

    Lantas, kopi apa yang paling baik dikonsumsi penderita diabetes? Melansir Cafely.com (30/01/2025), berikut informasinya!

    1. Hal penting saat memilih kopi

    Ilustrasi kopi hitamPenting untuk minum kopi tanpa tambahan gula, pemanis, atau krimer. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Kopi secara umum dianggap aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Namun, konsumsi dalam batas wajar, paling tidak 3-4 cangkir sehari.

    Selain itu penting juga untuk minum kopi hitam tanpa tambahan gula, sirup, krimer, atau pemanis buatan lainnya yang mampu mempengaruhi kadar gula darah. Hindari juga kopi instan karena sebagian besar mengandung gula tambahan dalam jumlah banyak.

    Beberapa jenis kopi bisa menjadi pilihan tepat, mulai dari kopi organik yang ditanam tanpa pupuk kimia atau pestisida. Menghasilkan minuman yang lebih bersih dan sehat.

    Campuran kopi Robusta dan Arabika juga dapat dikonsumsi penderita diabetes karena campuran keduanya mengandung antioksidan dua kali lebih banyak daripada hanya konsumsi kopi Arabika saja.

    Kopi bebas mikotoksin juga bisa dicoba karena bisa mengurangi beban pada hati dan ginjal.

    2. Jenis biji kopi

    Menggiling biji kopiBiji kopi juga memengaruhi hasil racikan dan baik buruknya pada penderia diabetes. Foto: Getty Images/PeopleImages

    Berbagai jenis biji kopi dapat memengaruhi hasil akhir minuman.

    Biji kopi Robusta yang mengandung kafein tinggi dua kali lipat daripada Arabika bisa dikonsumsi. Manfaat utama kafein pada penderita diabetes yaitu mampu mencegah gula darah turun drastis selama berolahraga. Minum kopi Robusta juga bisa membuat olahraga lebih mudah dilakukan penderita diabetes.

    Sedangkan kopi Arabika mengandung lebih banyak lemak dan gula, tetapi unsur-unsur ini hadir dalam kadar sedikit. Jadi, kecil kemungkinan memengaruhi penderita diabetes.

    Campuran Robusta dan Arabika menjadi pilihan terbaik. Jenis biji kopi ini mampu memberi asupan kafein yang kompleks serta kandungan antioksidan tinggi.

    2. Tingkat pemanggangan kopi

    Menggiling biji kopiTingkat pemanggangan juga mampu menentukan baik buruknya kopi terhadap penderita diabetes. Foto: Getty Images/PeopleImages

    Proses pemanggangan kopi juga bisa memengaruhi rasa dan komposisi kimianya.

    Kopi light roast atau yang dipanggang ringan mengandung rasa dan aroma lebih lembut. Biasanya meliputi aroma kacang dan jeruk yang kompleks.

    Kopi ini membantu kamu mengurangi kebutuhan tambahan pemanis. Mengurangi asupan gula dan lemak yang baik dalam mengelola diabetes.

    Kopi medium roast atau yang dipanggang sedang memiliki rasa yang cerah dan lembut, seperti kopi yang dipanggang ringan tetapi kompleks, seperti kopi yang dipanggang gelap.

    Kopi dark roasted yang dipanggang gelap biasanya punya kadar gula lebih tinggi daripada kopi yang dipanggang ringan atau sedang. Hal ini terjadi karena karbohidrat polisakarida dalam biji kopi terurai menjadi gula sederhana selama proses pemanggangan.

    Gula ini kemudian terkaramelisasi, menghasilkan kopi yang manis alami. Tenang saja karena gula yang hadir juga jumlahnya tidak cukup banyak, sehingga tidak menjadi masalah bagi penderita diabetes.

    Cara kopi memengaruhi diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Cara kopi memengaruhi penderita diabetes

    Beberapa zat kimia dan nutrisi dalam secangkir kopi bisa memengaruhi banyak elemen dalam tubuh, terutama mereka yang punya kondisi diabetes.

    Sebenarnya, minum kopi 3 sampai 4 cangkir sehari telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2.

    Namun, di sisi lain, kopi hitam juga disebut dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dan jangka panjang dapat membantu tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Hal ini bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes karena insulin adalah hormon yang mengatur gula darah.

    Dalam hal ini, minum kopi secukupnya adalah pilihan terbaik bagi penderita diabetes. Bisa juga memilih kopi rendah kafein supaya bisa mendapat nutrisi tambahan tanpa takut mengalami efek samping akibat kafein.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenapa Ya Usai Minum Kopi Jadi Sembelit? Ini Kata Pakar

    Kenapa Ya Usai Minum Kopi Jadi Sembelit? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Banyak orang percaya minum kopi bisa meningkatkan energi. Namun, sisi buruknya kopi juga bisa memicu sembelit karena alasan ini.

    Banyak orang minum kopi karena efeknya yang mampu mendorong energi. Untuk manfaatnya bagi pencernaan, ahli gizi Frances Largeman-Roth mengungkap kalau kopi dapat mempercepat kontraksi. Membantu menggerakkan saluran gastrointestinal ke depan dan keluar dari tubuh.

