Tag: diabetes

  • 5 Rempah Andalan di Dapur yang Bagus untuk Kelola Diabetes


    Jakarta

    Selain minum obat, penderita diabetes juga disarankan menjaga pola makan. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan di dapur, seperti konsumsi 5 jenis rempah ini.

    Diabetes merupakan kondisi ketika pengidapnya tidak mampu mengambil glukosa (gula) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Penyakit diabetes yang tidak terkontrol bisa menyebabkan masalah serius pada organ tubuh.

    Oleh karena itu, pengidap diabetes disarankan untuk melakukan perawatan dan selalu menjaga pola makannya. Menghindari segala macam makanan dengan nutrisi buruk dan memilih makanan yang menyehatkan.


    Salah satu makanan sehat yang bisa dimanfaatkan yaitu bumbu-bumbu atau rempah-rempahan di dapur. Sejumlah bahan rempah di dapur dapat secara efektif membantu dalam mengurangi kadar gula darah tinggi, tanpa memengaruhi cara kerja obat.

    Mengutip Times of India (28/05/2024), berikut 5 rempah andalan di dapur yang bagus untuk mengelola diabetes:

    1. Kayu manis

    Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis mengandung senyawa yang bisa tingkatkan sensivilitas insulin. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

    Kayu manis tidak hanya bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi, tetapi juga untuk penderita diabetes.

    Kayu manis mengandung senyawa yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah.

    Kayu manis juga bisa menurunkan laju masuknya glukosa ke dalam tubuh. Jenis rempah ini pun mampu meningkatkan sistem pencernaan, sehingga kadar gula dapat dicerna dengan baik, lapor halodoc.com.

    Kamu bisa menambahkan kayu manis sebagai topping pada oatmeal, yogurt, atau smoothie. Kayu manis juga bisa dimasukkan ke dalam adonan muffin atau kue lainnya.

    2. Kunyit

    Kunyit AsamKunyit pun punya sifat anti-inflamasi yng bisa meningatkan sensitivitas insulin. Foto: iStock

    Kunyit mengandung kurkumin, senyawa aktif yang punya sifat anti-inflamasi. Sifat ini dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah.

    Kunyit juga mengandung antioksidan yang bisa membantu melawan infeksi akibat peradangan.

    Gunakanlah kunyit dalam masakan, seperti sup, kari, semur, atau hidangan lainnya. Bubuk kunyit juga bisa ditambah ke dalam minuman, seperti susu. Tambahkan sedikit jahe dan madu agar lebih nikmat.

    Daftar makanan sehat di dapur lainnya, yang bisa bantu atasi kolesterol bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Jahe

    5 Makanan Kaki Lima Ini Sudah Ada Ratusan Tahun, Bir Jahe dan Belut RebusJahe juga sudah dikenal memiliki efek menurunkan gula darah. Foto: Ilustrasi iStock/Site

    Jahe telah terbukti memiliki efek menurunkan gula darah dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

    Menurut penelitian yang dipublikasi pada Journal Iranian Of Pharmaceutical Research tahun 2015, senyawa gingerol dalam jahe mampu mengoptimalkan kerja hormon insulin dalam membantu penyerapan gula darah oleh lemak, otot, dan hati. Serta bisa menurunkan kadar HbA1c pada pasien yang menderita diabetes tipe-2, lapor siloamhospitals.com.

    Jahe bisa ditambahkan ke dalam tumisan, sup, atau bumbu marinasi. Kamu juga bisa membuat teh jahe yang segar tetapi menghangatkan.

    4. Cengkeh

    Petani cengkeh di Desa Jarak, Jombang, beralih menaman pala. Hal ini karena harga pala lebih menggiurkan.Cengkeh punya senyawa yang mampu atasi masalah diabetes. Foto: ANTARA FOTO/Syaiful Arif

    Cengkeh tidak hanya menambah aroma makanan, tetapi juga mengatasi penyakit diabetes.

    Di dalamnya terkandung senyawa yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan fungsi insulin.

    Selain itu, cengkeh juga mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin K, vitamin C, kalsium, magnesium, hingga serat.

    Senyawa eugenol di dalamnya yang punya sifat antibakteri juga efektif dalam membunuh bakteri E.Coli yang menjadi bakteri penyebab keracunan makanan.

    Tambahkan cengkeh ke dalam masakan, seperti semur, nasi, atau beberapa minuman hangat, seperti teh dan kopi.

    5. Jintan

    Biji jintan juga bermanfaat dalam meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi resistensi insulin. Jintan mampu merangsang aktivitas seluler dalam tubuh dan mengurangi penyerapan insulin usus.

    Sebuah studi tahun 2017 yang dilansir Healthline juga menyebut, konsumsi jintan hitam secara berkala mampu mengurangi HbA1c atau kadar glukosa darah rata-rata.

    Jintan bisa dipanggang bijinya kemudian dihancurkan. Bubuknya bisa ditaburi di atas sayuran panggang atau salad. Bubuk jintan juga bisa menjadi campuran bumbu marinasi atau saus.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Gula Darah dan Cegah Diabetes


    Jakarta

    Kadar gula darah yang meningkat harus segera diatasi agar tak berdampak bagi insulin. Beberapa racikan teh alami ini cocok untuk kendalikan gula darah.

    Tanpa disadari makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari mengandung gula tersembunyi. Jika dikonsumsi berlebihan tanpa diperhatikan, efeknya dapat memberikan dampak negatif pada tubuh.

    Gula darah yang berlebihan akan memicu pankreas menghasilkan insulin yang banyak dalam waktu singkat. Akhirnya tubuh akan mengalami resistensi insulin yang memicu terjadinya diabetes tipe 2.


    Guna menghindari kondisi tersebut ada beberapa asupan herbal yang disarankan ahli untuk rutin dikonsumsi. Bahan herbal yang seduh menjadi teh yang hangat ini berkhasiat menurunkan kadar gula darah secara instan.

