Tag: efek minum kopi

  • Ini Jenis Kopi Terbaik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes

    Ini Jenis Kopi Terbaik untuk Dikonsumsi Penderita Diabetes


    Jakarta

    Penderita diabetes tidak boleh minum kopi sembarangan. Ada jenis kopi dan racikan terbaik untuk para penderita diabetes, seperti ini.

    Pasien diabetes perlu memerhatikan pola makan dengan lebih serius. Makanan tertentu tidak boleh dikonsumsi supaya kadar gula darahnya tidak naik.

    Meskipun begitu, bukan berarti penderita diabetes harus berhenti minum kopi. Faktanya, beberapa cara dan racikan tertentu masih aman dikonsumsi.


    Menurut Hello Sehat, orang dengan diabetes juga diperbolehkan minum kopi karena minuman ini bisa mengendalikan gula darah, menurunkan peradangan, dan mengurangi penyerapan karbohidrat.

    Namun, tentu harus dalam batas wajar dan mengonsumsi jenis dan racikan tepat.

    Lantas, kopi apa yang paling baik dikonsumsi penderita diabetes? Melansir Cafely.com (30/01/2025), berikut informasinya!

    1. Hal penting saat memilih kopi

    Ilustrasi kopi hitamPenting untuk minum kopi tanpa tambahan gula, pemanis, atau krimer. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Kopi secara umum dianggap aman untuk dikonsumsi penderita diabetes. Namun, konsumsi dalam batas wajar, paling tidak 3-4 cangkir sehari.

    Selain itu penting juga untuk minum kopi hitam tanpa tambahan gula, sirup, krimer, atau pemanis buatan lainnya yang mampu mempengaruhi kadar gula darah. Hindari juga kopi instan karena sebagian besar mengandung gula tambahan dalam jumlah banyak.

    Beberapa jenis kopi bisa menjadi pilihan tepat, mulai dari kopi organik yang ditanam tanpa pupuk kimia atau pestisida. Menghasilkan minuman yang lebih bersih dan sehat.

    Campuran kopi Robusta dan Arabika juga dapat dikonsumsi penderita diabetes karena campuran keduanya mengandung antioksidan dua kali lebih banyak daripada hanya konsumsi kopi Arabika saja.

    Kopi bebas mikotoksin juga bisa dicoba karena bisa mengurangi beban pada hati dan ginjal.

    2. Jenis biji kopi

    Menggiling biji kopiBiji kopi juga memengaruhi hasil racikan dan baik buruknya pada penderia diabetes. Foto: Getty Images/PeopleImages

    Berbagai jenis biji kopi dapat memengaruhi hasil akhir minuman.

    Biji kopi Robusta yang mengandung kafein tinggi dua kali lipat daripada Arabika bisa dikonsumsi. Manfaat utama kafein pada penderita diabetes yaitu mampu mencegah gula darah turun drastis selama berolahraga. Minum kopi Robusta juga bisa membuat olahraga lebih mudah dilakukan penderita diabetes.

    Sedangkan kopi Arabika mengandung lebih banyak lemak dan gula, tetapi unsur-unsur ini hadir dalam kadar sedikit. Jadi, kecil kemungkinan memengaruhi penderita diabetes.

    Campuran Robusta dan Arabika menjadi pilihan terbaik. Jenis biji kopi ini mampu memberi asupan kafein yang kompleks serta kandungan antioksidan tinggi.

    2. Tingkat pemanggangan kopi

    Menggiling biji kopiTingkat pemanggangan juga mampu menentukan baik buruknya kopi terhadap penderita diabetes. Foto: Getty Images/PeopleImages

    Proses pemanggangan kopi juga bisa memengaruhi rasa dan komposisi kimianya.

    Kopi light roast atau yang dipanggang ringan mengandung rasa dan aroma lebih lembut. Biasanya meliputi aroma kacang dan jeruk yang kompleks.

    Kopi ini membantu kamu mengurangi kebutuhan tambahan pemanis. Mengurangi asupan gula dan lemak yang baik dalam mengelola diabetes.

    Kopi medium roast atau yang dipanggang sedang memiliki rasa yang cerah dan lembut, seperti kopi yang dipanggang ringan tetapi kompleks, seperti kopi yang dipanggang gelap.

    Kopi dark roasted yang dipanggang gelap biasanya punya kadar gula lebih tinggi daripada kopi yang dipanggang ringan atau sedang. Hal ini terjadi karena karbohidrat polisakarida dalam biji kopi terurai menjadi gula sederhana selama proses pemanggangan.

    Gula ini kemudian terkaramelisasi, menghasilkan kopi yang manis alami. Tenang saja karena gula yang hadir juga jumlahnya tidak cukup banyak, sehingga tidak menjadi masalah bagi penderita diabetes.

    Cara kopi memengaruhi diabetes bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Cara kopi memengaruhi penderita diabetes

    Beberapa zat kimia dan nutrisi dalam secangkir kopi bisa memengaruhi banyak elemen dalam tubuh, terutama mereka yang punya kondisi diabetes.

