Tag: manfaat teh

  • Teh Jahe vs Teh Hijau, Mana yang Lebih Bagus untuk Imunitas Tubuh?


    Jakarta

    Teh jahe dan teh hijau memang dikenal dengan khasiatnya yang mampu mendukung dan menjaga imunitas tubuh. Namun, di antara keduanya, mana yang lebih baik?

    Imunitas tubuh merupakan kemampuan tubuh dalam melawan bakteri dan virus penyebab penyakit. Jika imunitas tahan tubuh melemah, maka seseorang menjadi mudah terserang penyakit.

    Karenanya, sistem imunitas tubuh harus selalu dijaga. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mencapai tujuan ini, termasuk menerapkan pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan-makanan berkhasiat.


    Teh menjadi salah satu yang dikenal mampu meningkatkan dan menjaga imunitas tubuh karena kandungan antioksidan berupa polifenol mengurangi peradangan dalam tubuh. Antioksidan ini juga menjadi kunci utama dalam menjaga imunitas tubuh.

    Kandungan vitamin dan berbagai macam senyawa, seperti senyawa anti inflamasi dan anti mikroba di dalam teh juga mampu mendukung kinerja sistem imun tubuh hingga meningkatkan kekebalan tubuh.

    Di antara banyaknya jenis teh, ada dua jenis yang dikenal paling ampuh, yaitu teh jahe dan teh hijau.

    Meskipun begitu, banyak orang penasaran apakah teh hijau atau teh jahe yang lebih ampuh dalam menjaga imunitas tubuh. Berikut penjelasannya seperti dilansir Times of India (05/12/2024).

    Teh Jahe

    1. Teh jahe kaya antioksidan

    Ilustrasi teh herbalSalah satu manfaat teh jahe yaitu kandungan antioksidannya yang baik untuk imunitas. Foto: Getty Images/iStockphoto/aaboikis

    Teh jahe yang dibuat dari air rebusan jahe segar ini mengandung senyawa bioaktif, seperti gingerol dan shogaol yang terkenal dengan sifat anti inflamasi dan antioksidan.

    Sifat antioksidan dari jahe ini dapat mengurangi peradangan di tubuh dan penting menjaga sistem kekebalan tubuh agar berfungsi dengan baik. Pasalnya, peradangan kronis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi bakteri, atau virus.

    Antioksidan pada teh jahe juga mampu menetralkan tubuh dari paparan radikal bebas, mengurangi stress oksidatif, dan melindungi sel dari kerusakan.

    2. Nutrisi lain dari teh jahe

    Teh jahe yang sehatkan pencernaanTeh jahe juga menawarkan beragam nutrisi dan manfaat lainnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Selain manfaat antioksidan, teh jahe juga terkenal dengan efek kehangatannya yang mampu mengatasi gejala sakit tenggorokan hingga nyeri tubuh.

    Kandungan vitamin C di dalam jahe juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sekaligus mencegah terjadinya infeksi.

    3. Waktu tepat untuk minum teh jahe

    Teh jahe cocok dikonsumsi ketika kamu mulai mengalami gejala flu dan batuk, seperti sakit tenggorokan atau masalah terhadap pencernaan.

    Teh jahe juga bisa diminum pagi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Bisa juga diminum rutin sebelum tidur karena dapat meningkatkan kualitas tidur dan memperkuat sistem imun.

    Manfaat teh hijau dan mana yang lebih baik, bisa lihat halaman selanjutnya!

    Teh hijau

    1. Kandungan teh hijau

    5 Manfaat Teh Gyokuro, Teh Hijau yang Mahal dan  MenyehatkanKandungan dalam teh hijau juga tidak kalah bermanfaat untuk tingkatkan imunitas tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/y-studio

    Di sisi lain, teh hijau juga kaya akan nutrisi dan memiliki manfaat serupa untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh.

    Teh hijau dibuat dari daun Camellia Sinesis yang menjadi sumber katekin ideal, terutama kandungan antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG).

    Teh hijau juga menjadi sumber vitamin B2 dan vitamin E yang baik, hingga mineral, seperti zinc dan selenium.

