Tag: ikan

  • Protein Hewani Bersumber dari Apa Saja? Ini Jawabannya

    Jakarta

    Protein adalah salah satu makronutrien yang dibutuhkan tubuh. Protein bersumber dari hewan maupun tumbuhan.

    Protein dari hewan dikenal dengan sebutan protein hewani, sementara protein dari tumbuhan disebut protein nabati. Protein hewani tidak hanya berasal dari daging hewan seperti ikan, ayam, dan sapi, lho. Protein hewani juga berasal dari produk-produk hewani.

    Sumber Protein Hewani

    Protein hewani bersumber dari apa saja? Ini dia sumber-sumber protein hewani.

    1. Daging Tanpa Lemak

    Sumber protein hewani yang pertama adalah daging tanpa lemak. Mengutip Harvard Health Publishing, daging ayam, sapi, dan kalkun merupakan sumber protein yang baik. Tak hanya itu, daging juga kaya akan zat besi dan zink.


    Untuk menghindari lemak jenuh yang tidak sehat, pilih bagian yang rendah lemak, seperti daging giling atau dada ayam tanpa kulit.

    2. Ikan

    Sumber protein hewani selanjutnya adalah ikan. Ikan salmon, tuna, dan makarel kaya akan protein dan asam lemak omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.

    Jika ingin sering memakan ikan, pilihlah yang rendah kandungan merkuri, seperti ikan salmon, teri, dan trout.

    3. Produk Olahan Susu

    Orang yang menjalani pola makan vegetarian tetap bisa mendapatkan protein hewani, sebab protein hewani juga bersumber dari susu dan produk olahannya.

    Contohnya, susu, keju, dan yoghurt kaya akan protein, kalsium, dan nutrisi lain yang baik untuk tubuh.

    Perlu diingat, produk olahan susu biasanya memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Jadi, sebaiknya batasi konsumsi keju dan pilihlah susu dan yoghurt rendah lemak.

    4. Telur

    Sumber protein hewani selanjutnya adalah telur. Telur mengandung berbagai macam asam amino yang diperlukan tubuh, sehingga telur adalah sumber protein yang komplet. Tak hanya itu, telur juga sumber vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan.

    5. Hewan Laut

    Bukan hanya ikan, berbagai jenis hewan laut lain juga kaya akan protein, lho. Mengutip Livestrong, hewan laut seperti udang, kerang, dan tiram juga bisa jadi sumber protein hewani.

    Pentingnya Protein Hewani

    Penting untuk mendapatkan asupan protein hewani yang cukup. Menurut situs resmi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, rendahnya asupan protein hewani pada balita dapat mengakibatkan stunting pada anak.

    Selain itu, mengutip situs resmi Rumah Sakit Universitas Indonesia, protein hewani kaya akan mikronutrien sebagai berikut.

    • Vitamin B12 berperan dalam menjaga kesehatan saraf dan otak serta pembentukan sel darah merah.
    • Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium dan sistem kekebalan tubuh.
    • DHA (docosahexaenoic acid) berperan dalam kesehatan otak anak.
    • Zat besi mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan meningkatkan sistem imun tubuh.
    • Zink berperan dalam mendukung pencernaan, sistem imun tubuh, serta masa pemulihan.

    Berapa Banyak Asupan Protein yang Dibutuhkan Per Hari?

    Apakah konsumsi protein harianmu sudah cukup? Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia, berikut asupan protein harian yang dianjurkan berdasarkan umur dan jenis kelamin.

    Asupan Protein Harian untuk Bayi

    • Usia 0-5 bulan: 9 gram
    • Usia 6-11 bulan: 15 gram
    • Usia 1-3 tahun: 20 gram
    • Usia 4-6 tahun: 25 gram
    • Usia 7-9 tahun: 40 gram

    Asupan Protein Harian untuk Laki-laki

    • Usia 10-12 tahun: 50 gram
    • Usia 13-15 tahun: 70 gram
    • Usia 16-18 tahun: 75 gram
    • Usia 19-29 tahun: 65 gram
    • Usia 30-49 tahun: 65 gram
    • Usia 50-64 tahun: 65 gram
    • Usia 65-80 tahun: 64 gram
    • Usia 80 tahun ke atas: 64 gram

    Asupan Protein Harian untuk Perempuan

    • Usia 10-12 tahun: 55 gram
    • Usia 13-15 tahun: 65 gram
    • Usia 16-18 tahun: 65 gram
    • Usia 19-29 tahun: 60 gram
    • Usia 30-49 tahun: 60 gram
    • Usia 50-64 tahun: 60 gram
    • Usia 65-80 tahun: 58 gram
    • Usia 80 tahun ke atas: 58 gram

    Jadi, protein hewani bersumber dari daging hewan, hewan laut, dan berbagai produk olahan hewan seperti telur dan susu.

    Penting untuk memenuhi asupan protein sehari-hari, salah satunya dari protein hewani. Semoga bermanfaat!

    (khq/khq)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Jenis Ikan yang Harganya Murah Ini Ternyata Bernutrisi Tinggi

    5 Jenis Ikan yang Harganya Murah Ini Ternyata Bernutrisi Tinggi


    Jakarta

    Tak kalah dari jenis ikan dengan harga yang mahal, beberapa ikan ‘murah’ ini mengandung nutrisi yang tinggi. Di antaranya ikan lele, kembung, hingga bandeng.

    Ikan merupakan jenis protein hewani yang umum dikonsumsi setiap hari. Salah satu alternatif asupan protein yang harganya terjangkau dengan rasa lezat.

    Dilansir dari berbagai sumber, ternyata jenis ikan yang harganya murah juga tak kalah menyehatkan. Bahkan, beberapa jenis yang mudah ditemui di pasaran Indonesia memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan ikan-ikan impor.


    Berikut 5 jenis ikan murah yang kaya nutrisi:

    1. Ikan Kembung

    Resep Pindang Ikan Kembung Bumbu Kecap PedasIkan Kembung Foto: iStock

    Nutrisi ikan kembung per 100 gram terdiri atas kandungan omega-3 sebesar 2,6 gram. Kandungan nutrisi lain berupa 9,36 gram, 64 miligram kolesterol, 19,2 gram protein, 167 kcal energi, dan 0,9 miligram zat besi, seperti dikutip dari akun Instagram @indonesiabaik.id (25/7).

