Tag: universitas

  • Orasi Ilmiah di Wisuda UKRI, Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Takut Gagal

    Orasi Ilmiah di Wisuda UKRI, Prabowo Ingatkan Anak Muda Jangan Takut Gagal



    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto ingatkan anak muda Indonesia jangan takut gagal dan berani bangkit kembali di setiap keadaan. Hal itu disampaikannya kala memberikan orasi ilmiah pada momen Wisuda dan Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Sabtu (18/10/2025).

    Prabowo menyebut proses wisuda merupakan tahap awal dari perjalanan hidup baru para wisudawan dan wisudawati. Ia mengapresiasi pidato yang disampaikan wisudawan terbaik UKRI 2025, Aulia Yasmin Nugraharja yang menyampaikan bahwa anak muda harus berani dan tidak takut gagal.

    “Kalian sebagai anak muda harus berani menatap masa depan dengan tantangannya, bahwa hidup tidak gampang, hidup penuh perjuangan, penuh tantangan, penuh kesulitan,” tuturnya dikutip dalam tayangan daring di YouTube resmi Gerindra TV.


    Belajar dari Prabowo Subianto Tentang Kegagalan

    Dalam pidato wisudawan, Prabowo menyoroti kata-kata bila anak muda harus siap menghadapi kegagalan. Menurutnya, ada satu sosok yang bisa dijadikan contoh bila ingin belajar tentang bangkit dari kegagalan.

    “Tadi saya dengar ada kata-kata ‘siap menghadapi kegagalan’, kalau mau belajar bagaimana menghadapi kegagalan, saya kira perlu belajar dari Prabowo Subianto,” terangnya diikuti riuh tepuk tangan peserta yang hadir.

    Ia menggambarkan sosok Prabowo Subianto adalah orang yang berkali-kali gagal, terutama dalam kontes pemilihan Presiden RI. Meski gagal, ia menegaskan dirinya siap untuk selalu berdiri kembali.

    “Pak Prabowo Subianto itu berkali-kali gagal, berkali-kali jatuh, tapi Prabowo Subianto selalu berdiri kembali. Jatuh, bangkit, jatuh, berdiri lagi. Itu baru pejuang,” ujar Prabowo yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia.

    Prabowo ingin, anak muda Indonesia berani menghadapi masalah dan tantangan yang akan datang ke depan. Terlebih jika ingin berbuat suatu hal yang benar, adil dan jujur.

    “Di dunia ini, banyak-banyak orang yang jahat, orang yang zalim, orang yang maling, yang merampok dan penindas, itu banyak. Jadi, kalau kita ingin menegakkan kebenaran, kita pasti akan menghadapi tantangan dan kesulitan tapi masalahnya adalah apa kita tunduk, kita menyerah, kita kalah, kita lari, atau kita terus berjuang, terus berusaha, untuk menegakan kebenaran, keadilan, dan kejujuran,” sambungnya lagi.

    Ingin Anak Muda RI Pilih Jalan Kehidupan yang Benar

    Anak muda RI punya pilihan untuk menentukan jalan kehidupannya. Apakah jalan kebenaran dengan penuh kesulitan atau cari jalan cepat kaya dengan menipu, korupsi, mencuri atau berbohong.

    Prabowo berharap, wisudawan UKRI akan memilih jalan yang penuh dengan kebenaran dan keadilan. Dengan demikian, bangsa Indonesia di masa depan akan menjadi bangsa yang kuat.

    Berbicara tentang UKRI, Prabowo mengaku dirinya selalu menyukai moto kampus tersebut. Moto itu berbunyi “Belajar untuk Berbakti, Raih Ilmu untuk Bangsa”.

    Menurutnya, ilmu yang didapatkan wisudawan di bangku kuliah bukanlah untuk diri sendiri tetapi juga orang lain. Momen wisuda juga bukan akhir dari belajar, tetapi awal dari perjalanan yang jauh.

    “Begitu saudara sudah terima gelar, saudara sudah pintar, tidak. Saudara terima gelar baru awal dari perjalanan yang jauh,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Prabowo Sebut Mayoritas dari 112 Negara Adopsi MBG ala Indonesia

    Prabowo Sebut Mayoritas dari 112 Negara Adopsi MBG ala Indonesia


    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto ungkap berbagai keberhasilan program andalan yang dimilikinya, yakni makan bergizi gratis (MBG). Program ini disebutnya menarik perhatian dunia dan diadopsi berbagai negara.

    “Artinya, bangsa Indonesia, artinya negaramu, pemerintahmu sekarang mampu memberi makan setiap hari 36,2 juta (dari) 12.205 dapur. Masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang, menimbulkan 15 supplier makanan, masing-masing supplier mempekerjakan 5-10 orang pekerja, petani, dan sebagainya,” tutur Prabowo.

    Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiah pada momen Wisuda dan Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Sabtu (18/10/2025) dikutip dari YouTube resmi Gerindra TV.


