Jakarta –
Puasa di bulan ramadan juga bisa dimanfaatkan untuk membantu usaha penurunan berat badan. Perut buncit pun bisa disingkirkan dengan menerapkan tips makan sehat saat puasa berikut ini.
Umat muslim di seluruh dunia kini sedang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan. Selain sebagai waktu untuk memperdalam spiritualitas, puasa juga bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki pola makan dan kesehatan tubuh, termasuk mengurangi lemak perut tanpa perlu berolahraga intensif.
Lemak perut yang terlalu banyak bisa membuat buncit yang tentunya mengganggu penampilan. Untuk mengatasinya, ada tips makan yang bisa dipraktikkan demi menghilangkan lemak perut saat berpuasa tanpa perlu olahraga.
Berikut informasinya melansir VN Express:
1. Makan kimchi
Kimchi bisa membantu menurunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak |
Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea, kaya akan probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Mengonsumsi kimchi dapat membantu menurunkan berat badan karena rendah kalori dan tinggi serat, sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama dan mencegah makan berlebihan.
Anda bisa menambahkan kimchi sebagai pelengkap menu sahur atau berbuka untuk variasi yang sehat.
2. Batasi asupan gula tambahan
Batasi konsumsi gula tambahan yang sering disajikan saat buka. Foto: Getty Images |
Selama Ramadan, berbagai hidangan manis sering disajikan saat berbuka. Namun, penting untuk membatasi konsumsi gula tambahan yang terdapat dalam minuman manis, kue, dan makanan olahan, karena dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak perut.
Sebagai gantinya, pilihlah buah segar yang mengandung gula alami serta serat dan nutrisi penting lainnya.
3. Tambah asupan protein berkualitas
Tingkatkan asupan protein berkualitas, seperti dari ikan salmon. Foto: iStock |
Protein membantu meningkatkan rasa kenyang dan mendukung metabolisme tubuh. Selama sahur dan berbuka, pastikan Anda mengonsumsi sumber protein berkualitas seperti telur, ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak.
Protein nabati seperti tahu dan tempe juga merupakan pilihan yang baik bagi vegetarian.
4. Tingkatkan konsumsi serat
Serat tidak hanya baik untuk pencernaan tetapi juga membantu mengontrol nafsu makan dan mengatur kadar gula darah. Usahakan untuk mengonsumsi 30 gram serat per hari dengan memilih roti gandum utuh, nasi merah, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Mengonsumsi makanan berserat saat sahur dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama sepanjang hari.
5. Minum teh hijau usai berbuka
Minum teh hijau bisa bantu turunkan berat badan. Foto: Getty Images/iStockphoto |
Teh hijau mengandung antioksidan katekin yang dapat meningkatkan metabolisme lemak dan membantu penurunan berat badan. Mengonsumsi teh hijau setelah berbuka dapat menjadi kebiasaan baik untuk mendukung upaya mengurangi lemak perut. Namun, pastikan untuk tidak mengonsumsinya terlalu dekat dengan waktu tidur untuk menghindari gangguan tidur.
6. Tambahkan asupan omega 3
Asam lemak omega-3 banyak terdapat dalam ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel bisa membantu mengurangi lemak tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung. Menambahkan ikan berlemak dalam menu berbuka atau sahur dapat menjadi pilihan yang lezat dan sehat.
Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Tips Hempas Lemak Perut Tanpa Olahraga Saat Puasa, Bye Perut Buncit”
(aqr/adr)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
Catat! Segini Batas Aman Minum Kopi dan Teh Selama Puasa Jakarta – Selama ramadan, penggemar kopi dan teh tak harus menyingkirkan minuman favoritnya. Ahli gizi menyebut keduanya masih bisa dikonsumsi dengan takaran aman segini. Kopi dan teh merupakan dua minuman mengandung kafein yang jadi favorit banyak orang Indonesia. Namun, keamanan konsumsi keduanya kerap diragukan selama bulan puasa. Bagaimana faktanya? Ahli gizi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Fitri Hudayani mengatakan mengonsumsi teh atau kopi diperbolehkan selama puasa di bulan ramadan. Namun ada aturan frekuensinya agar tidak mengganggu puasa.
