Jakarta –
Menu sarapan penting diperhatikan agar energi tetap stabil dan kesehatan terjaga. Sebaiknya, batasi konsumsi menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam berikut.
Sarapan merupakan kebiasaan makan pagi yang penting untuk memasok energi harian. Sarapan juga berfungsi meningkatkan konsentrasi, mood, hingga bantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
Dalam memilih menu sarapan, sebaiknya jangan sembarangan jika ingin mendapat maksimal. Beberapa makanan mengandung nutrisi yang kurang baik untuk kesehatan, seperti yang membuat gula darah melonjak tajam.
Jika kondisi ini dibiarkan, kamu mungkin mengalami efek negatif. Misalnya cepat haus, sering buang air kecil, hingga mudah lelah dan mengantuk.
Dilansir dari Everyday Health (20/5), inilah 5 menu sarapan yang bikin gula darah melonjak tajam. Batasi konsumsinya jika tak ingin merasakan efek samping.
1. Roti tawar, nasi, dan pasta
Roti tawar, nasi, dan pasta adalah sumber karbohidrat olahan yang berarti sebagian besar seratnya dihilangkan selama pemrosesan. Ketiadaan serat membuat konsumsi deretan makanan tersebut bisa memicu lonjakan gula darah.
Lebih baik pilih makanan bersumber bijian utuh, seperti roti gandum utuh, pasta gandum utuh, dan beras merah. Makanan ini mengandung serat yang berperan penting dalam mengatur gula darah.
Kalaupun tetap mau menyantap sumber karbohidrat olahan, coba pasangkan dengan daging tanpa lemak, sumber lemak sehat, maupun sumber serat yang bisa mencegah lonjakan gula darah.
2. Minuman manis
Mengawali pagi dengan konsumsi minuman manis bukanlah ide bagus. Ahli gizi Rasa Kazlauskaite mengatakan sangat sulit mengontrol kadar gula darah jika seseorang mengonsumsi minuman tidak sehat itu.
Selain tinggi gula, minuman manis, seperti soda, es teh manis, dan juus buah kemasan, tidak mengandung serat. Konsumsinya juga tidak bikin puas dan kenyang. Tak terkandung pula nutrisi lain seperti protein dan lemak. Lebih baik perbanyak minum air putih. Jika bosan rasa air putih, boleh tambahkan irisan buah segar.
3. Makanan cepat saji
Meski praktis, hindari sarapan makanan cepat saji. Burger, kentang goreng, hingga nugget yang kamu beli dari restoran cepat saji mengandung kalori dan lemak tinggi.
Selain itu, makanan cepat saji bersifat tinggi gula dan merupakan jenis karbohidrat olahan yang berpotensi menaikkan kadar gula darah dengan cepat.
4. Kentang
Kentang dan sayuran berpati lainnya, seperti kacang polong dan jagung, juga berpotensi memicu kenaikan gula darah dengan cepat. Namun ahli gizi memperingatkan bukan berarti kentang tak boleh dikonsumsi. Kentang tetap mengandung banyak nutrisi baik penting untuk kesehatan.
Selain itu, konsumsi kentang dan sayuran berpati dengan sumber lemak sehat, serat, dan protein minim lemak. Jenis makanan ini bisa mengurangi kemungkinan fluktuasi gula darah.
5. Susu gandum
Sering kali susu nabati dianggap lebih sehat daripada susu hewani, seperti susu sapi yang jamak dikonsumsi. Faktanya tidak selalu begitu. Susu gandum (oat) contohnya, bisa mengandung jumlah yang sangat banyak. Begitu juga dengan susu kedelai kemasan.
Saat membeli susu nabati, pilihlah susu tanpa pemanis, yang memiliki lebih sedikit gula. Hindari juga mengonsumsinya berlebihan agar gula darah tak melonjak tajam.
(adr/adr)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Waspada! Ini 5 Penyakit yang Bisa Muncul Akibat Jarang Sarapan Jakarta – Sarapan sering kali diabaikan karena kesibukan yang melanda atau sedang diet, padahal sarapan bisa menyehatkan tubuh. Jika sering absen sarapan, waspadai risiko penyakit yang dapat muncul. Dokter Nguyen Thi Phuong dari Departemen Gizi dan Dietetik di Rumah Sakit Umum Tam Anh, Hanoi, Vietnam menegaskan bahwa sarapan adalah waktu makan paling penting dalam sehari. Menurutnya, kebiasaan melewatkan sarapan bisa berdampak buruk untuk kesehatan. Berbagai masalah kesehatan bisa dialami seseorang, dari rasa lelah hingga penyakit kronis.
