Jakarta –
Putuskan untuk berhenti makan sayuran dan buah-buahan, wanita ini mengaku lebih sehat. Bahkan ia berhasil menurunkan berat badan.
Banyak program diet yang kini mendapatkan banyak perhatian. Tren hidup sehat yang kian meningkat membuat banyak orang lebih giat melakukan diet untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat. Salah satunya ada diet karnivora yang fokus di menu makanan berbasis produk hewani.
Pada diet yang satu ini pelakunya disarankan mengonsumsi banyak daging dan produk dari hewan. Daging sapi, ayam, dan atau ikan harus selalu ada dalam setiap menu makan.
Berbeda dengan diet keto, diet karnivora memangkas habis asupan karbohidrat. Bahkan hingga beberapa makanan alami seperti sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Menurut Cleveland Clinic, pola diet ini dapat mempercepat penurunan berat badan, meningkatkan suasana hati, hingga memperbaiki keseimbangan gula darah. Dalam pemahamannya, diet karnivora menyebut karbohidrat yang tidak dibakar akan menumpuk menjadi lemak berbeda dengan protein.
Dilansir dari Mirror UK (23/04), seorang dokter wanita bernama Dr Sarah Zalfidar mengaku jauh lebih sehat dan tubuhnya lebih ramping usai berhenti makan buah dan sayuran.
Berhenti Makan Sayur dan Buah, Wanita Ini Sukses Turun BB 13 Kg Foto: Site News |
Ia mengikuti pola diet karnivora dan hanya makan daging, susu, telur sampai ikan. Wanita berusia 37 tahun ini mulai berhenti makan sayur dan buah di tahun 2017, awalnya ia hanya melakukan diet keto dengan memotong asupan karbohidrat.
Akan tetapi karena tubuhnya tak kuat dengan efek dari diet keto, akhirnya mulai mencari pola diet yang paling baik dan sehat untuknya. Ia juga mempelajari tentang potensi racun atau toxin dari tumbuhan seperti sayuran, buah dan biji-bijian.
“Selama belasan tahun menyelami dunia edukasi di bidang gizi, tidak ada satupun profesor atau mentor yang menyebut bahwa tumbuhan bisa beracun. Bagaimana jika buah dan sayuran yang selama ini kita makan sebenarnya berbahaya?” jelas Sarah.
Sarah mengungkapkan bahwa diet karnivora ini sebenarnya diet yang cukup natural untuk manusia. Gen di tubuh manusia bekerja dengan baik jika diasupi protein dan lemak dari hewan.
Setiap harinya Sarah rutin menyantap daging merah, ikan, telur dan olahan susu. Sang suami yang ikut menjalani pola diet ini mengaku bahwa nyeri pada tulang punggungnya berkurang hanya dengan berhenti makan sayur bayam, sehingga Sarah semakin yakin bahwa keputusan untuk berhenti makan sayur dan buah baik untuk keluarganya.
Berhenti Makan Sayur dan Buah, Wanita Ini Sukses Turun BB 13 Kg Foto: Site News |
“Saya kini terbiasa makan daging merah, misalnya brisket, daging sapi cincang, ribeye steak, daging sapi panggang, perut babi, iga babi sampai daging babi suwir. Daging kalkun dan telur juga saya makan,” ungkapnya yang juga memasukan seafood ke dalam menu sehari-harinya.
Selain merasa lebih sehat, jerawat pada kulitnya juga sembuh setelah jalani diet karnivora. Ditambah berat badannya turun sebanyak 13,6 kg setelah berhenti makan sayur dan buah.
“Sekarang belanja bahkan makanan saya lebih hemat dari sebelumnya. Orang berpikir makan daging itu mahal, padahal itu kalau kita beli daging premium. Tapi misalnya beli daging sapi yang biasa, itu jauh lebih murah,” pungkas Sarah.