    Namun, bagi sebagian yang lain, kopi justru menghambat buang air besar alias menyebabkan sembelit.


    Lantas, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Melansir livestrong.com (24/06/2023), berikut penjelasannya!

    1. Alasan kopi sebabkan sembelit

    kopiMinum kopi bisa sebabkan sembelit karena bisa menyebabkan dehidrasi yang merujuk pada sembelit. Foto: Getty Images/iStockphoto/SGAPhoto

    Kopi dapat merangsang pencernaan dan memiliki efek pencahar. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, hal ini justru bisa membuat buang air besar menjadi encer, diare, atau dehidrasi.

    Masalahnya, ketika seseorang mengalami dehidrasi, usus besar akan menyerap sebanyak mungkin air dari sisa makanan. Memperlambat perjalanan tinja melalui saluran pencernaan. Akhirnya menghasilkan tinja yang keras dan menyakitkan.

    Menurut National Library of Medicine, kandungan kafein di dalam kopi juga bersifat diuretik. Berarti membuat tubuh lebih sering buang air kecil dengan membantu mengeluarkan garam dan air ekstra. Menyebabkan dehidrasi yang bisa berujung membuat perut sembelit.

    Lebih parahnya lagi bahan-bahan lain yang biasa ditambah ke dalam secangkir kopi, seperti susu dan gula juga bisa memperparah efek ini.

    Frances Largeman-Roth mengungkap kalau tambahan beberapa sendok makan susu tidak menjadi masalah, tetapi jika minum kopi susu dalam gelas besar, yang mana setengahnya terisi susu, hal ini bisa sebabkan masalah.

    2. Cara mengatasi sembelit akibat minum kopi

    Batasi asupan kafein

    kopiAsupan kopi perlu dibatasi karena jika berlebihan bisa sebabkan sembelit. Foto: Getty Images/iStockphoto/SGAPhoto

    Untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, sekaligus mengatasi masalah sembelit, seseorang perlu membatasi asupan kopi.

    Ahli Frances Largeman-Roth menyarankan untuk membatasi konsumsi 2 cangkir kopi per hari.

    Asupan 400 miligram kafein masih aman, tetapi perlu diperhatikan jenis kopi yang diminum karena jumlah kafeinnya bervariasi. Bisa jadi dalam secangkir kopi 226 ml sudah mengandung kafein sampai 200 miligram.

    Kalau tidak mau asupan kafein berlebihan, Frances Largeman-Roth menyarankan untuk memulai hari dengan secangkir kopi biasa, dilanjut sore atau siang harinya minum kopi decaf.

    Cara lain agar terhindar dari sembelit saat minum kopi bisa dibaca di halaman selanjutnya!

    Batasi konsumsi produk susu

    Tips dari Barista, Cara Memilih Susu untuk Kopi Agar Rasanya Lebih EnakJangan terlalu banyak tambah produk susu ke dalam racikan kopi. Foto: Getty Images/agrobacter

    Susu nabati menjadi pengganti yang baik dibandingkan susu hewani yang bisa menyebabkan sembelit.

    Susu nabati, seperti susu gandum atau susu kedelai memiliki tekstur kental dan lembut. Mengonsumsi jenis susu ini bisa memenuhi kebutuhan serat harian dan mengurangi risiko pencernaan, seperti sembelit atau susah buang air besar.

    Namun, kalau tidak bisa beralih ke susu nabati, kamu tetap bisa memakai susu hewani.

    Frances menyarankan hanya menambahkan susu hewani murni sebanyak 1 atau 2 sendok makan. Jangan sampai berlebihan jika tidak mau perut menjadi sembelit.

    Singkirkan gula

    Gula pasir.Sebaiknya juga jangan banyak-banyak ditambah gula. Gantilah dengan pemanis alami lain. Foto: jcomp/Freepik

    Selain susu, penting juga untuk menghindari atau menghilangkan gula.

    Dengan cara ini, seseorang bisa menghindari sembelit dan masalah pencernaan lainnya yang bisa muncul akibat kopi.

    Untuk memberi rasa tambahan, lebih baik menggunakan bahan herbal, seperti kayu manis atau bubuk kakao.

    Tetap terhidrasi

    Sehabis minum kopi, jangan lupa untuk kembali menghidrasi tubuh dengan minum segelas air putih.

    Kopi memang bisa merangsang gerakan pencernaan dan mendorong kotoran keluar, tetapi di sisi lain kopi menyebabkan dehidrasi karena cairan terus keluar. Efek dehidrasi dari cairan yang terus keluar ini menyebabkan kotoran akhirnya jadi keras dan menyebabkan sembelit.

    Karenanya perlu mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup, sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi yang berujung sembelit.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 8 Cara Mudah Bikin Racikan Kopi Lebih Sehat

    8 Cara Mudah Bikin Racikan Kopi Lebih Sehat


    Jakarta

    Racikan secangkir kopi bisa dibuat lebih sehat dengan memerhatikan tambahan bahan, cara bikin, hingga cara menikmatinya. Penggemar kopi wajib tahu cara bikin kopi super sehat!