    Baca juga: Bayar Rp 63 Juta Bisa Nikmati ‘Fine Dining’ di Dalam Kereta Super Mewah

    Berikut ini 5 teh herbal untuk menurunkan gula darah melansir Times of India:

    5 Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Gula Darah dan Cegah DiabetesSeduhan teh kelabat dapat melarutkan kadar gula darah di dalam tubuh. Foto: Getty Images/Anna Puzatykh

    1. Teh kelabat

    Kelabat umumnya digunakan sebagai rempah untuk campuran bumbu kari maupun penyedap masakan. Tetapi selain memberikan rasa yang gurih, rempah ini juga memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh.

    Kelabat dapat diseduh menjadi teh yang hangat dengan cara merendamnya pada segelas air panas selama beberapa menit. Khasiat atas teh ini telah dibuktikan peneliti melalui jurnal yang berjudul Journal of Diabetes and Metabolic Disorder.

    Konsumsi teh kelabat dapat menjadi asupan serat larut yang mengikat gula darah di dalam tubuh. Sehingga gula akan dicerna sebagai karbohidrat yang terikat secara perlahan tanpa membuat insulin melonjak.

    2. Teh kayu manis

    Rasa yang manis dan aroma berempah yang menenangkan dari kayu manis paling enak dinikmati untuk bersantai. Tidak hanya sekadar merelaksasi otot tubuh tetapi konsumsi teh kayu manis juga dapat menurunkan kadar gula darah.

    Sekelompok peneliti mempublikasi hasil penelitiannya terhadap teh kayu manis melalui Journal of Medicinal Food. Dalam pengamatannya terbukti bahwa teh kayu manis dapat meningkatkan sensitivitas insulin untuk mencerna gula darah.

    Cara mengonsumsinya juga cukup mudah untuk diterapkan di rumah. Kayu manis batang dapat diseduh dengan jumlah yang secukupnya pada air panas dan biarkan terendam selama 10 menit.

    Teh herbal yang mujarab lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Teh jahe

    Dalam berbagai penelitian dan metode pengobatan alami, jahe tidak pernah luput diandalkan. Jahe memiliki manfaat kesehatan yang sangat kuat dan telah terbukti dalam berbagai penelitian serta jurnal ilmiah.

    Di dalam satu ruas jahe terdapat komponen antiinflamasi dan antioksidan yang baik. Pada Journal of Complementary and Integrative Medicine ditemukan mula bahwa jahe dapat meningkatkan kadar gula darah puasa.

    Cara kerjanya dengan menurunkan hemoglobin A1C (HbA1c) pada penderita diabetes tipe 2. Teh jahe ini dapat dibuat dengan cara merendam irisan jahe di dalam air panas selama 5-10 menit.

    4. Teh hijau

    5 Teh Herbal yang Ampuh Turunkan Gula Darah dan Cegah DiabetesKandungan EGCG di dalam teh hijau dapat meningkatkan sensitvitas insulin terhadap gula darah. Foto: Getty Images/Anna Puzatykh

    Banyak manfaat kesehatan yang bisa didapatkan dari teh hijau dibandingkan dengan teh hitam, teh putih, atau jenis teh lainnya. Teh hijau juga seringkali digunakan guna mengendalikan kadar gula darah terutama setelah makan.

    American Journal of Clinical Nutrition, membenarkan khasiat teh hijau untuk gula darah. Disebut bahwa kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) di dalamnya dapat meningkatkan sensitivitas insulin.

    Teh hijau dapat dinikmati kapanpun dan dalam kondisi apapun. Jika memiliki persediaan teh hijau di rumah dapat dimanfaatkan dengan cara menyeduhnya selama 2-3 menit menggunakan air panas.

    5. Teh bunga sepatu

    Teh bunga sepatu atau teh hibiscus memiliki rasa yang paling kuat jika dibandingkan dengan teh herbal lainnya. Teh ini memiliki rasa masam yang akan menyeruak di dalam rongga mulut tetapi setelahnya akan membuat tubuh terasa segar.

    Teh bunga sepatu ini telah berkali-kali diamati karena banyak membuat ahli penasaran dengan khasiatnya. Journal of Nutritional Biochemistry secara resmi mengungkapkan bahwa ekstrak bunga sepatu dapat mengurangi kadar gula darah puasa.

    Khasiat ini dibutuhkan oleh penderita diabetes tipe 2 yang seringkali mengalami lonjakan atau penurunan gula darah secara drastis 1 jam setelah makan. Untuk mendapatkan khasiatnya bisa dilakukan dengan menyeduh bunga sepatu yang dikeringkan selama 5-10 menit di dalam air panas.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Waspada! Ini 5 Efek Samping Kebanyakan Makan Nasi Putih


    Jakarta

    Menjadi makanan pokok orang Indonesia, nasi putih sebenarnya punya risiko untuk kesehatan. Jika dikonsumsi berlebihan, maka lima efek samping untuk kesehatan berikut dapat terjadi.

    Banyak orang Indonesia merasa belum makan kalau belum menikmati nasi putih. Sumber karbohidrat ini berasal dari beras dan kerap dinikmati dengan berbagai lauk pendamping.

    Mengutip Healthline, berbeda dengan beras merah yang mengandung dedak yang kaya serat, kuman baik, dan endosperm yang kaya karbohidrat, nasi putih dihilangkan dedak dan kumannya, sehingga hanya menyisakan endospermnya.


    Kemudian diproses untuk meningkatkan rasa, memperpanjang masa simpan, dan meningkatkan khasiat masakan.

    Nasi putih bisa memberi manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam porsi aman. Namun waspadai efek sampingnya jika nasi putih dikonsumsi terlalu banyak.

    Ini 5 hal yang dapat terjadi:

    1. Meningkatkan risiko diabetes

    5 Tips Konsumsi Nasi Putih yang Aman untuk Penderita DiabetesKebanyakan makan nasi meningkatkan risiko diabetes. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

    Mengutip Eat This Not That, nasi putih mengandung indeks glikemik yang tinggi sehingga berpeluang lebih besar meningkatkan kadar gula darah.

