Tag: kopi

  • Apakah Sehat Minum Kopi Setiap Hari? Ini Anjuran Ahli Gizi


    Jakarta

    Kopi mengandung senyawa penting yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, amankan jika mengonsumsi kopi setiap hari?

    Kopi identik dengan kandungan kafein atau disebut juga sebagai stimulan alami. Kafein tersebut bekerja dengan merangsang otak dan sistem saraf pusat.

    Manfaatnya bisa meningkatkan energi, mencegah rasa lelah, hingga menghindari risiko penyakit kronis. Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa penting lainnya.


    Hal tersebut telah dibuktikan oleh seorang ahli gizi, Lorraine Kearney, RD, CDN, dan CEO New York City Nutrition. Dikutip dari Delish (19/01/24) berikut penjelasannya.

    1. Nutrisi penting kopi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi ini mengandung beberapa nutrisi penting selain kafein, seperti magnesium dan polifenol. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi diekstraksi dari biji kopi yang dipanggang dan digiling. Kopi ini mengandung beberapa nutrisi penting selain kafein, seperti magnesium dan polifenol.

    Nutrisi tersebut berperan sebagai antioksidan dalam tubuh. Banyak penelitian dan ahli gizi yang menemukan potensi manfaat kesehatan dari kopi.

    “Kopi kaya akan antioksidan, stimulan alami yang dapat meningkatkan fungsi kognitif, konsentrasi, dan kewaspadaan,” ujar Kearney.

    Kearney mengatakan dengan rutin mengonsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu, penyakit Parkinson hingga Alzheimer.

    2. Risiko kesehatan dari kopi

    Meski dikemas dengan nutrisi penting, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa minum kopi juga bisa menimbulkan risiko atau efek samping pada kesehatan.

    “Kandungan kafein dalam kopi bisa berbeda-beda, tergantung faktor seperti jenis biji kopi, cara penyeduhan, dan takaran saji,” tutur Kearney.

    Menurut Kearney, secangkir kopi umumnya mengandung 95-200 mg kafein. Sementara itu, Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan 400 mg kafein adalah jumlah yang tidak dikaitkan dengan efek negatif.

    3. Efek kafein

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanMinum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat Badan Foto: Ilustrasi iStock

    Lebih lanjut, FDA menjelaskan bahwa efek kafein bisa berbeda-beda di setiap orang tergantung seberapa sensitif tubuh mereka terhadap kafein.

    Juga seberapa cepat tubuh mereka dapat memetabolismenya. Kearney mengatakan bahwa terlalu banyak minum kopi bisa menyebabkan kecemasan, masalah pencernaan, tremor otot, sakit, kepala, ketergantungan kafein, hingga gangguan penyerapan kalsium.

    Selain itu, kafein yang berlebih juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Kearney menyarankan agar mereka yang memiliki masalah jantung dan refluks asam menghindari kopi.

    4. Batasan kafein

    Kafein pada kopi bisa berakibat fatal jika dikonsumsi berlebihan. Sebelumnya FDA mengatakan bahwa 400 mg kafein setiap hari masih batas aman.

    Khusus untuk wanita hamil, disarankan membatasi kafein hingga 300 mg per hari. Yang pasti, jangan sampai berlebihan hingga mencapai 1.200 mg kafein per hari.

    FDA menjelaskan bahwa jumlah tersebut dapat menyebabkan efek toksik seperti kejang. Bahkan pada 2023 lalu, ada kasus kematian seorang siswa dengan penyakit jantung yang terjadi usai minum Charged Lemonade yang mengandung kafein.

    5. Bolehkan minum kopi setiap hari?

    Racikan kopi campur lada hitamMinum kopi setiap hari aman asalnya tidak berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Sehat atau tidaknya minum kopi setiap hari pada akhirnya tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing dan seberapa banyak kamu mengonsumsi kopi.

    “Ini bervariasi berdasarkan toleransi individu terhadap kafein dan seberapa sensitif mereka terhadap efeknya, juga seberapa cepat mereka metabolismenya,” ujar Kearney.

    Untuk pilihan rendah kalori, Kearney merekomendasikan untuk mengonsumsi kopi hitam dengan sedikit gula, krim, atau perasa. Akan lebih baik tanpa gula tambahan.

    (raf/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • 3 Tips Minum Kopi Supaya Tak Sakit Perut di Pagi Hari


    Jakarta

    Kopi kerap dinikmati saat sarapan. Namun, pada sebagian orang menyebabkan gangguan pada pencernaan. Atasi dengan tips mudah berikut ini.

    Banyak orang menikmati kopi pagi hari saat sarapan. Minum kopi di pagi hari bisa membangkitkan energi yang diperlukan tubuh untuk beraktivitas seharian.

    Manfaat kopi di pagi hari ini dapat dirasakan oleh sebagaian orang. Namun, banyak juga yang justru mendapatkan gangguan masalah kesehatan pada pencernaan.


    Dilansir dari Well and Good (21/1), Maddie Pasquariello selaku ahli diet menjelaskan efek yang ditimbulkan saat minum kopi. “Minum kopi menyebabkan lambung memproduksi asam. Mungkin juga mengalami peningkatan pergerakan usus, peningkatan detak jantung, dan peningkatan tekanan darah ketika minum kopi saat perut kosong,” jelasnya.