Berikut daftar penyakit yang mungkin dialami akibat jarang sarapan: 1. DiabetesSarapan membantu menstabilkan kadar gula darah. Jika dilewatkan, tubuh bisa mengalami hipoglikemia (gula darah rendah) yang memicu lonjakan hormon tertentu. Fluktuasi ini lama-kelamaan bisa menyebabkan resistensi insulin, yang merupakan pemicu utama diabetes tipe 2. Selain itu, puasa yang terlalu lama juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh yang memicu berbagai penyakit kronis. 2. Tukak lambung
Meski tidak makan, lambung tetap memproduksi asam. Tanpa makanan yang masuk, asam lambung dapat mengiritasi dinding lambung dan usus, dan menyebabkan luka (tukak). Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker saluran cerna, termasuk kanker lambung, usus besar, dan hati. 3. Batu empeduSarapan memicu kantong empedu untuk melepaskan cairan empedu guna membantu pencernaan. Tanpa makanan, proses ini terganggu, menyebabkan penumpukan empedu yang bisa membentuk batu. Selain itu, usus menjadi kurang aktif, meningkatkan risiko sembelit dan memperlambat pembuangan kolesterol. 4. Berat badan naik
Berlawanan dengan anggapan umum, melewatkan sarapan justru bisa memicu kenaikan berat badan. Rasa lapar yang menumpuk membuat kita cenderung makan lebih banyak saat siang dan malam atau ngemil berlebihan. Pola ini memicu kelebihan kalori dan berujung pada obesitas. 5. Tubuh lemas dan sulit fokusTanpa asupan pagi, tubuh kehilangan sumber energi utama. Akibatnya, metabolisme melambat, tubuh terasa lemas, dan otak kesulitan untuk berkonsentrasi. Semua hal di atas bisa memengaruhi produktivitas dan daya pikir sepanjang hari. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Tak Diduga-duga, Ini 5 Penyakit yang Muncul Akibat Jarang Sarapan“ (adr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Hati-hati! 3 Kesalahan Sarapan Ini Memicu Penuaan Dini Jakarta – Sarapan patut dilakukan setiap pagi untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, perhatikan beberapa menunya, karena jika salah bisa memicu penuaan dini. Sarapan memang rutinitas yang penting dilakukan untuk mendapatkan energi setiap pagi. Mengonsumsinya juga penting untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sehat. Dilansir dari NDTV (30/8), makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi harus bernutrisi dengan gizi seimbang. Ahli gizi Shalini Sudhakar di akun Instagram miliknya menjelaskan kalau ada beberapa kesalahan sarapan yang justru bisa mempercepat penuaan.
