Tag: tren

  • Lagi Ngetren, Orang Lebih Pilih Pergi ke Gym Dibanding Liburan

    Lagi Ngetren, Orang Lebih Pilih Pergi ke Gym Dibanding Liburan



    Jakarta

    Sebuah tren baru berkembang di dunia traveling. Orang lebih memilih pergi ke gym untuk menikmati wellness (kebugaran) dibandingkan pergi liburan.

    Huda dari Delhi, India adalah contoh nyata orang yang termakan tren baru tersebut. Alih-alih pergi liburan, Huda malah merasakan kenikmatan wellness dengan pergi ke gym.

    Sehari-hari, Huda bekerja terus menerus di kantor, sampai-sampai dia tidak pernah merasakan tidur 8 jam dalam sehari. Ia akhirnya pergi ke gym untuk ‘mengobati’ rasa stresnya dalam pekerjaan.


    “Angkat beban memberikan saya lebih dari sekadar kekuatan fisik, tapi juga kepercayaan diri. Saya akhirnya resign dari pekerjaan,” ujar Huda seperti dikutip dari Mint, Jumat (3/10/2025).

    Setelah rutin nge-gym selama 10 bulan, Huda berpikir dia bisa membantu temannya yang lain dengan masalah yang sama, yaitu dengan cara menjadi seorang pelatih di gym. Akhirnya, Huda pun jadi instruktur gym sampai sekarang.

    Gym atau tempat fitness ternyata lebih efektif dibandingkan liburan untuk meredakan stres. Gym bisa memberikan pengalaman penyembuhan holistik dan wellness bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

    Menurut penelitian dari National Institute of Health, selama orang berolahraga, apakah itu yoga, nge-gym, lari atau jenis olahraga lainnya, tubuh akan mengeluarkan hormon endorphin dan dopamine yang memberi rasa bahagia. Selain itu, aktivitas fisik juga akan mengurangi kortisol, hormon yang menyebabkan stres.

    Di Jakarta, tren gym juga makin berkembang dengan kehadiran Technogym yang beralamat di Jalan Gunawarman No 77. Technogym adalah perusahaan wellness terdepan di dunia, dengan desain khas Italia dan teknologi yang inovatif, berkualitas tinggi.

    Showroom baru di Jakarta itu dirancang untuk memberikan pengalaman langsung bagi masyarakat untuk menjelajahi produk inovatif, program latihan, serta gaya hidup yang lebih sehat.

    Mengusung konsep wellness, sebuah gaya hidup yang menekankan pentingnya olahraga, pola makan seimbang, dan pendekatan kondisi mental yang positif, Technogym sudah diakui oleh para atlet serta tim olahraga papan atas di gym eksklusif, private members’ clubs, hingga hotel bintang lima di seluruh dunia termasuk Marriott Group, St. Regis, dan Bvlgari Resort.

    Dari latihan atletik seperti lari, bersepeda, persiapan triatlon, menurunkan berat badan, menjaga kesehatan, hingga sekadar tetap aktif dan menikmati olahraga, semua bisa dilakukan di Technogym. Dengan berolahraga, tubuh akan merekam hal itu sebagai aktivitas yang merilis emosi.

    “Tubuh itu seperti jurnal, mereka akan tetap merekam, meski kita sedang istirahat. Sistem syaraf berperan vital dalam memroses dan merilis emosi dalam tubuh kita,” jelas Arathi Jose, psikolog dari Alliance University.

    (wsw/wsw)



    Sumber : travel.detik.com

  • Tren Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri: Berkunjung ke Tempat Viral

    Tren Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri: Berkunjung ke Tempat Viral



    Jakarta

    Tahun ini, wisatawan Indonesia lebih suka bepergian dalam bentuk small group. Tempat-tempat viral pun selalu jadi pilihan kunjungan mereka saat berkunjung ke suatu negara.

    Hal ini diungkapkan oleh Pauline Suharno, Ketua DPP Astindo saat dihubungi detikTravel, Senin (13/10/2025). Selain itu, wisatawan Indonesia kalau ke luar negeri suka berlama-lama di satu kota.

    “Trennya masih small group ya yang jumlahnya di bawah 20 orang, enggak seperti zaman kayak dulu 40 – 50 orang kayak gitu. Lalu juga long stay-nya itu lebih lama. Kalau zaman dulu tuh kayaknya mereka dalam 2 minggu mau pergi kalau bisa dalam 14 hari ke 10 negara. Namun sekarang lebih banyak tinggal di satu kota, tidak terburu-buru,” kata Pauline.