    “Ini bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin mengatur kadar gula darah,” kata ahli gizi Trista Best.

    Dietisian lainnya Mary Sabat mengatakan, memilih gandum utuh sebagai alternatif karbohidrat pengganti nasi putih lebih bermanfaat untuk kesehatan.

    “Mengkonsumsi nasi putih dalam jumlah sedang dan memadukannya dengan makanan kaya serat dapat membantu mengurangi efek ini [pada gula darah Anda].”

    2. Hanya memberikan sedikit nutrisi

    Dibandingkan dengan biji-bijian lainnya, nasi putih lebih banyak diproses dan dihilangkan dedak dan kumannya, sehingga kandungan nutrisinya lebih rendah.

    “Proses pemurnian menghilangkan sebagian besar vitamin esensial, mineral, dan antioksidan yang ada di lapisan luar beras, dan dibandingkan dengan beras merah, yang mempertahankan nutrisi tersebut, nasi putih menawarkan lebih sedikit senyawa yang meningkatkan kesehatan,” ujar Sabat.

    Misalnya, beras merah tidak hanya mengandung lebih banyak serat dibandingkan nasi putih-3,5 gram pada beras merah dibandingkan 0,6 gram pada nasi putih-tetapi beras merah juga memiliki kadar mikronutrien lain yang lebih tinggi, termasuk zat besi, folat, dan magnesium.

    3. Picu risiko sindrom metabolik

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumKebanyakan makan nasi picu risiko sindrom metabolik. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Istilah “sindrom metabolik” mengacu pada sekelompok faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan stroke.

    Melansir The Health Site, orang yang mengonsumsi nasi putih dalam jumlah banyak secara teratur memiliki peluang lebih tinggi terkena sindrom metabolik, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition.

    Namun, hubungan antara penyakit ini dan penyakit jantung masih belum diketahui.

    Efek samping kebanyakan makan nasi ada di halaman selanjutnya.

    4. Sebabkan sembelit

    Salah satu perbedaan paling mencolok antara nasi putih dan jenis nasi lainnya adalah kurangnya serat.

    “Proses pemurnian nasi putih menghilangkan kandungan serat yang penting untuk kesehatan pencernaan dan menjaga rasa kenyang,” kata Best.

    Tanpa serat, efek samping nasi putih akan menjadi kurang mengenyangkan, sehingga berpotensi menyebabkan makan berlebihan atau kurang mengontrol ukuran porsi.

    “Asupan serat yang tidak mencukupi dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti sembelit, dan dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu seperti kanker usus besar,” tambah Sabat.

    Jika Anda menggunakan nasi putih sebagai karbohidrat dalam makanan Anda, pastikan Anda menemukan cara lain untuk menambahkan serat, seperti sayuran, buah, atau kacang-kacangan.

    5. Tidak memenuhi pola diet seimbang

    Penjelasan soal nutrisi nasi putih dan roti gandumKebanyakan masih nasi bukan merupakan pola makan seimbang. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Efek samping makan nasi putih berlebihan lainnya adalah tidak sesuai dengan pola diet seimbang. Mengonsumsi terlalu banyak nasi atau makanan tertentu lainnya dapat membatasi asupan nutrisi beragam.

    Seiring waktu tubuh akan mengalami kekurangan seperti vitamin A, zinc, besi. Karena itu, penting untuk berdiskusi dengan dokter terkait porsi konsumsi nasi yang tepat.

    Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “5 Efek Samping Makan Nasi Putih Berlebihan, Bisa Bikin Diabetes”

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan? ini Kata Ahli Gizi


    Jakarta

    Nikmatnya mi instan seringkali dikaitkan dengan efek kesehatannya. Lantas apakah penderita diabetes boleh makan mi instan? Begini anjuran para ahli gizi.

    Pada banyak kondisi mi instan dianggap sebagai makanan penyelamat kelaparan. Porsinya yang mengenyangkan, rasanya yang lezat, serta mudah dimasak membuat banyak orang yang tak punya waktu seringkali memilih hidangan yang satu ini.

    Tetapi ada banyak rumor yang mengatakan bahwa mi instan tak cukup sehat untuk dikonsumsi. Berbagai efek samping untuk kesehatan yang ditimbulkannya justru harus dihindari.


    Lantas apakah penderita diabetes tak boleh konsumsi mi instan sama sekali? Menanggapi pertanyaan tersebut para ahli gizi berusaha menjelaskannya.

    Baca juga: 5 Permintaan Makanan Paling Aneh Presiden Amerika yang Diungkap Pelayan Presiden

    Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan? ini Kata Ahli GiziKonsumsi mi instan pada penderita diabetes harus diperhatikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

    Dalam Buku Putih Panduan Tanya Jawab Mi Instan yang ditulis oleh F. G. Winarno (2002) dijelaskan bahwa tak ada satupun ahli gizi yang menyarankan konsumsi mi instan setiap hari. Hal ini berkaitan dengan segala jenis kandungannya yang dipengaruhi bahan-bahan dasar untuk membuat mi instan.

    Mengonsumsi satu mangkuk mi instan dalam intensitas waktu yang jarang masih diperbolehkan. Tak ada efek samping terhadap kesehatan jika tidak dilakukan secara rutin.

    Tetapi bagi penderita diabetes, konsumsi mi instan harus diwaspadai dengan lebih ketat. Mengingat mi instan terbuat dari olahan tepung terigu yang tergolong dalam karbohidrat olahan.

    Tepung terigu memiliki kandungan karbohidrat sebanyak 62-70 gram per 100 gram penggunaannya. Hal ini menandakan bahwa tepung terigu memiliki kandungan pati yang tinggi sehingga kadar indeks glikemiknya harus diperhatikan karena dapat berdampak pada penderita diabetes.