Berikut 3 kesalahan yang harus dihindari saat sarapan:1. Minum Teh atau Kopi
Banyak orang umum mengonsumsi teh atau kopi di pagi hari saat sarapan. Minum teh atau kopi ini tentu saja bisa memberikan kenyamanan, tetapi Shalini menyebutkan kalau minuman itu juga bisa menjadi alasan mengapa penuaan datang lebih cepat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein yang berlebihan dapat menurunkan pembentukan kolagen, protein yang penting untuk kesehatan kulit. Menurut ahli gizi, mereka yang hobi minum teh atau kopi, sebaiknya mengganti dengan minuman berempah. Minuman yang menjadi alternatif kafein ini akan menghidrasi kulit, membuatnya jadi tampak sehat dan awet muda. Namun, jika tak bisa menahan konsumsi kafein, Shalini merekomendasikan untuk minum setelah sarapan. 2. Konsumsi Makanan OlahanSebagian orang terbiasa mengonsumsi makanan olahan untuk sarapan, karena dirasa praktis dan mudah memasaknya. Namun, ini juga termasuk kesalahan dalam sarapan yang sebaiknya dihindari. Makanan olahan tidak hanya menyebabkan beberapa masalah kesehatan tetapi juga dapat mempercepat penuaan. Shalini menyarankan untuk memasak makanan segar di rumah, karena ini memastikan sarapan diperkaya dengan semua vitamin dan nutrisi penting. Kalau di pagi hari tak memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan bahan makanan, sebaiknya lakukan di malam hari. Jadi, jika ingin kulit tetap awet muda, batasi asupan makanan olahan seminimal mungkin. 3. Tak Konsumsi Serat dan Protein
Shalini menyebutkan satu lagi kesalahan umum yang biasa dilakukan saat sarapan. Yaitu tidak mengonsumsi cukup serat dan protein. Padahal, dua jenis nutrisi itu yang paling baik dikonsumsi saat sarapan untuk meningkatkan metabolisme. Jika menu sarapanmu kekurangan kedua zat gizi tersebut dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Sehingga menyebabkan proses penuaan lebih cepat. Untuk menghindarinya, pastikan sarapan yang mengandung serat, protein, dan karbohidrat seimbang. Ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi makanan seperti telur, yoghurt, kecambah, buah-buahan, dan sayuran hijau dalam menu sarapan. Saran dari Shalini ini bisa membuat kesehatan kulit meningkat dan memperoleh beberapa manfaat kesehatan lainnya. (yms/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Ini Bedanya Sarapan Atlet dan Orang Biasa Menurut Ahli Diet Jakarta – Pola makan atlet dan orang biasa ternyata memiliki perbedaan. Begitu juga dengan sarapan yang dikonsumsi oleh para atlet. Beberapa ahli diet mengungkapkannya. Sarapan memang perlu dilakukan untuk menunjang energi yang akan digunakan seharian penuh. Tentunya harus yang memiliki asupan gizi seimbang. Namun, atlet dan orang biasa tetap memiliki perbedaan dalam konsumsinya. Dilansir dari Huffpost (3/8), atlet profesional memiliki tipe sarapan masing-masing. Hal ini diungkapkan oleh Brittany Dunn, ahli diet untuk Philadelphia Eagles, menu yang dikonsumsi atlet sangat bervariasi dibedakan berdasarkan olahraga yang mereka tekuni.
“Saya pernah bekerja dengan seorang atlet yang lebih suka 2 telur rebus dan roti panggang selai kacang serta kopi, atlet lain lebih suka semangkuk acai dan sayuran tumis, atlet lainnya memesan 2 sandwich dan kentang goreng untuk sarapan,” ungkap Dunn. Mengenai zat gizi makro dan mikro, Dunn mencatat bahwa semua sarapan ini memberikan manfaat nutrisi bagi setiap atlet. “Karakteristik sarapan atlet yang kontras sangat dipengaruhi oleh preferensi dan pola makan pribadi, lamanya waktu antara waktu makan dan sesi latihan berikutnya, komposisi tubuh, dan olahraga,” ungkapnya. Bagaimana Kebutuhan Kalori Sarapan Atlet?
Secara umum, atlet profesional perlu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada orang biasa. Hal ini mengingat jumlah energi yang mereka gunakan dalam olahraga dan juga membantu pemulihan mereka. Dunn mengungkapkan kalau atlet bernama Michael Phelps dikabarkan mengonsumsi 12.000 kalori sehari saat berlatih. Dunn juga pernah bekerja dengan atlet yang membutuhkan smoothie pemulihan 1.000 kalori pasca latihan, serta 3-4 kali makan tambahan sepanjang hari. “Tujuannya di sini adalah agar atlet dapat mempertahankan komposisi tubuh dan menyediakan bahan bakar untuk mendukung kebutuhan latihan dan energi,” kata Dunn. Penjelasan lainnya ada di halaman berikut… Pola Makan Atlet Profesional Vs Orang BiasaMengingat kebutuhan kalori atlet profesional yang lebih tinggi, tak jarang kalau mereka makan 5 bahkan 8 kali sehari. Tentunya dengan campuran makanan lengkap, shake, dan camilan. Mereka perlu mengonsumsi banyak makanan, terutama karbohidrat. Dr. Marc Bubbs, ahli gizi performa dengan portofolio atlet profesional dan Olimpiade serta penulis ‘Peak 40’ menjelaskan, “Kita benar-benar perlu memberi banyak bahan bakar kepada atlet, jadi kita suka memberi mereka jus atau bahkan permen yang bertujuan untuk mereka lebih lapar.” Sedangkan, untuk masyarakat umum jangan seperti itu. Orang biasa tak dianjurkan mengonsumsi makanan yang membuat sering lapar atau terlalu banyak kepadatan energi. Bubbs juga menambahkan kalau atlet pria yang pernah dilatihnya membutuhkan kalori sekitar 4.000 kcal setiap harinya. Sementara rekomendasi umum untuk orang biasa adalah 2.000 kcal per hari. Menu Sarapan Atlet Vs Orang Biasa