(sob/odi)
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Makan Apel Sebelum Tidur, Aman atau Berbahaya untuk Kesehatan? Jakarta – Sering dianggap sehat, buah seolah boleh dikonsumsi kapanpun. Ternyata konsumsi apel ada waktunya jika ingin merasakan khasiat maksimal. Menikmati buah-buahan selalu dianggap menjadi asupan sehat yang dapat dikonsumsi kapanpun. Sebagian besar orang menganggap makan buah jauh lebih sehat daripada mengonsumsi camilan ringan. Misalnya apel yang melekat dengan frasa, satu buah apel sehari dapat menjauhkan diri dari dokter. Ternyata konsumsi apel, secara khusus, ada waktu-waktu yang disarankan.
Dilansir dari Times of India, Kamis (7/8), ada waktu tertentu yang disarankan oleh pakar kesehatan untuk mengonsumsi apel. Terutama ketika menikmatinya saat hendak tidur. Baca juga: Parakarta, Roastery ‘Hidden Gem’ Milik Jawara Roaster Indonesia
Konsumsi apel sebelum tidur dianggap memberikan khasiat sehat tertentu untuk tubuh. Salah satunya yaitu kandungan serat yang tinggi akan membuat perut kenyang lebih lama dan mencegah camilan ringan tidak sehat sebelum tidur. Apel juga dapat diandalkan sebagai camilan manis dengan kadar indeks glikemik yang rendah sehingga tidak akan memicu lonjakan gula darah. Pada beberapa situasi, apel juga cocok dinikmati untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah konstipasi. Namun ada juga beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat konsumsi apel sebelum tidur. Pakar kesehatan menyebut apel tidak cocok untuk penderita perut yang sensitif jika dikonsumsi sebelum tidur. Kandungan serat yang tinggi dapat memicu pencernaan tetap bekerja keras saat malam hari. Efeknya perut akan terasa kembung atau bahkan menghadirkan sensasi melilit dan penuh angin.
Buah apel juga memiliki kandungan konsentrasi air yang tinggi. Sehingga dapat memicu buang air kecil yang lebih banyak dan mengganggu kualitas tidur saat malam hari. Pada penderita maag, konsumsi apel dapat memicu produksi reflux asam pada perut. Sebab saluran pencernaan yang akan memproduksi asam untuk mencerna apel sebelum berhenti mencerna saat tidur malam. Namun apel masih tetap diperbolehkan untuk dikonsumsi saat malam hari. Hanya saja ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi apel saat malam hari. Mengonsumsi 1 buah apel, paling malam disarankan 30-60 menit sebelum tidur. Jika memilih konsumsi apel di malam hari, hindari konsumsi susu atau produk olahannya agar tidak menyebabkan rasa kembung yang berlebihan terutama pada perut yang sensitif. (dfl/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
![]() |
|||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Stop! 5 Mitos Diet Ini Tak Sepenuhnya Benar dan Boleh Dilupakan Jakarta – Banyak mitos seputar diet yang kerap salah dan tak sepenuhnya benar. Seperti mitos karbo bikin gemuk hingga konsumsi gula yang tak disarankan saat diet. Di tengah maraknya informasi soal kesehatan di media sosial, banyak orang kebingungan membedakan mana saran gizi yang benar dan mana yang menyesatkan. Dilansir dari BBC (19/06), Tai Ibitoye, ahli gizi terdaftar sekaligus dosen di bidang nutrisi dan diet, ia membagikan lima mitos diet paling umum yang sering ia dengar dari pasien hingga di acara kesehatan. Ternyata tak semua mitos diet dibenarkan, ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Berikut lima penjelasannya: 1. Karbohidrat Bikin Gemuk
Anggapan ini keliru. Karbohidrat dalam 1 gram hanya mengandung 4 kalori, jauh lebih rendah dibanding lemak yang memiliki 9 kalori per 1 gram. Memang benar bahwa menghindari karbohidrat bisa menurunkan berat badan, tetapi yang hilang adalah cairan tubuh bukan lemak. Selain itu, diet ekstrem yang mengeliminasi satu kelompok makanan biasanya tidak sehat dan tak berkelanjutan, efeknya bisa membuat berat badan kembali naik. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan penting untuk fungsi metabolisme. Komite Penasihat Ilmiah Nutrisi di Inggris bahkan merekomendasikan agar 50% asupan energi harian berasal dari karbohidrat. Solusinya bukan menghindari, melainkan memilih jenis karbohidrat yang lebih sehat seperti roti gandum utuh, pasta gandum, nasi merah, sayuran, buah, serta kentang dengan kulitnya. 2. Bahaya Konsumsi Gula