“Konsumsi teh dan kopi harus dikonsumsi secukupnya, misalnya hanya satu gelas untuk teh dan satu cangkir untuk kopi per hari nya, selebihnya dianjurkan minum air putih,” kata Fitri melalui pesan singkat seperti dilaporkan Antara, Jumat (15/3).
Fitri mengatakan mengonsumsi teh dan kopi sudah menjadi kebiasaan minum masyarakat Indonesia pada umumnya. Biasanya teh juga minuman untuk membatalkan puasa. Teh, kata Fitri, dinilai lebih aman di lambung untuk digunakan sebagai pembatal puasa bagi penderita asam lambung. Berbeda dengan kopi yang memiliki tingkat keasaman yang bisa mengganggu orang dengan lambung sensitif. Karena itu, dianjurkan untuk mengonsumsinya setelah perut terisi. “Teh sejauh ini lebih aman untuk penderita penyakit lambung, berbeda dengan kopi yang memiliki tingkat keasaman yang dapat mengganggu pada orang sensitif lambungnya,” ujarnya. Pecinta teh atau kopi juga tidak perlu khawatir karena meskipun minuman ini bersifat diuretik atau merangsang buang air kecil, namun tidak menimbulkan rasa haus yang berlebihan. Pembatasan konsumsi teh dan kopi juga bertujuan untuk menghindari konsumsi gula berlebihan karena seringkali minuman berkafein ini ditambahkan gula atau susu baik full cream maupun susu rendah lemak.
Fitri juga mengingatkan untuk tetap menjaga asupan gula dan garam sama seperti pada hari-hari sebelum puasa. Hal ini untuk menjaga tubuh dari penyakit diabetes dan hipertensi. “Jangan lupa konsumsi serat yang cukup berasal dari buah dan sayur untuk menjaga kesehatan pencernaan selama menjalankan ibadah puasa sehingga perut terasa nyaman,” jelasnya. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Catat, Ini Batas Aman Konsumsi Kopi dan Teh Selama Puasa” (adr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Anna Pelzer |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() Waspada! 7 Cara Makan Ini Bisa Bikin Perut Buncit Jakarta – Perut buncit pastinya dihindari setiap orang. Agar tak terjadi penumpukan lemak di perut ini, waspadai cara makan tak sehat yang memicu kemunculannya. Perut buncit bisa diatasi dengan mengatur pola makan, seperti membatasi asupan kalori harian dan menghindari makanan berlemak. Namun, Tak hanya jenis makanannya, cara makan juga memengaruhi kemunculan perut buncit. Hindari makan dengan distraksi, makan tidak tepat waktu, hingga menambahkan banyak bahan tinggi kalori. Berikut 7 cara makan yang memicu perut buncit:
1. Makan sambil main ponselSiapa yang sering makan sembari ditemani ponsel? Tayangan video, buka media sosial, dan aktivitas lain lewat ponsel kerap menemani bersantap. Akibatnya, perhatian Anda tidak sepenuhnya tertuju pada makanan dan berisiko makan berlebihan. 2. Makan terlalu cepat
Sebagian orang melihat makan dengan cepat adalah suatu kemampuan yang perlu dikuasai. Untuk situasi tertentu, Anda memang perlu makan agak cepat dari biasanya. Tapi, hal ini bukan untuk dijadikan kebiasaan. Otak perlu waktu setidaknya 20 menit untuk mencerna pesan yang mengatakan bahwa perut sudah kenyang. Makan terlalu cepat membuat sinyal ini kacau dan makan bisa berlebihan. Sebaiknya turunkan kecepatan makan dan nikmati makanan sembari otak menangkap sinyal kenyang dari perut. 3. Makan larut malamJam tidur sebaiknya tidak digunakan untuk makan. Mengutip dari WebMD, Anda perlu memberikan waktu bagi sistem pencernaan untuk membakar makanan dengan makan lebih awal. Semakin larut Anda bersantap, semakin sedikit waktu yang dimiliki tubuh untuk menggunakannya. 4. Melewatkan waktu makan
