Tag: teh

  • 8 Kode Chat di WhatsApp, Bisa Bikin Teks Tebal hingga Coret

    Jakarta

    Saat berkirim pesan di WhatsApp, kamu bisa menggunakan sejumlah format pada penulisan teks, lho. Misalnya, kamu ingin menuliskan pesan dengan teks tebal (bold), miring (italic), hingga daftar berpoin (bullet list).

    Untuk bisa membuat pesan teks tersebut, ada sejumlah kode yang harus dimasukkan. Tenang, kode yang dimaksud bukan deretan angka yang bikin ruwet, justru sangat sederhana dan cara pakainya gampang sekali.

    Ingin tahu kode chat di WhatsApp agar berkirim pesan semakin seru? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Kode Chat di WhatsApp yang Bisa Dicoba

    Ada sejumlah kode atau instruksi untuk tipografi yang bisa dicoba oleh pengguna WhatsApp. Mengutip laman Pusat Bantuan WhatsApp, berikut daftar kodenya:

    1. Tebal (Bold)

    Ingin membuat teks tebal di WhatsApp? Ternyata caranya sangat mudah. Cukup menambahkan tanda bintang (*) di awal dan akhir kalimat, lalu kirim pesan. Secara otomatis, pesan yang diketik akan berubah menjadi tebal.

    Contoh: *Segera hadir! Festival bazar Ramadan 2025 di Kemang, Jakarta Selatan*

    2. Miring (Italic)

    Membuat tulisan miring di WhatsApp juga sangat mudah. Cukup menambahkan tanda garis bawah (_) di awal dan akhir tulisan, kemudian otomatis pesan yang diketik akan berubah menjadi miring.

    Contoh: _Harga yang tertera di atas dapat berubah kapan saja_

    3. Coret (Strikethrough)

    Untuk membuat tulisan yang terdapat coretan di kalimatnya, cukup menambahkan tanda baca tilde (~) di awal dan akhir kalimat.

    Contoh: Kalau pergi ke ~Surabaya~ Jakarta, jangan lupa membawa oleh-oleh bir pletok.

    4. Monospace

    Untuk membuat teks dengan tipografi monospace, detikers bisa menggunakan tiga tanda kutip terbalik (“`) di awal dan akhir teks.

    Contoh: “`selamat siang dan sampai berjumpa lagi“`

    5. Daftar Berpoin (Bulleted List)

    Kamu juga bisa membuat daftar berpoin saat berkirim pesan di WhatsApp. Hal ini sangat membantu ketika ingin menuliskan langkah-langkah.

    Cara menggunakan bulleted list di WhatsApp adalah dengan menambahkan tanda garis sambung (-), kemudian tulis teksnya, lalu ketik spasi. Ulangi cara tersebut hingga selesai.

    Contoh: Berikut cara membuat teh manis hangat

    • Panaskan air menggunakan teko
    • Siapkan segelas cangkir, lalu tuangkan gula pasir secukupnya
    • Masukkan satu kantung teh
    • Jika air sudah mendidih, tuangkan air panas ke dalam cangkir.

    6. Daftar Bernomor (Numbered List)

    Selain daftar berpoin, kamu juga bisa membuat daftar bernomor di WhatsApp. Cara buatnya juga mudah, cukup tambahkan angka, titik, dan spasi pada setiap baris teks.

    Contoh: Berikut nama anggota yang akan mengikuti acara festival 17 Agustus

    1. Budi
    2. Ahmad
    3. Rita
    4. David
    5. Vina.

    7. Block Quotes

    Block quotes atau tanda kutip dapat membantu saat menyampaikan pesan yang lebih menonjol. Cara pakainya dengan mengetik tanda baca kurung sudut (>) dan spasi sebelum teks.

    Contoh: > Ketua RT 05 mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin.

    8. Inline Code

    Inline code atau kode berderet yang berfungsi untuk membedakan informasi spesifik dalam sebuah kalimat. Cara pakainya adalah dengan menambahkan tanda baca kutip terbalik (`) di awal dan akhir teks.

    Contoh: Diharapkan kepada masyarakat `membawa perlengkapan sholat sendiri` ketika sholat Idul Fitri dilaksanakan.

    Demikian delapan kode chat di WhatsApp yang bisa dicoba saat berkirim pesan. Semoga bermanfaat!

    (ilf/fds)



    Sumber : inet.detik.com

  • Terbukti! Rajin Minum Kopi dan Teh Perkecil Risiko Pikun dan Stroke


    Jakarta

    Kopi dan teh merupakan jenis minuman pagi populer. Penelitian terbaru menunjukkan ada manfaat dari rajin minum kopi dan teh untuk kesehatan otak dan jantung.

    Banyak orang tak bisa melewatkan hari tanpa mengonsumsi kopi dan teh. Dua minuman berkafein ini dianggap punya rasa nikmat sekaligus memiliki banyak manfaat.

    Terbaru, peneliti di China menemukan manfaat minum kopi dan teh untuk kesehatan. Melansir dari CNN International, para ilmuwan dari Tianjin Medical University di Tianjin, China meneliti lebih dari 360 ribu orang selama 10 hingga 14 tahun terkait dampak mengonsumsi teh atau kopi terhadap risiko demensia dan stroke.


    Adapun, data para subjek penelitian diperoleh dari database informasi kesehatan anonim dari sekitar setengah juta sukarelawan di Inggris, UK Biobank, yang dikumpulkan sepanjang 2006 hingga 2020.

    Melalui data-data tersebut, studi ini mengamati kesehatan para subjek penelitian yang berusia antara 50 dan 74 tahun. Para subjek tersebut juga telah mengakui bahwa mereka mengonsumsi kopi dan teh.

