Jakarta –
Dalam kehidupan yang serba cepat, apa yang kita makan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada suasana hati dan emosi.
Beberapa makanan mampu membuat perasaan lebih tenang dan bahagia, sementara yang lain justru bisa memicu rasa marah dan mudah tersinggung.
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda, tetapi penting untuk memperhatikan sinyal tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi.
Dilansir dari Times of India (25/08/2025), berikut enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi suasana hati menjadi lebih buruk:
1. Makanan Olahan dan Makanan Manis
Pria sedang makan burger, makanan cepat saji Foto: Sander Dalhuisen/Unsplash |
Makanan cepat saji dan camilan manis memang memberi energi instan, tetapi efeknya hanya sementara. Setelah lonjakan energi itu, biasanya tubuh mengalami penurunan drastis yang membuat suasana hati ikut berubah.
Kandungan gula dalam makanan olahan juga bisa membuat gula darah naik turun, sehingga memicu emosi tidak stabil sehingga orang lebih mudah marah dan emosi. Menggantinya dengan makanan sehat yang minim proses pengolahan akan membantu menjaga energi lebih seimbang.
2. Kafein Berlebihan
Secangkir kopi di pagi hari menjadi rutinitas banyak orang. Namun terlalu banyak kafein bisa menimbulkan rasa gelisah, cemas, bahkan mudah marah.
Kafein juga bisa mengganggu pola tidur yang akhirnya berdampak pada tingkat stres yang memicu emosi seseorang menjadi tidak stabil. Untuk menghindari efek samping ini, batasi asupan kafein dan sesekali pilih teh herbal atau kopi tanpa kafein agar tubuh lebih rileks.
3. Minuman Beralkohol
Minuman BeralkoholFoto: ET Today/iStock |
Dalam jumlah sedikit, minuman yang mengandung alkohol mungkin memberi efek rileks dan menenangkan pada tubuh.
Namun jika dikonsumsi berlebihan, alkohol bisa mempengaruhi keseimbangan zat kimia di otak dan memicu perubahan suasana hati, termasuk rasa marah dan mudah tersinggung. Mengendalikan jumlah konsumsi minuman beralkohol penting untuk menjaga keseimbangan emosi.
4. Makanan yang Berlemak
Makanan yang tinggi lemak trans atau lemak jenuh, seperti gorengan dan makanan cepat saji, tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik tetapi juga pada kesehatan mental.
Lemak jenis ini dapat memicu peradangan yang berpengaruh pada fungsi otak dan akhirnya membuat suasana hati mudah terganggu. Menggantinya dengan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun akan lebih menyehatkan tubuh sekaligus pikiran.
5. Camilan Tinggi Garam
Camilan Tinggi Garam Foto: Site News |
Keripik, biskuit, atau camilan asin lainnya memang terasa nikmat, tetapi kandungan garam berlebih bisa menyebabkan dehidrasi. Kondisi ini dapat mempengaruhi tekanan darah serta suasana hati.
Pilih camilan yang lebih sehat, seperti buah segar, kacang, atau camilan dari biji-bijian utuh untuk mendukung tubuh tetap bugar dan mood lebih stabil.
6. Menu Sereal untuk Sarapan
Sereal dengan kandungan gula tinggi sering memberi energi instan di pagi hari. Namun efeknya tidak bertahan lama karena kadar gula darah akan turun drastis setelahnya. Hal ini bisa membuat tubuh lemas, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Pilihan yang lebih baik adalah sereal rendah gula, gandum utuh, atau sarapan dengan tambahan protein agar energi bertahan lebih lama.
Sesekali menikmati makanan yang kurang sehat tentu wajar. Namun menjaga pola makan yang seimbang dan bergizi akan membantu menciptakan tubuh yang lebih sehat sekaligus suasana hati yang lebih tenang.
Dengarkan tubuh, perhatikan reaksi tubuh setelah makan, dan pilihlah makanan yang benar-benar memberi kebaikan bagi fisik maupun mental.
(sob/dfl)
4 Rahasia Panjang Umur Orang Tertua di Dunia yang Capai 100 Tahun
Jakarta –
Panjang umur menjadi dambaan setiap manusia. Untuk mencapainya, tentu saja pola makan sehat menjadi penunjang, seperti yang disebutkan oleh orang tertua di dunia ini.
Sebagian orang di beberapa negara memiliki usia panjang, bahkan melampaui 100 tahun. Seperti di Amerika Serikat ada sekitar 0,03 persen dari populasinya yang berusia 100 tahun, menurut analisis dari Pew Research Center.