Orang menganggap tidak makan sama dengan menurunkan berat badan sekaligus memangkas lemak. Padahal, justru usaha ini menimbulkan hasil sebaliknya. Kebiasaan tidak sarapan bisa meningkatkan risiko obesitas sampai 4,5 kali lipat. Tidak makan bisa memperlambat metabolisme dan memungkinkan Anda makan berlebihan saat kelaparan. 5. Pakai piring besarPenggunaan alat makan memengaruhi lemak perut. Kebiasaan memakai piring besar membuat Anda cenderung mengambil makan dalam porsi besar karena terlihat lebih memuaskan. Sebaiknya pakai piring kecil sehingga porsi makan juga kecil, tapi tetap terlihat memuaskan. 6. Santap selama pesta
Bersantap dalam acara pesta atau kumpul-kumpul, cenderung membuat orang makan tanpa perhitungan. Alhasil asupan makan berlebih dan bisa memicu perut buncit. 7. Terlalu banyak kondimenBeberapa menu makanan memang bakal lebih nikmat dengan kondimen seperti saus sambal, kecap, saus salad, dan lainnya. Menukil laman Orlando Health, satu sendok kondimen saja bisa menaikkan kalori pada suatu makanan. Gunakan lebih sedikit kondimen agar konsumsi kalori tidak berlebihan dan perut tidak makin buncit. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Ternyata, 7 Cara Makan Seperti Ini Bisa Bikin Perut Buncit” (adr/adr) |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Anna Pelzer
![]() Dijamin Kencang dan Awet Muda! Ini 7 Makanan Terbaik untuk Kulit Jakarta – Memiliki kulit sehat, kencang, dan awet muda adalah dambaan setiap orang. Kondisi ini bisa diraih dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk mengasup makanan terbaik untuk kulit berikut ini. Mendapatkan kulit yang terawat tak hanya dari perawatan luar saja, seperti menggunakan krim atau perawatan dengan dokter kulit. Ada langkah lain yang tak kalah penting dan sifatnya alami. Langkah itu adalah mencukupi hidrasi tubuh dan mengonsumsi makanan sehat. Ahli gizi Carolina Schneider mengatakan, makanan yang kaya akan kandungan zinc mampu mendukung kesehatan kulit dengan mengatur produksi minyak dan mengurangi peradangan.
Makanan kaya zinc seperti biji-bijian dapat sangat membantu untuk mengatasi hormon yang tidak seimbang, yang cenderung mengiritasi kulit. “Zinc berperan dalam mengendalikan produksi minyak, karena menurunkan jumlah hormon pria (androgen) yang dapat menyebabkan jerawat dan kulit berminyak,” kata Carolina mengutip Real Simple. Selain itu, makanan yang tinggi antioksidan, protein, dan vitamin C juga bagus untuk kesehatan kulit. Berikut ini makanan terbaik agar kulit sehat, kencang, dan awet muda: 1. Ikan berlemak
Ikan berlemak seperti salmon dan sarden kaya akan bahan anti-peradangan, menurut ahli gizi Holiday Durham. “Omega-3 berperan dalam menjaga lapisan lipid kulit, yang mungkin penting untuk hidrasi dan perlindungan terhadap kerusakan lingkungan,” jelasnya. 2. TomatKandungan likopen di dalam tomat terbukti meningkatkan tekstur kulit dan memelihara kualitasnya. Likopen berperan mengurangi efek samping fisik dari stres oksidatif dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. 3. Kacang walnut
Kacang walnut juga termasuk makanan terbaik yang bisa dikonsumsi agar kulit sehat dan glowing karena tinggi kandungan asam lemak omega 3 dan zinc. “Omega-3 dapat membantu menjaga kelembapan kulit, sementara seng penting untuk penyembuhan kulit,” kata Durham. 4. StroberiMenukil Health, stroberi kaya akan zat-zat yang meningkatkan kesehatan kulit, seperti vitamin C, antosianin, asam fenolik, dan flavonoid. Vitamin C sangat penting untuk kesehatan kulit, karena melindungi sel-sel kulit dari kerusakan oksidatif dan penting untuk produksi kolagen, protein utama dalam tubuh yang menyumbang 75 persen dari berat kering kulit. 5. Kimchi