    Selama masa studi yang dipublikasikan di PLOS Medicine ini, sebanyak 5.079 peserta terkena demensia dan 10.053 mengalami stroke.

    Waspada! 5 Efek Konsumsi Kopi Berlebihan Ini Dapat Merusak KulitKonsumsi kopi rupanya bisa mengurangi risiko rendah stroke dan demensia. Foto: Getty Images/iStockphoto/Lifehdfilm

    Hasilnya, orang yang mengonsumsi dua hingga tiga cangkir kopi, tiga hingga lima cangkir teh, atau kombinasi empat hingga enam cangkir kopi atau teh sehari memiliki risiko rendah stroke dan demensia.

    “Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi kopi dan teh dalam jumlah sedang secara terpisah atau dalam kombinasi dikaitkan dengan risiko stroke dan demensia yang lebih rendah,” kata peneliti studi, dikutip Kamis (9/11/2023).

    Secara rinci, orang yang minum dua hingga tiga cangkir kopi dan dua hingga tiga cangkir teh dengan total empat hingga enam cangkir memiliki risiko demensia 28 persen lebih rendah dan stroke 32 persen lebih rendah dibandingkan orang yang tidak minum keduanya.

    “Dalam penelitian ini, orang-orang yang dilaporkan minum kopi atau teh dalam jumlah sedang, lebih kecil kemungkinannya terkena stroke atau demensia dalam 10 tahun,” ujar para peneliti.

    Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?Menurut penelitian, mereka yang minum kopi dalam jumlah sedang risiko demensia dan stroke lebih rendah. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone

    Sementara itu, studi lain pada 2021 juga menunjukkan bahwa orang yang tidak didiagnosis penyakit jantung ternyata mengonsumsi kopi secara teratur, yakni 0,5 hingga tiga kopi sehari. Bahkan, jumlah tersebut dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung, stroke, dan kematian dini apapun.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Ahli:

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson
  • Ngopi atau Ngeteh, Mana yang Lebih Baik Buat Gaya Hidup Sehat?


    Jakarta

    Kopi dan teh merupakan dua jenis minuman populer untuk mengawali pagi. Di antara keduanya, mana yang lebih sehat? Begini penjelasan ahli gizi.

    Selama berabad-abad, kopi dan teh dinikmati oleh banyak orang di dunia. Keduanya memiliki beragam manfaat sehat.

    Namun dari sisi nutrisi, sebenarnya lebih sehat ngopi atau ngeteh? Dikutip dari Eating Well (9/8/2025), ahli gizi Lauren Manaker mengungkap penjelasannya.


    Manfaat Sehat Kopi

    Kopi adalah sumber antioksidan yang penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat paparan radikal bebas. Secara khusus, kopi mengandung antioksidan kuat bernama asam klorogenat yang baik untuk kesehatan usus, meningkatkan kontrol gula darah, melindungi dari penurunan kognitif, hingga menjaga kesehatan jantung.

    Konsumsi kopi juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah mengalami penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Sebuah studi menemukan minum 1-2 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko 32% lebih rendah terkena penyakit Alzheimer.

    Ahli gizi Toby Amidor mengungkap alasan kopi dapat melindungi seseorang dari penurunan kognitif adalah karena kafein di dalamnya meningkatkan neurotransmitter seperti dopamin dan norepinefrin. Keduanya dapat meningkatkan fungsi otak.

    Tak kalah penting, konsumsi kopi juga dikaitkan dengan kesehatan jantung yang lebih baik. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi kopi rutin dengan penurunan risiko gagal jantung dan kadar kolesterol yang lebih baik.

    Manfaat Sehat Teh

    Tak kalah populer dari kopi, ada teh yang jadi pilihan banyak orang. Teh yang berasal dari tumbuhan Camellia sinensis ini kaya polifenol, terutama katekin dan flavonoid yang memiliki manfaat antioksidan kuat.

    Seperti kopi, teh juga bagus untuk mendukung kesehatan jantung. Sebuah tinjauan studi menunjukkan konsumsi teh hijau dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung dengan mengurangi faktor risiko utama, seperti menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik serta kadar kolesterol jahat.

    Beberapa jenis teh juga punya manfaat lain yaitu mendukung kesehatan pencernaan. Kamu bisa mendapatkannya dari konsumsi teh peppermint dan teh jahe.

    Keduanya bermanfaat meredakan kembung, meningkatkan motilitas usus, dan bahkan mengurangi rasa mual. “Senyawa dalam beberapa teh herbal dapat membantu pencernaan dan bisa menjadi pilihan yang tepat untuk diminum setelah makan,” kata Amidor.

    Berbeda dengan kopi yang sering dipuji karena efek energinya, sebaliknya teh justru cenderung memiliki efek menenangkan berkat senyawa L-theanine. Asam amino ini mendorong relaksasi dengan meningkatkan aktivitas gelombang otak alfa dan meningkatkan neurotransmitter penenang yang terkait dengan fokus dan pengurangan stres.

    Lantas, Lebih Sehat Kopi atau Teh?

    Untuk memutuskan mana yang lebih sehat antara kopi atau teh, tidak ada jawaban yang pasti. Keduanya memiliki manfaat unik yang menjadikannya pilihan yang sangat baik, tergantung pada tujuan dan preferensi kesehatan masing-masing individu.

    “Kopi dan teh sama-sama memiliki manfaat kesehatan yang didukung penelitian, tetapi kuncinya adalah moderasi,” jelas Jaclyn London, M.S., RDN.