    2. Manfaat teh hijau untuk sistem imunitas

    Ilustrasi teh hijauTeh hijau mengandung katekin untuk tingkatkan kekebalan tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock

    Teh hijau yang kaya akan kandungan katekin ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan sel.

    Di dalamnya juga terkandung antivirus dimana teh hijau dapat menghentikan replika virus sehingga mengurangi risiko infeksi.

    Seperti halnya teh jahe, teh hijau juga mampu menghambat terjadinya peradangan, sehingga memberi respons baik terhadap sistem kekebalan tubuh.

    Teh hijau juga mampu meningkatkan metabolisme dan dapat berperan sebagai detoksifikasi alami. Meminumnya dapat menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi risiko terjadinya masalah pada imunitas tubuh

    Teh hijau cocok diminum bagi mereka yang membutuhkan manfaatnya. Teh ini punya rasa lebih ringan dan segar serta bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan tubuh secara keseluruhan.

    Manfaatnya lebih efektif ketika teh ini diminum secara teratur. Kurang lebih 2-4 cangkir per hari. Namun, jumlah yang tepat bisa bervariasi, tergantung toleransi individu terhadap kafein dan kondisi kesehatan tubuh.

    Lantas, mana yang lebih baik?

    tehTeh hijau maupun teh jahe keduanya bisa diminum sesuai kebutuhan. Foto: Getty Images/Valentyna Yeltsova

    Baik teh hijau atau teh jahe sama-sama menawarkan manfaat baik bagi imunitas tubuh.

    Oleh karena itu, konsumsi teh hijau dan teh jahe bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing orang.

    Jika sedang berjuang melawan penyakit flu batuk atau sakit tenggorokan, teh jahe menjadi pilihan lebih baik karena sifatnya yang menghangatkan dan menenangkan.

    Sedangkan teh hijau menjadi pilihan tepat ketika mencari asupan antioksidan harian dan mencari perlindungan dari stres oksidatif.

    Untuk menjaga keseimbangan, kedua teh tersebut bisa diminum sehari dalam waktu berbeda. Misalnya, memulai hari dengan minum teh hijau dan minum teh jahe sebelum tidur untuk sekaligus meningkatkan kualitas tidur.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Rutin Konsumsi 5 Teh Ini Bikin Awet Muda Tanpa Botox

    Rutin Konsumsi 5 Teh Ini Bikin Awet Muda Tanpa Botox


    Jakarta

    Teh memiliki kandungan alami yang berkhasiat untuk kesehatan. Seperti lima teh yang disarankan ahli untuk membuat awet muda tanpa botox.

    Segarnya racikan teh sering menjadi jawaban sebagai minuman hangat teman untuk bersantai. Teh yang berasal dari tanaman Camellia Sinensis maupun tumbuhan lain memiliki kandungan alami yang berkhasiat untuk tubuh.

    Setiap jenis teh memiliki manfaat yang bergantung pada jenisnya masing-masing. Ada sebagian teh yang disebut oleh ahli dapat menangkal penuaan dan membuat konsumennya awet muda.


    Konsumsinya secara rutin digadang-gadang dapat meminimalisir kerutan tanpa harus suntik botox ke dermatologis.

    Baca juga: Kocak! Netizen Ini Punya Rumus Bakar Sate Agar Lebih Enak

    Berikut 5 seduhan teh dengan khasiat awet muda melansir City Magazine:

    Rutin Konsumsi 5 Teh Ini Bikin Awet Muda Tanpa BotoxTeh putih memiliki antioksidan yang tinggi sehingga cocok untuk mencegah penuaan. Foto: City Magazine

    1. Teh Putih

    Teh putih dianggap sebagai jenis teh yang paling berharga tinggi. Proses pembuatan teh putih tidak melalui fermentasi atau suhu panas sehingga menjaga kadar antioksidannya dengan maksimal.

    Aktris Hollywood seperti Gwyneth Paltrow mengaku rahasia awet mudanya ada pada rutinitas konsumsi teh putih. Manfaatnya datang dari kandungan katekin yang tinggi dan berperan sebagai komponen anti-aging atau anti penuaan.

