Jakarta –
Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Diminum saat sarapan atau sore hari. Namun, bagaimana dengan penderita diabetes, apakah boleh minum kopi?
Banyak orang memulai harinya dengan minum secangkir kopi. Minuman berkafein ini digemari karena efeknya yang dapat membangkitkan energi hingga membuat otak lebih konsentrasi.
Meskipun kopi tidak masalah diminum oleh orang dengan kondisi kesehatan normal, tetapi apakah minuman ini bisa dikonsumsi penderita diabetes?
Mereka yang berjuang melawan kadar gula darah mungkin akan bertanya-tanya tentang hal ini. Jawabannya terletak pada fakta bahwa kopi mengandung bahan kimia tertentu selain kafein, yang mungkin bisa menimbulkan efek samping menguntungkan bagi penderita diabetes.
Untuk memahami apakah kopi bisa dikonsumsi penderita diabetes, simak penjelasannya seperti dilansir dari healthshots.com (08/08/2024).
1. Efek kandungan kopi terhadap diabetes
Kandungan di dalam kopi seperti polifenol ternyata bermanfaat bagi penderita diabetes. Foto: Ilustrasi iStock |
Di dalam kopi sebenarnya tidak hanya ada kafein, tetapi banyak juga zat kimia lainnya, termasuk polifenol. Polifenol memengaruhi tubuh seseorang dengan cara berbeda.
Polifenol merupakan molekul yang dapat meningkatkan sifat antioksidan. Antioksidan ini diketahui dapat melawan radikal bebas hasil dari stres oksidatif dalam tubuh.
Kopi yang kaya antioksidan dapat membantu melawan peradangan dan stress oksidatif tersebut. Menurut ahli gizi Avni Kaul, kedua kondisi itu telah dikaitkan dengan diabetes dan komplikasinya. Sehingga secara tidak langsung, kopi dapat memberi efek baik bagi penderita diabetes.
Selain itu, antioksidan juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung. Orang dengan kondisi diabetes lebih rentan terkena penyakit jantung dan stroke. Mengonsumsi makanan kaya antioksidan, dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
2. Kopi dapat menekan risiko terkena diabetes
Minum kopi juga dapat menekan risiko terkena diabetes. Foto: Getty Images/Pheelings Media |
Selain membantu mengurangi risiko penyakit komplikasi akibat diabetes, kopi juga dapat menekan risiko terkena diabetes.
Kopi mengandung mineral, seperti magnesium dan kromium. Meningkatkan asupan magnesium dapat membantu menekan risiko terkenal diabetes tipe-2.
Namun, kopi hanya mengandung sejumlah mineral jika dibandingkan makanan lain. Sehingga, jangan hanya mengandalkan kopi untuk asupan vitamin atau mineral harian.
Menurut penelitian yang disebut Health Shots, minum 3 hingga 4 cangkir kopi setiap hari dapat membantu menekan risiko seseorang terkena diabetes tipe-2.
Dalam penelitian tahun 2014, orang yang menambah asupan kopi lebih dari 1 cangkir per hari selama 4 tahun, memiliki risiko 11 persen lebih rendah terkena diabetes tipe-2 daripada mereka yang mengonsumsi kopi seperti biasa.
Jika ingin tahu efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin, bisa lihat pada halaman selanjutnya!
3. Efek kopi terhadap glukosa darah dan insulin
Kopi hitam tawar tanpa pemanis tidak menyebabkan lonjakan gula darah, sehingga aman bagi penderita diabetes. Foto: Ilustrasi iStock |
Kopi hitam tawar tidak menyebabkan lonjakan gula darah atau kadar glukosa darah. Hal ini menjadi kabar baik bagi penderita diabetes yang suka minum kopi hitam.
Namun, menurut penelitian, kafein dalam kopi dapat menghambat sensitivitas insulin, yang akhirnya membuat kopi menjadi pilihan tidak ideal.
Meski demikian, kopi mengandung senyawa bioaktif tertentu, seperti asam klorogenat, polifenol, kromium, atau magnesium yang dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin. Sehingga, senyawa bioaktif lainnya ini dapat mengimbangi efek dari kafein.
4. Kopi yang paling pas untuk penderita diabetes
Penderita diabetes bisa mengonsumsi kopi tawar tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya. Selain memengaruhi lonjakan gula darah, minum kopi dengan pemanis juga akan menghilangkan manfaat kopi.
Zat tambahan ini dapat meningkatkan asupan kalori dan berdampak negatif pada kontrol gula darah. Ahli gizi Avni Kaul menekankan kepada penderita diabetes untuk memantau respon mereka terhadap kopi dan menghindari zat tambahan yang mengandung kopi.
Penderita diabetes juga lebih disarankan minum kopi rendah kafein atau tanpa kafein supaya mendapatkan manfaat maksimal. Mereka pun dapat mengandalkan kopi sebelum berolahraga, untuk menurunkan risiko lonjakan gula darah.
(aqr/adr)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Apakah Minum Kopi Picu Peradangan? Ini Kata Ahli Jakarta – Beberapa kabar beredar jika minum kopi dapat menyebabkan peradangan atau memperburuk kondisi peradangan. Namun, apakah pernyataan ini benar? Ini kata ahli! Minuman berkafein seperti kopi telah menjadi minuman sehari-hari yang dikonsumsi karena khasiatnya. Selain karena manfaatnya, pencinta kopi juga mungkin sangat menyukai profil rasa dan kenikmatan dari minuman tersebut. Meskipun banyak orang suka minum kopi, tetapi ada beberapa dari mereka yang menghindarinya. Jika tidak menghindari, mungkin mereka merasa bersalah setelah minum kopi.
