Jakarta –
Menempuh perjalanan jauh saat mudik bisa memicu kondisi kadar gula darah turun drastis atau disebut hipoglikemia. Begini cara mengatasinya.
Mudik merupakan tradisi Lebaran yang populer di Indonesia. Masyarakat berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga.
Jarak yang ditempuh saat mudik tidak tanggung-tanggung, mencapai ratusan hingga ribuan kilometer. Akibatnya seseorang berisiko merasa lapar, linglung, dan bahkan gemetar.
Kondisi ini bisa terjadi saat tubuh lelah karena melakukan perjalanan saat berpuasa, yang menyebabkan gula darah menurun drastis.
“Namanya hipoglikemia. Ini kondisi rendahnya gula darah dalam tubuh. Penyebab utamanya bisa kurang makan atau bagi penyandang diabetes karena konsumsi obat diabetes berlebihan,” kata Rudy dalam keterangan tertulis, Selasa (2/4).
Gejala hipoglikemia memang bisa mengganggu perjalanan mudik. Pasalnya, gejala yang timbul bisa membuat tubuh benar-benar tidak sehat. Gejala-gejala itu misalnya:
– Gelisah
– Gemetaran
– Jantung berdetak kencang
– Keringat dingin
– Lapar
– Pusing
– Linglung
Bagaimana cara mencegahnya?
Cara mengatasinya menurut Rudy sebenarnya cukup mudah. Hipoglikemia itu berkaitan erat dengan menurunnya tekanan gula darah. Karena itu cara paling mudah adalah dengan meningkatkan kembali kadar gula di tubuh.
“Konsumsilah makanan dan minuman manis. Jika gejalanya sudah parah sebaiknya berbuka sesegera mungkin, meskipun belum saatnya berbuka,” kata Rudy.
Untuk lebih jelasnya, berikut dua cara yang bisa dilakukan jika Anda mengalami kondisi linglung hingga gemetar tanda terjadinya hipoglikemia saat di perjalanan mudik:
1. Cukup makan
Jika Anda memutuskan untuk tetap berpuasa selama perjalanan mudik, pastikan penuhi kebutuhan makan dan minum saat berbuka dan sahur.
“Pilih juga makanan kaya nutrisi, hindari makanan cepat saji,” katanya.
2. Langsung makan dan minum manis ketika muncul gejala
Jika tubuh sudah mulai menunjukkan tanda-tanda hipoglikemia. Mulai dari pusing, gemetar, hingga gelisah, langsung konsumsi minuman manis.
“Anda bisa pilih jus atau teh manis untuk menaikan kadar gula yang turun. Namun pastikan jumlahnya tidak berlebihan. Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter, terutama bagi penyandang diabetes yang akan mudik,” katanya.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ini Cara Mengatasi Hipoglikemia saat Mudik, Anti Lapar dan Gemetar”
(yms/adr)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Hati-hati! 4 Kebiasaan Ngemil Ini Bisa Picu Risiko Diabetes Jakarta – Beberapa kebiasaan ngemil ternyata tidak menyehatkan dan justru membuat lonjakan gula darah. Seperti kurang asupan protein hingga kelebihan karbohidrat. Banyak orang tak bisa menghindari ngemil, apalagi ketika sedang bersantai. Agar tak mendapatkan masalah kesehatan, kamu bisa memiliki camilan yang sehat, seperti buah atau sayuran. Dilansir dari Food NDTV (22/8), penting untuk menghindari makanan manis saat ngemil. Karena, makanan manis yang dikonsumsi berlebihan bisa membuat lonjakan gula darah yang memiliki risiko diabetes.