Banyak orang salah kaprah soal gula dalam buah. Padahal gula alami seperti fruktosa dalam buah berbeda dari gula tambahan. Penelitian yang mengaitkan fruktosa dengan kolesterol tinggi dan tekanan darah umumnya berfokus pada sirup jagung fruktosa tinggi, bukan fruktosa alami dalam buah utuh. Gula dalam buah tidak termasuk dalam kategori “gula bebas” yang perlu dibatasi. Justru, konsumsi buah dan sayuran terbukti dapat menurunkan risiko penyakit jantung, hipertensi, dan beberapa jenis kanker. Buah juga mengandung vitamin, mineral, serat, dan fitokimia yang penting bagi kesehatan. Dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya lima porsi buah dan sayur setiap hari. Jus buah hanya dihitung satu porsi, berapapun banyaknya, karena proses pengolahan menghilangkan sebagian besar serat. 3. Diet Detoks ‘Menetralkan’ Tubuh
Mitos detoks tubuh lewat jus atau makanan khusus sering dilakukan banyak orang setelah makan secara berlebihan, seperti saat liburan. Namun faktanya, tubuh manusia dirancang dengan sistem detoksifikasi alami melalui hati, ginjal, dan saluran pencernaan.Kecuali jika seseorang memiliki kondisi medis tertentu. Jadi sebenarnya tidak ada makanan, minuman, atau suplemen khusus yang dibutuhkan untuk membersihkan racun. Banyak diet detoks justru berisiko karena bersifat ekstrem dan minim bukti ilmiah. Meskipun ada saran positif seperti memperbanyak buah dan sayur serta mengurangi asupan lemak jenuh dan gula, anjuran menghindari makanan tertentu secara total bisa menimbulkan seseorang jadi kekurangan nutrisi. Pola makan seimbang, tidur cukup, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan olahraga rutin lebih efektif untuk menjaga kesehatan tubuh dibandingkan mengikuti diet detoks. 4. Produk Vegetarian Lebih Sehat
Tidak semua makanan berlabel vegan atau vegetarian otomatis sehat. Banyak produk nabati yang sudah diproses dan tinggi lemak jenuh, garam, atau gula. Misalnya, es krim vegan bisa memiliki kadar gula setara dengan es krim susu. Beberapa pengganti daging seperti sosis atau burger berbahan kedelai memang kaya protein, tetapi sering kali tinggi garam dan lemak. Karena itu penting untuk membaca label nutrisi dan memperhatikan cara pengolahan makanan, seperti menghindari metode menggoreng atau tambahan bahan tinggi lemak. Diet vegetarian atau vegan yang terencana dengan baik memang dapat mendukung kesehatan, tetapi bukan berarti semua produk nabati bisa dikonsumsi tanpa batas. 5. Produk Susu Tidak Dibutuhkan dalam Diet
Produk susu sebenarnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat dan seimbang. Kandungan gizinya sangat lengkap mulai dari protein, kalsium, yodium, fosfor, kalium, hingga vitamin B. Beberapa produk susu fermentasi seperti yoghurt probiotik dan kefir juga mengandung bakteri baik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan. Meski mengandung laktosa (gula alami dalam susu), jenis gula ini tidak termasuk dalam kategori gula bebas yang perlu dibatasi karena hadir bersama nutrisi penting lain dalam satu paket. Kecuali seseorang memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu, selebihnya tidak ada alasan untuk menghilangkan produk susu dari pola makan. Namun, jika memilih untuk tidak mengonsumsi produk susu, misalnya karena menjalani pola makan vegan dan sebagainya, maka perlu memastikan asupan nutrisi penggantinya tetap terpenuhi. Pilihlah produk pengganti susu yang telah diperkaya dengan zat gizi penting seperti yodium, kalsium, dan vitamin B. (sob/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Minum Kopi Hitam Bikin Panjang Umur, Asalkan Diracik Begini Jakarta – Manfaat minum kopi sudah banyak terungkap dalam penelitian. Terbaru, peneliti menjelaskan kaitan konsumsi kopi hitam dan efeknya untuk kesehatan. Manfaat kesehatan dari minum kopi kembali menjadi sorotan. Studi terbaru yang didukung oleh National Institutes of Health Amerika Serikat dan dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat menurunkan risiko kematian, terutama akibat penyakit jantung. Temuan ini dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition dan didukung oleh National Institutes of Health (NIH), dengan data yang dikumpulkan dari tahun 1999 hingga 2018 dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES).
