Tag: makanan sehat

  • Bapak-bapak! Ini 5 Makanan Untuk Tingkatkan Hormon Testosteron

    Bapak-bapak! Ini 5 Makanan Untuk Tingkatkan Hormon Testosteron


    Jakarta

    Hormon testosteron pada pria berperan dalam memberikan gairah seksual. Untuk menjaga kadar testosteron tetap stabil, makanan bernutrisi perlu dikonsumsi rutin.

    Testosteron adalah hormon seksual utama pada pria. Hormon ini penting untuk memberikan dorongan seks, pertumbuhan dan kekuatan otot, serta kepadatan tulang.

    Menurut ahli gizi Madison Reeder, testosteron yang rendah atau disebut juga hipogonadisme terjadi ketika testis tidak memproduksi testosteron dalam jumlah yang cukup.


    Diperkirakan 35% pria berusia di atas 45 tahun mengalami hipogonadisme. Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan magnesium dan bakteri baik.

    Dikutip dari Cnet.com (05/04/25) berikut 5 makanan untuk meningkatkan kadar testosteron.

    1. Sayuran hijau

    sayuran hijausayuran hijau dikemas dengan magnesium. Foto: Getty Images/Xsandra

    Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, kangkung, dan sawi dikemas dengan magnesium yang dapat mengatur dan meningkatkan hormon testosteron pada pria.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa pria yang kekurangan magnesium umumnya tidak dapat memproduksi hormon testosteron. Nutrisi tersebut berperan mengurangi stres oksidatif.

    Mengurangi stres oksidatif bermanfaat bagi bioaktivitas testosteron, karena peradangan dan stres oksidatif dapat menurunkan kadar testosteron.

    2. Telur

    Telur dapat membantu dan menjaga kadar testosteron yang sehat. Itu karena telur dikemas dengan vitamin C dan lemak sehat.

    Selain itu, telur juga mengandung antioksidan yang disebut sebagai selenium. Menurut peneliti, selenium dapat berperan meningkatkan produksi testosteron.

    Lebih lanjut, penelitian tersebut juga menemukan bahwa mengonsumsi kuning utuh akan jauh lebih ampuh untuk memproduksi testosteron daripada putih telur.

    Makanan untuk meningkatkan testosteron ada di halaman berikutnya.

    3. Alpukat

    AlpukatAlpukat merupakan sumber lemak sehat. Foto: Getty Images/ASMR

    Alpukat merupakan makanan dengan segudang manfaat. Salah satunya dapat memproduksi hormon testosteron yang ampuh, karena kandungan lemak sehatnya.

    Selain itu, alpukat juga mengandung magnesium dalam jumlah yang tinggi serta ada kandungan boron, elemen yang terkait dengan produksi hormon testosteron.

    Menurut peneliti, rutin mengonsumsi boron maka akan meningkatkan kadar testosteron pada pria hingga 32%.

    4. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun memiliki beberapa manfaat kesehatan, seperti meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.

    Selain itu, minyak zaitun juga dikenal dengan manfaatnya yang dapat meningkatkan kadar testosteron pada pria. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian.

    Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Strength and Conditioning Research menjelaskan bahwa asupan seseorang yang mengonsumsi minyak zaitun sekitar 5 sendok teh per hari bisa meningkatkan testosteron hingga 17%.

    5. Makanan fermentasi

    Ilustrasi KimchiIlustrasi Kimchi Foto: iStockphoto/Getty Images/Zania Studio

    Kesehatan usus telah dikaitkan dengan produksi hormon testosteron yang baik. Hal ini bisa kamu dapatkan dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang difermentasi. Seperti yogurt, acar, kimchi atau kombucha.

    Makanan fermentasi mengandung bakteri baik yang mendukung kadar testosteron. Usus yang sehat berperan dalam peradangan dan metabolisme hormon.

    “Meskipun mengonsumsi makanan ini tidak akan meningkatkan testosteron secara artifisial melebihi kapasitas alami tubuh Anda, makanan ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang tepat untuk stabilitas hormon,” ujar ahli gizi Reeder.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Makanan Tinggi Magnesium Buat Atasi Kelelahan

    7 Makanan Tinggi Magnesium Buat Atasi Kelelahan


    Jakarta

    Asupan makanan memang bisa membuat tubuh lebih berenergi. Namun, jika masalahnya lemas akibat lelah fisik, lebih baik konsumsi makanan kaya magnesium ini.

    Magnesium merupakan mineral yang berperan dalam ratusan reaksi biokimia tubuh, termasuk fungsi otot dan saraf, menjaga irama jantung, mengatur tekanan darah, dan menguatkan tulang.

    Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadarnya agar tetap cukup. Sebab, kekurangan magnesium seringkali menimbulkan masalah kesehatan.


    Salah satunya ketika seseorang merasa lelah secara fisik. Terlebih ketika merasa lelah padahal sudah cukup tidur. Hal ini menandakan kalau tubuh kekurangan magnesium.

    Tentu mengatur pola makan bisa menjadi salah satu solusi tepat. Khususnya dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung magnesium dalam jumlah tinggi.

    Lantas, makanan apa saja yang dimaksud? Melansir onlymyhealth.com (20/03/2025), berikut daftarnya!

    1. Sayuran berdaun hijau

    Sayur Bobor Bayam or Spinach coconut milk soup is made from spinach. Indonesian homemade foodSayuran berdaun hijau seperti bayam tinggi magnesum dan baik untuk mencegah lelah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Shofat Iqdam Ali Riza

    Sayuran berdaun hijau merupakan sumber magnesium yang sangat baik.

    Dalam satu cangkir bayam matang yang memiliki berat 186 gram menyediakan sekitar 157 mg magnesium, hampir 40% dari asupan harian yang direkomendasikan.

    Kandungan magnesium di dalam sayuran ini berperan dalam mendukung kesehatan tulang, otot, saraf, serta jantung.

    Sayuran ini juga kaya akan zat besi dan nutrisi lain yang mampu mencegah kelelahan.

