Tag: makanan sehat

  • Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu

    Hati-Hati! 5 Sayuran Ini Bisa Picu Peradangan dengan Kondisi Tertentu


    Jakarta

    Tidak semua konsumsi sayuran memberikan manfaat bagi kesehatan. Pasalnya, beberapa jenis sayuran bisa menimbulkan efek samping peradangan pada orang dengan kondisi tertentu.

    Sayuran dikenal sebagai makanan menyehatkan karena didalamnya terkandung banyak nutrisi, termasuk serat, vitamin, dan antioksidan.

    Bahkan, setiap hari seseorang disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 5 porsi sayur dan buah dengan total 400 gram.


    Meskipun begitu, jenis sayuran yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Pasalnya, ada sejumlah sayuran yang menyebabkan peradangan.

    Peradangan merupakan respon tubuh terhadap zat berbahaya, seperti virus, saat sistem kekebalan tubuh mencoba memperbaiki masalah dan menyembuhkan sel yang rusak.

    Peradangan jangka pendek dapat membantu melindungi tubuh, tetapi peradangan kronis bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

    Selain itu, peradangan juga bisa mengakibatkan rasa tidak nyaman dan memperburuk gejala autoimun pada beberapa orang.

    Untuk menghindari efek peradangan, sebaiknya orang dengan kondisi kesehatan tertentu, perlu menghindari konsumsi beberapa jenis sayuran.

    Melansir health.com (03/02/2025), berikut daftar sayuran yang konsumsinya picu peradangan pada beberapa kondisi:

    1. Terong

    manfaat konsumsi terongTerong kaya akan nutrisi tetapi bisa sebabkan peradangan pada beberapa orang. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Sayuran berwarna ungu ini tinggi antioksidan, vitamin, dan serat yang berpotensi baik untuk kesehatan tubuh.

    Namun, makan terong dapat menyebabkan peradangan pada penderita artritis reumatoid (peradangan pada sendi yang terjadi akibat gangguan autoimun).

    Terong mengandung solanin, yang dapat menyebabkan kerusakan tulang dan sendi. Penelitian yang disebut situs health.com menyebut solanin bisa memperburuk gejala kondisi kesehatan seperti radang sendi dan penyakit autoimun lainnya.

    Oleh karena itu, mereka yang sensitif atau punya masalah autoimun lebih baik membatasi atau menghindarinya.

    2. Tomat

    7 Fakta Tomat yang Keliru, Tergolong Sayuran dan Disimpan di KulkasKonsumsi tomat juga bisa sebabkan peradangan kronis karena kandunggan solaninnya. Foto: Daily Meal

    Tomat juga bisa menyebabkan peradangan kronis. Di dalamnya terkandung alkaloid, seperti solanin yang dapat memicu respon peradangan pada beberapa orang.

    Mereka yang sensitif atau punya penyakit autoimun artritis reumatoid dapat mengalami peradangan usai makan tomat.

    Ketika kadar purin yang menjadi pemicu asam urat tinggi, hal tersebut bisa membentuk kristal di sekitar persendian, dan akhirnya menyebabkan peradangan dan nyeri sendi.

    Kandungan asam pada tomat juga bisa mengiritasi saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dalam usus.

    Daftar sayuran lain yang bisa sebabkan peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Kentang

    KentangKandungan solanin pada kentang bisa memberikan efek peradangan. Foto: Getty Images/elenaleonova

    Pada sebagian orang, kentang juga bisa menyebabkan peradangan.

    Di dalamnya terkandung solanin, yang bisa memicu respon peradangan, terutama pada orang dengan riwayat sendi.

    Penelitian yang disebut situs health.com juga menemukan solanin dapat memperburuk kerusakan tulang dan sendi melalui efeknya pada kalsium dalam tubuh.

    Selain itu kentang dianggap sebagai makanan dengan kandungan indeks glikemik tinggi. Bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Lonjakan kadar gula darah memiliki efek peradangan.

    Oleh karena itu, menyesuaikan porsi kentang menjadi hal penting supaya mampu mengurangi lonjakan gula darah dan peradangan.

    4. Paprika

    Paprika dikenal sebagai sayur yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Sayangnya, mereka juga mengandung senyawa yang dapat menimbulkan peradangan.

    Paprika mengandung capsaicin dan solanin. Capsaicin merupakan zat yang menyebabkan rasa pedas pada cabai. Zat ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita sindrom iritasi usus besar (IBS) atau gangguan gastrointestinal lainnya.

    Kandungan solanin di dalamnya juga telah dikaitkan dengan peradangan, terutama bagi mereka yang punya riwayat radang sendi.

    5. Cabai

    cabai merahKonsumsi cabai juga perlu dperhatikan karena bisa sebabkan peradangan. Foto: Getty Images

    Di dalam cabai terkandung zat disebut capsaicin yang memiliki efek pedas. Namun, capsaicin ini dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal bagi sebagian orang.

    Capsaicin melepaskan zat kimia yang menyebabkan peradangan dan memicu terjadinya iritasi gastrointestinal.

    Menurut BfR, penelitian pada manusia juga menunjukkan bahwa capsaicin dalam dosis tinggi bisa menyebabkan sejumlah gejala, seperti mulas, refluks asam, mual, diare, serta nyeri pada perut dan dada.

    Orang yang rentan terhadap refluks asam atau dengan kondisi usus lainnya perlu membatasi asupan cabai. Kalau tidak, pilih alternatif cabai lain yang punya tingkat pedas lebih ringan.