Dilansir dari Business Insider (14/12), kebanyakan mereka yang dikaruniai umur panjang melakukan pola hidup yang sehat, termasuk asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Setidaknya 8 orang tertua di dunia mengungkapkan jika mereka menyukai makanan segar, memasak di rumah, dan lainnya.
Berikut 4 pola makan yang bikin panjang umur:
1. Mengonsumsi makanan segar
Mereka yang berusia 100 tahun mengungkapkan kalau makanan yang dikonsumsi biasanya segar. Mereka juga membatasi konsumsi daging merah, seperti yang dilakukan oleh Deborah Szekely (102) yang telah menjalani pescatarian (pola makan vegetarian dan seafood).
Pearl Taylor (102) yang tinggal di Dayton, Ohio juga mengatakan kalau dirinya rutin mengonsumsi makanan vegetarian dan hanya mengonsumsi daging sesekali. Ia juga rutin mengonsumsi jus hijau yang terbuat dari lidah buaya, seledri, peterseli, jahe, dan air putih yang ditambahkan Splenda (pemanis nol kalori).
Orang tertua kedua di New York, Louise Jean Signore (112 tahun) juga diketahui menjalani diet Mediterania. Pola makan tersebut kaya akan makanan utuh, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dan minyak zaitun.
2. Masak di rumah
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Umur yang panjang juga bisa diraih dengan memasak makanan yang dikonsumsi di rumah. Jadi, tak membeli makanan di luar rumah yang biasanya mengandung banyak lemak dan tak jelas kandungan nutrisinya.
Kakek William berusia 101 tahun dari Toronto, Kanada mengungkapkan kalau dirinya lebih suka memasak di rumah. Ia kerap memasak ikan sarden yang menjadi rahasia panjang umurnya.
Jack Van Nordheim (101) juga diketahui tak menyukai makanan cepat saji. Ia lebih menyukai makanan rumahan, seperti ayam rebus.
Diketahui bahwa mengonsumsi makanan rumahan menandakan orang makan lebih sedikit makanan olahan. Makanan olahan ini banyak dikaitkan dengan masalah kesehatan, seperti depresi, diabetes tipe-2, dan penyakit kardiovaskular.
Tips panjang umur lainnya bisa disimak di halaman berikut…
3. Makan secukupnya
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Yumi Yamamoto, seorang yang bekerja di LongeviQuest, organisasi yang memverifikasi usia para supercentenarian (orang yang hidup lebih dari 100 tahun) mengatakan bahwa mereka mengikuti prinsip ‘hara hachi bu’. Prinsip tersebut berarti mereka makan hingga 80 persen kenyang.
Nenek buyut Yamamoto, Shigeyo Nakachi, adalah orang tertua kedua di Jepang hingga ia meninggal pada tahun 2021. Yamamoto mengatakan Nakachi tidak pernah makan berlebihan.
Begitu juga dengan Martin McEvily (108), pria tertua di Irlandia ini juga menerapkan pola makan dengan ‘makan secukupnya’. Pola makan ini ia terapkan semasa hidupnya.
4. Manjakan Diri
tips panjang umur dari orang-orang tertua di dunia Foto: site news/istock |
Memanjakan diri sendiri juga masuk ke dalam pola makan yang diterapkan oleh orang-orang tertua di dunia. Mereka juga tetap menikmati makanan yang sangat disukai. Seperti halnya Jack Van Nordheim yang masih menikmati camilan berupa dark chocolate setiap hari.
Kane Tanaka (119) yang tercatat sebagai orang tertua kedua dalam sejarah juga diketahui memanjakan dirinya dengan minum Cola setiap hari. Deborah Szekely yang sesekali menikmati es krim dan kopi sebagai bentuk memanjakan dirinya.
Konsep memanjakan diri ini disetujui oleh ahli gizi. Nichola Ludlam-Raine, seorang ahli gizi menjelaskan bahwa memasukkan camilan dapat membuat pola makan sehat lebih berkelanjutan. Ia juga sempat mempromosikan diet 80/20, yaitu makan makanan sehat selama 80% waktu dan membiarkan diri makan apa yang disukai pada 20% waktu tersisa.
(yms/adr)
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Ini Cara Mudah Hindari Ngidam Makanan Berlebihan Saat Diet Jakarta – Salah satu rintangan terberat saat diet adalah rasa ngidam untuk mengonsumsi makanan tertentu. Ahli diet ini bagikan cara mudah untuk menghindarinya. Proses penurunan berat badan atau diet bisa dibilang cukup sulit bagi sebagian besar orang yang susah untuk mengontrol nafsu makan. Karena sering kali orang makan berlebihan tanpa mereka sadari sama sekali. Banyak orang yang ingin diet tapi mengaku tak bisa berhenti makan bahkan ngidam makanan secara terus menerus. Hal ini bisa dibilang normal karena fase ini cukup sering dialami banyak orang.
