Jogja –
Kebiasaan minum kopi sulit ditinggalkan mayoritas orang Indonesia. Lantas, benarkah minum kopi setiap hari berbahaya? Kenali efeknya untuk kesehatan tubuh.
Selain aroma harum dan rasa nikmat, konsumsi kopi memang telah terbukti memiliki beragam manfaat sehat. Dilansir Healthline, salah satu manfaat minum kopi adalah melawan rasa lelah sekaligus meningkatkan energi tubuh. Khasiat lainnya adalah mengurangi risiko diabetes tipe 2, mendukung kesehatan otak, mereduksi risiko depresi, dan menyehatkan jantung.
Secara umum, konsumsi kopi tidak menimbulkan efek buruk untuk kesehatan, bahkan cenderung memberi dampak baik. Meski begitu, kamu perlu tahu efek konsumsi kopi setiap hari yang mungkin muncul jika dikonsumsi terlalu banyak.
Efek samping kebanyakan minum kopi
Efek minum kopi. Foto: iStock |
Salah satu kandungan dalam kopi yang menyebabkan minuman ini dibutuhkan adalah kafein. Namun ternyata, terlalu banyak kafein juga bisa membawa efek samping bagi tubuh. Berdasar uraian dari Healthline dan Medical News Today, berikut beberapa efeknya:
1. Kecemasan berlebih
Kafein bekerja dengan cara memblokir efek adenosin, zat kimia otak yang menyebabkan rasa lelah. Selain itu, kafein juga memicu pelepasan adrenalin sehingga memampukan orang yang mengonsumsinya mendapat ‘tambahan’ energi.
Dalam dosis tinggi, kafein justru menyebabkan kecemasan dan rasa gugup berlebihan. Efek ini bakal terasa apabila kafein dikonsumsi lebih dari batas amannya. Khusus orang yang sensitif, anxiety mungkin terasa biarpun hanya sedikit mengonsumsi kafein.
2. Masalah kehamilan
Ibu hamil yang minum lebih dari 300 miligram kafein atau mudahnya 3 cangkir kopi sehari, dapat mengalami hambatan pertumbuhan janin dan irama jantung tidak normal pada janin. Bukan hanya itu, kemungkinan loss pregnancy juga ada.
3. Insomnia
Insomnia Foto: Getty Images/demaerre |
Kamu mungkin sudah tahu banyak orang minum kopi agar terjaga dan mampu beraktivitas dengan penuh semangat. Sayangnya, efek ini bak pedang bermata dua. Orang yang terlalu banyak minum kopi bisa jadi kesulitan tidur.
Sebuah penelitian menemukan kalau semakin tinggi asupan kafein, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan seseorang untuk jatuh tertidur. Di samping itu, durasi tidur berkurang yang pada gilirannya menyebabkan kualitas tidur menurun.
4. Tekanan darah tinggi
Meski secara keseluruhan kafein tidak menaikkan risiko penyakit jantung atau stroke, senyawa satu ini terbukti meningkatkan tekanan darah. Efek ini bersifat sementara dan paling memengaruhi orang yang tidak terbiasa minum kopi.
Sudah jadi pengetahuan umum bahwa tekanan darah merupakan salah satu faktor sakit jantung dan stroke. Pasalnya, bila terus-terusan bertekanan darah tinggi, pembuluh arteri dapat rusak sehingga aliran darah terganggu.
5. Sakit kepala
Studi yang dilakukan berbasis populasi menemukan hasil menarik tentang efek kafein bagi tubuh. Asupan senyawa dini melalui makanan dan obat-obatan mungkin menjadi salah satu faktor penyebab sakit kepala kronis setiap hari.
6. Rasa lelah berlebihan
Rasa lelah berlebihan Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes |
Memang benar kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi tubuh sekaligus menghilangkan kelelahan. Namun, begitu efek temporal ini lenyap, kelelahan hebat bakal dirasa. Oleh karena itu, disarankan mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang alih-alih tinggi untuk meminimalisir efek kelelahan ini.
7. Sering buang air kecil
Karena bersifat diuretik, minum kopi sehari-hari menyebabkan peningkatan keinginan buang air kecil (BAK). Hal ini disebabkan efek stimulasi kafein pada kandung kemih.
Sering BAK bukan hanya sebatas gangguan terhadap fokus saja. Studi tahun 2024 menemukan keterkaitan konsumsi kafein berlebih dengan peningkatan risiko kandung kemih basah dan terlalu aktif/overactive bladder (OAB).
8. Ketergantungan
Kafein yang dikonsumsi secara terus-menerus dapat menyebabkan ketergantungan psikologis atau fisik. Meski begitu, sifat adiktif kafein tidak sama dengan yang dihasilkan obat-obatan terlarang semacam kokain dan amfetamin.
9. Asam urat
asam urat Foto: ilustrasi/thinkstock |
Orang yang punya masalah asam urat disarankan tidak minum kopi berlebih. Apabila larangan ini dilanggar, serangan berulang asam urat yang menyakitkan di titik-titik tertentu akan terasa.
Saat seseorang mengonsumsi kafein berlebihan, metabolisme purin bisa meningkat sehingga kadar asam urat dalam darah ikut naik. Selain itu, kafein juga bersifat diuretik yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan membuat konsentrasi asam urat semakin tinggi di darah.