    MBG Indonesia Dibicarakan Dunia

    Prabowo menyebut MBG Indonesia terus dibicarakan di dunia internasional. Beberapa waktu lalu, ia menyebut menerima kunjungan Rockefeller Institute Amerika Serikat, sebuah lembaga yang sudah bekerja 100 tahun di bidang pangan.

    “Dan dia mengatakan program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian seluruh dunia,” bebernya.

    Ketika RI memulai MBG, baru 77 negara yang melaksanakannya. Indonesia sendiri adalah negara ke-78 atau ke-79 yang menyelenggarakan program semacam MBG.

    “Sekarang sudah ada 112 negara dan sebagian besar ikut contoh kita, kita berani melakukan,” tegas Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia itu.

    Singgung Masalah Keracunan

    Meski sudah menjadi perhatian dunia, Prabowo tidak bisa memungkiri bila ada beberapa orang yang selalu berkomentar buruk tentang MBG. Salah satu hal yang menurutnya paling dibesarkan adalah masalah keracunan usai menyantap MBG.

    “Memang program ini tidak sempurna. Dalam pelaksanaan sampai sekarang, ada beberapa ribu anak sakit perut, keracunan makan. tapi yang dibesarkan adalah keracunan, seolah-oleh program ini harus dihentikan,” singgungnya.

    Prabowo kembali membeberkan data penerima manfaat MBG. Ia menjelaskan sampai saat ini sudah ada 36,2 juta penerima manfaat dengan 1,4 miliar porsi makanan yang sudah dibagikan dan 8 ribu diantaranya mengalami keracunan makanan.

    “Jadi kalau diambil statistik adalah 0,0007 atau 0,0008. Artinya program ini 99,99 persen berhasil. Jadi, di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal,” ujar Prabowo lagi.

    MBG Akan Terus Disempurnakan

    Kendati demikian, kekurangan MBG tidak bisa dipandang sebelah mata. Prabowo dengan keras mengatakan tidak boleh ada satu anak pun yang sakit gegara MBG lantaran makanan kurang bagus, bersih, atau faktor lainnya.

    “Tapi kalau 1,4 miliar dibagi 8 ribu, saya kira ini masih kalau dalam ilmu pengetahuan, dalam sains, ini masih dalam koridor, katakanlah koridor of error,” jelas Prabowo.

    Ia ingin MBG ke depan tidak memiliki kesalahan lagi walau sulit dilakukan. Pihaknya melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan setiap dapur MBG harus punya alat-alat yang terbaik dan akan disempurnakan.

    Ke depan, pemerintah juga akan meminta semua guru untuk mengajak anak-anak mencuci tangan yang benar sebelum makan atau mengajarkan anak makan menggunakan sendok. Hal ini dilakukan untuk mencegah virus dan bakteri yang bisa datang dari mana saja.

    Prabowo kembali menegaskan bila Indonesia dianggap contoh untuk keberhasilan MBG, selain Brazil dan India. Tetapi, Indonesia adalah negara yang paling berani dan cepat mencapai 36 juta penerima manfaat MBG dalam waktu 1 tahun.

    “Brazil membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta, kita lakukan dalam 1 tahun. Ini satu prestasi yang saya anggap harus kita akui,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Kepsek Tampar Siswa yang Merokok di Sekolah, Pakar UGM Soroti Ortu Lapor Polisi

    Kepsek Tampar Siswa yang Merokok di Sekolah, Pakar UGM Soroti Ortu Lapor Polisi



    Jakarta

    Kasus murid yang merokok di SMAN 1 Cimarga, Banten dan mendapat tamparan dari kepala sekolahnya tengah menjadi sorotan. Sebab, orang tua murid justru melaporkan kepala sekolah ke polisi, yang berujung penonaktifan sementara.

    Meski sudah berakhir dengan saling memaafkan dan damai, buntut penyelesaian kasus ini menimbulkan rasa waswas bagi Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria. Ia khawatir ke depan apa yang bisa terjadi kepada dirinya jika menegur siswa lagi, padahal ia hanya mendidik karakter generasi bangsa.

    “Perasaan saya sudah memaafkan, cuma perasaan waswas masih tetap ada. Kenapa? Karena saya khawatir teguran yang dilakukan, sampai saya berpikiran ke depan apa yang terjadi pada diri saya, saya adalah putri bumi pertiwi yang peduli terhadap generasi penerus bangsa, pendidikan karakter itu harus ditegakkan,” ucap Dini di SMAN 1 Cimarga, Lebak, Kamis (16/10/2025), dikutip detikNews, Sabtu (18/10/2025).


    Sudah Tepat Guru Mendisiplinkan Siswa yang Merokok di Sekolah

    Pengamat Kebijakan Pendidikan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Subarsono, M Si, MA, mengatakan pendisplinan kepala sekolah terhadap anak yang merokok di lingkungan sekolah adalah sudah tepat. Ini karena sekolah adalah kawasan bebas rokok.

    “Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar untuk mentransfer ilmu, tetapi juga berfungsi sebagai pendidik, agar murid menjadi anak berkualitas, berkarakter dan berbudi luhur,” ungkapnya kepada detikEdu, Jumat (17/8/2025).

