Tag: minuman

  • Bolehkah Minum Air Lemon Setiap Hari? Catat Potensi Risiko dan Manfaatnya

    Bolehkah Minum Air Lemon Setiap Hari? Catat Potensi Risiko dan Manfaatnya

    Jakarta

    Air lemon merupakan salah satu minuman herbal yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selain menyegarkan, air lemon memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Namun, bolehkah minum air lemon setiap hari?

    Sesuai namanya, air lemon terbuat dari campuran dua bahan utama, yakni air putih dan perasan jeruk lemon. Beberapa orang juga menambahkan es batu dan sedikit gula atau madu agar rasanya tidak terlalu asam.

    Adapun sejumlah manfaat dari mengkonsumsi air lemon, salah satunya dapat membantu menurunkan berat badan. Maka dari itu, air lemon cocok dikonsumsi bagi orang yang sedang diet.


    Namun, apakah boleh mengkonsumsi air lemon setiap hari? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Bolehkah Minum Air Lemon Setiap Hari?

    Sebenarnya tidak masalah jika minum air lemon setiap hari. Namun, perlu dicatat bahwa mengkonsumsi air lemon setiap hari dalam jumlah banyak bisa memicu masalah.

    Dilansir Healthline, minum terlalu banyak air lemon dapat menyebabkan erosi gigi yang seiring waktu bisa menyebabkan gigi menjadi rapuh dan berlubang. Hal ini dapat terjadi karena kandungan asam pada lemon yang cukup tinggi.

    Untuk mencegah kerusakan pada gigi, kamu bisa meminum air lemon menggunakan sedotan. Selain itu, berkumur setelah minum air lemon dapat membantu mencegah erosi gigi.

    Selain itu, tidak ada efek samping lain yang dilaporkan terkait minum satu cangkir air lemon setiap hari. Bahkan, sistem kekebalan tubuh bisa meningkat berkat kandungan vitamin C pada lemon, sehingga tubuh lebih berenergi.

    Mengutip laman MedicineNet, disarankan minum sekitar 3/4 cangkir air lemon murni setiap hari agar tubuh dapat memenuhi vitamin C harian. Selain itu, kamu juga bisa mencampur satu buah jeruk lemon ke dalam 250-350 ml air, lalu diminum setiap hari agar tubuh terhidrasi dengan baik.

    Manfaat Minum Air Lemon

    Ada sejumlah manfaat minum air lemon bagi kesehatan. Dilansir situs Medical News Today, Good Food, dan Cleveland Clinic, berikut sederet manfaat air lemon:

    1. Menjaga Sistem Pencernaan

    Manfaat air lemon yang pertama adalah dapat menjaga sistem pencernaan. Sebab, kandungan asam pada lemon dapat membantu memecah makanan. Selain itu, asam lemon mungkin dapat membantu melengkapi kadar asam lambung yang cenderung berkurang seiring bertambahnya usia.

    2. Membantu Tetap Terhidrasi

    Minum air lemon dapat membantu tubuh agar tetap terhidrasi. Oleh sebab itu, banyak orang yang lebih suka minum air lemon karena terasa lebih segar daripada air putih, sekaligus dapat mencegah dehidrasi.

    3. Meningkatkan Imun Tubuh

    Kandungan lemon pada vitamin C dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Kandungan antioksidan pada lemon dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas penyebab peradangan dan sejumlah penyakit.

    Selain itu, vitamin C juga berfungsi dalam proses tubuh, mulai dari penyerapan zat besi, memproduksi hormon, hingga metabolisme protein.

    Manfaat air lemon selanjutnya adalah dapat menurunkan berat badan. Sebab, lemon mengandung jenis serat yang disebut pektin yang dapat membantu mengurangi nafsu makan dan asupan kalori.

    Namun, air lemon pada dasarnya adalah sari lemon yang diencerkan, sehingga hanya mengandung sedikit pektin. Meski begitu, lemon secara alami mengandung rendah kalori sehingga baik dikonsumsi bagi yang sedang diet.

    5. Mencegah Risiko Batu Ginjal

    Mengkonsumsi air lemon secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Sebab, asam sitrat pada lemon dapat menghalangi pembentukan batu ginjal serta dapat memecah batu ginjal lebih kecil sebelum mulai terbentuk.

    Menurut laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, penelitian menunjukkan bahwa minum air lemon secara rutin mungkin membantu mencegah risiko batu ginjal.