Bubbs juga mencontohkan menu sarapan yang dikonsumsi. Jika biasanya orang biasa membuat smoothies dengan racikan air, bubuk protein, dan buah berry, atlet profesional tak menggunakan air. Mereka akan menambahkan jus buah dan tambahan buah lain, seperti mangga, nanas, dan pisang untuk kandungan karbohidratnya. Contoh lain yang diberikan Bubbs adalah semangkuk yogurt tawar dengan buah berry dan kacang-kacangan, yang merupakan sarapan yang padat untuk orang kebanyakan yang tidak terlalu banyak karbohidrat atau lemak, dan banyak protein. Untuk menambah asupan karbohidrat, atlet profesional mungkin menambahkan irisan pisang, muesli, dan sirup maple. (yms/yms) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
4 Menu Sarapan Ini Bikin Gula Darah Melonjak Tajam Jakarta – Sarapan memang penting dilakukan setiap paginya. Namun ada beberapa kebiasaan sarapan yang harus dihindari kalau tak ingin kadar gula darah melonjak tajam. Sarapan memang rutinitas yang penting dilakukan untuk mendapatkan energi setiap harinya. Mengonsumsinya juga penting untuk mendapatkan asupan nutrisi yang sehat. Dilansir dari NDTV (30/6), tak semua makanan atau kebiasaan pola makan sarapan baik untuk tubuh. Karena, ada beberapa hal yang justru bisa memicu lonjakan gula darah. Seperti mengonsumsi teh hingga menikmati roti.
Berikut 4 kebiasaan sarapan yang memicu lonjakan gula darah:1. Minum Teh Susu
Kalau tak ingin lonjakan gula darah melonjak, perhatikan saat mengonsumsi teh. Jangan memilih teh dengan kandungan gula yang tinggi, seperti teh susu. Komponen susu dalam teh ini bisa menimbulkan masalah. Laktosa adalah gula yang secara alami ditemukan dalam susu yang mana sulit dicerna untuk sebagian orang. Laktosa yang tidak tercerna ini berfermentasi di usus, menyebabkan kembung, gas, dan diare. Selain itu, kasein, protein susu lainnya, dapat memicu respons imun di usus sehingga menyebabkan peradangan dan mengganggu lapisan usus. 2. Minum Jus BuahJus buah juga salah satu minuman yang sebenarnya dihindari saat sarapan. Meski mengandung banyak vitamin, tapi sebaiknya dihindari terutama saat perut kosong. Alasannya karena jus buah yang bukan dibuat sendiri di rumah ini sering kali tidak mengandung serat. Buah tersebut dapat memperlambat penyerapan gula yang membuat kadar gula meningkat cepat. Menu sarapan yang harus dihindari lain ada di halaman berikutnya… 3. Menu Roti
Roti termasuk makanan yang umum dikonsumsi saat sarapan. Untuk sebagai orang di negara tertentu menjadikan roti sebagai makanan pokoknya. Namun, sebenarnya roti bukanlah pilihan terbaik untuk mengelola gula darah kalau dikonsumsi saat sarapan. Hal ini dikarenakan sifat tepung pada roti olahan. Saat perut kosong, karbohidrat bertepung ini dengan cepat dipecah menjadi glukosa, menyebabkan lonjakan gula darah secara signifikan. Lonjakan ini tidak hanya mengganggu regulasi gula darah alami tubuh tetapi juga berdampak negatif pada pencernaan seluruh makanan. 4. Minum Minuman ElektrolitMinuman elektrolit sering kali dipasarkan untuk menghidrasi tubuh, tetapi beberapa orang menganggapnya sebagai minuman cepat saji di pagi hari. Jenis minuman ini bisa menjadi bencana gula darah yang mengganggu tubuh. Kandungan yang ada di dalam minuman elektrolit adalah pemanis buatan, seperti sukralosa, asesulfam kalium, dan dekstrosa. Pemanis buatan ini dapat mengganggu mikrobioma usus, yaitu bakteri baik yang penting untuk pencernaan yang baik. Usus yang tidak seimbang dapat menyebabkan masalah pencernaan dan berpotensi menyebabkan fluktuasi gula darah. (yms/odi) |
![]() |
||||||||||||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Agar Perut Tak Kembung, Jangan Santap 5 Menu Sarapan Ini Jakarta – Setiap orang harus sarapan untuk mengisi energi di pagi hari. Tetapi bukan asal makanan. Agar tak alami kembung, sebaiknya hindari beberapa menu sarapan ini. Menu sarapan yang dianjurkan harus bergizi seimbang. Mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Bentuknya bisa beragam menu sesuai selera. Dilansir dari Food NDTV (2/2), sebagian orang merasakan kembung setelah mengonsumsi sarapan. Hal ini bisa terjadi karena makanan yang dikonsumsi menghasilkan gas. Semakin lama waktu mencerna makanan, maka risiko produksi gas juga meningkat dan membuat perut kembung.