    Lebih lanjut dia menambahkan tempat wisata mainstream atau ikon bukan lagi tujuan wisata saat ke luar negeri. WNI sekarang suka berkunjung ke tempat-tempat yang menawarkan pengalaman seperti museum dan tempat-tempat viral.

    “Lebih banyak enjoy di satu city ya dengan kayak berwisata itu enggak harus mengunjung ke icon wisata. Mereka lebih suka untuk yang menikmati budayanya, makanannya. Kalau kayak ke museum tuh memang mau menikmati isi museumnya seperti apa,”

    “Dan ini juga terpengaruh dengan makanan-makanan viral yang ada di TikTok. Jadi kalau dulu tuh mereka tuh makan di restoran yang memang restoran di cater khusus untuk grup. Tapi sekarang orang tuh lebih suka untuk mencari makanan-makanan yang viral dan mau ngantri,” tambahnya,” katanya.

    Pauline juga mengatakan traveler muda sangat peduli dengan sustainability. Perubahan selera ini, di mana dulu wisata belanja barang branded sangat populer, sekarang tak banyak diminati.

    “Malahan wisata belanja itu udah enggak seheboh dulu. Ya juga memang karena harga barangnya pun makin lama makin mahal, tapi anak-anak muda sekarang ini sudah memahami untuk mengurangi penggunaan fast fashion. Dan mereka lebih menghargai penggunaan barang-barang buatan lokal. Malah banyak lebih milih thrifting,” lanjutnya.

    Sebagai agen travel, Pauline mengatakan saat ini paket yang paling laku dalam usahanya adalah wisata ke China. Pengaruh media sosial dan kemudahan datang ke China menjadi salah satu faktor pendukung.

    “Sekarang paling banyak diminati China,” tutupnya.

    (sym/row)



    Sumber : travel.detik.com

  • Thailand Alami Penurunan Wisatawan, Tak Ada Turis dari RI di 5 Besar

    Thailand Alami Penurunan Wisatawan, Tak Ada Turis dari RI di 5 Besar



    Bangkok

    Sepertinya Thailand harus kerja keras untuk meningkatkan citra pariwisatanya. Memasuki ujung tahun 2025, catatan kunjungan turis mengalami penurunan.

    Thailand telah menyambut 25.096.346 wisatawan asing dari 1 Januari hingga 12 Oktober 2025. Menurut Kementerian Pariwisata dan Olahraga, angka ini turun 7,54% dibandingkan periode sebelumnya pada tahun lalu, seperti dikutip dari Nation Thailand pada Rabu (15/10/2025).


    Negara yang paling banyak menyumbang turis adalah Malaysia dengan total 3.608.943 pengunjung. Kemudian disusul oleh Tiongkok dengan 3.582.322 pengunjung.

    Dari lima negara teratas, ternyata tak ada nama Indonesia. Urutan ketiga adalah India dengan 1.850.318 pengunjung, keempat Rusia dengan 1.319.164 pengunjung dan Korea Selatan dengan 1.205.556 pengunjung.

    Natreeya Taweewong, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata dan Olahraga, menyatakan bahwa perkiraan awal menunjukkan lebih dari 25 juta pengunjung internasional memasuki Thailand antara 1 Januari dan 12 Oktober 2025, menghasilkan pendapatan belanja sekitar 1,159 triliun baht.

    Selama 6-12 Oktober 2025, jumlah pengunjung melambat di semua segmen pasar, baik jarak pendek maupun jarak jauh, menyusul berakhirnya masa liburan berturut-turut di beberapa negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan India. Tren ini dianggap umum untuk periode tersebut.

    Akibatnya, total kedatangan internasional selama seminggu mencapai 522.169, turun 82.429 pengunjung atau 13,63% dari minggu sebelumnya, dengan rata-rata 74.596 pengunjung per hari.

    Lima negara teratas untuk minggu ini adalah sebagai berikut:

    • Malaysia: 74.915 pengunjung (naik 7,31% dari minggu sebelumnya)
    • Tiongkok: 70.069 pengunjung (turun 46,93%)
    • India: 39.481 pengunjung (turun 25,67%)
    • Korea Selatan: 31.019 pengunjung (turun 30,01%)
    • Rusia: 25.570 pengunjung (turun 8,38%)

    Untuk minggu mendatang, kedatangan internasional diperkirakan akan tetap stabil, didukung oleh beberapa insentif perjalanan seperti liburan festival Diwali untuk target liburan terdekat, dimulainya musim pariwisata yang ramai bagi wisatawan jarak jauh, dan langkah-langkah Kemudahan Perjalanan pemerintah, termasuk penghapusan Formulir Imigrasi TM6 dan inisiatif untuk mendorong maskapai penerbangan meningkatkan frekuensi penerbangan ke Thailand.