    Sebenarnya, minum kopi 3 sampai 4 cangkir sehari telah dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe-2.

    Namun, di sisi lain, kopi hitam juga disebut dapat memengaruhi sensitivitas insulin. Konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dan jangka panjang dapat membantu tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Hal ini bisa menjadi masalah bagi penderita diabetes karena insulin adalah hormon yang mengatur gula darah.

    Dalam hal ini, minum kopi secukupnya adalah pilihan terbaik bagi penderita diabetes. Bisa juga memilih kopi rendah kafein supaya bisa mendapat nutrisi tambahan tanpa takut mengalami efek samping akibat kafein.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Kenapa Ya Usai Minum Kopi Jadi Sembelit? Ini Kata Pakar

    Kenapa Ya Usai Minum Kopi Jadi Sembelit? Ini Kata Pakar


    Jakarta

    Banyak orang percaya minum kopi bisa meningkatkan energi. Namun, sisi buruknya kopi juga bisa memicu sembelit karena alasan ini.

    Banyak orang minum kopi karena efeknya yang mampu mendorong energi. Untuk manfaatnya bagi pencernaan, ahli gizi Frances Largeman-Roth mengungkap kalau kopi dapat mempercepat kontraksi. Membantu menggerakkan saluran gastrointestinal ke depan dan keluar dari tubuh.

    Namun, bagi sebagian yang lain, kopi justru menghambat buang air besar alias menyebabkan sembelit.


    Lantas, bagaimana kondisi ini bisa terjadi? Melansir livestrong.com (24/06/2023), berikut penjelasannya!

    1. Alasan kopi sebabkan sembelit

    kopiMinum kopi bisa sebabkan sembelit karena bisa menyebabkan dehidrasi yang merujuk pada sembelit. Foto: Getty Images/iStockphoto/SGAPhoto

    Kopi dapat merangsang pencernaan dan memiliki efek pencahar. Bagi orang yang sensitif terhadap kafein, hal ini justru bisa membuat buang air besar menjadi encer, diare, atau dehidrasi.

    Masalahnya, ketika seseorang mengalami dehidrasi, usus besar akan menyerap sebanyak mungkin air dari sisa makanan. Memperlambat perjalanan tinja melalui saluran pencernaan. Akhirnya menghasilkan tinja yang keras dan menyakitkan.

    Menurut National Library of Medicine, kandungan kafein di dalam kopi juga bersifat diuretik. Berarti membuat tubuh lebih sering buang air kecil dengan membantu mengeluarkan garam dan air ekstra. Menyebabkan dehidrasi yang bisa berujung membuat perut sembelit.

    Lebih parahnya lagi bahan-bahan lain yang biasa ditambah ke dalam secangkir kopi, seperti susu dan gula juga bisa memperparah efek ini.

    Frances Largeman-Roth mengungkap kalau tambahan beberapa sendok makan susu tidak menjadi masalah, tetapi jika minum kopi susu dalam gelas besar, yang mana setengahnya terisi susu, hal ini bisa sebabkan masalah.

    2. Cara mengatasi sembelit akibat minum kopi

    Batasi asupan kafein

    kopiAsupan kopi perlu dibatasi karena jika berlebihan bisa sebabkan sembelit. Foto: Getty Images/iStockphoto/SGAPhoto

    Untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan, sekaligus mengatasi masalah sembelit, seseorang perlu membatasi asupan kopi.

    Ahli Frances Largeman-Roth menyarankan untuk membatasi konsumsi 2 cangkir kopi per hari.

    Asupan 400 miligram kafein masih aman, tetapi perlu diperhatikan jenis kopi yang diminum karena jumlah kafeinnya bervariasi. Bisa jadi dalam secangkir kopi 226 ml sudah mengandung kafein sampai 200 miligram.

    Kalau tidak mau asupan kafein berlebihan, Frances Largeman-Roth menyarankan untuk memulai hari dengan secangkir kopi biasa, dilanjut sore atau siang harinya minum kopi decaf.

    Cara lain agar terhindar dari sembelit saat minum kopi bisa dibaca di halaman selanjutnya!

    Batasi konsumsi produk susu

    Tips dari Barista, Cara Memilih Susu untuk Kopi Agar Rasanya Lebih EnakJangan terlalu banyak tambah produk susu ke dalam racikan kopi. Foto: Getty Images/agrobacter

    Susu nabati menjadi pengganti yang baik dibandingkan susu hewani yang bisa menyebabkan sembelit.

    Susu nabati, seperti susu gandum atau susu kedelai memiliki tekstur kental dan lembut. Mengonsumsi jenis susu ini bisa memenuhi kebutuhan serat harian dan mengurangi risiko pencernaan, seperti sembelit atau susah buang air besar.

    Namun, kalau tidak bisa beralih ke susu nabati, kamu tetap bisa memakai susu hewani.

    Frances menyarankan hanya menambahkan susu hewani murni sebanyak 1 atau 2 sendok makan. Jangan sampai berlebihan jika tidak mau perut menjadi sembelit.