    Penderita Diabetes Boleh Makan Mi Instan? ini Kata Ahli GiziPenggunaan tepung terigu dengan indeks glikemik tinggi menjadi sumber kekhawatirannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nungning20

    Dalam beberapa jurnal penelitian juga disebutkan bawah indeks glikemik tepung terigu menyentuh hingga 70%. Artinya indeks glikemik yang tinggi membuat tepung terigu begitu mudah dicerna menjadi glukosa di dalam darah sehingga akan memicu produksi insulin.

    Kestabilan insulin di dalam tubuh seorang penderita diabetes tidak boleh melonjak dalam waktu yang terlalu singkat. Para peneliti dari universitas-universitas di Korea Selatan, Boston, dan Dallas juga telah membuktikan efek konsumsi mi instan dengan peningkatan risiko diabetes.

    Sebanyak 10.711 remaja di Korea Selatan diperhatikan pola makannya. Ditemukan bagi para wanita yang gemar makan mi instan setidaknya dua minggu sekali cenderung lebih renta terhadap kenaikan intoleran glukosa.

    Bahkan ditunjukan dengan persentase yang mencapai 68%. Mi instan juga digolongkan oleh peneliti sebagai salah satu bentuk makanan cepat saji yang mampu meningkatkan LDL atau kolesterol buruk secara cepat dan risiko obesitas.

    Karena itu mi instan disarankan untuk dihindari bagi penderita diabetes. Atau setidaknya dikurangi konsumsinya termasuk bagi para remaja dengan tujuan meminimalisir risiko terjadinya diabetes tipe 2.

    (dfl/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Kesalahan Makan Malam yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

    5 Kesalahan Makan Malam yang Harus Dihindari Penderita Diabetes


    Jakarta

    Makan malam juga tetap harus dilakukan penderita diabetes. Namun, harus sesuai dengan anjuran dan menghindari beberapa kesalahan agar gula darah tak melonjak.

    Meski sarapan adalah waktu makan terpenting, bukan berarti makan malam harus dilewatkan. Makan malam bisa tetap menyehatkan kalau sesuai anjuran dan memperhatikan asupannya.

    Dilansir dari Food NDTV (19/7), bagi penderita diabetes, penting untuk mmeilih asupan makan yang tepat. Karena, makanan dan minuman tertentu dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah.


    Beberapa kesalahan yang umum dilakukan saat makan malam. Mulai dari tidak menentukan waktu makan malam hingga tidak mengontrol porsi makan.

    Berikut 5 kesalahan yang harus dihindari penderita diabetes ketika makan malam:

    1. Tidak Menentukan Waktu Makan Malam

    Waktu makan malam ternyata penting untuk ditetapkan. Waktunya harus seimbang setiap hari, jangan berbeda-beda. Misalnya, malam ini makan malam pukul 7, maka esoknya juga harus pukul 7.

    Memang menentukan waktu makan malam ini agak sulit, namun memang harus dibiasakan. Dengan menentukan makan malam yang teratur, tubuh akan terbiasa dan tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

    2. Kelebihan Karbohidrat

    Rice berry Rice, organic rice in bowl, Thia healthy foodnasi merah Foto: Getty Images/iStockphoto/dontree_m

    Karbohidrat memang penting dikonsumsi setiap hari, tapi perhatikan juga asupannya. Jenis karbohidratnya juga harus diperhatikan.

    Pilihlah karbohidrat komplet daripada karbohidrat sederhana, karena dampaknya lebih kecil terhadap gula darah. Jenis yang bagus dipilih adalah oat, beras merah, quinoa, hingga tepung gandum utuh.

    3. Tidak Cukup Serat dan Protein

    Ini 5 Efek Samping Diet Tinggi Protein yang Bahayakan Kesehatanmakanan mengandung protein Foto: Getty Images/Kanawa_Studio

    Asupan serat dan protein yang cukup setiap hari juga penting diperhatikan. Jangan sampai kurang atau tidak menyertakannya sama sekali.

    Saat merencanakan makan malam, penting untuk memasukkan serat dan protein dalam jumlah yang cukup bersama dengan karbohidrat. Makanan seimbang memastikan tubuhmu mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan optimal.

    Makanan tinggi serat dan protein juga membantu dalam mengontrol gula darah dengan lebih baik. Asupan itu juga membuat Anda kenyang lebih lama.

    4. Memilih yang Tak Sehat

    Lauk pendamping saat makan malam juga harus yang sehat, tapi banyak orang kerap memilih yang tak sehat. Misalnya memilih makanan dengan kandungan gula tinggi.

    Makanan pendamping seperti saus tomat atau saus celupan lainnya sebaiknya dihindari. Hindari juga minuman yang terlalu manis ketika sedang makan malam.

    5. Tak Mengontrol Porsi Makan

    Jika porsi makan tampak berlebihan, sebaiknya dihindari saat makan malam. Jangan beranggapan kalau tubuh sehat jadi bebas menyantapnya, karena kadar gula darah bisa meningkat kapanpun.

    Sebagai aturan praktis, hindari makan ketika kamu sudah mulai merasa sedikit kenyang. Dengan cara ini, kamu secara alami akan makan lebih sedikit dan menghindari makan berlebihan.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kamu Pelupa? Kata Studi, Memori Bisa Terganggu dalam 4 Hari Saja gegara Junk Food

    Kamu Pelupa? Kata Studi, Memori Bisa Terganggu dalam 4 Hari Saja gegara Junk Food



    Jakarta

    Kalian gampang lupa? Menurut penelitian, pola makan berpengaruh terhadap memori lo!

    Sebuah studi terbaru dari para peneliti Fakultas Kedokteran University of North Carolina (UNC), yang diterbitkan dalam jurnal Neuron, mengungkap informasi tentang bagaimana makanan cepat saji mengubah pusat memori otak dan menyebabkan risiko disfungsi kognitif. Penelitian ini membuka pintu bagi intervensi dini yang dapat mencegah hilangnya memori jangka panjang yang terkait dengan obesitas.