Selain makanan manis, kebiasaan ngemil lain juga bisa menjadi pemicu lonjakan gula darah. Seperti terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat hingga tidak menyertakan asupan protein. Berikut 4 kebiasan ngemil yang memicu diabetes:1. Terlalu Banyak KarbohidratBeragam jenis camilan juga banyak yang mengandung karbohidrat. Terlebih jika camilan itu terbuat dari campuran beras ketan, tepung, kentang, dan lainnya. Kandungan karbohidrat yang tinggi ini sebaiknya jangan terlalu banyak dikonsumsi, karena dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Lonjakan gula darah inipun bisa terjadi cepat. Hal ini diungkapkan oleh American Diabetes Association (ADA), bahwa mengonsumsi karbohidrat berlebihan dapat menyebabkan hiperglikemia. Sebaiknya hindari karbohidrat sederhana dan pilih karbohidrat kompleks sebagai gantinya. 2. Tidak Mengonsumsi Protein
Protein penting sekali dikonsumsi dalam asupan makanan harian. Apalagi ketika sedang diet, protein bisa membantu proses metabolisme yang dapat melunturkan lemak. Diet ramah diabetes juga harus mencakup protein yang cukup, dan ini berlaku juga untuk ngemil. Daripada menikmati makanan dengan kandungan minyak tinggi, lebih baik memiliki makanan berprotein tinggi. Camilan yang mengandung protein ini di antaranya ada tempe, tahu, hingga olahan beragam kacang. Bisa juga menikmati yogurt, puding biji chia atau telur rebus. 3. Waktu Ngemil Tidak TepatNgemil yang baik juga memiliki waktu tertentu. Penting untuk menetapkan waktu yang tepat untuk ngemil, sama seperti waktu makan yang biasa. Waktu terbaik untuk ngemil adalah malam hari saat keinginan makan memuncak. Namun, hindari waktu larut malam, karena penelitian menunjukkan hal ini dapat mengganggu kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe-2. 4. Tidak Mengontrol Porsi Camilan
Kebiasaan ngemil yang harus dihindari lainnya adalah tidak mengontrol porsi camilan. Meskipun camilan yang dikonsumsi sehat, harus tetap mengatur porsinya. Konsumsi camilan yang berlebihan justru bisa membuat rugi. Jadi, ambil camilan sesuai kebutuhan saja. Ingat, sedikit saja sudah cukup untuk mengontrol kadar gula darah tetap stabil. (yms/yms) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apakah Penderita Diabetes Boleh Minum Kopi? Ini Kata Dokter Ahli Jakarta – Penderita diabetes harus memantang beberapa makanan dan minuman agar gula darah tetap stabil. Bagaimana dengan konsumsi kopi? Begini penjelasan ahli! Kopi merupakan minuman sehat yang memiliki berbagai manfaat sehat untuk tubuh. Salah satunya mengandung zat antioksidan yang baik untuk imunitas tubuh. Minum kopi juga disebutkan baik untuk diet, karena menunjang proses metabolisme tubuh. Bagaimana jika dikonsumsi oleh penderita diabetes?
Dilansir dari Only My Health (5/7), terkait konsumsi kopi pada pasien diabetes, Dr Shivane, Consultant Diabetology and Metabolic Physician, Department of Endocrinology, Jaslok Hospital and Research Center, Mumbai mengatakan kalau dampaknya beragam. Shivane juga menambahkan bahwa meskipun beberapa penelitian kopi menunjukkan kadar gula darah dapat turun, ternyata juga ada dampak buruknya. Kopi dapat mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin yang merupakan hormon pengatur gula darah. Hal ini dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah hingga menimbulkan masalah.