Namun, manfaat ini bergantung pada cara kopi dikonsumsi, seperti kopi hitam yang diracik tanpa tambahan gula dan campuran lainnya. Melansir Independent UK (18/06), berikut beberapa temuan utama dari penelitian tersebut: 1. Hubungan Kopi dengan Risiko Kematian Lebih Rendah
Sebuah studi observasional terbaru yang dilakukan oleh Tufts University di Boston, Amerika, menunjukkan bahwa mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir kopi berkafein per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai sebab, khususnya penyakit kardiovaskular. Penelitian yang melibatkan 46.000 orang dewasa ini mengungkap bahwa konsumsi kopi hitam atau kopi dengan sedikit tambahan gula dan lemak jenuh dapat menurunkan risiko kematian hingga 14 persen. Menariknya, efek ini tidak ditemukan pada kopi yang dicampur dengan kadar gula dan lemak jenuh yang tinggi. 2. Kandungan Bioaktif Pada Kopi
Prof. Fang Fang Zhang dari Friedman School di Tufts University yang menjadi peneliti utama studi ini turut menjelaskan. Ia mengungkap bahwa manfaat kopi kemungkinan besar berasal dari senyawa bioaktif di dalamnya. “Manfaat kesehatan dari kopi kemungkinan besar berasal dari senyawa bioaktif di dalamnya. Namun, hasil kami menunjukkan bahwa tambahan gula dan lemak jenuh dapat mengurangi manfaat tersebut,” jelasnya. Namun, Fang menekankan bahwa manfaat ini dapat berkurang apabila kopi dikonsumsi bersama gula dan lemak jenuh dalam jumlah besar. Dalam hasil analisis, konsumsi satu cangkir kopi per hari menurunkan risiko kematian sebesar 16%. Angka ini sedikit meningkat saat konsumsi mencapai 2 hingga 3 cangkir, tetapi manfaatnya justru menurun ketika seseorang konsumsi melebihi tiga cangkir per hari. Cek Penjelasan Lainnya di Halaman Berikutnya!3. Bahan Tambahan dalam Kopi Jadi Penentu
Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health dan diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, menjadi salah satu yang pertama mengukur secara spesifik pengaruh tambahan seperti gula dan lemak jenuh dalam kaitannya dengan risiko kematian. Dr. Bingjie Zhou, penulis utama di studi ini, menyatakan bahwa temuan mereka sejalan dengan Dietary Guidelines for Americans yang menyarankan untuk membatasi konsumsi gula dan lemak jenuh. Penelitian ini juga memperkuat studi sebelumnya dari Tulane University, yang menemukan bahwa peminum kopi di pagi hari memiliki risiko 31% lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung, dan 16% lebih rendah untuk meninggal lebih awal akibat penyebab lain dibandingkan dengan yang tidak minum kopi sama sekali. 4. Membantu Mencegah Kanker
Sejumlah penelitian lain menunjukkan bahwa manfaat minum kopi mampu mengurangi risiko terkena jenis kanker tertentu. Penelitian tahun 2017 bertajuk Coffee and cancer risk: a summary overview oleh Gianfranco Alicandro , dkk., dari Department of Clinical Sciences and Community Health, Milan, melaporkan bahwa kopi bisa mengurangi risiko kanker kolorektal. Temuan ini juga menyatakan bahwa kopi tidak berpengaruh pada risiko kanker secara keseluruhan. Akan tetapi, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendalami secara pasti seperti apa kopi bisa mempengaruhi risiko penyakit kanker. (sob/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Eater Collective