Selain bagus untuk kesehatan usus, kimchi juga merupakan makanan yang baik untuk kesehatan kulit. Disbiosis, istilah medis untuk usus yang tidak seimbang, dikaitkan dengan sejumlah kondisi kulit, seperti jerawat dan psoriasis, dan penelitian menunjukkan bahwa kesehatan kulit dan usus saling terkait erat. Mengonsumsi makanan yang kaya akan probiotik dan serat adalah salah satu cara terbaik untuk mendukung kesehatan usus dan kulit. 6. Kaldu tulangKaldu tulang yang direbus lama akan menghasilkan gelatin. Ini adalah zat yang berasal dari kolagen yang kaya akan asam amino glisin, prolin, dan lisin, yang penting untuk sintesis kolagen. Menyeruput secangkir kaldu tulang dapat membantu menghidrasi dan memberi kulit asam amino yang dibutuhkannya untuk memperbaiki dan meregenerasi sel-selnya. 7. Semangka
Semangka mengandung lebih dari 90 persen air. Minum banyak air dan mengonsumsi makanan yang menghidrasi, seperti semangka, dapat membantu menjaga kulit tampak awet muda karena hidrasi membantu mengurangi munculnya kerutan dan kerutan. Semangka juga merupakan sumber vitamin C dan antioksidan yang baik untuk kulit seperti likopen dan beta-karoten. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Makanan Terbaik agar Kulit Sehat dan Glowing, Bikin Awet Muda“ (adr/odi) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Jangan Lakukan 7 Hal Ini Usai Makan agar Pencernaan Tak Terganggu Jakarta – Usai makan, sebaiknya kamu tidak melakukan 7 hal ini agar pencernaan tak terganggu dan penyerapan nutrisi maksimal. Ini daftarnya. Terlihat sepele, tapi kebiasaan-kebiasaan ini sering dilakukan seseorang usai makan. Efeknya bisa mengganggu penyerapan nutrisi yang didapat dari makanan. Mulai dari rebahan usai makan hingga langsung olahraga, berikut beberapa kebiasaan setelah makan yang harus dihindari:
1. Makan buah
Melansir Healthshots, buah-buahan segar adalah makanan yang sehat. Namun, ketika dikonsumsi setelah makan, buah-buahan akan tercampur dengan makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Hal ini akan menyebabkan masalah pencernaan dan mengubah nilai gizi makanan yang dikonsumsi. 2. MerokokUmumnya, para perokok akan sesegera mungkin membakar rokoknya setelah makan. Padahal, ini adalah kebiasaan yang salah. Rokok mengandung karsinogen yang bisa menyebabkan sindrom iritasi usus besar hingga bisa menyebabkan kolitis ulseratif. 3. Tidur atau rebahan
Tidur atau rebahan setelah makan juga jangan dibiasakan. Mengutip berbagai sumber, kebiasaan ini bisa membuat makanan sulit dicerna dan berbahaya buat pencernaan. 4. MandiMandi setelah makan juga bukan sesuatu yang bagus untuk dilakukan. Mandi membuat proses pencernaan bisa terganggu. 5. Minum kopi atau tehMinum teh atau kopi setelah makan sebaiknya dihindari. Beberapa senyawa fenolik yang terdapat dalam kopi atau teh bisa membatasi penyerapan zat besi dari makanan. 6. Langsung minum airSuka langsung minum air putih setelah makan? Tunggu dulu karena ternyata ini bukan pilihan yang tepat. Minum air putih langsung setelah makan bisa membuat sekresi enzim dan cairan di lambung berkurang. Akibatnya, perut bisa mengalami kembung. Sebaiknya, minum air putih setengah jam sebelum atau setelah makan. 7. Olahraga
Olahraga setelah makan bukan pilihan yang bagus. Pasalnya, olahraga bisa mengganggu proses pencernaan. Meski tidak semua orang mengalaminya, tapi olahraga setelah makan bisa menyebabkan mual, sakit perut, hingga kehilangan kesadaran. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Kebiasaan Ini Pantang Dilakukan Setelah Makan, Langsung Minum“ (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Lily Banse