    Namun, ia menggarisbawahi bahwa metode pendisiplinannya perlu dievaluasi. Sebab, cara pendisiplinan era dulu dan sekarang sudah berbeda.

    “Penting bagi guru untuk memberikan metode pendisiplinan yang tepat di era kekinian, misalnya murid yang salah karena merokok diminta membuat karya pendek sekitar 500 kata apa dampak dari bahaya merokok dalam waktu 24 jam. Saya pikir anak akan mencari materi dari berbagai sumber di google,” lanjut Subarsono.

    Orang Tua Perlu Berpikir Ulang dan Tidak Gegabah

    Menurut Subarsono, tindakan melaporkan pendidik ke polisi karena pendisiplinan murid perlu dipikir ulang. Orang tua, sejak awal seharusnya bisa membangun komunikasi dan kepercayaan ketika menyekolahkan anak mereka.

    “Saya percaya bahwa guru tidak akan memberikan sanksi melebihi kepantasan ketika seorang murid melakukan kesalahan. Laporan kepada polisi justru akan merusak relasi antara orang tua dan murid di satu pihak dengan institusi sekolah dan guru di pihak lain,” ujar Dosen Program Studi Manajemen Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM itu.

    Subarsono berpendapat, orang tua boleh protektif kepada anaknya, tetapi tidak perlu berlebihan sampai ke ranah hukum. Terlebih jika masalah awalnya karena anak yang melakukan pelanggaran berat di sekolah.

    Kasus yang melibatkan guru dan siswa, bisa diselesaikan melalui jalur di luar peradilan atau polisi, yakni melalui mediasi antara ortu dengan sekolah dan guru. Ini juga biasa dikenal sebagai restorative justice (keadilan restoratif).

    “Cara penyelesaian di luar kepolisian akan lebih enak dan bisa menghindari lahirnya luka batin baik bagi pelaku maupun korban,” tuturnya.


    Solidaritas Siswa yang Kurang Tepat

    Untuk diketahui, usai murid yang merokok ditampar, ratusan siswa SMAN 1 Cimarga sempat mogok sekolah. Ini dilakukan sebagai aski protes.

    Namun, Subarsono menilai, solidaritas yang dilakukan siswa tidak tepat. Sebab, merokok di lingkungan sekolah merupakan kesalahan dan itu bukan sesuatu hal yang harus didukung.

    Larangan merokok khususnya di fasilitas pendidikan seperti sekolah telah diatur berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 pasal 151 dan PP No. 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan. Secara spesifik, kementerian pendidikan sudah mengeluarkan Permendikbud No. 64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah, khususnya di pasal 5 ayat 1 berbunyi:

    “Kepala sekolah, guru, peserta didik, dan pihak lain dilarang merokok di lingkungan sekolah.”

    Dalam hal ini, pendisiplinan dengan menampar juga tidak dibenarkan. Sebab, kekerasan dalam bentuk apa pun dilarang di lingkungan sekolah, diatur dalam Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023.

    Jadi untuk siswa, solidaritas antarteman sangat penting. Namun, perlu diwujudkan dalam koridor yang tepat.

    “Membangun solidartas antarsiswa tidaklah salah, tetapi solidaritas perlu diwujudkan dalam konteks yang tepat, bukan membabi buta,” tutur Subarsono.

    (faz/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Beasiswa S2-S3 di China 2026 CAS-ANSO, Dapat Uang Saku hingga Rp 16 Juta

    Beasiswa S2-S3 di China 2026 CAS-ANSO, Dapat Uang Saku hingga Rp 16 Juta



    Jakarta

    Beasiswa kuliah S2 dan S3 di China 2026 dibuka melalui CAS-ANSO Scholarship (Degree Program). Pendaftaran berlangsung mulai 15 Oktober 2025 dan ditutup pada 31 Januari 2026.

    Dikutip dari laman resminya, beasiswa gelar ini didukung oleh organisasi nirlaba The Alliance of National and International Science Organizations for the Belt and Road Regions (ANSO) dan salah satu pendirinya, Chinese Academy of Sciences (CAS). Beasiswa ini sebelumnya dikenal dengan nama ANSO Scholarship for Young Talents.

    Kuota yang disediakan sebanyak 100-200 mahasiswa jenjang magister dan 300 mahasiswa program PhD. Penerima beasiswa dapat berkuliah di University of Science and Technology of China (USTC), the University of Chinese Academy of Sciences (UCAS), dan institut-institut Chinese Academy of Sciences (CAS) yang tersebar di berbagai lokasi di China.


    Beasiswa ini memiliki subkategori yang dikhususkan untuk 40 mahasiswa PhD dari negara berkembang. Sepuluh kursi beasiswa diutamakan bagi mereka yang terlibat dalam riset terkait iklim. Mahasiswa dari negara Least Developed Countries (LDC) dan perempuan mendapat poin plus.