Terlepas dari manfaatnya, kopi juga disebut-sebut dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Salah satunya yaitu dapat menyebabkan peradangan, atau setidaknya memperburuk gejala kondisi peradangan, seperti nyeri sendi dan masalah gastrointestinal. Namun, apakah efek minum kopi benar demikian? Simak penjelasan dari ahli gizi, seperti dilansir dari eatingwell.com (05/07/2024). 1. Hubungan kopi dengan peradangan
Menurut riset yang disebut Eating Well, kopi tidak menyebabkan peradangan pada kebanyakan orang. Bahkan, dengan mereka yang biasa minum lebih dari satu atau dua cangkir kopi sehari. Studi tahun 2021 di Nutrients menemukan jika kopi mungkin memiliki efek anti peradangan pada tubuh. Efek ini dianggap sebagai alasan utama mengapa penelitian telah menghubungkan konsumsi kopi secara teratur dengan risiko lebih rendah terhadap peradangan, termasuk Alzheimer, Parkinson, diabetes tipe-2. asam urat, hingga beberapa jenis kanker. Menurut ulasan tahun 2023 di Food Science & Nutrition, manfaat anti peradangan kopi berasal dari banyaknya senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya. Minuman ini mengandung senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan anti peradangan. Polifenol dalam kopi, seperti asam klorogenat, diterpene, dan trigonelline, dapat menghentikan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan dan kemudian menimbulkan peradangan. Beberapa polifenol juga ditemukan menghalangi produksi senyawa inflamasi dengan menghambat ekspresi gen dan enzim terkait dengan perkembangannya. Hasil studi tersebut juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dapat menurunkan satu atau lebih penanda inflamasi atau peradangan dalam darah. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut karena ada juga bukti yang bertentangan dengan hal ini. 2. Bagaimana jika minum kopi dengan topping pemanis?
Beberapa orang menyukai kopi yang ditambah dengan gula atau pemanis buatan. Sayangnya, kopi yang dicampur dengan bahan ini telah dikaitkan dengan peradangan. Ketika melihat potensi anti peradangan kopi, sebagian besar melakukan penelitian dengan melihat efek kopi hitam berkafein tanpa tambahan, seperti gula, pemanis, atau krim. Bahan-bahan tambahan itu sebenarnya mengandung gula tambahan, bahan kimia, dan lemak jenuh yang dapat memicu peradangan jika dikonsumsi berlebihan. Namun, penelitian sebelumnya pada tahun 2015 di American Journal of Epidemiology menunjukkan kopi tetap bermanfaat meskipun mengandung krim dan gula. Dalam hal peradangan, kemungkinan dampaknya akan kecil jika memang ditambah dalam jumlah sedikit. Penggemar kopi decaf atau tanpa kafein juga perlu berbahagia karena ada bukti menunjukkan bahwa kopi ini menawarkan manfaat sebanding dengan kopi biasa. Meskipun beberapa temuan menunjukkan penurunan penanda inflamasi mungkin sedikit berkurang daripada jika minum kopi berkafein. Jumlah kafein yang disarankan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Jumlah kafein yang disarankan
Efek stimulan kafein adalah alasan mengapa banyak orang memilih minum kopi. Namun, perlu diingat terlalu banyak kafein juga bisa menyebabkan kegelisahan dan jantung yang berdebar kencang. Penelitian yang disebut Eating Well menggunakan subjek yang memiliki asupan kafein lebih tinggi, sekitar 3 sampai 7 cangkir. Hasilnya mereka memperoleh manfaat yang sangat mirip dengan subjek yang konsumsi lebih sedikit kafein. Namun, bukan berarti harus mengonsumsi kopi sebanyak itu. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika (FDA), batas kafein yang diminum setiap hari yaitu 400 miligram atau setara dengan 4 sampai 5 cangkir kopi berukuran kecil. Kopi memang sumber utama polifenol yang memberikan efek anti peradangan pada kebanyakan orang. Namun, tetap awasi asupannya secara keseluruhan. Pertimbangkan juga untuk beralih ke kopi tanpa krim gula, atau pemanis tambahan lainnya. (aqr/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Gegara 5 Kebiasaan Ini, Minum Kopi Jadi Bisa Membahayakan Kesehatan Jakarta – Tidak sekadar jadi minuman pendorong energi pada pagi hari, efek minum kafein dari kopi jauh lebih besar. Supaya terhindar dari risiko bahaya, sebaiknya jangan lakukan 5 kebiasaan ini. Kopi merupakan minuman sumber kafein yang terkenal dengan efek pendorong energi dan berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Di dalamnya terkandung antioksidan tinggi dan senyawa alami lainnya yang telah dikaitkan dengan peningkatan fungsi kognitif, meningkatkan metabolisme lebih baik, sampai menurunkan risiko penyakit kronis tertentu.