    Konsumsi teh putih juga dapat menghambat produksi enzim yang memecah kolagen. Artinya kulit akan lebih sulit mengalami keriput dan justru makin elastis.

    2. Rooibos

    Rooibos berasal dari tanaman yang tumbuh masif di dataran Afrika. Rooibos juga sering disebut semak merah yang dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.

    Teh rooibos diandalkan sebagai asupan minuman hangat pembangkit energi tanpa kafein. Kandungan antioksidan yang tinggi seperti aspalathin dan nothofagin di dalamnya dapat mencegah penuaan pada kulit.

    Teh rooibos juga mengandung superoxide dismutase, yakni enzim yang punya efek serius. Asupan enzim tersebut dapat membantu memperhalus kerutan dan menjaga kesehatan sel kulit.

    Teh untuk menjaga keremajaan kulit berlanjut di halaman berikutnya.

    3. Teh Hibiscus

    Teh hibiscus terbuat dari seduhan bunga sepatu yang dikeringkan kemudian dicacah. Warnanya yang merah merona menandakan kandungan vitamin C yang tinggi di dalamnya.

    Konsumsi teh bunga sepatu juga dapat menjadi solusi untuk memberikan asupan kolagen yang dibutuhkan kulit. Teh ini juga mengandung asam alpha-hydroxy yang dapat mengeksfoliasi kulit mati dan menstimulasi pembaruan sel kulit.

    Secara alami di dalam teh hibiscus terdapat kandungan-kandungan yang banyak digunakan dalam produk kosmetik perawatan kulit. Seperti hyaluronic acid dan kolagen yang membuat kulit makin kenyal serta lembab.

    Rutin Konsumsi 5 Teh Ini Bikin Awet Muda Tanpa BotoxTak hanya menenangkan, teh chamomile juga dapat mempercepat regenerasi kulit. Foto: City Magazine

    4. Chamomile

    Jenis teh ini termasuk salah satu yang paling populer. Warnanya yang cerah serta rasa dan aroma yang lembut membuat sensasi menikmati tehnya menjadi lebih menenangkan.

    Masyarakat Romawi kuno di masa lampau konon sering memanfaatkan konsumsi teh ini sebagai asupan untuk melawan penuaan. Kandungan anti inflamasi pada teh chamomile membantu regeneratif pada kulit.

    Teh chamomile juga dapat diandalkan untuk mengatasi kulit yang sedang iritasi. Kandungan alaminya dapat meredakan kemerahan, menyamarkan luka, dan merawat penyembuhan kulit agar lebih cepat.

    5. Matcha

    Tidak sekadar tren, matcha ternyata juga punya banyak khasiat. Selama ini banyak yang menilai matcha cocok diandalkan untuk menjaga berat badan yang lebih ideal.

    Faktanya matcha juga mengandung antioksidan yang dapat melindungi kuliner dari kerusakan ultraviolet dan stres oksidatif.

    Asupan L-theanine melalui matcha juga dapat membantu menenangkan tubuh. Ketika kadar stres serta kortisol rendah maka kerutan akan semakin sulit muncul pada permukaan kulit wajah.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 4 Manfaat Minum Teh Melati, Salah Satunya Cegah Risiko Kanker

    4 Manfaat Minum Teh Melati, Salah Satunya Cegah Risiko Kanker


    Jakarta

    Teh melati banyak disukai karena aroma khasnya yang menenangkan. Ternyata teh jenis ini punya banyak manfaat, bahkan bisa cegah kanker!

    Ada banyak jenis teh yang dapat dikonsumsi dengan berbagai manfaatnya masing-masing. Di Indonesia, secara khusus, teh seperti teh hijau, teh hitam, hingga teh melati bisa ditemukan.

    Teh melati, sesuai dengan namanya, memiliki aroma harum khas bunga melati. Seringkali teh jenis ini disukai sebab menenangkan ketika diseruput.


    Di balik aromanya yang bikin rileks, teh melati rupanya juga punya banyak manfaat. Bahkan jika dikonsumsi rutin dapat membantu mencegah risiko kanker.