Dilansir dari Mirror UK (18/12), salah satu ahli diet bernama Shayne Rowland kerap membagikan tips diet lewat akun TikTok miliknya @proflex.health. “Ketika sedang ngidam makanan, biasanya ini terjadi karena tubuh kita mengirimkan sinyal untuk memberitahu kita bahwa mungkin ada sesuatu yang kurang,” jelas Shayne. “Ini bisa jadi pertanda bahwa tubuh kurang tidur atau istirahat. Kita tahu bahwa ketika tubuh kurang tidur, akan menghasilkan hormon bernama ghrelin. Hormon ini bisa meningkatkan hormon lapar pada tubuh, sehingga kita merasa lapar dan ngidam makanan tertentu,” tutur Shayne.
Lebih lanjut Shayne menambahkan faktor yang sering memicu rasa ngidam adalah karena tubuh kita kekurangan cairan atau sedikit dehidrasi. “Mungkin sebenarnya kita tidak merasa lapar tapi hanya butuh minum air putih saja. Karena sedikit saja tubuh mengalami dehidrasi bisa disalah artikan sebagai rasa lapar yang kemudian memicu ngidam makanan,” ungkapnya. Agar rasa ngidam hilang saat diet, Shayne menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, vitamin dan mineral untuk tubuh. Termasuk menyantap makanan yang kaya akan protein sehingga orang tidak mudah merasa lapar.
Rasa ngidam makanan bisa muncul walau sebenarnya tidak berkaitan pada makanan sama sekali. Sehingga Shayne menyarankan istirahat yang cukup. “Jadi kalau kalian mengalami ngidam makanan tertentu, pastikan kalian meninjau hal-hal ini dulu sebelum memutuskan untuk langsung makan,” pungkasnya. Di akhir video, Shayne menambahkan bahwa tidak masalah sesekali ngemil saat diet asal porsinya tidak berlebihan. (sob/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Dan Gold |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Dan Gold
Stop! 7 Mitos Populer Tentang Makanan yang Keliru dan Tak Perlu Dipercaya Jakarta – Tak semuanya mitos seputar makanan dan nutrisi benar adanya. Banyak mitos yang menyesatkan dan justru membawa efek samping untuk tubuh. Dilansir dari DailyMailUK (24/07/2025), menurut Lynne Murphy, ahli gizi dari Nutri Lean Inggris, banyak orang terus-menerus dibanjiri informasi makanan dan nutrisi yang saling bertentangan. Sayangnya banyak mitos makanan populer yang justru keliru dan sering membuat orang terkecoh. “Tidak ada rumus yang cocok untuk pola makan semua orang. Apa yang berhasil bagi satu orang bisa berdampak buruk bagi yang lain,” jelasnya. Faktor usia, aktivitas, kondisi kesehatan, hingga genetik, semuanya mempengaruhi respons tubuh terhadap makanan.
Jadi pola makan jangka panjang seperti apa yang sebaiknya diikuti? Murphy menyarankan untuk kembali ke dasar, perbanyak makan sayur, hindari makanan olahan dan perhatikan bagaimana tubuh merespons makanan. Murphy juga mengungkap tujuh mitos seputar makanan yang sering dipercaya oleh banyak orang. Mulai dari mitos jangan makan lemak dan karbohidrat saat diet, sampai mitos seputar gula dan jus buah. Berikut ini 5 mitos makanan yang tak lagi perlu dipercaya: 1. Lemak Itu Buruk
Banyak orang masih percaya lemak adalah musuh utama dalam menurunkan berat badan. Namun menurut Murphy, anggapan ini tidak hanya keliru tetapi juga bisa membahayakan kesehatan. “Menghindari semua jenis lemak justru salah satu hal terburuk untuk tubuh” jelasnya. Lemak sehat yang berasal dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun sangat penting. Lemak sehat memberikan energi lebih banyak daripada karbohidrat dan protein, serta mendukung fungsi otak. Pada wanita, lemak sehat juga membantu produksi hormon yang sehat. Murphy menekankan yang perlu dibatasi adalah lemak trans dan lemak jenuh berlebihan, seperti yang ditemukan dalam kue, gorengan, dan makanan olahan. “Jenis-jenis lemak inilah yang meningkatkan kolesterol jahat dan risiko penyakit jantung serta stroke,” jelasnya. 2. Makanan Bebas Gluten Lebih SehatAda kecenderungan orang untuk membeli semua produk makanan bebas gluten karena dianggap lebih sehat. Namun Murphy mengingatkan bahwa anggapan ini bisa menyesatkan dan berdampak buruk bagi berat badan. “Kecuali seseorang memiliki penyakit celiac atau alergi dan sensitif pada gluten, makanan bebas gluten tidak otomatis lebih sehat,” ujarnya. Produk pengganti gluten sering kali justru mengandung lebih banyak gula, kalori dan bahan tambahan untuk meniru rasa serta tekstur makanan normal. Murphy menambahkan, “Saya sering melihat orang beralih ke biskuit gluten-free karena merasa itu pilihan yang sehat, padahal justru mengandung lebih banyak kalori dan gizi yang lebih rendah daripada versi biasa. Kalau tidak perlu, tetap konsumsi yang biasa saja, itu lebih baik untuk tubuh dan berat badan.” tuturnya. 3. Jus Membantu Detox