    Kebanyakan ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi maksimal 3 hingga 4 cangkir per hari. Waspadai juga tambahan gula atau krimer tinggi lemak yang dapat mengurangi efek positifnya.

    Tips Minum Kopi dan Teh Sehat

    Untuk kopi, pilihlah kopi hitam atau tambahkan sedikit susu. Idealnya, hindari sirup gula dan krim kocok tinggi lemak. Jika kamu lebih menyukai rasa yang lebih lembut dan tidak terlalu asam, cobalah cold brew.

    Untuk teh, bisa pilih teh hijau atau teh hitam. Diminum begitu saja atau tambahkan perasan lemon atau madu sebagai penambah rasa.

    Pada intinya, penting untuk ‘mendengarkan’ tubuh masing-masing. Beberapa orang merasa paling nyaman minum teh, sementara yang lain menoleransi kopi dengan baik. Namun, jika kopi membuat kamu merasa gelisah atau cemas, menggantinya dengan teh yang menenangkan bisa jadi solusi.

    (adr/adr)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد Source : unsplash.com / Rachel Park

  • Jangan Asal Minum, Ini Waktu Paling Buruk Untuk Minum Teh


    Jakarta

    Teh menjadi minuman yang berkhasiat sehat karena mengandung zat antioksidan. Namun, jika diminum di waktu yang salah bisa berefek buruk untuk tubuh.

    Mengutip dari Harvard University, kandungan zat antioksidan yang terdapat dalam teh adalah polifenol atau flavonoid. Kandungan tersebut dapat mengendalikan efek radikal bebas yang dapat merusak tubuh. Karenanya tubuh tetap terjaga imunitas dan metabolismenya.

    Namun, konsumsi teh bisa menjadi tak menyehatkan jika diminum di waktu yang salah. Melansir dari Food NDTV (19/12), Dr Dixa Bhavsar Savaliya pakar ayurveda (ilmu kesehatan India) menjelaskan bahwa ada 3 waktu terburuk minum teh.


    1. Pagi hari saat perut kosong

    Selain mengandung zat antioksidan, teh juga diketahui mengandung kafein. Oleh karena itu, tak baik jika langsung dikonsumsi di pagi hari saat perut masih kosong.

    Dr Savaliya juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi teh pada waktu tersebut. Karena, kafein yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengganggu produksi kortisol, hormon stres utama, dan memunculkan rasa cemas, serta hilang keseimbangan.

    2. Saat makan

    Waktu minum teh berdasarkan jenisnyaWaktu minum teh Foto: Getty Images/krblokhin

    Minum teh juga sebaiknya tidak dilakukan saat makan. Karena, teh bersifat asam yang dapat menghambat sistem pencernaan pada tubuh.

    Jika diminum bersamaan dengan makanan yang mengandung protein tinggi, maka akan menghambat proses pencernaan. Selain itu, teh juga dapat mengganggu penyerapan zat besi jika teh dikonsumsi segera setelah makan.

    Untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, sebaiknya jangan minum teh dalam kurun waktu 1 jam sebelum dan sesudah makan. Minuman terbaik adalah air putih.

    Penjelasan mengenai waktu minum teh lain ada di halaman berikutnya…

    3. Setelah pukul 4 sore

    Tak hanya pagi hari saja, tapi teh juga tak dianjurkan dikonsumsi lebih dari pukul 4 sore. Hal ini dikarenakan kandungan kafein pada teh yang dapat memberikan efek pada tubuh saat malam hari.

    Dr Savaliya merekomendasikan untuk menghindari kafein dari teh setidaknya 10 jam sebelum tidur. Hindari mengonsumsinya setelah pukul 4 sore, jika tetap dilakukan maka kualitas tidur akan terganggu.

    Minum teh setelah pukul 4 sore juga dapat mendukung detoksifikasi hati dan mengurangi kadar kortisol. Selain itu, teh juga dapat meningkatkan sistem pencernaan, sehingga aktivitas buang air kecil saat malam hari juga akan lebih sering.

    4. Aturan minum teh

    Dr Savaliya menjelaskan waktu mengonsumsi teh yang baik. Teh diketahui mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf pusat dan menyebabkan ketergantungan. Karena itu asupan yang dianjurkan memiliki batasan 300 miligram per hari, menurut Dewan Riset Medis India (ICMR).

    Dalam secangkir teh sekitar 150 ml mengandung 30-65 mg kafein. Jadi, jumlah teh yang disarankan untuk dikonsumsi tidak lebih dari 2 cangkir per hari.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Dan Gold

  • Catat! 7 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersama Teh dan Kopi


    Jakarta

    Teh dan kopi telah menjadi minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Namun, ketika menikmati minuman tersebut, sebaiknya jangan bersamaan dengan 7 makanan ini.

    Minum teh dan kopi di pagi hari telah menjadi rutinitas banyak orang. Biasanya minuman ini dinikmati dengan kudapan tertentu, seperti kue, buah, keju, atau makanan lainnya.

    Meskipun teh dan kopi memang lebih nikmat jika dinikmati dengan makanan tertentu. Tetapi tidak semuanya cocok.


    Terdapat sejumlah kombinasi yang tak dianjurkan. Kandungan kafein dalam teh dan kopi dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika dipadukan dengan makanan tertentu.

    Oleh karena itu, jangan asal memadukan teh dan kopi dengan makanan lain.

    Melansir Times of India (25/07/2024), h berikut ini 7 makanan yang sebaiknya tak dikonsumsi bersama teh dan kopi.