    Menurut Food Struct, kandungan mineral ikan kembung ternyata berlebih. Di antaranya ada magnesium, fosfor, zinc, zat besi, copper, selenium, dan lainnya.

    Ikan kembung juga lebih unggul dari segi harga. Di pasaran, ikan kembung ini dibanderol Rp 25.000 – Rp 35.000 per kilogram. Bisa ditemui di segala pasar di Indonesia dan cara mengolahnya juga mudah.

    2. Ikan Lele

    Ikan Lele yang Murah dan Kaya Nutrisi Punya 4 Manfaat Sehat IniIkan Lele yang Murah dan Kaya Nutrisi Punya 4 Manfaat Sehat Ini Foto: Getty Images/Kadek Bonit Permadi

    Ikan lele juga termasuk jenis ikan yang umum ditemui di Indonesia. Harganya pun sangat ramah di kantong, rasanya juga gurih lezat. Umumnya ikan lele digoreng renyah.

    Menurut Fatsecret, beragam nutrisi penting terdapat di dalam ikan lele (100 gram). Di antaranya ada 240 kcal energi, lemak 14,53 mg, kolesterol 69 mg, sodium 398 mg, karbohidrat 8,54 gram, serat 0,5 gram, dan protein 17,5 gram.

    Ikan lele juga didukung dengan vitamin dan mineral. Di antaranya ada kalsium, zat besi, potassium, vitamin A, dan vitamin C.

    3. Ikan Patin

    Resep Gulai Ikan PatinIkan Patin Foto: iStock

    Ikan patin juga mudah ditemui di pasaran Indonesia. Biasanya ikan satu ini dijadikan olahan ikan goreng, bisa juga dinikmati bersama kuah pindang yang segar.

    Jenis ikan ini juga mengandung nutrisi yang tinggi. Kaya akan Omega-3 dan proteinnya sangatlah tinggi. Tak salah menjadikannya alternatif santapan setiap harinya.

    Dalam 100 gram ikan patin, kandungan nutrisinya terdiri atas energi 92 kcal, 15 gram protein, lemak 3,5 gram, dan kolesterol 80 mg. Kandungan lainnya ada vitamin B12.

    4. Ikan Teri

    Resep Ikan Teri Goreng TepungIkan Teri Foto: iStockphoto

    Ikan teri juga termasuk jenis ikan yang menyehatkan. Namun, jenisnya juga perlu diperhatikan, karena yang diasinkan sudah pasti tak sehat. Pilih ikan teri yang masih basah.

    Menurut USDA, dalam 100 gram ikan teri mengandung 210 kcal, lemak 2,2 gram, kolesterol 85 mg, protein 29 gram, dan lainnya. Ikan teri ini juga tinggi mengandung sejumlah mineral, seperti zat besi, magnesium, dan kalsium.

    5. Ikan Tongkol

    Manfaat ikan tongkol untuk ibu hamilikan tongkol Foto: Getty Images/Antoksena

    Satu lagi jenis ikan yang bisa menjadi alternatif santapan sehat dengan harga terjangkau. Yaitu ikan tongkol, jenis ikan laut dengan daging yang tebal dan bercita rasa gurih.

    Dalam masakan Indonesia, ikan tongkol ini kerap dinikmati dengan cara digoreng. Banyak juga yang membuatnya dengan racikan kuah gulai, kuah kuning, dan sup asam segar.

    Menurut USDA, kandungan ikan tongkol per 100 gram juga beragam. Di antaranya jumlah kalori 131 kcal, lemak 0,4 gram, kolesterol 60 mg, dan protein 28 gram. Selain itu, ikan tongkol juga mengandung vitamin C, vitamin B6, dan vitamin B12. Kandungan mineral seperti zat besi, magnesium, dan kalsium juga ada di dalamnnya.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 3 Ikan yang Punya Kalsium Tinggi, Baik untuk Kesehatan Tulang

    Jakarta

    Susu dan keju merupakan sumber makanan yang mengandung kalsium tinggi. Namun, masih ada banyak makanan lain yang punya kalsium tinggi, salah satunya adalah ikan.

    Sedikit informasi, kalsium merupakan mineral yang sangat penting bagi tubuh. Sebab, kalsium dibutuhkan untuk proses pembentukan serta perbaikan tulang dan gigi.

    Lantas, apa saja ikan yang mengandung kalsium tinggi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    3 Ikan dengan Kalsium Tinggi

    Ada sejumlah ikan yang dikenal kaya akan kalsium tinggi. Dengan mengkonsumsinya secara rutin, hal ini dapat membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi.

    Penasaran? berikut macam-macam ikan yang punya kalsium tinggi:

    1. Ikan Sarden

    Ikan sarden, terutama sarden kaleng, mengandung kalsium tinggi yang baik untuk kesehatan tulang. Kandungan tersebut berasal dari bagian tulang ikan yang bisa dimakan.

    Mengutip Healthline, dalam 92 gram ikan sarden mampu memenuhi 27 persen kalsium harian. Ikan sarden juga mengandung protein dan asam lemak omega-3 yang baik untuk menjaga kesehatan jantung, otak, dan kulit.

    2. Ikan Salmon

    Selain ikan sarden, ikan salmon kalengan juga kaya akan kalsium, lho. Dalam 85 gram ikan salmon dapat memenuhi 19 persen asupan kalsium harian tubuh.

    Tak hanya tinggi kalsium, ikan salmon juga dikenal kaya akan asam lemak omega-3. Lalu, ikan salmon juga memiliki selenium yang tinggi, yaitu jenis mineral yang dapat mencegah timbulnya keracunan akibat konsumsi merkuri.

    3. Ikan Teri

    Ikan teri merupakan salah satu jenis ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Ternyata, ikan ini juga mengandung kalsium tinggi.