Banyak orang menjadikan jus buah sebagai alasan ‘detoks’ atau untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Sayangnya ini adalah kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang. “Hati dan ginjal seseorang sudah sangat efektif membersihkan tubuh dari racun. Orang-orang tidak perlu menghabiskan uang untuk membeli jus mahal,” jelas Murphy. Selain itu yang lebih merugikan, proses juicing atau jus justru menghilangkan serat bermanfaat dari buah dan sayur, belum lagi kandungan gula tambahan di dalamnya. “Saat seseorang membuat jus apel, yang diminum pada dasarnya adalah air gula rasa apel, tanpa serat yang biasanya memperlambat penyerapan gula,” kata Murphy. Akibatnya terjadi lonjakan gula darah yang drastis, yang jika terjadi berulang dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung. 4. Karbohidrat Bikin GemukBanyak orang menjalani diet ketat dan menyingkirkan semua jenis karbohidrat seperti roti dan pasta. Padahal menurut Murphy, ini adalah kesalahpahaman besar. “Karbohidrat bukanlah musuh. Penambahan berat badan terjadi ketika seseorang mengonsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibakar, tidak peduli apakah kalorinya berasal dari karbohidrat, protein, atau lemak.” jelasnya. Tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, terutama saat aktivitas fisik meningkat. Masalahnya bukan pada karbohidrat itu sendiri, melainkan pada jenis dan jumlah yang dikonsumsi. “Pilihlah karbohidrat utuh seperti roti gandum, bukan versi roti putih yang sudah jadi makanan olahan. Selain memberi energi, Anda juga akan mendapatkan manfaat serat, pencernaan yang lebih baik, dan kadar kolesterol yang lebih stabil,” katanya. 5. Gula Alami Lebih Baik daripada Gula Biasa
Banyak orang berpikir bahwa gula alami dianggap lebih sehat dari gula atau pemanis tambahan. Menurut Murphy, pernyataan itu menyesatkan. “Memang sumber gula alami sering disertai serat dan nutrisi tambahan, tetapi tubuh setiap orang tetap memproses gula dengan cara yang sama, terlepas dari asalnya,” jelasnya. Baik gula alami dari madu maupun apel, semuanya tetap memicu kenaikan kadar gula darah seperti halnya gula putih. “Banyak orang berpikir mereka bisa makan pemanis alami sebanyak mungkin, padahal tubuh tidak bisa membedakan antara madu dan gula putih setelah dicerna,” katanya. ” Menurutnya kedua jenis gula ini tetap membawa risiko kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. 6. Pengaruh Pola Makan pada MetabolismeBeberapa orang meyakini bahwa makan dengan porsi sesikit tapi sering dapat menjaga metabolisme tetap aktif. Namun menurut Murphy, ini hanyalah mitos yang sudah lama dibantah secara ilmiah. “Gagasan bahwa makan sering bisa membuat metabolisme lebih aktif ini sudah terbukti keliru. Metabolisme Anda tidak akan melambat secara signifikan hanya karena seseorang tidak makan setiap beberapa jam sekali ,” lanjutnya. Faktanya beberapa orang justru merasa lebih baik dengan pola makan yang lebih jarang namun lebih besar porsinya. “Tubuh seseorang mampu bertahan beberapa jam tanpa makan tanpa mengalami penurunan fungsi metabolisme. Yang penting adalah makan saat benar-benar lapar dan menikmati makanan yang bernutrisi dan gizi seimbang,” saran Murphy. 7. Makanan Rendah Lemak Lebih Sehat
Seperti anggapan tentang gluten-free, banyak yang mengira produk makanan rendah lemak selalu lebih sehat. Padahal Murphy menyebutkan ketika lemak dihilangkan dari makanan, produsen seringkali menambahkan gula, garam, atau bahan buatan agar tetap terasa enak. “Ini bisa membuat makanan versi rendah lemak justru lebih buruk daripada versi aslinya,” jelasnya. “Yoghurt rendah lemak yang penuh dengan gula tambahan justru tidak memberikan manfaat seperti yoghurt penuh lemak tanpa pemanis.” sambungnya. Intinya tidak semua label makanan rendah lemak berarti lebih sehat. Namun yang perlu dilakukan adalah membaca label dengan teliti sebelum membelinya. (sob/dfl) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
7 Tips Diet untuk Pekerja Kantoran, Tetap Kurus Meski Duduk Seharian Jakarta – Tak ada alasan sulit diet, sekalipun bagi pekerja kantoran yang harus duduk seharian. Menerapkan tips diet berikut bisa bantu penurunan berat badan meski dengan langkah-langkah simpel. Tips diet meliputi beberapa hal, termasuk memilih jenis makanan yang tepat, mengatur porsi, hingga waktu makannya. Selain itu, tips diet juga mencakup kebiasaan-kebiasaan makan sehat yang mendukung turunnya berat badan. Kebiasaan tersebut tak selalu berkaitan dengan aktivitas fisik, tapi juga kebiasaan makan. Cara ini bisa dipraktikkan bagi pekerja kantoran yang sering tak punya waktu untuk olahraga.