    2. Kacang-kacangan

    kacang almondKonsumsi kacang almond juga dianjurkan karena tinggi magnesium yang bisa mencegah kelelahan. Foto: iStock

    Kacang-kacangan juga menjadi sumber magnesium yang sangat baik. Salah satu yang bisa dikonsumsi, almond. Dalam 30 gram kacang almond mengandung sekitar 80 mg magnesium.

    Kandungan magnesium pada kacang almond tentu bisa mencegah kelelahan dengan mendukung fungsi otot dan saraf, serta menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

    Selain itu kandungan magnesiumnya juga bisa membantu mengatur kadar gula darah dan tekanan darah.

    3. Dark chocolate

    Ini Perbedaan Dark Chocolate, Milk Chocolate dan White ChocolateKabar baiknya dark chocolate tinggi magnesium yang bisa mendukung produksi energi. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Kabar baik bagi para pencinta cokelat, khususnya dark chocolate. Makanan ini kaya akan magnesium. Dalam 28 gram atau satu batang kecil dark chocolate menyediakan 64 mg magnesium beserta antioksidan yang dapat mendukung kesehatan otak dan mengurangi stress.

    Magnesium di dalamnya juga bisa mencegah kelelahan dengan mendukung produksi energi, fungsi saraf dan otot, serta meningkatkan aliran darah ke otak.

    Daftar makanan kaya magnesium lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Alpukat

    Ilustrasi buah alpukat segarBuah alpukat juga mengandung magnesium yang baik untuk tingkatkan energi dan mendukung kesehatan jantung, Foto: Thinkstock

    Alpukat juga menjadi asupan magnesium yang tepat. Dalam satu buah berukuran sedang terkandung sekitar 58 mg magnesium.

    Selain lembut dan lezat, alpukat juga kaya akan lemak sehat dan kalium yang dapat mendukung kesehatan jantung dan tingkat energi.

    5. Pisang

    Konsumsi pisang juga dianjurkan jika tubuh merasa lelah. Selain kandungan kalium, pisang juga menyediakan dosis magnesium yang baik. Dalam satu pisang berukuran sedang terkandung magnesium sampai 37 mg.

    Magnesium dalam pisang juga mampu mencegah rasa lelah karena berperan dalam relaksasi otot dan saraf, serta mendukung produksi energi tubuh yang penting untuk stamina dan mencegah kram otot saat berolahraga.

    6. Ikan salmon

    Fakta tentang ikan salmonIkan salmon atau ikan berlemak lainnya bisa dikonsumsi karena tinggi magnesium untuk cegah lelah. Foto: iStock

    Ikan berlemak, seperti salmon dan makarel kaya akan magnesium, asam lemak omega-3, dan vitamin D. Dalam ikan seberat 100 gram menyediakan sekitar 53 gram magnesium.

    Kandungan nutrisi tersebut mendukung fungsi otak, metabolisme energi. fungsi otot dan saraf, serta membantu tubuh menyerap nutrisi lain.

    7. Biji-bijian utuh

    Karbohidrat dari biji-bijian utuh juga bisa membantu mencegah kelelahan. Misalnya gandum utuh yang dalam 100 gramnya mengandung sekitar 117-136 mg magnesium.

    Sedangkan quinoa dalam satu cangkirnya mengandung 118 mg magnesium. Biji-bijian utuh ini tidak hanya baik untuk pencernaan karena konsumsinya juga memberikan pelepasan energi yang stabil.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rajin Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Cegah Kanker Payudara

    Rajin Konsumsi 5 Makanan Ini untuk Cegah Kanker Payudara


    Jakarta

    Kanker payudara yang menyerang banyak wanita bisa diminimalisir risikonya. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan sehat berikut secara rutin.

    Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan. Kondisi ini terjadi karena mutasi atau perubahan pada gen yang mengakibatkan sel-sel tubuh membelah secara abnormal dan tidak terkendali.

    Meskipun sering diasumsikan sebagai penyakit bawaan genetik, tetapi kanker juga bisa menyerang seseorang karena faktor lingkungan dan gaya hidup.


    Menerapkan gaya hidup sehat merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari risikonya. Selain olahraga dan tidak merokok, konsumsi makanan sehat juga perlu diperhatikan. Beberapa makanan diketahui mengandung nutrisi untuk mengurangi risiko kanker payudara.

    Melansir getsurrey.co.uk (11/03/2025), berikut 5 makanan yang menurunkan risiko kanker payudara.

    1. Sayuran berdaun hijau

    Sayuran hijauSayuran hijau ini menawarkan banyak asupan nutrisi yang baik untuk menghindari risiko kanker. Foto: Getty Images/Ivan Pantic

    Setiap orang disarankan makan sayuran setiap hari. Namun, untuk menghindari kanker, kamu bisa fokus terhadap jenis sayuran berdaun hijau.

    Bayam, selada, sawi hijau, sampai kangkung diketahui bermanfaat karena kandungan antioksidan karotenoid, seperti beta-karoten, lutein, dan zeaxanthin.

    Kadar antioksidan tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara.

    Kandungan antioksidan dan glukosinolat di dalam beberapa sayuran hijau ini juga dapat melindungi sel dalam tubuh dari kerusakan DNA. Senyawa tersebut juga bisa membunuh sel kanker dengan menghambat pembentukan pembuluh darah tumor, sehingga penyebaran sel kanker juga dapat dicegah.

    Menurut situs Healthline, sebuah studi besar tahun 2015 mengaitkan kadar karotenoid total dalam darah yang lebih tinggi dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 18-28% serta penurunan risiko kekambuhan dan kematian pada mereka yang sudah menderita kanker payudara.

    Sayuran berdaun hijau juga kaya akan serat yang menyehatkan pencernaan. Kandungan zat gizi mikro di dalamnya juga mampu meningkatkan kesehatan jantung.

    2. Bawang putih

    Rutin Makan Bawang Putih Bisa Turunkan Kolesterol Sampai 10%Bawang putih juga bisa dikonsumsi untuk menghindari kanker karena kandungan allicinnya. Foto: Ilustrasi iStock

    Kabar gembira bagi pencinta bawang putih karena bumbu dapur ini termasuk salah satu yang bisa mengurangi risiko kanker payudara.