    Mengutip Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram ikan teri yang masih segar dan belum diolah mengandung sekitar 1.200 miligram kalsium. Selain itu, ikan teri juga kaya akan mineral lainnya, seperti zat besi dan fosfor.

    Ikan teri dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat, seperti sambal ikan teri, ikan teri goreng ketumbar, ikan teri goreng tepung, hingga teri wijen ala Korea.

    Manfaat Kalsium bagi Tubuh

    Secara umum, kalsium adalah mineral yang baik untuk tulang dan gigi. Namun tak hanya itu, ada sejumlah manfaat lain dari kalsium bagi tubuh.

    Dilansir situs Medical News Today, berikut sejumlah manfaat kalsium bagi tubuh:

    1. Mengatur Kontraksi Otot

    Kalsium dapat membantu mengatur kontraksi otot. Ketika saraf merangsang otot, tubuh akan melepas kalsium. Nah, kalsium dapat membantu protein dalam otot untuk melakukan kontraksi.

    2. Menjaga Kesehatan Jantung

    Mengkonsumsi makanan berkalsium tinggi juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kalsium dapat membantu otot jantung untuk berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga peredaran darah menjadi lancar.

    3. Memaksimalkan Fungsi Saraf

    Manfaat lain dari kalsium adalah dapat menjaga fungsi saraf. Perlu diketahui, sistem saraf membutuhkan asupan kalsium agar dapat mengirim sinyal dari otak ke seluruh tubuh. Maka dari itu, kalsium berperan penting dalam memaksimalkan fungsi saraf.

    Itu dia 3 ikan yang punya kalsium tinggi. Mana jenis ikan yang paling sering dikonsumsi?

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • Heboh Temuan Cacing dalam Daging Ikan, Apakah Berbahaya?


    Jakarta

    Saat Olimpiade Paris lalu, para atlet protes karena menemukan cacing dalam daging ikan. Cacing disebut-sebut umum ditemukan di ikan, tetapi bisa dihindari dengan cara ini!

    Makanan menjadi pusat perhatian saat Olimpiade Paris lalu. Banyak laporan beredar terkait makanan yang didistribusikan di Olympic Village. Beberapa atlet pun merasa kecewa dengan makanan yang mereka terima.

    Salah satu insiden yang paling heboh ketika beberapa atlet mengklaim bahwa mereka menemukan cacing pada daging ikan.


    Kejadian ini pun akhirnya menimbulkan banyak pertanyaan tentang cacing pada ikan, serta seberapa umum hal ini terjadi. Namun, nyatanya cacing memang umum ditemukan pada ikan.

    Hal tersebut memang tidak jarang terjadi, tetapi bisa dihindari juga. Melansir foodandwine.com (15/08/2024), berikut penjelasannya.

    1. Cara cacing bisa masuk ke dalam ikan

    Ngeri! Atlet Ini Temukan Cacing pada Menu Ikan di Olimpiade ParisAtlet olimpiade mengungkap temukan cacing pada hidangan ikan mereka. Foto: Jack Spister Photography

    Ada beberapa cara cacing masuk ke dalam tubuh ikan. Menurut pakar keamanan pangan, Ellen Shumaker Ph.D, ikan dapat tertular parasit usus, seperti cacing pipih atau cacing pita dengan memakan hewan laut yang terinfeksi.

    Parasit seperti itu umumnya ditemukan di ikan air tawar dan air asin. Ketika ikan memakan krustasea yang terinfeksi, larva parasit bermigrasi ke dalam daging ikan dan ke dalam organnya.

    Saat larva telah matang dan berkembang menjadi cacing, cacing ini pun bisa terlihat di dalam tubuh ikan yang dikonsumsi.

    Erin Arneson, spesialis makanan laut di University of Georgia Marine Extension dan Gerogia Sea Gran juga mengungkap jika ikan dapat terkena trematoda, yaitu parasit yang masuk ke kulit mereka.

    Parasit-parasit seperti ini cukup umum ditemukan pada ikan kod, ikan haddock, dan ikan salmon. Cacing-cacing itu bisa saja terlihat di dalam ikan maupun tidak. Biasanya cacing pada ikan punya ukuran kecil dan warnanya putih hampir bening.

    Menurut Shannon Stover, pada ikan, seperti kod, cacing mungkin punya warna lebih menonjol dan gelap, seperti potongan rumput laut yang tidak beraturan.

    2. Bahaya cacing di dalam ikan

    5 Fakta Garis-garis Putih yang Ada pada Daging Ikan SalmonJika cacing ditemukan dalam ikan yang sudah masak, maka itu tidak terlalu berisiko. Foto: iStock

    Cacing di dalam ikan bisa membuat seseorang jatuh sakit, tetapi itu tergantung dari bagaimana ikan diolah.

    Cacing parasit menimbulkan bahaya bagi kesehatan terbesar saat ikan dikonsumsi mentah. Untuk mengendalikan parasit pada ikan mentah, dagingnya harus dibekukan pada suhu -0,5 derajat celcius dan disimpan pada suhu tersebut setidaknya 15 jam.

    Sayangnya, sebagian freezer rumahan memiliki suhu berkisar antara 0 sampai -12 derajat celcius yang mungkin tidak cukup dingin untuk membunuh parasit.

    Namun, Hadwon menyatakan cacing pada ikan yang dibekukan atau dimasak akan mati dan tidak berbahaya. Jika kebetulan memakan ikan yang kurang matang atau sushi yang tidak dibekukan dengan benar, barulah akan ada risiko berbahaya.

    Gejala dari infeksi dari kontaminasi cacing bisa beragam. Beberapa orang yang terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala apapun, tetapi beberapa lainnya bisa jadi mengalami masalah gastrointestinal, seperti diare, muntah, sakit perut, dan penurunan berat badan.

    Beberapa orang juga bisa saja mengalami reaksi, sekalipun cacing sudah mati. Beberapa kasus mengalami reaksi alergi terhadap cacing parasit meskipun cacing sudah dibunuh melalui proses pembekuan atau pemasakan.