Dikutip dari Healthline (4/8/2025), berikut 7 tips diet untuk pekerja kantoran dimana seseorang bisa kurus meski duduk seharian: 1. Kunyah makanan menyeluruh dan pelan-pelanSesimpel memperhatikan cara mengunyah makanan juga bisa bantu usaha diet. Kamu disarankan mengunyah makanan sempurna atau menyeluruh dan pelan-pelan. Sebab otak butuh waktu untuk memroses apakah asupan makananmu sudah cukup atau belum. Penelitian juga menunjukkan, kunyah makanan menyeluruh dan perlahan berkaitan dengan penurunan berat badan karena 3 alasan. Ketiganya adalah menurunkan asupan makanan keseluruhan, meningkatkan rasa kenyang, dan memungkinkan porsi makan lebih kecil. 2. Pakai piring kecil
Penggunaan piring juga perlu diperhatikan. Jika sedang makan makanan tinggi kalori atau tinggi lemak, pakai piring kecil. Cara ini membantu kamu makan lebih sedikit. Secara psikologis, menaruh makanan di piring kecil juga bisa menciptakan kesan makanan itu sudah cukup banyak untuk dinikmati. Beda ceritanya dengan penggunaan piring besar yang dapat membuat makanan tampak lebih sedikit, meski sebenarnya porsinya sudah besar. 3. Konsumsi banyak proteinAsupan protein dapat mendukung penurunan berat badan dengan beberapa cara, seperti meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar, meningkatkan proses pemabakaran kalori, hingga mendukung metabolisme. Penelitian menunjukkan konsumsi hingga 1,6 gram (g) protein per kilogram berat badan dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus mempertahankan atau bahkan menambah massa otot. Contoh makanan kaya protein adalah dada ayam, ikan, Greek yogurt, dan kacang almond. 4. Masak makanan sendiriAlih-alih jajan di luar, saat diet kamu lebih baik masak makanan sendiri. Kemudian ketika ke kantor, bisa dijadikan bekal. Sebuah penelitian tahun 2020 menemukan orang yang lebih sering menyiapkan makanan di rumah cenderung mengalami kenaikan berat badan yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang rutin makan di luar atau mengonsumsi makanan siap saji. 5. Tingkatkan asupan seratSelain protein, serat juga dibutuhkan saat diet. Makan makanan tinggi serat bisa meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar, dan memasok energi lebih lama. Jenis serat yang disarankan adalah serat kental (viscous fiber) dimana serat akan membentuk gel ketika bersentuhan dengan air. Sumbernya antara lain, kacang-kacangan, sereal oat, dan jeruk. Pedoman Diet untuk Orang Amerika merekomendasikan wanita dewasa mengonsumsi 28 g serat setiap hari dan pria dewasa 34 g. 6. Minum air putih teratur
Tips diet untuk pekerja kantoran yang sering dilupakan, minum air putih teratur. Padahal air putih diperlukan untuk membantu penurunan berat badan yang efektif. Sebuah penelitian tahun 2018 menemukan minum air putih sebelum makan dapat mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, tanpa memengaruhi rasa kenyang secara signifikan. Jadikan air putih sebagai asupan utama untuk mengganti minuman manis seperti soda atau jus kemasan yang tinggi kalori. 7. Makan tanpa gangguanTips diet simpel yang bisa dipraktikkan adalah makan tanpa gangguan. Kamu disarankan fokus ketika menikmati makanan. Hindari makan sambil mengobrol atau menonton TV. Hal ini dapat memengaruhi persepsi rasa yang pada akhirnya membuat rasa kenyang tertunda dan selanjutnya, seseorang berakhir mengonsumsi kalori lebih banyak. Makan sambil melakukan aktivitas lain juga dikaitkan dengan makan lagi lebih cepat setelah selesai makan. (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Hati-hati! Kebanyakan Makan Strawberry Bisa Bikin Diare Jakarta – Lezat dan kaya manfaat, buah strawberry memang menyehatkan. Tetapi jika dikonsumsi berlebihan, buah ini bisa menyebabkan kembung hingga diare. Strawberry dikenal luas sebagai buah yang lezat, segar, dan kaya manfaat. Popularitasnya bukan hanya karena rasa manis yang menggoda, tetapi juga karena kandungan gizinya yang melimpah serta ketersediaannya sepanjang tahun. Buah mungil berwarna merah ini kerap dipuji karena mampu menunjang fungsi otak, membantu mengatur kadar gula darah, memperkuat sistem imun, mengurangi peradangan, hingga meningkatkan kesehatan jantung.