    Senyawa allicin yang kaya antioksidan pada bawang putih menurunkan risiko terjadinya beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker usus besar, kanker lambung, hingga kanker paru.

    Menurut laporan situs Healthline, sebuah studi tahun 2020 yang melibatkan 660 wanita di Puerto Rico mengaitkan asupan bawang putih dan bawang bombai tinggi terhadap penurunan risiko kanker payudara.

    Makanan ini juga mengandung vitamin C, antioksidan flavonoid, dan senyawa organosulfur yang semuanya memiliki sifat antikanker.

    Makanan lain yang bisa mencegah risiko kanker bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Buah jeruk

    Mana Lebih Dulu, Buah Jeruk atau Warna Oranye? Ini Kata AhliBuah jeruk juga mengandung antioksidan untuk melindungi kanker. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Berbagai jenis buah citrus, seperti jeruk, lemon, atau jeruk nipis sekaligus bisa mencegah risiko terkena kanker.

    Di dalam buah tersebut terkandung senyawa flavonoid yang bisa melindungi tubuh dari serangan kanker. Flavonoid merupakan sejenis antioksidan yang berperang mencegah pertumbuhan sel kanker.

    Selain itu, buah citrus juga kaya akan vitamin C, folat, karotenoid, yang memiliki efek antioksidan, antikanker, dan anti-inflamasi untuk mencegah berbagai jenis penyakit.

    4. Ikan kaya omega-3

    stripe-bellied Tuna. Euthynnus pelamis. Scomberomoridae. Bay of Biscay.Ikan tuna yang kaya omega-3 ini juga bisa dikonsumsi untuk mencegah kanker. Foto: iStock

    Selain buah dan sayuran, ikan berlemak, seperti salmon sampai tuna juga bisa dikonsumsi untuk melindungi diri dari kanker.

    Kandungan lemak omega-3, selenium, dan antioksidan, seperti astaxanthin dapat melindungi diri dari kanker.

    Beberapa penelitian yang disebut Healthline juga menunjukkan bahwa mengonsumsi ikan berlemak dapat secara khusus mengurangi risiko kanker payudara.

    Selain kandungan asam lemak omega-3, ikan berlemak ini juga mengandung vitamin D yang dipercaya bisa menghambat perkembangan sel-sel kanker.

    Dengan mengonsumsi setidaknya 2 porsi ikan kaya asam lemak sehat setiap minggunya, kamu bisa mendapat asupan asam lemak omega-3 dan vitamin D yang cukup untuk mencegah kanker.

    5. Tomat

    Tomat juga bagus dikonsumsi sehari-hari karena nutrisinya bisa mencegah kanker. Di dalam tomat terkandung karotenoid, berupa pigmen pemberi warna merah yang tinggi antioksidan dan dapat membantu tubuh melawan radikal bebas pemicu kanker payudara.

    Studi dari Ohio State University juga menemukan bahwa makan tomat bisa mengurangi risiko penyakit kanker sebanyak 50 persen. Nutrisi di dalamnya juga dapat mengurangi risiko kanker kulit.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Bahan Makanan dengan Manfaat Anti-inflamasi yang Hebat

    5 Bahan Makanan dengan Manfaat Anti-inflamasi yang Hebat


    Jakarta

    Bahan makanan yang kerap ditemui di dapur menawarkan manfaat sehat, khususnya mengatasi peradangan atau inflamasi. Berikut 5 jenis makanannya.

    Inflamasi atau peradangan merupakan mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri dan jamur. Ketika proses tersebut berlangsung, sel darah putih dan zat yang dihasilkannya sedang melakukan perlawanan membentuk perlindungan.

    Faktor terjadinya inflamasi pun beragam, mulai dari kehadiran benda asing yang menyerbu sistem kekebalan tubuh, cedera fisik, dan bahan iritan (bahan yang menyebabkan iritasi) bisa memunculkan respon inflamasi tubuh.


    Meskipun proses inflamasi diperlukan tubuh, tetapi inflamasi kronik dapat menyebabkan kondisi atau penyakit serius lainnya yang justru membahayakan tubuh.

    Oleh karenanya, mengurangi atau mencegah peradangan merupakan hal penting. Salah satu caranya dengan mengonsumsi makanan yang memiliki nutrisi untuk melawan inflamasi.

    Tidak perlu mencari makanan super yang mahal, karena bahan makanan di dapur sebenarnya memiliki kemampuan untuk melawan peradangan tersebut.

    Melansir Timssofindia.com (17/04/2025), berikut rekomendasinya.

    1. Jahe

    5 Khasiat Minum Air Jahe Setelah Makan, Banyak Manfaatnya!Kandungan giingerol dan shogaol di dalam jahe mampu mengatasi peradangan. Foto: Times of India

    Makanan beraroma tajam yang memiliki sensasi pedas hangat ini selalu bisa dimanfaatkan sebagai obat alami.

    Jahe mengandung senyawa aktif gingerol dan shogaol yang bersifat anti-inflamasi sehingga efektif dalam meredakan peradangan pada tubuh.

    Senyawa ini membantu mengurangi respon peradangan yang disebabkan oleh alergi, nyeri sendi, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

    Menambah asupan jahe juga merupakan cara baik untuk memberikan sedikit dukungan ekstra bagi sistem kekebalan tubuh.

    Jahe bisa dijadikan teh hangat, ditambahkan ke dalam makanan tumisan, hingga sup.

    2. Kunyit

    kunyitKunyit juga mengandung senyawa kurkumin yang bisa mengatasi peradangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/SilviaJansen

    Jika punya kunyit utuh atau bubuk, kamu bisa memanfaatkannya sebagai ‘obat’ mengatasi peradangan.

    Kunyit mengandung kurkumin yang membantu meredakan peradangan dalam tubuh. Kurkumin dapat menghambat enzim dan molekul yang terlibat dalam proses peradangan.