    Pasquariello mengatakan bahwa minum kopi ini bisa berpotensi menyebabkan sakit maag. “Terus menerus minum kopi saat perut kosong dapat menyebabkan sakit maag,” katanya.

    Kopi juga disebut dapat menekan nafsu makan, oleh karenanya banyak yang mengonsumsinya sebagai minuman diet. Namun, kopi juga bisa menghambat kemampuan dalam menjalankan pola makan yang bergizi seimbang.

    “Dengan minum kopi alih-alih sarapan padat nutrisi, mungkin kamu bisa kehilangan kesempatan untuk berkontribusi terhadap keseluruhan asupan makronutrien pada hari itu,” ungkapnya.

    Kalau kamu memiliki usus yang sehat, tidak perlu khawatir saat minum 1-2 cangkir kopi di pagi hari. Namun, jika memang memiliki gangguan pada kesehatan usus, harus dipertimbangkan kembali.

    Beberapa tips mungkin bisa diterapkan agar minum kopi di pagi hari tak menimbulkan gangguan pencernaan.

    Berikut 3 tips minum kopi yang mudah diikuti:

    1. Minum air putih dulu

    Saat tertidur lelap, tubuh akan mengeluarkan air melalui pernapasan. Penting menjaga tubuh terhidrasi dengan baik, oleh karena itu minumlah air putih saat baru bangun tidur.

    Minum air putih ini juga dapat mengurangi efek kafein saat meminum kopi di pagi hari. “Ini membantu tubuh mendapatkan kembali cairan setelah tidur malam, meningkatkan pencernaan, dan meningkatkan metabolisme yang sehat,” ujar Pasquariello.

    2. Lengkapi dengan menu sarapan

    Tips minum kopi pagi hariTips minum kopi pagi hari Foto: Getty Images/iStockphoto

    Jangan hanya minum kopi saat sarapan, sebaiknya ditemani dengan menu sarapan. Karena, menyantap makanan walaupun sedikit dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan saat minum kopi.

    “Dengan makan sedikit, ini akan membantu dalam menyerap asam lambung yang diproduksi dan menghindari gejala tidak menyenangkan,” ungkap Pasquariello.

    Pasquariello menyarankan untuk mengonsumsi sarapan bergizi seimbang. Di antaranya berisikan karbohidrat, protein, dan lemak.

    3. Pemilihan jenis kopi

    Jika memang harus minum kopi di pagi hari, Pasquariello menyarankan untuk memperhatikan jenis kopi yang diminum. Bisa mengurangi volume kopi atau mengganti jenisnya.

    “Menurunkan jumlah shots espresso dari tiga menjadi dua, beralih ke kopi dark roast, atau memilih drip coffee drip daripada cold brew,” sarannya.

    Pasquariello merekomendasikan pengurangan dosis secara perlahan untuk menghindari rasa sakit akibat berhenti mengasup kafein. Bisa juga mengganti kopi berkafein dengan kopi decaf tanpa kafein.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Waspada! Kafein Kopi Bisa Menyebabkan Keracunan, Ini Sebabnya!


    Jakarta

    Kopi memang bisa membuat orang berenergi dan memberikan banyak manfaat sehat. Namun, kafein pada kopi juga bisa menyebabkan keracunan.

    Kopi banyak diminati bukan hanya karena enak, tetapi juga karena mendatangkan manfaat baik. Banyak zat di dalam kopi yang memberikan manfaat, salah satunya kafein.

    Kafein adalah stimulan alami yang bekerja untuk memberi stimulasi pada otak dan sistem saraf pusat agar mencegah seseorang dari rasa lelah. Kafein juga dapat meningkatkan mood dan fungsi otak.


    Namun, terlalu banyak mengonsumsi kafein juga tidak baik. Kafein bisa memberi efek buruk. Jika terlalu banyak, kafein justru berubah menjadi racun dalam tubuh. Kafein pun menimbulkan rasa gelisah hingga membuat seseorang sulit tidur.

    Oleh karena itu, penting mengukur batasan kafein yang dikonsumsi setiap harinya agar tidak menimbulkan potensi keracunan kafein.

    Untuk mengetahuinya lebih jelas, simak penjelasan berikut, seperti yang dirangkum dari wellandgood.com (28/06/2023).

    1. Mengenal sensitif kafein dan keracunan kafein

    5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum KopiKeracunan kafein berbeda dengan sensitif kafein karena gejalanya pun berbeda. Foto: Ilustrasi iStock

    Penting mengetahui tanda-tanda sensitif kafein dengan keracunan kafein.

    Seorang Dokter bernama Dr. Boyer mengungkap, sensitif kafein adalah suatu reaksi buruk terhadap kafein yang menimbulkan kegelisahan hingga hipervigilensi dan memicu buang air kecil. Di sisi lain, keracunan kafein ditandai dengan peningkatan detak jantung yang sering dan dramatis, tekanan darah sangat rendah, muntah, dan kejang.