    Sesuaikan juga ukuran porsi sesuai kebutuhan dan toleransi masing-masing.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Tips Diet Saat Bulan Puasa agar Berat Badan Turun Maksimal

    7 Tips Diet Saat Bulan Puasa agar Berat Badan Turun Maksimal


    Jakarta

    Bulan puasa bisa jadi momen yang tepat untuk diet. Puasa dari subuh hingga magrib membantu usaha penurunan berat badan jika dibarengi dengan tips diet ini.

    Berpuasa di bulan Ramadan akan memudahkan diet karena tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari 12 jam. Namun, di sisi lain, diet saat bulan puasa juga memiliki tantangan tersendiri karena banyak godaan makan yang datang setelah berbuka puasa.

    Agar diet berhasil, ada beberapa tips diet yang bisa dilakukan ketika bulan puasa. Mulai dari mengurangi konsumsi kalori hingga minum air yang cukup.


    Berikut 7 tips diet saat bulan puasa:

    1. Kurangi konsumsi kalori

    Hitung Kalori Makanan Ternyata Lebih Ampuh Turunkan BB Dibandingkan PuasaKurangi kalori untuk membantu menurunkan berat badan. Foto: Ilustrasi iStock

    Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.

    Kalori bisa dikurangi dengan mengurangi porsi makanan saat buka dan sahur serta tidak mengonsumsi camilan. Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.

    2. Pastikan asupan nutrisi terpenuhi

    Walaupun kalori dikurangi, pastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik. Selama diet di bulan puasa tubuh tetap membutuhkan nutrisi yang cukup dan bergizi seimbang.

    Pastikan nutrisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral tercukupi selama bulan puasa walaupun kalori dikurangi. Pilihlah makanan yang tinggi nutrisi dan rendah kalori. Serta perbanyak makanan yang mengandung serat dan protein seperti sayuran, buah-buahan, ikan, tahu, dan tempe.

    3. Hindari makanan olahan

    5 Makanan Olahan yang Direkomendasikan Ahli Gizi untuk DikonsumsiHIndari makanan olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter

    Hindari mengonsumsi makanan olahan seperti makanan cepat saji karena mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Makanan ini rendah nutrisi dan juga tinggi kalori yang dapat meningkatkan berat badan. Sebaiknya konsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka puasa.

    Tips diet selama Ramadan ada di halaman selanjutnya.

    4. Kurangi camilan saat buka

    Aneka makanan dan minuman menggugah selera saat berbuka puasa. Namun, tahan diri agar tak mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan. Makanan-makanan ini tinggi gula yang dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas sehingga dapat menggagalkan diet.

    5. Olahraga

    Girl making exercises with dumb-bells in the park. Shalow depth of field.Ilustrasi olahraga. Foto: Getty Images/Mixmike

    Walaupun sedang di bulan Ramadan, luangkan waktu untuk tetap berolahraga. Berolahraga membantu diet di bulan puasa berjalan lebih efektif. Lakukan olahraga ringan di sore hari menjelang berbuka puasa atau di malam hari setelah berbuka maupun setelah salat tarawih.

    6. Cukup istirahat

    Istirahat yang cukup dikaitkan dengan program diet yang sukses. Di bulan puasa, pastikan Anda tetap tidur yang cukup 7-9 jam setiap hari. Jika perlu, tambah waktu tidur di siang hari untuk memenuhi kebutuhan istirahat.

    7. Minum air yang cukup

    Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Minum air putih yang cukup. Foto: Getty Images/KTStock

    Asupan air juga harus terpenuhi selama bulan puasa. Asupan air yang cukup akan membantu menurunkan berat badan. Setiap orang dewasa disarankan mengonsumsi air minum 2 liter setiap hari. Di bulan puasa, bagi konsumsi air minum dalam beberapa waktu misalnya saat berbuka, setelah salat, menjelang tidur, sebelum sahur, dan sebelum imsak.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Cara Diet di Bulan Puasa yang Bantu Turunkan Berat Badan”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur Agar Tidak Lemas Seharian

    Hindari 5 Makanan Ini Saat Sahur Agar Tidak Lemas Seharian


    Jakarta

    Puasa di awal-awal bulan ramadan sering kali terasa lemas. Hal ini bisa jadi karena pemilihan makanan yang kurang tepat. Hindari beberapa makanan yang memicu lemas seharian.

    Saat sahur, usahakan memilih makanan bergizi seimbang agar mampu memberikan energi tubuh selama 13-14 jam ke depan. Dengan begitu, rasa lemas dan lesu pun bisa dihindari.

    Berikut menu yang sebaiknya tidak masuk dalam menu santap sahur karena justru membuat Anda lemas:

    1. Ayam goreng

    Teksturnya yang renyah membuat ayam goreng jadi deret lauk favorit. Ayam goreng pun mudah disiapkan sebab Anda bisa memarinasi di malam hari, simpan di kulkas lalu digoreng jelang sahur. Namun menu ini sebenarnya tidak pas untuk menu sahur.


    “Meskipun hidangan ini enak, memakannya bisa membuat orang merasa lesu. Makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, bisa sulit dicerna dan cenderung lebih ke makanan ‘berat’. Kombinasi lemak dan garam yang digunakan bisa membuat orang terbebani dan tidak merasa segar,” jelas Lauren Manaker, ahli diet dan penulis, seperti dikutip Eat This, Not That!.

    2. Roti tawar

    Roti tawar untuk French toast.Roti tawar Foto: Getty Images

    Banyak orang sahur dengan makan roti tawar atau roti isi karena praktis. Namun sebaiknya pilih roti tawar dari gandum atau biji-bijian, bukan roti putih biasa.

    Roti putih biasanya terbuat dari biji-bijian rafinasi yang sudah kehilangan banyak nutrisi selama proses. Berbeda dengan roti dari biji-bijian utuh yang masih mempertahankan kandungan serat, vitamin dan mineral pada kulitnya.