    Penelitian ini diketuai oleh profesor farmakologi dari Fakultas Kedokteran UNC, Juan Song, PhD, dan penulis pertama dari Departemen Farmakologi, Taylor Landry, PhD. Para peneliti menemukan sekelompok sel otak khusus di hipokampus, yang disebut interneuron CCK, menjadi terlalu aktif setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak (HFD) karena kemampuan otak untuk menerima glukosa (gula) terganggu.


    Aktivitas berlebih ini mengganggu proses memori di hipokampus, bahkan setelah beberapa hari mengonsumsi makanan tinggi lemak. Jenis pola makan ini menyerupai makanan cepat saji khas Barat yang kaya lemak jenuh seperti burger keju dan kentang goreng. Penemuan ini juga menunjukkan protein bernama PKM2, yang mengontrol bagaimana sel-sel otak menggunakan energi, memainkan peran kunci dalam permasalahan ini.

    “Kami tahu pola makan dan metabolisme dapat memengaruhi kesehatan otak, tetapi kami tidak menyangka akan menemukan kelompok sel otak yang spesifik dan rentan seperti itu, interneuron CCK di hipokampus, yang secara langsung terganggu oleh paparan pola makan tinggi lemak jangka pendek,” kata Song, yang merupakan anggota Pusat Neurosains UNC.

    “Yang paling mengejutkan kami adalah seberapa cepat sel-sel ini mengubah aktivitasnya sebagai respons terhadap berkurangnya ketersediaan glukosa, dan bagaimana perubahan ini saja sudah cukup untuk mengganggu memori,” lanjutnya, dikutip dari Science Daily.

    Ringkasan Studi

    Model tikus diberi pola makan tinggi lemak yang menyerupai makanan cepat saji berlemak sebelum memulai pengujian perilaku. Dalam 4 hari setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak, hasil penelitian menunjukkan interneuron CCK di pusat memori otak menjadi aktif secara abnormal.

    Hasil penelitian menunjukkan makanan cepat saji berlemak dapat memengaruhi otak hampir seketika, jauh sebelum timbulnya kenaikan berat badan atau diabetes. Temuan penelitian juga menyoroti betapa sensitifnya sirkuit memori terhadap pola makan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya nutrisi dalam menjaga kesehatan otak.

    Pola makan tinggi lemak, yang kaya akan lemak jenuh, kemungkinan dapat menyebabkan peningkatan risiko penyakit neurodegeneratif, seperti demensia dan Alzheimer, menurut penelitian tersebut.

    Penelitian ini juga menunjukkan, memulihkan kadar glukosa otak justru menenangkan neuron yang terlalu aktif dan memperbaiki masalah memori pada tikus. Penelitian ini menemukan intervensi seperti modifikasi pola makan atau pendekatan farmakologis mungkin efektif dalam menjaga kesehatan otak untuk neurodegenerasi terkait obesitas. Khususnya, para peneliti menemukan intervensi pola makan seperti periode puasa intermiten setelah diet tinggi lemak cukup untuk menormalkan interneuron CCK dan meningkatkan fungsi memori.

    “Penelitian ini menyoroti bagaimana apa yang kita makan dapat dengan cepat memengaruhi kesehatan otak dan bagaimana intervensi dini, baik melalui puasa maupun pengobatan, dapat melindungi daya ingat dan menurunkan risiko masalah kognitif jangka panjang yang terkait dengan obesitas dan gangguan metabolisme,” kata Song.

    “Dalam jangka panjang, strategi semacam itu dapat membantu mengurangi beban demensia dan Alzheimer yang semakin meningkat terkait dengan gangguan metabolisme, menawarkan perawatan yang lebih holistik yang memperhatikan tubuh dan otak,” imbuhnya.

    Penelitian ini sedang berlangsung untuk lebih memahami bagaimana neuron sensitif glukosa ini mengganggu ritme otak yang mendukung daya ingat. Para peneliti berencana untuk menguji apakah terapi yang ditargetkan ini dapat diterapkan pada manusia dan bagaimana pola makan tinggi lemak dapat menjadi faktor penyebab penyakit Alzheimer.

    Intervensi berbasis gaya hidup juga akan dieksplorasi, seperti pola makan yang menstabilkan glukosa otak, untuk melihat apakah pola makan tersebut menawarkan manfaat perlindungan.

    (nah/nwk)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Air Rebusan Daun yang Bantu Mengobati Asam Urat, Diabetes, dan Hipertensi

    Jakarta

    Daun salam, sirih, hingga kelor sering direbus menjadi air ramuan herbal untuk dikonsumsi. Rebusan air daun-daun tersebut dipercaya bantu mengobati berbagai penyakit dan kondisi kesehatan seperti asam urat, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

    Khasiat yang diberikan rebusan herbal itu diyakini berasal dari senyawa yang terkandung di dalam daun-daunnya. Karena itu, ramuan alami ini kerap dijadikan alternatif obat oleh sebagian orang. Lantas, rebusan air daun apa saja yang bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan sejumlah penyakit?

    6 Rebusan Air Daun untuk Penyembuhan Penyakit dan

    Mengutip catatan detikcom, berikut sederet rebusan air daun yang bantu mencegah dan mengobati sejumlah kondisi kesehatan:


    1. Rebusan Air Daun Salam

    Daun salam tak hanya memberikan aroma sedap pada masakan, tapi juga bermanfaat bagi kesehatan. Ahli menyebutkan daun salam mengandung senyawa metabolit sekunder, potasium, zat besi, dan antioksidan.

    Senyawa tersebut dapat mengatasu gangguan asam urat, menurunkan risiko diabetes tipe 2, hingga menjaga kesehatan jantung secara menyeluruh. Untuk mendapat khasiatnya, beberapa daun salam dapat direbus dengan dua gelas air selama 5 menit. Air rebusannya kemudian bisa diminum rutin.