Sebuah studi pada 2016 yang diterbitkan dalam European Journal of Nutrition menemukan bahwa orang yang minum 3-4 cangkir kopi sehari mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2.Para peneliti percaya bahwa zat dalam kopi, seperti asam klorogenat dan kafein, mungkin bertanggung jawab atas efek positif ini. Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care menemukan bahwa orang yang minum hingga 6 cangkir sehari memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2. Berbanding terbalik dengan mereka yang jarang minum kopi. Menariknya, manfaat ini tampaknya berasal dari kopi berkafein dan tanpa kafein. Berarti hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada lebih dari sekedar kafein yang berperan. Penelitian lain menunjukkan bahwa asupan kopi yang tinggi justru dapat menyebabkan resistensi insulin pada beberapa orang. Jadi, Dr Shivane menyimpulkan bahwa pasien diabetes boleh minum kopi, tapi dalam jumlah sedikit. Jumlahnya mengacu pada anjuran minum kopi per hari, menurut Mayo Clinic. Sejumlah 1-4 cangkir kopi per hari (400 miligram per hari). Dianjurkan mengonsumsi kopi hitam tanpa tambahan gula atau pemanis dan krimer atau susu. Lebih baik lagi jika penderita diabetes berkonsultasi dulu pada dokter untuk takaran tepat minum kopi. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Brooke Lark |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Tips Membuat Kue untuk Penderita Diabetes, Perhatikan 5 Hal Ini! Jakarta – Penderita diabetes dianjurkan untuk menghindari makanan manis, seperti kue. Jika ingin membuatnya sendiri, perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini. Kue yang dipanggang biasanya bercita rasa manis. Penderita diabetes harus menghindarinya jika ingin tak terjadi lonjakan gula darah. Kalau ingin tetap mengonsumsinya, perhatikan kandungan gula dan lemaknya. Jika ingin aman, kamu bisa membuat kue-kue sendiri di rumah.
Dilansir dari NDTV (2/7), kamu bisa memodifikasi resep kue agar lebih ramah dikonsumsi penderita diabetes. Mulai dari penggunaan tepung, tambahan lemak, hingga pemanisnya. Berikut ini beberapa bahan untuk membuat kue bagi penderita diabetes yang perlu dicermati pemakaiannya:1. Jenis Tepung
Kebanyakan kue dibuat menggunakan tepung terigu serbaguna. Namun, jenis tepung ini sebaiknya dihindari untuk penderita diabetes. Meskipun tepung terigu bisa membantu membuat makanan jadi lembut dan empuk, tapi juga bisa menambahkan kadar gula darah berfluktuasi. Sebaiknya, pilihlah tepung yang lebih sehat dan berserat tinggi. Seperti tepung gandum utuh atau tepung oat (oatmeal) yang bisa dipakai sebagai penggantinya. 2. Pemanis AlamiJika membuat kue yang rasanya manis, pastinya menggunakan gula pasir yang cukup banyak. Sebaiknya mulailah mencari pengganti gula pasir sebagai bahan pemanisnya. Pemanis alami bisa dipakai sebagai pengganti, termasuk gula aren dan gula kurma. Kamu juga bisa menambahkan pisang matang ke dalam resepnya, sehingga rasa manis alami didapat dari pisang. 3. Jenis Lemak
Lemak juga ditambahkan ketika membuat adonan kue. Biasanya menggunakan mentega, margarin, hingga minyak. Bagi penderita diabetes, sebaiknya jangan menambahkan lemak pada makanan. Jika harus menggunakan mentega, sebenarnya tak masalah. Namun, jangan terlalu banyak takarannya agar kadar gula darah tetap stabil. Untuk menikmatinya tanpa rasa bersalah, ganti mentega dengan minyak zaitun atau minyak kelapa. 4. Cokelat SusuJenis cokelat yang enak dijadikan bahan campuran kue sangat banyak, salah satunya cokelat susu (milk chocolate). Apalagi jika cokelat tersebut dijadikan isian atau olesan kue atau roti. Penggunaan cokelat susu ini sebaiknya dihindari. Sebaliknya, sellau gunakan cokelat hitam (dark chocolate) yang kandungan gulanya lebih sedikit. Meskipun rasanya lebih pekat atau sedikit pahit. 5. Bikin Kue Sederhana
Semakin sederhana kue yang dibuat akan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes. Sebaliknya jika terlalu mewah, seperti menambahkan aneka bahan topping justru bisa memicu pemakaian banyak hula yang bisa membuat gula darah naik. Untuk kue-kue yang gurih, gunakan sedikit mungkin bahan-bahan seperti keju. Untuk kue-kue yang manis, hindari menggunakan apapun yang mengandung gula tambahan seperti frosting, coklat serut, selai buah, selai cokelat, atau sirup. (yms/odi) |
![]() |
|||||||||||||||||||||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
4 Makanan untuk Turunkan Risiko Diabetes dan Kanker Menurut Ahli Jakarta – Salah satu cara mengurangi risiko penyakit kanker dan diabetes adalah mengubah pola hidup, termasuk pola makan. Ahli kesehatan mengungkap 4 makanan yang bisa membantunya. Pola hidup yang baik, termasuk menjaga pola makan sehat sangat penting diterapkan. Meskipun sebagian orang mungkin hanya memusatkan perhatian pada banyak jumlah asupan kalori, tetapi menentukan jenis makanan yang dikonsumsi juga penting.