    “Biji-bijian rafinasi seperti roti putih dan pasta putih berkontribusi pada penurunan energi. Mereka cepat dicerna, membuat kadar gula darah melonjak. Saat gula darah mendadak turun, tingkat energi menurun,” jelas Lisa Young, ahli gizi.

    3. Pisang

    Buah satu ini sangat baik dikonsumsi apalagi setelah berolahraga. Pisang mengandung triptofan, potasium dan magnesium sehingga efektif mengendurkan otot dan mengurangi kecemasan. Ini sangat baik untuk kesehatan, tetapi tidak baik dikonsumsi berlebihan saat sahur.

    Untuk menghindari efek samping ini, sebaiknya kombinasikan pisang dengan bahan pangan yang tinggi protein dan vitamin B untuk suplai energi. Anda bisa memadukan pisang dengan selai almond atau protein shake.

    4. Energy bar dan granola

    Praktis dan mampu memberikan energi dengan cepat membuat orang memilih energy bar dan granola untuk memulai hari. Tidak jarang keduanya dijadikan menu sahur yang praktis.

    Cukup semangkuk granola plus susu sudah mampu membuat perut kenyang dan berenergi.

    Akan tetapi, perhatikan kadar gula pada masing-masing produk. Gula tambahan untuk sahur tentu tidak disarankan sebab justru Anda akan lemas seharian. Pilih produk yang mengandung sedikit atau tanpa gula tambahan.

    5. Burger

    Ilustrasi burgerIlustrasi burger Foto: Getty Images/Marko Jan

    Burger terlihat mampu memenuhi kebutuhan Anda berkat lapisan daging, sedikit sayur dan roti yang mengandung karbohidrat.

    Namun jangan harap kebutuhan nutrisi Anda akan terpenuhi dari burger. Justru tubuh akan terasa berat dan mengantuk setelah bersantap.

    “Karbohidrat dengan sedikit bahkan nyaris tak ada serat, seperti roti putih, memberikan kita energi dengan cepat dalam bentuk glukosa tapi ini bisa mengakibatkan turunnya energi secara drastis,” jelas Keri Grans, ahli gizi.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Makanan Sahur yang Bikin Lemas Seharian”

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! 5 Makanan Ini Perlu Dihindari Saat Puasa oleh Penderita Diabetes

    Waspada! 5 Makanan Ini Perlu Dihindari Saat Puasa oleh Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes perlu menghindari sejumlah makanan saat sahur dan berbuka. Pasalnya, konsumsi makanan tertentu bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang membahayakan.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat organ pankreas tidak bisa memproduksi hormon insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak bisa menggunakan hormon insulin secara optimal.

    Kondisi ini akan menyebabkan kadar gula darah atau glukosa melonjak drastis. Efeknya negatif untuk kesehatan secara menyeluruh.


    Karenanya, memilih asupan makanan dan minuman yang tepat merupakan hal penting bagi penderita diabetes, termasuk ketika sahur dan berbuka. Sebab, penderita diabetes perlu menjaga kadar gulanya agar tetap terkontrol.

    Terdapat sejumlah makanan yang perlu dihindari penderita diabetes saat sahur dan berbuka. Merangkum indiantimes.com, berikut daftar makanannya!

    1. Makanan yang digoreng

    Makanan yang DigorengMakanan yang digoreng bisa memperburuk kondisi gula darah. Foto: iStock

    Orang Indonesia sering berbuka puasa dengan gorengan, seperti tempe goreng, tahu goreng, bakwan, dan lain sebagainya.

    Gorengan memang nikmat dimakan setelah perut kosong selama beberapa jam. Namun, penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsinya.

    Makanan yang digoreng mengandung lemak tidak sehat, kalori, dan kolesterol tinggi sehingga bisa memperburuk kondisi gula darah pada penderita diabetes.

    Konsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan juga memicu timbulnya peradangan dalam tubuh yang bisa memperparah kondisi diabetes.

    2. Makanan tinggi lemak

    Tutorial Makan Ayam Goreng Ini, Bikin Penggemar Kulit Ayam EmosiMakanan tinggi lemak seperti kulit goreng juga bisa memperparah kondisi penderita diabetes. Foto: Twitter

    Selain gorengan, makanan berlemak tinggi juga perlu dihindari. Misalnya, daging yang digoreng, kulit ayam, atau ikan goreng.

    Alasannya karena di dalam makanan yang disebutkan diatas terkandung lemak jenuh dan kalori tinggi yang tidak baik untuk kesehatan penderita diabetes.

    Sebagai gantinya bisa beralih ke protein lebih sehat, seperti daging dada ayam tanpa kulit, daging rebus, tahu kukus, ikan panggang, telur, dan kacang-kacangan.

    Daftar makanan yang perlu dihindari penderita diabetes lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Makanan manis

    kue manisPenderita diabetes juga sebaiknya tidak makan kue manis. Foto: Instagram

    Momen sahur dan buka puasa biasanya dikelilingi makanan manis.

    Namun, penderita diabetes perlu menghindari makanan ini karena kandungan gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam.

    Mengonsumsi makanan tinggi gula juga bisa mengganggu pengendalian berat badan yang penting bagi manajemen diabetes.

    Selain itu, makanan tinggi gula juga tidak mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, lebih baik dihindari.

    4. Makanan tinggi karbohidrat

    Makan nasi putihNasi putih dan roti tawar putih juga lebih baik tidak dikonsumsi. Foto: iStock

    Orang dengan kondisi kesehatan normal memang memerlukan karbohidrat sebagai sumber tenaga. Namun, bagi penderita diabetes tidak semua karbohidrat bisa dikonsumsi. Mereka perlu menghindari makanan berkarbohidrat tinggi.