Sayangnya, tanpa sadar banyak orang mengikuti kebiasaan minum kopi yang kurang baik. Misalnya, minum kopi terlalu larut atau menjadikannya pengganti makanan. Banyak juga yang minum kopi dengan tambahan gula atau sirup berlebihan. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat menyebabkan bahaya, seperti mengganggu tidur, menyebabkan hidrasi, mengganggu kesehatan usus, atau risiko bahaya lebih besar lainnya. Para ahli mengungkap kesalahan-kesalahan umum minum kopi yang bisa dihindari agar mendapat efek optimal. Dilansir dari Times of India pada Sabtu, (19/7/2025), berikut 5 kebiasaan minum kopi yang perlu dihindari. 1. Minum kopi terlalu malam
Kafein dalam kopi merupakan stimulan utama dan dapat bertahan di aliran darah selama beberapa jam. Oleh karena itu, kopi lebih disarankan diminum pagi atau siang hari. Mengonsumsi kopi terlalu larut bisa mengganggu waktu dan kualitas tidur secara signifikan. Memiliki tidur restoratif sangat penting untuk fungsi kekebalan tubuh, kejernihan mental, dan kesehatan menyeluruh. Dengan hal ini, para ahli menyarankan untuk hindari kafein di sore atau malam hari. Minum kopi di malam hari juga bisa memicu kecemasan, kegelisahan dan efek, seperti sakit kepala, mual atau peningkatan frekuensi buang air kecil 2. Minum kopi tanpa disaring
Beberapa orang suka menikmati kopi yang tidak disaring atau masih memiliki ampas. Kopi seperti ini memang punya cita rasa yang lebih kuat. Sayangnya metode penyeduhan, seperti French press atau kopi Turki tanpa filter mengandung kadar diterpen lebih tinggi, khususnya kahweol dan kafestol. Senyawa-senyawa ini telah terbukti meningkatkan kolesterol LDL atau kolesterol jahat, serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke. Lebih baik pilih metode penyeduhan kopi yang melalui proses penyaringan, seperti drip coffee atau pour over. Kebiasaan kopi lain yang bisa timbulkan risiko bahaya ada di halaman selanjutnya!3. Minum kopi dengan gula berlebihan
Sejumlah orang lebih menyukai kopi yang manis. Ditambah gula atau sirup pemanis lainnya. Meskipun rasanya mungkin lebih enak, tambahan bahan tersebut dalam jumlah besar dapat menjadi sumber kalori kosong yang tidak sehat. Asupan gula tinggi telah dikaitkan dengan obesitas, risiko diabetes tipe-2, hipertensi, dan masalah kesehatan mental. Mengonsumsi kopi dengan gula tinggi juga bisa mengganggu mikrobioma usus yang berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan pencernaan. Lebih baik minum kopi hitam atau kopi dengan pemanis alami sebagai alternatif. 4. Minum kopi langsung setelah bangun tidur
Salah satu manfaat yang dicari dari kopi yaitu kemampuannya untuk membuat tubuh terjaga dan mendorong energi. Namun bukan berarti kopi bisa diminum langsung setelah bangun tidur. Minum kopi saat bangun tidur dapat mengganggu produksi alami kortisol dalam tubuh. Kortisol merupakan hormon yang membantu mengatur tingkat energi. Minum kopi terlalu pagi juga bisa menyebabkan adenosin, neurotransmitter yang menjaga tidur nyenyak dan menjaga keseimbangan menjadi terganggu, Tunda sedikit waktu untuk minum kopi di pagi hari. 5. Menggantikan makanan dengan kopiMereka yang sudah kecanduan minum kopi bisa saja menjadikan minuman tersebut sebagai pengganti makanan. Meskipun menekan nafsu makan dengan minum kopi mujur, ini bukan pilihan tepat. Dengan hanya minum kopi, seseorang bisa kekurangan nutrisi penting, seperti protein, serat, lemak sehat, dan vitamin yang dibutuhkan untuk energi berkelanjutan. Melewatkan makan demi kafein dari kopi juga menyebabkan perubahan suasana hati, kelelahan dan kekurangan nutrisi di tubuh. Jika mau, bisa mengonsumsi kopi bersamaan dengan makanan. Bisa disajikan minuman pendamping saat sarapan. Dengan cara ini, kopi mampu mendukung fungsi metabolisme dan menghindari penurunan energi. (aqr/adr) |
![]() |
Source : unsplash.com / Eater Collective
7 Efek Minum Kopi Setiap Hari, Ini yang Bakal Terjadi pada Tubuh Jakarta – Banyak orang minum kopi setiap hari tanpa tahu efek jangka panjangnya untuk kesehatan. Mereka hanya merasakan ‘tendangan’ energi, tapi belum menyadari efeknya untuk kesehatan jantung hingga otak. Kopi merupakan sumber kafein yang jadi andalan banyak orang di dunia. Bahkan hanya dengan menghirup aromanya saja sudah bikin mereka semangat. Minum kopi dalam batasan wajar juga membawa banyak manfaat sehat. Dikutip dari EatingWell (2/7/2025), ahli gizi Elizabeth Shaw menjelaskan berdasarkan penelitian, konsumsi 3-4 cangkir kopi setiap hari pada orang sehat, tidak menyebabkan risiko kesehatan dan malah mungkin memberikan manfaat.