    Baca juga: Momen Raditya Dika Ajak Teman Komika Makan di Resto Gastronomi Molekuler

    Berikut ini 4 manfaat rutin minum teh melati dilansir dari Eating Well (13/4/2024):

    5 Fakta Teh Decaf, Minim Kafein Tapi Tetap Kaya KhasiatKonsumsi teh melati yang tinggi antioksidan dapat membantu melawan stres oksidatif. Foto: Getty Images/Sergei Petrenko

    1. Menurunkan Risiko Kanker

    Teh melati memiliki kandungan polifenol yang merupakan salah satu komponen antioksidan. Konsumsi teh melati secara rutin dapat membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.

    Mencegah sel tubuh mengalami stres oksidatif artinya mencegah perubahan mutasi yang berujung pada berkembangkan sel kanker yang berbahaya.

    Untuk mendapatkan khasiatnya, upayakan untuk mengonsumsi teh melati murni tanpa campuran. Namun ahli mengaku masih mendalami khasiat teh melati untuk mencegah risiko kanker lebih jelas lagi.

    2. Mengatasi Stres

    Hangatnya teh tak dapat dipungkiri memberikan efek menenangkan. Begitu pula dengan teh melati yang aromanya juga lembut masuk ke hidung.

    Aroma bunga melati bisa menenangkan sistem saraf. Dilengkapi dengan kandungan teh yang memiliki L-theanin salah satu bentuk asam amino yang meningkatkan rasa tenang.

    Cara kerja teh melati memberikan rasa tenang ialah melepaskan GABA, neurotransmitter yang menimbulkan rasa tenang. Kandungan kafein yang juga terdapat dalam teh, walaupun tak sebanyak kopi, disebut ahli juga membantu memberikan efek relaksasi.

    3. Menyehatkan Pencernaan

    Jika mengalami gangguan pencernaan, konsumsi teh melati bisa menjadi salah satu alternatifnya. Teh, selayaknya minuman lain, menjadi sumber hidrasi yang dibutuhkan oleh pencernaan.

    Ketika usus dan saluran pencernaan lain bekerja tidak maksimal, salah satu penyebabnya dapat berasal dari kurangnya hidrasi. Selain itu mengatasinya dengan teh juga dapat memberikan asupan polifenol.

    Polifenol dalam teh dapat memberikan asupan bagi mikrobiota usus untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Efeknya dalam saluran pencernaan akan membaik dan kembali normal.

    Herb tea, dried jasmine bud, jasmine tea, floral tea, natural remedySelain aromanya, khasiatnya juga dapat menyehatkan kardiovaskular. Foto: Getty Images/Irina Marwan

    4. Menjaga Fungsi Kardiovaskular

    Gangguan kardiovaskular masih menjadi momok mengerikan terutama ketika memasuki awal usia lanjut. Demi menjaga kesehatan kardiovaskular yang terus prima hingga memasuki usia lanjut, seseorang perlu mengasup antioksidan yang cukup.

    Teh melati dapat menjadi salah satu pilihan yang baik. Kandungan antioksidan dalam teh melati dapat membantu menurunkan kolesterol jahat ‘LDL’ yang mengganggu peredaran darah dan kardiovaskular.

    Beberapa penelitian secara khusus berupaya mengupas efek teh melati terhadap kesehatan kardiovaskular. Hasilnya konsumsi secara rutin berpengaruh positif pada menurunkan tekanan darah dan risiko stroke.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Teh Herbal yang Bikin Ginjal Sehat, Bagus Dikonsumsi Rutin

    5 Teh Herbal yang Bikin Ginjal Sehat, Bagus Dikonsumsi Rutin


    Jakarta

    Menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan konsumsi teh herbal. Ada 5 pilihan teh herbal yang disarankan pakar kesehatan untuk dikonsumsi rutin.

    Teh sering dipilih karena suhunya hangat dan efeknya menenangkan. Selain dibuat dari daun camellia sinensis atau pohon teh, teh juga bisa dibuat dengan bahan herbal yang tak kalah berkhasiat.

    Secara alami banyak bahan herbal yang memiliki kandungan nutrisi dan khasiatnya sendiri. Mengonsumsinya dalam bentuk seduhan teh tak hanya menghangatkan, tetapi juga dapat membantu asupan hidrasi bahkan membersihkan ginjal.


