Tag: gula darah

  • Kebiasaan Ngemil Ini Dapat Mencegah Kadar Gula Darah Tinggi

    Jakarta

    Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan masalah kesehatan serius. Bila terus terjadi, kondisi ini dapat berdampak buruk pada fungsi organ tubuh.

    Gula darah tinggi dapat terjadi pada siapa saja, yang memiliki faktor pendukung dan gaya hidup buruk. Karena itu, usaha pencegahan wajib dilakukan.

    Kebiasaan Ngemil Sehat yang Dapat Cegah Gula Darah Tinggi

    Ngemil atau mengonsumsi makanan kecil kerap dilakukan di sela kegiatan sehari-hari. Biasanya saat ngemil dipilih makanan yang sesuai selera dan membangkitkan selera makan, misal gorengan.


    Kebiasaan ngemil ini harus diubah, dengan memilih makanan yang lebih baik untuk tubuh. Berikut beberapa contohnya

    1. Buah dan Sayur

    Menurut situs Diabetes UK, ada beberapa jenis buah dan sayur yang baik dikonsumsi untuk mencegah gula darah tinggi. Misal apel, anggur, alpukat, brokoli, jeruk, dan buah berry.

    Buah-buah tersebut mengandung gula alami yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun, kamu perlu menghindari buah dan sayur olahan karena biasanya mengandung gula tinggi.

    2. Kacang

    Mengutip situs Eat This, Not That, kacang mengandung protein dan serat yang membantu menstabilkan kadar gula darah. Kamu bisa memilih almond, kacang tanah, dan pistachio yang diolah dengan sedikit gula, garam, serta lemak.

    3. Telur Rebus

    Telur merupakan camilan yang mengenyangkan, penstabil gula darah dan rendah kalori. Menurut CEO NY Nutrition Group, Lisa Moskovits RD, telur rebus tidak akan meningkatkan kadar glukosa darah. Telur mengandung banyak protein dan sejumlah nutrisi penting seperti vitamin A, 9 asam amino esensial, dan seng.

    4. Camilan yang Tidak Tinggi Garam dan Gula

    Jenis camilan tersebut kini tidak sulit ditemukan di pasaran umum. Tentunya camilan tersedia dengan rasa yang enak. Camilan ini bisa dinikmati dalam bentuk keripik, biskuit, dan lain-lain.

    Kamu juga bisa mengonsumsi camilan seperti pie apple dengan kayu manis yang rendah kalori. Kayu manis sendiri membantu menurunkan gula darah dan meniru efek insulin yaitu membawa gula ke dalam sel.

    5. Teh Hijau

    Teh hijau sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) beserta senyawa bermanfaat lainnya terbukti menurunkan kadar gula darah dengan membantu memindahkan gula darah ke otot.

    Mengonsumsi teh hijau secara teratur terbukti membantu menurunkan gula darah puasa atau gula darah pagi. Gula darah puasa merupakan jumlah glukosa dalam darah setelah tidak makan selama 8-10 jam.

    6. Keju

    Keju rendah lemak memiliki protein tinggi yang membantu menjaga gula darah tetap terkendali. Potongan keju ini bisa dikonsumsi utuh atau bersama buah dan biskuit gandum.

    7. Popcorn

    Popcorn merupakan makanan ringan dari gandum utuh yang menyehatkan dengan kandungan rendah kalori. Mengutip Healthline, camilan ini mengandung 1 gram serat per 1 gelas sekitar 8 gram. Sehingga menjadikannya makanan ramah bagi penderita diabetes.

    Namun, kebanyakan popcorn saat ini mengandung garam dan lemak yang sangat tinggi. Agar lebih sehat, popcorn bisa dibuat sendiri di rumah dengan gula dan garam secukupnya.

    8. Alpukat

    Alpukat bisa menjadi camilan yang nikmat dan sehat. Kamu bisa mengonsumsinya dengan ditambah rempah, gula, dan garam secukupnya. Camilan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

    Jadi untuk menghindari gula darah tinggi, kamu bisa mengganti camilan yang tak sehat dengan makanan yang disebutkan. Sehingga, kamu tetap bisa ngemil tanpa mengkhawatirkan kadar gula dalam darah.

    (row/row)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • 5 Daftar Sayuran yang Tinggi Gula, Perlu Seimbang dalam Mengkonsumsinya

    5 Daftar Sayuran yang Tinggi Gula, Perlu Seimbang dalam Mengkonsumsinya

    Jakarta

    Sayuran dikenal sebagai sumber makanan yang sehat, kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Namun, tidak semua sayuran memiliki kandungan yang sama.

    Beberapa jenis sayuran ternyata mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi. Meski gula alami ini berbeda dari gula tambahan, mengkonsumsinya secara berlebihan tetap dapat mempengaruhi kadar gula darah.

    Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol asupan gula, mungkin perlu memperhatikannya. Memahami jenis sayuran yang tinggi gula penting untuk menjaga pola makan seimbang, asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.


    5 Daftar Sayuran yang Tinggi Gula

    Hindah J. Muaris dalam bukunya berjudul Bahaya Buah dan Sayuran + Panduan Konsumsi yang Benar, menyebut beberapa jenis buah dan sayuran diketahui memiliki kandungan gula alami (fruktosa) tinggi. Bagi pengidap kondisi seperti diabetes, prediabetes atau hipoglikemia, disarankan menghindari buah dan sayur tersebut.

    Berikut daftar sayuran yang tinggi gula, dirangkum dari laman Healthline dan artikel yang telah ditinjau medis lainnya:

    1. Kacang Panggang

    Biasanya, kacang jadi salah satu sayuran yang ditambahkan dalam olahan sayur seperti sayur asem. Lalu bagaimana dengan kacang panggang untuk camilan sehari-hari?