Berikut 7 efek minum kopi setiap hari untuk kesehatan: 1. Energi meningkatBiji kopi mengandung kafein, stimulan alami yang dapat membantu kamu merasa lebih berenergi. Secara spesifik, senyawa ini menstimulasi sistem saraf pusat sehingga membantu kamu menjadi lebih bersemangat. 2. Buang air besar lebih lancarEfek minum kopi juga bagus untuk kelancaran sistem pencernaan. Konsumsi kopi telah terbukti merangsang motilitas kolon atau pergerakan yang terjadi di saluran pencernaan. Sekitar 1/3 populasi dunia diperkirakan merasakan efek ini. Mereka bakal merasa ingin buang air besar sesaat setelah minum kopi. Rasa mulas yang muncul sering kali tak terhindarkan. 3. Suasana hati membaikBanyak pencinta kopi setuju bahwa secangkir kopi yang nikmat adalah kunci kebahagiaan. Hal ini bukan tanpa alasan karena kafein meningkatkan produksi dopamin yang merupakan hormon bahagia. Dalam penelitian juga terbukti bahwa minum kopi dapat menghasilkan suasana hati (mood) yang positif. Tingkat depresi, kecemasan, dan stres pun dapat berkurang. 4. Risiko Alzheimer dan demensia berkurangKopi tidak hanya memberikan asupan kafein yang tinggi. Kopi juga mengandung sejumlah senyawa polifenol bioaktif yang dapat mendukung aspek-aspek tertentu dari kesehatan, termasuk otak. Konsumsi kopi dapat berkorelasi dengan penurunan risiko terkena beberapa kondisi neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan demensia. 5. Penyakit jantung dapat dicegahKebiasaan minum kopi setiap hari ternyata berefek positif untuk kesehatan jantung (kardiovaskular). Penelitian telah menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang per hari (sekitar 2-4 cangkir) secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Namun hati-hati, karena minum kopi berlebihan justru berefek sebaliknya. Jadi pastikan memperhatikan batas aman konsumsi kopi harian. 6. Kualitas tidur mungkin tergangguKonsumsi kopi setiap hari juga bisa menimbulkan efek samping jika takaran dan caranya tidak tepat. Menurut Mayo Clinic, kelebihan stimulan atau lebih dari 4 cangkir kafein sehari bisa memicu insomnia, kegelisahan, kegugupan, dan jantung berdebar-debar. “Tidur pasti terganggu akibat asupan kafein, bahkan ketika dikonsumsi di pagi hari,” ungkap ahli gizi Kylene Bogden. Alasan pertama yaitu berkaitan dengan genetika, Ini menentukan kemampuan seseorang untuk memetabolisme kafein secara efektif. Faktor kedua adalah usia. Kemampuan seseorang untuk mendetoksifikasi seiring bertambahnya usia menjadi kurang efisien. Hal ini berperan dalam pengaruh kafein terhadap tidur. 7. Mungkin ketergantungan kafeinKafein mungkin menimbulkan ketergantungan, seperti nikotin dan alkohol. Jadi, semakin banyak dikonsumsi, maka semakin banyak pula yang bisa ditoleransi oleh tubuh. Semakin banyak pula yang kamu butuhkan untuk mencapai efek yang diinginkan. “Salah satu alasan mengapa kafein begitu menarik adalah karena bagaimana dia membuat kita merasa produktif, energik, waspada, dan termotivasi,” ujar Pendiri dan CEO NY Nutrition Group dan penulis The Core 3 Healthy Eating Plan, Lisa Moskovitz. Ia menambahkan, jika kamu tidak nyaman bergantung pada kafein, kamu bisa mengurangi ketergantungannya. Caranya dengan mengurangi konsumsi kopi secara perlahan. (adr/adr) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Kenapa Mulas Ingin Buang Air Besar Usai Minum Kopi? Jakarta – Minum secangkir kopi di pagi hari tak hanya mendorong energi dan fokus, tapi juga memicu rasa mulas ingin buang air besar pada beberapa orang. Kenapa ya? Kopi menjadi sumber kafein yang tak bisa lepas dari keseharian banyak orang. Beragam manfaat sehat didapat dari konsumsi kopi yang tepat. Namun, kopi juga bisa memicu efek samping seperti rasa mulas ingin buang air besar. Jika Anda salah satunya, maka Anda tidak sendirian.
Dalam sebuah studi terhadap 92 orang peserta, 58 pria dan 34 wanita, sebanyak 29 persen mengaku ingin buang air besar dalam waktu 30 menit setelah menyesap kopi pagi mereka. Beberapa bahkan memanfaatkan kopi sebagai cara alami untuk melancarkan pencernaan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat kopi punya ‘kekuatan’ untuk mendorong buang air besar? Para ahli sepakat bahwa efek laksatif dari kopi berkaitan dengan dua hal utama, yakni stimulasi pada otot usus besar dan peningkatan produksi asam lambung. Berikut beberapa alasan kenapa kopi bisa langsung bikin perut mulas, melansir. 1. Kopi merangsang gerakan usus besar
Usus besar (kolon) berperan penting dalam proses buang air besar. Ketika otot-ototnya berkontraksi, gerakan ini mendorong feses menuju rektum, memicu sinyal ke otak bahwa sudah waktunya ke kamar mandi. “Minum kopi bisa merangsang otot-otot di kolon, sehingga timbul sensasi ingin buang air besar,” jelas peneliti dari Toho University Jepang Adil Maqbool. Kandungan kafein dalam kopi adalah stimulan alami yang mempercepat gerakan otot usus. Menariknya, efek ini tidak hanya berlaku untuk kopi berkafein. Dalam studi yang dipublikasikan di European Journal of Gastroenterology and Hepatology, kopi tanpa kafein (decaf) juga terbukti mampu memicu kontraksi kolon, meski efeknya 23 persen lebih rendah dibanding kopi berkafein. 2. Kopi meningkatkan produksi asam lambungSelain merangsang kolon, kopi juga mempercepat proses pencernaan dengan meningkatkan produksi asam lambung di perut dan usus. “Kopi bekerja seperti pencahar alami karena merangsang produksi asam lambung,” kata dokter pendiri klinik khusus sindrom iritasi usus besar (IBS) Onyx Adegbola. Peningkatan keasaman mempercepat proses pencernaan, yang bisa memicu dorongan untuk buang air besar. Namun, efek ini juga bisa menyebabkan ketidaknyamanan pada perut bagi sebagian orang. Produksi asam lambung yang dipicu kopi juga tergantung pada jenis asam yang terkandung dalam seduhannya. Misalnya, jenis asam seperti N-alkanoyl-5-hydroxytryptamine, trigonelline, dan N-methylpyridinium. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di Molecular Nutrition Food Research, kopi dark roast yang mengandung kadar asam lebih rendah terbukti menghasilkan lebih sedikit asam lambung dibanding kopi blend biasa. Jika Anda sering merasa mulas atau mengalami refluks setelah minum kopi, disarankan beralih ke jenis kopi rendah asam seperti dark roast, espresso, cold brew, atau kopi berbasis jamur (mushroom coffee). Meski begitu, penting untuk diingat bahwa respons tubuh terhadap kopi sangat bergantung pada individu. Ada yang sangat sensitif terhadap kafein, ada pula yang tidak merasakan efek apa pun. “Mereka yang lebih sensitif bisa mengalami dorongan buang air besar lebih cepat atau lebih kuat setelah minum kopi,” jelas Adegbola. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Kenapa Selalu Ingin Buang Air Besar Setelah Minum Kopi?“ (adr/adr) |
![]() |
|||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
7 Cara Dorong Energi Tanpa Perlu Minum Kopi atau Makan Manis Jakarta – Konsumsi kopi atau makanan manis memang bisa mendorong energi, tetapi dalam jangka panjang akan memberi efek buruk. Sebaiknya beralih ke cara yang lebih menyehatkan, seperti 7 cara ini. Banyak orang mencari kopi atau makanan manis ketika mereka merasa tubuhnya lemas dan butuh dorongan energi. Memang kedua asupan tersebut bisa memberi dorongan energi secara instan, tetapi setelah dikonsumsi bisa mengarah pada dampak negatif. Kopi mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Sedangkan makanan manis mampu memberikan lonjakan energi melalui gula yang diserap dengan cepat.