    Hal yang perlu dilakukan saat menemukan cacing dalam ikan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Hal yang harus dilakukan saat melihat cacing di dalam ikan

    Cacing memang bisa muncul dalam ikan. Jika melihat cacing di ikan, sebaiknya hindari memakannya. Terlebih ketika melihatnya pada ikan yang kurang matang. Sebaiknya dihindari karena berisiko terkena infeksi parasit.

    Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan cara teraman saat memakan ikan yaitu dengan memasaknya terlebih dahulu.

    Namun, jika ikan sudah matang sepenuhnya dan kamu baru menyadari ketika ikan sudah masuk mulut, kemungkinan besar kamu akan baik-baik saja.

    Para ahli mengatakan hal ini hanya menggarisbawahi pentingnya menjaga keamanan pangan pada ikan. Jika panduan untuk memasak atau membekukan ikan benar diikuti, semua risiko ini bisa dicegah.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 7 Ikan yang Bisa Mengandung Merkuri Tinggi, Hati-hati

    Jakarta

    Ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk tubuh. Namun,tak semua ikan dapat memberikan manfaat, sebab ada beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi.

    Sebagai informasi, merkuri adalah logam berat yang ditemukan secara alami di tanah, air, dan udara. Senyawa ini dilepaskan ke lingkungan dengan berbagai cara, termasuk lewat proses industri seperti pembakaran batu bara atau peristiwa alam misalnya letusan gunung berapi.

    Nah, manusia juga bisa terpapar merkuri lewat berbagai cara, salah satunya dengan mengkonsumsi ikan dan kerang. Soalnya, kedua hewan ini dapat menyerap merkuri yang diakibatkan pencemaran air.


    Food and Drug Administration (FDA) menemukan bahwa ada beberapa jenis ikan yang bisa mengandung merkuri tinggi. Apa saja jenis ikan tersebut? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi

    Pada dasarnya, hampir semua ikan mengandung merkuri. Namun, sebagian besar ikan memiliki kadar merkuri yang sangat rendah sehingga tidak berbahaya bagi manusia.

    Untuk mengukur kadar merkuri dalam ikan diukur dengan satuan parts per million (ppm) atau bagian per juta.

    Dilansir situs Very Well Fit, berikut daftar ikan yang bisa mengandung merkuri tinggi berdasarkan hasil penelitian FDA:

    1. Tilefish

    Tilefish atau ikan jabat merupakan salah satu ikan yang mengandung merkuri tinggi. Ikan yang berasal dari Teluk Meksiko ini mengandung merkuri sebesar 1.123 ppm.

    Alasan tilefish mengandung merkuri tinggi karena durasi hidupnya yang lebih lama dibandingkan jenis-jenis ikan lainnya, sehingga lebih banyak menyerap merkuri.

    2. Swordfish

    Swordfish atau dikenal juga ikan todak memiliki bentuk yang menyerupai seperti pedang di bagian ujungnya. Meski banyak dijual bebas di pasaran, ternyata swordfish mengandung merkuri cukup tinggi mencapai 995 ppm.

    3. King Mackerel

    King mackerel atau kerap disebut ikan tenggiri raja menjadi salah satu jenis ikan yang banyak diburu pemancing. Sayangnya, king mackerel mengandung merkuri tinggi sebesar 730 ppm.

    4. Ikan Tuna

    Ikan tuna cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena mengandung protein tinggi. Namun, ada satu jenis ikan tuna yang mesti dihindari, yaitu ikan tuna mata besar (big eye).

    Sebab, ikan ini mengandung merkuri sebesar 689 ppm. Masyarakat dihimbau untuk lebih hati-hati dan bijak saat memilih jenis ikan tuna.

    5. Orange Roughy

    Ikan yang satu ini merupakan spesies predator yang hidup di gunung bawah laut. Biasanya, orange roughy kerap ditemukan di laut dalam atau cekungan laut di seluruh dunia.

    Orange roughy merupakan salah satu jenis ikan yang berbahaya karena mengandung merkuri sebesar 571 ppm. Hal ini disebabkan karena orange roughy memiliki umur panjang yang bisa mencapai 150 tahun.

    6. Ikan Marlin

    Ikan yang satu ini memiliki harga yang mahal. Soalnya, daging ikan marlin punya tekstur yang lembut dan juicy di mulut.

    Meski terasa nikmat, sayangnya ikan marlin cukup berbahaya untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak karena mengandung merkuri sebesar 485 ppm.

    7. Ikan Hiu

    Ikan hiu merupakan salah satu predator laut yang telah membunuh banyak manusia. Meski begitu, daging ikan hiu masih sering dikonsumsi oleh sebagian orang di belahan dunia.

    Namun, perlu diingat bahwa ikan hiu sebenarnya tak layak dikonsumsi. Sebab, ikan ini mengandung merkuri tinggi sebesar 979 ppm. Jadi, sebaiknya cari ikan jenis lainnya yang mengandung merkuri rendah.

    Risiko Mengkonsumsi Ikan yang Mengandung Merkuri Tinggi

    Sejak akhir 1990-an, FDA telah menghimbau tentang bahaya mengkonsumsi terlalu banyak ikan dengan kadar merkuri tinggi. Sebab, ikan yang punya merkuri tinggi bisa memicu kerusakan pada saraf otak, khususnya bagi anak kecil dan ibu hamil.

    Selain itu, merkuri yang masuk ke dalam tubuh juga bisa menyebabkan sejumlah kondisi lain, seperti kelumpuhan otak, kebutaan, masalah kesehatan mental, masalah paru-paru, hingga gangguan pertumbuhan.

    Selain pada anak-anak dan ibu hamil, terlalu banyak mengkonsumsi ikan yang mengandung merkuri tinggi juga berbahaya bagi orang dewasa. Sebab, kadar merkuri tinggi bisa memicu kerusakan permanen pada ginjal dan otak.

    Itu dia tujuh ikan yang mengandung merkuri tinggi. So, sebaiknya pilih jenis ikan lainnya yang rendah merkuri dan kaya akan protein.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Jenis Ikan Paling Sehat dan Bagus Buat Diet

    5 Jenis Ikan Paling Sehat dan Bagus Buat Diet


    Jakarta

    Ikan adalah salah satu sumber protein menyehatkan. Namun, jenis ikan yang dikonsumsi harus diperhatikan karena ada yang cocok dan ada yang perlu dibatasi.