    2. Rebusan Air Daun Sirih

    Rebusan daun sirih mendukung penyembuhan luka, mengendalikan kadar glukosa, menurunkan kolesterol tinggi dan tekanan darah, hingga sebagai antiseptik dan antioksidan. Senyawa bermanfaat yang ditemukan di dalam daun sirih meliputi flavonoid, tanin, polifenol, eugenol, serta riboflavin.

    Sama seperti daun salam, beberapa sirih dapat direbus dengan tiga gelas air sampai tersisa segelas air saja. Sebelum direbus, pastikan daun sirih dicuci bersih.

    3. Rebusan Air Daun Sirsak

    Dikutip dari buku Segudang Khasiat Manggis dan Sirsak untuk Kesehatan dan Kecantikan oleh Lia Ernawati, daun sirsak berkhasiat untuk mengontrol gula darah, mengendalikan hipertensi, meredakan nyeri tulang dan persendian, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Daun sirsak dapat diolah dengan cara direbus untuk mengambil manfaatnya. Sekitar 10 lembar daun sirsak segar dapat direbus dengan empat gelas air. Rebus sampai air tersisa tiga gelas. Air ramuan ini dapat diminum dua kali sehari pada pagi dan sore hari.

    4. Rebusan Air Daun Kelor

    Daun kelor kaya akan manfaat. Daun berbentuk bulat kecil ini memiliki sifat antikanker, antiinflamasi, dan antioksidan. Kelor juga berkhasiat untuk bantu menurunkan tekanan darah, melindungi dari penyakit kardiovaskular, serta mencegah kanker.

    Berbagai kandungan yang bisa ditemui di dalamnya mencakup niazimicin, quercetin, sampai beta karoten. Untuk mengambil manfaatnya, daun kelor segar dapat direbus dengan air atau daun keringnya juga bisa direndam dengan air panas selama beberapa menit.

    5. Rebusan Air Daun Jambu Biji

    Kalau punya pohon jambu biji di halaman rumah, bisa dipetik daunnya untuk dijadikan rebusan herbal kaya manfaat. Daun jambu biji memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi berkat sejumlah senyawa yang dikandungnya.

    Daun jambu biji diketahui dapat menyeimbangkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol, serta menjaga kesehatan pencernaan. Seperti rebusan lainnya, daun ini bisa direbus dengan air secukupnya. Air ramuannya lalu dapat diminum rutin untuk memperoleh khasiatnya.

    6. Rebusan Air Daun Pepaya

    Rebusan daun pepaya dikenal untuk mengobati asam lambung. Enzim papain yang ditemukan pada daunnya bantu meredakan gejala asam lambung saat naik seperti sensasi panas di dada.

    Untuk mengatasi asam lambung, daun pepaya segar atau kering dapat direbus dengan air secukupnya. Setelah mendidih selama beberapa menit, air yang tersisa bisa disaring dan diminum.

    Itu tadi sederet rebusan air daun yang bermanfaat bagi kesehatan dan membantu menyembuhkan sejumlah penyakit. Bagi detikers yang sudah terdiagnosis sakit, jangan lupa disertai kontrol teratur ke dokter dan menerapkan pola hidup sehat.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! Ini 5 Roti Terbaik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes tidak boleh sembarangan makan roti karena bisa meningkatkan kadar gula darah. Coba beralih ke 5 jenis roti ini yang cocok untuk penderita diabetes.

    Selain nasi, beberapa orang juga suka sarapan dengan roti. Roti pun menjadi bahan yang cocok dipadukan dengan berbagai macam makanan lain, seperti selai, telur, cokelat, keju, hingga alpukat.

    Sayangnya, penderita diabetes tidak boleh sembarangan makan roti karena kadar gula darah bisa meningkat. Roti merupakan karbohidrat sehingga bisa meningkatkan glukosa darah dan meningkatkan risiko komplikasi terkait diabetes.


    Namun, bukan berarti penderita diabetes tidak boleh makan roti sama sekali. Kamu tetap bisa mengonsumsi roti, tetapi perlu dipilih jenis yang paling sehat dan terbaik.

    Lantas, roti apa saja yang bisa dikonsumsi? Melansir healhshots.com (31/08/2024), berikut 5 jenis roti yang cocok dikonsumsi penderita diabetes.

    1. Roti gandum utuh

    Tips Memilih Roti Gandum yang Sehat dan Cocok Buat DietRoti gandum utuh menjadi pilihan terbaik karena tinggi gandum. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Roti gandum bisa menjadi pilihan yang baik daripada roti putih. Roti ini biasanya terbuat dari tepung gandum utuh yang mengandung lebih banyak serat.

    Kandungan serat tinggi dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, dengan meningkatkan waktu pengosongan lambung. .

    Roti gandum utuh juga bisa membuat kenyang lebih lama, sehingga menghindari makan berlebihan.

    Namun, beban glikemik tetap harus dipertimbangkan. Sebab, ukuran porsi dan jenis tepung yang digunakan dapat mempengaruhi kontrol gula darah.

    2. Roti multigrain

    Roti multigrain juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk penderita diabetes.Roti multigrain juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk penderita diabetes. Foto: Getty Images/Lauri Patterson

    Roti multigrain berarti roti yang dibuat dari campuran biji-bijian, seperti tepung gandum utuh, oat, millet, biji rami, air, ragi, dan garam.

    Campuran tersebut dapat menghasilkan roti dengan kandungan serat lebih tinggi, dan indeks glikemik rendah. Berbagai jenis biji-bijian ini juga menyediakan spektrum nutrisi lebih luas.

    Namun, beberapa roti multigrain juga ada yang terdiri dari biji olahan atau campuran antara biji utuh dan olahan. Oleh karena itu, jangan lupa memeriksa kandungan roti terlebih dahulu dari label yang tercantum.

    Jenis roti lain yang cocok untuk penderita diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Roti rye

    Rye bread atau roti rye merupakan roti yang terbuat dari gandum hitam.