    (bnl/ddn)



    Sumber : travel.detik.com

  • Dari Investor Biasa Jadi Multibagger Hunter! Ini Rahasia Cuan dari Andry Hakim

    Dari Investor Biasa Jadi Multibagger Hunter! Ini Rahasia Cuan dari Andry Hakim


    Jakarta

    Di dunia investasi saham, kesuksesan besar nggak datang dari keberuntungan semata. Dibutuhkan pemahaman mendalam, strategi yang terukur, dan insting tajam dalam membaca peluang pasar.

    Salah satu sosok yang sudah membuktikan efektivitas strategi tersebut adalah Andry Hakim, investor sekaligus entrepreneur yang sukses meraih lebih dari +20.000% keuntungan dalam tiga tahun terakhir. Bukan karena spekulasi, tapi karena pemahaman mendalam tentang value investing dan kemampuan membaca tren sejak dini.

    Kini, lewat FITClass Saham, Andry membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin memahami rahasia di balik portofolio suksesnya. Dalam kelas ini, peserta akan belajar cara menemukan saham potensial, menilai fundamental perusahaan, hingga mengidentifikasi saham multibagger.


    Kelas ini hadir dalam dua pilihan format:

    • Kelas Premium (4 Hari Online via Zoom) berlangsung pada 11-14 November 2025, pukul 20.00-22.00 WIB, dengan sesi interaktif langsung bersama Andry Hakim.
    • Kelas VIP (4 Hari Online + 1 Hari Offline) dilengkapi dengan sesi eksklusif “Secrets of Indonesian Stock Market” pada 16 November 2025 dan peserta VIP berkesempatan untuk makan malam dan berdiskusi langsung dengan Andry seputar strategi dan peluang pasar saham Indonesia.

    Setiap sesi FITClass Saham dirancang agar mudah dipahami, bahkan untuk pemula. Materinya dilengkapi dengan studi kasus nyata dan portofolio terbuka, agar peserta bisa melihat langsung bagaimana strategi yang diterapkan menghasilkan keuntungan signifikan.

    Bukan sekadar teori, tapi pembelajaran dari pengalaman nyata seorang investor yang berhasil memaksimalkan potensi pasar Indonesia. Banyak alumni kelas sebelumnya telah merasakan dampaknya, mulai dari portofolio yang tumbuh pesat hingga bisa menambah penghasilan dari hasil investasi.

    Jika selama ini dunia saham terasa rumit dan penuh risiko, FITClass Saham bisa jadi langkah awal untuk memahami sisi menariknya, langsung dari ahlinya!

    Yuk, amankan tempatmu dan temukan strategi cuan jangka panjang di detikevent sebelum kehabisan kuota!

    (hns/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Biang Kerok Harga Emas Hancur Berantakan

    Biang Kerok Harga Emas Hancur Berantakan


    Jakarta

    Harga emas keluaran Logam Mulia Antam sempat ambruk hingga Rp 177.000 per gram jadi Rp 2.310.000 per gram pada Rabu (22/10) kemarin. Jatuhnya harga emas ini merupakan imbas dari penurunan nilai emas dunia.

    Harga emas dunia tercatat mengalami pelemahan pada perdagangan Selasa (21/10), usai mencatat rekor tertinggi di level US$ 4.380 per troy ounce. Penurunan tajam ini disebabkan oleh penguatan Dolar AS dan aksi ambil untung oleh sebagian besar pelaku pasar.

    Dari sisi fundamental, pelemahan harga emas juga dipengaruhi oleh menurunnya permintaan fisik. Meningkatnya selera risiko investor di tengah optimisme baru atas hubungan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok juga menjadi salah satu penyebabnya.


    Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) kini mendekati 98,84, level tertinggi dalam sepekan, menandai penguatan tiga hari berturut-turut terhadap enam mata uang utama dunia. Kekuatan Dolar ini menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas dalam jangka pendek.