    Kacang panggang biasanya disajikan dengan tambahan perasa agar gurih dan manis. Perasa inilah yang seringkali memiliki kadar gula yang tinggi. Apalagi jika kamu membeli kacang panggang kalengan atau kemasan di supermarket.

    254 gram kacang panggang bisa mengandung sekitar 5 sendok teh gula. Jika kamu suka kacang panggang, kamu dapat memilih versi rendah gula atau membuat sendiri dengan pilihan kacang tanah tanpa diberi perasa.

    Sehingga rasanya alami dan kadar gula garamnya tidak tinggi. Kacang panggang murni biasanya mengandung sekitar setengah jumlah gula kacang panggang kemasan.

    2. Sayuran Bertepung

    Sayuran bertepung adalah sayuran yang mengandung karbohidrat lebih banyak daripada sayuran non-tepung. Sayuran bertepung yakni contohnya jagung, labu, dan kacang polong.

    Sayuran tersebut memang mengandung serat yang membuat kenyang lebih lama, namun kandungan gula dan karbohidratnya cenderung lebih tinggi dibandingkan sayuran non-tepung. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, sehingga perlu dibatasi

    3. Bawang Bombai

    Bawang bombai memiliki kandungan gula sekitar 4-5 g per 100 g. Guna mengontrol asupan gula, sebaiknya gunakan bawang bombai secukupnya.

    4. Sayuran Berakar

    Sayuran berakar yakni meliputi wortel, lobak, dan bit. Dikutip dari Live Strong, sayuran berakar mengandung lebih dari 3,8 g gula dalam setiap 100 g.

    American Heart Association (AHA) menyarankan untuk mengurangi konsumsi sayuran tinggi gula hingga setengah porsi dari biasanya. Sayuran dapat memicu lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

    5. Granola

    Granola sering dipasarkan sebagai makanan kesehatan rendah lemak, sebab bahan utama dalam granola adalah gandum. Kandungan kalori dan gula olahan gandum cenderung tinggi, meski granola dikenal sebagai sereal yang seimbang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan serat.

    Namun, gandum dalam granola telah dikombinasikan dengan kacang-kacangan dan madu atau pemanis tambahan lainnya, yang meningkatkan jumlah gula dan kalori. Kalau kamu suka granola, cobalah pilih granola dengan sedikit gula tambahan atau buat sendiri.

    Nah itulah tadi 5 daftar sayuran yang tinggi gula. Tetaplah bijak dalam mengonsumsi makanan, pastikan asupan serat, protein, dan gizi lainnya terpenuhi.

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya!

    Buka Puasa dengan yang Manis Bisa Bikin Badan Lesu, Ini 5 Faktanya!


    Jakarta

    Berbuka puasa dengan yang manis memang menyenangkan. Namun, tahukah kamu bahwa hal tersebut bisa menyebabkan tubuh mudah lesu? Ini faktanya!

    Berangkat dari seruan “Berbukalah dengan yang manis” membuat banyak orang selalu menyediakan makanan manis untuk berbuka puasa. Mulai dari minuman, kolak, es campur hingga kue-kue.

    Rasa manis tersebut agaknya dapat mengembalikan energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Namun, jika berlebihan, justru bisa menyebabkan tubuh menjadi lesu.


    Hal tersebut disampaikan oleh Ahli gizi asal Malaysia Mohd Siddeq Azha Azahari, alih-alih berbuka dengan yang manis lebih baik berbuka dengan menu seimbang.

    Dikutip dari Sinar Daily (01/03/25) berikut faktanya!

    1. Apa itu makanan seimbang?

    Makanan sehatIlustrasi makanan gizi seimbang. Foto: Getty Images/Chiociolla

    Mohd Siddeq menjelaskan bahwa makanan seimbang adalah makanan yang mengandung semua nutrisi. Mulai dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat.

    Makanan yang dipenuhi nutrisi tersebut dapat menjaga energi agar tetap stabil, dan ini diperlukan saat menjalani ibadah puasa. Ketika berbuka, tubuh pun tetap berenergi.

    Menurut Mohd Siddeq, selama menjalani ibadah puasa, sistem metabolisme tubuh berfungsi seperti pada hari-hari biasa.

    2. Bahaya berbuka dengan yang manis

    Namun, ketika berbuka puasa sering kali mengakibatkan peningkatan asupan karbohidrat yang cukup signifikan. Hal ini dipicu dari kebiasaan makan makanan manis.

    Makanan manis tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Lalu, diikuti dengan penurunan tajam, sehingga menyebabkan tubuh menjadi lesu dan lelah.

    “Banyak orang yang mengalami masalah ini setiap tahun akibat mengonsumsi karbohidrat berkualitas rendah yang berlebihan,” tutur Mohd Siddeq.

    Kesalahan saat buka puasa dan tipsnya ada di halaman selanjutnya.

    3. Kebiasaan buka puasa yang salah

    Bakwan sayur, or bala-bala, or ote-ote, or vegetable fritter, is an Indonesian snack made from flour, cabbage, carrots, and bean sprouts, served with chili pepper, peanut sauce, or sambalIlustrasi gorengan bakwan yang biasa jadi takjil buka puasa. Foto: Getty Images/ary pranggawan

    Lebih lanjut, Siddeq juga menjelaskan kebiasaan buka puasa yang salah. Banyak orang yang selalu mengonsumsi makanan ringan terlebih dahulu saat berbuka puasa.