Oleh karena itu, lebih baik mencari alternatif lain yang lebih sehat. Melansir realsimple.com (25/02/2025), berikut cara membuat tubuh tetap berenergi tanpa konsumsi kopi dan gula. 1. Lakukan aktivitas fisik
Salah satu pilihan terbaik yaitu menggerakkan tubuh atau melakukan aktivitas fisik. Meskipun sedikit, tetapi menurut situs Real Simple aktivitas fisik terbukti lebih efektif dalam meningkatkan energi daripada kafein. Aktivitas fisik juga mendorong energi karena mampu meningkatkan metabolisme, meningkatkan sirkulasi darah, dan memicu pelepasan hormon endorfin. Karenanya, tubuh memiliki lebih banyak energi untuk aktivitas sehari-hari. 2. Konsumsi lemak sehat
Lemak sering dicap buruk, tetapi menurut situs Real Simple ada banyak penelitian tentang bagaimana beberapa lemak, termasuk lemak tak jenuh tunggal bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Lemak juga menjadi sumber bahan bakar paling hemat energi. Sumber lemak tak jenuh yang bisa dikonsumsi mulai dari alpukat, kacang-kacangan, sampai beberapa jenis ikan, seperti tuna dan salmon. 3. Konsumsi protein
Energi juga bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi protein. Camilan kaya protein akan membantu memberi bahan bakar sepanjang hari dan memberikan tingkat energi yang stabil. Protein yang bisa dikonsumsi, salah satunya telur yang juga kaya akan vitamin B untuk produksi energi. Yogurt juga bisa jadi pilihan yang baik karena tinggi protein dan kaya akan kalsium. Cara meningkatkan energi lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!4. Minum teh hijau
Secangkir teh hijau bisa menjadi pilihan terbaik karena mengandung senyawa L-Theanine yang dapat meningkatkan relaksasi. Teh hijau juga bisa mendorong energi karena kandungan kafein dan senyawa aktif lainnya yang memiliki efek stimulan pada tubuh. 5. Konsumsi serat
Alih-alih makan makanan manis, lebih baik makan makanan berserat tinggi. Jenis makanan ini dapat membantu tubuh menyerap karbohidrat pada tingkat lebih lambat. Makanan berserat tinggi juga bisa mengatur kadar gula darah, menjaga rasa kenyang, dan mendukung kesehatan pencernaan. Jenis makanan berserat yang bisa dikonsumsi mulai dari pisang, raspberry segar, sayuran hijau, atau umbi-umbian. 6. Tingkatkan vitamin dan mineralVitamin dan mineral merupakan bagian penting dari pola makan bergizi seimbang. Makanan tinggi vitamin dan mineral juga memainkan peran penting dalam proses metabolisme. Proses ini mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan oleh tubuh. Secara khusus vitamin C, vitamin B, dan magnesium dapat membantu meningkatkan energi. Vitamin B juga sangat penting untuk metabolisme, bantu melepaskan energi dan karbohidrat, protein, serta lemak. Mineral, seperti mangan dan yodium juga bisa meningkatkan metabolisme. 7. Minum air putihMenjaga hidrasi tubuh sangat penting karena bisa membantu meningkatkan energi. Kekurangan air dapat memengaruhi konsentrasi dan membuat tubuh merasa lelah. Cobalah minum segelas air dingin saat merasa lesu. Pastikan juga untuk minum air yang cukup sepanjang hari. Jika tidak suka air putih biasa, bisa coba tambahkan buah, seperti apel atau lemon. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Apa Benar Minum Kopi Decaf Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak? Jakarta – Salah satu efek minum kopi yaitu membuat seseorang sulit tidur. Namun, jenis kopi ini disebut-sebut tetap bisa menciptakan tidur berkualitas. Apa benar? Bagi sebagian orang, kopi adalah minuman kafein yang mereka cari karena bisa membuat kondisi tetap terjaga, lebih bersemangat, dan bisa membuat seseorang lebih fokus menjalani suatu aktivitas. Di sisi lain, kopi juga menawarkan efek yang kurang baik. Salah satunya yaitu merusak kualitas tidur. Terutama ketika diminum sore menjelang malam hari, beberapa jam sebelum waktu tidur.