Berikut 5 menu sarapan yang perlu dihindari agar perut tak kembung:1. Hindari Teh dan Kopi Berlebihan
Sebenarnya, teh dan kopi umum dikonsumsi pagi hari oleh sebagian orang. Namun, mengonsumsi dua minuman ini secara berlebihan justru dapat merangsang produksi asam lambung yang menyebabkan pembentukan gas dalam perut. Selain itu, teh dan kopi yang diracik menggunakan susu juga dapat menyebabkan intoleransi laktosa. Hal ini dapat menyebabkan masalah pencernaan. 2. Hindari Kembang Kol dan KubisDua sayuran yang harus dihindari saat sarapan adalah kembang kol dan kubis. Karena, kedua sayuran ini mengandung karbohidrat kompleks yang sulit dicerna. Kandungan tersebut dapat menyebabkan produksi gas dalam perut. Sebagai alternatif, kedua sayuran itu bisa diganti dengan zucchini dan bayam yang lebih rendah karbohidrat. 3. Jangan Konsumsi Apel dan PirBuah-buahan juga termasuk makanan sehat yang umum dikonsumsi saat sarapan. Namun, ada beberapa jenis buah yang sebaiknya dihindari para penderita asam lambung. Dua di antaranya adalah apel dan pir. Baik apel maupun pir diketahui mengandung fruktosa dan tinggi serat yang dapat menyebabkan kembung. Sebaiknya, konsumsi buah beri sebagai alternatif yang juga baik dalam asupan zat antioksidan. 4. Hindari Mentimun dan Bawang Bombai
Kalau menyukai sarapan dengan menu salad, kamu bisa menghindari penggunaan beberapa bahan yang memiliki kandungan gas. Dua di antaranya adalah mentimun dan bawang. Menurut para ahli, sayuran mentah terutama yang kandungan seratnya tinggi. Seperti mentimun dan bawang bombai mungkin saja sulit terurai sehingga menimbulkan gas. Sebaiknya, konsumsi sayuran yang dimasak atau direbus saat sarapan. 5. Hindari Makan JagungJagung dapat dinikmati sebagai alternatif nasi yang lebih sehat. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi jagung ini saat sarapan, karena kandungan serat jagung bagi sebagian orang sulit dicerna. Nmami Agarwal selaku ahli nutrisi mengatakan, “Jika jagung memicu rasa tidak nyaman, maka gantilah dengan biji-bijian alternatif, seperti quinoa atau nasi.” (yms/odi)
Minum Protein Shake untuk Sarapan, Apa Benar Menyehatkan? Jakarta – Banyak orang kini mengandalkan protein shake sebagai menu sarapan. Minuman ini dianggap menyehatkan sekaligus mengenyangkan. Namun, apakah hanya minum protein shake saat sarapan bagus untuk kesehatan? Di tengah segala hal yang kini serba cepat dan dinamis, banyak orang pun beralih pada menu sarapan praktis. Mereka mencari menu yang enak, mudah dibuat, dan bernutrisi. Salah satunya protein shake yang hanya perlu dilarutkan dengan air sebelum dikonsumsi. Banyak orang, terutama pelaku hidup sehat, menjadikan protein shake sebagai stok menu sarapan. Apalagi produk ini sekarang hadir dalam beragam varian rasa.