    “Kesalahan yang sering terjadi selama buka puasa adalah makan makanan ringan, seperti martabak lalu dipasangkan dengan minuman manis dalam jumlah yang banyak,” tuturnya.

    Kebiasaan makan seperti ini dapat menyebabkan penumpukan kalori dalam waktu sekejap. “Kuncinya adalah makanan seimbang untuk menjaga tubuh tetap berenergi,” lanjutnya.

    4. Menu buka puasa seimbang

    Siddeq mengatakan bahwa pendekatan terbaik untuk buka puasa adalah melengkapi dengan serat dan protein. Itu bagus untuk energi dan sistem pencernaan yang lancar.

    Alih-alih makan kudapan saat berbuka, lebih baik pilih makanan utama yang seimbang terlebih dahulu. Dengan ini kamu bisa merasakan seberapa kenyang.

    “Lalu bisa memutuskan apakah perlu ngemil lagi atau tidak. Kalau makan camilan dulu bisa kenyang duluan tanpa dapat nutrisi,” tutur Siddeq.

    5. Mengikuti sunnah Nabi

    kurmaKurma mampu memberikan kebutahan serat tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

    Jika ingin yang lebih sederhana, Siddeq menyarankan agar mengikuti praktek sunnah Nabi Muhammad SAW, yakni mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil.

    “Kurma menyediakan serat, ini bisa membantu memberikan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan,” tuturnya.

    Siddeq menegaskan bahwa jika mengandalkan makanan yang digoreng dan tinggi gula saat berbuka tidak akan memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Gula Darah dan Cegah Diabetes


    Jakarta

    Kadar gula darah yang meningkat harus segera diatasi agar tak berdampak bagi insulin. Beberapa racikan teh alami ini cocok untuk kendalikan gula darah.

    Tanpa disadari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari mengandung gula tersembunyi. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diperhatikan, efeknya dapat memberikan dampak negatif pada tubuh.

    Gula darah yang berlebihan akan memicu pankreas menghasilkan insulin yang banyak dalam waktu singkat. Akhirnya tubuh akan mengalami resistensi insulin yang memicu terjadinya diabetes tipe 2.


    Guna menghindari kondisi tersebut ada beberapa asupan herbal yang disarankan ahli untuk rutin dikonsumsi. Bahan herbal yang seduh menjadi teh yang hangat ini berkhasiat menurunkan kadar gula darah secara instan.

    Baca juga: Bayar Rp 63 Juta Bisa Nikmati ‘Fine Dining’ di Dalam Kereta Super Mewah

    Berikut ini 5 teh herbal untuk menurunkan gula darah melansir Times of India:

    5 Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Gula Darah dan Cegah DiabetesSeduhan teh kelabat dapat melarutkan kadar gula darah di dalam tubuh. Foto: Getty Images/Anna Puzatykh

    1. Teh kelabat

    Kelabat umumnya digunakan sebagai rempah untuk campuran bumbu kari maupun penyedap masakan. Tetapi selain memberikan rasa yang gurih, rempah ini juga memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Kelabat dapat diseduh menjadi teh yang hangat dengan cara merendamnya pada segelas air panas selama beberapa menit. Khasiat atas teh ini telah dibuktikan peneliti melalui jurnal yang berjudul Journal of Diabetes and Metabolic Disorder.

    Konsumsi teh kelabat dapat menjadi asupan serat larut yang mengikat gula darah di dalam tubuh. Sehingga gula akan dicerna sebagai karbohidrat yang terikat secara perlahan tanpa membuat insulin melonjak.

    2. Teh kayu manis

    Rasa yang manis dan aroma berempah yang menenangkan dari kayu manis paling enak dinikmati untuk bersantai. Tidak hanya sekadar merelaksasi otot tubuh tetapi konsumsi teh kayu manis juga dapat menurunkan kadar gula darah.

    Sekelompok peneliti mempublikasi hasil penelitiannya terhadap teh kayu manis melalui Journal of Medicinal Food. Dalam pengamatannya terbukti bahwa teh kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin untuk mencerna gula darah.

    Cara mengonsumsinya juga cukup mudah untuk diterapkan di rumah. Kayu manis batang dapat diseduh dengan jumlah yang secukupnya pada air panas dan biarkan terendam selama 10 menit.

    Teh herbal yang mujarab lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Teh jahe

    Dalam berbagai penelitian dan metode pengobatan alami, jahe tidak pernah luput diandalkan. Jahe memiliki manfaat kesehatan yang sangat kuat dan telah terbukti dalam berbagai penelitian serta jurnal ilmiah.

    Di dalam satu ruas jahe terdapat komponen antiinflamasi dan antioksidan yang baik. Pada Journal of Complementary and Integrative Medicine ditemukan mula bahwa jahe dapat meningkatkan kadar gula darah puasa.

    Cara kerjanya dengan menurunkan hemoglobin A1C (HbA1c) pada penderita diabetes tipe 2. Teh jahe ini dapat dibuat dengan cara merendam irisan jahe di dalam air panas selama 5-10 menit.

    4. Teh hijau

    5 Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Gula Darah dan Cegah DiabetesKandungan EGCG di dalam teh hijau dapat meningkatkan sensitvitas insulin terhadap gula darah. Foto: Getty Images/Anna Puzatykh

    Banyak manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari teh hijau dibandingkan dengan teh hitam, teh putih, atau jenis teh lainnya. Teh hijau juga seringkali digunakan guna mengendalikan kadar gula darah terutama setelah makan.

    American Journal of Clinical Nutrition, membenarkan khasiat teh hijau untuk gula darah. Disebut bahwa kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) di dalamnya dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

    Teh hijau dapat dinikmati kapanpun dan dalam kondisi apapun. Jika memiliki persediaan teh hijau di rumah dapat dimanfaatkan dengan cara menyeduhnya selama 2-3 menit menggunakan air panas.