    Beasiswa subkategori tersebut didanai bersama oleh CAS, ANSO, The World Academy of Sciences (TWAS), dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

    Beasiswa S2-S3 di China 2026 CAS-ANSO

    Penerima beasiswa akan mendapatkan:

    • Pembebasan dari uang kuliah
    • Uang saku 3.000 yuan (Rp 6,9 juta) per bulan untuk S2 dan 6.000-7.000 yuan (Rp13,9 juta-Rp 16,2 juta) per bulan untuk S3
    • Asuransi kesehatan
    • Pembebasan biaya pendaftaran
    • Biaya transportasi, tunjangan atau biaya penggantian, dari negara asal ke China
    • Uang visa/izin tinggal

    Syarat Beasiswa Kuliah di China CAS-ANSO

    • Bukan Warga Negara China
    • Fasih berbahasa Inggris atau Mandarin
    • Pelamar program magister harus lahir setelah 1 Januari 1996
    • Pelamar program PhD harus lahir setelah 1 Januari 1991
    • Memenuhi syarat sebagai calon mahasiswa internasional USTC atau UCAS
    • Tidak boleh mengambil tugas lain selama masa beasiswa
    • Pelamar S2 tidak sedang menempuh pendidikan magister di universitas/institusi mana pun di China
    • Pelamar S3 tidak sedang menempuh pendidikan doktoral di universitas/institusi mana pun di China

    Cara Daftar Beasiswa CAS-ANSO

    Bagi pelamar USTC, cek pedoman pendaftaran pelamar pascasarjana, klik DI SINI

    Bagi pelamar UCAS, cek panggilan mahasiswa internasional baru, klik DI SINI

    Mendaftar di sistem penerimaan USTC atau UCAS sebelum batas waktu dengan ketentuan:

    – Pilih Beasiswa CAS-ANSO pada saat melamar
    – Jika memilih beasiswa subkategori PhD ANSO-CAS-TWAS/UNESCO, centang kotak yang menyatakannya

    Klik link portal penerimaan salah satu kampus di bawah ini:

    USTC: https://isa.ustc.edu.cn/xs/login_scho.asp

    UCAS: https://is.ucas.ac.cn/

    Informasi lebih lanjut tentang beasiswa kuliah di China ini dapat diakses melalui https://www.anso.org.cn/programmes/talent/scholarship/. Semoga bermanfaat, detikers!

    (twu/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Jadi Presiden, Prabowo Masih Luangkan Waktu 2-4 Jam Tiap Hari untuk Belajar

    Sudah Jadi Presiden, Prabowo Masih Luangkan Waktu 2-4 Jam Tiap Hari untuk Belajar



    Jakarta

    Presiden Prabowo Subianto ungkap dirinya sangat menyukai moto dari Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang berbunyi “Belajar untuk Berbakti, Raih Ilmu untuk Bangsa”. Baginya, belajar tidak berhenti di ketika sudah meraih gelar pendidikan tinggi.

    Bahkan meski dirinya kini sudah menjadi orang nomor satu di Indonesia, Prabowo mengaku tetap belajar. Setidaknya ia meluangkan waktu 2-4 jam setiap hari untuk belajar.

    “Saya sampai sekarang masih mungkin 2, 3, 4 jam tiap hari, saya belajar tiap hari,” tuturnya pada momen Wisuda dan Dies Natalis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Sabtu (18/10/2025) dikutip dari YouTube resmi Gerindra TV.


    Prabowo menyebut setiap hari dirinya membaca buku. Terlebih kini dengan teknologi yang luar biasa, belajar bisa dilakukan di manapun dan kapan pun.

    Teknologi Perlu Diwaspadai

    Prabowo tidak bisa memungkiri bila kehadiran teknologi di masa ini sangat membantu manusia. Tetapi, bak dua mata pedang teknologi menurutnya juga bisa menghancurkan manusia.

    “Sekarang teknologi membantu manusia, tapi teknologi bisa menghancurkan manusia dengan seketika. Teknologi bagus, tapi teknologi juga bisa menyusahkan kita,” beber Prabowo.

    Melalui teknologi, Prabowo menyoroti mudahnya menciptakan kebohongan. Meskipun begitu, masyarakat RI tidak boleh takut teknologi melainkan perlu meningkatkan kewaspadaan.

    “Karena sering teknologi tidak dipakai untuk kebenaran. Dunia sekarang berada di titik-titik yang sangat berbahaya. Berapa negara di ujung perang, bagaimana caranya kita harus mengurangi bahaya tersebut,” urainya.

    Sebagai Presiden Indonesia, Prabowo diminta ikut ambil peran untuk mengurangi kebencian, kecurigaan, fanatisme, dan dogmatisme. Hal-hal tersebut menjadi faktor yang dapat menimbulkan perang antar negara atau di dalam negara.

    Menjadi harapan bangsa Indonesia, Prabowo mengingatkan agar anak-anak muda terus waspada tapi juga berani menatap masa depan.

    “Waspada jangan mudah dibohongi karena ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa kita bangsa yang terlalu ramah, baik, lugu. Lugu oleh nenek moyang kita diberi pelajaran pemimpin tidak boleh lugu, pemimpin ramah dan sopan tapi tidak boleh lugu. Lugu berarti gampang dibohongi dan bangsa Indonesia menurut saya sudah lama dan terlalu sering kita dibohongi,” tandasnya.