Menurut Cleveland Clinic, strawberry juga rendah kalori namun padat nutrisi sehingga menjadikannya pilihan tepat bagi yang ingin menjaga pola makan sehat. Dilansir dari Delish, Selasa (08/07/2025), ahli gizi Lauren Manaker, menjelaskan strawberry sarat akan vitamin C, antioksidan, dan serat. Namun, seperti halnya makanan sehat lainnya, konsumsi berlebihan tetap bisa menimbulkan efek yang kurang menyenangkan.
Satu porsi strawberry idealnya sekitar satu cangkir, atau setara dengan 8-10 buah stroberi berukuran sedang. Dalam takaran ini manfaat yang diperoleh cukup optimal tanpa membebani kerja tubuh. Dua hingga tiga porsi strawberryper hari umumnya masih dalam batas aman, tetapi jika melebihi itu ada sejumlah dampak negatif yang patut diwaspadai. Manaker menyebutkan konsumsi strawberry secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau diare, karena kandungan seratnya yang tinggi. Selain itu, sifat asam alami pada buah ini bisa memicu iritasi lambung atau menyebabkan refluks asam, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Walaupun kandungan gula dalam strawberry relatif rendah dibandingkan buah lain, asupan berlebih tetap dapat memengaruhi kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes yang perlu lebih berhati-hati dalam mengatur pola makannya.
Beberapa orang juga diketahui memiliki sensitivitas terhadap strawberry. Dalam kasus seperti ini, konsumsi berlebih dapat menyebabkan gejala alergi ringan seperti gatal atau pembengkakan. Terakhir, Manaker mengingatkan terlalu banyak mengonsumsi satu jenis makanan saja bisa menghambat asupan nutrisi penting dari sumber makanan lainnya. Tidak ada aturan baku soal batas maksimal konsumsi strawberry, prinsip menyantap makanan dalam porsi secukupnya tetap menjadi kunci makan sehat. “Strawberry memang bagus untuk pola makan, tapi jangan lupa pentingnya variasi dalam menu,” pungkas Manaker. (sob/dfl) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
7 Pola Makan yang Bikin Berat Badan Cepat Turun Jakarta – Banyak cara untuk mengurangi berat badan dengan cepat. Jika mau yang aman dan alami, coba terapkan pola makan sehat ini. Jadikan kebiasaan bersama pola hidup sehat lainnya. Saat ini banyak orang berusaha menurunkan berat badan dengan cepat lewat berbagai cara. Bagi yang punya budget lebih, biasanya akan kontrol ke dokter gizi untuk mengatur pola makan sekaligus menjalani perawatan lain. Namun, bagi yang budget-nya terbatas, bisa pilih cara alami dan sehat. Lakukan kebiasaan makan yang memang mendukung proses penurunan berat badan berjalan dengan efektif dan cepat.