    Mengonsumsi makanan, seperti nasi putih atau roti tawar putih saat sahur dan buka bisa menyebabkan kenaikan gula darah cepat karena kandungan gula dan tepung yang ditambah ke dalamnya.

    Penting bagi penderita diabetes untuk memilih jenis karbohidrat tepat. Misalnya beralih ke beras merah, roti gandum, ubi jalar, atau biji-bijian utuh.

    5. Makanan gurih

    Selain menghindari makanan tinggi gula, penderita diabetes juga perlu menghindari makanan tinggi garam.

    Asupan garam harus diperhatikan karena penderita diabetes lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. Gula darah tinggi akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah.

    Dalam jangka panjang, penumpukan lemak itu dapat meningkatkan risiko pembuluh darah menyempit dan akhirnya mengeras. Lalu berujung bisa menyebabkan hipertensi.

    Makanan gurih atau asin yang dimaksud seperti keripik, kentang goreng, dan makanan siap saji lain yang biasanya memiliki kandungan natrium tinggi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Sering Makan Gorengan? Ini 4 Penyakit yang Mengancam

    Sering Makan Gorengan? Ini 4 Penyakit yang Mengancam


    Jakarta

    Banyak orang sering makan gorengan untuk membatalkan puasa. Tak heran, bakwan, pisang goreng, tahu isi, risol, hingga tempe selalu laris di tukang gorengan.

    Sebenarnya, mengonsumsi gorengan untuk berbuka puasa atau sahur tak ada salahnya. Namun, porsi dan kebiasaan makan gorengan saat bulan puasa harus dikendalikan. Sebab, mengonsumsi terlalu banyak gorengan bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

    Berikut risiko kesehatan yang mengintai bila terlalu banyak dan sering makan gorengan untuk berbuka puasa.


    1. Obesitas

    Pola makan mencegah obesitasGorengan yang mengandung kalori dan lemak tinggi bisa sebabkan obesitas. Foto: iStock

    Makanan yang melalui proses penggorengan cenderung mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Sebab, makanan yang digoreng akan kehilangan kadar air yang terkandung di dalamnya dan menyerap lemak berlebih. Akibatnya, makanan tersebut akan memiliki kadar lemak yang tinggi.

    “Sebagai contoh, 100 gram kentang yang dipanggang akan mengandung 93 kalori dan 0.13 gram lemak, sedangkan pada 100 gram kentang yang digoreng akan mengandung 312 kalori dan 15 gram lemak,” papar dokter spesialis gizi klinik dari Eka Hospital Cibubur, dr. Imelda Goretti melalui keterangannya.

    Imelda mengatakan, makanan yang memiliki kalori serta lemak yang tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas. Obesitas adalah kondisi ketika lemak yang menumpuk di dalam tubuh sangat banyak. Bila tidak segera ditangani, obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, hingga diabetes.

    2. Kanker

    Bakwan sayur, or bala-bala, or ote-ote, or vegetable fritter, is an Indonesian snack made from flour, cabbage, carrots, and bean sprouts, served with chili pepper, peanut sauce, or sambalKonsumsi gorengan ini juga bisa menimbulkan risiko kanker. Foto: Getty Images/ary pranggawan

    Imelda mengatakan, makanan yang digoreng berpotensi tinggi menghasilkan zat akrilamida. Akrilamida adalah senyawa berbahaya yang timbul jika makanan digoreng terlalu lama dalam minyak.

    “Diketahui, [zat akrilamida] merupakan zat beracun penyebab kanker yang terbentuk dalam makanan selama proses memasak suhu tinggi, seperti menggoreng,” jelas dr. Imelda.

    Ia menjelaskan, zat akrilamida adalah reaksi kimia dari gula dan asam amino yang disebut asparagine. Zat ini terbentuk di dalam beberapa makanan, seperti kentang, daging merah, dan makanan bertepung yang diproses dengan suhu tinggi, salah satunya dengan digoreng.

    3. Penyakit Jantung

    penyakit jantungGorengan juga berpengaruh pada riisko tekanan darah dan penyakit jantung. Foto: iStockphoto

    Gorengan berpengaruh besar pada risiko meningkatnya tekanan darah, obesitas, dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Hal ini karena gorengan memiliki kadar lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi sehingga bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung.

    Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian di Indonesia, merenggut hampir 800.000 nyawa setiap tahunnya.

    4. Diabetes Tipe 2

    Menurut studi oleh Shenzhen University Health Science Center, mengonsumsi gorengan secara terus-menerus berkaitan erat dengan risiko pengembangan diabetes tipe 2.

    Berdasarkan penelitian tersebut, risiko diabetes tipe 2 seseorang yang makan gorengan empat hingga enam kali per minggu dapat meningkat hingga 39 persen. Sementara itu, jika gorengan dimakan lebih dari tujuh kali dalam seminggu, peningkatannya menjadi 55%.

    “Penelitian menemukan orang yang sering mengkonsumsi makanan cepat saji memiliki risiko mengalami resistensi insulin dan menyebabkan diabetes tipe 2,” kata dr. Imelda.

    Sebagai alternatif, dr. Imelda menyarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti kurma, jus buah, dan air mineral sebagai menu berbuka puasa. Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai mengubah pola hidup dengan menggunakan metode masak selain goreng, yakni rebus, kukus, atau panggang.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Konsumsi 5 Makanan Tinggi Kalori Ini Justru Disarankan Ahli Gizi

    Konsumsi 5 Makanan Tinggi Kalori Ini Justru Disarankan Ahli Gizi


    Jakarta

    Makanan tinggi kalori kerap dicap buruk untuk kesehatan. Namun, ahli gizi justru menyarankan beberapa jenisnya dikonsumsi karena bisa menambah nilai gizi.