    Meski begitu, pengidap batu ginjal juga tetap harus rutin mengkonsumsi sejumlah obat-obatan yang diresepkan dokter.

    (ilf/fds)



    Sumber : food.detik.com

  • 10 Minuman untuk Kesehatan Jantung dan Paru-paru, Apa Saja?

    Jakarta

    Jantung dan paru-paru merupakan organ yang begitu vital bagi kehidupan manusia. Fungsi utama jantung yaitu mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

    Sementara paru-paru membentuk sebagian besar sistem pernapasan manusia. Untuk menjaga kedua organ tubuh ini, diperlukan gaya hidup yang sehat dengan memperhatikan asupan yang baik.

    Minuman untuk Kesehatan Jantung

    Untuk menjaga kesehatan jantung, kamu bisa mengkonsumsi jus buah seperti delima dan tomat, teh, hingga coklat. Berikut informasinya.


    1. Jus Delima

    Delima merupakan buah yang menyehatkan jantung. Antioksidannya membantu mencegah pengerasan dan penyempitan arteri yang membawa darah ke jantung.

    Buah ini juga membantu menurunkan tekanan darah. Kandungan polifenolnya berperan dalam menurunkan peradangan dan menstimulasi sirkulasi darah.

    2. Teh

    Ilustrasi teh hijauFoto: Getty Images/MARINA BOGACHYOVA

    Teh mengandung fitonutrien (flavonoid) yang telah terbukti mengurangi peradangan dan penumpukan di arteri. Teh hitam dan teh hijau mengandung kafein dalam jumlah sedang. Sehingga, minuman ini bisa menjadi pilihan yang baik bagi kamu yang sensitif terhadap kafein.

    3. Jus Tomat

    Jus tomat kaya akan vitamin dan mineral yang membantu melawan penyakit jantung. Terdapat kandungan vitamin C dan E, zat besi, magnesium, dan potasium yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga aliran darah.

    Tomat juga mengandung antioksidan yang membantu memperkuat arteri, mengurangi kolesterol, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Kalau kamu membeli jus tomat kemasan, pilih yang rendah sodium dan juga rendah gula.

    4. Matcha

    Matcha. Matcha adalah jenis teh hijau yang dihaluskan menjadi bubuk. Satu cangkir matcha (240 ml) mengandung sekitar 70 mg kafein.Foto: Getty Images/Mybona

    Matcha adalah salah satu jenis teh hijau yang mengandung epigallocationchin gallate (EGCG) dalam kadar yang tinggi. EGCG adalah senyawa polifenol di teh hijau yang mempunyai sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat.

    Sehingga, meminum matcha bisa membantu meningkatkan kesehatan jantung. Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa EGCG dapat membantu mencegah aterosklerosis, penumpukan zat lemak di arteri dan dapat membantu mengurangi peradangan dan kerusakan sel.

    5. Kopi

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang minum 3-5 cangkir kopi per hari memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit jantung, stroke, dan gagal jantung. Para ahli mempercayai bahwa kandungan kafein, antioksidan, dan sifat antiinflamasi pada kopi yang menjadi penyebabnya.

    Meski begitu, minum kopi terlalu banyak bisa membuat gelisah. Jadi minum secukupnya serta hindari krimer yang tinggi lemak jenuh dan gula.

    6. Hot Chocolate

    Minum Hot Chocolate Baik untuk Kesehatan OtakFoto: iStock

    Kakao kaya akan mineral dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Menurut penelitian, mengkonsumsi produk kakao bisa membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan fungsi pembuluh darah, dan menurunkan risiko penyakit jantung.

    Kamu bisa mendapat manfaat kakao dari minuman coklat panas tanpa banyak tambahan gula. Taburi dengan kayu manis dengan sedikit madu.

    Minuman untuk Kesehatan Paru-paru

    Air putih, teh jahe, dan teh hijau baik untuk kesehatan paru-paru. Mengapa demikian?

    1. Air Putih

    Air putih sangatlah penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Asupan ini mengencerkan lendir di sistem pernapasan. Sehingga, tubuh bisa mengeluarkannya dan mencegah penumpukan yang dapat menyebabkan kesulitan bernafas.

    2. Teh Jahe dan Kunyit

    Teh jahe yang sehatkan pencernaanFoto: Getty Images/iStockphoto/

    Untuk mengatasi hidung tersumbat dan batuk, pilihlah kunyit sebagai obatnya. Kombinasi khasiat teh kunyit dan juga jahe memiliki zat anti-inflamasi dan anti kanker.