    Dilansir dari Times of India, Senin (15/9), sebagian teh herbal terbukti dapat memperbaiki fungsi ginjal, menurunkan inflamasi, dan membantu mengeluarkan toksin serta meringankan kerja ginjal.

    Baca juga: Dulu Pelawak, Kini Narji Cagur Sukses Punya 1.000 Hektar Lahan Pertanian

    Berikut ini 5 teh herbal yang baik untuk menjaga kesehatan ginjal dilansir dari Times of India:

    Slurrpp! Di Malang Ada Kafe Instagramable Khusus untuk Teh ArtisanTeh hasil seduhan parsley dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Foto: detikcom

    1. Teh Parsley

    Daun parsley yang lebih sering hadir sebagai hiasan ternyata punya khasiat lebih kompleks. Parsley memiliki efek diuretik alami yang efeknya dapat dirasakan dalam waktu singkat.

    Menyeduh parsley menjadi teh dapat membantu memicu buang air kecil terutama ketika tubuh sedang terasa bengkak atau kembung. Ketika buang air kecil menjadi lancar maka kesehatan salurannya akan lebih terjaga.

    Konsumsi teh parsley juga dapat memberi asupan antioksidan pada sel-sel ginjal. Cara membuatnya cukup merendam segenggam parsley segar selama 5-10 menit dalam air hangat.

    2. Teh Jahe

    Jahe dikenal sebagai rempah yang berkhasiat dan menyehatkan. Jahe juga bisa dikombinasikan dengan rempah dan herbal lain untuk memaksimalkan khasiatnya.

    Salah satu cara menikmati jahe yang enak ialah dengan menyeduhnya sebagai teh. Teh jahe tak hanya akan menghangat tubuh atau meredakan tenggorokan yang sakit saja.

    Jahe memiliki kandungan antioksidan dan anti inflamasi. Ketika dikonsumsi secara rutin teh jahe dapat memperbaiki kesehatan ginjal secara bertahap.

    3. Teh Hibiscus

    Hibiscus atau bunga sepatu menjadi salah satu tanaman eksotis yang banyak ditanam di halaman atau balkon rumah. Di balik warnanya yang merah menonjol, hibiscus ternyata punya khasiat yang tak kalah menarik.

    Bunga sepatu dapat dikonsumsi dalam bentuk seduhan teh yang hangat. Konsumsi teh bunga sepatu secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi.

    Tanpa disadari, tekanan darah yang tinggi berpengaruh besar pada kesehatan ginjal. Karena itu, selain menyehatkan ginjal, teh hibiscus juga dapat menjaga tekanan darah lebih terkendali.

    Glass cup with fresh green tea and mint.Teh hijau memiliki kandungan katekin untuk melawan inflamasi pada ginjal. Foto: Getty Images/iStockphoto/DevMarya

    4. Teh Hijau

    Secara teknis teh hijau memang tak tergolong sebagai salah satu seduhan teh herbal. Tetapi kandungan dan manfaatnya terhadap ginjal tidak kalah baik dibandingkan dengan teh herbal.

    Teh hijau memiliki kandungan antioksidan berupa katekin yang jauh lebih tinggi daripada jenis teh lainnya. Kandungan antioksidan tersebut dapat mencegah ginjal dari kerusakan.

    Konsumsi teh hijau secara rutin dapat melawan terjadinya inflamasi. Selain itu, secara umum, teh hijau juga dapat menjaga kesehatan kardiovaskuler dan ginjal.

    5. Teh Chamomile

    Aroma dan rasanya yang lembut membuat teh chamomile selalu dipilih untuk diseruput ketika bersantai. Faktanya teh chamomile punya khasiat lebih kompleks daripada sekadar menenangkan.

    Minum teh chamomile secara rutin juga dapat menjaga kesehatan ginjal secara tidak langsung. Melalui beberapa efek seperti menurunkan stres dan meningkatkan kualitas tidur malam.

    Ginjal hanya dapat istirahat ketika tubuh manusia tidur dengan lelap di malam hari. Jadi jika ada gangguan dengan kualitas tidur, dampaknya juga mengganggu waktu ginjal untuk memperbaiki selnya.