    (det/pal)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada Beasiswa S2 di Radboud University Belanda, Tertarik Daftar?

    Ada Beasiswa S2 di Radboud University Belanda, Tertarik Daftar?



    Jakarta

    Radboud University di Belanda membuka beasiswa bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi pascasarjana. Apa saja persyaratannya?

    Sebelumnya,Radboud University adalah salah satu universitas publik diNijmegen, Belanda. Universitas ini juga termasuk dalam satu persen universitas terbaik di dunia menurut lembaga pemeringkatan universitasQuacquarelliSymonds (QS).


    Sebanyak dua profesor dari Radboud University merupakan penerima Nobel Fisika 2010. Dalam konteks kampus internasional, Radboud University telah menerima mahasiswa internasional dari 100 negara.

    Program Beasiswa Radboud University sendiri adalah program beasiswa yang ckup selektif. Program ini menawarkan kesempatan bagi mahasiswa yang tidak berkewarganegaaan Eropa dengan bakat dan motivasi yang tinggi untuk melanjutkan studi S2 di Radboud University

    Komponen Beasiswa Radboud University

    Beasiswa Radboud University merupakan beasiswa parsial yang akan mengurangi biaya kuliah menjadi €2.695 atau Rp52 juta. Misalnya: penerima beasiswa tahun 2026/2027 hanya akan membayar biaya kuliah sebesar €2.695, bukan €18.000.

    Beasiswa ini juga menanggung biaya visa, izin tinggal, asuransi kesehatan, dan asuransi kewajiban selama tinggal di Belanda. Namun, perlu diperhatikan jika biaya hidup dan studi di Belanda tidak ditanggung oleh beasiswa ini.

    Untuk tahun 2026/2027, Radboud membuka beasiswa untuk fakultas-fakultas berikut: Fakultas Seni Rupa (4 prodi), Fakultas Hukum (4 prodi), Sekolah Manajemen Nijmegen (6 prodi), Fakultas Filsafat, Teologi, dan Studi Agama (3 prodi), Fakultas Sains (8 prodi), Fakultas Ilmu Sosial (8 prodi).

    Syarat Beasiswa Radboud University

    1. Memiliki paspor non-EU (European Union)/non-EEA (European Economic Area).

    2. Tidak memenuhi syarat untuk biaya kuliah UE/EEA yang lebih rendah karena alasan lain

    3. Memiliki atau akan memperoleh gelar Sarjana yang diperoleh di luar Belanda, tidak memiliki gelar yang diperoleh di Belanda, dan tidak pernah menempuh pendidikan sebelumnya di Belanda (tidak termasuk program pertukaran pelajar, dengan syarat gelar tersebut merupakan bagian dari gelar Sarjana yang diperoleh di luar Belanda).

    4. Memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris untuk program Magister pilihan

    5. Telah diterima penuh di program S2 berbahasa Inggris mulai 1 September 2026 sebagaimana tercantum dalam surat penerimaan resmi.

    6. Mampu memenuhi persyaratan untuk mendapatkan visa ke Belanda

    7. Terdaftar diRadboud University sebagai mahasiswa penuh waktu untuk tahun akademik dan program S2 yang akan menerima beasiswa.

    Cara Mendaftar Beasiswa Radboud University

    Pendaftaran dibuka dalam sistem aplikasi OSIRIS. Pendaftaran kemudian akan diminta untuk mengunggah tiga dokumen tambahan: dua surat referensi dan riwayat hidup.

    Jika pendaftaran sudah mengunggah dokumen-dokumen ini untuk aplikasi program S2, pendaftar dapat mengunggah kembali dokumen yang sama untuk aplikasi beasiswa.

    Tenggat Pendaftaran Beasiswa Radboud University

    Pendaftaran harus mengirimkan aplikasi beasiswa melalui sistem Aplikasi OSIRIS daring paling lambat tanggal 31 Januari 2026 pukul 23.59 CEST. Kemudian, Aplikasi OSIRIS akan diperiksa oleh bagian Penerimaan Mahasiswa Radboud University.

    Pengumuman akan disampaikan sebelum pertengahan April 2026.

    Komponen Penilaian Beasiswa Radboud University

    Seleksi penerima beasiswa akan didasarkan pada kriteria berikut:

    1. Keunggulan Akademik seperti nilai, skor tes, publikasi
    2. Relevansi gelar sebelumnya dengan program Magister
    3. Peringkat universitas tempat memperoleh gelar sebelumnya
    4. Kualitas dan relevansi surat motivasi untuk program Magister
    5. Potensi, berdasarkan prestasi, kinerja, dan pekerjaan sebelumnya di bidang studi yang relevan
    6. Pengalaman hidup dan/atau kegiatan ekstrakurikuler seperti magang atau kegiatan sukarela
    7. Kualitas rekomendasi dalam dua surat referensi

    Informasi lebih lanjut mengenai Beasiswa Radboud University dapat dicek melalui https://www.ru.nl/en/education/scholarships/radboud-scholarship-programme. Bagaimana, tertarik untuk studi ke Belanda?