10. Detak jantung cepat
Asupan kafein tinggi menyebabkan jantung berdetak dengan cepat. Kondisi tersebut pada gilirannya memengaruhi perubahan irama detak jantung atau fibrilasi atrium. Masalah ini dapat berdampak serius jika tidak ditangani karena aliran darah menjadi tak efisien.
Cara sehat minum kopi setiap hari
Cara sehat minum kopi Foto: iStock |
Agar kebiasaan minum kopi sehari-hari tidak menimbulkan efek buruk, kamu mesti mengetahui batas amannya. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyebut batasnya adalah 400 miligram sehari.
Jumlah itu kira-kira setara dengan 2 sampai 3 gelas cangkir kopi. Meski begitu, perlu diingat, setiap orang punya sensitivitas yang berbeda-beda terhadap kafein. Selain itu, kondisi kesehatan yang sedang dialami juga perlu dipertimbangkan.
Keterangan serupa dibawakan oleh Elizabeth Shaw, seorang ahli gizi. Ia menyebut konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak menimbulkan dampak buruk, tetapi justru memberi manfaat kesehatan.
“Penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang (biasanya 3 hingga 4 cangkir sehari) pada individu sehat tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan dan justru dapat memberikan beberapa manfaat,” terangnya, dikutip laman Eating Well pada Selasa (14/10/2025).
Khusus ibu hamil, batas asupan kafein harian berbeda lagi. Menurut keterangan dalam Jurnal Nutrients bertajuk ‘Caffeine Intake throughout Pregnancy, and Factors Associated with Non-Compliance with Recommendations: A Cohort Study’ oleh Maria Rosario Roman-Galvez dkk, batas amannya adalah 200 miligram per hari.
Penyebab batasan kafein untuk ibu hamil ini disebabkan adanya beberapa dampak buruk yang mungkin timbul, seperti keguguran, lahir mati, dan berat badan lahir bayi rendah. Sebagai informasi, 200 mg/hari adalah sekitar dua cangkir kopi.
(sob/adr)
Ngopi atau Ngeteh, Mana yang Lebih Baik Buat Gaya Hidup Sehat?
Jakarta –
Kopi dan teh merupakan dua jenis minuman populer untuk mengawali pagi. Di antara keduanya, mana yang lebih sehat? Begini penjelasan ahli gizi.
Selama berabad-abad, kopi dan teh dinikmati oleh banyak orang di dunia. Keduanya memiliki beragam manfaat sehat.
Namun dari sisi nutrisi, sebenarnya lebih sehat ngopi atau ngeteh? Dikutip dari Eating Well (9/8/2025), ahli gizi Lauren Manaker mengungkap penjelasannya.
Manfaat Sehat Kopi
Kopi adalah sumber antioksidan yang penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat paparan radikal bebas. Secara khusus, kopi mengandung antioksidan kuat bernama asam klorogenat yang baik untuk kesehatan usus, meningkatkan kontrol gula darah, melindungi dari penurunan kognitif, hingga menjaga kesehatan jantung.
Konsumsi kopi juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Sebuah studi menemukan minum 1-2 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko 32% lebih rendah terkena penyakit Alzheimer.
Ahli gizi Toby Amidor mengungkap alasan kopi dapat melindungi seseorang dari penurunan kognitif adalah karena kafein di dalamnya meningkatkan neurotransmitter seperti dopamin dan norepinefrin. Keduanya dapat meningkatkan fungsi otak.
Tak kalah penting, konsumsi kopi juga dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi kopi rutin dengan penurunan risiko gagal jantung dan kadar kolesterol yang lebih baik.
Manfaat Sehat Teh
Tak kalah populer dari kopi, ada teh yang jadi pilihan banyak orang. Teh yang berasal dari tumbuhan Camellia sinensis ini kaya polifenol, terutama katekin dan flavonoid yang memiliki manfaat antioksidan kuat.
Seperti kopi, teh juga bagus untuk mendukung kesehatan jantung. Sebuah tinjauan studi menunjukkan konsumsi teh hijau dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dengan mengurangi faktor risiko utama, seperti menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kadar kolesterol jahat.
Beberapa jenis teh juga punya manfaat lain yaitu mendukung kesehatan pencernaan. Kamu bisa mendapatkannya dari konsumsi teh peppermint dan teh jahe.
Keduanya bermanfaat meredakan kembung, meningkatkan motilitas usus, dan bahkan mengurangi rasa mual. “Senyawa dalam beberapa teh herbal dapat membantu pencernaan dan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk diminum setelah makan,” kata Amidor.
Berbeda dengan kopi yang sering dipuji karena efek energinya, sebaliknya teh justru cenderung memiliki efek menenangkan berkat senyawa L-theanine. Asam amino ini mendorong relaksasi dengan meningkatkan aktivitas gelombang otak alfa dan meningkatkan neurotransmitter penenang yang terkait dengan fokus dan pengurangan stres.
Lantas, Lebih Sehat Kopi atau Teh?
Untuk memutuskan mana yang lebih sehat antara kopi atau teh, tidak ada jawaban yang pasti. Keduanya memiliki manfaat unik yang menjadikannya pilihan yang sangat baik, tergantung pada tujuan dan preferensi kesehatan masing-masing individu.
“Kopi dan teh sama-sama memiliki manfaat kesehatan yang didukung penelitian, tetapi kuncinya adalah moderasi,” jelas Jaclyn London, M.S., RDN.
Kebanyakan ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi maksimal 3 hingga 4 cangkir per hari. Waspadai juga tambahan gula atau krimer tinggi lemak yang dapat mengurangi efek positifnya.