    Dalam studi tahun 2022 yang diterbitkan dalam Frontiers in Nutritions mengungkap, makanan berbahan dasar gandum hitam, termasuk roti gandum hitam seperti ini memiliki efek positif pada respons insulin dan glukosa pada fase pasca makan atau waktu setelah makan.

    Roti gandum yang terbuat dari tepung rye ini juga tinggi serat, yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengendalikan kadar gula darah.

    Oleh karena itu, roti rye cocok bagi penderita diabetes yang membutuhkan roti rendah gluten dan tinggi serat.

    Roti ini juga punya citarasa malt yang kuat dan lebih mengenyangkan.

    4. Roti sourdough

    Roti SourdoughRoti Sourdough yang difermentasi juga cocok dimakan penderita diabetes. Foto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Sourdough sebenarnya adalah campuran terigu, air, atau komponen lain yang difermentasi dengan ‘starter’ alami. Starter atau ragi alami ini mengandung banyak bakteri baik, seperti asam laktat (BAL). Sourdough inilah yang akan dijadikan agen pengembang dalam produksi roti.

    Namun, karena melalui proses fermentasi, sehingga rotinya menghasilkan rasa asam dan tekstur lebih kompleks daripada roti biasa yang cenderung manis dan lembut.

    Meskipun rasanya lebih asam, tetapi memiliki banyak kandungan manfaat.

    Melalui analisis yang diterbitkan dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition pada maret 2024, para peneliti menemukan roti sourdough dapat mengurangi peningkatan glikemia atau kondisi ketika kadar glukosa darah melonjak setelah makan.

    Proses fermentasi pada roti sourdough dapat mengurangi indeks glikemiknya, membuatnya lebih lambat dicerna dan kecil kemungkinannya menyebabkan lonjakan gula darah.

    Dr, Chavan juga menyebut asam alami dalam sourdough juga dapat memperlambat pencernaan karbohidrat.

    Fermentasi dalam sourdough tidak hanya memecah gluten, tetapi juga meningkatkan ketersediaan nutrisi dan mineral penting, seperti zat besi dan magnesium.

    Masih banyak manfaat lain yang didapat dari konsumsi jenis roti ini, mulai dari memudahkan pencernaan hingga mengandung probiotik alami yang bisa mendukung kesehatan usus.

    5. Roti oat

    Tips Memilih Roti Gandum yang Sehat dan Cocok Buat DietRoti oat efektif dalam mengurangi kadar glukosa dalam darah. Foto: Getty Images/fcafotodigital

    Roti oat berbeda dari roti gandum karena bahan dasarnya pun berbeda. Jika gandum umumnya diolah menjadi tepung, oat merupakan tanaman dari biji-bijian sereal utuh.

    Roti oat pun dibuat dengan menggunakan oat yang dicampur dengan tepung gandum, tepung terigu, dan madu. Tambahan oat dalam adonan roti ini tidak hanya memberi cita rasa berbeda, tetapi juga membuat teksturnya lebih lembut.

    Tentu roti ini memiliki manfaat baik untuk penderita diabetes. Menurut studi dari Iranian Journal of Endocrinology and Metabolism tahun 2012, roti oat ditemukan efektif dalam mengurangi kadar glukosa dalam darah.

    Ini karena oat kaya akan beta-glukan, semacam serat larut yang dapat mengurangi kadar kolesterol dan mengatur kadar gula darah.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tinggi Gula dan Kalori, Batasi Konsumsi 5 Buah Ini

    Tinggi Gula dan Kalori, Batasi Konsumsi 5 Buah Ini


    Jakarta

    Tumbuh secara alami, ternyata buah-buahan tidak selamanya menyehatkan. Itu karena ada kandungan gula berlebih hingga racun yang berbahaya.

    Buah-buahan sebenarnya merupakan pilihan makan yang sehat. Buah dikemas dengan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin, serat, mineral, dan antioksidan.

    Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kandungan gula dan kalorinya. Selain itu, ada juga buah yang mengandung racun berbahaya.


    Buah-buahan tersebut bisa menyebabkan masalah kesehatan khususnya bagi seseorang dengan kondisi tubuh tertentu, misalnya penderita diabetes, asam lambung, hingga jantung.

    Karenanya penting untuk memilih jenis buah tertentu dan perhatian porsi makannya agar tidak berlebihan. Dikutip dari Times of India (05/07/24) berikut buah yang tidak sesehat yang dibayangkan:

    1. Jeruk

    10 Manfaat Buah Jeruk untuk Kesehatan Ibu Hamil dan Janin Beserta Saran Porsi yang TepatJeruk memiliki rasa asam yang bisa berisiko bagi penderita GERD. Foto: Getty Images/MmeEmil

    Jeruk dikenal dengan vitamin C-nya yang tinggi. Dalam 100 gram jeruk terdapat sekitar 200 mg vitamin C. Ini sangat bagus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Namun, bagi sebagian orang, jeruk bukanlah buah yang menyehatkan. Ini karena rasanya yang cenderung asam, sehingga bisa menyebabkan refluks asam atau asam lambung.

    Hal tersebut telah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Gastroenterology and Hepatology.

    Bagi penderita asam lambung atau GERD hindari mengonsumsi jeruk. Keasaman pada jeruk dapat mengiritasi lapisan esofagus dan memperburuk peradangan.

    2. Leci

    Leci memiliki rasa manis yang menyegarkan. Teksturnya juicy dan harum. Buah ini juga kaya akan antioksidan dan vitamin. Namun, leci juga mengandung racun berbahaya.

    Terdapat racun yang disebut hipoglisin A pada leci. Racun tersebut dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara signifikan, terutama jika dimakan saat perut kosong.

    Sebuah studi Journal of Investigative Medicine menemukan banyak kasus di mana banyak anak-anak menderita hipoglikemia akut karena kebanyakan makan leci saat perut kosong.