    Untuk mengetahui seberapa banyak kafein yang bisa ditolerir, kamu mungkin akan melakukan dengan cara coba-coba. Misalnya, dengan minum kafein di pagi hari saat perut kosong atau meminumnya sampai tiga cangkir untuk mengetahui seberapa kuat tubuh mendapat asupan kafein.

    Namun, keracunan kafein yang sebenarnya memerlukan perhatian medis. Keracunan kafein terjadi ketika seseorang terlalu banyak konsumsi kafein dalam waktu singkat.

    2. Jumlah kafein yang bisa jadi racun

    Sirup maple untuk campuran kopiPotensi keracunan kafein bisa dilihat dari seberapa banyak kafein yang dikonsumsi dalam waktu cepat. Foto: iStock

    Dr.Boyer mengatakan, beberapa keadaan bisa menentukan potensi keracunan kafein.

    “Jumlah kafein yang bisa menjadi racun tergantung pada berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengasup kafein, toleransi terhadap zat, dan lain sebagainya,” ujar Dr. Boyer.

    FDA (Food and Drug Administration) mencatat, efek toksik biasanya terjadi saat orang mengonsumsi 1.200 miligram kafein dalam jangka waktu singkat.

    Jumlah kafein dalam setiap minuman yang kamu minum tergantung dari banyak faktor. Misalnya espresso yang punya 64 miligram kafein atau kopi instan yang punya 62 miligram kafein.

    Perlu diingat, kopi bukanlah salah satu sumber kafein. Kafein juga bisa didapat dari beberapa minuman lain, seperti teh putih, teh hijau, atau teh hitam yang mengandung 12 gram kafein. Minuman berenergi juga mengandung kafein sekitar 80 sampai 150 miligram per dua kaleng minuman.

    Untuk menjaga asupan kafein, sebaiknya lakukan beberapa perhitungan. Sejumlah otoritas, termasuk FDA di Amerika merekomendasikan untuk maksimal mengonsumsi 400 miligram kafein per hari.

    Batasan asupan kafein yang aman bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Batas asupan kafein yang aman

    Dr.Boyer mencatat, keracunan kafein telah menjadi hal umum dalam beberapa waktu terakhir. Terutama karena meningkatnya minat dalam mengonsumsi minuman kafein, seperti kopi, teh, atau minuman berenergi.

    Namun, tidak semua keracunan kafein membawa malapetaka. Menurut Dr.Boyer, keracunan kafein yang parah sampai mematikan masih jarang terjadi.

    Hal ini juga disebabkan karena penanganan medis yang cepat dan tepat. Saat orang keracunan kafein ditandai dengan lonjakan dalam detak jantung, muntah dan kejang.

    Minum kopi, teh, atau minuman kafein lainnya boleh saja. Asalkan bijak dalam mengonsumsi kafein. Jika batasan harian 400 miligram masih membuat gelisah dan detak jantung lebih cepat, sebaiknya dosisnya dikurangi.

    (aqr/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Minum Kopi Campur Cabai Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Kata Pakar

    Minum Kopi Campur Cabai Bisa Turunkan Berat Badan, Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Tidak hanya kopi campur rempah saja yang berkhasiat, tetapi kopi campur cabai ternyata juga mampu membantu menurunkan berat badan. Begini kata pakar.

    Kopi merupakan minuman sehari-hari yang memberikan efek baik untuk tubuh. Selain diminum begitu saja, kopi juga bisa ditambah dengan bahan alami, seperti madu, aneka rempah, bahkan cabai.

    Racikan kopi campur cabai mungkin terdengar aneh, tetapi sebenarnya menawarkan banyak manfaat sehat.


    Campuran kopi dengan cabai bisa membantu tubuh membakar kalori lebih efisien. Racikan ini bisa dimasukkan ke dalam rutinitas harian, terutama jika berfokus pada diet sehat dan mendukung penurunan berat badan.

    Lantas, apa yang membuat racikan kopi campur cabai bermanfaat? Merangkum beberapa sumber, berikut penjelasannya.

    1. Cabai jadi pilihan sehat campuran kopi

    Cabai merah besarCabai menjadi pilihan sehat untuk digabungkan bersama dengan kopi. Foto: Devteo Mahardika/detikJabar

    Menambahkan kopi dengan sejumput rempah-rempahan memang biasa dilakukan. Biasanya, rempah-rempahan yang dipakai yaitu kayu manis, kapulaga, jahe, atau kunyit.

    Namun, bagaimana dengan cabai? Baik kopi maupun cabai sebenarnya menawarkan manfaat kesehatan bagi tubuh.

    Menurut para ahli gizi di Universitas Johns Hopkins School of Medicine, antioksidan dan zat aktif di dalam kopi dapat mengurangi peradangan dan membantu menurunkan kemungkinan terkena kanker dan penyakit tertentu.

    Di sisi lain, cabai, khususnya jenis cayenne pepper merupakan sumber vitamin yang baik. Kandungan vitamin A di dalamnya penting untuk penglihatan, reproduksi, kesehatan sistem kekebalan tubuh, dan fungsi organ tertentu. Kandungan capsaicin di dalam cabai juga diyakini bisa mengurangi peradangan dan nyeri.