‘The Sleep Doctor’ Michael Breus, PhD mengungkap beberapa perubahan pada rutinitas minum kopi harian bisa membuat seseorang lebih segar di pagi hari. Menurutnya, ada racikan kopi paling tepat yang bisa meminimalkan dampak kafein terhadap tidur. Jenis kopi yang direkomendasikan adalah kopi decaf yang lebih rendah kafein. Setelah melalui sejumlah proses, kadar kopi tersebut berkurang, meskipun memang tidak sepenuhnya. Kebanyakan kopi decaf masih mengandung kafein sekitar 1-3% dari jumlah kafein yang ditemukan pada kopi biasa. Menurut Dr. Breus, minum kopi decaf bisa mengurangi kandungan kafein di tubuh seseorang. Lantas, bagaimana cara dan manfaat kopi decaf bekerja untuk membuat kualitas tidur lebih baik? Melansir wellandgood.com (12/06/2024), berikut penjelasannya. 1. Manfaat minum kopi decaf untuk tidur lebih baik
Kafein memengaruhi tubuh dalam banyak cara. Salah satu interaksi paling signifikan antara kafein dan adenosin, yaitu neurotransmitter utama yang membantu mengatur tidur. Pada dasarnya, kafein menghambat adenosin, memberi tubuh efek stimulasi dan perasaan terjaga. Akhirnya mengganggu siklus tidur dalam jangka waktu panjang. Untuk tidur optimal, Dr. Breus mengungkap perlu melakukan pengurangan kafein. Ini adalah proses mengurangi kafein secara bertahap dari waktu ke waktu hingga tidak ada kafein yang dikonsumsi. Tujuan ini untuk membantu meningkatkan kualitas tidur atau mengurangi ketergantungan kafein. Namun apakah perlu menghindari kafein sejak awal? Menurut penelitian yang disebut Well and Good, pantangan kafein dapat membantu meningkatkan durasi dan kualitas tidur. Penelitian sama juga menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi decaf mungkin mengalami kesulitan yang lebih sedikit untuk tidur. Menghentikan konsumsi kafein secara tiba-tiba bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, Dr. Breus merekomendasikan untuk beralih ke kopi decaf sedikit demi sedikit untuk membantu meningkatkan kualitas tidur jangka panjang. 2. Berapa banyak kopi decaf yang bisa diminum?
Jika menyangkut kualitas tidur, disarankan untuk mengganti setengah cangkir kopi berkafein tinggi dengan setengah cangkir kopi decaf. Proses pengurangan kafein ini harus dilakukan selama tiga hingga lima hari, tergantung seberapa banyak kafein yang biasa diminum harian. Jika punya kebiasaan minum kafein dalam jumlah banyak, maka proses pengurangannya juga semakin lama dan harus dilakukan perlahan untuk menghindari gejala penarikan kafein. Jika saat ini kamu minum dua cangkir kopi sehari, hari pertama mungkin satu cangkir kopi biasa dan satu cangkir yang kombinasinya antara 1/2 berkafein dan 1/2 kopi tanpa kafein. Pada hari-hari selanjutnya, konsumsi kopi biasanya dikurangi sampai akhirnya bisa menikmati kopi decaf sepenuhnya. Minuman kafein lain yang bisa bantu tidur dapat dilihat pada halaman selanjutnya!3. Minuman kafein lain yang bantu tidurMeskipun kopi decaf adalah salah satu cara terbaik untuk memulai perjalanan mengurangi kafein, tetapi ada minuman kafein lain yang juga ramah untuk meningkatkan kualitas tidur. Dr. Breus merekomendasikan matcha sebagai alternatif baik untuk menggantikan kopi biasa. Pasalnya, matcha memiliki lebih sedikit kafein dan L-theanine. L-theanine ini dapat meningkatkan serotonin dan dopamin seseorang. Kandungan itu juga bisa meningkatkan kadar zat kimia otak yang akhirnya menenangkan dan meningkatkan relaksasi. Sehingga, bisa membantu seseorang tertidur. (aqr/adr) |
![]() |
|||||||||||||||||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hati-Hati! Ini Efek bagi Tubuh Jika Minum 4 Cangkir Kopi Sehari Jakarta – Kopi memang memberi banyak manfaat bagi tubuh. Namun, konsumsinya harus dibatasi. Pasalnya, ini yang akan terjadi pada tubuh jika minum kopi 4 cangkir atau lebih sehari. Seseorang yang memiliki kecanduan terhadap kopi memang sulit lepas dari kebiasaan minum kopi itu. Kopi sebenarnya membawa manfaat baik bagi tubuh. Minum kopi bisa meningkatkan konsentrasi, kewaspadaan, memperbaiki suasana hati hingga mengurangi risiko depresi. Kandungan kafeinnya juga bisa mencegah masalah diabetes hingga menjaga kesehatan liver.