    1. Buah citrus

    alasan orang racik kopi pakai lemonBuah citrus, seperti lemon atau jeruk tidak baik digabungkan dengan kopi atau teh. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Buah-buahan dalam kategori citrus, termasuk jeruk dan lemon sebaiknya jangan dikombinasikan dengan teh dan kopi.

    Banyak orang menyebut kombinasi teh, kopi dengan tambahan lemon cocok. Faktanya, lemon atau buah-buahan citrus dapat mengubah keseimbangan pH di lambung.

    Jika dikonsumsi bersama teh dan kopi yang punya sedikit kadar asam, buah-buahan citrus ini dapat memicu krasan an berlebih pada lambung yang berpotensi menyebabkan refluks asam.

    2. Makanan pedas

    Ngidam Makanan Manis atau Pedas Saat Haid? Ternyata Ini 5 PenyebabnyaMakanan pedas juga tidak baik dipadukan dengan minuman teh atau kopi. Foto: Getty Images/Milko

    Jika ingin menikmati teh dan kopi, sebaiknya jangan dibarengi dengan makan makanan pedas.

    Makanan pedas dapat mengiritasi lapisan lambung dan meningkatkan kadar keasaman. Memadukannya dengan teh atau kopi yang juga punya sifat asam, dapat memperparah ketidaknyamanan lambung atau nyeri pada ulu hati.

    3. Sayuran hijau

    Ilustrasi bayamJangan makan bayam atau sayuran hijau lainnya sembari minum teh atau kopi. Foto: Getty Images/Tyas Indayanti

    Sayuran hijau juga sebaiknya jangan dimakan bersama teh atau kopi. Pasalnya, sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, dan brokoli mengandung banyak oksalat, senyawa yang dapat mengikat mineral, seperti kalsium dan zat besi.

    Jika dikonsumsi bersama teh atau kopi dapat menghambat penyerapan mineral dari makanan ke tubuh.

    Penasaran dengan makanan lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi bareng teh atau kopi? Simak pada halaman selanjutnya!

    4. Permen atau kue kering

    Tradisi minum teh di Inggris seringkali memadukan dengan kue-kue kering atau kue lain yang manis.

    Selain itu, banyak orang juga cenderung lebih suka menikmati kopi yang pahit dengan makanan manis.

    Namun, menggabungkan teh atau kopi dengan makanan manis bukanlah hal baik. Asupan gula berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

    Hal ini dapat menyebabkan peningkatan energi sementara yang kemudian diikuti oleh penurunan energi. Sehingga, menghilangkan efek kewaspadaan yang diberikan oleh kafein.

    5. Makanan tinggi protein

    Pria di Thailand Viral Bawa Sesajen 99 Kepala Babi dan 100 Telur RebusMakanan tinggi protein, seperti telur juga tidak baik dikombinasikan dengan teh atau kopi. Foto: Site News

    Makanan kaya protein, seperti telur, daging, atau kacang-kacangan juga bisa mengurangi penyerapan kafein dari teh atau kopi.

    Hal ini pun bisa mengurangi efek stimulan dari minuman ini. Karena membuat fungsinya sebagai minuman penambah energi di pagi hari jadi berkurang.

    Oleh karena itu, jika kamu masih suka minum teh atau kopi dengan tambahan telur atau daging sebagai sarapan, lebih baik dihindari.

    6. Makanan yang digoreng atau berminyak

    gorenganKalau mau makan gorengan, sebaiknya jangan dibarengi dengan teh atau kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Banyak orang Indonesia suka menikmati gorengan dengan teh atau kopi. Memang kombinasi ini sangat nikmat, tetapi bisa memicu penyakit.

    Makanan yang digoreng mengandung banyak lemak, yang dapat memperlambat pencernaan dan membuat seseorang merasa lesu.

    Jika dikonsumsi bersama dengan teh atau kopi yang bersifat diuretik dapat meningkatkan produksi asam lambung. Hal ini bisa memicu gangguan pencernaan.

    7. Produk susu

    Racikan kopi susu pakai susu nabatiMinum kopi campur produk susu sebenarnya bisa membuat gumpalan yang akan menggangu pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Beberapa racikan teh dan kopi seringkali ditambah produk susu. Seperti susu cair, krim, atau keju. Produk-produk ini memang bisa menghasilkan kombinasi rasa lebih enak, tetapi kamu juga perlu hati-hati.

    Campuran produk susu di dalam teh atau kopi bisa menggumpal karena keasamannya. Penggumpalan ini tidak hanya memengaruhi rasa, tetapi juga mengganggu pencernaan dan menyebabkan perut tidak nyaman.

    Terutama bagi mereka yang memang tidak toleran terhadap laktosa atau alergi susu.

    (aqr/odi)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Lily Banse

  • Jangan Minum Teh dengan 5 Makanan Ini agar Manfaatnya Maksimal


    Jakarta

    Teh dianggap cocok dipadukan dengan makanan apapun. Faktanya, agar mendapat manfaat maksimal, lebih baik hindari minum teh dengan 5 makanan ini.

    Teh yang dikenal punya banyak khasiat seringkali diminum berbarengan dengan mengonsumsi makanan tertentu. Minuman ini pun banyak dijadikan minuman utama pengganti air putih.

    Meskipun minum teh sambil menikmati makanan atau kudapan tertentu terasa pas, tetapi tidak semua makanan baik dipadukan dengan minuman ini. Terdapat sejumlah makanan yang jika dikombinasikan dengan teh justru bisa menghilangkan manfaat dari teh.


    Agar tubuh tetap mendapat manfaat terbaik dari teh, sebaiknya hindari minum teh dengan 5 makanan ini, seperti dilansir dari Indianexpress.com.