Bagaimana caranya? Berikut Medical News Today (19/5) mengungkap cara alami mengurangi berat badan dengan cepat: 1. Makan dengan fokusMakan dengan fokus atau mindful eating tak boleh disepelekan. Praktik ini membuat seseorang menaruh perhatian penuh terhadap apa yang dikonsumsi. Dampaknya, makan jadi lebih pelan dan pilihan makanan mungkin lebih sehat sehingga mengarah pada penurunan berat badan. Caranya, coba makan di meja makan tanpa distraksi apapun, seperti nonton TV, buka laptop, atau main ponsel. Kemudian makan pelan-pelan. Resapi tiap gigitan dan cita rasa makanan. Dengan begitu, otak punya waktu yang cukup untuk mengenali sinyal kenyang. Terakhir, pilih makanan yang bernutrisi agar penurunan berat badan bisa diraih lebih cepat. 2. Jangan lupakan protein
Dalam memilih menu, usahakan yang tinggi protein. Protein bantu mengatur hormon selera makan sekaligus menciptakan rasa kenyang dan puas. Protein bersifat mengurangi hormon lapar (ghrelin) dan meningkatkan hormon yang menciptakan rasa kenyang. Untuk jumlahnya bisa mengikuti panduan 0,8 gram per kg berat badan. Bagi yang ingin defisit kalori dan menjaga massa otot, bisa menggunakan formula 1,2-2 gram per kg berat badan. Sumber protein antara lain, telur, tahu, tempe, edamame, kacang-kacangan, produk olahan susu, daging ayam, dan daging ikan. 3. Kurangi gula dan karbohidrat olahanBanyak makanan kini tinggi kandungan gula atau termasuk jenis karbohidrat olahan. Konsumsi dua jenis makanan ini berkaitan dengan obesitas dan penambahan berat badan. Sebab keduanya tinggi kalori dan secara umum rendah nutrisi. Coba ganti menu tinggi gula dan karbohidrat olahan dengan versi yang lebih sehat. Misalnya, ganti nasi putih dengan nasi merah. Ganti roti putih dengan roti gandum. Kemudian ganti konsumsi soda tinggi gula dengan infused water berbahan buah. Kamu juga perlu mengganti jus buah kemasan dengan konsumsi susu atau air putih yang cukup. 4. Konsumsi banyak seratSerat makanan didapat dari sumber nabati mengandung karbohidrat. Jenis serat ini tidak dapat dicerna atau diserap oleh usus halus, tidak seperti gula dan pati. Dengan menambahkan cukup serat dalam menu sehari-hari, maka bisa meningkatkan rasa kenyang. Dengan begitu, makan lebih sedikit dan berat badan akan turun lebih cepat. Makanan kaya serat antara lain, sereal gandum, aneka buah, ragam sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 5. Seimbangkan bakteri usus
Kesehatan usus berperan penting dalam menjaga berat badan sehat. Untuk diketahui, usus manusia menampung sejumlah besar dan beragam mikroorganisme. Setiap orang pun memiliki jenis dan jumlah bakteri yang berbeda di dalam ususnya. Beberapa jenis dapat meningkatkan jumlah energi yang diserap seseorang dari makanan, yang menyebabkan penumpukan lemak dan penambahan berat badan. Untuk mengatasinya, coba konsumsi makanan kaya serat dan probiotik yang meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus. Jenisnya seperti, kimchi, yogurt, tempe, miso, kefir, aneka buah, dan ragam sayur. 6. Coba intermittent fastingDiet intermittent fasting dinilai lebih fleksibel dibanding pola diet lain sehingga banyak orang yang menjalaninya. Pola diet ini tidak membatasi ketat jenis asupan makanan, tetapi waktu untuk mengonsumsinya. Manfaatnya bisa mendukung penurunan berat badan, seperti halnya ketika menjalani pola makan rendah kalori. Sebagai pilihan umum, ada metode 5:2 dimana pelaku diet makan dengan ketat dalam 2 hari seminggu. Metode lain adalah 16:8 yaitu puasa 16 jam dan bisa makan dalam 8 jam. 7. Tidur yang cukup
Selain mengatur pola makan, kamu juga perlu tidur yang cukup jika ingin berat badan cepat turun. Penelitian tahun 2022 mengungkap, kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk memperlambat proses mengubah nutrisi dari makanan menjadi energi. Dengan begitu, penurunan berat badan akan terhambat. Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan resistensi insulin dan meningkatkan kadar kortisol, yang juga meningkatkan penyimpanan lemak. Begitupun dengan kadar hormon yang jadi ikut terganggu karena kurang tidur membuat ghrelin yaitu hormon lapar, meningkat jumlahnya. Seseorang akan merasa lebih lapar dan berpotensi makan lebih banyak. (adr/odi) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Hobi Makan Buah Setelah Makan Nasi? Ini Efeknya untuk Tubuh Jakarta – Banyak orang pilih menutup santapan dengan makan buah yang manis dan menyegarkan. Lantas, seperti apa efeknya pada tubuh jika kita makan buah setelah makan nasi? Buah merupakan bagian dari pola makan gizi seimbang. Konsumsi buah dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian setiap orang. Buah mengandung banyak vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Buah juga jadi pelengkap asupan serat untuk memperlancar pencernaan.