    (nir/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • Daftar Universitas Terbaik di Luar Jawa Versi THE WUR 2024-2026

    Daftar Universitas Terbaik di Luar Jawa Versi THE WUR 2024-2026


    Jakarta

    Setiap tahunnya, Times Higher Education (THE) merilis World University Ranking (THE WUR). Melalui pemeringkatan ini, kita juga dapat melihat apa saja universitas-universitas terbaik di Indonesia.

    Belum lama ini, ranking untuk edisi 2026 juga telah dirilis. Agar detikers khususnya yang berada di luar Pulau Jawa memiliki referensi untuk masuk kuliah di wilayah masing-masing, berikut ini detikEdu telah merangkum kampus-kampus terbaik versi THE WUR edisi 2024 hingga 2026 di luar Jawa.

    Universitas Terbaik di Luar Pulau Jawa

    Versi THE WUR 2024

    1. Universitas Syiah Kuala: Peringkat 8 di Indonesia
    2. Universitas Andalas: Peringkat 10 di Indonesia
    3. Universitas Hasanuddin: Peringkat 13 di Indonesia
    4. Universitas Lampung: Peringkat 16 di Indonesia
    5. Universitas Sriwijaya: Peringkat 21 di Indonesia
    6. Universitas Sumatera Utara: Peringkat 22 di Indonesia

    Versi THE WUR 2025

    1. Universitas Hasanuddin: Peringkat 9 di Indonesia
    2. Universitas Andalas: Peringkat 17 di Indonesia
    3. Universitas Negeri Padang: Peringkat 20 di Indonesia
    4. Universitas Sriwijaya: Peringkat 26 di Indonesia
    5. Universitas Sumatera Utara: Peringkat 27 di Indonesia
    6. Universitas Syiah Kuala: Peringkat 28 di Indonesia
    7. Universitas Lampung: Peringkat 29 di Indonesia
    8. Universitas Mataram: Peringkat 30 di Indonesia


    Versi THE WUR 2026

    1. Universitas Halu Oleo: Peringkat 11 di Indonesia
    2. Universitas Hasanuddin: Peringkat 12 di Indonesia
    3. Universitas Andalas: Peringkat 21 di Indonesia
    4. Universitas Negeri Padang: Peringkat 25 di Indonesia
    5. Universitas Sriwijaya: Peringkat 30 di Indonesia
    6. Universitas Sumatera Utara: Peringkat 31 di Indonesia
    7. Universitas Syiah Kuala: Peringkat 32 di Indonesia
    8. Universitas Lampung: Peringkat 34 di Indonesia
    9. Universitas Mataram: Peringkat 35 di Indonesia

    Indikator Pemeringkatan Terbaru

    Pada pemeringkatan yang terbaru, THE mengukur performa perguruan tinggi berdasarkan sisi kualitas penelitian (bobot 30%), pengajaran (bobot 29,5%), lingkungan penelitian (bobot 29%), industri (4%), dan internasionalitas (bobot (7,5%). Apabila dijabarkan, maka seperti berikut:

    1. Pengajaran (Bobot 29,5%)

    • Reputasi pengajaran: 15%
    • Rasio staf banding mahasiswa: 4,5%
    • Rasio doktor banding sarjana: 2%
    • Pengajar bergelar doktor: 5,5%
    • Penghasilan institusi: 2,5%

    2. Lingkungan Penelitian (Bobot 29%)

    • Reputasi penelitian: 18%
    • Pendapatan penelitian: 5,5%
    • Produktivitas penelitian: 5,5%

    3. Kualitas Penelitian (Bobot 30%)

    • Dampak sitasi: 15%
    • Kekuatan penelitian: 5%
    • Keunggulan penelitian: 5%
    • Pengaruh penelitian: 5%

    4. Internasionalitas (Bobot 7,5%)

    • Proporsi mahasiswa internasional: 2,5%
    • Proporsi staf internasional: 2,5%
    • Kolaborasi internasional: 2,5%

    5. Industri (Bobot 4%)

    • Pendapatan industri: 2%
    • Paten: 2%.

    Demikian peringkat universitas terbaik di luar Pulau Jawa versi THE WUR 2024-2026. Ada kampus yang ingin kalian tuju?

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Ungkap 5 Kelompok Paling Rentan Saat Cuaca Panas Mendidih, Kamu Termasuk?

    Pakar Ungkap 5 Kelompok Paling Rentan Saat Cuaca Panas Mendidih, Kamu Termasuk?


    Jakarta

    Indonesia sedang dilanda cuaca panas yang cukup ekstrem. Bahkan, terdapat wilayah dengan suhu udara mencapai 38 derajat Celcius.

    Cuaca panas ekstrem ini juga berdampak pada kegiatan manusia sehari-hari. Pakar kesehatan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Evi Rinata MKeb mengatakan jika cuaca panas ekstrem dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan.


    Menurut Evi, tubuh akan bekerja lebih ekstra untuk menjaga suhu tetap stabil. Jika mekanisme ini tidak berjalan optimal, seseorang dapat mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke yang bisa mengancam nyawa.