Sukses Turun BB 63 Kilogram, Wanita Ini Bagikan Tips Dietnya Jakarta – Berbagai cara dilakukan oleh wanita untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Wanita India ini punya tips diet turun berat badan 63 kilogram dalam 14 bulan. Mendapatkan berat badan ideal dapat ditempuh dengan melakukan diet. Tubuh yang ideal berpengaruh besar menunjang penampilan dan kesehatan. Oleh karena itu, berbagai metode diet yang populer dan ditiru pegiat hidup sehat. Sebagian wanita memilih defisit kalori, menghentikan konsumsi makanan tertentu dan lainnya.
Melansir Food NDTV (8/5/2025), perjalanan diet seseorang bisa memotivasi pelaku diet lainnya untuk turun berat badan dengan lebih efektif. Seperti kisah Nessy Chungath, wanita asal India yang video transformasi berat badannya viral di Instagram. Sampai saat ini videonya telah ditonton sebanyak 4,4 juta kali. Banyak netizen pangling melihat perubahan wanita dengan bobot awal 138 kilogram pada November 2023. Transformasi tubuhnya itu dilakukan dalam 14 bulan, sejak Nobember 2023 sampai Januari 2025. Total berat badan yang berhasil diturunkannya mencapai 63 kilogram. Nessy berhasil menurunkan berat badan dengan diet secara konsisten. Ia mengganti pola makannya menjadi lebih sehat dan rutin olahraga. “Perjalanan menurunkan berat badan dari 138 kg tentunya tidak mudah. Awalnya saya pikir tidak akan mampu melakukannya,” ungkap Nessy dalam videonya.
Nessy memutuskan diet karena berkaca pada ibunya yang meninggal dunia disebabkan obesitas. “Berat badannya (ibu dari Nessy) sekitar 140-150 kilogram dan itu memengaruhi kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Metode diet yang dilakukan Nessy terbilang sederhana. Ia membagikan 3 tips yang efektif menurunkan berat badannya. Pertama, Nessy mengurangi asupan gula. Ia tidak menambahkan gula sama sekali pada menu makanan harian yang dikonsumsinya. Nessy hanya mengonsumsi asupan gula sekali dalam seminggu berupa sepotong kue cokelat. Asupan gula adalah penyebab utama dari kenaikan berat badan. Alasannya karena gula memiliki kalori yang jika berlebih di dalam tubuh akan menyebabkan penyimpanan energi sebagai lemak, seperti dikutip dari British Heart Foundation. Kedua, Nessy juga selalu mengonsumsi air hangat kuku bersuhu 36,5 – 40,5 derajat celcius setiap pagi. Menurutnya, air hangat ini langkah sederhana yang mendukung kesehatan pencernaan untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Terakhir adalah konsisten. Nessy percaya pada setiap proses yang dilakukan akan menghasilkan sesuatu perubahan. “Jika tidak melihat adanya perubahan pada bulan pertama, jangan langsung panik,” sarannya. (yms/dfl) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Salah Kaprah! 5 Kebiasaan Makan Ini Bisa Bikin Diet Gagal Total Jakarta – Pola makan sangat berperan penting jika ingin menurunkan berat badan. Hindari kebiasaan makan ini, karena bisa membuat diet gagal total. Adalah impian banyak orang memiliki bentuk tubuh yang ideal. Selain membuat percaya diri, juga dapat memberikan efek positif pada kesehatan tubuh. Saat menjalani diet, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli gizi, sebab banyak orang yang salah kaprah tentang pola makan yang dijalani. Kebiasaan buruk justru dilakukan karena ketidakpahaman.