    5. Teh bunga sepatu

    Teh bunga sepatu atau teh hibiscus memiliki rasa yang paling kuat jika dibandingkan dengan teh herbal lainnya. Teh ini memiliki rasa masam yang akan menyeruak di dalam rongga mulut tetapi setelahnya akan membuat tubuh terasa segar.

    Teh bunga sepatu ini telah berkali-kali diamati karena banyak membuat ahli penasaran dengan khasiatnya. Journal of Nutritional Biochemistry secara resmi mengungkapkan bahwa ekstrak bunga sepatu dapat mengurangi kadar gula darah puasa.

    Khasiat ini dibutuhkan oleh penderita diabetes tipe 2 yang seringkali mengalami lonjakan atau penurunan gula darah secara drastis 1 jam setelah makan. Untuk mendapatkan khasiatnya bisa dilakukan dengan menyeduh bunga sepatu yang dikeringkan selama 5-10 menit di dalam air panas.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Makanan Ini Tidak Sehat Dimakan dengan Mi Instan

    3 Makanan Ini Tidak Sehat Dimakan dengan Mi Instan


    Jakarta

    Mi instan sering kali ditambahkan topping atau dimakan bersama makanan lain agar lebih nikmat. Namun hati-hati karena efeknya bisa buruk untuk kesehatan.

    Mi instan tergolong makanan rekreasional menurut ahli gizi. Karenanya konsumsinya tak boleh terlalu sering. Mi instan kurang mengandung nutrisi untuk menyehatkan tubuh.

    Mi instan sendiri sebenarnya sudah cukup “berat”. Terbuat dari tepung terigu atau gandum, ia merupakan sumber karbohidrat utama, mirip seperti nasi.


    Ditambah lagi, mi instan biasanya tinggi kalori, natrium, dan mengandung bahan pengawet. Ketika dipadukan dengan makanan yang juga tinggi karbohidrat, lemak, atau zat aditif, makan risiko terhadap kesehatan bisa meningkat jika dikonsumsi terlalu sering.

    Beberapa makanan disarankan tidak dimakan bersama mi instan karena kombinasinya kurang menyehatkan. Berikut daftarnya:

    1. Nasi

    Korean steamed multigrain riceKorean steamed multigrain rice Foto: iStock

    Makan mi instan pakai nasi? Ini memang combo maut untuk tim “harus pakai nasi”. Sayangnya, ini bukan ide yang baik.

    Keduanya sama-sama sumber karbohidrat. Ketika dikonsumsi bersamaan, jumlah asupan karbohidrat bisa melambung tinggi.

    Efeknya? Terlalu banyak karbohidrat dapat menyebabkan kenaikan berat badan, meningkatkan kadar gula darah, dan dalam jangka panjang bisa memperburuk risiko diabetes tipe 2.

    2. Kerupuk

    Menilik Produksi UMKM Kerupuk di SurabayaKerupuk Foto: Rifki Afifan Pridiasto

    Kerupuk memang sahabat setia banyak makanan, termasuk mi instan. Namun keduanya punya karakteristik serupa: tinggi karbohidrat, lemak, dan MSG. Ini bukan kombinasi yang ideal, apalagi jika dikonsumsi terlalu sering.

    Risiko dari paduan mi instan dan kerupuk bisa meningkatkan sindrom metabolik, yaitu kumpulan kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kadar lemak tidak normal, dan semua ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

    3. Kornet dan keju

    Delicious sliced corned beef on cutting boardDelicious sliced corned beef on cutting board Foto: Getty Images/iStockphoto/fotek

    Campuran mi instan dengan topping kornet dan keju mungkin terasa nikmat di lidah. Namun ini adalah contoh klasik dari makanan olahan yang digabungkan jadi satu dan itu bisa jadi bencana untuk tubuh Anda.

    Kornet dan keju sama-sama tinggi lemak dan kalori. Ditambah lagi, mereka adalah makanan olahan, yang dikenal bisa memicu peradangan dan berbagai penyakit kronis jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

    Alih-alih menambahkan makanan yang tidak boleh dikonsumsi dengan mi instan, sebaiknya tambahkan beberapa protein seperti telur, ayam, atau daging sapi dan sayuran.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Asal Campur, 3 Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Mi Instan”

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tinggi Gula dan Kalori, Batasi Konsumsi 5 Buah Ini

    Tinggi Gula dan Kalori, Batasi Konsumsi 5 Buah Ini


    Jakarta

    Tumbuh secara alami, ternyata buah-buahan tidak selamanya menyehatkan. Itu karena ada kandungan gula berlebih hingga racun yang berbahaya.

    Buah-buahan sebenarnya merupakan pilihan makan yang sehat. Buah dikemas dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin, serat, mineral, dan antioksidan.

    Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kandungan gula dan kalorinya. Selain itu, ada juga buah yang mengandung racun berbahaya.


    Buah-buahan tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan khususnya bagi seseorang dengan kondisi tubuh tertentu, misalnya penderita diabetes, asam lambung, hingga jantung.

    Karenanya penting untuk memilih jenis buah tertentu dan perhatian porsi makannya agar tidak berlebihan. Dikutip dari Times of India (05/07/24) berikut buah yang tidak sesehat yang dibayangkan:

    1. Jeruk

    10 Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Janin Beserta Saran Porsi yang TepatJeruk memiliki rasa asam yang bisa berisiko bagi penderita GERD. Foto: Getty Images/MmeEmil

    Jeruk dikenal dengan vitamin C-nya yang tinggi. Dalam 100 gram jeruk terdapat sekitar 200 mg vitamin C. Ini sangat bagus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Namun, bagi sebagian orang, jeruk bukanlah buah yang menyehatkan. Ini karena rasanya yang cenderung asam, sehingga bisa menyebabkan refluks asam atau asam lambung.