    Panas yang berlebihan dapat memperburuk penyakit-penyakit kronis seperti hipertensi, gangguan jantung, atau asma. Heat stroke juga termasuk dalam salah satu kondisi yang paling serius dan bisa menyebabkan kematian.

    Heat stroke bisa terjadi karena kegagalan proses pengendalian panas dan kegagalan sistem jantung serta pembuluh darah tubuh,” terangnya dalam laman Umsida, dikutip Senin (20/10/2025).

    Cara Tubuh Merespons Cuaca Panas Ekstrem

    Evi menyebut jika tubuh manusia sebenarnya memiliki sistem yang sangat canggih untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu, atau disebut termoregulasi.

    “Ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh akan meningkatkan pengeluaran keringat dan memperlebar pembuluh darah di kulit untuk membantu mengeluarkan panas,” paparnya.

    Sebaliknya, saat suhu menurun, tubuh akan berusaha mempertahankan panas dengan cara mempersempit pembuluh darah dan menimbulkan rasa menggigil. Namun bila perubahan suhu terjadi secara tiba-tiba dan ekstrem, mekanisme adaptasi ini bisa terganggu.

    Akibatnya, seseorang lebih mudah mengalami stres panas, pusing, atau bahkan gangguan keseimbangan cairan tubuh.

    5 Kelompok Rentan Saat Suhu Panas

    Menurut Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Umsida itu, ada beberapa kelompok masyarakat yang tergolong lebih rentan, yakni:

    1. Lansia

    Kemampuan tubuh lansia dalam menyesuaikan suhu sudah menurun.

    2. Anak-anak

    Sistem pengaturan suhu dalam tubuh anak-anak masih belum sempurna.

    3. Ibu Hamil

    Perubahan hormon dan metabolisme tubuh membuat ibu hamil lebih mudah mengalami dehidrasi.

    4. Pekerja Lapangan

    Pekerja lapangan seperti petani atau nelayan memiliki risiko tinggi karena mereka berada di luar ruangan dalam waktu yang lama.

    5. Individu dengan Penyakit Kronis

    Individu dengan penyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung rentan cuaca panas karena panas dapat memperberat kerja organ vital.

    Cara Menjaga Kesehatan Saat Cuaca Panas

    Beberapa hal sederhana ini bisa dilakukan saat cuaca panas ekstrem, seperti:

    1. Perbanyak minum air putih

    2. Konsumsi makanan bergizi seimbang

    3. Menggunakan pakaian longgar

    4. Hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan pada siang hari

    5. Ventilasi rumah yang baik

    (nir/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Lomba Debat Mahasiswa Nasional 2025 Digelar, Ini Tema yang Diangkat

    Lomba Debat Mahasiswa Nasional 2025 Digelar, Ini Tema yang Diangkat


    Jakarta

    Lomba debat mahasiswa Indonesia 2025, yakni National University Debating Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) digelar 20-25 Oktober 2025. Ajang debat nasional paling bergengsi ini berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Jawa Tengah.

    NUDC dan KDMI merupakan lomba debat yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswa, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Ajang tahunan ini menjadi ruang kompetisi, pembelajaran, serta jejaring intelektual bagi mahasiswa Indonesia.

    Menjadi tuan rumah, Unsoed dibanjiri delegasi mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia. Dikutip dari Guidebook NUDC & KDMI 2025, Senin (20/10/2025) berikut serba-serbi Lomba Debat Indonesia 2025


    Tema NUDC – KDMI 2025

    Tema besar NUDC dan KDMI adalah:

    “Dari Panggung Hebat, Mewujudkan Kampus Berdampak, untuk Masyarakat Hebat”

    Adapun makna dari tema ini yakni:

    Dari Panggung Hebat

    Memaknai bahwa panggung melambangkan tempat di mana ide dan kreativitas dapat diekspresikan. Dalam konteks ini, debat merupakan ruang untuk menyampaikan argumen dan perspektif yang beragam.

    Untuk Masyarakat Hebat

    Kalimat ini memaknai bahwa tujuan akhir dari panggung debat dan aktivitas intelektual mahasiswa tidak berhenti pada capaian pribadi. Namun, setiap gagasan dan argumen yang lahir dari ruang debat menjadi bagian kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat luas.

    Mewujudkan Kampus Berdampak

    Debat dan pertukaran opini mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan pemikiran yang konstruktif dan menciptakan solusi nyata. Tidak hanya adu argumen, debat melatih mahasiswa untuk berpikir kritis terhadap permasalahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

    NUDC-KDMI diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus melalui ide-ide segar dan gagasan yang inovatif.