“Orang-orang punya niat baik dengan memulai diet, tetapi terkadang mereka tidak memiliki banyak informasi yang cukup tentang gizi dan pola makan,” ujar ahli gizi McManus. Dikutip dari Health.Harvard (19/04/21) berikut 5 kebiasaan makan yang bisa menggagalkan diet.1. Diet terlalu ketat
Banyak orang yang nekat diet ketat demi mendapatkan hasil yang cepat. Padahal, diet ketat justru bisa berbahaya dan menggagalkan proses penurunan berat badan. Misalnya kamu menghindari makan nasi. Padahal faktanya, tubuh masih membutuhkan asupan karbohidrat untuk dorongan energi. “Memotong asupan karbohidrat secara total sangat berbahaya,” ujar ahli diet McManus. McManus menyarankan agar membuat rencana pola makan yang lebih bijak dan berkelanjutan. Kuncinya adalah mempertimbangkan asupan kalori harian, jadi masih boleh makan tetapi porsinya dibatasi. 2. Menghindari makanan yang salahTak jarang orang melakukan diet tanpa pengetahuan dasar. Alhasil mereka justru menghindari makanan yang seharusnya dikonsumsi saat sedang berdiet. Misalnya pada asupan lemak, lemak ada dua jenis, yakni lemak sehat dan lemak tidak sehat. Jenis lemak yang tidak sehat adalah lemak trans yang biasa ada pada makanan yang digoreng dan tinggi garam. Sedangkan, lemak sehat contohnya adalah lemak omega-3 yang terkandung pada alpukat, salmon, minyak zaitun, dan kacang-kacangan. Lemak ini berperan menurunkan kolesterol. Pola makan yang bisa menggagalkan diet ada di halaman berikutnya.3. Kebanyakan ngemil
Demi menghindari makan besar, tak sedikit pelaku diet yang lebih memiliki ngemil. Justru kebanyakan ngemil dapat menaikkan berat badan, apalagi pilihan menunya tidak sehat. “Lebih banyak makan besar tapi porsi dibatasi, daripada ngemil karena dianggap kecil tapi sering. Akan lebih bahaya jika ngemil makanan manis dan goreng-gorengan,” tutur McManus. McManus menyarankan untuk menghindari stok camilan yang tidak sehat, seperti es krim, permen, kue, atau gorengan cepat saji. Jika ingin ngemil, pilihlah kacang-kacangan yang lebih aman. 4. Makan malamKebiasan makan malam dapat menimbulkan masalah. Misalnya, makan atau ngemil sambil menonton TV. Hal ini bisa menyebabkan makan berlebihan. Dengan begitu akan menyimpan banyak kalori. Dalam hal ini, McManus menyarankan agar makan cukup di siang hari, sehingga malam hari tidak terasa lapar. Jika memang masih lapar, disarankan agar makan 3 jam sebelum tidur, karena tubuh butuh waktu untuk memproses makanan. Untuk menunya bisa dipilih yang tidak terlalu berat agar tidak menyebabkan mules. 5. Tidak mencatat asupan makanan
Mencatat asupan makanan memudahkan kamu untuk memilih jenis makanan. Dengan begitu, kamu juga dapat memperkirakan berapa banyak asupan kalori, sehingga bisa membatasi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang mencatat asupan makanan mereka, dapat memudahkan proses untuk menurunkan berat badan. “Ini membuat kamu teratur tentang apa yang dimakan dan berapa banyak porsi yang dikonsumsi. Jika sudah cukup, maka kamu bisa membatasi agar tidak berlebihan,” tutur McManus. (raf/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer
|
