    Hal tersebut telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Gastroenterology and Hepatology.

    Bagi penderita asam lambung atau GERD hindari mengonsumsi jeruk. Keasaman pada jeruk dapat mengiritasi lapisan esofagus dan memperburuk peradangan.

    2. Leci

    Leci memiliki rasa manis yang menyegarkan. Teksturnya juicy dan harum. Buah ini juga kaya akan antioksidan dan vitamin. Namun, leci juga mengandung racun berbahaya.

    Terdapat racun yang disebut hipoglisin A pada leci. Racun tersebut dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara signifikan, terutama jika dimakan saat perut kosong.

    Sebuah studi Journal of Investigative Medicine menemukan banyak kasus di mana banyak anak-anak menderita hipoglikemia akut karena kebanyakan makan leci saat perut kosong.

    Bagi kamu dengan kadar gula darah yang mudah berfluktuasi atau yang rentan terhadap hipoglikemia, maka diimbau untuk tidak terlalu sering makan buah leci.

    Buah yang tidak sesehat yang dibayangkan ada di halaman selanjutnya.

    3. Kurma

    racikan air kurma yang bermanfaatKurma mengandung gula yang tinggi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kurma sering dipuji-puji sebagai pemanis alami. Manfaatnya pun banyak, karena kurma mengandung mineral penting seperti potasium dan magnesium.

    Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kandungan gulanya yang tinggi. Dalam 100 gram kurma, mengandung 63 gram gula. Ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

    Tentu bisa mengkhawatirkan bagi penderita diabetes. American Diabetes Association menyarankan untuk tidak mengonsumsi gula secara berlebihan.

    4. Kelapa Kering

    Kelapa kering biasanya digunakan sebagai campuran makanan penutup atau camilan. Namun, perlu hati-hati karena kelapa kering bisa menjadi bom kalori.

    Dalam 100 gram dried coconut mengandung 501 kalori dan 41,68 gram lemak jenuh. Kandungan tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Menurut studi di American Journal of Clinical Nutrition, makanan yang tinggi lemak jenuh juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

    5. Produk olahan buah

    ilustrasi jus buah nagaJus buah bisa berbahaya karena sering diberi gula tambahan. Foto: Getty Images/tashka2000

    Selain dapat dimakan utuh, buah-buahan juga banyak diolah menjadi berbagai camilan dan minuman. Karenanya, perhatikanlah jumlah gula yang terkandung.

    Biasanya produk olahan gula selalu diberi tambahan gula, meskipun sebenarnya buah-buahan secara alami memiliki rasa manis. Selain itu, proses pembuatan produk olahan buah juga bisa berbahaya.

    Biasanya produk tersebut diolah menjadi buah kalengan dalam sirup, jus buah, dan buah kering. World Health Organization merekomendasikan untuk membatasi tambahan gula hingga kurang dari 10% dari asupan kalori harian. Hal tersebut untuk mengurangi risiko obesitas dan diabetes.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Cara Mengurangi Kadar Gula Dalam Nasi Putih


    Jakarta

    Nasi jadi sumber karbohidrat favorit orang Indonesia. Namun kini mulai dijauhi karena kandungan gula dalam nasi putih cukup tinggi.

    Banyak orang yang menjalani diet untuk turunkan berat badan atau mencegah penyakit kronis tak lagi mau mengonsumsi nasi putih. Nasi putih sudah diberi predikat penyebab kegemukan atau gula darah naik.

    Lalu bagaimana cara mengurangi kadar gula dalam nasi putih?


    Penderita diabetes seringkali menghindari konsumsi nasi putih karena angka indeks glikemik (GI) yang tinggi. Indeks glikemik yang tinggi membuat gula darah melonjak.

    Baca juga: 5 Makanan Alami Penurun Gula Darah dari Alpukat hingga Beras Merah

    Cara mengurangi kadar gula dalam nasi putih

    Mencegah gula berlebih yang masuk ke dalam tubuh bisa jadi langkah tepat untuk menghindari berbagai penyakit. Kamu bisa mengikuti berbagai cara mengurangi kadar gula dalam nasi putih berikut ini.

    1. Rendam beras sebelum dimasak

    Merendam beras selama beberapa jam sebelum dimasak bisa membantu mengatasi indeks glikemik tinggi di nasi. Mengutip Indian Express, merendam beras bisa membantu mengaktifkan pemecahan enzimatik pada kandungan pati di beras yang membuat karbohidrat kompleks menjadi gula yang lebih sederhana.

    Cara ini berpotensi mengurangi lonjakan gula darah saat nasi dikonsumsi. Nutrisi yang ada pun lebih mudah dicerna.

    Hot cooked rice with steam rising.Mendinginkan nasi sebelum dimakan dapat membantu menurunkan kadar gula darahnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/motosuke_moku

    2. Biarkan nasi hingga dingin setelah masak

    Sekelompok peneliti Polandia dari Poznan University of Medical Sciences mempelajari 32 pasien diabetes tipe 1.Mereka membandingkan kadar gula setelah makan dua makanan yang berbeda.

    Makanan pertama adalah nasi putih, sekitar 46 gram karbohidrat nasi segar. Makanan kedua dengan porsi yang sama, tetapi dibiarkan dingin di lemari es selama 24 jam, lalu dipanaskan kembali sebelum dimakan.