Tips Minum Kopi dan Teh Sehat
Untuk kopi, pilihlah kopi hitam atau tambahkan sedikit susu. Idealnya, hindari sirup gula dan krim kocok tinggi lemak. Jika kamu lebih menyukai rasa yang lebih lembut dan tidak terlalu asam, cobalah cold brew.
Untuk teh, bisa pilih teh hijau atau teh hitam. Diminum begitu saja atau tambahkan perasan lemon atau madu sebagai penambah rasa.
Pada intinya, penting untuk ‘mendengarkan’ tubuh masing-masing. Beberapa orang merasa paling nyaman minum teh, sementara yang lain menoleransi kopi dengan baik. Namun, jika kopi membuat kamu merasa gelisah atau cemas, menggantinya dengan teh yang menenangkan bisa jadi solusi.
(adr/adr)
Kopi Berkhasiat untuk Mikrobioma Usus, Ini Cara Konsumsinya
Jakarta –
Penelitian terbaru mengungkap adanya hubungan potensial antara konsumsi kopi dengan komposisi mikrobioma di usus. Kondisi ini menguntungkan karena bisa mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi secara global. Mengonsumsi kopi tak hanya memberi rasa nikmat, tapi juga sejuta manfaat sehat.
Mengutip Medical News Today (4/12/2024), penelitian terbaru mengungkap konsumsi kopi juga mungkin memiliki hubungan langsung dengan mikrobioma usus seseorang.
Untuk lebih memahami dampaknya, tim peneliti menganalisis data diet dan medis dari lebih dari 22.800 orang di Amerika Serikat dan Inggris Raya, selain informasi yang sudah dikumpulkan dari hampir 54.200 orang di seluruh dunia.
Mereka membandingkan data sampel tinja yang dikumpulkan dari peminum kopi dan bukan peminum kopi untuk mengidentifikasi perbedaan bakteri usus.
Penelitian tersebut mengamati beberapa korelasi, dengan yang terkuat adalah antara asupan kopi dan L. asaccharolyticus. Peminum kopi memiliki kadar bakteri hingga delapan kali lebih tinggi daripada bukan peminum kopi. Pola ini terlihat di seluruh dunia.
Meskipun efek kesehatan pasti dari bakteri ini masih belum diketahui, tapi peneliti percaya bahwa hal itu dapat dikaitkan dengan efek yang dikaitkan dengan minum kopi. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Microbiology.
Dampak kopi untuk mikrobioma usus
Foto: Getty Images |
Mikrobioma adalah keseluruhan mikroorganisme baik bakteri, fungi, archaea, protista, serta materi genetiknya dalam suatu ekosistem usus. Mikrobioma punya peran penting untuk kesehatan karena membantu pencernaan, menghancurkan bakteri berbahaya, dan membantu mengendalikan sistem kekebalan tubuh.
Para peneliti juga mengadakan studi terbesar untuk melihat hubungan antara konsumsi kopi dengan mikrobioma usus manusia. Mereka menganalisa lebih dari 22.000 sampel DNA.
Peneliti juga melihat kebiasaan makan partisipan melalui kuesioner. Baru kemudian dikategorikan dalam 3 tingkatan konsumsi kopi yaitu mereka yang tidak pernah mengonsumsi kopi (tak lebih dari 20 gram kopi sehari), konsumen sedang (21-599 gram kopi), dan konsumen tinggi (600 gram kopi atau lebih).
Sebanyak 5.730 orang dikategorikan sebagai peminum kopi “tidak pernah”, 14.647 sebagai peminum kopi “sedang”, dan 2.490 sebagai peminum kopi “tinggi”.
Penelitian ini juga memasukkan data publik tentang materi genetik mikroba (metagenomik) dari sampel tinja dari 211 kelompok, yang berjumlah 54.198 sampel di berbagai negara.
Selain itu, penelitian ini menggunakan data gen aktif dari 364 sampel tinja dan data metabolit darah dari 438 sampel, baik dari kelompok MBS maupun MLVS.
Para peneliti kemudian menggunakan pembelajaran mesin untuk melihat bagaimana konsumsi kopi berhubungan dengan jenis dan tingkat bakteri dalam usus.
Mereka melatih program komputer untuk mengidentifikasi perbedaan bakteri usus pada orang yang tidak pernah minum kopi, mereka yang meminumnya secukupnya, dan mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah banyak.
Cara konsumsi kopi untuk kesehatan usus ada di halaman selanjutnya.
Berapa banyak kopi yang harus diminum untuk menyehatkan usus?
Peneliti menyimpulkan konsumsi kopi melebihi jumlah “sedang” yaitu 600 gram per hari, mungkin tidak berdampak kuat pada mikrobioma. Jadi, kamu tidak perlu minum kopi terlalu banyak untuk dapat melihat perubahan pada mikrobioma usus.
Peneliti juga menemukan bahwa kopi mengubah komposisi mikrobioma usus, dengan L. asaccharolyticus sangat responsif terhadap asupan kopi.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk sepenuhnya memahami mekanisme hubungan ini dan implikasi kesehatan potensial.
Selain itu, mengingat konsumsi kopi sudah dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, penulis penelitian menyarankan studi selanjutnya harus menyelidiki apakah L. asaccharolyticus dapat memengaruhi hubungan ini.