    Beragam jenis ikan bisa dikonsumsi. Setiap jenisnya juga mengandung nutrisi yang berbeda-beda. Meskipun ikan direkomendasikan sebagai bagian dari pola makan gizi seimbang, tetapi ada pilihan yang lebih sehat daripada yang lain.

    Ikan paling sehat untuk dikonsumsi yaitu yang rendah kontaminan dan kaya akan nutrisi, seperti asam lemak omega-3, yodium, selenium, vitamin D, dan asam amino. Pilih juga ikan yang rendah kalori dan tinggi protein.


    Meskipun ikan yang dibudidayakan atau ditangkap secara berkelanjutan merupakan pilihan layak, tetapi ada beberapa pertimbangan yang perlu diingat.

    Kontaminan, seperti merkuri dapat membahayakan perkembangan otak. Memilih ikan yang rendah merkuri sangat penting, terutama selama kehamilan, menyusui, dan pada anak-anak.

    Mengonsumsi jenis ikan pilihan secara teratur dapat bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Khususnya, meningkatkan kesehatan jantung, kesehatan metabolisme, dan keseimbangan hormon.

    Lantas, diantara banyaknya jenis ikan, mana yang paling baik untuk kesehatan? Merangkum verywellhealth.com (19/09/2024), berikut daftarnya menurut para ahli.

    1. Ikan salmon

    Fakta tentang ikan salmonIkan salmon menjadi salah satu yang menyehatkan karena mengandung asam lemak omega-3. Foto: iStock

    Ikan salmon menjadi salah satu yang terbaik karena kaya akan nutrisi. Salmon mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi dan rendah merkuri. Sehingga, menjadi pilihan sehat dan rendah kontaminan.

    Ikan salmon juga mengandung nutrisi pendukung, seperti protein asam amino, dan berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin D, zat besi, kalsium, dan kalium.

    Jika ingin mengonsumsi ikan salmon, sebaiknya juga memilih yang kualitasnya paling baik. Menurut sebuah penelitian yang disebut Very Well Health, ikan salmon yang diternakkan dan yang ditangkap di alam liar secara statistik punya profil nutrisi yang serupa.

    Berarti, ikan salmon yang diternakkan belum tentu lebih sehat. Sebab, ikan salmon yang diternakkan mungkin mengandung antibiotik dan komponen lain yang tidak ditemukan pada ikan salmon yang ditangkap di alam liar.

    Beberapa negara juga ada yang mengatur jumlah antibiotik yang dapat digunakan oleh peternakan ikan, tetapi ada juga negara yang tidak.

    Namun, secara umum, kamu bisa memilih jenis salmon segar dan berkualitas baik dengan melihat beberapa ciri. Mulai dari melihat warna dagingnya. Pilih salmon yang punya warna merah muda atau cenderung orange cerah dan tidak pucat.

    Pilih juga yang dagingnya terasa lunak saat ditekan, tetapi tidak mudah hancur. Jangan pilih ikan salmon yang aromanya terlalu amis, tetapi pilih yang aromanya segar seperti mencium aroma laut.

    2. Ikan makarel

    resep makarel kalenganIkan makarel juga bisa dikonsumsi karena dapat menjaga kesehatan. Foto: Istimewa

    Makarel adalah nama untuk berbagai ikan dari keluarga Scombridae. Ikan makarel mengandung asam lemak omega-3 dan lemak sehat lainnya.

    Ikan makarel Atlantik merupakan pilihan yang berkelanjutan dan sehat, mengandung protein rendah lemak, kalsium, magnesium, kalium, selenium, dan vitamin B.

    Ikan makarel juga menjadi sumber vitamin D yang baik untuk membantu proses penyerapan kalsium dan fosfor dalam tubuh. Ikan makarel dapat menjaga kesehatan jantung berkat kandungan asam lemak omega-3 nya.

    Saat memilih ikan makarel, kamu harus mempertimbangkan beberapa faktor agar mendapat ikan yang berkualitas. Dari segi tampilan, pilih yang segar dan punya aroma tidak amis, serta teksturnya cenderung kenyal.

    Daftar ikan lain yang menyehatkan dan cocok untuk diet bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Ikan sarden

    ikan sardenikan sarden direkomendasikan karena sumber asam lemak omega-3 yang baik. Foto: istimewa

    Ikan sarden juga menjadi pilihan tepat jika ingin menambahkan ikan ke dalam menu diet. Ikan sarden merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik, serta mengandung kalsium tinggi.

    Mengonsumsi ikan sarden dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung karena kandungan kalium, magnesium, seng, dan niasin didalamnya. Sarden juga mengandung zat besi lebih tinggi daripada jenis ikan lainnya.

    Namun, hindari mengonsumsi ikan sarden kalengan karena mengandung garam yang cenderung tinggi. Lebih baik pilih ikan sarden utuh yang segar, tidak berbau busuk, dan kulitnya masih berkilau.

    4. Ikan teri anchovy

    Resep Ikan Teri Goreng TepungSiapa sangka ikan teri anchovy juga baik karena padat nutrisi. Foto: iStockphoto

    Ikan teri jenis anchovy juga merupakan jenis ikan yang baik untuk kesehatan. Meskipun ukurannya kecil, tetapi padat nutrisi, seperti asam lemak omega-3, kalsium, zat besi, magnesium, kalium, dan vitamin B.

    Kandungan kalsium di dalamnya berperan dalam membangun tulang dan gigi yang kuat, menjaga kesehatan jantung, dan membuat saraf dan otot bekerja dengan baik.

    Asam lemak omega-3 nya juga baik untuk pertumbuhan dan perkembangan otak. Kehadiran zat besi di dalamnya juga penting untuk pembentukan hemoglobin, yaitu komponen sel darah merah yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

    Ikan teri anchovy banyak ditemukan di beberapa perairan Indonesia, seperti perairan Sumatera dan Jawa. Selain mengandung banyak manfaat, ikan teri ini juga direkomendasikan karena rendah merkuri.