    Hasilnya, mengutip Business Insider, makan nasi yang didinginkan bisa menurunkan kadar gula secara signifikan dibanding nasi segar yang baru matang.

    3. Padukan dengan sumber nutrisi lain

    Mengutip Hindustian Times, seorang ahli gizi Bhuvan Rastogi mengatakan bahwa makan nasi putih dapat diseimbangkan dengan menambahkan protein dan serat yang akan membantu mencegah lonjakan gula darah.

    Contoh sederhananya, kurangi porsi nasi dan tambahkan porsi sayuran dan sumber protein agar nutrisi tetap tercukupi tanpa asupan karbohidrat berlebihan.

    Baca juga: Riders Manggung Bernadya, Buah hingga Camilan Wajib Ada!

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Minuman Tanpa Gula Tambahan yang Berkhasiat Turunkan Gula Darah


    Jakarta

    Tidak hanya makanan, jenis minuman yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan ketika punya gula darah tinggi. Sejumlah minuman tanpa tambahan gula ini pun mampu membantu turunkan gula darah alami.

    Hiperglikemia atau gula darah tinggi merupakan kondisi ketika kadar gula atau glukosa dalam darah meningkat. Siapapun bisa mengalaminya, bahkan pada orang yang tidak menderita diabetes.

    Kondisi seperti ini bisa terjadi pada orang dengan masalah kesehatan tertentu, mulai dari gangguan metabolisme, gangguan hormon, infeksi, stress, dan lain sebagainya. Gejala-gejala yang sering ditunjukkan ketika kadar gula darah meningkat yaitu sering merasa lapar, haus, mulut kering, hingga sering buang air kecil.


    Kadar gula darah harus dijaga agar tetap normal. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko bahaya, seperti kerusakan ginjal hingga saraf.

    Oleh karena itu, penting menjaga kadar gula darah normal. Salah satunya dengan menjaga pola makan. Selain mengonsumsi makanan tinggi gula dan kalori, penting juga memerhatikan minuman yang dikonsumsi. Pilih minuman yang bernutrisi dan tanpa tambahan gula untuk menjaga gula darah tetap terkendali.

    Melansir Eating Well (29/11/2024), berikut 4 minuman tanpa gula tambahan:

    1. Teh

    Teh hitamTeh hitam tanpa tambahan gula bisa menurunkan kadar gula darah. Foto: iStock

    Teh salah satu minuman yang direkomendasikan karena dapat meningkatkan aktivitas insulin, hormon yang dapat menurunkan kadar gula darah.

    Menurut penelitian yang disebut Eating Well, jenis-jenis teh yang dapat dikonsumsi yaitu teh hitam, teh hijau, dan teh oolong karena telah terbukti meningkatkan aktivitas insulin berkat antioksidan dan senyawa bioaktifnya.

    Meskipun begitu, aktivitas meningkatnya insulin ini kemungkinan tidak cukup signifikan untuk menurunkan gula darah, terutama ketika diminum dalam jumlah banyak. Karenanya, tetap perlu mengawasi kadar gula darah atau menghubungi dokter jika tak membaik.

    Perlu diingat untuk tidak menambahkan gula atau pemanis buatan apapun ke dalam teh untuk hasil yang maksimal. Namun, teh ini bisa dicampur dengan sejumlah rempah sehat, seperti kayu manis yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah.

    2. Kopi

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanKopi hitam juga baik untuk menurunkan risiko doabetes atau menurunkan kadar gula darah. Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya juga menjadi pilihan yang tepat untuk membantu menurunkan kadar gula darah.

    Para peneliti yang disebut situs EatingWell menemukan kaitan antara konsumsi kopi secara teratur dengan penurunan risiko diabetes tipe-2. Di dalam kopi terkandung komponen, seperti asam klorogenat yang berfungsi menjaga kadar gula dalam darah.

    Masalah yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah bukan kopinya, melainkan jika kopi itu ditambah dengan krimer, susu, sirup, whipped cream, atau cokelat.

    Untuk pilihan lebih sehat, bisa menambahkan kayu manis ke dalam kopi. Ahli gizi Amy Davis menjelaskan bahwa kopi dan kayu manis menjadi kombo sempurna. Kopi kaya akan antioksidan dan kayu manis dapat membantu memindahkan gula ke dalam sel, sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin.

    Daftar minuman tanpa tambahan gula lain bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Susu

    Alternatif Susu Pengganti Susu SapiSusu juga menjadi salah satu minuman yang mampu menurunkan kadar gula darah. Foto: Getty Images

    Tidak selamanya susu berbahaya karena susu sebenarnya bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini disebabkan oleh kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak di dalam susu.

    Susu sapi segar disebut sebagai pilihan terbaik untuk atasi masalah ini. Sebab, kandungan lemak dan protein di dalamnya mampu melambatkan proses penyerapan gula dalam darah.

    Pilihan lainnya, susu low-fat (rendah lemak) atau susu kedelai murni tanpa tambahan gula.

    4. Infused water

    Ilustrasi infused water jeruk nipisInfused water menjadi pilihan yang menyenangkan tanpa takut kadar gu;a darah meningkat. Foto: Getty Images/Rocky89

    Jika bosan dengan air putih biasa, kamu bisa mempertimbangkan untuk minum air putih yang dicampur buah dan herba. Misalnya ditambah potongan buah segar atau daun herbal untuk memberikan sensasi rasa tambahan yang menyegarkan. Potongan buah yang bisa dicampur ke dalam air putih ini mulai dari kiwi, lemon, jeruk, semangka, strawberry, daun mint, dan lain sebagainya.