Cara konsumsi kopi demi manfaat maksimal bagi usus
Foto: Getty Images/iStockphoto/thawisak rattanasit |
Peneliti menekankan bahwa meski masih terlalu dini untuk merekomendasikan asupan kopi secara khusus untuk kesehatan usus, konsumsinya dalam jumlah sedang dapat menjadi pilihan sehat untuk mayoritas orang.
Konsumsi kopi menawarkan manfaat untuk mikrobioma usus, di samping sifat metabolik dan antiinflamasi yang memang dimiliki kopi.
Untuk manfaat paling potensial, nikmati kopi hitam atau dengan tambahan minimal seperti susu nabati dan tanpa pemanis. Kalaupun mau pemanis, bisa pilih yang alami dan rendah kalori seperti stevia.
Pastikan juga tetap mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang. Jumlahnya 1-3 cangkir setiap hari. Kemudian pilih kopi organik berkualitas tinggi untuk mengurangi paparan pestisida dan memaksimalkan manfaat kesehatannya.
(adr/odi)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Minum Kopi Bisa Turunkan Risiko Kematian Akibat Duduk Terlalu Lama Jakarta – Sebuah penelitian menemukan bahwa rutin minum kopi dapat mengurangi risiko kematian yang diakibatkan karena duduk terlalu lama. Ini kata peneliti! Duduk dapat mengistirahatkan tubuh sejenak. Namun, jika keseringan duduk terlalu lama justru dapat meningkatkan risiko kematian. Ini menjadi hal yang harus diwaspadai karyawan kantor. Risiko tersebut terjadi, karena dalam posisi duduk yang terlalu lama dapat memperlambat proses metabolisme tubuh. Aliran darah pun melambat sehingga otot tak bisa membakar kalori.
Namun, risiko kematian akibat duduk terlalu lama itu dapat diturunkan dengan minum kopi. Hal ini telah dibuktikan lewat sebuah penelitian di Universitas Soochow di China. Dikutip dari Science Alert (24/06/24) berikut penjelasannya:1. Hasil penelitian
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 10.000 orang di Amerika Serikat menemukan bahwa mereka yang minum kopi setiap hari mungkin terlindungi dari dampak negatif duduk selama 6 jam lebih dalam sehari. Dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi dan terlalu banyak duduk, peminum kopi yang tidak banyak duduk memiliki kemungkinan 1,58 kali lebih kecil untuk meninggal dunia. Peneliti menemukan bahwa peserta yang duduk lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian akibat segala sebab sebesar 46% lebih tinggi. Juga risiko mengalami kematian akibat penyakit kardiovaskular mencapai 79% dibandingkan dengan mereka yang duduk kurang dari empat jam per hari. 2. Tujuan penelitianPara peneliti di Universitas Soochow mengatakan bahwa studi ini adalah yang pertama yang dilakukan untuk mengevaluasi manfaat kopi dalam mengatasi risiko kematian akibat duduk terlalu lama. Peneliti menemukan bahwa minum kopi pada dasarnya menghilangkan hubungan antara gaya hidup, kematian akibat kardiovaskular, dan penyebab kematian dini lainnya. Temuan itu dilakukan dengan menganalisis data kesehatan jangka panjang yang representatif secara nasional di Amerika Serikat. Ini membuktikan bahwa dengan olahraga saja mungkin tidak sepenuhnya melindungi dari dampak buruk kesehatan jangka panjang akibat duduk terlalu lama. Manfaat kopi untuk kesehatan ada di halaman selanjutnya.3. Manfaat kopi untuk kesehatan jantung
Para peneliti juga menyoroti manfaat kopi untuk kesehatan jantung. Dikutip dari Medical News Today, rutin minum kopi memang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu, juga kematian karena sebab lain jika dibandingkan dengan orang yang jarang minum kopi. Untuk mendapatkan manfaat tersebut disarankan minum 2-3 cangkir kopi per hari. Minum kopi dengan porsi tersebut juga terbukti dapat menurunkan risiko aritmia. Aritmia adalah kondisi di mana jantung berdetak terlalu lambat, terlalu cepat, atau tidak teratur. Ini karena peran kafein yang dapat menghambat reseptor adenosin di dalam sel jantung, sehingga akan membuat jantung semakin sehat. 4. Manfaat kopi pada metabolisme tubuhDuduk terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh. Sementara itu, minum kopi dapat memperlancar metabolisme tubuh, karena kandungan antioksidan pada kopi. Antioksidan itu berperan membantu meningkatkan metabolisme dan mengurangi peradangan. Senyawa tertentu dalam secangkir kopi juga dapat melindungi otak dari penyakit degeneratif, seperti Parkinson. Namun, porsi minum kopi harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Penelitian yang sama menyarankan untuk minum 3-5 cangkir kopi per hari untuk menurunkan risiko kematian. “Mengingat kopi merupakan senyawa yang kompleks, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi senyawa ajaib ini,” peneliti di Soochow menyimpulkan,” tutup peneliti. (raf/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Kopi Bisa Mencerahkan ‘Mata Panda’, Ikuti Cara Ini! Jakarta – Tak hanya enak diminum, kopijuga bisa dijadikan racikan masker mata. Masker mata ini bisa mencerahkan lingkaran hitam di bawah mata atau ‘mata panda’. Kopi dapat dimanfaatkan menjadi beberapa hal yang bermanfaat. Di antaranya untuk kesehatan kulit wajah, termasuk mencerahkan area bawah mata yang menghitam atau mata panda. ‘Mata panda’ ini kerap dialami oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan faktor kelelahan yang diakibatkan terlalu lama di depan laptop, kurang tidur, dan lainnya.