    Selain itu, kurkumin juga dapat mengurang nyeri dan rasa tidak nyaman akibat peradangan.

    Kunyit bisa ditaburkan sedikit ke dalam sup, teh, atau susu hangat. Supaya lebih efektif, bisa dicampur dengan lada hitam.

    Daftar makanan di dapur lain yang bisa atasi peradangan dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Bawang putih

    Bawang putih sebelum jadi golden garlicDi dalam bawang puth ada zat-zat untuk mengatasi peradangan. Foto: freepik/Freepik

    Bawang putih mengandung banyak senyawa yang dapat mengurangi peradangan dan mendukung sistem kekebalan tubuh.

    Makanan ini dikenal mampu menurunkan produksi zat kimia dalam darah yang meningkatkan peradangan. Quercetin, flavonoid dalam bawang putih juga berperan dalam menghambat agen penyebab peradangan.

    Antioksidan alami di dalamnya dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya.

    Namun, untuk mendapat manfaat maksimal sebaiknya konsumsi bawang putih dalam keadaan mentah.

    4. Sayuran hijau

    Sayuran hijauKonsumsi sayuran hijau juga baik sebagai anti-inflamasi. Foto: Getty Images/Ivan Pantic

    Konsumsi sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, atau selada tidak hanya membantu melancarkan pencernaan atau meningkatkan imunitas tubuh karena bisa juga menjadi bantuan untuk atasi peradangan.

    Sayuran hijau kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan senyawa seperti sulforaphane di dalamnya juga membantu menekan peradangan dengan berbagai cara, termasuk menangkal radikal bebas dan mengurangi kadar sitokin.

    Sayuran ini lebih bagus dimakan dalam keadaan mentah atau dimasak sebentar saja.

    5. Buah beri

    Berbagai jenis buah beri baik untuk mengatasi peradangan. Di dalamnya terkandung antioksidan, terutama antosianin dan flavonoid yang dapat mengurangi peradangan.

    Senyawa-senyawa ini melindungi sel dari kerusakan dan meminimalkan risiko berbagai penyakit terkait peradangan.

    Buah beri juga rendah kalori, sehingga cocok untuk diet sehat. Buah ini bisa dimakan begitu saja atau dijadikan topping pada yogurt atau oatmeal.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Batasi Konsumsi 3 Jenis Asupan Ini karena Memicu Penyakit Kronis

    Batasi Konsumsi 3 Jenis Asupan Ini karena Memicu Penyakit Kronis


    Jakarta

    Konsumsi makanan olahan perlu dibatasi karena efek sampingnya membahayakan. Untuk memulainya, coba hindari 3 jenis makanan ini.

    Mengonsumsi makanan olahan memang lebih praktis, enak, dan harganya terjangkau. Namun, bukan menjadi pilihan terbaik.

    Semakin banyak penelitian mengaitkan seringnya makan makanan olahan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk peningkatan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe-2.


    Meskipun begitu, menurut Valerie Sullivan, PhD, MHS, RDN, banyak juga makanan olahan yang sebenarnya mengandung nutrisi penting. Karenanya ada keraguan untuk membuat rekomendasi menyeluruh terhadap konsumsi semua makanan olahan.

    Namun, tetap ada bukti konsisten bahwa konsumsi makanan olahan tertentu berakibat buruk untuk kesehatan. Para ahli pun telah mengungkap kelompok makanan olahan yang diprioritaskan untuk dihindari.

    Melansir health.com (10/01/2025), berikut 3 jenis bahan makanan dan minuman olahan:

    1. Daging olahan

    tips membuat sosis panggang ala chef Sulistiyo Suryo NegoroSosis maupun daging olahan lainnya perlu dihindari karena bisa menyebabkan kematian. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Mingyang Song, ScD mengungkap jika konsumsi daging olahan telah dikaitkan dengan penyebab utama kematian.

    Meskipun mengandung protein dan zat besi, tetapi daging ini disebut minim nutrisi secara keseluruhan. Pasalnya daging ini mengandung natrium dan lemak jenuh sangat tinggi.

    Makanan ini juga paling konsisten dikaitkan dengan masalah kardiovaskular. Bahkan, daging olahan, seperti sosis, bacon, atau ham dianggap karsinogen (zat atau senyawa yang berpotensi menyebabkan kanker) oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker.

    Sebagai gantinya, bisa beralih ke daging atau unggas lebih sehat, seperti ayam, ikan, dan daging merah tanpa lemak.

    Jika belum bisa menghindari sepenuhnya, cobalah untuk gunakan sedikit daging olahan sebagai penambah rasa. Jangan jadikan sebagai menu utama.

    2. Minuman manis tinggi gula

    Woman hand giving glass ,Soft drinks with ice, sweethart or buddyMinuman manis atau minuman kemasan juga merupakan makanan olahan yang perlu dihindari. Foto: Getty Images/iStockphoto/tongpatong

    Para ahli juga telah menganjurkan untuk mengurangi minuman manis mengandung gula.

    Minuman-minuman seperti soda, teh manis, minuman berenergi dapat menambah berat badan, obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.

    Ahli Liebman juga mencatat kontribusinya yang terkadang dikaitkan dengan kerusakan gigi.

    Para ahli merekomendasikan untuk minum air putih saja. Jika tidak suka dengan air putih biasa, disarankan untuk mencampur dengan buah atau rempah.

    Makanan olahan lain yang perlu dihindari dapat dibaca pada halaman selanjutnya!

    3. Makanan yang digoreng

    tips mengonsumsi gorengan yang lebih sehatMengonsumsi makanan yang digoreng juga bukan pilihan baik karena berpotensi sebabkan kanker Foto: Getty Images/iStockphoto

    Makanan yang digoreng di restoran cepat saji umumnya tinggi lemak dan garam. Konsumsinya tidak akan memberikan manfaat bagi tubuh.

    Menurut ahli Valerie Sullivan, proses menggoreng dengan banyak minyak dapat menimbulkan zat-zat berpotensi menyebabkan kanker.