Hindari 5 Kebiasaan Makan yang Bikin Perut Buncit Jakarta – Perut buncit menjadi masalah banyak orang. Untuk menghindarinya, jangan lakukan kebiasaan makan yang bikin lemak menumpuk di perut. Berikut daftarnya. Makan memang diperlukan tubuh. Namun hindari kebiasaan makan buruk yang berdampak negatif bagi kesehatan, termasuk perut buncit. Perut buncit terjadi karena ada penumpukan lemak di area tersebut. Faktanya, perut bisa langsung buncit meski penumpukan lemak masih terbilang sedikit.
Dikutip dari The Standard, lemak yang menumpuk di perut terdiri atas dua jenis. Pertama, lemak subkutan, yaitu lemak yang tersimpan di bawah lapisan kulit. Kedua, lemak visceral, yakni lemak yang tersimpan di sekitar organ-organ di area perut. Dari kedua jenis lemak ini, lemak yang paling berpengaruh membuat perut menjadi buncit adalah lemak visceral. Masalahnya, perut buncit bukan cuma membuat penampilan jadi kurang menarik, namun juga berisiko untuk kesehatan. Penumpukan lemak di perut rentan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung. Selain itu, perut buncit karena lemak yang menumpuk juga berisiko memunculkan penyakit diabetes hingga masalah tekanan darah. Maka dari itu, penting untuk mengetahui kebiasaan makan yang membuat perut buncit agar Anda bisa mulai mengurangi hal-hal tersebut. Di sisi lain, perlu untuk mulai menjaga pola makan dan olahraga teratur agar lemak di area perut bisa segera pergi. Berikut ini beberapa kebiasaan makan buruk yang justru bikin perut buncit: 1. Terlalu banyak gulaMelansir Healthline, pola makan dengan kandungan gula tambahan yang tinggi, terutama minuman manis bisa meningkatkan lemak di perut. Lemak inilah yang menyebabkan perut Anda buncit. Kebiasaan minum manis kemasan tinggi gula dan berbagai cemilan manis lainnya harus dikurangi. Atau kalau bisa ganti semua yang manis-manis ini dengan makanan yanglebih sehat. 2. Banyak makan lemak trans
Lemak trans buatan sangat terkait dengan kesehatan jantung dan perut yang buncit. Sebaiknya kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak trans. 3. Kurang makan daging dan proteinSiapa bilang makan daging bikin gendut? Justru jika Anda kekurangan protein dan jarang makan daging bisa bikin perut buncit. Tentunya Anda juga harus pintar memilih daging. Misalnya daging merah tanpa lemak atau dada ayam, keduanya adalah sumber protein yang sehat. 4. Makan sambil menonton TV
Makan sambil menonton TV memang menyenangkan. Bahkan saking enaknya Anda kerap tidak sadar sudah tambah nasi dan lauk berkali-kali. Makanya, daripada nonton TV lebih baik makan dengan tenang. Pasalnya, melansir Eat This Not That, makan sambil menonton membuat Anda tidak sadar telah makan sangat banyak hingga perut pun jadi buncit. 5. Sering makan di luarBukan berarti Anda tidak boleh makan di restoran, hanya saja jangan terlalu sering melakukan. Bukan cuma menguras dompet, makan di luar juga bisa membuat perut buncit. Alasannya, Anda tidak benar-benar tahu kandungan apa yang ada di makanan tersebut. Berapa banyak garam dan gula yang digunakan. Makanya, memasak sendiri jauh lebih sehat daripada makan di luar. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Jangan Asal Makan, Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Perut Jadi Buncit“ (adr/adr) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Lily Banse
![]() Sarapan Buah Bisa Mencegah Depresi, Ini Jenis Terbaiknya Jakarta – Sarapan buah tak hanya bagus untuk mengasup serat bagi tubuh, tapi juga mencegah depresi pada masa tua. Begini penjelasan peneliti. Sebuah studi yang diterbitkan Juni 2024 di The Journal of Nutrition, Health and Aging menemukan orang-orang di usia paruh baya yang lebih banyak makan buah memiliki tingkat depresi lebih rendah di usia lebih tua. Studi mengungkap mereka yang mengonsumsi buah paling banyak (setidaknya tiga porsi per hari) mengurangi kemungkinan depresi terkait usia setidaknya 21 persen.