    Infused water menjadi pilihan sehat dan menyegarkan karena dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil. Minuman ini mampu menggantikan minuman berkalori tinggi sekaligus mengurangi asupan gula dan kalori berlebih.

    5. Hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih minuman

    Selain minuman yang disebutkan sebelumnya, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan saat memilih minuman untuk menurunkan atau menjaga kadar gula darah.

    Pertama, pilihlah minuman rendah karbohidrat. Meskipun minuman itu diklaim tidak mengandung gula tambahan, tetapi bisa jadi masih mengandung karbohidrat yang tetap memengaruhi kadar gula darah. Periksa label fakta nutrisi untuk mengetahui seberapa banyak karbohidrat di dalamnya.

    Bisa juga pilih minuman yang kaya akan serat atau protein untuk membantu memperlambat kenaikan gula darah.

    Pilih juga minuman yang mengandung sedikit atau tanpa tambahan gula sama sekali.

    Perhatikan kandungan jus buah murni 100% atau susu. Pasalnya, minuman ini masih mengandung gula alami, dengan sedikit protein dan serat yang dapat meningkatkan gula darah dengan cepat.

    Minuman mengandung serat, seperti smoothie juga bisa dicoba. Kandungan serat di dalamnya mampu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat, sehingga membantu menjaga kadar gula darah.

    Minuman berprotein tinggi dan tanpa atau rendah gula juga menjadi opsi yang tepat. Sebab, protein membantu menstabilkan gula darah dengan memperlambat penyerapan karbohidrat gula alami dalam minuman.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan Kaya Serat Ini Ampuh Turunkan Gula Darah Tinggi


    Jakarta

    Menjaga kadar gula darah tetap stabil memang bukan hal mudah. Namun, kamu bisa memulainya dengan mengubah pola makan, termasuk mengonsumsi makanan kaya serat.

    Kondisi gula darah tinggi perlu diwaspadai. Hal tersebut terjadi ketika terlalu banyak gula atau glukosa dalam darah. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika kadar insulin di dalam tubuh terlalu sedikit atau tubuh tidak bisa mengelola insulin dengan baik, akhirnya menyebabkan resistensi insulin.

    Beberapa faktor bisa menyebabkan gula darah melonjak. Mulai dari genetik, stress, atau kondisi kesehatan yang buruk. Namun, salah satu penyebab utama yaitu gaya hidup tidak sehat.


    Normalnya, kadar gula darah seseorang dalam keadaan puasa yaitu 70-99 mg/dL. Sedangkan, dalam keadaan tidak puasa adalah 70-139 mg/dL. Pengecekan ini biasa dilakukan dua jam setelah makan.

    Ketika kadar gula darah lebih dari angka tersebut, kamu perlu berhati-hati. Mulailah mengubah pola makan, termasuk memasukkan makanan tinggi serat ke dalam menu harian.

    Serat merupakan jenis karbohidrat yang umumnya ditemukan pada makanan nabati. Tidak seperti lemak, protein, karbohidrat, dan lainnya, serat tidak dapat begitu saja diserap atau dicerna oleh tubuh. Serat perlu melewati usus atau saluran pencernaan. Karenanya, serat dikenal dengan perannya yang mampu mendukung pencernaan.

    Di sisi lain, serat sebenarnya menawarkan manfaat untuk penderita diabetes. Serat mampu memperlambat penyerapan gula, menjaga kadar gula darah tetap stabil, mencegah penyakit jantung, hingga membantu penurunan berat badan.

    Penderita diabetes melitus atau mereka yang punya kadar gula darah tinggi bisa mencoba menurukannya dengan konsumsi makanan berserat tinggi ini.

    Melansir Health Shots (01/12/2024), berikut rekomendasi 5 makanan kaya serat yang ampuh menjaga kadar gula darah:

    1. Alpukat

    AlpukatAlpukat kaya serat dan dapat membantu turunkan gula darah. Foto: Getty Images/ASMR

    Dalam 100 gram alpukat, terkandung sekitar 6,7 gram serat.

    Kandungan serat dalam alpukat dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga mencegah lonjakan gula darah setelah makan.

    Alpukat juga terkenal dengan kandungan lemak sehatnya atau lemak tak jenuh tunggal yang mampu mengurangi peradangan sebagai faktor risiko utama perkembangan diabetes.

    Buah ini juga memiliki indeks glikemik rendah di bawah 55 dan bebas gula olahan yang mampu mencegah lonjakan gula darah.

    Untuk mengonsumsinya, alpukat bisa dimakan utuh begitu saja dan harus dikonsumsi sewajarnya. Konsumsi alpukat maksimal 2 buah per hari.

    2. Brokoli

    Ilustrasi tumis brokoli udangBrokoli juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Foto: Getty Images/Kritchai Chaibangyang

    Brokoli terkenal sebagai sayuran hijau tinggi serat. Dalam 100 gram brokoli terkandung 2,8 gram serat.

    Serat tersebut tidak hanya memperlancar pencernaan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi komplikasi terkait diabetes.

    Kandungan sulforaphane, sejenis isothiocyanate di dalamnya juga memiliki sifat penurun gula darah dan berperan sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas hingga mencegah kerusakan sel.

    Brokoli bisa diolah menjadi beragam hidangan enak. Perhatikan juga penyimpanannya. Hindari menyimpan brokoli di freezer karena bisa merusaknya.

    Daftar makanan lain yang kaya serat bisa dilihat pada halaman selanjutan!

    3. Wortel

    Kacau! Belasan Orang Keracunan Wortel hingga Ditarik dari SupermarketWortel juga punya indeks glikemiik rendah yang tidak akan menyebakan lonjakan gula darah. Foto: Getty Images/_nf

    Wortel juga termasuk makanan rendah kalori dan tinggi serat. Dalam tiap 100 gramnya terkandung 2,8 gram serat.