    1. Buah citrus

    jeruk baliBuah citrus seperti jeruk hingga lemon disarankan tidak dimakan bersama teh. Foto: Getty Images/500px Asia/Hubei territory Network Technolo

    Sebaiknya jangan minum teh sembari makan buah-buahan citrus, mulai dari jeruk biasa maupun lemon.

    Sebab, jeruk dapat menyebabkan masalah pencernaan ketika dimakan bersama dengan teh. Tingkat keasaman tinggi pada jeruk dapat mengganggu antioksidan berupa katekin yang ada dalam teh.

    Sebaiknya hindari campur teh dengan lemon. Penambahan lemon dapat membuat teh menjadi lebih asam, yang akhirnya memicu terjadinya perut kembung.

    Campuran teh lemon juga dapat menimbulkan masalah refluks asam hingga menyebabkan perut terasa mulas di pagi hari.

    2. Sayur mengandung zat besi

    Ilustrasi tumis brokoliMakan makanan mengandung zat besi juga sebaiknta dihindari, Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Makanan yang kaya akan zat besi juga sebaiknya perlu dipisahkan konsumsinya dari teh.

    Meskipun zat besi bermanfaat dalam mencegah anemia hingga menjaga sistem pencernaan, tetapi bukan pilihan baik mengonsumsinya bersamaan dengan teh.

    Teh mengandung tanin dan oksalat yang dapat menghalangi penyerapan zat besi dari makanan mengandung zat besi tersebut.

    Senyawa dalam teh dapat mengikat zat besi yang terkandung dalam sayuran atau makanan lain, sehingga mencegah penyerapannya dalam darah.

    Sejumlah makanan yang perlu dihindari, seperti brokoli, kale, bayam, kacang-kacangan, hingga makanan laut.

    Jenis makanan lain yang sebaiknya tidak dikonsumsi dengan teh bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Makanan pedas

    Beberapa orang senang minum teh untuk meredakan rasa panas sehabis makan pedas. Terlebih, ketika tehnya dibuat dalam keadaan dingin. Rasanya tenggorokan dan lidah langsung terasa segar.

    Meskipun nikmat, minum teh usai makan pedas bukanlah pilihan tepat. Kombinasi ini dapat meningkatkan tingkat keasaman pada perut yang bikin pencernaan tidak lancar.

    Perut akan terasa kurang nyaman dan bisa menimbulkan perut menjadi kembung. Kondisinya bisa lebih parah ketika seseorang memiliki riwayat penyakit asam lambung atau masalah lambung lainnya.

    4. Susu tinggi kalsium

    Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Susu Setiap HariMinum susu campur teh juga merupakan pilihan yang tidak tepat. Foto: iStock

    Racikan teh campur susu memang banyak digemari. Namun, makanan tinggi kalsium ini sebenarnya tidak bagus dipadukan dengan teh.

    Teh mengandung senyawa katekin dan epikatekin yang baik untuk mengurangi risiko berbagai penyakit serius, mulai dari peradangan, tumor, hingga kolesterol.

    Ketika susu dipadukan teh, itu bisa mengurangi dua kandungan senyawa antioksidan di dalamnya.

    Selain itu, kandungan tanin dalam teh juga bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi susu ke dalam tubuh. Sehingga, baik penyerapan nutrisi dari teh maupun susu tidak akan maksimal.

    5. Makanan manis

    Resep Cake Lemon KlasikCake atau makanan manis lainnya juga tidak baiik dimakan bersama teh. Foto: iStock

    Banyak orang suka konsumsi makanan manis dibarengi dengan minum teh. Sayangnya, pilihan tersebut tidak baik.

    Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Saat mengalami hal ini, seseorang bisa kehilangan energi dan memicu masalah kesehatan lainnya.

    Selain dari sisi kesehatan, menggabungkan makanan manis dengan teh dapat membuat teh terasa pahit.

    Jika ingin digabungkan, sebaiknya konsumsinya jangan terlalu berlebihan dan pilih makanan manis yang memang melengkapi rasa teh.

    (aqr/adr)

    Sumber : food.detik.com

  • Alhamdulillah Makanan Minuman Sehat Di JumatBerkah.Com اللهم صل على محمد
    Source : unsplash.com / Brooke Lark

  • Minum Teh Saat Perut Kosong Bisa Sebabkan Hal Ini


    Jakarta

    Teh juga kerap dikonsumsi saat pagi hari. Terkadang untuk teman menikmati menu sarapan atau dikonsumsi saat perut kosong. Perhatikan efek sampingnya.

    Teh merupakan salah satu minuman sehat yang umum dikonsumsi. Beragam jenis teh ini bisa memberikan manfaat yang signifikan pada imunitas tubuh hingga meningkatkan kesehatan.

    Umumnya banyak orang menikmati teh saat pagi hari. Teh dijadikan teman menikmati menu sarapan, tapi tak jarang juga yang mengonsumsinya langsung saat perut masih kosong.


    Dilansir dari Slurrp (21/1), minum teh di pagi hari disebutkan baik untuk kesehatan. Namun, bukan saat perut kosong, sebaiknya perut diisi terlebih dahulu dengan menu sarapan atau sedikit kacang-kacangan.

    Teh hitam vs teh susu, penjelasan mana teh yang paling sehatracikan teh Foto: Getty Images/iStockphoto

    Menurut penelitian, minum air hangat di pagi hari berbeda dengan minum teh hangat di pagi hari. Minuman teh ini mengandung kafein yang jika dikonsumsi pagi hari saat perut kosong dapat menyebabkan reaksi alergi.