    Singkirkan gula

    Gula pasir.Sebaiknya juga jangan banyak-banyak ditambah gula. Gantilah dengan pemanis alami lain. Foto: jcomp/Freepik

    Selain susu, penting juga untuk menghindari atau menghilangkan gula.

    Dengan cara ini, seseorang bisa menghindari sembelit dan masalah pencernaan lainnya yang bisa muncul akibat kopi.

    Untuk memberi rasa tambahan, lebih baik menggunakan bahan herbal, seperti kayu manis atau bubuk kakao.

    Tetap terhidrasi

    Sehabis minum kopi, jangan lupa untuk kembali menghidrasi tubuh dengan minum segelas air putih.

    Kopi memang bisa merangsang gerakan pencernaan dan mendorong kotoran keluar, tetapi di sisi lain kopi menyebabkan dehidrasi karena cairan terus keluar. Efek dehidrasi dari cairan yang terus keluar ini menyebabkan kotoran akhirnya jadi keras dan menyebabkan sembelit.

    Karenanya perlu mengimbanginya dengan minum air putih yang cukup, sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi yang berujung sembelit.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Hati-Hati! Cara Seduh Kopi Ini Bisa Tingkatkan Kolesterol

    Hati-Hati! Cara Seduh Kopi Ini Bisa Tingkatkan Kolesterol


    Jakarta

    Kopi memang punya banyak manfaat sehat. Namun, metode penyeduhan tertentu justru bisa memberikan efek buruk pada kadar kolesterol yang meningkat.

    Kopi banyak digemari karena kandungannya banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

    Minuman berkafein ini merupakan sumber antioksidan. Dalam jumlah tepat, konsumsi kopi mampu meningkatkan kadar energi, menurunkan risiko diabetes tipe-2, meningkatkan performa atletik, serta mendukung kesehatan jantung dan hari.


    Namun, faktor-faktor tertentu bisa menyebabkan efek buruk usai minum kopi. Salah satunya cara menyeduh kopi.

    Proses penyeduhan kopi mungkin terdengar tidak penting, tetapi faktanya beberapa cara justru membahayakan kesehatan.

    Melansir ndtv.com (26/03/2025), penelitian terkini mengungkap bahwa kopi yang diseduh menggunakan mesin kopi kantor atau mesin kopi modern berpotensi meningkatkan kadar kolesterol.

    Kopi yang diseduh menggunakan mesin atau yang disaring menggunakan penyaring berbahan metal diyakini mengandung senyawa kafestol dan kahweol yang tidak tersaring.

    Kafestol dan Kahwepol merupakan senyawa diterpen yang secara alami dapat ditemukan di kopi.

    Kedua senyaawa ini pun dikenal bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL yang berkaitan dengan masalah penyakit kardiovaskular.

    Menurut hasll penelitian yang disebut myfox8.com, kopi yang diseduh dengan mesin kopi mengandung kafestol sebesar 176 mg/L yang mana jumlahnya jauh lebih besar dari kafestol dari proses penyeduhan kopi filter yang jumlahnya hanya 12 mg/L.

    Kopi yaang diseduh menggunakan mesin french press juga termasuk yang buruk untuk kolesterol. Pasalnya penyaringan metal tidak cukup rapat menampung kafestol dan kahweol.

    Jadi, kandungan kedua senyawa itu pun menjadi cukup tinggi dan berisiko meningkatkan kadar kolesterol.

    Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Nutrition, Metabolism & Cardiovascular Diseases menyebutkan bahwa rebusan kopi memang mengandung kadar senyawa peningkat kolesterol yang lebih tinggi.

    minum kopiBeberapa metode penyeduhan kopi bisa meningkatkan kadar kolesterol. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver

    Studi tersebut juga mengungkap bahwa beralih ke kopi yang diseduh dengan filter atau penyaring kertas bisa mengurangi potensi tersebut.

    Kopi yang diseduh dengan penyaring kertas ini memang prosesnya lebih lama karena kopi dibiarkan menetes secara alami, tetapi justru lebih baik untuk menjaga kolesterol.

    Pasalnya, penyaring kertas dapat menyaring seluruh zat peningkat kolesterol.

    Kopi yang diseduh biasanya mengandung kafestol, suatu senyawa diterpena yang bisa meningkatkan kolesterol dalam darah.

    Menyeduh kopi menggunakan penyaring kertas dapat membantu mengurangi kadarnya secara signifikan.

    Penyaring kertas juga memungkinkan kafein dan antioksidan melewatinya.

    Benarkah Warna Kertas Filter Pengaruhi Rasa Kopi? Ini PenjelasannyaNamun kopi yang diseduh dengan metode filter diyakini bisa mengontrol kolesterol. Foto: Getty Images/ArtRachen01

    Proses penyeduhan ini juga dapat membantu menurunkan keasaman kopi. Cara ini menjadi pilihan yang baik bagi mereka dengan kondisi perut sensitif.