    Ahli Valerie menyarankan untuk menghindari makanan-makanan yang digoreng, seperti kentang goreng keripik kemasan, donat, dan nugget daging.

    Jika masih ingin cita rasa yang kaya, pertimbangkan untuk mengganti metode memasaknya. Ganti metode menggoreng dengan memanggang. Misalnya membuat kentang panggang atau ayam panggang yang lebih sehat.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! Ini 5 Pantangan Makanan untuk Usia 50 tahun ke Atas

    Jakarta

    Makanan memainkan peran penting seiring bertambahnya usia. Karena itu, ada sejumlah makanan yang harus dihindari oleh orang berusia 50 tahun ke atas sebagai upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.

    Menginjak usia 50 tahun, tubuh mengalami banyak perubahan. Dilansir Healthline, sistem metabolisme menurun sehingga tubuh jadi kurang toleran dan sulit memproses makanan yang berlebih.

    Tubuh menyimpan lebih banyak lemak setelah usia 50 tahun. Karenanya, orang lansia lebih rentan mengalami kenaikan berat badan. Massa dan kekuatan otot berkurang seiring proses penuaan serta risiko pengeroposan tulang juga meningkat.


    Dengan berbagai perubahan yang terjadi, lansia tidak boleh lagi sembarang mengkonsumsi makanan. Berikut daftar pantangan makanan untuk orang berusia 50 tahun ke atas.

    Makanan yang Harus Dihindari oleh Orang Usia 50 Tahun ke Atas

    Ada sejumlah makanan yang mesti dipantang oleh orang yang sudah menginjak 50 tahun ke atas untuk menjaga kesehatannya. Berikut deretan makanannya, dikutip dari Health Times dan AARP:

    1. Makanan Olahan

    Makanan olahan (processed food/ultra-processed food) perlu dihindari oleh lansia. Orang dengan usia berapa pun juga harus mengurangi jenis makanan ini.

    Hal itu karena makanan olahan biasanya mengandung gula, garam, lemak jenuh yang tinggi, serta bahan tambahan seperti pengawet dan pewarna. Kandungan nutrisi dalam makanan olahan juga rendah.

    Terlalu sering konsumsi makanan olahan pun telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung, menurunnya sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan pencernaan memburuk.

    Yang termasuk makanan proses dan ultra-proses: roti kemasan, camilan kemasan, makanan kaleng, mie instan, daging olahan seperti nugget dan sosis, makanan cepat saji, serta minuman dan jus kemasan.

    2. Gorengan

    Gorengan atau makanan yang digoreng dengan minyak seringkali mengandung lemak jenuh yang tinggi. Orang berusia 50 tahun ke atas yang masih kerap mengkonsumsi ini akan berdampak buruk pada kolesterol darah.

    Konsumsi gorengan berlebih dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, di antaranya penyakit jantung dan stroke.

    Selain itu, gorengan juga menyimpan kalori yang cukup banyak. Sementara lansia dianjurkan untuk mengurangi asupan kalori harian.

    3. Makanan Manis

    Makanan manis mesti dihindari oleh orang berusia 50 tahun ke atas lantaran dapat berbahaya. Hal ini karena kelebihan gula bisa memberikan tekanan pada organ seperti pankreas dan hati yang dapat meningkatkan kadar gula dan trigliserida darah.

    Gula juga menaikkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes seiring bertambahnya usia. Makanan manis yang mengandung tinggi gula juga bisa menimbulkan dan memperburuk peradangan pada tubuh.

    4. Makanan Tinggi Garam

    Orang di atas 50 tahun umumnya memiliki tekanan darah yang tinggi. Makanan dengan kandungan garam dalam jumlah besar adalah “musuh” yang harus dihindari. Hal ini karena garam bisa mengikat cairan sehingga meningkatkan volume darah.

    Asupan garam harian perlu dibatasi, yaitu maksimal 2.300 miligram untuk usia 50 tahun ke atas. Dan maksimal 1.500 miligram per hari atau setara dengan satu sendok teh (1 sdt) jika termasuk kelompok risiko tinggi.

    Terlalu banyak konsumsi garam juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

    5. Alkohol

    Alkohol minuman maupun dalam makanan juga mesti dihindari. Sebab, lansia lebih rentan terhadap dampak negatifnya. Konsumsi alkohol berisiko menyebabkan dehidrasi dan bisa mempengaruhi cara kerja obat-obatan yang sedang rutin diminum.

    Alkohol juga dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu, bisa menyebabkan hipoglikemia pada pengidap diabetes.

    Nah, itu tadi sederet pantangan makanan dan minuman untuk orang usia 50 tahun ke atas.

    (azn/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! 7 Rempah Ini Bantu Turunkan Tekanan Darah Secara Alami


    Jakarta

    Penderita tekanan darah tinggi biasanya mengandalkan obat-obatan. Padahal, konsumsi rempah juga bisa membantu mengatasi penyakit ini secara alami, seperti 7 jenis rempah ini.

    Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi ketika seseorang punya tekanan yang terukur senilai 130/80 mmHg atau lebih tinggi. Tekanan ini biasanya ditentukan oleh berapa banyak volume darah yang dipompa jantung dan resistensi aliran darah di pembuluh darah atau arteri.

    Dalam kondisi seperti ini, penderita tekanan darah tinggi biasanya mengandalkan pil atau obat-obatan untuk menurunkannya. Mereka juga disarankan menerapkan pola hidup sehat.


    Salah satu yang bisa dilakukan yaitu mengonsumsi jenis rempah tertentu. Rempah-rempahan ini dapat membantu mengelola tekanan darah tinggi secara alami dan mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

    Melansir Times of India ((27/04/2024), berikut rekomendasi 7 jenis rempah untuk menurunkan tekanan darah tingg:

    1. Bawang putih

    7 Manfaat Makan Bawang Putih, Bikin Kulit Mulus dan Cegah DiabetesSenyawa acilin pada bawang putih dapat menurunkan tekanan darah, Foto: Getty Images/iStockphoto/Burhanuddin Helmi

    Bawang putih tidak hanya dipakai sebagai penambah aroma dalam masakan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan.