    Salah satu efek minum teh saat perut kosong bisa menyebabkan sembelit. Hal ini karena adanya zat teofilin yang dapat membuat tinja dehidrasi dan menyebabkan sembelit.

    Teh hangat yang diminum saat perut kosong juga bisa menyebabkan dehidrasi. Karena, salah satu efek yang ditimbulkan teh adalah memiliki sifat diuretik yang membuat tubuh kehilangan cairan.

    Tak hanya teh hangat biasa, tapi termasuk teh susu. Saat mengonsumsinya dalam kondisi perut kosong bisa menyebabkan kembung, karena adanya kandungan laktosa.

    Jadi, kapan waktu terbaik minum teh?

    Teh tetap bisa dikonsumsi pagi hari, tapi perhatikan waktunya. Satu hingga dua jam setelah sarapan adalah waktu terbaik minum teh di pagi hari.

    Setelah bangun tidur, sebaiknya mengonsumsi air putih daripada teh hangat. Kamu juga bisa mengisi perut terlebih dahulu dengan buah-buahan atau menu sarapan ringan.

    (yms/odi)

    Sumber : food.detik.com

    Alhamdulillah Makan Minum Makanan Minuman Sehat Wal Afiyat di JumatBerkah.Com اللهم صلّ على محمد
    Source : unsplash / Ella Olsson

  • Begini Efek Minum Teh Hitam hingga Teh Oolong untuk Kesehatan Jantung

    Begini Efek Minum Teh Hitam hingga Teh Oolong untuk Kesehatan Jantung


    Jakarta

    Teh menawarkan beragam manfaat sehat, termasuk untuk jantung. Namun, konsumsinya perlu diperhatikan karena teh juga bisa berefek buruk terhadap jantung.

    Selain kopi, teh juga banyak dikonsumsi sehari-hari. Teh menawarkan manfaat, mulai dari mendorong energi hingga membuat tubuh tetap rileks. Bahkan, beberapa jenisnya bisa bantu menyehatkan jantung dan mengurangi kolesterol jahat.

    Banyak teh yang bisa dinikmati, tetapi perlu diperhatikan juga takarannya. Sebab, jika berlebihan, teh justru berefek buruk.


    Lantas, bagaimana efek minum beberapa jenis teh terhadap kesehatan jantung? Melansir everydayhealth.com (16/09/2022), berikut informasinya:

    1. Teh hitam

    Teh hitamTeh hitam menawaran manfaat yang baik untuk perlindungan jantung. Foto: iStock

    Pakar kesehatan Guy L. Mintz mengungkap teh hitam atau black tea memiliki manfaat perlindungan jantung karena bisa meningkatkan fungsi pembuluh darah dan aliran darah.

    Hal ini disebabkan kandungan polifenol dan flavonoid, sebagai antioksidan yang mampu mencegah kerusakan sel dan mengurangi peradangan.

    Meskipun begitu, teh hitam merupakan salah satu jenis teh dengan kafein tertinggi. Dalam satu cangkir, 236 ml, terkandung 47 miligram kafein.

    Namun, tingkat kafein tetap bervariasi tergantung jenis teh, cara penyeduhan, merek, olahan, dan hal lainnya.

    Seseorang dengan masalah jantung, sedang menyusui, atau hamil tidak boleh menikmati lebih dari 200 mg kafein setiap harinya. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi teh hitam.

    Sebab, kandungan tanin di dalam teh hitam dapat membuat seseorang sakit perut atau efek samping lainnya. Teh hitam juga bisa mengganggu cara kerja obat-obatan tertentu.

    Mengonsumsi teh hitam 4-5 cangkir setiap hari juga memicu efek samping, berupa sakit kepala dan detak jantung tidak teratur.

    2. Teh hijau

    5 Manfaat Teh Gyokuro, Teh Hijau yang Mahal dan  MenyehatkanTeh hijau juga mengandung antioksidan yang bisa bermanfaat untuk jantung tapi bisa juga membahayakan. Foto: Getty Images/iStockphoto/y-studio

    Kandungan teh hijau juga menawarkan manfaat yang tak kalah hebat. Antioksidan, terutama epigallocatechin gallate atau EGCG dapat membantu mencegah penumpukan plak di arteri.

    Manfaat teh hijau juga lebih banyak karena diproses dengan cara berbeda dari teh hitam atau teh oolong.

    Teh hijau melibatkan proses dikukus atau disteam sehingga konsentrasi kandungan EGCGnya lebih tinggi. Hal ini yang membuat teh hijau bermanfaat dalam membantu aterosklerosis.

    Minum teh hijau juga telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung lebih rendah.

    Hasil ini didapat dari studi yang diterbitkan dalam European Society of Cardiology tahun 2020. Setelah melakukan survei terhadap 101.000 partisipan di China, peneliti menemukan bahwa minum teh hijau dikaitkan dengan sekitar 25 persen risiko lebih rendah mengalami penyakit jantung atau stroke, kemungkinan kematian akibat penyakit jantung atau stroke, atau kematian dari penyebab lainnya.

    Namun, perlu diingat bahwa manfaat ini bisa didapat oleh mereka yang mengonsumsinya dalam batas wajar.

    Mereka yang punya sensitivitas kafein juga sebaiknya tidak mengonsumsi berlebihan. Pasalnya, di dalam secangkir 236 ml teh hijau mengandung kafein yang tak kalah tinggi, 28 mg .

    Jenis teh lainnya dan efeknya bagi kesehatan jantung bisa dilihat di halaman selanjutnya!

    3. Teh putih

    Teh yang dipanen dari tunas muda ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan jantung.