    2. Alasan perlu minum kopi campur cabai

    kopi cabaiMinum racikan kopi cabai bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Capsaicin merupakan senyawa kimia organik yang bertanggung jawab atas rasa pedas dalam cabai.

    Melansir dailywrap.com (23/11/2024), capsaicin juga memiliki efek menghangatkan dan stimulasi termogenesis yang membuatnya mendukung metabolisme dan pembakaran lemak. Capsaicin bisa meningkatkan pengeluaran energi tubuh, membakar lemak, sehingga pada akhirnya membantu menurunkan berat badan.

    Sifat anti-inflamasi di dalamnya juga bisa meningkatkan sirkulasi darah dan mendukung pencernaan. Konsumsi capsaicin dalam jumlah kecil secara teratur bisa mengurangi nafsu makan karena sifatnya membantu menekan sekresi hormon lapar (ghrelin).

    Karenanya, racikan kopi campur cabai bisa jadi menu diet ideal. Namun, penting diingat untuk meminumnya dalam batas wajar. Pemakaian cabai juga perlu diperhatikan, terutama bagi mereka yang punya sistem pencernaan sensitif.

    Cara menyiapkan kopi campur cabai bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Cara bikin kopi campur cabai

    Aneh! Pegawai di Perusahaan Ini Harus Makan Cabai Jika Lakukan KesalahanUntuk membuat racikan kopi cabai, tentu kamu perlu bahan utama kopi favoriit dan bubuk cabai. Foto: X @ActualidadRT

    Untuk bikin kopi campur cabai ada dua bahan utama yang dibutuhkan, yaitu kopi dan sejumput bubuk cabai. Namun, kamu juga bisa menyiapkan bahan opsional, seperti kayu manis, madu, dan susu.

    Pertama, seduh kopi dengan metode yang biasa kamu lakukan. Tambahkan sejumput bubuk cabai lalu aduk sampai rata.

    Jika kamu ingin meningkatkan rasanya, bisa tambah pemanis alami, seperti kayu manis atau madu. Jika ingin rasanya lebih ringan dan teksturnya creamy, bisa tambah susu pilihan.

    Racikan kopi cabai lebih baik diminum dalam keadaan hangat dan diminum pagi hari untuk meningkatkan metabolisme sepanjang hari.

    4. Apakah cocok dikonsumsi semua orang?

    Meskipun racikan ini menawarkan manfaat sehat, terutama dalam hal penurunan berat badan, tetapi tidak cocok untuk dikonsumsi semua orang.

    Mereka yang pencernaannya sensitif disarankan tidak meminumnya. Rasa pedas di dalam cabai bisa mengiritasi sistem pencernaan mereka.

    Orang yang punya masalah refluks asam, asam lambung, atau tukak lambung juga sebaiknya menghindari kombinasi ini. Pasalnya kandungan capsaicin di dalamnya bisa memperparah gejala rasa terbakar, nyeri ulu hati, atau sakit perut.

    Ibu hamil juga tidak dianjurkan karena rempah pedas bisa memengaruhi sistem pencernaan dan beberapa reaksi tubuh selama masa kehamilan. Anak kecil dan orang yang memiliki alergi kandungan cabai juga perlu menghindarinya.

    Jika tidak memiliki masalah atau dalam kondisi kesehatan seperti disebutkan sebelumnya, kamu bisa menambah cabai dan rempah-rempahan lainnya dalam jumlah sedikit ke dalam kopi. Penambahan bahan ini bisa sekaligus meningkatkan sirkulasi, mendukung metabolisme, dan menambah energi sepanjang hari.

    Supaya konsumsinya lebih aman dan efektif, coba konsultasi dulu kepada para ahli.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tips Minum Kopi yang Benar dan Menyehatkan dari Ahli Biokimia

    Tips Minum Kopi yang Benar dan Menyehatkan dari Ahli Biokimia


    Jakarta

    Minum kopi dengan cara yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan yang segudang. Jessie Inchauspé, ahli biokimia asal Perancis, bagikan cara tepat minum kopi.

    Kopi secara alamiah diproduksi dari buah ceri kopi. Sama halnya dengan tumbuhan lain ada banyak kandungan nutrisi dan mineral di dalamnya yang bermanfaat untuk tubuh jika dikonsumsi.

    Namun cara konsumsi kopi juga harus diperhatikan. Tidak disarankan menikmati kopi dengan tambahan pemanis dalam bentuk gula apapun.


    Adalah Jessie Inchauspé, ahli biokimia asal Perancis, yang membagikan cara minum kopi dengan baik agar tetap mempertahankan manfaat sehatnya. Mulai dari pemilihan pemanis hingga susu yang ditambahkan, Jessie punya beberapa saran.

    Baca juga: 5 Tradisi Sajian Tahun Baru di Dunia yang Dipercaya Bawa Keberuntungan

    Campuran kopi dan kayu manis ternyata lebih menyehatkanMenambahkan kayu manis ke dalam kopi dapat menjadi alternatif pemanis alami. Foto: Getty Images

    1. Mengandalkan kayu manis

    Dibandingkan berbagai jenis racikan kopi, Jessie lebih menyarankan untuk mengonsumsi kopi hitam. Kopi hitam yang alami dan tidak menggunakan penambahan pemanis jauh lebih berkhasiat dan aman jika dikonsumsi secara rutin.