    3. Teh Hijau

    Teh hijau memiliki antioksidan tingkat tinggi yang membantu menurunkan tingkat peradangan di paru-paru. Meminum secangkir teh hijau di pagi hari dan sat cangkir di malam hari bisa menjadi awal yang baik untuk kesehatan paru-paru.

    4. Air Panas+ Madu

    racikan kopi campur madu yang sehatFoto: Getty Images/iStockphoto

    Madu kaya akan sifat anti-inflamasi yang dapat membantu membersihkan tubuh dari bakteri. Kombinasi madu dan air panas bisa membantu mendetoksifikasi paru-paru dan menghilangkan polutan yang terhirup.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 11 Minuman Detoks yang Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

    11 Minuman Detoks yang Bermanfaat untuk Kesehatan Tubuh

    Jakarta

    Minuman detoks begitu populer karena manfaatnya. Detoksifikasi sendiri adalah proses yang membantu organ vital membersihkan diri.

    Minuman ini dipercaya bisa membersihkan sistem pencernaan dan membuang produk limbah dan berbagai racun yang diserap tubuh. Jika asupan racun tidak dikurangi, maka nantinya bisa menimbulkan berbagai masalah seperti kembung, sakit kepala, sembelit, kelelahan, mual, hingga masalah kulit. Lantas, apa saja minuman detoks yang dapat dikonsumsi?

    11 Minuman Detoks yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

    Mengkonsumsi minuman detoks secara teratur bisa membantu menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme dan membantu melancarkan pencernaan. Mengutip laman Food NDTV, Tuasaude, Insider, dan Medium:


    1. Air Putih

    Air putih dapat mendetoksifikasi dan membantu tubuh membakar lemak. Namun, asupan ini harus diminum dalam jumlah yang cukup.

    Untuk membantu tubuh mengeluarkan racun dan meningkatkan metabolisme, minum 8 gelas air putih per hari. Menurut nutrition bersertifikat di Option Care Health, Kristin Gillespie, air putih bisa membuat kenyang sehingga membuat seseorang tidak makan berlebihan.

    2. Wortel, Jahe, dan Jeruk

    Jeruk adalah sumber antioksidan dan vitamin C yang sangat baik. Wortel mengandung banyak beta-karoten dan serat yang membantu menurunkan berat badan dan melancarkan pencernaan.

    Sementara itu, jahe adalah obat rumahan yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah pencernaan, kembung, kram perut, dan juga mengandung banyak khasiat anti peradangan. Sehingga ketiganya bisa menjadi minuman detoks yang bisa melawan asupan racun dalam tubuh.

    3. Mentimun dan Mint

    Daun mint dianggap menjadi bahan terbaik untuk menenangkan perut yang sakit. Selain itu, mint juga meningkatkan aliran empedu melalui perut yang mempercepat proses pencernaan.

    Kamu bisa memadukan daun ini dengan mentimun dan lemon yang kaya antioksidan. Minuman ini bisa menjadi penyegar saat istrahat dari panas yang menyengat.

    4. Air Lemon

    Detoks air lemon banyak dipercayai digunakan untuk mengurangi bera badan berlebih. Hal ini karena kandungan serat pektin di dalam buah tersebut.

    Serat pektin memberikan rasa kenyang untuk waku yang lama dan menunda rasa lapar. Kamu bisa menambahkan sayuran dan buah seperti wortel, apel, bit, dan lobak kedalam minuman ini.

    5. Teh Jahe Lemon Madu

    Teh yang ditambahkan dengan lemon, jahe, dan madu telah lama digunakan unuk mengobati sakit tenggorokan dan pilek. Namun ternyata, minuman ini juga bisa digunakan sebagai detoks.

    6. Teh Hijau dan Lemon

    Teh hijau mengandung antioksidan dan dapat meningkatkan metabolisme. Untuk meminumnya, kamu bisa menambahkan perasan air lemon untuk meningkatkan rasa dan memberi tambahan vitamin C.

    Minuman detoks ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengelola bera badan. Kandungan kafein dalam teh hijau dan antioksidannya diyakini bisa meningkatkan pembakaran kalori.

    7. Jus Lemon, Jeruk, dan Selada

    Jus lemon, jeruk, dan selada kaya akan serat yang membantu mengeluarkan cairan berlebih dalam tubuh. Meminum jus detoks ini dapat membantu mengendalikan rasa lapar, membantu mencegah makan berlebihan dan menurunkan badan. Setiap sajian 250 ml jus mengandung sekiar 110 kalori.