Manfaat sarapan protein shakeMengutip Healthline (28/8/2024), sarapan protein shake punya beberapa manfaat. Pertama, tentunya mendapat menu yang cepat dan praktis. Kamu bisa dengan mudah membaginya per porsi sekali minum. Kedua, protein shake bantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Menurut sebuah studi tahun 2022 yang digelar Nutrisystem, partisipan yang minum shake tinggi protein dan serat memiliki rasa kenyang lebih lama dibanding yang tidak. Lalu studi tahun 2024 mengungkap, mereka yang minum suplementasi 30 gram protein susu selama 8 minggu diketahui memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah, lingkar pinggang lebih kecil, hingga massa lemak yang berkurang. Ketiga, sarapan protein shake juga memudahkan kamu dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian. Caranya dengan menambahkan aneka bahan sehat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, yogurt, susu, herba, dan rempah. Efek minum protein shake untuk turunkan BB
Studi menunjukkan bahwa dengan meningkatkan asupan protein dapat bermanfaat bagi penurunan berat badan melalui beberapa mekanisme. Contohnya, asupan protein tinggi meningkatkan laju metabolisme. Artinya, jumlah kalori yang dibakar tubuh sepanjang hari juga lebih banyak. Protein shake juga bantu menghasilkan rasa kenyang yang lebih stabil sehingga mencegah kamu makan berlebih. Hal ini terkait peranan protein dalam mengubah kadar hormon tertentu yang terlibat dalam pengendalian nafsu makan. Efek minum protein shake untuk menurunkan berat badan sekaligus massa lemak tubuh juga pernah dibuktikan dalam penelitian yang melibatkan 70 orang dewasa dengan obesitas. Mereka yang mengonsumsi protein nabati lebih banyak selama 12 minggu merasakan manfaat tersebut. Baca halaman selanjutnya untuk tahu cara tepat sarapan dengan protein shake.Potensi kerugian sarapan protein shakeWalau efek minum protein shake saat sarapan terdengar menjanjikan, tapi tetap ada potensi kerugian yang perlu diwaspadai. Pertama, selalu cek kandungan bahan protein shake. Pilih yang dibuat dari bahan alami. Hindari protein shake yang dibuat dengan bahan tambahan, bahan pengisi, atau pemanis buatan. Pastikan juga pencernaan kamu tidak sensitif terhadap bahan-bahan dalam protein shake, termasuk whey protein. Kedua, jangan menganggap protein shake sebagai satu-satunya menu menyehatkan. Sebab ada kemungkinan kamu justru mengalami defisiensi nutrisi akibat tidak mengonsumsi bahan makanan beragam. Karenanya, saat sarapan, jangan hanya minum protein shake. Pastikan juga mengonsumsi makanan dan camilan kaya nutrisi agar membantu tubuh memenuhi semua kebutuhan zat gizi. Menambahkan buah dan sayur ke dalam protein shake bisa jadi cara mudah. Cara tepat sarapan protein shake
Jadi, kalau kamu mau sarapan protein shake, sah-sah saja karena minuman ini menyehatkan. Protein shake juga dikonsumsi mereka yang mau coba menurunkan berat badan. Namun, imbangi dengan aktivitas fisik yang cukup dan pola makan bergizi seimbang agar lebih efektif. Jangan lupa tambahkan buah dan sayuran favorit ke dalam protein shake agar mendapat asupan beragam vitamin dan mineral. (adr/odi) Mau Sehat dan Panjang Umur? Ini Rekomendasi Sarapan Para Ahli Jakarta – Panjang umur dalam kondisi sehat adalah dambaan semua orang. Pakar panjang umur merekomendasikan menu sarapan sehat untuk meraih kondisi tersebut. Menunya sederhana! Sarapan adalah waktu makan harian yang tak boleh disepelekan. Sarapan dengan makanan sehat bisa memberi banyak manfaat sehat, termasuk panjang umur. Syaratnya, pilih menu yang sehat untuk disantap setiap pagi. Pakar panjang umur mengungkap rekomendasi menu sarapan yang berkhasiat bikin seseorang hidup lebih lama.