    Selain menyeduhnya pakai penyaring kertas, tips lain juga bisa membantu racikan kopi lebih sehat.

    Mulai dari memilih biji kopi yang berkualitas tinggi, hindari gula, krim, atau sirup perasa berlebihan.

    Penting juga untuk membatasi asupan kopi. Sebaiknya hanya 3-4 cangkir sehari.

    Waktu minum kopi juga harus diperhatikan. Hindari meminumnya menjelang tidur supaya tidur tidak terganggu.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Apakah Minum Kopi Tiap Pagi Aman untuk Kesehatan Usus?

    Apakah Minum Kopi Tiap Pagi Aman untuk Kesehatan Usus?


    Jakarta

    Minum kopi di pagi hari telah menjadi kebiasaan makan orang. Namun, apakah rutinitas minum kafein ini baik untuk kesehatan usus atau justru sebaliknya?

    Minum secangkir kopi di pagi hari memang bermanfaat untuk membuatmu lebih bersemangat dan membantu mendorong energi. Namun, masih banyak yang meragukan manfaatnya terhadap kesehatan usus.

    Padahal, minuman berkafein ini dapat memberi dukungan bagi miliaran mikroba ramah yang tinggal dalam sistem pencernaan.


    Pasalnya, menurut sejumlah penelitian yang disebut Telegraph.com, ada bukti yang menunjukkan espresso dapat memengaruhi mikrobioma secara positif, dan mengarah pada kesehatan lebih baik secara keseluruhan, dan bahkan umur lebih panjang.

    Menurut Nicola Shubrook, ahli gizi dan praktisi pengobatan fungsional mengungkap, kopi mengandung beberapa senyawa yang berfungsi sebagai prebiotik.

    Berarti senyawa itu memberi nutrisi pada bakteri probiotik yang bermanfaat dengan menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsi.

    Lantas, apa sebenarnya efek minum kopi di pagi hari pada kesehatan usus? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari telegraph.com (23/06/2024).

    1. Efek minum kopi pagi hari

    minum kopiMinum kopi tiap pagi sebenarnya bisa memberi manfaat pada pencernaan. Foto: Getty Images/Pheelings Media

    Sebenarnya minum kopi di pagi hari bisa membantu menjaga kesehatan usus serta mencegah berbagai macam penyakit.

    Menurut ahli gizi Nicola Shubrook, dampak kopi pada flora usus ada dua. Pertama, kafein bertindak sebagai stimulan yang mampu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus.

    Kopi juga mengandung senyawa tanaman disebut polifenol. Kategori senyawa ini secara alami ditemukan dalam makanan nabati, seperti buah, sayur, rempah, teh, cokelat, dan anggur.

    Polifenol dikenal bertindak sebagai antioksidan dan anti-inflamasi yang dapat mengurangi risiko kanker dengan menetralkan radikal bebas berbahaya.

    Polifenol khusus dalam kopi dikenal dengan sebutan asam klorogenat.

    Menurut studi tahun 20202 yang diterbitkan dalam Experimental and Clinical Science, pasien yang mengonsumsi kopi kaya akan asam klorogenat, mampu menurunkan risiko diabetes tipe-2 dan penyakit hati berlemak.

    Penelitian yang sudah ada juga menunjukkan efek baik kafein untuk usus. Kafein dapat merangsang usus besar dan menyebabkan buang air besar secara teratur.

    Dalam banyak hal, tampaknya secangkir kopi bermanfaat bagi kesehatan usus. Namun, jenis kopi apa yang terbaik untuk mendapat manfaat ini?

    2. Racikan kopi terbaik untuk kesehatan usus

    Minum Kopi Hitam di Pagi Hari Bisa Bantu Turunkan Berat BadanPilihan terbaik yaitu dengan minum kopi hiitam saja tanpa gula atau pemanis buatan. Foto: Ilustrasi iStock

    Para ahli yang disebut Telegraph cenderung sepakat bahwa kopi hitam lebih baik daripada cappuccino, latte, flat white, atau kopi susu lainya.

    Menurut Julia Kopczyńska, ahli mikrobiologi di Institut Biokimia dan Biofisika Polandia menyebut susu terbukti menghambat penyerapan polifenol.

    Ia juga mengungkap, penambahan banyak krim dan gula akan mengubah kpi menjadi sebuah dessert. Gula akan lebih membahayakan dan merusak manfaat kopi.

    Oleh karena itu, lebih baik memilih kopi hitam tanpa tambahan gula atau pemanis buatan apapun.

    Jenis biji kopi sampai takaran cangkir yang harus diminum bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Jenis biji kopi yang lebih baik

    Tidak hanya racikannya, biji kopi yang dipilih juga perlu diperhatikan.

    Terdapat dua jenis biji kopi utama, yaitu Arabika dan Robusta. Masing-masing memiliki kualitas berbeda pada tahap pemanggangan tertentu.