    Di dalamnya terkandung senyawa allicin yang dapat membantu mengendurkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

    Allicin mampu meningkatkan produksi oksida nitrat dalam tubuh, yang mampu mengurangi tekanan pada pembuluh darah.

    Kamu bisa menambahkan bawang putih ke dalam sup, tumisan, atau saus. Lebih baik lagi mengonsumsinya secara utuh atau dibuat menjadi jus.

    2. Jahe

    Teh jahe yang sehatkan pencernaanKonsumsi jahe juga bisa menurunkan tekanan darah karena senyawa di dalamnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Jahe merupakan rempah yang khasiatnya sudah terkenal sejak dulu. Jahe mengandung senyawa yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah.

    Oleh karena itu, dipercaya orang yang mengonsumsi jahe secara rutin, sebanyak 2-4 gram per hari memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi.

    Olah jahe segar menjadi teh herbal atau gunakan bubuknya dalam teh, smoothie, atau jenis makanan lain.

    3. Kunyit

    Kunyit AsamKurkumin di dalam kunyit memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang bermanfaat untuk tekanan darah. Foto: iStock

    Kunyit juga bisa membantu menurunkan tekanan darah alami. Kandungan kurkumin di dalamnya memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.

    Kunyit juga dapat merawat kerusakan arteri yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi. Secara signifikan, rempah-rempahan ini dapat membantu mengurangi kadar kolesterol tubuh dan menjaga kadar gula darah terkendali.

    Tambahkan kunyit ke dalam racikan teh atau ke hidangan lain, seperti nasi, sup, atau smoothie.

    Daftar jenis rempah lain yang bisa bantu turunkan tekanan darah alami bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    4. Kayu manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Bisa juga menambahkan kayu manis karena mampu mengobati penyakit ini secara alami. Foto: Getty Images/iStockphoto/Milan Krasula

    Kayu manis mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah. Secara tidak langsung hal ini bermanfaat bagi tekanan darah.

    Jurnal Nutrition mengungkap konsumsi kayu manis dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada penderita diabetes tipe-2.

    Diabetes bisa memicu hipertensi, mengingat resistensi insulin mampu menyebabkan tekanan darah tinggi. Namun, penelitian terkait hal ini masih perlu dikaji lebih dalam.

    Jika ingin mulai mengonsumsi kayu manis, kamu bisa menaburkan bubuknya pada oatmeal, yogurt, salad buah, atau ditambahkan pada makanan panggang hingga minuman panas.

    Kamu juga bisa membuat teh kayu manis yang bermanfaat mengurangi kadar kolesterol, sehingga membantu pengelolaan tekanan darah lebih baik.

    5. Kapulaga

    Kapulaga merupakan bumbu atau rempah-rempahan yang secara alami dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

    Di dalam kapulaga terdapat senyawa antioksidan yang dapat membantu meurunkan tekanan darah dengan meningkatkan kesehatan jantung.

    Kamu bisa menambahkan kapulaga bubuk ke makanan yang dipanggang dan ke dalam teh atau sup.

    6. Basil

    Basil tidak hanya menjadi topping pada makanan tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.

    Daun basil mengandung eugenol yang dapat mengendurkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

    Cara kerja kandungan di dalam daun ini mirip dengan sebuah obat hipertensi, yaitu obat golongan calcium-channel blocker, seperti amlodipin dan nifedipin.

    Tambahkan daun kemangi segar dalam salad, sandwich, hidangan pasta atau buatlah menjadi teh basil.

    7. Seledri

    Tingkatkan Gairah Seksual, Konsumsi Seledri Secara RutinTidak hanya sebagai hiasan, tetapi seledri juga bisa dikonsumsi karena kandungan nutrisinya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Napadon Srisawang

    Seledri juga tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi mengandung senyawa yang membantu mengendurkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah, sehingga menurunkan tekanan darah.

    Seledri juga mengandung serat tinggi serta senyawa yang dipercaya punya kinerja mirip dengan obat hipertensi golongan calcium-channel blocker, yang bermanfaat mengatasi tekanan darah tinggi.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Rempah Andalan di Dapur yang Bagus untuk Kelola Diabetes


    Jakarta

    Selain minum obat, penderita diabetes juga disarankan menjaga pola makan. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan di dapur, seperti konsumsi 5 jenis rempah ini.

    Diabetes merupakan kondisi ketika pengidapnya tidak mampu mengambil glukosa (gula) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Penyakit diabetes yang tidak terkontrol bisa menyebabkan masalah serius pada organ tubuh.

    Oleh karena itu, pengidap diabetes disarankan untuk melakukan perawatan dan selalu menjaga pola makannya. Menghindari segala macam makanan dengan nutrisi buruk dan memilih makanan yang menyehatkan.


    Salah satu makanan sehat yang bisa dimanfaatkan yaitu bumbu-bumbu atau rempah-rempahan di dapur. Sejumlah bahan rempah di dapur dapat secara efektif membantu dalam mengurangi kadar gula darah tinggi, tanpa memengaruhi cara kerja obat.

    Mengutip Times of India (28/05/2024), berikut 5 rempah andalan di dapur yang bagus untuk mengelola diabetes:

    1. Kayu manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis mengandung senyawa yang bisa tingkatkan sensivilitas insulin. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Kayu manis tidak hanya bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi, tetapi juga untuk penderita diabetes.

    Kayu manis mengandung senyawa yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah.

    Kayu manis juga bisa menurunkan laju masuknya glukosa ke dalam tubuh. Jenis rempah ini pun mampu meningkatkan sistem pencernaan, sehingga kadar gula dapat dicerna dengan baik, lapor halodoc.com.

    Kamu bisa menambahkan kayu manis sebagai topping pada oatmeal, yogurt, atau smoothie. Kayu manis juga bisa dimasukkan ke dalam adonan muffin atau kue lainnya.