    Jessie tidak menyarankan untuk menggunakan gula pasir atau apapun jenis gula putih. Melainkan, ia lebih menyarankan untuk menambahkan rempah-rempah atau stevia guna memberi rasa tambahan untuk racikan kopi hitam.

    Kayumanis disebutnya sebagai rempah yang paling cocok untuk kopi. Selain menambahkan semburat manis berempah, kayu manis juga memberikan aroma yang menenangkan ketika dihirup sambil menyeruput kopi.

    2. Memilih susu yang tepat

    “Susu yang ditambahkan ke dalam kopimu juga sangat penting,” ujarnya.

    Jessie tidak merekomendasikan susu nabati untuk dicampur ke dalam racikan kopi. Seperti susu oat yang populer untuk tambahan kopi, faktanya susu jenis tersebut memiliki kadar gula yang cukup tinggi.

    Bagaimanapun ia tetap merekomendasikan kopi susu dengan campuran susu sapi. Bahkan tak ada jenis susu sapi secara khusus, ia menyarankan untuk sekadar menggunakan susu sapi biasa.

    Baca juga: Anies Baswedan Jajal Kehidupan Skena dengan Ngopi di Kafe

    Adapun bagi konsumen kopi susu yang intoleran laktosa, ia mempersilakan untuk menggunakan susu dari kacang-kacangan. Tetapi dengan catatan untuk menggunakan susu yang tanpa pemanis tambahan dalam bentuk apapun.

    Minum Kopi Hitam Bagus untuk Sarapan? Ini 5 FaktanyaMinum kopi setelah sarapan lebih ampuh untuk mengendalikan gula darah. Foto: iStock

    3. Minum kopi setelah sarapan

    Selain campuran pemanis dan susu, waktu minum kopi masih sering menuai perdebatan. Apalagi tentang minum kopi di pagi hari yang membingungkan sebagian orang untuk dilakukan setelah sarapan atau sebelum sarapan.

    “Kalau kamu orang yang lebih sering merasa kelelahan pada pagi hari, coba untuk konsumsi kopi hanya setelah sarapan,” lanjutnya.

    Tetapi jika sekadar ingin menambah fokus saja, tak ada salahnya untuk mengonsumsi kopi sebelum sarapan. Konsumsi kopi pagi hari setelah sarapan lebih ampuh untuk menyeimbangkan kadar gula darah sehingga tidak membuat tubuh mudah kelelahan.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya


    Jakarta

    Kopi memang mengandung banyak manfaat untuk tubuh. Akan tetapi ada beberapa kelompok orang yang tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman ini.

    Selain bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan tidak mengantuk, kopi memiliki sejumlah manfaat untuk tubuh saat dikonsumsi pagi hari.

    Selain itu daya tarik kopi terletak pada aroma dan cita rasanya yang menggiurkan. Selain itu, kopi juga memiliki kandungan kafein yang bisa membuat pencintanya ketagihan untuk meminumnya.


    Tak heran setiap harinya ada jutaan orang di berbagai negara yang minum kopi di pagi hari. Selama beberapa tahun terakhir banyak bermunculan penelitian tentang efek minum kopi. Ada yang mengulas tentang manfaat minum kopi hingga mengenai dampak dan efek sampingnya.

    Salah satunya ada anjuran bagi sekelompok orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, tidak dianjurkan untuk minum kopi.

    Dilansir dari Eat This (07/01), berikut penjelasannya:

    1. Orang dengan Penderita IBS

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Ahli gizi diet ternama yang berbasis di Seattle, Washington, AS, Angel Planells menjelaskan, orang yang tidak dianjurkan minum kopi adalah mereka yang memiliki sindrom iritasi usus besar (IBS).

    “Kafein dapat meningkatkan keteraturan buang air besar, termasuk meningkatkan kemungkinan diare, gejala utama sindrom iritasi usus besar (atau IBS),” katanya.

    Oleh karena itu, pengidap sindrom iritasi usus besar, dianjurkan untuk membatasi atau bahkan menghindari minuman berkafein

    2. Orang yang Memiliki GERD

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    orang yang tidak disarankan untuk minum kopi berlebih atau harus membatasi asupan kopinya adalah pengidap Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

    Kafein dapat melonggarkan sfingter esofagus bagian bawah, yaitu katup antara esofagus dan lambung. Hal ini dapat menyebabkan isi asam lambung masuk ke kerongkongan, sehingga menimbulkan gejala GERD yang tidak nyaman.

    “Jika Anda mengidap GERD, lihat apakah beralih ke kopi tanpa kafein bisa membantu,” ungkap ahli diet Sue Heikkinen.

    3. Orang dengan Glaukoma

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi juga tak dianjurkan untuk mengidap glaukoma atau kondisi medis berupa gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kerusakan saraf mata.

    Biasanya, kerusakan saraf mata tersebut terjadi karena adanya tekanan tinggi pada bola mata.

    “Tekanan intraokular meningkat pada pengidap glaukoma saat mengonsumsi kopi, jadi disarankan untuk membatasi atau menghindari asupannya, namun diperlukan lebih banyak penelitian,” kata Planells.

    Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai, meminum kafein dalam jumlah besar meningkatkan risiko glaukoma pada mereka yang memiliki kecenderungan peningkatan tekanan mata.

    4. Anak-anak

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    Kafein dapat menimbulkan efek samping yang lebih nyata dan serius pada anak-anak. Asupan berlebih dapat menyebabkan peningkatan detak jantung, peningkatan perasaan cemas, kesulitan berkonsentrasi, dan sakit perut.

    Aspek lain yang perlu dipertimbangkan, terutama pada balita, adalah bahwa kopi dapat menutupi isyarat rasa lapar, sehingga balita mungkin tidak akan merasa lapar. Selain itu, perlu diingat bahwa kopi cukup asam, sehingga dapat merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Menurut beberapa penelitian kopi baru aman dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia 12 tahun ke atas tentunya dengan porsi kopi yang berbeda dengan orang dewasa.

    5. Wanita Hamil dan Menyusui

    5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya5 Kelompok Orang Ini Tidak Disarankan Minum Kopi, Ini Alasannya Foto: Ilustrasi iStock

    American College of Obstetrics and Gynecology merekomendasikan wanita hamil untuk membatasi kafein hingga 200 miligram (kira-kira setara dengan dua cangkir kopi) setiap hari untuk meminimalkan risiko keguguran, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah.

    Namun, ulasan pada 2020 yang diterbitkan di British Journal of Medicine menyatakan tidak ada tingkat asupan kafein yang aman selama kehamilan. Wanita hamil harus mendiskusikan asupan kafeinnya dengan dokter.

    Selain itu, wanita yang sedang menyusui juga disarankan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan kebiasaan minum kopi. Ini karena kafein bersifat stimulan dan diuretik. Juga, ibu menyusui dapat berisiko mengalami dehidrasi akibat dari minum kopi.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Membuat Orang Panjang Umur

    Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Membuat Orang Panjang Umur


    Jakarta

    Minum kopi di pagi hari disebut bisa membantu orang lebih panjang umur. Klaim ini didukung oleh penelitian yang membahas hal ini.

    Hidup sehat dan panjang umur adalah impian dari banyak orang. Ada beragam cara yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, mulai dari menjaga pola makan, menghindari rokok, rajin berolahraga, dan lain sebagainya.

    Selain hal-hal tersebut, sebagian orang juga percaya rutin minum kopi dapat memperpanjang umur. Tapi, apakah benar kopi bisa bikin panjang umur?


    Faktanya, sejumlah penelitian memang menganalisa kaitan antara kopi dan panjang umur. Dilansir dari Prevention (22/01), minum kopi di waktu tertentu juga disebut bisa membuat orang lebih panjang umur.

    Rutin Minum 2 Cangkir Kopi Hitam Sehari Bikin Panjang UmurRutin Minum 2 Cangkir Kopi Hitam Sehari Bikin Panjang Umur Foto: Getty Images/iStockphoto/thawisak rattanasit

    Hal ini disebutkan dalam European Heart Journal yang menganalisa 40,725 orang dewasa di U.S National Health dan Nutrition Examination Survey (NHANES), dalam rentang waktu 1999-2018. Peserta yang mengikuti penelitian ini ditanya tentang makanan dan minuman yang mereka konsumsi setiap harinya, termasuk pola mereka minum kopi.

    Kemudian semua informasi yang dikumpulkan ini dikaitkan dengan data kematian hingga penyebab kematian dalam rentang waktu 10 tahun terakhir.

    Para peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki kemungkinan 16% lebih rendah risikonya untuk meninggal karena penyebab apa pun, dan memiliki risiko 31% lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit jantung, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi.

    Namun, tidak ada penurunan risiko pada orang yang minum kopi sepanjang hari, dibandingkan dengan yang tidak minum kopi.

    Peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian dan penyakit jantung yang lebih rendah. Ini berlaku baik bagi mereka yang minum 2-3 cangkir kopi per hari, maupun yang minum lebih dari 3 cangkir. Sementara itu, orang yang hanya minum satu cangkir atau kurang di pagi hari, efek penurunan risikonya lebih kecil.

    Saat Menikmati Kopi, Bagusnya Cepat atau Pelan-pelan?Saat Menikmati Kopi. Foto: iStock

    “Temuan kami menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah kopi yang diminum, tapi juga waktu meminumnya yang penting,” kata Lu Qi, profesor di Celia Scott Weatherhead School of Public Health and Tropical Medicine di Tulane University.

    “Biasanya, kami tidak memberikan saran soal waktu dalam panduan diet, tapi mungkin di masa depan, hal ini perlu dipertimbangkan.” lanjutnya.

    Lalu bagaimana kopi dapat memberikan manfaat bagi kesehatan? Selain membuat seseorang merasa lebih semangat dan bertenaga, kopi juga mengandung asam fenolat dan flavonoid, antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

    Selain itu ahli spesialis jantung Adedapo Iluyomade, di Baptist Health Miami Cardiac & Vascular Institute menambahkan bahwa ada kaitan jelas antara waktu minum kopi dan panjang umur.