    Manfaat Lomba Debat Indonesia 2025

    Ada empat manfaat dari Lomba Debat Indonesia 2025, yakni:

    1. Menguji dan mengasah keterampilan kritis dan retorika.

    2. Ajang prestisius bagi mahasiswa tingkat nasional.

    3. Membangun jejaring intelektual lintas universitas.

    4. Kontribusi nyata bagi pengembangan budaya akademik Indonesia.

    Jadwal Kegiatan NUDC – KDMI 2025

    Hari Pertama, 20 Oktober 2025

    • Opening Ceremony: 14.00-17.00 WIB di Graha Widyatama Unsoed

    Hari Kedua, 21 Oktober 2025

    • Round 1 NUDC & KDMI: 08.00-11.00 WIB
    • Round 2 NUDC & KDMI: 12.15-15.15 WIB
    • Round 3 NUDC & KDMI: 15.30-18.30 WIB

    Hari Ketiga, 22 Oktober 2025

    • Round 4 NUDC & KDMI: 08.00-11.00 WIB
    • Round 5 NUDC & KDMI: 12.15-15.15 WIB
    • Round 6 (silent) NUDC & KDMI: 15.30-18.00
    • Pengumuman tim terbaik NUDC & KDMI: 18.30-19.30 WIB

    Hari Keempat, 23 Oktober 2025

    • Babak 23 Besar NUDC & KDMI: 08.00-11.00 WIB
    • Babak 16 Besar NUDC & KDMI: 12.15-15.00 WIB
    • Babak 8 Besar NUDC & KDMI: 15.00-18.00 WIB

    Hari Kelima, 24 Oktober 2025

    • Final Novice KDMI: 13.30-14.45 WIB
    • Final Pratama NUDC: 14.45-16.00 WIB
    • Final Utama KDMI: 16.00-17.16 WIB
    • Final Open NUDC: 17.15-18.30 WIB
    • Closing Ceremony: 19.30-22.00 WIB

    Demikianlah informasi tentang lomba debat Indonesia 2025 untuk mahasiswa. Selamat bertanding detikers!

    (det/twu)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakar Sorot Dominasi Buzzer di Medsos, Sedangkan Akademisi Absen

    Pakar Sorot Dominasi Buzzer di Medsos, Sedangkan Akademisi Absen


    Jakarta

    Media sosial menjadi medan tempur narasi yang didominasi buzzer dan bot. Hal ini disampaikan oleh pakar analisis media sosial pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi.

    Di sisi lain, ia juga menyorot absennya peran akademisi dalam membentuk narasi di ruang publik digital di negeri ini. Melalui penjelasannya yang bertajuk “Siapa Pemilik Narasi? Data, Disinformasi, dan Hilangnya Suara Akademisi” dalam “The 2025 International Conference on Computer, Control, Informatics, and Its Application (IC3INA) pada Rabu (15/10/2025), ia mengutarakan suara akademisi yang berbasis data dan kebenaran malah hilang dan tertinggal di belakang jurnal-jurnal ilmiah.

    Perbandingan Aktivitas Kampus Terkemuka di AS dan Indonesia

    Ismail Fahmi dalam acara ini memaparkan hasil analisis jaringan sosial (Social Network Analysis). Analisis ini membandingkan aktivitas digital universitas-universitas terkemuka di Amerika Serikat (AS) seperti Stanford University, Harvard University, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) dengan tiga universitas terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).


    Ia menemukan ada perbedaan aktivitas digital universitas-universitas di kedua negara. Di universitas-universitas di AS, jejaring akun institusi dan akademisi sangat aktif. Pembahasan yang dibangun bersifat global dan mencakup isu-isu kritis seperti COVID-19, politik internasional, serta penemuan sains. Para akademisi AS, seperti tampak pada saat pandemi, menjadi influencer pengetahuan yang aktif berdebat dan mengedukasi publik di media sosial.

    Sementara, ia menemukan Universitas Indonesia memiliki keterlibatan di media sosial yang sangat minim dan cenderung bersifat institusional atau lokal. Berdasarkan analisis Drone Emprit, jejaring diskusi seputar UI justru sangat dekat dengan isu politik.

    “Universitas kita tidak memiliki naratifnya sendiri di media sosial. Kita hanya ditarik oleh buzzer dan isu politik ke dalam naratif mereka,” jelasnya, dikutip dari BRIN pada Senin (20/10/2025).

    Namun, Ismail Fahmi juga mengakui ada kendala yang membuat akademisi di Indonesia enggan bersuara, termasuk ketakutan akan kekerasan politik; tekanan institusional; sampai risiko hukum dan reputasi.

    Saran Strategi Komunikasi untuk Akademisi

    Maka dari itu, ia menawarkan strategi komunikasi yang aman serta konstruktif yang dapat dilakukan para akademisi. Ia menegaskan agar para akademisi Tanah Air fokus pada data, bukan politik; mengadopsi jurnalisme konstruktif; serta memanfaatkan kecerdasan buatan.

    “Jika kita akademisi dan peneliti tetap menjadi penonton, maka siapa yang akan menjadi pemandu intelektual publik berbasis data? Data harus berada di ruang publik, bukan hanya di jurnal dan kelas”, ucapnya.

    Ia berharap forum akademik dapat menjadi kekuatan intelektual publik dengan memastikan hasil penelitian mempunyai tujuan gand,a yakni literasi sains dan informasi real-time untuk masyarakat.

    (nah/twu)



    Sumber : www.detik.com