Mengutip HuffPost (16/10/2024), Dr. Suzanne J. Ferree yang ahli dalam pengobatan anti-penuaan dan regeneratif, serta Raghav Sehgal dari Universitas Yale yang penelitiannya berfokus pada penuaan manusia, mengatakan mereka sarapan dengan sayuran dan telur. Ferree mengatakan suka makan telur panggang dengan campuran sayuran organik dan warna-warni yang dimasak dengan minyak alpukat atau minyak zaitun murni. Jenis telur yang dipilih berasal dari ayam petelur yang hidup bebas di peternakan sehingga minim stress.
Sementara Sehgal suka makan omelet sayur isi bayam, tomat, jamur, dan kadang sedikit keju. Menu ini lalu disandingkan dengan alpukat atau smoked salmon jika Sehgal ingin sarapannya lebih spesial. Kedua pakar panjang umur itu mengatakan sarapan telur dan sayuran mengandung nutrisi yang secara ilmiah berhubungan dengan umur panjang. “Sarapan seperti ini enak karena kaya protein, bagus untuk kesehatan muskuloskeletal. Sayuran memberikan banyak vitamin dan antioksidan, serta serat, yang bagus untuk kesehatan usus. Selain itu, lemak sehat dari alpukat atau salmon sangat baik untuk kesehatan jantung dan kognitif,” jelas Sehgal. Sebuah studi ilmiah yang melibatkan lebih dari 18.000 orang dewasa menemukan bahwa makan telur secara teratur tidak hanya dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih rendah, tapi juga secara signifikan menurunkan angka kematian secara keseluruhan. Mengenai sayuran, pola makan vegetarian atau yang berbasis sayuran dikaitkan dengan penurunan risiko banyak penyakit kronis yang dapat mengancam umur. Dr. Monisha Bhanote, seorang dokter dan pakar umur panjang juga suka sarapan menu nabati. Namun ia punya menu berbeda yaitu yogurt kelapa dengan topping flaxseed dan blueberry.
Jika ingin lebih kenyang, ia pilih ubi ungu panggang dengan saus miso dan kacang mete. “Menu ini memuaskan dan sangat bergizi,” kata Bhanote. Seperti diketahui, ubi adalah makanan pokok orang-orang di Okinawa, Jepang yang terkenal panjang umur. Jenis umbi ini kaya antioksidan yang bantu melindungi tubuh dari peradangan kronis. Secara umum, ketiga pakar mengatakan bahwa penting menghindari sarapan makanan ultra olahan dan daging berlemak seperti sosis atau bacon. Sebab makanan ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan jenis kanker tertentu. Hindari juga makanan dengan gula tambahan seperti sereal, yogurt berperisa, dan cookies. Lebih baik fokus pada menu sarapan dari makanan utuh dan padat nutrisi yang memberikan keseimbangan lemak sehat, protein, dan karbohidrat kompleks. (adr/odi) ![]() Jumlah Kalori Telur Rebus, Telur Setengah Matang, dan Telur Dadar Jakarta – Telur merupakan menu sarapan favorit yang biasa diolah dengan cara direbus atau didadar. Lantas, berapa jumlah kalori masing-masing olahan telur populer ini? Telur adalah sumber protein tinggi dan berkualitas yang bagus dikonsumsi saat sarapan. Telur bisa memasok sumber energi yang dibutuhkan saat pagi hari, sekaligus mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Kalori Telur Rebus
Berapa kalori pada 1 butir telur rebus? Dikutip dari laman Healthline, pada 1 butir telur rebus mengandung 77 kalori. Artinya, jika kita makan 2 telur rebus maka kalorinya sekitar 154 kalori.