    Karena jika orang rajin minum kopi di waktu-waktu tertentu, maka bisa mempengaruhi ritme sirkadian tubuh. Misalnya mengonsumsi kopi di sore hari, kandungan kafeinnya ini bisa mengganggu pola tidur dan sekresi melatonin yang bisa mengurangi manfaat kesehatan dari kopi itu sendiri.

    Sementara minum kopi di pagi hari tidak akan terlalu mengganggu ritme tubuh seseorang.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Segini Takaran Kayu Manis untuk Racikan Kopi Penurun BB

    Segini Takaran Kayu Manis untuk Racikan Kopi Penurun BB


    Jakarta

    Kayu manis menjadi salah satu rempah yang bagus ditambahkan ke kopi. Selain menambah rasa, kayu manis juga berkhasiat menurunkan berat badan asalkan takarannya tepat.

    Selain diminum begitu saja, kopi juga bisa ditambah dengan bahan-bahan lainnya. Salah satu tambahan yang disarankan yaitu kayu manis. Rempah alami ini bisa menambah rasa dan aroma sedap pada kopi. Selain itu, penambahan kayu manis juga dapat menambah manfaat kesehatan pada segelas kopi.

    Pasalnya, kayu manis bisa menurunkan gula darah dan memangkas lemak. Kayu manis juga mengandung polifenol hingga antioksidan kuat yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sehingga bisa memperlambat proses penuaan.


    Untuk membuat racikan kopi kayu manis lebih efektif, ada panduan takaran yang perlu diperhatikan.

    Menurut penelitian yang disebut Times Of India (19/11/2024), ditemukan bahwa tambahan kayu manis 1,5 gram per hari (setengah sendok teh) dapat mengurangi lingkar pinggang hingga 1.68 cm. Namun, kayu manis yang ditambahkan lebih dari 1.5 gram tidak menunjukkan efek apapun.

    Satu sendok teh kayu manis mengandung 1,6 gram serat, yang dapat bantu mencukupi kebutuhan serat harian, serta meningkatkan rasa kenyang.

    kopi kayu manisSebuah penelitian menunjukkan hasil minum kopi kayu manis terhadap penurunan BB. Foto: Getty Images/iStockphoto/nerudol

    Kayu manis juga bisa mengurangi efek buruk dari konsumsi makanan berlemak tinggi dan memiliki efek positif terhadap kadar glukosa darah, serta menurunkan berat badan.

    Memang kayu manis tidak bisa menurunkan berat badan dalam jangka waktu panjang, tetapi bisa jadi tambahan sehat jika dikombinasikan dengan diet seimbang dan olahraga tepat.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis menawarkan berbagai macam manfaat kesehatan selain membantu bakar lemak. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

    Pastikan untuk menambah bubuk kayu manis dalam batas seperempat hingga setengah sendok teh saja. Jangan berlebihan karena bisa menyebabkan masalah kesehatan.

    Kayu manis berlebihan bisa mengiritasi mulut dan bibir, serta menyebabkan luka. Konsumsi kayu manis, terutama jenis Cassia dalam jumlah banyak juga bisa menyebabkan masalah hati. Jika dikombinasikan dengan obat diabetes, kayu manis bisa meningkatkan risiko gula darah rendah.

    Selain memerhatikan takaran kayu manis, perhatikan juga asal usul kayu manis. Lebih baik menggunakan kayu manis utuh daripada bubuk yang sudah dihaluskan. Perhatikan juga kemurniannya. Terlalu banyak bisa menyebabkan lebih banyak kerugian daripada manfaat.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ini Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Dapatkan Manfaatnya Secara Maksimal

    Ini Waktu Terbaik Minum Kopi untuk Dapatkan Manfaatnya Secara Maksimal

    Jakarta

    Kopi diyakini menawarkan banyak manfaat, antara lain menambah energi, menghindari kantuk, hingga bagus untuk kesehatan jantung. Karena itu, kopi biasa diminum pada pagi dan siang bahkan malam hari.

    Meski bisa diminum kapan saja, khasiat kopi ternyata dapat diperoleh secara maksimal jika dikonsumsi pada waktu tertentu. Lalu, kapan waktu paling baik untuk minum kopi?

    Waktu Terbaik Minum Kopi

    Mengutip Cleveland Clinic, minum kopi di pagi hari antara jam 09.30-11.00 dianggap akan memperoleh manfaat kopi paling banyak. Dengan syarat, tidak meminumnya segera setelah bangun tidur.


    Rekomendasi waktu minum kopi ini dikuatkan oleh temuan studi baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal pada 8 Januari 2025 lalu.

    Studi mengungkap minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dibandingkan dengan peminum kopi sepanjang hari (pagi, siang, malam). Meminumnya saat pagi juga berisiko lebih kecil untuk meninggal dunia karena sebab penyakit apa pun.

    Sayangnya, penelitian tersebut tidak memberikan penjelasan mengapa minum kopi di pagi hari dapat mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

    Alasan Pagi Hari Jadi Waktu Terbaik Minum Kopi

    Disarankannya minum kopi pada waktu pagi dan tidak sesaat setelah bangun tidur bisa dikaitkan dengan kadar kortisol, hormon yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan fokus, mengutip Healthline.