Seorang ahli kesehatan memperingatkan, kebanyakan makanan yang umum dikonsumsi sebenarnya bisa membuat seseorang berisiko terkena penyakit. Misalnya, makanan tinggi lemak, gula, dan karbohidrat. Makanan-makanan seperti kue, roti tawar, atau gorengan memang terasa sangat nikmat. Namun, makanan ini bisa menyebabkan peradangan tubuh. Peradangan bisa berbahaya dan sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit Alzheimer, obesitas, radang sendi, bahkan kanker. Berbicara kepada The Mirror, ahli gizi Dr Carrie Ruxton mengungkap, “Apa yang kita makan membuat perbedaan besar bagi kesehatan.” Ia menjelaskan beberapa jenis makanan yang dapat memicu peradangan kronis. Makanan tersebut terdiri atas olahan biji-bijian olahan, makanan yang digoreng dengan banyak minyak, serta makanan dan minuman tinggi gula. Mengonsumsi makanan seperti itu tidak hanya menyebabkan peradangan, tetapi juga memicu nyeri sendi dan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, ia merekomendasikan untuk mulai mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki sifat anti-inflamasi. Dr Ruxton menyarankan konsumsi 4 makanan ini, seperti yang dilansir dari express.co.uk (12/03). 1. Ikan berminyak yang kaya omega-3
Dr Ruxton menyebut ikan berminyak merupakan makanan anti-inflamasi (peradangan) paling baik karena kaya akan asam lemak omega-3. Menurut laporannya, ada sebuah studi tentang nutrisi yang menemukan bahwa osteoartritis (penyakit inflamasi sendi) membaik setelah pasien diberi tambahan asupan omega 3. Para peneliti juga melihat pengurangan rasa sakit. Ikan berminyak yang bisa dikonsumsi, mulai dari salmon, sarden, hingga makarel. Namun, jika kamu mengikuti pola makan vegetarian, bisa menggantinya dengan kacang merah, biji chia, biji rami yang juga mengandung omega-3 serupa. 2. Buah dan sayur-sayuran
Buah dan sayuran juga merupakan makanan esensial yang perlu dikonsumsi sehari-hari. Dr Ruxton menjelaskan, sebuah penelitian menunjukkan jika makan lebih banyak buah dan sayuran mengurangi peradangan dalam darah, disebut protein C-reaktif. Dengan menurunkan peradangan, buah dan sayuran ini juga menolong mengontrol gula darah, serta menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol. Dr Ruxton juga mengungkap, peradangan merupakan inti perkembangan penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu di Jurnal Neurologi menunjukkan orang yang jarang konsumsi buah dan sayur berisiko lebih tinggi terkena penyakit Alzheimer. Daftar makanan yang direkomendasikan ahli kesehatan lainnya bisa dilihat pada halaman berikut ini!3. Makanan fermentasi
Makanan fermentasi juga baik untuk mengurangi risiko penyakit kronis ini. Makanan fermentasi diketahui dapat meningkatkan kesehatan usus. “Ketidakseimbangan mikrobiota usus berhubungan dengan peradangan,” ujar Dr Ruxton. Makanan fermentasi disebut dapat meningkatkan spesies bakteri ‘baik’ di usus dan membantu mengurangi peradangan. IIni dapat membantu mengatasi kondisi usus tertentu, seperti sindrom iritasi usus. Kamu bisa menikmati makanan fermentasi, seperti yogurt, kimchi, hingga acar atau sayur asin. 4. Kacang-kacangan
Menurut Dr Ruxton, kacang-kacangan juga dapat mengurangi peradangan sebagai akibat dari menurunkan penanda peradangan dalam darah. Hal ini dapat mengurangi peradangan pada orang obesitas atau penderita diabetes. “Protein dari kedelai secara khusus telah terbukti meringankan gejala osteoartritis,” jelasnya. Selain kacang kedelai, kamu bisa mengonsumsi kacang almond dan edamame. Namun, konsumsinya juga perlu dibatasi. Tidak boleh terlalu banyak karena sebagian kacang mengandung kalori tinggi. (aqr/adr)