    Julia mengungkap, meskipun biji kopi panggang ringan umumnya memiliki kandungan kafein lebih tinggi, biji kopi ini yang mempertahankan lebih banyak antioksidan daripada biji kopi yang dipanggang gelap.

    Terlepas dari kondisi panggangannya, jenis biji kopinya juga perlu dilihat karena keduanya menawarkan manfaat berbeda.

    Biji kopi robusta yang dipanggang ringan memiliki lebih banyak antioksidan daripada biji kopi panggang arabika yang dipanggang ringan juga.

    Lamanya waktu penyimpanan biji kopi juga memengaruhi kadar polifenol, dengan penurunan terlihat pada biji kopi yang disimpan selama 12 bulan atau lebih.

    4. Berapa cangkir yang harus diminum?

    Ilustrasi kopi hitamMeskipun sehat, tetapi asupannya perlu dibatasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/PeopleImages

    Meskipun kopi bermanfaat untuk usus atau organ tubuh lain, tetapi kamu tetap perlu membatasi asupannya.

    Julia menyetujui, jumlah kafein maksimum yang direkomendasikan adalah 400 mg sehari. Pasalnya, minum kopi diatas 600 mg telah dikaitkan dengan insomnia dan tekanan darah tinggi.

    Menurut Julia, secangkir kopi seduh rumahan mengandung antara 70 mg dan 140 mg kafein, tergantung biji kopi dan metode penyeduhan.

    Sementara itu, kopi di coffee shop rata-rata mengandung 180 mg kafein. Espresso dan cappucino siap saji juga mengandung kafein serupa, atau bahkan lebih tinggi, mencapai 325 mg.

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal, lebih baik membatasi asupan kopi dan memperhatikan jenis kopi mana yang lebih baik.

    Kamu juga bisa membuat kopi lebih sehat untuk usus dan keseluruhan tubuh dengan menambahkan rempah-rempah sebagai pengganti pemanis buatan.

    Misalnya, menambah kapulaga yang bersifat anti radang dan dapat mengatur kadar gula darah. Jahe juga bisa ditambah karena dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan menurunkan kolesterol.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Perlu Waspada! Minum Kopi Tiap Hari Bisa Picu Risiko Stroke

    Perlu Waspada! Minum Kopi Tiap Hari Bisa Picu Risiko Stroke


    Jakarta

    Meskipun minum kopi mendatangkan manfaat baik, tetapi efeknya juga perlu diwaspadai. Selain masalah insomnia, minum kopi tiap hari juga bisa memicu risiko stroke.

    Kopi telah menjadi minuman yang dikonsumsi rutin oleh sebagian orang. Kandungan kafein di dalamnya diincar karena bisa memberikan efek stimulan pada sistem saraf pusat, meningkatkan kewaspadaan, dan mengurangi rasa kantuk.

    Penelitian juga telah banyak menunjukkan manfaat dari minum dua cangkir kopi setiap hari. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan majalah American College of Cardiology tahun 2022, penurunan risiko serangan jantung, diabetes, dan Alzheimer pada orang yang mengonsumsi dua cangkir kopi.


    Namun, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan bisa menimbulkan efek berbahaya. Salah satunya berkaitan dengan risiko terkena stroke.

    Pasalnya, kopi dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang dapat menjadi pemicu stroke. Terutama pada individu dengan hipertensi (tekanan darah tinggi).

    Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di salah satu majalah Organisasi Stroke Dunia, orang yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari memiliki risiko peningkatan stroke.

    Melansir Times of India (03/05/2025), salah satu studi terbesar tentang stroke dunia yang disebut Interstroke sempat dilakukan pada tahun 2007 sampai 2015.

    minum kopiMenurut penelitian, minum kopi yang terlalu banyak bisa menyebabkan stroke. Foto: Getty Images/simarik

    Dalam penelitian tersebut, 26.950 pasien di 32 negara dan 5 benua dianalisis dengan berbagai jenis stroke. Penelitian ini pun mengumpulkan bahwa konsumsi kafein yang tinggi seperti minum kopi lebih dari empat cangkir per hari dikaitkan dengan risiko stroke iskemik yang lebih tinggi.

    Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling umum. Terjadi karena adanya penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah di otak.

    Pasien yang mengonsumsi lebih dari empat cangkir kopi per hari juga memiliki masalah pembekuan di pembuluh darah otak. Sebesar 37% lebih tinggi daripada mereka yang mengonsumsi dalam jumlah sedang.

    minum kopiRisiko stroke terlihat pada mereka yang minum empat atau lebih dari itu dalam sehari. Foto: Getty Images/simarik

    Namun, kabar baiknya teh bisa menjadi alternatif asupan kafein daripada kopi. Sebab, menurut penelitian yang disebut situs Times Of India, pasien yang minum teh secara teratur memiliki risiko stroke lebih rendah. Mereka memiliki risiko penurunan sebesar 19% pada stroke iskemik dibandingkan mereka yang tidak minum teh.

    Memang risiko stroke ini tidak sama pada semua subkelompok. Namun, pecandu kopi tetap harus waspada.