    Menurut Analis Dupoin, Andy Nugraha, kombinasi formasi candlestick harian dan indikator Moving Average (MA) menunjukkan tekanan jual semakin kuat. “Secara teknikal, tren jangka pendek XAU/USD saat ini berada dalam fase bearish, dengan peluang pelemahan menuju area psikologis US$ 4.000,” jelasnya.

    Meski begitu, jika harga gagal menembus level tersebut, koreksi teknikal berpotensi muncul dengan target kenaikan terdekat di sekitar US$ 4.183.

    Padahal penurunan harga emas dunia ini juga berpengaruh bagi kestabilan harga emas di Tanah Air. Dikutip dari laman resmi Logam Mulia, harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional. Sehingga pergerakan mata uang Rupiah terhadap dollar AS menjadi penentu dari naik-turunnya harga emas lokal.

    Karenanya tak mengherankan jika kemarin harga Emas Antam turun tajam hingga Rp 177.000 per gram. Penurunan ini jadi yang paling dalam sepanjang sejarah perdagangan dalam negeri. Di sini, Andy mengingatkan ketidakpastian global masih tinggi.

    “Retorika Trump yang sering berubah-ubah serta negosiasi dagang yang belum stabil membuat pelaku pasar tetap waspada. Emas tetap menjadi instrumen lindung nilai penting di tengah risiko politik dan ekonomi global,” katanya.

    Secara keseluruhan, emas menilai bahwa meskipun tren saat ini cenderung melemah, prospek jangka menengah emas tetap positif. Kombinasi faktor makroekonomi global mulai dari kebijakan moneter longgar, ketegangan geopolitik, hingga ketidakpastian fiskal AS diperkirakan akan tetap menjadi penopang daya tarik emas sebagai aset lindung nilai utama hingga akhir tahun.

    Lihat juga Video: Sempat Rekor, Harga Emas Hari Ini Terjun Bebas!

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • Harga Emas Antam Masih Melempem

    Harga Emas Antam Masih Melempem


    Jakarta

    Harga emas Antam hari ini masih melemah jika dibandingkan dengan kemarin. Harga emas Antam 24 karat turun Rp 16.000 per gram menjadi Rp 2.321.000 per gram.

    Sebelumnya harga emas keluaran Antam untuk pertama kalinya jatuh sangat dalam hingga Rp 177.000 per gram pada Rabu (22/10) kemarin. Kemudian pada pukul 19.15 WIB, harga emas kembali naik hingga Rp 27.000 per gram, dan pagi ini turun kembali.

    Berdasarkan situs Logam Mulia Antam, Kamis (23/10/2025), satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 1.210.500. Sedangkan harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 22.705.000 dan ukuran emas terbesar, yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.261.600.000.


    Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam masih tercatat dalam tren naik, dari rentang Rp 2.310.000-2.487.000 per gram. Sedangkan dalam sebulan terakhir, pergerakan harga emas Antam berada pada Rp 2.171.000-2.487.000 per gram.

    Untuk buyback, harga emas Antam juga turun hingga Rp 35.000 per gram menjadi Rp 2.189.000 per gram. Harga buyback adalah jika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

    Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 juta akan dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.

    Berikut rincian Harga Emas Antam Hari Ini dari 1 Gram hingga 1.000 Gram, Kamis (23/10/2025).

    Harga emas 0,5 gram: Rp 1.210.500
    Harga emas 1 gram: Rp 2.321.000
    Harga emas 2 gram: Rp 4.582.000
    Harga emas 3 gram: Rp 6.848.000
    Harga emas 5 gram: Rp 11.380.000
    Harga emas 10 gram: Rp 22.705.000
    Harga emas 25 gram: Rp 56.637.000
    Harga emas 50 gram: Rp 113.195.000
    Harga emas 100 gram: Rp 226.312.000
    Harga emas 250 gram: Rp 565.515.000
    Harga emas 500 gram: Rp 1.130.820.000
    Harga emas 1.000 gram: Rp 2.261.600.000

    Demikian rincian harga emas hari ini keluaran Antam 1 gram hingga 1.000 gram, Kamis (23/10/2025).

    Simak juga Video: Sempat Rekor, Harga Emas Hari Ini Terjun Bebas!

    (igo/fdl)



    Sumber : finance.detik.com

  • iPhone 17 Laris Manis! Penjualan Tembus 31% Lebih Tinggi dari iPhone 16

    iPhone 17 Laris Manis! Penjualan Tembus 31% Lebih Tinggi dari iPhone 16


    Jakarta

    iPhone 17 mencatatkan permintaan yang luar biasa di pasar global. Menurut laporan terbaru Counterpoint Research, penjualan lini terbaru Apple itu melampaui kinerja pendahulunya, iPhone 16 Series, dengan pertumbuhan signifikan pada dua pasar utama, yakni Amerika Serikat dan China.