5 Sayuran dan Buah Tinggi Serat Ini Bagus Dikonsumsi Penderita Diabetes Jakarta – Penderita diabetes perlu memerhatikan asupan makanan sehari-hari. Salah satu makanan yang cocok dikonsumsi yaitu buah dan sayuran tinggi serat, seperti ini. Diabetes merupakan kondisi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin, mulai dari hanya memproduksi dalam jumlah sedikit atau mengalami resistensi insulin. Hormon insulin sebenarnya berfungsi untuk menyerap glukosa (gula) dalam darah dan mengubahnya menjadi energi bagi sel-sel tubuh. Jika fungsi insulin itu terganggu, maka kadar glukosa dalam darah akan terus meningkat ke level membahayakan.
Dalam mengatasi masalah ini, penderita diabetes tidak boleh mengonsumsi makanan dan minuman sembarangan. Justru perlu mengonsumsi makanan bernutrisi, seperti makanan tinggi serat. Serat atau fiber merupakan jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dihancurkan oleh sistem pencernaan tubuh. Serat juga tidak menambah kalori sama sekali dalam tubuh. Ini menjadi alasan penderita diabetes sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Terlepas dari itu, makanan dan minuman tinggi serat juga baik untuk mengatasi gangguan pencernaan dan menurunkan berat badan. Merangkum Times of India (22/02), berikut 5 buah dan sayuran tinggi serat yang cocok dikonsumsi penderita diabetes : 1. Apel
Apel merupakan buah dengan kandungan gula alami. Buah ini juga tinggi akan serat, terutama jika kamu mengonsumsi beserta kulitnya. Kandungan serat pada apel dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah. Kondisi ini membuat gula masuk ke dalam darah secara perlahan, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara tiba-tiba. Apel juga mengandung polifenol yang baik untuk memperlambat proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh dan menurunkan kadar gula darah. Kandungan antioksidannya juga baik untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes. 2. Buah beri
Beri-berian menjadi jenis buah lain yang baik untuk penderita diabetes. Buah ini secara relatif rendah gula jika dibandingkan buah lainnya. Namun, beri-berian tinggi akan kandungan serat, antioksidan, dan vitamin. Kandungan antioksidannya juga bisa mencegah stres oksidatif yang berhubungan erat dengan terjadinya resistensi insulin, dan menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan kronis. Kamu bisa mengonsumsi buah beri, mulai dari strawberry, blueberry, sampai raspberry. Buah dan sayuran lain yang cocok untuk penderita diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Alpukat
Alpukat telah terkenal menjadi buah yang tinggi serat dan mengandung asam lemak sehat. Buah ini juga mengandung banyak vitamin dan mineral. Alpukat juga rendah karbohidrat, sehingga bisa menghadirkan rasa kenyang lebih cepat. Buah ini cocok dikonsumsi penderita diabetes karena dapat mengontrol tekanan darah. Meskipun mengandung karbohidrat, tetapi indeks glikemiknya rendah, sehingga tidak memengaruhi kadar gula darah. 4. Bayam
Selain buah-buahan, sejumlah sayuran juga sangat cocok dikonsumsi penderita diabetes, seperti bayam. Bayam tinggi akan nutrisi, mulai dari serat, vitamin A, C, dan zat besi. Bayam juga rendah karbohidrat. Melansir healthline.com, Departemen Pertanian Amerika Serikat mengungkap, konsumsi seporsi bayam mentah hanya mengandung 1 gram karbohidrat. Kandungan vitaminnya juga cocok melengkapi nutrisi pelengkap pada pasien diabetes. 5. BrokoliBrokoli merupakan sayuran hijjau yang juga rendah kalori dan tinggi serat. Brokoli juga dikemas dengan vitamin, mineral, dan antioksidan tinggi. Melansir prdiadigital.com, dalam 156 gram brokoli yang direbus, terdapat 5,2 gram serat. Selain direbus, makanan tinggi serat ini juga rendah gula sehingga cocok dikonsumsi penderita diabetes. Brokoli bisa dimasak dengan cara direbus atau dikukus begitu saja, maupun dijadikan isian salad atau sup. (aqr/adr)