    Sekitar 30-45 menit setelah bangun tidur di pagi hari, hormon kortisol sedang berada pada tingkat puncaknya. Kadar hormon ini akan perlahan menurun dan mencapai lebih rendah antara jam 09.30-11.00.

    Menunda waktu minum kopi di pagi hari sesaat usai bangun tidur berguna untuk mencegah peningkatan kadar kortisol karena efek kafein. Minum kopi saat kortisol sedang tinggi-tingginya dapat semakin meningkatkan kadar hormon ini.

    Tingkat kortisol yang tinggi mungkin disenangi oleh sebagian orang karena berpotensi membuat lebih berenergi, sementara yang lain bisa merasa lebih cemas dan gelisah.

    Namun yang perlu digarisbawahi, kadar kortisol yang terus tinggi dalam jangka waktu lama bisa mengganggu sistem imun tubuh yang pada akhirnya dapat menyebabkan diabetes, masalah jantung, dan gangguan kesehatan lainnya.

    Hindari Minum Kopi Sebelum Tidur

    Studi sebelumnya juga menyoroti bahwa minum kopi di sore atau malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian dan melatonin. Kopi akan menekan kadar melatonin yang memicu tidur di otak sehingga gangguan tidur bisa terjadi.

    Hal itu sejalan dengan beberapa penelitian yang menyarankan untuk menghindari minuman berkafein, seperti kopi, setidaknya 8-9 jam sebelum tidur, dilansir Verywell Health. Kopi yang dikonsumsi pada sore menjelang malam dapat mempengaruhi durasi dan kualitas tidur. Kurang tidur pada ujungnya meningkatkan risiko obesitas dan sindrom metabolik.

    Meski waktu minum kopi yang direkomendasikan adalah pagi hari, setiap orang memiliki respons berbeda-beda terhadap efek kafein. Hal inilah yang juga perlu menjadi perhatian. Dengan begitu, setiap orang dapat mempertimbangkan kembali kapan waktu terbaik bagi mereka untuk meminum kopi.

    (azn/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi?

    Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi?


    Jakarta

    Matcha dan kopi sama-sama minuman populer yang diandalkan untuk memicu energi. Ternyata keduanya memiliki kandungan yang berbeda. Lantas, mana yang lebih ampuh?

    Matcha tergolong dalam jenis teh yang diandalkan oleh non peminum kopi untuk mendongkrak energi. Begitupula dengan kopi yang dipercaya dapat memberikan dorongan tenaga hingga menahan kantuk.

    Perdebatan antara khasiat teh dan kopi masih terus bergulir. Sebagian ahli menyebut teh lebih bermanfaat untuk tubuh dan sebagian lainnya mendukung kopi lebih berkhasiat.


    Salah satu jenis teh yang populer ialah matcha. Ternyata di dalam kandungan matcha ada kemiripan khasiat dengan kopi yang bantu mendongkrak energi. Lantas mana yang lebih ampuh?

    Baca juga: Keren! 5 Minimarket Ini Viral Gegara Punya Pemandangan Indah

    Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi?Kopi yang tinggi kafein seringkali dibandingkan dengan teh. Foto: Getty Images/Nenad Stojnev

    Melansir akun TikTok @matchamonk_ryo (31/1), Matcha Master asal Tokyo ini menjelaskan perbedaan matcha dan kopi hitam. Keduanya ternyata memiliki kandungan serupa dengan efek yang berbeda ketika diterima tubuh.

    Matcha dan kopi hitam diungkapkan sama-sama memiliki kandungan kafein di dalamnya. Tetapi kadarnya yang berbeda membuat kedua minuman tersebut tak bisa disamakan.

    Kopi hitam memiliki kafein sebanyak 95 miligram per cangkir dengan takaran 250 mililiter. Sementara matcha hanya memiliki kandungan kafein 70 miligram saja untuk takaran yang sama.

    Lebih lanjut Ryo menjelaskan bahwa cara kerja kafein dari kopi dan matcha memiliki alur yang berbeda. Saat meminum kopi, konsumennya hanya akan merasakan efek dorongan energi 1-3 jam saja.

    Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Kuat Dongkrak Energi?Ternyata ada matcha yang tak kalah efektif untuk mendongkrak energi. Foto: Getty Images/Nenad Stojnev

    Tetapi ketika mengonsumsi matcha, efek dorongan energinya berlangsung 4-6 jam. Alasannya terdapat pada kandungan L-theanine di dalam matcha yang berfungsi mengikat kafein.

    Sehingga kafein akan dilepaskan lebih perlahan dan lamban ke dalam aliran darah. L-theanine yang juga terdapat dalam teh hijau tak hanya memberikan efek mirip dengan kafein.

    Konsumsi teh yang diakui memberikan rasa ketenangan juga berasal dari kandungan L-theaninenya. Kandungan tersebut juga dapat diandalkan guna memperbaiki suasana hati yang efeknya serupa dengan cokelat.

    Sehingga dapat disimpulkan bahwa matcha menghasilkan dorongan energi di dalam tubuh dengan cara yang lebih lembut dan perlahan. Matchamonk Ryo menobatkan matcha sebagai pemenang dalam memberikan dorongan energi.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com