    5. Ikan kembung

    Ikan kembung juga tergolong sebagai ikan yang tinggi protein dan rendah lemak. Dalam 100 gram ikan kembung mengandung sekitar 21 gram protein dan 3 gram lemak.

    Karena kaya akan protein, jenis ikan ini pun dapat mempercepat laju metabolisme tubuh. Semakin cepat metabolisme, maka semakin banyak jumlah kalori yang dibakar, sehingga berat badan juga ikut menurun.

    Namun, jika ingin mengonsumsi ikan kembung, lebih baik diolah dengan cara dipanggang, dikukus, atau ditumis dengan rempah-rempah. Kamu tetap boleh mengonsumsi ikan kembung digoreng, tetapi minyaknya jangan terlalu banyak.

    Opsi lain yaitu dengan mengganti minyak sayur dengan minyak lebih sehat, seperti minyak jagung, minyak zaitun, atau minyak kanola.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! 5 Jenis Ikan yang Murah Harganya tapi Bernutrisi Tinggi

    Catat! 5 Jenis Ikan yang Murah Harganya tapi Bernutrisi Tinggi


    Jakarta

    Ikan menjadi salah satu sumber protein andalan di Indonesia. Beberapa jenis ikan tergolong murah dan mudah didapat. Meski harganya terjangkau, nutrisinya tak dapat disepelekan.

    Selain daging sapi dan ayam, ikan merupakan sumber protein hewani menyehatkan. Tekstur dagingnya yang lembut juga membuat ikan disukai banyak orang. Ditambah, ikan mudah diolah dengan berbagai teknik dan bumbu masak.

    Di pasaran, ikan bisa didapat dengan mudah di pasar tradisional atau pun supermarket. Beberapa jenisnya dibanderol dengan harga terjangkau alias murah.


    Di balik harganya yang murah, nutrisi ikan ini tidak dapat disepelekan. Bahkan bisa bersaing dengan ikan-ikan impor.

    Berikut 5 jenis ikan murah yang kaya nutrisi:

    1. Ikan kembung

    Ilustrasi ikan kembung.Ikan kembung tinggi omega 3 dan protein. Foto: Getty Images/RistoArnaudov

    Dalam 100 gram ikan kembung mengandung omega-3 sebesar 2,6 gram. Kandungan nutrisi lain berupa 64 miligram kolesterol, 19,2 gram protein, 167 kcal energi, dan 0,9 miligram zat besi, seperti dikutip dari akun Instagram @indonesiabaik.id (25/7).

    Menurut Food Struct, kandungan mineral ikan kembung juga banyak. Di antaranya ada magnesium, fosfor, zinc, zat besi, copper, selenium, dan lainnya.

    Ikan kembung juga lebih unggul dari segi harga. Di pasaran, ikan kembung dibanderol Rp 25.000 – Rp 35.000 per kilogram. Bisa ditemui di segala pasar di Indonesia dan cara mengolahnya juga mudah.

    2. Ikan lele

    Ikan lele juga termasuk jenis ikan yang umum ditemui di Indonesia. Harganya pun sangat ramah di kantong, rasanya juga gurih lezat. Umumnya ikan lele digoreng renyah.

    Menurut Fatsecret, beragam nutrisi penting terdapat di dalam ikan lele (100 gram). Di antaranya ada 240 kcal energi, lemak 14,53 mg, kolesterol 69 mg, sodium 398 mg, karbohidrat 8,54 gram, serat 0,5 gram, dan protein 17,5 gram.

    Ikan lele juga mengandung beragam vitamin dan mineral. Di antaranya ada kalsium, zat besi, potassium, vitamin A, dan vitamin C.

    3. Ikan patin

    Ikan patin umum digoreng atau diolah menjadi pindang yang segar. Jenis ikan ini tinggi nutrisi. Keunggulannya adalah kaya akan omega 3 dan protein.

    Dalam 100 gram ikan patin, kandungan nutrisinya terdiri atas energi 92 kcal, 15 gram protein, lemak 3,5 gram, dan kolesterol 80 mg. Kandungan lainnya ada vitamin B12.

    Ikan murah kaya nutrisi masih ada di halaman selanjutnya.

    4. Ikan teri

    Resep Ikan Teri Goreng TepungIkan teri basah mengandung tinggi protein dan mineral. Foto: iStockphoto

    Ikan teri juga termasuk jenis ikan yang menyehatkan. Namun, jenisnya juga perlu diperhatikan, karena yang diasinkan sudah pasti kurang menyehatkan. Pilih ikan teri yang masih basah.

    Menurut USDA, dalam 100 gram ikan teri mengandung 210 kcal, lemak 2,2 gram, kolesterol 85 mg, protein 29 gram, dan lainnya. Ikan teri juga mengandung sejumlah mineral, seperti zat besi, magnesium, dan kalsium.

    5. Ikan tongkol

    Satu lagi jenis ikan yang bisa menjadi alternatif santapan sehat dengan harga terjangkau, ikan tongkol. Jenis ikan laut ini punya daging yang tebal dan bercita rasa gurih.

    Dalam masakan Indonesia, ikan tongkol kerap dinikmati dengan cara digoreng. Banyak juga yang membuatnya dengan racikan kuah gulai, kuah kuning, dan sup asam segar.

    Menurut USDA, kandungan ikan tongkol per 100 gram juga beragam. Di antaranya jumlah kalori 131 kcal, lemak 0,4 gram, kolesterol 60 mg, dan protein 28 gram. Selain itu, ikan tongkol juga mengandung vitamin C, vitamin B6, dan vitamin B12. Kandungan mineral seperti zat besi, magnesium, dan kalsium juga bisa didapat lewat konsumsi ikan tongkol.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Buset! Ikan Mas Raksasa Ini Beratnya Setara Anak 10 Tahun

    Buset! Ikan Mas Raksasa Ini Beratnya Setara Anak 10 Tahun

    Jakarta

    Seorang pemancing di Prancis sukses mencetak rekor luar biasa setelah berhasil menangkap ikan mas hibrida raksasa seberat 30 kilogram, setara dengan berat rata-rata anak berusia 10 tahun. Ikan unik tersebut, yang dijuluki The Carrot, ditangkap di BlueWater Lakes, sebuah lokasi pemancingan terkenal di kawasan Champagne, Prancis.