Mengonsumsi buah setelah makan merupakan salah satu kebiasaan umum yang dilakukan banyak orang. Buah kerap dijadikan makanan pencuci mulut yang menyegarkan. Lalu, apa yang terjadi pada tubuh saat makan buah setelah makan nasi? Pada dasarnya, makan buah tak disarankan dilakukan setelah makan. Melansir Times of India, secara keseluruhan, kebiasaan ini dapat memengaruhi pencernaan Anda. Berikut alasannya: 1. Kadar gula darah bisa melonjak
Misalnya, satu buah pisang mengandung sekitar 20 gram (g) karbohidrat. Pisang dimakan setelah makan nasi dan sajian lain yang tinggi karbohidrat. Hal di atas bisa meningkatkan beban glikemik keseluruhan, yang berpotensi memengaruhi kadar gula darah. 2. Terjadi efek FODMAP Pada dasarnya, buah dicerna jauh lebih cepat daripada kebanyakan makanan lainnya. Namun, jika dipadukan dengan makanan yang lebih berat, buah akan tetap berada di dalam usus dalam waktu yang lebih lama dan berpotensi mengalami fermentasi serta memicu kembung. 3. Berat badan naik
Konon, makan buah setelah makan bisa membantu proses penurunan berat badan. Padahal, faktanya semua buah kaya kalori. Jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan lengkap, maka buah hanya akan memberikan kalori tanpa ada manfaat berlebih. Alih-alih dikonsumsi setelah makan, ada baiknya jika buah dikonsumsi di tengah waktu makan. Selain memberikan pilihan bergizi, makan buah di tengah waktu makan juga bisa memberikan manfaat lain sesuai dengan fungsinya masing-masing. Misalnya, memakan jeruk di tengah waktu makan dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi karena kandungan vitamin C yang tinggi. Atau, makan pisang di tengah waktu makan dapat memoderasi lonjakan gula darah. (sob/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Rei IVE Diet Ketat Saat ‘Comeback’, Hanya Makan Sekali Sehari Jakarta – Banyak idol Korea yang melakukan diet selama masa promosi ‘comeback’ mereka. Salah satu yang melakukannya adalah ReI IVE yang hanya makan sekali sehari. Idol Korea diketahui harus berpenampilan menarik dengan tubuh ideal. Untuk itu banyak dari mereka yang harus melakukan diet ketat. Biasanya diet tersebut mereka lakukan selama masa promosi lagu baru (comeback). Dilansir dari Koreaboo (17/3), member IVE yang beberapa waktu lalu mencuri perhatian lewat lagu terbaru juga mengungkapkan bahwa mereka menjalani diet. Salah satunya Rei IVE yang menjalani program diet ketat.
Rei mengungkapkan pola dietnya pada tayangan YouTube channel Starship Entertainment. Rei mendokumentasikan makanan yang dikonsumsi olehnya selama beberapa hari. Pelantun lagu ‘Rebel Heart’ ini menjelaskan bahwa dirinya tidak lagi mengikuti metode diet yang ekstrem, tetapi berfokus pada memngontrol porsi makan. Meskipun begitu asupan makanannya masih sangat terbatas.
Dalam videonya, Rei mengungkapkan pola makannya saat memulai promosi lagu baru. Rei memulai paginya dengan makan setengah buah apel. Kemudian, ia menikmati nasi goreng ala Indonesia yang dibelinya dari sebuah restoran untuk makan siang. “Ketika saya promosi lagu baru, saya mencoba untuk menjaga masa puasa saya selama mungkin. Saya menikmati makan sekali sehari, tetapi saya menghindari makanan yang pedas dan camilan larut malam untuk mencegah kembung. Jika masih lapar pada malam hari, biasanya saya akan menikmati beberapa buah,” ujarnya dalam video tersebut. Rei hanya makan berat sekali sehari saat makan siang, untuk makan malam hanya menikmati buah-buahan atau jus. Ini dilakukan Rei untuk menjaga wajahnya tidak bengkak, karena keesokan harinya harus tampil mempromosikan lagunya lagi.
Di hari lainnya, Rei mengungkapkan bahwa ia menikmati sarapan buah stroberi. Kemudian, untuk makan siang ia menikmati pasta creamy dengan topping udang. Rei juga mengungkapkan jika di hari sebelumnya ia menikmati makan malam yang cukup banyak, maka keesokannya ia benar-benar membatasi makan. Ia sempat mengungkapkan bahwa dirinya hanya minum jus tomat. (yms/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer
|






