Lebih lanjut, berikut merupakan rincian nutrisi dalam 1 telur rebus utuh (50 gram): Kalori: 77 Kalori Telur Rebus Setengah MatangMenurut data dalam Myfitnesspal, jumlah kalori telur rebus setengah matang yaitu 68 kalori. Dengan rincian sebagai berikut: Kalori : 68 Kalori Telur Dadar (Omelet)
Tidak hanya direbus, telur juga biasanya di dadar atau dibuat omelet. Berdasarkan Nutritionix, kalori pada telur dadar adalah 221 kalori. Per 2 butir telur dadar (122g), mengandung: Kalori: 221 Telur kecil (38 gram): 54 kalori (adr/adr) ![]() 5 Menu Sarapan yang Bikin Asam Lambung Naik, Jangan Sering Dikonsumsi Jakarta – Kondisi asam lambung naik bikin tidak nyaman karena muncul sensasi terbakar di kerongkongan. Untuk menghindarinya, pilih menu sarapan yang tepat. Hindari 5 makanan ini kalau tak ingin asam lambung naik. Penyakit asam lambung terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Penyakit yang banyak dialami orang Indonesia ini punya nama lain GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Pemicu asam lambung adalah melemahnya otot sfingter esofagus bagian bawah (LES), yang seharusnya berfungsi menutup saluran ke kerongkongan setelah makanan turun ke lambung. Saat otot ini lemah, asam lambung dapat naik kembali ke kerongkongan.
Kondisi inilah yang menimbulkan rasa tidak nyaman, menyebabkan iritasi dan sensasi terbakar di dada (heartburn). Ada juga yang merasakan efek rasa asam atau pahit di mulut, mual, muntah, dan kesulitan menelan. Salah satu upaya menghindari asam lambung naik adalah dengan memilih asupan yang tepat, termasuk ketika sarapan. Hindari 5 menu sarapan yang diungkap Times of India (15/7/2020) berikut: 1. Roti bakar selai kacangSelain nasi, banyak orang Indonesia hobi sarapan roti bakar. Selai kacang pun jadi olesan yang umum dipilih karena teksturnya creamy dan rasanya gurih enak. Namun konsumsi roti bakar selai kacang bisa memicu kenaikan asam lambung karena kandungan lemak jenuhnya tinggi. Sebagai solusi, kamu bisa mengganti selai kacang yang umumnya terbuat dari kacang tanah, dengan selai kacang almond. Jenis kacang ini bersifat lebih rendah lemak sehingga tidak memicu asam lambung naik. 2. Olahan telur
Menu sarapan lain yang memicu asam lambung naik adalah olahan telur. Untuk diketahui, telur berada di urutan teratas dalam daftar makanan yang paling banyak menyebabkan alergi. Ini berarti banyak orang yang alergi terhadap telur, sehingga menyebabkan asam lambung naik sebagai efeknya. Bagi orang dengan masalah lambung yang parah, disarankan tidak makan telur utuh. Coba konsumsi hanya putih telur dan menghindari kuning telur. 3. TomatTomat adalah sayuran yang banyak dipakai dalam menu sarapan, seperti salad, omelet, atau roti isi. Sayangnya konsumsi tomat dapat menyebabkan refluks asam karena sifatnya yang sangat asam. Keasaman tomat meningkat terutama jika dikonsumsi saat perut kosong. Jadi, meskipun tomat sangat sehat, sebaiknya hindari mengonsumsinya saat sarapan. Informasi menu sarapan pemicu asam lambung masih ada di halaman selanjutnya. 4. Cookies dan brownies
Banyak orang suka mengawali pagi dengan minum teh atau kopi, lalu memakan cookies dan brownies sebagai pendampingnya. Namun kombinasi minuman dan makanan ini menciptakan kondisi asam di perut. Produk susu dan kafein dari teh atau kopi bercampur dengan tepung dan gula rafinasi dari cookies dan brownies, yang menyebabkan keasaman. Cookies dan brownies yang banyak dijual di pasaran juga mengandung perasa buatan dan pengawet. Bahan tambahan ini pun memperburuk kondisi asam lambung. 5. Roti dan selaiRoti dan selai merupakan salah satu menu sarapan yang paling banyak digemari di seluruh dunia. Sayangnya selai olesan roti kerap mengandung kadar pH sampai 5,5. Konsumsinya bisa memperburuk refluks asam. Selain itu, roti dan selai juga mengandung banyak gula dan roti tawar tidak mengandung banyak nutrisi yang membuat asam lambung lebih parah. Lebih baik memasangkan roti dengan isian buah yang bersifat basa, seperti stroberi dan pisang. (adr/adr) |





