Banyak produk kecantikan wajah yang menawarkan khasiat mencerahkan area mata panda. Namun, kamu bisa juga mencerahkannya dengan cara alami, salah satunya menggunakan kopi. Kopi Untuk Perawatan Kulit
Dilansir dari Health Shots (19/7/2024), kopi diketahui dapat merawat kesehatan kulit. Mulai dari mengatasi bibir pecah-pecah hingga mengubah kulit yang kusam menjadi lebih cerah. Kopi bertindak sebagai eksfoliator alami dan membantu menghilangkan sel kulit mati. Kafein yang terdapat dalam kopi juga dapat mengencangkan pembuluh darah dan meningkatkan sirkulasi darah saat dioleskan. Kopi juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi kulit. Kopi Baik untuk Cerahkan ‘Mata Panda’Sirkulasi yang buruk adalah penyebab utama dari munculnya lingkaran hitam dan bengkak di bawah mata. Dr. Amit Bangia, seorang dokter kulit menjelaskan kalau kopi mungkin bermanfaat dalam menghilangkan lingkaran hitam karena meningkatkan sirkulasi darah. Kopi juga bersifat anti-inflamasi dan kaya antioksidan, yang berarti mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh kurang tidur pada kulit di sekitar mata. Selain itu, kafein dalam kopi memiliki kemampuan untuk menyerap air yang terkumpul dan sangat efektif dalam mengurangi bengkak dan bengkak di sekitar mata. Penelitian lain yang mendukung fakta ini terdapat dalam Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery. Penelitian ini menyatakan bahwa aplikasi kafein topikal dapat efektif dalam mengatasi lingkaran hitam. Cara Menggunakan Kopi untuk ‘Mata Panda’
Dalam mengatasi ‘mata panda’, kopi tidak diracik jadi minuman, melainkan diracik menjadi masker. Masker untuk mata ini dapat membantu mata panda lebih cerah. Racikan masker mata ini terdiri dari berbagai jenis. Campuran maskernya juga berbeda-beda, ada yang menambahkan vitamin E, minyak almond, dan minyak kelapa.
1. Racikan Kopi dan Vitamin EUntuk membuat racikan masker kopi satu ini, kamu memerlukan 1 sendok makan bubuk kopi, 1 sendok makan madu, dan 1 kapsul vitamin E. Kemudian, campur semua bahan menjadi satu hingga kental membentuk pasta, Lalu, oleskan masker secara merata pada area bawah mata. Biarkan mengering 10 menit, baru setelah itu digosokkan agar sel kulit mati terangkat. Kemudian, bilas muka dengan air dingin. 2. Racikan Kopi dan Minyak Almond atau Minyak KelapaCara membuat pasta dari kopi ini bisa ditambahkan minyak almond atau minyak kelapa. Siapkan 1 sendok makan bubuk kopi dan 10-15 tetes minyak almond atau minyak kelapa. Campur semua bahan dalam mangkuk hingga menjadi pasta yang halus. Pasta kopi dan minyak esensial ini harus didiamkan terlebih dahulu dalam kulkas selama 30 menit. Setelah dingin, oleskan di bawah mata yang menghitam dan diamkan 10 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air dingin. Lakukan hal ini setidaknya selama 3 kali seminggu agar terasa maksimal. (yms/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
![]() Tak Hanya Bikin Melek, Kopi Juga Bantu Lebih ‘Greng’ Jakarta – Tak hanya rasanya yang enak, kopi punya manfaat lain. Seperti kafein dalam kopi disebut bisa bantu tingkatkan stamina hingga gairah seksual pada pria. Minum kopi di pagi hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun selain membantu tubuh lebih segar dan fokus, ternyata kafein dalam kopi juga disebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan seksual pria. Sejumlah penelitian mengungkap konsumsi kopi dalam jumlah yang tepat bisa membantu meningkatkan stamina seksual, meredakan kecemasan performa, dan berpotensi memperbaiki disfungsi ereksi.