    Ikan bernama The Carrot ini bukan ikan sembarangan. Ia merupakan hasil persilangan antara ikan mas dan ikan koi, dilepaskan ke perairan BlueWater sekitar 20 tahun lalu. Seiring waktu, The Carrot tumbuh menjadi salah satu ikan mas terbesar di dunia, menarik perhatian para pemancing internasional yang berburu rekor.


    Pemancing asal Inggris bernama Andy Hackett menjadi sosok beruntung yang berhasil menangkapnya pada 2022. Ia butuh waktu sekitar 25 menit untuk menarik ikan raksasa itu ke permukaan. Setelah berfoto dengan tangkapannya, Hackett dengan hati-hati melepaskan kembali The Carrot ke perairan agar tetap hidup dan berkembang.

    Mengapa Ikan Mas Bisa Tumbuh Sebesar Itu?

    Ukuran ikan mas sangat bergantung pada lingkungannya. Dalam akuarium kecil, ikan cenderung tetap kecil karena stres dan keterbatasan ruang. Namun jika dipelihara di tangki besar atau danau buatan dengan pakan melimpah, pertumbuhannya bisa sangat cepat.

    Lingkungan seperti BlueWater Lakes memberikan kondisi ideal bagi ikan seperti The Carrot untuk mencapai ukuran luar biasa-panjang lebih dari 1 meter dan berat 30 kilogram. Tak hanya luas, area perairan kaya nutrisi.

    Faktor lain, sebagai spesies hibrida karper-koi, The Carrot memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan metabolisme cepat yang memungkinkan pertumbuhan ekstrem. Dalam kondisi ideal, ikan mas dapat terus tumbuh selama hidupnya.

    Ikan Mas, Si Penakluk Ekosistem

    Di berbagai negara seperti Amerika Serikat dan Kanada, ikan mas telah dianggap sebagai spesies invasif. Mereka kerap mengaduk dasar danau, merusak tanaman air, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Dengan nafsu makan besar, ikan mas dapat memakan hampir semua jenis organisme kecil di perairan.

    Selain itu, ikan mas juga dapat membawa parasit dan penyakit yang berpotensi menular ke ikan lokal. Karena itu, sejumlah negara melarang keras praktik pembuangan ikan peliharaan ke sungai atau danau.

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • Sumber Protein Sehat, Tapi Ini 4 Risiko Makan Ikan Berlebihan

    Sumber Protein Sehat, Tapi Ini 4 Risiko Makan Ikan Berlebihan


    Jakarta

    Ikan terkenal sebagai sumber protein sehat, tapi ternyata mengonsumsinya berlebihan juga bisa berefek negatif untuk tubuh. Mulai dari paparan merkuri hingga risiko alergi.

    Ikan sering disebut sebagai salah satu makanan tersehat di dunia. Ikan kaya asam lemak omega 3 yang menyehatkan, sumber protein minim lemak, hingga mengandung berbagai vitamin penting untuk kesehatan tubuh.

    Dikutip dari Times of India (27/8/2025), rutin konsumsi ikan dikaitkan dengan manfaat sehat. Mulai dari menyehatkan jantung, meningkatkan fungsi otak, dan kesehatan secara umum.


    Namun, seperti hal lain yang tidak bagus jika berlebihan, maka konsumsi ikan pun begitu. Bagi beberapa orang, ikan bisa memicu alergi hingga menyebabkan kenaikan berat badan jika tidak dikonsumsi dengan tepat.

    Berikut risiko makan ikan berlebihan untuk kesehatan:

    1. Paparan merkuri berlebih

    Salah satu hal utama yang disorot dari konsumsi ikan berlebihan adalah paparan merkuri berlebih. Ikan laut ukuran besar, seperti tuna, makarel, dan ikan todak, sering kali tinggi kandungan merkuri. Hal ini lantaran bioakumulasi dalam rantai makanan mereka.

    Ketika jenis ikan tersebut dikonsumsi berlebihan, maka paparan merkuri yang lambat laun menumpuk di tubuh, akan memicu komplikasi kesehatan. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports menemukan konsumsi 1 porsi ikan tuna kalengan (80 gram untuk orang dewasa, 40 gram untuk anak-anak) tidak meningkatkan risiko kesehatan, tetapi risikonya meningkat jika jumlahnya lebih dari itu.

    Efek kelebihan merkuri dalam tubuh adalah merusak sistem saraf dan menyebabkan masalah neurologis, seperti kehilangan memori, tremor, hingga sulit konsentrasi. Bahkan bisa memicu gangguan mood seperti depresi dan rasa resah. Pakar kesehatan pun merekomendasikan tidak terlalu banyak makan ikan tinggi merkuri dan konsumsi ikan pada porsi secukupnya.

    2. Risiko keracunan makanan

    Tragis! Orang-orang Ini Tewas karena Alergi dan Keracunan MakananFoto: Getty Images/Doucefleur

    Risiko lain dari kebanyakan makan ikan adalah keracunan makanan, apalagi jika ikan tidak disimpan atau dimasak dengan tepat. Ikan termasuk bahan makanan segar yang mudah terkontaminasi bakteri, parasit, atau toksin.

    Risiko keracunan ikan semakin tinggi saat dimakan dalam keadaan basi, mentah, atau kurang matang. Efeknya bisa nyeri perut, diare, mual, muntah, sampai demam.

    Beberapa jenis ikan juga dapat menjadi tempat berkembang biaknya parasit seperti cacing pita. Risiko ini semakin besar saat ikan tidak dimasak matang sempurna. Perhatikan juga konsumsi ikan segar dan mentah, seperti sashimi. Pastikan mendapatkannya dari sumber terpercaya agar tidak menimbulkan risiko keracunan makanan.

    3. Alergi

    Pada beberapa orang, konsumsi ikan bisa memicu reaksi alergi. Ada yang baru terasa ketika memakannya dalam jumlah banyak, tapi ada juga yang sudah mendapati efek alergi meski baru makan sedikit ikan.