    Bagi kamu dengan kadar gula darah yang mudah berfluktuasi atau yang rentan terhadap hipoglikemia, maka diimbau untuk tidak terlalu sering makan buah leci.

    Buah yang tidak sesehat yang dibayangkan ada di halaman selanjutnya.

    3. Kurma

    racikan air kurma yang bermanfaatKurma mengandung gula yang tinggi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Kurma sering dipuji-puji sebagai pemanis alami. Manfaatnya pun banyak, karena kurma mengandung mineral penting seperti potasium dan magnesium.

    Namun, yang perlu menjadi perhatian adalah kandungan gulanya yang tinggi. Dalam 100 gram kurma, mengandung 63 gram gula. Ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

    Tentu bisa mengkhawatirkan bagi penderita diabetes. American Diabetes Association menyarankan untuk tidak mengonsumsi gula secara berlebihan.

    4. Kelapa Kering

    Kelapa kering biasanya digunakan sebagai campuran makanan penutup atau camilan. Namun, perlu hati-hati karena kelapa kering bisa menjadi bom kalori.

    Dalam 100 gram dried coconut mengandung 501 kalori dan 41,68 gram lemak jenuh. Kandungan tersebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

    Menurut studi di American Journal of Clinical Nutrition, makanan yang tinggi lemak jenuh juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

    5. Produk olahan buah

    ilustrasi jus buah nagaJus buah bisa berbahaya karena sering diberi gula tambahan. Foto: Getty Images/tashka2000

    Selain dapat dimakan utuh, buah-buahan juga banyak diolah menjadi berbagai camilan dan minuman. Karenanya, perhatikanlah jumlah gula yang terkandung.

    Biasanya produk olahan gula selalu diberi tambahan gula, meskipun sebenarnya buah-buahan secara alami memiliki rasa manis. Selain itu, proses pembuatan produk olahan buah juga bisa berbahaya.

    Biasanya produk tersebut diolah menjadi buah kalengan dalam sirup, jus buah, dan buah kering. World Health Organization merekomendasikan untuk membatasi tambahan gula hingga kurang dari 10% dari asupan kalori harian. Hal tersebut untuk mengurangi risiko obesitas dan diabetes.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Nasi DIngin Lebih Menyehatkan dari Nasi Hangat?


    Jakarta

    Sudah jadi kepercayaan umum di masyarakat jika konsumsi nasi dingin jauh lebih sehat daripada nasi hangat. Begini penjelasan dan hasil penelitian ahli.

    Nasi merupakan makanan pokok yang melekat oleh hampir sebagian besar orang Indonesia selama hidupnya. Asupan karbohidrat ini menjadi yang paling banyak ditemukan dan terbanyak dikonsumsi.

    Tetapi banyak mitos dan kepercayaan yang menyebutkan nasi tidak cukup sehat untuk dikonsumsi. Konon beberapa penyakit metabolik justru timbul akibat konsumsi nasi putih.


    Lantas muncul saran-saran yang beredar di masyarakat untuk mengonsumsi nasi dengan cara yang lebih sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi dalam keadaan dingin. Benarkah lebih sehat?

    Baca juga: Terlanjur Ancam Pelanggan, Pengantar Makanan Tolak Uang Tip Tunai

    Apa Benar Nasi DIngin Lebih Menyehatkan dari Nasi Hangat?Para penliti melakukan pengamatan terhadap konsumsi nasi dingin dan nasi panas. Foto: Getty Images/Maliflower73

    Sekelompok peneliti dari Polandia, tepatnya Poznan University of Medical Sciences melakukan penelitian yang melibatkan 32 pasien diabetes tipe 1 seperti yang dilaporkan oleh Business Insider (21/4). Para partisipan dibentuk menjadi dua kelompok dan diberikan asupan nasi yang berbeda.

    Kelompok pertama disajikan nasi putih long grain sebanyak 46 gram karbohidrat dan dipersilakan makan ketika hangat. Sementara kelompok lainnya diberikan nasi putih dengan jumlah dan jenis yang sama hanya saja telah diinginkan selama 24 jam dalam kulkas.

    Ditemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi nasi yang sebelumnya didinginkan mengalami pengaruh pada kadar gula darahnya. Gula darah partisipan cenderung stabil apalagi mengingat mereka adalah pasien diabetes tipe 1.

    Sementara partisipan yang mengonsumsi nasi hangat karena baru matang cenderung mengalami lonjakan gula darah. Penelitian ini menunjukkan bahwa karbohidrat yang diinginkan lebih berfungsi untuk membantu mengendalikan gula darah.

    Apa Benar Nasi DIngin Lebih Menyehatkan dari Nasi Hangat?Ditemukan pati resisten pada nasi dingin yang dihangatkan lebih aman untuk gula darah. Foto: Getty Images/Maliflower73

    Para peneliti yang terlibat setuju menyebut reaksi tersebut akibat adanya kandungan pati resisten di dalam nasi. Kesimpulannya nasi putih yang didinginkan akan memiliki kandungan pati resisten yang lebih banyak daripada nasi segar yang baru dimasak.

    Hasil penelitian ini kemudian dipublikasi melalui jurnal Nutrition and Diabetes hingga kini menjadi acuan bagi para pasien diabetes khususnya. Selain itu, sebuah penelitian terdahulu yang dilakukan pada 2015 ternyata menunjukkan hasil serupa.

    Nasi yang diinginkan tidak menyebabkan lonjakan gula darah. Beberapa ahli juga mengatakan ada manfaat kesehatan yang timbul dengan mengonsumsi nasi yang telah didinginkan sebelumnya.

    Mulai dari mengatur nafsu makan setelah makan, menjaga ketahanan energi, hingga memaksimalkan penurunan berat badan.

    “Jika orang yang ingin menurunkan berat badan mencari solusi untuk kadar gula darah mereka, mencari jawaban untuk produktivitas dan rasa kenyang yang panjang, mungkin sudah waktunya mengonsumsi pati resisten,” kata Rhiannon Lambert selaku ahli gizi.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com