![]() Waspada! 5 Makanan Ini Perlu Dihindari Saat Puasa oleh Penderita Diabetes Jakarta – Penderita diabetes perlu menghindari sejumlah makanan saat sahur dan berbuka. Pasalnya, konsumsi makanan tertentu bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang membahayakan. Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi akibat organ pankreas tidak bisa memproduksi hormon insulin dalam jumlah cukup atau tubuh tidak bisa menggunakan hormon insulin secara optimal. Kondisi ini akan menyebabkan kadar gula darah atau glukosa melonjak drastis. Efeknya negatif untuk kesehatan secara menyeluruh.
Karenanya, memilih asupan makanan dan minuman yang tepat merupakan hal penting bagi penderita diabetes, termasuk ketika sahur dan berbuka. Sebab, penderita diabetes perlu menjaga kadar gulanya agar tetap terkontrol. Terdapat sejumlah makanan yang perlu dihindari penderita diabetes saat sahur dan berbuka. Merangkum indiantimes.com, berikut daftar makanannya! 1. Makanan yang digoreng
Orang Indonesia sering berbuka puasa dengan gorengan, seperti tempe goreng, tahu goreng, bakwan, dan lain sebagainya. Gorengan memang nikmat dimakan setelah perut kosong selama beberapa jam. Namun, penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsinya. Makanan yang digoreng mengandung lemak tidak sehat, kalori, dan kolesterol tinggi sehingga bisa memperburuk kondisi gula darah pada penderita diabetes. Konsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan juga memicu timbulnya peradangan dalam tubuh yang bisa memperparah kondisi diabetes. 2. Makanan tinggi lemak
Selain gorengan, makanan berlemak tinggi juga perlu dihindari. Misalnya, daging yang digoreng, kulit ayam, atau ikan goreng. Alasannya karena di dalam makanan yang disebutkan diatas terkandung lemak jenuh dan kalori tinggi yang tidak baik untuk kesehatan penderita diabetes. Sebagai gantinya bisa beralih ke protein lebih sehat, seperti daging dada ayam tanpa kulit, daging rebus, tahu kukus, ikan panggang, telur, dan kacang-kacangan. Daftar makanan yang perlu dihindari penderita diabetes lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Makanan manis
Momen sahur dan buka puasa biasanya dikelilingi makanan manis. Namun, penderita diabetes perlu menghindari makanan ini karena kandungan gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam. Mengonsumsi makanan tinggi gula juga bisa mengganggu pengendalian berat badan yang penting bagi manajemen diabetes. Selain itu, makanan tinggi gula juga tidak mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, lebih baik dihindari. 4. Makanan tinggi karbohidrat
Orang dengan kondisi kesehatan normal memang memerlukan karbohidrat sebagai sumber tenaga. Namun, bagi penderita diabetes tidak semua karbohidrat bisa dikonsumsi. Mereka perlu menghindari makanan berkarbohidrat tinggi. Mengonsumsi makanan, seperti nasi putih atau roti tawar putih saat sahur dan buka bisa menyebabkan kenaikan gula darah cepat karena kandungan gula dan tepung yang ditambah ke dalamnya. Penting bagi penderita diabetes untuk memilih jenis karbohidrat tepat. Misalnya beralih ke beras merah, roti gandum, ubi jalar, atau biji-bijian utuh. 5. Makanan gurihSelain menghindari makanan tinggi gula, penderita diabetes juga perlu menghindari makanan tinggi garam. Asupan garam harus diperhatikan karena penderita diabetes lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. Gula darah tinggi akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, penumpukan lemak itu dapat meningkatkan risiko pembuluh darah menyempit dan akhirnya mengeras. Lalu berujung bisa menyebabkan hipertensi. Makanan gurih atau asin yang dimaksud seperti keripik, kentang goreng, dan makanan siap saji lain yang biasanya memiliki kandungan natrium tinggi. (aqr/adr) ![]() Bisa Rutin Dikonsumsi! 