    Tanpa disadari makanan berkalori tinggi mungkin seringkali dikonsumsi. Sayangnya, makanan ini kerap memiliki reputasi buruk.

    Makanan tinggi kalori biasanya mengandung gula dan lemak dalam jumlah banyak. Alhasil makanan ini tidak bisa menjadi bagian dari diet gizi seimbang.


    Terlebih ketika dikonsumsi berlebih, bisa meningkatkan berat badan dan risiko terkena penyakit jantung. Meskipun begitu, tidak semua makanan berkalori tinggi bahaya untuk kesehatan.

    Menurut para ahli ada beberapa makanan tinggi kalori yang layak dikonsumsi sehari-hari. Melansir EatingWell, berikut daftar makanannya!

    1. Kacang-kacangan

    kacang almondKacang almond termasuk salah satu jenis kacang-kacangan yang bisa dikonsumsi. Foto: iStock

    Di balik ukurannya yang kecil, kacang-kacangan punya kalori tinggi. Dalam 100 gramnya mengandung 576 kalori.

    Namun, kacang bagus dikonsumsi karena mengandung lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda.

    Kandungan lemak tersebut penting untuk fungsi otak dan kesehatan jantung.

    Selain kalori, kacang-kacangan juga kaya akan serat, protein, dan berbagai vitamin, serta mineral. Salah satu kacang yang direkomendasikan yaitu kacang almond.

    Menurut ahli gizi Melissa Rifkin, MS, RDN, CDN, kacang almond bisa menyehatkan jantung dan dapat mengurangi peradangan, serta stres oksidatif bagi penderita diabetes tipe-2.

    Kacang almond juga memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan lemak sehat, serat, dan magnesium tinggi untuk meningkatkan kontrol gula darah.

    Ahli diet Rifkin juga menyoroti hubungan asupan kacang almond dengan kesehatan usus.

    “Almond mengandung serat, polifenol, dan lemak tak jenuh yang semuanya berperan dalam mendukung kesehatan usus,” ujarnya.

    Namun, tetap asupannya perlu diperhatikan. Para ahli merekomendasikan konsumsi 28 gram (segenggam kecil) atau sekitar 23 butir kacang almond per hari.

    Disarankan juga untuk mengonsumsi kacang almond tanpa garam tambahan atau pemanis buatan supaya mendapat kesehatan maksimal.

    2. Telur

    tips masak telur rebus yang mudah dipraktekkanTelru juga padat kalori tetapi mengandung banyak nutrisi lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Telur termasuk makanan yang padat kalori. Dalam satu butir telur terkandung 71 kalori. Sedangkan di dalam 100 gramnya terkandung 155 kalori.

    Meskipun begitu, kalori di dalam telur mengandung nutrisi yang kuat.

    Ahli gizi Megan Huff, RD, LD mengungkap kalau telur penuh dengan mikronutrien penting, seperti kolin, vitamin B12, vitamin D, dan selenium. Telur juga merupakan sumber protein yang baik.

    Banyak yang beranggapan kandungan kolesterol telur menyebabkan kadar kolesterol darah meningkat. Namun, sebagian besar studi epidemiologi yang disebut situs Eating Well menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara mengonsumsi satu telur setiap hari dengan kadar kolesterol darah dan risiko kardiovaskular.

    Daftar makanan berkalori tinggi lainnya dan disarankan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Produk susu

    Alternatif Susu Pengganti Susu SapiMinum susu sapi juga tidak sepenuhnya buruk karena kandungan lemaknya tidak sebanyak yang dikira. Foto: Getty Images

    Menurut ahli gizi Sarah Hester, MS, RD, tidak semua susu mengandung banyak lemak.

    Meskipun memang dalam 250 ml susu sapi mengandung 100-150 kalori, tetapi menurutnya, susu murni di rak-rak toko hanya mengandung 3,25% lemak.

    Sekalipun mengandung lemak, tetapi di dalamnya juga terdapat nutrisi penting.

    Selain itu, produk olahan susu berlemak tinggi juga bisa membuat seseorang kenyang lebih lama.

    Data yang dipublikasikan dalam Nutrition Research menyoroti bahwa makanan olahan susu, terlepas dari kandungan lemaknya, tidak berdampak negatif pada kesehatan kardiometabolik (sekelompok kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem kardiovaskular dan metabolisme), dan justru mampu meringankan faktor risiko kardiometabolik tertentu.

    4. Keju

    Keju CheddarKeju juga padat kalori tetapi sebenarnya bernutrisi. Foto: Shutterstock/

    Keju juga mendapat reputasi buruk karena kandungan lemaknya. Di dalam 100 gram keju, khususnya keju cheddar terkandung 402 kalori.

    Namun, menurut ahli gizi Patricia Kolesa, beberapa keju sebenarnya bermanfaat untuk diet.

    Keju merupakan sumber protein yang baik. Dalam setiap onsnya mengandung sekitar 7 gram protein yang dapat membantu memperbaiki otot, mendukung transportasi sel, dan meningkatkan rasa kenyang.

    Di dalam keju juga terkandung mikronutrien yang merupakan sumber kalsium baik untuk kesehatan otot dan menjaga tulang tetap kuat.

    5. Kentang

    Reputasi buruk juga didapat oleh kentang karena tinggi kalori. Dalam satu kentang rebus berdiameter 6,5 cm mengandung sekitar 118 kalori.

    Meskipun begitu, kentang juga kaya akan nutrisi penting, seperti kalium, vitamin C, dan serat. Nutrisi ini membantu mendukung kesehatan jantung, kekebalan tubuh, kesehatan usus, dan masih banyak lagi.