    Menurut ahli gizi Grace Derocha, teh putih memiliki sifat anti kanker paling kuat dibandingkan dengan beberapa jenis teh kainnya.

    Di dalam teh putih juga terkandung katekin dan polifenol yang dapat melindungi diri dari kerusakan sel.

    Sebuah studi yang diterbitkan dalam Food Chemistry juga menemukan bahwa teh putih dapat melindungi DNA sel normal dari kerusakan sel dari kanker kolon atau kanker usus besar. Bertindak sebagai agen kemotrapi potensial dengan cara menghambat sel kanker usus besar.

    Untuk kaitannya dengan kesehatan jantung, menurut ahli Mintz penelitiannya masih terbatas.

    Sebelum mengonsumsi juga disarankan bertanya kepada dokter spesialis. Pasalnya kandungan kafein di dalam teh ini bisa mempercepat detak jantung dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

    4. Teh oolong

    manfaat teh oolongTeh oolong dapat menurunkan kadar kolesterol tetapi memiliki efek pencahar. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh oolong merupakan teh yang terbuat dari daun teh dihancurkan dan teroksidasi dalam jangka waktu tertentu.

    Menurut studi klinis yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition, teh oolong dapat membantu menurunkan kadar kolesterol pada populasi penelitian dari Shantou, China. Namun, hasil yang menunjukkan bahwa teh oolong mampu meningkatkan kolesterol baik (HDL) tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya.

    Oleh karena itu, belum bisa dipastikan apakah teh ini bermanfaat untuk jantung atau tidak.

    Pasalnya, Derocha memperingati bahwa teh oolong memiliki efek pencahar sehingga perlu waspada terkait efeknya.

    Jika tidak yakin, lebih baik konsultasi terlebih dahulu ke dokter atau ahlinya.

    5. Teh chamomile

    Teh Oolong dan Chamomile. Teh oolong memiliki kandungan kafein yang sedang, satu cangkir teh oolong (240 ml) mengandung sekitar 37-55 mg kafein. Sementara teh chamomile biasanya dikonsumsi sebagai minuman yang menenangkan, namun juga mengandung kafein meski dalam jumlah kecil. Satu cangkir teh chamomile (240 ml) mengandung sekitar 2 mg kafein.Teh chamomile bbisa menjaga kesehatan jantung, tetapi konsumsinya juga perlu diperhatikan. Foto: Getty Images/ValentynVolkov

    Teh herbal, seperti chamomile juga dikenal dengan manfaatnya bagi kesehatan.

    Di dalamnya terkandung flavonoid yang dapat membantu tubuh lebih rileks, tidur lebih nyenyak, hingga membantu mengurangi kram saat haid.

    Menurut Derocha, tidur merupakan salah satu aspek penting untuk mengatasi peradangan dan penting untuk menjaga kesehatan jantung. Oleh karenanya, sangat penting bagi seseorang untuk mendapat tidur nyenyak.

    Penelitian yang diterbitkan pada bulan Maret 2021 di Journal of the American Heart Association menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung utama.

    Dalam hal ini, mengonsumsi teh chamomile bisa membantu tubuh rileks dan tidur lebih nyenyak.

    Namun, konsusminya juga perlu diperhatikan dengan tepat. Terkadang dokter pun melarang pasien minum teh chamomile sebelum operasi karena dapat menyebabkan mereka terlalu rileks dan menimbulkan efek samping anestesi.

    Pasien dengan stent arteri koroner atau yang mengonsumsi aspirin atau pengencer darah warfarin juga harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum minum teh chamomile.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Teh Bisa Jadi Alternatif Kopi, Bantu Fokus Tanpa Bikin Gelisah

    Teh Bisa Jadi Alternatif Kopi, Bantu Fokus Tanpa Bikin Gelisah


    Jakarta

    Meski kopi termasuk minuman yang sehat, tapi sebagian orang justru merasakan efek samping usai mengonsumsinya. Sebagai solusi, kamu bisa beralih ke teh yang punya keunggulan ini.

    Kopi dan teh termasuk dua minuman yang memberi manfaat sehat. Namun, pada beberapa orang, minum kopi dapat memunculkan efek samping, seperti jantung berdebar atau rasa gelisah.

    Sebagai solusi, para ahli kesehatan menyebut teh bisa jadi alternatif konsumsi kopi. Teh menghadirkan manfaat serupa kopi, tapi tanpa efek samping yang kerap muncul akibat senyawa unik yang terkandung di dalamnya.


    Kandungan Kafein Kopi dan Teh

    alasan harus beralih dari minum kopi ke minum tehalasan harus beralih dari minum kopi ke minum teh Foto: Getty Images/iStockphoto

    Mengutip National Geographic (19/12/2024), kandungan kafein pada teh lebih rendah dari kopi. Kafein memang dapat mempertajam fokus seseorang, tetapi jika dikonsumsi terlalu banyak akan membuat orang merasa gelisah, insomnia, bahkan jantung berdebar-debar.

    “Efek samping kafein benar-benar menjadi alasan utama untuk menjauhi kopi, kata Alexis Supan, seorang ahli gizi asal Ohio, Amerika Serikat.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga telah merekomendasikan asupan kafein harian yang tepat. Batasi hanya sebesar 400 miligram kafein per hari atau setara dengan 3-4 cangkir kopi yang mana 1 cangkir (237 ml) mengandung sekitar 80-100 mg kafein.

    Sedangkan, kandungan kafein pada 1 cangkir (237 ml) teh hanya sekitar 20-60 mg, tergantung pada jenis tehnya. Teh herbal yang secara alami bebas kafein juga bisa menjadi alternatif yang pas.