Namun, perlu diingat, efek ini akan berhasil jika kamu minum kopi dalam batas wajar setiap harinya. Sebagian orang dewasa disarankan hanya mengonsumsi 400 mg per hari tidak lebih. Artinya, setara dengan 3-4 cangkir. Bagaimana jika kamu sering menikmati kopi lebih dari 4 cangkir? Beberapa efek mengkhawatirkan bisa terjadi. Mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi dapat menimbulkan berbagai efek, baik positif maupun negatif tergantung sensitivitas individu pada kafein. Namun, minum 4 cangkir lebih kopi dalam sehari lebih mungkin mendatangkan efek samping yang parah. Merangkum Times of India (21/02), berikut 5 hal yang dapat terjadi jika kamu minum 4 cangkir kopi sehari. 1. Gelisah dan gugup
Salah satu bahan terkuat di kopi adalah kafein. Asupan kafein berlebihan ini yang dapat menyebabkan kegelisahan dan kegugupan. Kandungan kafein juga dapat memicu pelepasan hormon adrenalin yang akan meningkatkan detak jantung. Jika jumlah kafein yang masuk ke tubuh cukup tinggi, efek ini lebih kuat. Pada akhirnya bisa memunculkan kecemasan atau rasa gelisah. 2. Jantung berdebar
Kafein dosis tinggi dapat menyebabkan jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur. Hal ini terutama mengkhawatirkan bagi individu yang memiliki kondisi jantung kurang baik. Kandungan kafeinnya juga menjadi stimulan yang dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat, termasuk meningkatkan detak jantung. Orang yang minum kopi berarti kafeinnya bisa diserap ke aliran darah, dan akhirnya mencapai ke jantung hingga membuatnya menjadi berdebar-debar. Efek minum kopi 4 cangkir atau lebih lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Serangan panik
Minum kopi terlalu banyak bisa menyebabkan sebagian orang mengalami kecemasan yang meningkat atau bahkan sampai memicu serangan panik. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau rentan terhadap gangguan kecemasan. Melansir halodoc.com, kafein pada kopi memiliki sifat angiogenic dan panicogenic, khususnya pada pasien dengan gangguan panic atau Panic Disorder (PD). Menurut laporan halodoc, sebuah penelitian melaporkan bahwa kafein dengan dosis kira-kira setara 5 cangkir kopi, bisa menginduksi serangan panik pada sebagian besar pasien Panic Disorder. Kafein pada dosis ini juga bisa meningkatkan kecemasan pada pasien PD. 4. Insomnia
Tidak bisa dipungkiri, asupan kafein yang terlalu banyak tentu bisa menyebabkan masalah insomnia atau gangguan tidur. Efek stimulasi kafein dapat mengganggu pola tidur, terutama jika dikonsumsi banyak di sore hari. Melansir helllosehat.com, kafein merupakan stimulan yang bekerja sebagai adenosine receptor antagonist. Adenosine adalah senyawa dalam tubuh yang membuatmu ngantuk. Kafein menghambat kerja adenosine receptor dalam tubuh sehingga membuatmu terhindar dari rasa kantuk. Kafein dapat mulai memengaruhi tubuh sesaat setelah masuk ke dalam tubuh. Setengah dari kafein yang masuk ke tubuh bertahan 3-5 jam, sisa setengahnya lagi dapat tinggal di tubuh dalam waktu lama sekitar 8-14 jam. Kafein inilah yang bisa mengganggu tidur, sehingga waktu tidur berkurang. 5. Peningkatan tekanan darahKafein yang terlalu banyak juga dapat meningkatkan tekanan darah sementara karena efek stimulannya pada sistem kardiovaskular. Mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi dapat memperburuk efek ini, yang dapat menjadi masalah bagi penderita hipertensi. Secara lebih detail, kafein memiliki efek meningkatkan tekanan darah karena berkaitan dengan reseptor adenosin. Nantinya adenosis akan mengaktifkan sistem saraf simpatik dan pada akhirnya terjadi vasokonstriksi pembuluh darah, lapor Jurnal Kebidanan Dharma Husada. (aqr/adr)
Begini 5 Cara Minum Kopi untuk Tingkatkan Kesehatan Hati Jakarta – Kopi banyak digemari bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena manfaatnya. Selain menambah energi, kopi juga dikenal dapat meningkatkan kesehatan hati seperti ini. Minum kopi seolah sudah jadi budaya atau ritual sehari-hari. Banyak orang minum kopi karena mencari manfaat yang mampu menambah energi, membuat seseorang lebih terjaga, dan mampu membuat seseorang menjadi lebih fokus. Padahal, selain manfaat tersebut, kopi juga mampu menyehatkan hati atau liver.
Menurut penelitian yang dipublikasikan Journal of Hepatology, kopi bisa mencegah seseorang terkena fibrosis hati. Fibrosis hati merupakan tahap awal penyakit gangguan hati, lapor hallosehat.com. Kopi memiliki kandungan antioksidan yang diyakini para ahli dapat melindungi hati dari kerusakan. Banyak cara lain yang bisa dilakukan kopi untuk meningkatkan kesehatan hati. Namun, tetap perlu diingat, konsumsinya jangan terlalu berlebihan. Manfaat ini juga akan didapat jika kamu meminum kopi tanpa gula, sirup, atau pemanis tambahan lain yang berisiko berbahaya. Untuk mengetahui manfaat minum kopi bagi hati lainnya, simak penjelasan berikut, seperti yang dilansir dari Time of India (26/03). 1. Mengurangi risiko penyakit hati
Studi yang disebut Times of India menyatakan, konsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan risiko penyakit hati lebih rendah, seperti sirosis hati dan penyakit hati berlemak (NAFLD). Ini karena senyawa antioksidan di dalam kopi yang mampu membantu melindungi sel hati dari kerusakan dan peradangan. 2. Mengurangi risiko terkena kanker hati
Selain mengurangi risiko penyakit hati, minum kopi secara teratur dan dalam takaran yang pas juga bisa mengurangi risiko kanker hati. Dalam sebuah studi yang masih disebut Times of India, ditemukan bahwa terjadi penurunan risiko kanker pada mereka peminum kopi. Senyawa dalam kopi, termasuk kafein dan asam klorogenat, dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan apoptosis (kematian sel) dalam kanker hati. Kopi juga memiliki efek positif pada penyakit hati dan peradangan. Manfaat ini sepertinya datang dari kemampuan kopi yang dapat mencegah penumpukan lemak dan kolagen. Manfaat kopi untuk tingkatkan kesehatan hati lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!3. Mengurangi risiko perkembangan fibrosis
Asupan kopi telah dikaitkan dengan perkembangan fibrosis hati yang lebih lambat, suatu kondisi yang ditandai dengan akumulasi jaringan parut di hati. Sifat anti-inflamasi pada kopi dapat membantu menghambat perkembangan fibrosis dan meningkatkan regenerasi hati. 4. Mengurangi kadar enzimKonsumsi kopi juga telah dikaitkan dengan tingkat enzim hati yang lebih rendah, seperti alanine aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST), yang sering meningkat pada individu dengan kerusakan atau penyakit hati. Minum kopi juga dapat meningkatkan kadar antioksidan glutation. Antioksidan ini mampu menetralkan radikal bebas berbahaya yang diproduksi secara alami dalam tubuh dan dapat merusak sel tubuh. 5. Perlindungan terhadap penyakit hati alkoholikKonsumsi kopi secara moderat juga mampu mengurangi risiko penyakit alkoholik (ADL). Hal ini akan lebih berguna jika orang yang meminumnya memang mengonsumsi alkohol. Kemampuan kopi untuk menurunkan kadar enzim hati dan melemahkan peradangan dapat membantu mengurangi efek berbahaya alkohol pada hati. (aqr/adr)
5 Tips Kurangi Rasa Gelisah dan Cemas Efek Minum Kopi Jakarta – Meski kopi terkenal sebagai minuman yang memiliki banyak manfaat kesehatan, tapi ada beberapa efek sampingnya. Salah satunya menimbulkan rasa cemas dan gelisah. Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda usai minum kopi. Ada yang baik-baik saja usai minum kopi karena merasa lebih berenergi dan semangat, tapi ada juga yang justru merasa cemas dan gelisah. “Hal ini disebabkan karena kafein adalah stimulan alami dan salah satu efek utamanya adalah memblokir reseptor adenosin yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan dopamin, noradrenalin, dan glutamat,” ungkap ahli gizi Lamorna Hollingsworth.