    Dalam sepuluh hari pertama penjualan terbuka, iPhone 17 Series terjual 14% lebih banyak dibandingkan seri sebelumnya pada periode yang sama. Data yang dirilis menunjukkan bahwa iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max mencatat peningkatan penjualan sekitar 12% dibandingkan dengan iPhone 16 Pro dan 16 Pro Max.

    Sementara itu, model dasar iPhone 17 justru menjadi bintang utama dengan lonjakan permintaan hingga 31% dibandingkan iPhone 16 standar. Bahkan model tambahan, iPhone Air, juga berhasil mengungguli kinerja iPhone 16 Plus sejauh ini, menandakan minat pasar yang kuat terhadap seluruh lini produk baru Apple tersebut.


    Analis Counterpoint menilai, lonjakan permintaan ini tidak semata-mata karena peningkatan spesifikasi, melainkan juga karena faktor psikologis dan siklus pembaruan perangkat. Banyak pengguna yang membeli iPhone selama masa pandemi COVID-19 kini mulai masuk ke periode upgrade.

    Setelah lebih dari tiga tahun menggunakan perangkat yang sama, kelompok pengguna ini menjadi pendorong utama penjualan generasi terbaru iPhone. Selain itu, Apple tampaknya berhasil membangun persepsi nilai yang lebih tinggi pada lini iPhone 17.

    Varian standar kini menawarkan fitur-fitur yang sebelumnya eksklusif untuk model Pro, seperti layar ProMotion 120Hz dan peningkatan kecerahan hingga 3.000 nits. Hal ini membuat pengguna merasa mendapatkan “nilai premium” dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga mendorong penjualan model dasar secara signifikan.

    Penjualan iPhone 16 vs 17 di AS dan ChinaPenjualan iPhone 16 vs 17 di AS dan China Foto: CounterpointResearch

    Keberhasilan iPhone 17 Series juga didukung oleh kesiapan rantai pasokan Apple yang semakin baik. Tahun-tahun sebelumnya, peluncuran iPhone kerap diwarnai keterbatasan stok di sejumlah wilayah, terutama untuk model Pro.

    Namun kali ini, Apple tampak mampu memenuhi permintaan tinggi sejak awal distribusi. Pasar China dan Amerika Serikat, yang selama ini menjadi barometer penjualan global, menunjukkan tren positif yang dapat berimplikasi global termasuk di kawasan Asia Tenggara..

    Fenomena ini juga berpotensi memengaruhi harga dan ketersediaan perangkat Apple di pasar gadget. Dengan meningkatnya permintaan global, harga ritel bisa lebih stabil, sementara perangkat lama seperti iPhone 16 dan 15 kemungkinan mengalami penurunan harga lebih cepat.Bagi distributor dan operator lokal, tren ini menjadi sinyal untuk memperkuat stok dan promosi, terutama menjelang musim belanja akhir tahun.

    iPhone 17iPhone 17 Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

    Peningkatan minat terhadap seri iPhone 17 juga menjadi tantangan bagi produsen Android. Merek seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Vivo akan semakin agresif meluncurkan flagship baru untuk menandingi dominasi Apple. Persaingan di segmen premium pun diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa bulan mendatang.

    Kesuksesan awal iPhone 17 Series menunjukkan bahwa strategi Apple dalam memperluas daya tarik di segmen menengah-atas berjalan efektif. Dengan peningkatan fitur, desain yang lebih tipis, serta varian baru seperti iPhone Air yang menawarkan keseimbangan antara gaya dan performa, Apple tampak berhasil menjangkau konsumen yang lebih luas.

    Melihat tren positif di dua pasar terbesar, Counterpoint yakin Apple akan mempertahankan momentum ini hingga musim liburan akhir tahun. Jika tren permintaan berlanjut, seri iPhone 17 berpotensi menjadi salah satu peluncuran tersukses Apple dalam beberapa tahun terakhir – dan sekaligus menjadi bukti bahwa loyalitas pengguna terhadap iPhone masih belum tergoyahkan di tengah persaingan ketat industri smartphone global.