Salah satu alasan kopi dianggap bermanfaat untuk fungsi seksual adalah karena efek kafein terhadap aliran darah dan hormon. Kafein dapat membantu melemaskan otot halus dan memperlancar peredaran darah, termasuk ke area genital. Tak hanya itu, ada pula studi yang menunjukkan kafein dalam dosis rendah hingga sedang dapat meningkatkan kadar testosteron sementara, terutama jika dikonsumsi sebelum berolahraga. Dilansir dari Very Well Health, Jumat (04/07/2025), berikut hasil empat penelitian yang mengkaitkan antara kopi dan manfaatnya pada kehidupan seksual: 1. Bantu Ereksi Lebih Kuat
Beberapa penelitian menunjukkan kafein membantu merelaksasi otot halus pada pembuluh darah, termasuk di sekitar area vital pria. Efek ini diyakini dapat memperlancar aliran darah ke penis dan membantu ereksi jadi lebih maksimal. Dalam sebuah studi pada 2015 yang melibatkan 3.700 pria dewasa, konsumen kopi 1-2 cangkir per hari punya risiko 42% lebih rendah mengalami disfungsi ereksi dibanding yang tidak minum kopi sama sekali. Namun penelitian lanjutan pada pria usia 40 tahun ke atas menunjukkan hasil yang berbeda. Penelitian ini menyebut tidak ditemukan kaitan jelas antara konsumsi kopi jangka panjang dan performa ereksi. Perlu diingat, kopi bukan obat disfungsi ereksi. Konsumsi kafein berlebihan, apalagi sampai 1.200 mg per hari (setara 12 cangkir kopi) malah bisa menyebabkan jantung berdebar, tekanan darah naik, hingga memperparah gangguan ereksi. 2. Meningkatkan Testosteron
Testosteron berperan besar dalam dorongan seksual pria. Nah, sejumlah studi menyebut kafein dalam dosis rendah bisa menaikkan kadar hormon ini. Pada atlet, misalnya, konsumsi kafein sebelum olahraga terbukti bisa meningkatkan testosteron usai latihan. Tetapi untuk pria biasa yang tak sedang berolahraga dampaknya tidak sekuat itu. Dosis juga menjadi kuncian dalam hal ini. Kandungan kafein di bawah 400 miligram per hari (sekitar 3-4 cangkir kopi) mungkin membantu kenaikan testosteron, tetapi kalau berlebihan bisa menurunkan testosteron. Artinya kopi bisa memiliki efek kesehatan yang positif selama dikonsumsi dalam batas wajar. 3. Meningkatkan Performa di RanjangNgopi sebelum aktivitas fisik sering dikaitkan dengan peningkatan stamina, termasuk dalam urusan seks. Kafein membantu melawan kelelahan pada tubuh dengan memblokir senyawa AMP, yang bisa bikin tubuh cepat lelah. Kopi bisa mulai bekerja sekitar 45 menit setelah diminum, tepat saat kadar kafein dalam darah mencapai puncak. Dalam dosis 40-300 miligram (setara1-3 cangkir kopi), kafein juga bisa bikin tubuh lebih fokus, sigap, dan tahan lebih lama. Maka tidak heran kalau sebagian orang merasa punya tenaga tambahan usai ngopi sebelum sesi bercinta. 4. Kurangi Grogi di Momen Intim
Cemas saat akan melakukan aktivitas seksual bisa bikin pria sulit tampil maksimal, bahkan saat kondisi tubuh sebenarnya sehat. Hal ini biasa disebut performance anxiety dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari rasa kurang percaya diri, takut tidak memuaskan pasangan, sampai khawatir ejakulasi terlalu cepat. Walaupun kopi bukan solusi untuk masalah ini, beberapa studi menyebut bahwa kafein bisa bantu meningkatkan rasa percaya diri, fokus, dan suasana hati, terutama pada pria. Tapi bagi wanita, konsumsi kafein berlebihan justru bisa memicu kecemasan. Jadi efeknya bisa berbeda tergantung pada jenis kelamin dan seberapa banyak kopi yang dikonsumsi. 5. Risiko OverdosisMeski kopi punya banyak potensi manfaat, bukan berarti bisa dikonsumsi seenaknya. Asupan kafein yang dianjurkan maksimal 400 miligram per hari atau sekitar 4 cangkir kopi seduh. Kalau lewat dari batas itu, efek samping seperti jantung berdebar, susah tidur, gelisah, atau masalah pencernaan bisa muncul. Tentunya semua ini justru bisa berdampak negatif pada kehidupan seksual. (sob/dfl) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Minum Kopi Hitam Bikin Panjang Umur, Asalkan Diracik Begini Jakarta – Manfaat minum kopi sudah banyak terungkap dalam penelitian. Terbaru, peneliti menjelaskan kaitan konsumsi kopi hitam dan efeknya untuk kesehatan. Manfaat kesehatan dari minum kopi kembali menjadi sorotan. Studi terbaru yang didukung oleh National Institutes of Health Amerika Serikat dan dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat menurunkan risiko kematian, terutama akibat penyakit jantung. Temuan ini dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition dan didukung oleh National Institutes of Health (NIH), dengan data yang dikumpulkan dari tahun 1999 hingga 2018 dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES).