6 Sayuran Ini Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah Jakarta – Penderita diabetes harus menjaga asupan makanan agar kadar gula darah tetap stabil. Salah satu cara alami yang efektif adalah dengan konsumsi sayuran yang bisa turunkan gula darah. Beberapa jenis sayuran memang memiliki manfaat besar dalam mengontrol kadar gula darah. Jenis sayuran ini mudah ditemui di pasar dengan harga. Berikut ini beberapa sayuran yang baik dikonsumsi rutin penderita diabetes, seperti dilansir dari CNN Indonesia (18/3):
1. BayamBayam merupakan sayuran hijau rendah karbohidrat dan tinggi serat, menjadikannya pilihan ideal bagi penderita diabetes. Makanya, bayam bisa masuk urutan pertama sayuran untuk turunkan gula darah. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), seporsi bayam mentah hanya mengandung 1 gram karbohidrat. Bayam juga kaya vitamin dan mineral yang membantu menjaga kesehatan tubuh. Kamu bisa mengonsumsi bayam dengan berbagai cara. Mulai dari menambahkan bayam ke salad segar, dimasak dengan telur, atau bahkan dibuat sup bayam. 2. WortelWortel kaya akan serat yang membantu menjaga perasaan kenyang lebih lama. Selain itu, wortel mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh. Wortel bisa dinikmati dengan cara dikukus, diparut dan ditambahkan ke dalam salad, atau dibuat jus tanpa tambahan gula. 3. Tomat
Tomat mengandung antioksidan kuat seperti vitamin C dan likopen yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Satu buah tomat utuh berukuran sedang mengandung sekitar 5 gram karbohidrat. Tomat bisa dikonsumsi dengan cara dipanggang, atau digunakan sebagai bahan utama dalam sup atau saus. 4. BrokoliBrokoli termasuk sayuran rendah karbohidrat dan kaya serat, sehingga sangat baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Selain itu, brokoli mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Brokoli bisa disantap dengan cara ditumis, dicampur ke pasta atau sup, atau hanya dikukus saja. 5. KubisKubis merupakan sayuran yang sangat rendah karbohidrat, hanya sekitar 5 gram per porsi. Selain itu, kubis kaya akan vitamin C dan K yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kubis bisa disantap sebagai lalapan segar, tumisan, atau untuk bahan sup bening.6. Kembang Kol
Kembang kol sering digunakan sebagai alternatif pengganti nasi bagi penderita diabetes karena kandungan karbohidratnya yang rendah. Sayuran ini juga kaya akan vitamin C dan folat yang baik untuk tubuh. Itulah sayuran untuk turunkan gula darah. Ingat, menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah hal yang penting bagi penderita diabetes. Pastikan untuk mengolah sayuran dengan cara yang sehat agar manfaatnya tetap optimal. (yms/odi) ![]() 5 Minuman Tanpa Gula Ini Bisa Turunkan Kadar Gula Darah Jakarta – Memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan rendah kalori, beberapa minuman ini bagus untuk menurunkan kadar gula darah. Asalkan tidak ditambah pemanis. Gula darah atau glukosa darah merupakan jumlah gula dalam darah yang berasal dari karbohidrat makanan yang kita konsumsi. Gula darah menjadi sumber energi utama bagi tubuh. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, justru bisa berisiko untuk kesehatan. Normalnya, kadar gula darah pada orang dewasa berada di angka 80-100 mg/dL (4.4-5.5 mmol/L).