    2. Kunyit

    Kunyit AsamKunyit pun punya sifat anti-inflamasi yng bisa meningatkan sensitivitas insulin. Foto: iStock

    Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang punya sifat anti-inflamasi. Sifat ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah.

    Kunyit juga mengandung antioksidan yang bisa membantu melawan infeksi akibat peradangan.

    Gunakanlah kunyit dalam masakan, seperti sup, kari, semur, atau hidangan lainnya. Bubuk kunyit juga bisa ditambah ke dalam minuman, seperti susu. Tambahkan sedikit jahe dan madu agar lebih nikmat.

    Daftar makanan sehat di dapur lainnya, yang bisa bantu atasi kolesterol bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Jahe

    5 Makanan Kaki Lima Ini Sudah Ada Ratusan Tahun, Bir Jahe dan Belut RebusJahe juga sudah dikenal memiliki efek menurunkan gula darah. Foto: Ilustrasi iStock/Site

    Jahe telah terbukti memiliki efek menurunkan gula darah dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

    Menurut penelitian yang dipublikasi pada Journal Iranian Of Pharmaceutical Research tahun 2015, senyawa gingerol dalam jahe mampu mengoptimalkan kerja hormon insulin dalam membantu penyerapan gula darah oleh lemak, otot, dan hati. Serta bisa menurunkan kadar HbA1c pada pasien yang menderita diabetes tipe-2, lapor siloamhospitals.com.

    Jahe bisa ditambahkan ke dalam tumisan, sup, atau bumbu marinasi. Kamu juga bisa membuat teh jahe yang segar tetapi menghangatkan.

    4. Cengkeh

    Petani cengkeh di Desa Jarak, Jombang, beralih menaman pala. Hal ini karena harga pala lebih menggiurkan.Cengkeh punya senyawa yang mampu atasi masalah diabetes. Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif

    Cengkeh tidak hanya menambah aroma makanan, tetapi juga mengatasi penyakit diabetes.

    Di dalamnya terkandung senyawa yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan fungsi insulin.

    Selain itu, cengkeh juga mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin K, vitamin C, kalsium, magnesium, hingga serat.

    Senyawa eugenol di dalamnya yang punya sifat antibakteri juga efektif dalam membunuh bakteri E.Coli yang menjadi bakteri penyebab keracunan makanan.

    Tambahkan cengkeh ke dalam masakan, seperti semur, nasi, atau beberapa minuman hangat, seperti teh dan kopi.

    5. Jintan

    Biji jintan juga bermanfaat dalam meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi resistensi insulin. Jintan mampu merangsang aktivitas seluler dalam tubuh dan mengurangi penyerapan insulin usus.

    Sebuah studi tahun 2017 yang dilansir Healthline juga menyebut, konsumsi jintan hitam secara berkala mampu mengurangi HbA1c atau kadar glukosa darah rata-rata.

    Jintan bisa dipanggang bijinya kemudian dihancurkan. Bubuknya bisa ditaburi di atas sayuran panggang atau salad. Bubuk jintan juga bisa menjadi campuran bumbu marinasi atau saus.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Wajah Tak Tampak Bengkak


    Jakarta

    Ada kandungan dalam makanan yang dapat memengaruhi penampilan. Agar wajah tak tampak bengkak, beberapa makanan ini sebaiknya dikonsumsi dengan bijak.

    Asupan makanan memiliki kandungannya masing-masing. Bagai dua sisi mata uang, ada dampak negatif dan positif yang bisa didapatkan dari mengonsumsi makanan.

    Kandungan nutrisi dan mineral di dalamnya dibutuhkan guna membantu organ tubuh bekerja dengan efektif. Tetapi ada juga kandungan lain yang justru dapat memengaruhi penampilan secara kasat mata.


    Efek yang paling terlihat adalah dengan beberapa bagian tubuh seperti wajah yang akan bengkak setelah mengonsumsi makanan tertentu. Sehingga hindari beberapa asupan makanan ini saat malam hari jika keesokannya tak ingin wajah tampak bengkak.

    Berikut ini 5 makanan pemicu bengkak pada wajah melansir Medicine Net:

    Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Wajah Tak Tampak BengkakSoy sauce yang tinggi garam mudah memicu pembengkakan pada wajah. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

    1. Soy sauce

    Pengaruh utama yang membuat wajah tampak bengkak adalah asupan garam yang berlebih. Soy sauce yang memiliki rasa asin menggunakan banyak tambahan garam ke dalamnya.

    Garam dapat meningkatkan retensi air di dalam tubuh sehingga mengikat lebih kuat dan sulit dikeluarkan. Dampaknya beberapa bagian tubuh akan terlihat membengkak karena kandungan air berlebih yang sulit dikeluarkan.

    Salah satu yang paling terpampang efek negatifnya adalah pada wajah. Selain itu soy sauce juga memiliki kandungan gluten yang dapat mengancam bagi konsumen dengan intoleran gluten.

    2. Gula

    Bukan rahasia umum lagi jika gula menyebabkan inflamasi yang memicu pembengkakan di dalam tubuh. Dalam berbagai penelitian telah diungkapkan juga jika konsumsi gula berlebihan dapat mengganggu kesehatan kulit dan kadar insulin.

    Ketika gula masuk ke dalam saluran pencernaan, ada gangguan pada usus yang memicu ketidakseimbangan mikrobiom. Dampaknya makanan yang diterima akan sulit dicerna dengan baik dan maksimal.

    Titik bengkak yang dapat dipicu oleh konsumsi gula ternyata cukup banyak, selain wajah. Mulai dari pundak hingga beberapa area di sekitar dada yang mudah terdampak.

    Daftar makanan yang harus dihindari lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Susu dan olahannya

    Walaupun tidak memiliki kandungan garam yang tinggi, susu juga dapat memicu pembengkakan. Alasannya terdapat pada laktosa yang secara alami ada di dalam susu dan berbagai olahannya.

    Laktosa tergolong sebagai jenis gula yang sulit dicerna oleh tubuh apalagi bagi mereka yang intoleran. Kondisi intoleran laktosa tidak bisa dikenali dengan singkat.