    Mengandung Zat Antioksidan Istimewa

    Baik kopi maupun teh juga mengandung zat antioksidan yang tinggi. Namun, kandungannya lebih menonjol pada teh, di antaranya ada flavonoid, polifenol, dan katekin. Efek antioksidan ini dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, dan jenis kanker tertentu yang lebih rendah.

    Teh hijau misalnya kaya akan epigallocatechin gallate (EGCG). Antioksidan tersebut mendukung kesehatan sel tubuh dan memperlambat penuaan. Teh hitam juga diketahui mengandung banyak theaflavin, senyawa yang mendukung kesehatan kardiovaskular.

    Emma Becket, peneliti nutrisi di University of Newcastle, Australia menjelaskan, “Jika tidak suka makan sayur, minum teh adalah cara yang baik untuk mendapatkan senyawa bioaktif.”

    Penelitian juga menunjukkan bahwa banyak manfaat kesehatan terkait minum teh. “Masuk akal jika kita melihat populasi yang minum teh lebih banyak makan hidup lebih lama (lebih baik),” kata Becket.

    Zat yang tak ada pada kopi, tapi ada pada teh adalah L-theanine. Kandungan tersebut dapat meningkatkan fokus tanpa memunculkan rasa khawatir. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, efek menenangkan dari L-theanine dapat mengimbangi perasaan gelisah yang terkait dengan kopi.

    Namun pada akhirnya, pilihan antara kopi dan teh sering kali bergantung pada selera dan gaya hidup seseorang. “Minumlah yang Anda sukai. Jika Anda menyukai keduanya, minumlah keduanya, karena Anda akan mendapatkan manfaat yang sedikit berbeda dari keduanya,” kata ahli gizi Evangeline Mantzioris.

    “Semuanya tergantung pada pola makan.” Namun, bagi mereka yang mencari kafein yang lebih lembut, antioksidan yang lebih tinggi, dan ritual yang lebih menenangkan, teh mungkin merupakan minuman yang lebih menyehatkan.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Pagi Hari Lebih Baik Minum Teh atau Jus? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

    Pagi Hari Lebih Baik Minum Teh atau Jus? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya

    Jakarta

    Memulai pagi dengan minuman yang menyegarkan bisa memberikan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tak hanya kopi, dua minuman yang sering diminum di pagi hari adalah teh dan jus. Minuman teh dan jus sama-sama mengandung antioksidan serta vitamin dan mineral.

    Lebih Baik Teh atau Jus di Pagi Hari?

    Teh atau jus bisa menjadi minuman yang bermanfaat di pagi hari. Menurut ahli gizi Ekta Singhwal dari Ujala Cygnus Group of Hospitals, pilihan teh atau jus bergantung pada pilihan dan tujuan tiap individu. Jika ingin mengonsumsi teh atau jus, pastikan tahu efek samping dari minuman yang dipilih dan jangan konsumsi berlebihan.

    Manfaat dan Efek Samping Teh

    Teh menyediakan antioksidan dan sedikit kafein yang membantu kewaspadaan dan metabolisme. Menurut laman Healthshot, teh membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki kesehatan karena kaya antioksidan.


    Dikutip dari jurnal Phytomedicine, teh juga dapat membantu menjaga fungsi otak dan suasana hati seperti pada teh hijau. Tak diragukan lagi, teh adalah minuman kaya manfaat yang dapat dikonsumsi pada pagi hari.

    Meski begitu, ada risiko efek samping jika teh dikonsumsi pagi hari sebelum beraktivitas. Beberapa orang kemungkinan akan mengalami sakit perut atau asam lambung, terutama jika diminum saat belum makan.

    Asupan kafein yang berlebihan dari teh bisa menyebabkan kegelisahan, insomnia, atau peningkatan detak jantung bagi orang yang sensitif. Teh yang dicampur dengan susu di pagi hari juga bukan kebiasaan yang sehat. Kandungan laktosanya yang tinggi bisa mempengaruhi usus dan menyebabkan gas dan masalah perut lainnya.

    Manfaat dan Efek Samping Jus

    Jus, terutama dari buah segar menawarkan vitamin, mineral, dan hidrasi. Berikut beberapa jus segar yang bisa dinikmati di pagi hari beserta manfaatnya:

    • Jus apel: Vitamin C dan kaliumnya membantu pencernaan dan bisa meningkatkan kesehatan jantung.
    • Jus jeruk: Mendukung fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan kulit berkat vitamin C dan antioksidannya.
    • Jus wortel: Kaya akan beta-karoten dan vitamin A yang bisa meningkatkan kesehatan mata.
    • Jus cranberry: Mengandung antioksidan dan bisa mencegah infeksi saluran kemih.
    • Jus nanas: Kandungan bromelainnya membantu pencernaan dan mengurangi peradangan.
    • Jus lemon: Memiliki sifat alkalis, sehingga bisa mendukung pencernaan dan detoksifikasi.

    Jus buah sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong, sehingga tubuh bisa memperoleh manfaat maksimal. Selain itu, buah yang diolah menjadi jus sebaiknya tidak diberi tambahan pemanis untuk menjaga kandungan nutrisi dan mencegah kenaikan kadar gula dalam tubuh.

    Pemanis tambahan dalam jus bisa berasal dari gula cair, kental manis, coklat, permen, dan bahan lain yang mengandung sukrosa. Selain konsumsi jus buah tanpa pemanis tambahan, kecukupan nutrisi di pagi hari bisa dipenuhi dari sumber nutrisi lain. Misal sayur, roti gandum, kacang-kacangan, dan bahan lain yang kaya zat gizi.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com