    Meskipun makanan yang disebutkan di atas dianggap buruk karena kalorinya, tetapi kalori bukan satu-satunya penentu nilai gizi makanan.

    Makanan yang disebutkan di atas juga menawarkan banyak manfaat gizi, mulai dari vitamin dan mineral esensial berkualitas tinggi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Makanan Ini Punya Asam Lemak Omega-3 Lebih Tinggi dari Salmon

    4 Makanan Ini Punya Asam Lemak Omega-3 Lebih Tinggi dari Salmon


    Jakarta

    Punya kandungan asam lemak omega-3 lebih tinggi dibandingkan ikan salmon, beberapa makanan ini bermanfaat untuk kesehatan otak jantung.

    Ikan salmon dikenal sebagai sumber asam lemak omega-3 terbaik. Asam lemak omega-3 adalah jenis lemak esensial yang memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan.

    Ikan salmon kerap dipilih untuk memenuhi asupan minyak esensial tersebut. Dalam 100 gramnya, terdapat 2,1 gram yang terdiri dari EPA dan DHA.


    Namun, ada beberapa makanan lain yang kandungan asam lemak omega-3nya lebih tinggi dari ikan salmon. Manfaatnya dapat meningkatkan kesehatan otak dan jantung.

    Dikutip dari Eating Well (05/03/25) berikut 4 makanan tersebut:

    1. Biji Chia

    Kopi dicampur biji chiaBiji chia kaya akan asam lemak omega-3. Foto: iStock

    Biji chia merupakan jenis biji-bijian yang berasal dari Meksiko dan Guatemala. Biji-bijian berwarna hitam ini merupakan sumber asam lemak omega-3 berbasis nabati.

    Dalam 100 gram biji chia mengandung sekitar 12.8 gram asam lemak omega-3 khususnya jenis ALA (Alpha-Linelenic Acid). Manfaatnya dapat mencerdaskan otak hingga mengontrol kolesterol dan lemak darah.

    Selain itu, biji chia juga kaya akan serat, magnesium, dan fosfor yang berperan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan kesehatan mental.

    2. Makarel

    Makarel merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik dan bahkan jumlahnya lebih tinggi dibandingkan ikan salmon. Dalam 100 gram ikan makarel terdapat sekitar 4.58 gram asam lemak omega-3.

    JUmlah tersebut terdiri dari EPA dan DHA. Menariknya lagi, harga ikan makarel juga jauh lebih terjangkau dari ikan salmon. Hal ini membuat ikan makarel dapat jadi pilihan terbaik.

    Apalagi jenis ikan ini memiliki rasa yang kaya dan bisa dinikmati dengan cara dipanggang atau diasap. Mengonsumsi ikan makarel dapat meningkatkan kesehatan jantung, otak, dan sistem saraf.

    Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 lebih dari salmon ada di halaman selanjutnya.

    3. Ikan Herring

    Fish dishIkan herring ilustrasi. Foto: ilustrasi/thinkstock

    Ikan yang umum ditemukan di Samudra Atlantik dan Pasifik ini juga kaya akan asam lemak omega-3. Ikan ini mungkin tidak sepopuler salmon, tetapi kandungan asam lemak omega-3nya lebih tinggi.

    Dalam 100 gram ikan herring mengandung asam lemak omega-3 sebanyak 1,7 gram yang terdiri dari EPA dan DHA. Selain itu, ikan ini juga dikemas dengan antioksidan seperti vitamin E.

    Vitamin tersebut berperan melindungi sel dari kerusakan oksidatif, meningkatkan kesehatan otak, jantung, dan membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

    4. Walnut

    Selain biji chia, kacang walnut juga menjadi pilihan asam lemak omega-3 berbasis nabati terbaik. Dalam 100 gramnya mengandung sekitar 2,6 gram asam lemak omega-3 jenis ALA.

    Tak hanya bagus untuk kesehatan otak dan jantung, kandungan minyak esensial pada walnut tersebut juga berperan dalam pembentukan sel tubuh.

    Dengan nutrisi yang terkandung pada walnut, membuat kacang ini juga bermanfaat membantu menurunkan berat badan dan menurunkan risiko diabetes.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Jika Dikonsumsi Rutin 5 Makanan Ini Bisa Cegah Kerusakan Ginjal

    Jika Dikonsumsi Rutin 5 Makanan Ini Bisa Cegah Kerusakan Ginjal


    Jakarta

    Pola makan sangat berpengaruh pada kesehatan ginjal. Pilihlah makanan yang kaya akan antioksidan karena dapat mencegah kerusakan ginjal.

    Ginjal adalah salah satu organ tubuh penting. Organ ini berperan menghilangkan kotoran dan racun di dalam tubuh. Selain itu, juga untuk mengontrol tekanan darah dan menyeimbangkan kadar elektrolit.

    Jika fungsi ginjal rusak, maka bisa kondisinya akan fatal karena akan menyebabkan penyakit mematikan. Mulai dari kanker, penyakit jantung, diabetes, dan lainnya.


    Cara mencegah kerusakan ginjal bisa dengan mengonsumsi makanan yang mengandung senyawa penting dan memiliki sifat antioksidan.

    Dikutip dari Times of India (11/02/25) berikut 5 makanan untuk mencegah kerusakan ginjal.

    1. Bit

    buah bitbuah bit kaya akan antioksidan. Foto: iStock

    Kaya akan antioksidan dan nitrat, buah bit bisa mengurangi tekanan darah dan memperbaiki alirah darah. Buah bit juga tinggi akan serat yang bisa membantu mencerna makanan.