Namun, manfaat ini bergantung pada cara kopi dikonsumsi, seperti kopi hitam yang diracik tanpa tambahan gula dan campuran lainnya. Melansir Independent UK (18/06), berikut beberapa temuan utama dari penelitian tersebut: 1. Hubungan Kopi dengan Risiko Kematian Lebih Rendah
Sebuah studi observasional terbaru yang dilakukan oleh Tufts University di Boston, Amerika, menunjukkan bahwa mengonsumsi 1 hingga 2 cangkir kopi berkafein per hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian dari berbagai sebab, khususnya penyakit kardiovaskular. Penelitian yang melibatkan 46.000 orang dewasa ini mengungkap bahwa konsumsi kopi hitam atau kopi dengan sedikit tambahan gula dan lemak jenuh dapat menurunkan risiko kematian hingga 14 persen. Menariknya, efek ini tidak ditemukan pada kopi yang dicampur dengan kadar gula dan lemak jenuh yang tinggi. 2. Kandungan Bioaktif Pada Kopi
Prof. Fang Fang Zhang dari Friedman School di Tufts University yang menjadi peneliti utama studi ini turut menjelaskan. Ia mengungkap bahwa manfaat kopi kemungkinan besar berasal dari senyawa bioaktif di dalamnya. “Manfaat kesehatan dari kopi kemungkinan besar berasal dari senyawa bioaktif di dalamnya. Namun, hasil kami menunjukkan bahwa tambahan gula dan lemak jenuh dapat mengurangi manfaat tersebut,” jelasnya. Namun, Fang menekankan bahwa manfaat ini dapat berkurang apabila kopi dikonsumsi bersama gula dan lemak jenuh dalam jumlah besar. Dalam hasil analisis, konsumsi satu cangkir kopi per hari menurunkan risiko kematian sebesar 16%. Angka ini sedikit meningkat saat konsumsi mencapai 2 hingga 3 cangkir, tetapi manfaatnya justru menurun ketika seseorang konsumsi melebihi tiga cangkir per hari. Cek Penjelasan Lainnya di Halaman Berikutnya!3. Bahan Tambahan dalam Kopi Jadi Penentu
Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health dan diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, menjadi salah satu yang pertama mengukur secara spesifik pengaruh tambahan seperti gula dan lemak jenuh dalam kaitannya dengan risiko kematian. Dr. Bingjie Zhou, penulis utama di studi ini, menyatakan bahwa temuan mereka sejalan dengan Dietary Guidelines for Americans yang menyarankan untuk membatasi konsumsi gula dan lemak jenuh. Penelitian ini juga memperkuat studi sebelumnya dari Tulane University, yang menemukan bahwa peminum kopi di pagi hari memiliki risiko 31% lebih rendah untuk meninggal karena penyakit jantung, dan 16% lebih rendah untuk meninggal lebih awal akibat penyebab lain dibandingkan dengan yang tidak minum kopi sama sekali. 4. Membantu Mencegah Kanker
Sejumlah penelitian lain menunjukkan bahwa manfaat minum kopi mampu mengurangi risiko terkena jenis kanker tertentu. Penelitian tahun 2017 bertajuk Coffee and cancer risk: a summary overview oleh Gianfranco Alicandro , dkk., dari Department of Clinical Sciences and Community Health, Milan, melaporkan bahwa kopi bisa mengurangi risiko kanker kolorektal. Temuan ini juga menyatakan bahwa kopi tidak berpengaruh pada risiko kanker secara keseluruhan. Akan tetapi, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendalami secara pasti seperti apa kopi bisa mempengaruhi risiko penyakit kanker. (sob/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Penelitian Terbaru Ungkap Minum Kopi Pagi Hari Bikin Panjang Umur Jakarta – Minum kopi di pagi hari disebut lebih sehat dan bisa membuat orang panjang umur. Hal ini ditemukan dalam penelitian kopi terbaru. Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di European Heart Journal menemukan bahwa orang yang minum kopi terutama di pagi hari memiliki risiko kematian lebih rendah, terutama dari penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang minum kopi sepanjang hari atau tidak minum kopi sama sekali. Temuan ini menunjukkan bahwa tak hanya jumlah kopi yang diminum, tetapi juga waktu konsumsinya, yang bisa mempengaruhi kesehatan jangka panjang.
Beberapa penelitian tentang konsumsi kopi sebelumnya memang menunjukkan bahwa minum kopi dalam jumlah sedang bermanfaat bagi kesehatan, seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian. Namun, hasilnya tidak selalu konsisten, terutama bagi mereka yang minum kopi dalam jumlah besar. Para peneliti menduga bahwa perbedaan kebiasaan minum, seperti waktu minum kopi, mungkin menjadi penyebab perbedaan hasil tersebut. Dari sini muncul gagasan untuk meneliti hubungan antara waktu minum kopi dan efeknya pada kesehatan.
Penelitian ini dipimpin oleh Lu Qi, selaku Interim Chair of the Department of Epidemiology di Tulane University, New Orleans, Amerika Serikat. Mereka menganalisis data dari National Health and Nutrition Examination Survey di Amerika Serikat. Penelitian ini mencakup lebih dari 40.000 orang dewasa antara tahun 1999 hingga 2018. Partisipan diminta untuk mengingat makanan dan minuman yang mereka konsumsi selama 24 jam, termasuk waktu minum kopi. Hasilnya menunjukkan dua kelompok utama yaituorang yang minum kopi di pagi hari (antara pukul 4 pagi hingga tengah hari) dan mereka yang konsumsi kopi sepanjang hari. Ada juga kelompok lain yang terdiri dari orang yang tidak minum kopi sama sekali. Peneliti menemukan bahwa orang yang minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi. Peminum kopi di pagi hari 16% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal selama periode penelitian, sementara risiko kematian akibat penyakit jantung menurun hingga 31%.