Dalam sistem kardiovaskular, kondisi tersebut menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung seseorang. Sementara dalam sistem saraf pusat, dosis kafein yang lebih rendah memang bisa meningkatkan aktivitas motorik dan kewaspadaan, tetapi mengonsumsi dosis yang lebih tinggi dapat menghasilkan gejala kecemasan. Karenanya banyak ahli kesehatan menyarankan untuk mengurangi asupan kopi secara berkala, terutama bagi mereka yang sensitif kafein. Selain itu, untuk meredakan atau mencegah efek ini, ada lima cara yang bisa diperhatikan ketika akan ngopi. Berikut informasinya dari NWPhysicians (30/12): 1. Banyak Minum Air Putih
Penggemar kopi sering melupakan kebiasaan yang penting ini, yaitu minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Terutama di pagi hari, sebaiknya minum dulu dua gelas air putih sebelum mulai ngopi. Karena kopi ini memiliki sifat diuretik yang membuat orang lebih sering buang air kecil. Kebiasaan ini jika tidak ditopang dengan asupan dari air putih, lama kelamaan tubuh akan mengalami dehidrasi karena kekurangan cairan. 2. Pilih Kualitas Kopi
Kebanyakan kopi memiliki rasa pahit karena kopi sudah dipanggang. Perlu diingat, bahwa kopi yang berkualitas rasanya tidak terlalu pahit. Namun jika rasa kopi tidak enak, sampai harus ditambahkan cream, gula dan sebagainya, artinya kualitas kopi sudah tidak terlalu bagus. Untuk memastikan kopi yang dibeli masih dalam keadaan segar, sebaiknya beli bubuk kopi dari tempat yang menggiling biji kopi sendiri. Cara lainnya bisa dengan beli biji kopi dan mengolahnya di rumah dengan cara sederhana. 3. Minum Vitamin
Kopi secara alami memiliki pH sekitar 5, dan semakin rendah pH kopi maka semakin asam sifatnya. Serta menurunkan kadar pH pada tubuh manusia. Sebagai perbandingan, air mineral memiliki pH 7 dan pH lemon sekitar 2,5. Sementara pH kopi tidak melulu di angka 5, tapi ini angka rata-rata. Salah satu hal yang mempengaruhi pH kopi adalah proses roasting atau pemanggangan kopi. Efek dari pH ini membuat tubuh kadang kekurangan kalsium dan magnesium sehingga membuat orang merasa gelisah atau tak enak badan. Untuk mengurangi efek ini bisa minum vitamin atau suplemen dengan kandungan kalsium dan magnesium. Bisa diselingi dengan konsumsi buah dan sayuran yang tinggi akan kadar alkaline. 4. Perbaiki Pola TidurSemakin sedikit waktu tidur yang didapatkan, orang-orang akan semakin membutuhkan kopi. Efek dari kopi ini tentu saja membuat orang lebih susah tidur. Efek stimulan yang didapatkan dari kafein ini berasal dari pelepasan senyawa noradrenalin ke kelenjar adrenal, yang letaknya tepat di atas ginjal. Saat kelenjar ini tidak mendapatkan istirahat yang cukup dari tubuh, tentunya akan membuat tubuh lebih cepat lelah. Sehingga muncul efek-efek seperti rasa gelisah dan cemas. Pastikan istirahat yang cukup, sehingga adrenal dalam tubuh bisa pulih. Agar tetap bisa ngopi tanpa mengalami efek samping yang parah di tubuh. 5. Waktu Minum Kopi
Untuk mengurangi efek samping dari minum kopi, perhatikan waktu ngopi. Hindari minum kopi dalam perut kosongdan tunggu sekitar satu jam setelah bangun pagi. Agar tubuh bisa menyesuaikan efek kopi ketika masuk di tubuh. Hindari juga minum kopi kurang dari 8 jam waktu tidur agar waktu tidur tidak terganggu dengan efek kafein yang membuat orang sulit tidur. Jika langkah-langkah ini dilakukan secara rutin, efek samping seperti gelisah dan cemas akan berkurang dengan seiringnya waktu saat minum kopi. (sob/adr)
|





















Kegelisahan juga menjadi efek terlalu banyak minum kopi. Foto: Getty Images/Stanislav Sablin