    Jika saluran pencernaan lancar, maka manfaatnya bisa membantu mendetoksifikasi ginjal. Selain itu, buah bit juga dikemas dengan betanin dalam jumlah tinggi.

    Betanin merupakan zat fitokimia yang dapat membantu membersihkan akumulasi struvite dan kalsium fosfat dalam ginjal. Dengan begitu meningkatkan fungsi ginjal.

    2. Tahu

    Tahu bisa menjadi pilihan makanan nabati yang dapat mencegah kerusakan ginjal karena kandungan proteinnya. Menurut ahli gizi Ruz, protein hewani memiliki kandungan asam lebih tinggi.

    Hal ini bisa membebani ginjal, karena ginjal berperan menyeimbangkan pH tubuh dan menghilangkan asam. Tahu merupakan salah satu makanan yang mendukung proses ini.

    “Tidak seperti protein hewani, protein nabati dapat membantu meningkatkan pH tubuh dan menghindari lingkungan asam yang berpotensi berbahaya di dalam tubuh,” ujar Ruz.

    Makanan untuk mencegah kerusakan ginjal ada di halaman selanjutnya.

    3. Blueberry

    BlueberryBlueberry dikemas dengan anthocyanin. Foto: iStock

    Sebuah penelitian menemukan bahwa buah blueberry dapat mencegah kerusakan ginjal. Blueberry dikemas dengan antioksidan dalam jumlah tinggi.

    Penelitian berjudul Health Benefits of Anthocyanins and Their Encapsulation for Potential Use in Food Systems: A Review menemukan bahwa kandungan antioksidan tersebut bernama anthocyanin.

    Anthocyanin akan berperan melindungi kerusakan sel akibat radikal bebas yang dapat menurunkan fungsi ginjal. Selain itu, dapat melindungi tubuh dari penyakit kronis, seperti kanker, diabetes hingga penyakit jantung.

    4. Bawang Putih

    Tak hanya digunakan untuk penyedap masakan, bawang putih juga bermanfaat untuk kesehatan ginjal. Bawang putih merupakan sumber mangan, vitamin B6, dan vitamin C.

    Menurut penelitian Clinical Nutrition, dikemas dengan senyawa sulfur yang bersifat antiradang dan antioksidan, sehingga dapat meningkatkan fungsi ginjal.

    5. Kembang Kol

    Kembang Kol Warna WarniKembang Kol mengandung vitamin C. Foto: iStock

    Kembali kol merupakan sayuran yang penuh dengan nutrisi. Mulai dari vitamin B atau asam folat, vitamin C, dan vitamin K. Vitamin itu berperan untuk menjaga kesehatan ginjal.

    Selain itu, vitamin tersebut juga dapat menetralisir zat beracun di dalam tubuh. Rutin mengonsumsi kembang kol akan terhindari penyakit ginjal.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi

    Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi


    Jakarta

    Kulit ikan salmon populer diolah menjadi keripik hingga camilan. Selain rasanya yang enak, makanan ini juga bermanfaat untuk kesehatan.

    Meski tidak sepopuler seperti kulit ayam, konsumsi kulit ikan salmon memang bukan hal yang baru lagi. Bahkan di Asia, kulit ikan salmon sering dibuat keripik dan populer di berbagai restoran hingga produk camilan karena rasanya yang enak.

    Menu kulit ikan salmon di restoran sushi, sampai produk keripik kulit salmon juga sangat populer di Singapura hngga Malaysia.


    Dilansir dari Fox News (03/04), menurut banyak ahli gizi, konsumsi kulit ikan salmon bisa menambah nutrisi yang tak kalah sehat dari daging ikan salmon.

    “Kulit salmon kaya akan asam lemak omega-3, yang berperan penting dalam melawan peradangan serta menjaga kesehatan otak dan jantung,” ujar Laura Feldman, ahli gizi terdaftar di, New York, Amerika.

    Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan NutrisiTak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi Foto: Ilustrasi iStock

    Di beberapa negara, konsumsi ikan salmon memang belum populer seperti di Asia. Banyak orang mengira bahwa kulit salmon tidak layak dikonsumsi, padahal sebenarnya bisa dimakan dan justru bermanfaat untuk kesehata.

    “Kulit salmon mengandung omega-3 yang lebih tinggi dibandingkan dagingnya, sementara asupan omega-3 dalam pola makan kita sering kali masih kurang,” jelas ahli gizi Deborah Salvatore.

    Meskipun mengonsumsi kulit salmon berarti menambah asupan lemak, tapi manfaatnya jauh lebih besar, mengingat omega-3 dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), menurunkan tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

    Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan NutrisiTak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi Foto: Ilustrasi iStock

    Kandungan omega-3 dikenal dapat membantu kesehatan mata dan fungsi penglihatan serta memiliki sifat antiinflamasi yang baik bagi tubuh.

    Kulit salmon juga mengandung protein dan kolagen yang bermanfaat untuk kesehatan sendi serta menjaga elastisitas kulit.

    “Selain itu, kulit salmon menyediakan vitamin D yang penting untuk kekuatan tulang, vitamin B untuk metabolisme energi, serta selenium, antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan,” ungkap Jamie Mok, selaku ahli gizi terdaftar yang berbasis di Los Angeles, sekaligus juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics.

    Meski umumnya aman untuk dikonsumsi, kulit salmon tetap memiliki beberapa potensi risiko, menurut Mok. Karena kulit ikan dapat mengandung mikroplastik hingga merkuri.

    Karena itu untuk meminimalisir risiko paparan zat yang berbahaya, Mok menyarankan untuk mengonsumsi berbagai jenis ikan, terutama yang rendah merkuri seperti ikan salmon, makarel sampai sarden.