    Disarankan untuk mengonsumsi kopi dalam jumlah wajar, 2 cangkir atau kurang per hari karena bisa membantu meningkatkan kesehatan tubuh. Minum kopi dalam batas wajar dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung, penyakit Alzheimer, dan diabetes.

    Jenis kopi yang diminum sehari hari juga perlu diperhtikn. Pilihan terbaik minum kopi hitam tanpa tambahan gula, pemanis buatan, susu, atau krimer.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan Ahli

    Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan Ahli


    Jakarta

    Kopi mengandung air yang sama dengan yang dibutuhkan tubuh untuk hidrasi tubuh. Lantas, apakah kopi termasuk asupan hidrasi? Begini penjelasan ahli.

    Para pakar kesehatan setuju bahwa mencukupi kebutuhan hidrasi tak hanya bisa dilakukan dengan konsumsi air mineral saja. Tetapi ada banyak cara yang bisa dilakukan dengan kunci utama ialah memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

    Makanan yang tinggi air seperti buah-buahan, teh, dan masih banyak lainnya disarankan dikonsumsi untuk membantu mencukupi kebutuhan hidrasi harian. Tetapi bagaimana dengan seduhan kopi yang juga sama-sama menggunakan air?


    Melansir AOL (26/4) keresahan pada penggemar kopi yang banyak ditanyakan ialah kebenaran bahwa kopi dapat dihitung sebagai asupan hidrasi. Mengingat kopi memiliki kandungan kafein dan memiliki efek diuretik pada tubuh.

    Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan AhliKopi memiliki efek diuretik hingga diragukan sebagai salah satu asupan hidrasi. Foto: Getty Images/aon168

    Alex Larson, pendiri Alex Larson Nutrition dan Dr. Raj Dasgupta, Chief Medical Advisor di Garage Gym Reviews punya pandangan sendiri terkait hal tersebut. Keduanya setuju bahwa kopi dapat dihitung sebagai asupan hidrasi untuk tubuh.

    “Walaupun kafein memiliki efek diuretik yang ringan, tetapi kandungan air dalam kopi dapat membantu (hidrasi), apalagi jika kamu peminum kopi yang rutin,” kata Dr. Dasgupta.

    Larson menanggapi Dr. Dasgupta dengan anjuran kadar konsumsi kopi harian yang disarankan para ahli. Dosis tertinggi yang aman untuk mengonsumsi kopi dalam sehari disebutkan hanya empat cangkir saja.

    Takaran tersebut setara dengan asupan kafein sebanyak 400 miligram. Lebih dari jumlah yang disarankan ada kekhawatiran efek diuretik pada kopi akan mendominasi di dalam tubuh daripada khasiatnya.

    Bisakah Kopi Dihitung Sebagai Asupan Cairan Tubuh? Ini Penjelasan AhliNamun menurut ahli selagi tak dikonsumsi berlebihan kopi bisa menjadi sumber hidrasi. Foto: Getty Images/aon168

    Lebih lanjut, Dr. Dasgupta juga menyebut bahwa teh dan soda juga bisa dihitung sebagai asupan hidrasi harian. Dengan catatan semua yang dikonsumsi harus menyesuaikan dengan batas aman dan tidak dikonsumsi berlebihan.

    “Minum-minuman tersebut baik-baik saja asal dikonsumsi dengan bijak dan tak berlebihan,” lanjutnya.

    Agar lebih aman ada beberapa tips juga yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan asupan kopi dengan menjaga hidrasi tubuh. Larson dan Dr. Dasgupta menyarankan penikmat kopi untuk senantiasa melengkapi kopinya dengan segelas air mineral.

    “Aturan paling utama untuk mengonsumsi minuman berkafein adalah dengan memadukannya bersama segelas air, khususnya ketika sedang berolahraga atau saat cuaca panas. Mengawali hari dengan air, tidak hanya kopi, juga berdampak besar,” ujar Dr. Dasgupta.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Campuran Kopi dan Buah Bit Bisa Mencerahkan Kulit?

    Apa Benar Campuran Kopi dan Buah Bit Bisa Mencerahkan Kulit?


    Jakarta

    Sebuah unggahan di media sosial mengklaim campuran buah bit, kopi, dan tepung bikin kulit menjadi cerah bersinar hanya dalam waktu 20 menit. Apakah klaim ini benar?

    Kopi dan buah buah bit merupakan dua jenis bahan makanan yang kaya manfaat.

    Kopi dikenal dapat meningkatkan energi, fokus, serta meningkatkan metabolisme. Di dalamnya juga terkandung antioksidan tinggi yang dapat mencegah berbagai penyakit.


    Di sisi lain, buah bit juga sering dikonsumsi secara utuh atau diolah menjadi jus karena manfaatnya. Buah ini mampu menurunkan tekanan darah, mencegah pikun, menjaga kadar gula darah, dan meningkatkan kinerja fisik.

    Namun, bagaimana jika bahan ini dicampur menjadi satu? Apakah manfaat yang didapat jadi lebih besar?