    Minum kopi punya banyak manfaat sehat, tapi jangan lupa perhatikan cara membuatnya. Jika tidak tepat, maka manfaat kopi justru akan berkurang bahkan nol!

    Minum kopi dalam waktu tidak seharusnya, menambahkan bahan yang tidak perlu, sampai meracik dengan cara yang tidak tepat menjadi kesalahan umum yang dilakukan hingga bikin kopi tidak sehat.


    Lantas seperti apa cara tepat bikin racikan kopi super sehat? Berikut daftarnya seperti dilansir dari Healthline (20/8/2020):

    1. Tidak minum kopi usai pukul 2 siang

    Kopi secara alami mengandung kafein yang bersifat stimulan. Asupan kafein bisa mendorong energi sekaligus bikin kamu tetap terjaga meski sedang lelah.

    Hindari minum kopi setelah pukul 2 siang atau terlalu sore karena dapat mengganggu kualitas tidur. Sebab kualitas tidur yang buruk dapat mengakibatkan banyak masalah kesehatan.

    Kalaupun mau minum kopi agak sore, bisa pilih yang decaf. Alternatif lainnya, mengganti kopi dengan teh yang kafeinnya memang lebih sedikit.

    2. Tidak pakai banyak gula

    Hati-hati! Ini 5 Efek Samping Tambahkan Gula dan Pemanis ke Dalam KopiFoto: Getty Images/gilaxia

    Penambahan gula ke kopi, bukan hanya gula pasir, melainkan juga sirup, krim, atau pemanis lainnya, bisa membuat secangkir kopi jadi kurang menyehatkan.

    Gula merupakan sumber fruktosa tinggi yang konsumsinya dikaitkan dengan penyakit serius seperti obesitas dan diabetes. Alih-alih menambahkan gula, kamu bisa bilih sumber pemanis alami seperti madu atau stevia.

    3. Pilih kopi berkualitas

    Kualitas kopi bervariasi, tergantung metode pemrosesan dan bagaimana kopi tersebut diproduksi. Dalam produksi yang buruk, bisa saja kopi disemprotkan pestisida sintetis dan bahan kimia lain yang tidak bagus jika dikonsumsi manusia karena berisiko untuk kesehatan.

    Karenanya pilih kopi berkualitas bagus. Jika ada budget lebih bisa pilih kopi organik yang memang minim paparan atau bahkan bebas pestisida.

    4. Jangan kebanyakan minum kopi

    alasan harus beralih dari minum kopi ke minum tehFoto: Getty Images/iStockphoto

    Kopi menyehatkan jika dikonsumsi secukupnya. Kalau berlebihan malah dapat memicu efek samping, seperti sulit tidur, gelisah, hingga jantung berdebar. Namun semuanya juga bergantung pada batas toleransi seseorang akan kafein.

    Secara umum, menurut penelitian, pada sebagian besar orang, konsumsi 4-6 cangkir kopi sehari atau mengandung 400-600 mg kafein masih tergolong batas aman. Konsumsinya tidak menyebabkan efek samping.

    Selengkapnya di halaman selanjutnya.

    5. Tambahkan kayu manis

    Alih-alih menambahkan pemanis atau bahan tinggi kalori lain untuk menambah cita rasa kopi, kamu bisa memanfaatkan kayu manis. Penelitian menunjukkan konsumsi kayu manis dapat mengurangi glukosa darah, kadar kolesterol, dan trigliserida pada pasien diabetes

    Tambahkan sejumput saja kayu manis ke kopi, maka rasanya akan langsung enak. Untuk pilihan terbaik bisa pakai kayu manis varian Ceylon alih-alih Cassia.

    6. Hindari krimer

    Penjelasan mengenai racikan kopi pakai krimerFoto: Getty Images/iStockphoto/

    Beberapa orang suka menambahkan krimer ke kopi untuk menciptakan tekstur lebih kental. Namun sebaiknya bahan ini dihindari karena krimer mungkin mengandung bahan-bahan yang tak jelas.

    Sebagai alternatif lebih sehat, kamu bisa menambahkan susu full-fat yang memang murni berasal dari sapi. Susu merupakan sumber kalsium yang bagus untuk mengurangi risiko osteoporosis dan patah tulang.

    7. Tambahkan cocoa

    Bubuk cocoa juga bisa jadi pilihan penambah rasa kopi, selain bubuk kayu manis. Cocoa kaya antioksidan dan berkaitan dengan pengurangan risiko penyakit jantung.

    Kamu cukup menambahkan sejumput saja bubuk cocoa ke kopi. Cita rasanya bisa menyamai caffe mocha yang kerap tersaji di kafe-kafe.

    8. Seduh kopi pakai filter kertas

    Kopi yang diseduh (brewed coffee) mengandung cafestol, suatu diterpena yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

    Namun, untuk menurunkan kadarnya mudah. Cukup gunakan filter kertas saat menyeduh kopi. Cara ini terbukti efektif menurunkan jumlah cafestol tetapi tetap membiarkan kafein dan antioksidan yang bermanfaat masuk.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com