    8. Selada air dan Jeruk

    Selada air dan jeruk mengandung serat yang membuat tubuh kenyang, sehingga mengurangi keinginan makan yang berlebihan. Oleh sebab itu, jus detoks ini bisa membantu menurunkan berat badan dan mengecilkan perut.

    9. Wortel dan Bayam

    Wortel dan bayam mengandung banyak serat dan antioksidan, seperti karoten, lutein, dan zeaxanthin. Sehingga paduan wortel dan bayam yang dijus menjadi pilihan yang sangat baik untuk detoksifikasi, menurunkan berat badan, dan mengurangi kembung.

    10. Cuka Apel dan Madu

    Cuka apel terkenal dengan manfaatnya unuk menurunkan berat badan dan kesehatan pencernaan. Untuk mengkonsumsinya sebagai detoks, kamu bisa menggabungkannya dengan madu.

    Campur satu sendok makan cuka apel dengan satu sendok teh madu dalam segelas air hangat. Minum sebelum makan untuk meningkatkan kesehatan pencernaan dan mengurangi keinginan makan berlebihan.

    11. Jus Bit, Wortel, Jahe

    Paduan bit, wortel dan jahe memadukan rasa manis alami bit dan wortel, serta rasa pedas jahe. Bit dikenal khasiatnya yang berpotensi mendetoksifikasi dan kemampuannya mendukung kesehatan hati.

    Wortel kaya akan vitamin dan antioksidan, sementara jahe menambah sensasi pedas dan potensi manfaat anti radang. Sehingga, bahan-bahan ini bisa menjadi minuman lezat yang membantu membersihkan tubuh dari racun.

    Minuman detoks memang bisa membantu menurunkan berat badan, namun bukan sebagai solusi yang instan. Sehingga, kamu perlu mengkombinasikannya dengan diet sehat olahraga teratur agar hasilnya optimal.

    (elk/row)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Makanan dan Minuman yang Berpotensi Memicu Kanker

    Jakarta

    Ada sederet makanan dan minuman yang tak direkomendasikan oleh para ahli kanker. Mengonsumsi makanan minuman tersebut, dinilai cukup berbahaya bagi tubuh dalam jangka waktu panjang.

    Pola makan yang sehat tentu berperan penting dalam sistem organ di tubuh dan mencegah berbagai penyakit, salah satunya penyakit kronis seperti kanker. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari, sebab para ahli telah mengidentifikasi sejumlah makanan dan minuman berpotensi meningkatkan risiko kanker.

    Baik karena adanya kandungan kimiawi berbahaya, metode pengolahan, maupun dampaknya terhadap tubuh dalam jangka panjang. Dengan memahami makanan dan minuman apa saja yang sebaiknya dihindari, kamu dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.


    6 Makanan dan Minuman yang Berpotensi Memicu Kanker

    Beberapa makanan dan minuman berikut mungkin punya rasa yang lezat, tetapi dapat memberikan dampak yang negatif bagi tubuh. Jika ingin tubuh lebih sehat dan berumur panjang, segera batasi dan hindari untuk mengonsumsi beberapa makanan pemicu kanker ini secara rutin. Berikut daftarnya, dikutip dari laman Healthline:

    1. Gula dan Karbohidrat Olahan

    Dalam artikel yang telah ditinjau Katherine Marengo LDN, R.D., Nutrition, semakin banyak makanan dengan gula dan karbohidrat olahan. Ciri khas rasa yang terlalu manis, dikatakan berpotensi meningkatkan kemungkinan kanker.

    Sebut saja minuman dengan kandungan pemanis yang tinggi, makanan yang dimasak terlalu lama, olahan seperti pasta, roti, hingga sereal juga menjadi makanan yang mungkin kini dikenal dengan sebutan ultra processed food (UPF). Itu adalah makanan yang telah diproses dengan bahan-bahan asing seperti zat kimia, pengawet, pewarna, garam dan gula berlebih.

    Mengonsumsi makanan bertepung dengan konsentrasi tinggi dan manis dapat membuat kamu lebih berisiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2020, kondisi tersebut mendorong peradangan dan stres. Hal ini dapat meningkatkan risiko untuk jenis kanker tertentu.

    Makanan yang bermula dari memicu diabetes tipe 2, meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium (uterus). Maka, untuk membatasinya bisa konsumsi makanan alternatif yang lebih sehat seperti beras merah, roti dari tepung gluten free, dan makanan real food yang minim olahan lainnya.