    Sebuah unggahan video di Instagram pun menunjukkan bagaimana campuran bahan ini dapat membuat kulit lebih cerah bersinar.

    Berikut faktanya seperti dilansir dari thip.media.com (11/04/2025).

    1. Buah bit dan kopi bikin wajah cerah

    Apa Benar Campuran Kopi dan Buah Bit Bisa Mencerahkan Kulit?Campuran buah bit, kopi, dan tepung ini dipercaya bisa mencerahkan kulit. Foto: Instagram @juju_saiyad dan @jujucare0000

    Dalam video Instagram @juju_saiyad dan @jujucare0000 di India terlihat campuran berbahan buah bit, bubuk kopi, tepung gandum (atta) dan tepung kacang (besan). Campuran ini dibuat menjadi pasta yang dioleskan ke kulit.

    Klaim manfaatnya dapat menghilangkan warna cokelat, bintik hitam dan putih, serta mengurangi pigmentasi. Selain itu, campuran bahan ini juga bisa mencerahkan kulit dan membuat wajah berseri hanya dalam waktu 20 menit.

    Orang di dalam video tersebut sampai berani menjamin 100% jika olesan ini akan mendatangkan manfaat langsung.

    2. Efeknya tidak instan

    Sebenarnya tidak ada proses yang bisa menghasilkan efek instan. Begitu juga ketika ingin mencerahkan kulit dengan campuran ramuan ini.

    Kulit yang menggelap biasanya terjadi karena penumpukan melanin setelah terpapar sinar matahari. Butuh waktu bagi kulit supaya bisa melepaskan sel-sel berpigmen ini secara alami.

    Meskipun bahan-bahan, seperti tepung kacang (besan) dan tepung gandum (atta) dapat mengeksfoliasi kulit secara ringan, tetapi tidak bisa mengembalikan kecerahan kulit sekaligus.

    Efek ‘lebih cerah’ yang dirasakan beberapa pengguna kemungkinan besar disebabkan oleh eksfoliasi sementara, bukan efek sebenarnya.

    3. Bubuk kopi tidak selalu bisa memudarkan pigmentasi

    Manfaat bubuk kopi instanBubuk kopi tidak selalu memudarkan pigmenatasi di wajah. Foto: iStock

    Kopi mengandung antioksidan yang telah diteliti khasiatnya sebagai anti peradangan. Namun, tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa kopi saja dapat memudarkan pigmentasi di kulit.

    Kopi memang bisa memperbaiki tekstur kulit atau memberikan efek eksfoliasi ringan, tetapi tidak akan bisa mengatasi gangguan pigmentasi yang lebih serius.

    Jika ingin mendapatkan efek kulit cerah dan bercahaya, kopi harus diminum secara teratur. Manfaatnya juga lebih besar karena kandungan vitamin B3 di dalamnya bisa sekaligus mencegah kanker kulit akibat paparan sinar matahari.

    Namun, penting diingat efek kopi pada kulit dapat bervariasi dan tergantung individu serta jenis kopi yang diminum. Manfaat lebih baik bisa dirasakan jika kopi yang dipiluh adalah kopi hitam tanpa tambahan susu atau gula.

    Efek buah bit dan penjelasan selengkapnya ada di halaman selanjutnya!

    4. Bit sebenarnya tidak berefek

    Red Beetroot with herbage green leaves on wooden backgroundBuah bit berefek tetapi tidak instan dan tidak bisa mengatasi pigmentasi atau bercak putih. Foto: iStock

    Bit mengandung antioksidan dan pigmen, seperti betalain yang dapat memberikan manfaat kesehatan kulit secara umum. Namun, tidak ada bukti ilmiah bahwa bit dapat mengurangi bintik hitam atau mencerahkan bercak putih, seperti penyakit vitiligo.

    Menurut Dr. Rashi Soni, buah bit memang dapat membuat kulit sedikit merah muda dan bercahaya sementara karena pigmen alaminya. Namun, bukan berarti bisa mengatasi pigmentasi atau bercak putih karena kondisi seperti ini jauh lebih kompleks dan memerlukan perawatan tepat.

    5. Campuran ini tidak bisa mencerahkan kulit dalam 20 menit

    Campuran kopi, buah bit, dan tepung-tepungan itu mungkin membuat kulit tampak segar setelah digunakan, tetapi sifatnya hanya sementara.

    Kesehatan kulit maksimal bisa dicapai jika melakukan rangkaian perawatan yang tepat. Selain memakai produk dari luar, asupan makanan dari dalam juga penting.

    Jadi, klaim yang menyebut campuran ini bisa membuat kulit cerah secara cepat tidak 100% terjamin.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Americano hingga Cortado, Alternatif Racikan Kopi Sehat


    Jakarta

    Beberapa penikmat kopi kerap mencari alternatif kopi lebih sehat. Tidak perlu bingung, karena racikan kopi ini bisa menjadi solusi tepat.