    Tak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan NutrisiTak Hanya Gurih Enak, Kulit Salmon Juga Kaya Akan Nutrisi Foto: Ilustrasi iStock

    Hal ini selaras dengan penjelasan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika (FDA), bahwa salmon masuk ke dalam kategori ikan dengan kadar merkuri rendah.

    Orang dewasa dianjurkan mengonsumsi setidaknya 240 gram ikan per minggu. Terutama ikan berlemak seperti salmon untuk menjaga kesehatan jantung.

    Anak-anak serta ibu hamil atau menyusui disarankan memilih ikan dengan kadar merkuri rendah. Kulit salmon bisa dinikmati bersama dengan daging ikannya. Bisa juga digoreng hingga renyah sebagai tambahan yang gurih dan bernutrisi dalam salad.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Selain Teh Hijau, 5 Makanan Kaya Antioksidan Ini Bantu Turunkan BB

    Selain Teh Hijau, 5 Makanan Kaya Antioksidan Ini Bantu Turunkan BB


    Jakarta

    Mengonsumsi makanan kaya antioksidan bisa membantu menurunkan berat badan. Selain teh hijau, 5 makanan kaya antioksidan ini juga bisa jadi pilihan tak kalah sehat.

    Antioksidan merupakan salah satu senyawa yang bisa membantu penurunan berat badan.

    Hal ini karena antioksidan berperan meningkatkan metabolisme, mengurangi peradangan, dan melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang semuanya mendukung proses penurunan berat badan.


    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers In Nutrition, pola makan kaya antioksidan dikaitkan dengan risiko obesitas lebih rendah, khususnya pada bagian lemak perut.

    Berbicara tentang antioksidan, mungkin makanan yang ada di pikiran hanya teh hijau. Teh hijau memang kaya akan antioksidan dan terkenal bisa menurunkan berat badan.

    Namun, teh hijau bukan satu-satunya minuman atau makanan yang dapat membantu proses ini. Banyak juga makanan dan minuman alami lainnya yang menawarkan manfaat antioksidan serupa.

    Melansir Health Shots (20/03/2025), berikut daftar makanan kaya antioksidan lainnya yang bisa dikonsumsi.

    1. Buah jeruk

    Mana Lebih Dulu, Buah Jeruk atau Warna Oranye? Ini Kata AhliBuah jeruk kaya akan antioksidan berupa vitamin C yang dapat membantu penurunan berat badan, Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Buah citrus, termasuk jeruk merupakan salah satu yang bisa dikonsumsi.

    Buah-buahan ini kaya akan vitamin C, berupa antioksidan yang kuat. Vitamin tersebut dapat membantu tubuh memecah lemak dan meningkatkan metabolisme.

    Buah citrus juga rendah kalori dan tinggi akan kandungan air. Jeruk menjadi camilan sehat yang membantu tubuh tetap kenyang dan terhidrasi sapanjang hari.

    Jika tertarik, coba makan buah jeruk utuh atau minum air lemon di pagi hari.

    2. Buah beri

    Penistaan! Nasi Biryani Ini Diberi Topping Buah StrawberryStrawberry dan jenis buah beri lainnya juga bisa jadi pilihan tak kalah sehat. Foto: Twitter @SaadGH/iStock

    Berbagai jenis beri, seperti blueberry, strawberry, sampai blackberry merupakan makanan kaya antioksidan yang baik untuk menurunkan berat badan.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Functional Foods menunjukkan blueberry dapat menurunkan indeks massa tubuh (BMI), kadar insulin, dan kolesterol jahat yang sangat berpengaruh terhadap berat badan.

    Buah manis segar ini juga membantu menahan keinginan konsumsi gula sekaligus menjaga kalori tetap terkendali.

    Daftar makanan lain yang kaya akan antioksidan bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Jahe dan bawang putih

    Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10%Konsumsi bawang putih atau jahe juga bisa membantu penurunan BB. Foto: Ilustrasi iStock

    Beberapa jenis rempah atau herbal tidak hanya menambah cita rasa makanan, tetapi juga mengandung banyak manfaat antioksidan.

    Misalnya jahe dan kunyit yang telah terbukti dapat meningkatkan metabolisme dan mampu membantu mengendalikan berat badan.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Alternative Therapies in Health and Medicine menemukan bahwa jahe dapat berperan mencegah obesitas dan meningkatkan metabolisme.

    Selain itu, bawang putih juga termasuk herbal kaya antioksidan yang bisa menurunkan berat badan.

    Hal ini disebabkan oleh kandungan allicin, serat, dan sifatnya yang bisa meningkatkan metabolisme serta menekan nafsu makan.

    4. Sayuran hijau

    BayamBayam bisa dikonsusi karena sayuran hijau ini tinggi antioksidan Foto: Getty Images/PoppyB

    Konsumsi sayuran hijau memang direkomendasikan untuk menunjang kesehatan secara keseluruhan.

    Namun, secara khusus sayuran ini juga dapat membantu menurunkan berat badan.

    Sayuran, seperti bayam atau kale kaya akan antioksidan yang mampu membantu melawan stress oksidatif dan mendukung fungsi metabolisme.

    Sayuran hijau juga rendah kalori dan tinggi serat yang dapat membuat perut kenyang lebih lama.

    5. Tuna dan salmon

    Konsumsi ikan berlemak, seperti tuna atau salmon juga direkomendasikan.

    Jenis ikan ini kaya akan asam lemak omega-3 dan antioksidan berupa astaxanthin yang dapat mengurangi peradangan, meningkatkan metabolisme, dan mendukung kesehatan jantung.

    Ikan berlemak juga merupakan sumber protein baik dan mengandung lemak dalam jumlah rendah sehingga bisa meningkatkan rasa kenyang dan membantu menurunkan berat badan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com