    2. Daging Olahan

    Siapa yang tak suka dengan daging olahan? Kita sangat dekat dengan makanan yang satu ini seperti sosis dan nuget, yang memang praktis dan bisa mengenyangkan dengan cepat. Rasanya yang enak juga membantu ketika tak memiliki waktu banyak untuk memasak, tapi ingin makan dengan lahap.

    Nyatanya, daging olahan terdiri dari daging yang hanya sedikit persenannya, diberi pengawet dan banyak tepung serta bahan asing lainnya. Metode yang digunakan untuk membuat daging olahan dapat menciptakan karsinogen.

    Mengonsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Ternyata makanan olahan ini diungkapkan ahli sangat cepat untuk memicu risiko perkembangan sel kanker.

    Hal tersebut lantaran adanya penambahan bahan pengawet yang dimaksudkan untuk membuat produk makanan bertahan lebih lama. Selain itu, proses pengasapan hingga penambahan garam pada daging olahan juga terlalu berlebihan.

    3. Alkohol

    Alkohol dapat mengganggu fungsi kekebalan tubuhmu, sehingga menyulitkan tubuh untuk menargetkan sel-sel prakanker dan kanker. Pada wanita, alkohol meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh dan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memicu kanker payudara.

    Bagi peminumnya, alkohol sering diasosiasikan dengan minuman yang membantu tubuh untuk relaksasi. Namun ahli gizi di World Cancer Research Fund (WCRF), Matthew Lambert menjelaskan bahwa alkohol tak punya kaitan positif untuk tubuh. Bahkan, minuman beralkohol dapat menyebabkan setidaknya enam jenis kanker.

    4. Makanan yang Dimasak Berlebihan

    Memasak makanan secara berlebihan dapat menghasilkan karsinogen. Seperti daging yang dimasak terlalu lama, hingga penggunaan wajan dengan bahan tak sehat juga bisa mempengaruhi.

    Memasak daging dengan panas tinggi menciptakan PAH karsinogenik dan amina heterosiklik (HCA). Zat-zat ini dapat meningkatkan risiko kanker dengan mengubah DNA sel. Maka untuk mengurangi risiko karsinogen dari memasak dengan panas tinggi, bisa menggunakan metode memasak yang lebih sehat seperti memanggang pada suhu yang lebih rendah atau masak perlahan dalam slow cooker.

    5. Gorengan

    Gorengan memang selalu jadi teman makan favorit orang Indonesia. Mengonsumsi gorengan, melekat dengan kebiasaan orang Indonesia. Ayam goreng, ikan goreng, bala-bala, hingga camilan seperti singkong goreng atau risol tak pernah absen dari kehidupan orang Indonesia.

    Namun, penggunaan minyak untuk menggoreng makanan dapat meningkatkan endapan lemak jenuh di dalam tubuh manusia. Apalagi minyak tersebut sudah digunakan untuk menggoreng berkali-kali. Ketika lemak jenuh terlalu banyak, ada ancaman setidaknya 13 jenis kanker berkembang di dalam tubuh manusia.

    6. Segala Makanan UPF

    American Institute for Cancer Research dan American Cancer Society, bahwa pola hidup menghindari makanan olahan ultra atau ultra processed food (UPF) menjadi kunci mencegah kanker.

    Mengonsumsi makanan yang tak banyak diolah atau real food seperti sayur, buah, daging dengan cara masak dan bumbu dapur asli, menjadi makanan yang paling aman dan sehat. Kuncinya, konsumsi bahan yang datang dari alam dan bukan yang dibuat di pabrik.

    Rata-rata orang Amerika mengkonsumsi setidaknya 63% makanan ultraproses seperti pizza, keripik, muffin, daging olahan, dan minuman berpemanis. Studi kanker menunjukkan bahwa makanan ultraproses tidak hanya meningkatkan risiko terjadinya kanker, tetapi setelah diagnosis kanker, makanan ini meningkatkan risiko kematian.

    Penelitian menunjukkan bahwa langkah yang terbaik adalah menghindari makanan tersebut. Sumber protein bisa diperoleh dari makanan seperti tahu, edamame, tempe, ikan, ayam, dan kacang-kacangan.

    Nah itulah tadi 6 daftar makanan pemicu kanker yang tidak direkomendasikan para ahli. Yuk kita hidup sehat, dan jauhi makanan yang berdampak buruk bagi tubuh!

    (aau/fds)



    Sumber : food.detik.com