    Makanan ini memiliki indeks glikemik rendah sebesar 35 per 80 gram sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah ketika dikonsumsi. Kandungan seratnya juga mampu menurunkan glukosa dalam jangka panjang.

    Serat yang tinggi dalam wortel juga bisa memperlambat konversi karnohidrat menjadi gula, sehingga meningkatkan gula dalam darah secara perlahan.

    Rasa manis alami di dalam wortel juga mampu memuaskan keinginan makan makanan manis, tanpa menyebabkan lonjakan gula darah.

    4. Apel

    apple isolated on wood backgroundKandungan serat dalam apel juga bagus untuk atasi lonjakan gula darah. Foto: iStock

    Makanan yang mengandung serat larut ini juga bisa dimasukkan ke dalam menu diet harian. Di dalam 100 gram buah apel terkandung 2,6 gram serat.

    Kandungan serat pektin pada apel mampu mengontrol gula darah dengan memperlambat pencernaan gula dalam darah. Kondisi ini membantu gula masuk ke dalam darah secara perlahan, sehingga tidak terjadi lonjakan tiba-tiba.

    Polifenol dalam apel juga mampu mempelambat proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh dan menurunkan kadar gula darah.

    Apel pun bisa menjadi camilan sehat yang tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah.

    5. Ubi jalar

    Kandungan nutrisi dalam ubi termasuk serat, bisa membantu mengendalikan gula darah dalam berbagai cara.

    Mulai dari karbohidrat dan serat kompleks yang dicerna secara perlahan oleh tubuh, sehingga membantu mengendalikan gula darah. Kandungan serat sejumlah 6,6 gram ini juga dapat menyehatkan pencernaan.

    Ubi jalar juga termasuk makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Dalam satu porsi ubi jalar rebus memiliki indeks glikemik sebesar 63, dimana lebih kecil daripada kentang rebus yang berjumlah 78.

    Kandungan indeks glikemik ini menunjukkan bahwa memakan ubi jalar tidak akan menaikkan gula darah dengan cepat.

    Setiap ubi jalar, baik yang berwarna putih, ungu, oranye, sebenarnya mengandung vitamin dan mineral serupa. Namun, ada ubi tertentu yang memiliki komponen aktif dan tidak ditemukan di ubi lain.

    Adalah ubi ungu yang memiliki senyawa antioksidan berupa antosianin dan fenolik. Kandungan tersebut berpotensi memperbaiki sensitivitas inuslin pada pasien diabetes tipe-2.

    (aqr/aqr)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Fakta Konsumsi Nasi di Balik Mitos Bikin BB hingga Gula Darah Naik

    4 Fakta Konsumsi Nasi di Balik Mitos Bikin BB hingga Gula Darah Naik


    Jakarta

    Konsumsi nasi disebut cepat menaikkan berat badan. Namun, seorang ahli gizi mengungkap bahwa itu hanyalah mitos. Ini faktanya!

    Konsumsi nasi sering dihindari karena kandungan karbohidratnya dianggap dapat menaikkan berat badan. Banyak orang, terutama pelaku diet, akhirnya menghindari makan nasi.

    Namun, ahli gizi Nidhi Kakar asal India mengklarifikasi hal tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataan nasi menyebabkan berat badan naik adalah mitos belaka.


    Mengutip Food NDTV (02/07/25) berikut penjelasan ahli gizi mengenai nutrisi nasi:

    1. Apakah benar makan nasi bikin berat badan naik?

    White rice in bowlIlustrasi nasi putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita

    Ahli gizi Nidhi menjelaskan konsumsi nasi tidak menyebabkan berat badan naik ataupun menyebabkan lemak perut. Itu semua tergantung dengan kalori yang diasup.

    Semakin banyak makan nasi, maka semakin banyak kalori yang diasup. Peluang berat badan bertambah akan terjadi jika kamu terlalu banyak makan nasi dan kurangnya aktivitas.

    2. Bolehkan penderita diabetes makan nasi?

    Nasi juga kerap dikaitkan dengan risiko diabetes karena kandungan gula di dalamnya. Namun, ahli gizi Nidhi menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar sama sekali.

    “Penderita diabetes tetap bisa memakan nasi, tapi dalam jumlah sedang. Akan lebih baik dipadukan dengan protein, lemak sehat, dan sayuran,” tuturnya.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nasi mengandung energi, vitamin B, dan zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh. Mengonsumsi nasi juga bagus untuk mengatasi masalah pencernaan.

    Fakta tentang nasi putih ada di halaman selanjutnya.

    3. Nasi merah lebih sehat daripada nasi putih

    Rice red in bowl isolated on blue grey background has spoon close up, top view, Asian food and drink concept.Ilustrasi nasi merah. Foto: Getty Images/NNK

    Banyak pelaku diet yang beralih ke nasi merah untuk menggantikan nasi putih, karena dianggap lebih sehat. Namun, faktanya tidak demikian.

    Menurut ahli gizi Nidhi, tidak semua cocok dengan nasi merah. Sebagian orang merasa bahwa nasi merah lebih sulit dicerna karena mengandung serat dan antinutrisi.

    4. Apakah nasi dingin lebih sehat?

    Nasi dingin lebih sehat dibandingkan nasi hangat bisa jadi benar. Itu karena nasi dingin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi hangat.

    Mendinginkan nasi meningkatkan pati resisten, yang dicerna lebih lambat dan membantu mengatur gula darah. Kadar gula darah juga tidak akan naik terlalu cepat.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com