    (dfl/dfl)



    Sumber : food.detik.com

  • Terungkap Minuman yang Manfaatnya Dahsyat, Turunkan Kolesterol-Tekanan Darah Tinggi

    Terungkap Minuman yang Manfaatnya Dahsyat, Turunkan Kolesterol-Tekanan Darah Tinggi

    Jakarta

    Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum teh dapat melindungi jantung, menurunkan tekanan darah, memperbaiki kadar kolesterol. Bahkan, bisa menurunkan risiko serangan jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

    Seorang ilmuwan teh dari Tea Advisory Panel, Dr Tim Bond mengatakan manfaat teh bagi jantung telah diketahui selama bertahun-tahun. Dan penelitian ilmiah terbaru telah mengonfirmasi betapa sehatnya teh bagi jantung.

    “Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition menyoroti alasan manfaat teh bagi jantung, menyoroti kandungan polifenolnya yang kaya, dan menekankan manfaat nyata dari minum teh setiap hari untuk menjaga jantung kita dalam kondisi prima,” beber Dr Bond, dikutip dari Mirror UK.


    “Senyawa polifenol spesifik, flavan-3-ol, dapat menjelaskan mengapa teh memiliki efek menguntungkan pada tekanan darah, kesehatan jantung, risiko stroke, dan diabetes tipe 2. Faktanya, senyawa flavonoid ini dapat mengurangi risiko penyakit kronis hingga seperlima (19 persen) dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 13 persen,” lanjutnya.

    Menurut Dr Bond, sebagian besar flavonoid dalam pola makan masyarakat Inggris berasal dari teh hitam. Orang yang meminumnya mendapatkan 698 mg per hari, dibandingkan dengan orang yang tidak minum teh yang hanya mendapatkan 33 mg per hari.

    Faktanya, manfaat yang disarankan dari senyawa-senyawa ini sedemikian rupa sehingga American Society for Nutrition telah mengusulkan pedoman bioaktif diet pertama. Mereka merekomendasikan asupan 400-600 mg/hari flavan-3-ol untuk meningkatkan kesehatan kardiometabolik. Itu setara dengan sekitar empat cangkir teh sehari.

    Manfaat Minum Teh

    “Hal ini menegaskan manfaat teh terhadap tekanan darah, dengan manfaat penurunan tekanan darah terlihat dengan mengonsumsi teh antara satu hingga empat cangkir setiap hari. Konsumsi teh jangka panjang terbukti bermanfaat bagi fungsi pembuluh darah, yang kemungkinan membantu menjelaskan dampaknya terhadap tekanan darah,” terang Dr Bond.

    “Teh hitam terbukti memiliki manfaat khusus dalam menurunkan tekanan darah ketika faktor risiko jantung lainnya seperti homosistein tinggi. Para penulis dalam studi Frontiers mengatakan bahwa kandungan flavonoid dalam teh hitam tampaknya juga bertanggung jawab atas dampak penurunan kolesterol teh, dengan kandungan flavonoid yang tinggi dalam teh hitam dikaitkan dengan efek penurunan kolesterol ini.”

    Studi ini juga menemukan bahwa teh meningkatkan kadar glukosa darah dan cara tubuh mengelola insulin, yang vital dalam diabetes dan pre-diabetes. Selain itu, mengingat diabetes meningkatkan risiko penyakit jantung, teh dapat membantu mengatur glukosa darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.

    Dr Bond menegaskan faktanya, makalah ini mencatat bahwa satu cangkir teh tambahan setiap hari dapat mengurangi risiko kematian terkait kardiovaskular, penyakit apapun yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah sebesar 4 persen.

    “Kita ‘kehilangan sesuatu’ dalam hal cara sederhana dan harian ini untuk melindungi jantung kita. Kita sebaiknya mengonsumsi 3-4 cangkir teh sehari, yang akan memberi kita 400-600 mg polifenol flavan-3-ol setiap hari yang meredam peradangan dan stres dalam tubuh kita, termasuk jantung dan pembuluh darah,” pungkasnya.

    (sao/naf)



    Sumber : health.detik.com