    Gejala alergi yang muncul bisa berupa ruam kulit, gatal, bengkak, biduran, dan kesulitan bernapas. Karena itu, mereka yang sudah tahu alergi ikan, harus menghindari konsumsi ikan sepenuhnya atau mengonsumsinya degan bijak.

    4. Kenaikan berat badan

    A close-up view of a young woman standing on a weighing scale, focusing on her feet and the display as she checks her weight. The scene highlights the importance of health and self-awareness in maintaining a balanced lifestyle.Foto: Getty Images/Thai Liang Lim

    Ikan menyehatkan ketika diolah dengan cara tepat, seperti dikukus atau dipanggang. Hindari makan ikan yang digoreng dalam banyak minyak atau ikan berlapis tepung karena bisa meningkatkan asupan kalori dan lemak tak sehat pada tubuh.

    Jika hal tersebut dilakukan, maka bukan tidak mungkin berat badan akan bertambah. Disertai peningkatan risiko kenaikan kolesterol dan risiko penyakit jantung. Ikan lebih baik diolah dengan cara yang lebih sehat dan minim minyak agar nutrisinya tidak sia-sia.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hiu Vs Lumba-lumba, Menang Siapa?

    Hiu Vs Lumba-lumba, Menang Siapa?



    Jakarta

    Lautan dipenuhi oleh ikan dan sebagian mamalia. Dua yang mencolok yaitu spesies hiu dan lumba-lumba. Jika bertemu untuk bertarung, siapa yang menang antara hiu dengan lumba-lumba?

    Secara singkat, pertarungan satu lawan satu antara hiu dan lumba-lumba bisa diprediksi dengan ukuran hiu yang lebih besar dan kekuatan gigi yang mengerikan. Namun, dalam kondisi tertentu, sekelompok lumba-lumba bisa menakuti satu hiu.

    Untuk membedah perbandingan hiu dan lumba-lumba, berikut ini penjelasannya, dikutip dari AZ Animals.


    Fisik Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dapat memiliki berat lebih dari 450 kg dan tumbuh hingga 6 meter. Hiu putih besar, bahkan beratnya dapat mencapai 2.200 kg.

    Sementara lumba-lumba memiliki berat sekitar 280 kg dan dapat tumbuh hingga 4,5 meter. Spesies lumba-lumba terbesar (tidak termasuk paus pembunuh) adalah paus pilot, yang juga dapat tumbuh hingga 2.200 kg.

    Secara rata-rata, hiu putih besar memiliki berat lebih dari rata-rata lumba-lumba hidung botol. Ini artinya, hiu lebih unggul dari lumba-lumba soal ukuran.

    Meski secara ukuran lebih besar, hiu bisa mengimbangi lumba-lumba soal kecepatan. Lumba-lumba dapat mencapai kecepatan 32,18 km/jam dalam situasi yang tepat.

    Tak kalah gesit, hiu bisa bergerak dengan kecepatan antara 32,18 sampai 56,3 km/jam. Hiu menggunakan gerakan ekor dan tubuh yang bergelombang dan menyamping.

    Kekuatan Gigitan Hiu vs Lumba-lumba

    Hiu dan lumba-lumba sama-sama menggunakan gigi mereka untuk menyerang mangsa. Hiu memiliki gigitan terkuat yang pernah diukur di planet ini, yaitu pada tekanan 4.000 PSI atau lebih.

    Kekuatan itu tercipta dari gigi hiu yang panjangnya mencapai 15 cm dan totalnya terdapat 300 gigi yang dapat merobek daging.

    Sementara lumba-lumba memiliki hingga 268 gigi tajam yang digunakan untuk merobek daging mangsanya. Namun, daya gigitannya sangat rendah dibandingkan dengan mangsa lainnya.

    Meski begitu, lumba-lumba memiliki indra pendengaran yang menakjubkan, penglihatan yang baik, dan kemampuan memanfaatkan ekolokasi yang mendeteksi makhluk lain dengan ketepatan yang menakjubkan.

    Hiu juga memiliki indra yang kuat. Terutama penglihatan yang tajam, bahkan dalam kondisi minim cahaya. Selain itu, juga indra penciuman yang sangat tajam, yang mampu mendeteksi 1 bagian per 10 miliar bagian zat dalam air.

    Jika Bertarung, Siapa yang Akan Menang antara Hiu dan Lumba-lumba?

    Meskipun sama-sama hidup di air, lumba-lumba adalah mamalia dan hiu adalah ikan bertulang rawan. Hiu lebih berat, lebih panjang, dan lebih mematikan daripada lumba-lumba.

    Dalam pertarungan satu lawan satu, hiu akan menang melawan lumba-lumba. Ini karena hiu lebih kuat, lebih besar, dan lebih peka terhadap predator dibandingkan hiu lainnya.

    Lumba-lumba, meskipun cerdas, tidak memiliki kemampuan fisik untuk menangkis serangan hiu dan tidak dapat menimbulkan kerusakan yang cukup untuk membunuh hiu sendirian. Kecuali, jenis orca yang bisa menang melawan hiu.

    Jadi, jika di wilayah yang sama, hiu kemungkinan besar akan merasakan kehadiran lumba-lumba terlebih dahulu. Kecuali jika lumba-lumba tersebut menggunakan ekolokasi.

    Setelah hiu menyerang, hanya perlu satu atau dua gigitan bagi hiu untuk menimbulkan kerusakan yang cukup parah, sehingga lumba-lumba tersebut akan lumpuh total. Namun, akan berbeda jika lumba-lumba tidak sendirian.

    Sebab, lumba-lumba hidup dalam kelompok yang bisa beranggotakan lebih dari 1.000 ekor. Sementara hiu cenderung lebih mandiri.

    Lumba-lumba juga lebih cerdas daripada hiu, sehingga mereka bisa mengatur strategi dalam kelompok untuk menyerang hiu yang sendirian. Dengan kecerdasan dan kerja sama kelompoknya, lumba-lumba bisa menakuti hiu dan membuatnya menghindar dari area mereka.

    (faz/nwk)



    Sumber : www.detik.com