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com

  • iPhone 17 Laris, Saham Apple Melejit ke Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

    iPhone 17 Laris, Saham Apple Melejit ke Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

    Jakarta

    Saham Apple kembali mencetak sejarah. Pada perdagangan Senin siang (20/10/2025) waktu New York, nilai saham Apple (AAPL) melesat menembus level USD 262,42, menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

    Kenaikan ini sekaligus melampaui rekor penutupan sebelumnya di USD 259,02 dan rekor intraday USD 260,10 yang tercatat pada akhir 2024. Lonjakan tajam ini terjadi di tengah permintaan luar biasa terhadap iPhone 17 Series dan strategi diplomasi global yang jitu dari CEO Apple, Tim Cook.


    iPhone 17 Jadi Penggerak Utama

    Para analis menyebut kenaikan saham Apple didorong oleh tiga faktor kunci: penjualan iPhone 17 yang sangat kuat, proyeksi laba positif untuk kuartal mendatang, serta optimisme terhadap stabilitas ekonomi Amerika Serikat.

    Menurut laporan Counterpoint Research, seri iPhone 17 mencatat performa penjualan terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Walau Apple belum merilis data resmi, analis memperkirakan permintaan awal melonjak hingga dua digit dibanding generasi sebelumnya. Model iPhone 17 Pro dan 17 Pro Max disebut menjadi primadona, terutama di pasar Amerika Serikat dan China.

    Kesuksesan ini juga tidak lepas dari langkah Apple memperkuat rantai pasokan globalnya. Sepanjang 2025, Apple gencar memindahkan sebagian produksi dari Tiongkok ke India dan Vietnam, mengurangi ketergantungan terhadap satu negara. Langkah ini dinilai memperkuat stabilitas logistik Apple di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.

    Strategi ini berhasil memulihkan harga saham Apple yang sempat tertekan akibat kekhawatiran tarif impor dan perang dagang di awal tahun. Kini, sebagian besar penurunan tersebut sudah terhapus, menjadikan 2025 sebagai tahun pemulihan signifikan bagi raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

    Saham AppleSaham Apple Foto: Apple Insider

    Diplomasi Tim Cook dan Investasi Jumbo

    Peran CEO Tim Cook turut menjadi sorotan utama. Dengan diplomasi yang cermat, Cook mampu menjaga hubungan dagang dengan Tiongkok sembari memperkuat dukungan dari pemerintahan Amerika Serikat.

    Apple bahkan mengumumkan rencana investasi USD 100 miliar untuk bisnis dan infrastruktur di AS, sebagai bagian dari strategi memperkuat citra perusahaan di mata publik dan pemerintah.
    Langkah itu juga dinilai sebagai manuver cerdas menghadapi tekanan dari pemerintahan Trump yang mendorong perusahaan teknologi AS untuk “memulangkan” produksi dari luar negeri.

    Sementara itu, kekhawatiran terhadap posisi Apple dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) mulai mereda. Investor kini optimistis dengan rencana peluncuran Siri generasi baru berbasis model bahasa besar (LLM) pada awal 2026. Integrasi fitur ini akan menjadi bagian dari Apple Intelligence, platform AI lintas perangkat yang diyakini mampu menyaingi ekosistem AI milik Google dan Microsoft.

    Dengan harga saham yang terus meroket, Apple kini berada di ambang pencapaian bersejarah: kapitalisasi pasar USD 4 triliun. Untuk menembus tonggak ini, saham Apple hanya perlu naik ke kisaran USD 268,26. Banyak analis meyakini target ini akan tercapai dalam waktu dekat mengingat momentum positif yang tengah berlangsung.

    Lonjakan saham Apple mencerminkan kepercayaan investor terhadap ketangguhan Apple dalam menghadapi tantangan global – dari fluktuasi ekonomi, ketegangan politik, hingga persaingan teknologi AI. Dengan kombinasi strategi rantai pasokan yang adaptif, inovasi produk yang terus berlanjut, serta kepemimpinan Tim Cook yang stabil, Apple tampaknya siap mempertahankan dominasinya di pasar global.

    Ke depan, seluruh mata kini tertuju pada laporan keuangan kuartal berikutnya yang akan menjadi tolok ukur nyata atas keberhasilan Apple mempertahankan momentum luar biasa ini. Jika tren positif terus berlanjut, 2025 bisa tercatat sebagai tahun kebangkitan baru bagi perusahaan dengan logo apel tergigit tersebut, demikian dilansir dari Apple Insider.

    (afr/afr)



    Sumber : inet.detik.com