    Beberapa orang butuh mencapai usia tertentu untuk mengetahui bahwa tubuhnya intoleran laktosa. Tandanya dapat dilihat jika setelah konsumsi susu atau keju mengalami bengkak pada wajah dan perut.

    4. Tomat

    Hindari Konsumsi 5 Makanan Ini Agar Wajah Tak Tampak BengkakKonsumsi tomat dapat membuat pembengkakan di sekitar mata. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

    Walaupun terkesan sehat ternyata tidak semua sayuran atau buah sepenuhnya positif untuk tubuh. Tomat yang cerah warnanya dengan kandungan vitamin A yang melimpah ternyata juga dapat berdampak buruk.

    Konsumsi tomat dapat memasukkan racun bernama solanine ke dalam tubuh. Dampaknya akan menyebabkan pembengkakan di area mata dan beberapa titik pada wajah lainnya.

    Efek konsumsi tomat juga berkaitan erat dengan daya tahan konsumennya. Pada tubuh yang sangat sensitif dampaknya bisa terlihat secara singkat.

    5. Gorengan

    Sebagai camilan yang mudah dan murah untuk dibuat, gorengan seringkali dikonsumsi tanpa mengenal waktu. Dalam sebuah hidangan gorengan mengandung asam lemak omega 6.

    Sementara asam lemak yang dibutuhkan oleh tubuh dan positif dampaknya adalah asam lemak omega 3. Tentunya kedua kandungan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda jauh satu sama lainnya.

    Asam lemak omega 6 justru dapat memicu inflamasi di dalam tubuh. Hasilnya beberapa pembengkakan akan terlihat setelah makan gorengan terutama pada wajah.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Slurpp! 5 Minuman Sehat Ini Ampuh Dorong Imunitas Tubuh


    Jakarta

    Imunitas tubuh perlu dijaga karena sangat memengaruhi kondisi kesehatan. Salah satu caranya lewat konsumsi 5 minuman sehat ini.

    Seseorang perlu memiliki daya tahan tubuh kuat agar terhindar dari segala risiko penyakit. Untuk itu, penting mengetahui cara meningkatkan sistem imun dalam tubuh.

    Salah satu cara yang paling baik yaitu lewat konsumsi makanan dan minuman sehat. Kebanyakan orang langsung mengonsumsi suplemen, seperti tablet vitamin C yang dianggap dapat membangun sistem kekebalan tubuh kuat.


    Namun, vitamin C bukanlah satu-satunya cara untuk melawan infeksi atau bakteri berbahaya lainnya. Kamu juga perlu fokus pada nutrisi penting lain, seperti antioksidan, seng, vitamin D, dan masih banyak lagi.

    Untuk mendapatkan nutrisi penting itu, kamu bisa mulai mengonsumsi sejumlah minuman sehat. Berikut daftar 5 minuman sehat seperti dilansir dari healhshots.com (24/05/2024).

    1. Teh hijau

    Hobi Makan Gorengan? Bisa Netralisir Pakai Teh Hijau hingga BuahTeh hijau merupakan salah satu minuman yang baik untuk imunitas tubuh. Foto: Ilustrasi iStock

    Teh hijau terkenal memiliki banyak manfaat kesehatan. Salah satunya mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Sebab, di dalamnya terkandung antioksidan, terutama katekin, seperti epigallocatechin gallate (EGCG), yang telah terbukti meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

    Menurut ahli gizi Dr, Rohini Patil, antioksidan membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif dan radikal bebas, yang dapat merusak sel dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

    2. Susu kunyit

    Bikin Sehat! Ini 7 Manfaat Konsumsi Kunyit Bersama dengan JaheCampuran kunyit dengan susu juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Foto: Getty Images/Photopips

    Tidak hanya susu jahe, tetapi susu kunyit juga merupakan minuman baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Kunyit merupakan bahan herbal yang mengandung kurkumin, senyawa dengan sifat antiinflamasi dan antioksidan kuat.

    Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of clinical Immunology menemukan, kurkumin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan memodulasi aktivasi sel T, sel B, dan makrofag.

    Rekomendasi minuman sehat lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Jus bit

    Juice buah bit untuk ibu hamilMinum jus buah bit efektif untuk meningatkan kekebalan tubuh karena kandungannya. Foto: Getty Images/Angelika Mostova

    Jus dari buah bit merupakan minuman yang efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Di dalamnya terkandung nutrisi penting, seperti vitamin C, folat, mangan, zat besi, dan fitonutrien, seperti betalains.

    Buah bit juga sumber antioksidan serta memiliki sifat anti-inflamasi yang baik. Kandungan nutrisi itu dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh dengan meningkatkan sirkulasi darah sehat dan mengurangi peradangan.

    4. Teh kombucha

    Kombucha adalah minuman hasil fermentasi yang terkenal dengan kandungan probiotik dan manfaat sehatnya.

    Menurut penelitian yang diterbitkan oleh Chinese Herbal Medicines, probiotik dalam kombucha mendukung kesehatan usus dengan menjaga keseimbangan bakteri menguntungkan. Ini sangat penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.

    Kombucha juga mengandung antioksidan serta vitamin B yang semakin kuat meningkatkan kekebalan tubuh.

    5. Smoothie beri

    Ilustrasi Smoothie BerrySmoothie yang terbuat dari buah-buahan berry tidak kalah baik untuk meningkatan imunitas tubuh. Foto: Getty Images/rudisill

    Buah beri, seperti blueberry, strawberry, dan raspberry kaya akan vitamin, mineral. dan antioksidan. Buah-buahan ini juga tinggi vitamin C dan flavonoid yang membantu mengurangi stress oksidatif dan peradangan.

    Flavonoid telah terbukti memodulasi aktivitas sel kekebalan tubuh dan dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition Review menunjukkan, minum jus berry juga dapat meningkatkan pencernaan dengan melancarkan buang air besar secara teratur dan mencegah sembelit.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com