Sebaliknya, orang yang minum kopi sepanjang hari tidak menunjukkan penurunan risiko yang signifikan dibandingkan mereka yang tidak minum kopi. Manfaat minum kopi lebih banyak hanya terlihat pada kelompok yang minum kopi di pagi hari. Pada kelompok ini, semakin banyak kopi yang dikonsumsi, semakin rendah risiko kematiannya. Namun, pada mereka yang minum kopi sepanjang hari, jumlah kopi yang diminum tidak memiliki hubungan yang jelas dengan risiko kesehatan. “Minum kopi dapat mempengaruhi kebiasaan terkait ritme sirkadian, seperti tidur, serta hormon seperti melatonin dan kortisol, yang berperan penting dalam kesehatan. Oleh karena itu, waktu minum kopi dapat mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan,” kata Lu Qi dalam wawancaranya dengan PsyPost (29/03). Para peneliti menduga bahwa minum kopi di pagi hari lebih bermanfaat karena kopi bisa mempengaruhi ritme sirkadian tubuh dan hormon yang terkait dengan tidur seperti melatonin. Sementara itu minum kopi di sore atau malam hari bisa mengganggu siklus tidur dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
Meskipun penelitian ini bersifat observasional dan tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat (kausal), hasilnya memberikan pandangan baru tentang pentingnya waktu konsumsi kopi untuk kesehatan jangka panjang. Tentunya butuh penelitian lanjutan yang bisa menganalisa dan meneliti lebih lanjut tentang bagaimana waktu minum kopi mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan”Kami berharap bisa menguji efek kausal waktu minum kopi terhadap kesehatan manusia dalam uji klinis di masa mendatang,” ungkap Lu Qi. (sob/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
5 Khasiat Kopi Khusus Wanita, Redakan PMS hingga Bikin Awet Muda Jakarta – Wanita yang hobi minum kopi bisa merasakan khasiat sehat dari konsumsi minuman kafein ini. Mulai dari meredakan gejala PMS hingga membuat awet muda! Kopi digemari karena selain nikmat, di dalamnya juga terkandung banyak senyawa penting, termasuk antioksidan untuk meningkatkan kesehatan. Kebiasaan minum kopi tidak hanya dilakukan oleh para pria, karena banyak juga wanita yang minum kopi sebagai bagian dari rutinitasnya.
Beruntungnya, minum kopi bagi wanita menawarkan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Mulai dari meningkatkan energi dan mood, meredakan gejala PMS, sampai membuat awet muda. Melansir www.eatiqbar.com (02/10/2023), berikut 5 manfaat minum kopi bagi wanita. 1. Meredakan gejala PMS
PMS atau sindrom pra menstruasi biasanya dirasakan oleh wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Gejalanya beragam, mulai dari kram perut, perubahan suasana hati, sakit kepala, kelelahan, hingga kembung. Kabar baiknya, minum secangkir kopi bisa meredakan gejala PMS ini. Di dalam kopi terdapat kandungan kafein, yang bisa mengurangi kelesuan dan rasa kantuk. Kafein juga dapat membantu mengubah persepsi rasa nyeri (dikaitkan dengan interaksi berbagai area sistem saraf perifer dan sentral yang berkontribusi pada pengalaman nyeri secara keseluruhan). Kopi juga mengandung vitamin B. Menurut penelitian yang disebut dalam situs eatiqbar, vitamin B dalam kopi dapat menurunkan risiko PMS dan bisa mengurangi gejala PMS secara fisik dan mental. Wanita yang PMS juga seringkali memiliki kadar magnesium rendah. Namun, di dalam kopi terkandung magnesium yang dapat mencegah gejala PMS, perubahan suasana hati, dan nyeri haid. 2. Meredakan migrain
Wanita juga sering kali migrain. Ketika sudah terkena migrain, serangannya lebih lama, risiko sakitnya lebih tinggi, dan pemulihannya juga lebih lama. Hal ini bisa diatasi dengan cara minum secangkir kopi hitam tanpa gula ketika merasa migrain mulai datang. Kandungan kafein di dalam kopi bisa mengatasi nyeri kepala migrain. Konsumsi campuran asetaminofen, aspirin, dan kafein secara bersamaan juga bisa meredakan mual, sensitivitas cahaya dan suara, serta disabilitas fungsional terkait serangan migrain. Namun, takaran kopi yang diminum juga perlu diperhatikan supaya terhindari dari efek samping lainnya. Manfaat minum kopi bagi wanita lainnya bisa dibaca pada halaman selanjutnya!3. Bikin wanita awet muda
Banyak risiko penyakit berbahaya yang bisa menyerang wanita dan membuat umurnya menjadi lebih pendek. Namun, minum kopi bisa mencegah beberapa krisis kesehatan ini. Senyawa bioaktif dalam kopi, seperti antioksidan dan polifenol dapat menghalangi terbentuknya radikal bebas dan menghancurkan sel-sel darah. Senyawa tersebut juga memiliki sifat anti inflamasi, dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, dan mengurangi risiko kanker. 4. Atasi stres atau kesehatan mentalStatistik kesehatan mental yang disebut situs eatiqbar juga menunjukkan bahwa wanita hampir 2 kali lebih mungkin terkena kecemasan dan depresi daripada pria. Dalam hal ini, minum kopi dapat membantu mengurangi stress dan mengubah suasana hati ke arah positif. Sebuah meta-analisis terhadap lebih dari 50.000 wanita menunjukkan bahwa semakin tinggi konsumsi kopi berkafein, semakin rendah risiko depresi bagi wanita. Selain itu, kafein dalam kopi juga memicu pelepasan neurotransmitter yang memberikan rasa senang, seperti dopamin dan serotonin untuk meningkatkan suasana hati dan kesehatan mental. 5. Menjaga kesehatan kulit
Manfaat lain yang tak kalah menarik yaitu kopi bisa menjaga kesehatan kulit pada wanita. Sebab, terdapat kandungan dalam kopi yang memang punya efek positif pada kulit. Kopi kaya akan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Radikal bebas ini bisa merusak sel dan mempercepat penuaan. Dengan mengonsumsi kopi, kandungan antioksidan bisa memberikan perlindungan ekstra pada kulit. Selain itu, kandungan antioksidan dalam kopi juga secara khusus melindungi otak dari biomarker stress utama. (aqr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer
|


