    Tidak semua racikan kopi yang biasa diminum sehari-hari bermanfaat bagi tubuh. Pasalnya, beberapa penikmat kopi senang menambahkan bahan lain, seperti susu dan pemanis yang akhirnya membuat kopi tidak terlalu menyehatkan.

    Daripada memberi efek bahaya pada tubuh, lebih baik beralih ke jenis racikan kopi lain yang lebih sehat. Pemilihan jenis racikan kopi ini dapat mendukung gaya hidup lebih sehat dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.


    Mengenal racikan kopi lebih sehat

    Sebenarnya tak ada salahnya menikmati kopi bersama susu, krim, atau gula, tetapi racikan ini belum tentu dianggap sebagai pilihan paling sehat dan mungkin mengandung lebih banyak kalori dari yang diduga.

    Namun, jika kopi dinikmati dalam keadaan begitu saja tanpa gula atau tambahan lainnya, kopi memberikan manfaat kesehatan yang jauh lebih besar. Mulai dari mendukung kesehatan otak, menjadi sumber antioksidan, sampai berpotensi membuat umur lebih panjang.

    Kopi yang lebih sehat juga bisa didapatkan dari pemilihan biji kopi berkualitas, metode penyeduhan, serta menghindari bahan tambahan yang tidak dapat memberikan manfaat kopi sepenuhnya.

    Melansir Esquires Coffee, berikut alternatif racikan kopi sehat:

    1. Espresso

    kandungan kafein pada espressoEspresso bisa menjadi alternatif lebih sehat karena pada dasarnya tidak ada tambahan bahan apapun. Foto: Getty Images

    Espresso merupakan seduhan kopi menggunakan mesin khusus bertekanan tinggi, yang membantu melarutkan biji kopi giling dengan semburan air panas.

    Hasilnya kopi hitam, pekat, dan kental, yang disajikan dalam cangkir mini. Rasa kopinya pun kuat dengan kandungan kafein yang terbilang tinggi. Di dalam satu shot espresso (30ml air dan 7 gram kopi) biasanya terkandung 80-120 miligram kafein.

    Espresso bisa menjadi pilihan yang sempurna ketika kamu ingin beralih ke jenis minuman kopi lebih sehat. Namun, perlu diperhatikan juga batasan konsumsinya.

    Jika dikonsumsi dalam dosis sedang, kopi ini bisa merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kinerja olahraga. Ketika intensitas olahraga lebih tinggi, pembakaran kalori juga akan lebih banyak.

    2. Americano

    Sama-sama Kopi Hitam, Apa Bedanya Americano, Long Black, dan Kopi Tubruk?Ameriican juga bisa menjadi alternatif karena tidak ada tambahan susu atau sirup. Foto: Getty Images/grandriver

    Seperti espresso, Americano juga disebut sebagai kopi sehat. Kopi ini terdiri dari espresso yang ditambah lebih banyak air panas, sehingga kopinya tidak terlalu pekat tetapi beraroma harum.

    Kopi ini disebut lebih sehat lantaran tidak menggunakan tambahan susu atau sirup lainnya. Meskipun memang ada beberapa kedai kopi yang masih memberi tambahan pemanis gula.

    Lebih baik pilih Americano tanpa tambahan apapun. Minuman dari seduhan kopi hitam ini memang pahit, tetapi memberikan berbagai manfaat kesehatan. Mulai dari menurunkan berat badan sampai menurunkan risiko penyakit kanker.

    Racikan kopi lebih sehat lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Macchiato

    Fakta Kopi MacchiatoBisa juga mengonsumi macchiato yan dapat menambah energi di siang hari. Foto: Getty Images/iStockphoto/nitrub

    Racikan ini berbahan dasar espresso dengan tambahan sedikit foam atau busa susu. Jumlah susu yang sedikit menjadikan kopi ini semakin nikmat. Racikan ini pun disebut dapat menambah energi di siang hari.

    Macchiato juga memiliki kalori rendah, sehingga dapat menjadi pilihan lebih sehat. Namun, perlu diingat, jangan menambahkan sirup perasa atau pemanis lainnya karena bisa meningkatkan kandungan gula yang berbahaya.

    4. Cortado

    Cortado sebenarnya mirip cafe latte. Jika caffe latte mengacu pada rasio susu yang lebih banyak daripada espresso, cortado menggunakan ratio berbeda.

    Melansir Java Press, cortado umumnya menggunakan perbandingan rasio 1:1 untuk racikannya. Satu shot espresso yang digunakan akan sama dengan jumlah susu yang digunakan.

    Kandungan espresso dan susu yang seimbang membuat cortado sebagai pilihan tepat bagi mereka yang tak mau mengonsumsi kafein berlebihan. Cortado juga bisa menjaga kadar energi stabil sepanjang hari.

    Cortado bagus dikonsumsi mereka yang punya jantung sensitif, karena kandungan kafeinnya seimbang dengan susu. Pasalnya, asupan kafein berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan jantung berdebar. Sifat lembut dari cortado juga memberikan ketenangan dan kehangatan, hingga meredakan stress.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com