Jika terlalu tinggi, bisa menyebabkan diabetes. Kondisi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi minuman yang kaya antioksidan ini dan rendah kalori ini. Dikutip dari Eating Well (29/11/24) berikut 5 minuman tanpa gula yang bagus untuk gula darah.1. Teh
Teh merupakan minuman bebas kalori yang bagus untuk kesehatan asalnya tidak ditambah pemanis, seperti gula, susu, atau krimer. Teh sangat bagus untuk menurunkan gula darah. “Teh dapat meningkatkan aktivitas insulin hormon yang akan membantu menurunkan gula darah,” ujar ahli gizi Marie Spano. Sebuah penelitian menemukan bahwa teh hitam, teh hijau, dan teh oolong kaya akan antioksidan dan senyawa bioaktif yang berperan untuk menjaga gula darah tetap stabil. 2. KopiSebuah penelitian menemukan hubungan antara mengonsumsi kopi secara teratur dan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Ini karena kopi mengandung senyawa penting. Senyawa tersebut dikenal dengan sebutan asam klorogenat yang dapat membantu mengelola gula darah. Namun, manfaat tersebut akan rusak jika kamu menambahkan gula, sirup, dan krimer ke kopi Dengan menambahkan pemanis justru akan menyebabkan kadar gula darah melonjak. Alih-alih menambahkan gula, kamu bisa menambahkan kayu manis yang bagus untuk gula darah. Minuman yang dapat menurunkan kadar gula darah ada di halaman selanjutnya.3. Susu
Minum segelas susu dapat mendukung kadar gula darah yang lebih baik. Manfaat ini didapatkan karena kandungan nutrisi, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Untuk manfaat gula darah yang lebih baik, disarankan mengonsumsi susu murni atau bebas laktosa. Ini bagus untuk stabilitas gula darah, karena lemak dan proteinnya membantu memperlambat penyerapan gula. Ahli gizi Spano juga menyarankan agar memilih susu rendah lemak seperti susu kedelai tanpa tambahan pemanis. Susu kedelai jadi pilihan tepat karena rendah kalori dan lemak jenuh. 4. Infused WaterInfused Water merupakan air putih yang direndam dengan buah-buahan. Mulai dari strawberry, lemon, hingga rempah-rempahan seperti daun mint dan basil. Air yang direndam lemon jadi pilihan terbaik, karena kandungan asam pada lemon dapat mengikis lapisan enamel gigi jika dikonsumsi berlebihan. Atau bisa juga direndam kayu manis. Rempah-rempahan yang satu ini dikemas dengan antioksidan yang disebut flavonoid yang berperan untuk menurunkan gula darah. 5. Sparkling Water
Sparkling water merupakan air minum yang berkarbonasi atau mengandung gelembung gas karbon dioksida. Minuman ini bisa jadi pilihan untuk menurunkan kadar gula. Minuman ini memiliki rasa yang alami dan tidak mengandung gula, kalori, dan karbohidrat tambahan, sehingga menjadi pilihan yang ideal untuk mendukung keseimbangan gula darah. Selain itu, sparkling water juga dapat membantu melancarkan pencernaan dan meredakan gejala sembelit hingga bisa menghidrasi tubuh dengan baik. (raf/odi) |











Ikan berminyak seperti salmon merupakan makanan terbaik untuk mengatasi peradangan. Foto: iStock
Buah buahan dan sayuran tidak kalah penting dikonsumsi. Foto: iStock
Kacang-kacangan seperti edamame juga bisa menurunkan penanda peradangan dalam darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Magone
Buah apel kaya akan serat yang cocok untuk mengatasi masalah diabetes. Foto: iStock
