Studi longitudinal ini menggunakan data sejak 1993-1998. Sebanyak hampir 14 ribu partisipan diminta menjawab pertanyaan rinci seputar konsumsi buah dan sayur di usia rata-rata 52,4 tahun. Selanjutnya, di 2014-2016 atau lebih dari dua dekade kemudian, dilakukan wawancara lanjutan. Partisipan rata-rata berusia 72,5 tahun. Evaluasi hasil menggunakan Skala Depresi Geriatri yakni alat skrining klinis yang digunakan di banyak negara untuk mengidentifikasi depresi pada lansia.
Hasilnya, semakin banyak subjek makan buah-buahan di kuesioner pada 1990-an, semakin rendah mereka mengalami depresi 20 tahun berikutnya. Temuan buah untuk depresi ini memberikan dampak berarti dalam pencegahan kondisi kesehatan mental yang umum terjadi pada lansia. “Penelitian di seluruh dunia memperkirakan bahwa prevalensi gejala depresi di usia lanjut berkisar antara 17,1 persen hingga 34,4 persen, dan di antara mereka yang memiliki gejala depresi ringan atau subklinis, 8-10 persen dapat beralih ke depresi berat setiap tahunnya,” penulis studi senior Woon Puay Koh, seperti dilaporkan Health. Depresi pada lansia, lanjut dia, berkaitan dengan penurunan kualitas hidup dan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas. Buah untuk depresi dalam riset lebih spesifik ada 14 pilihan yang biasa dikonsumsi di Singapura. Buah-buahan ini di antaranya jeruk, jeruk keprok, pepaya, pisang dan semangka. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Studi: Makan Lebih Banyak Buah Bisa Bantu Cegah Depresi“ (adr/odi) |
![]() |
|
Source : unsplash.com / Lily Banse
Apa Benar Minum Air Hangat Efektif Hilangkan Lemak di Perut? Jakarta – Banyak orang meyakini minum air hangat bisa bantu menghilangkan lemak di perut. Dari sisi ilmiah, apakah hal ini benar? Usaha menurunkan berat badan sangat beragam. Banyak anggapan juga berkembang di masyarakat soal cara ampuh mengusir lemak di perut. Salah satunya dengan minum air hangat. Dari sisi ilmiah, minum air hangat pada pagi hari sebenarnya bagus untuk meningkatkan metabolisme. “Saat kita minum air hangat, tubuh kita mengubah suhunya dan mengaktifkan metabolisme. Ini membantu menurunkan berat badan,” kata pakar nutrisi Manisha Chopra melansir Healthshots.
Chopra mengatakan, air hangat juga memecah lemak tubuh menjadi molekul, sehingga memudahkan sistem pencernaan untuk membakarnya. “Terlebih lagi, minum air hangat sebelum makan membantu mengatur asupan kalori karena membuat perut kenyang,” katanya. Menggabungkan rutin minum air hangat dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik akan memberikan hasil terbaik untuk menghilangkan lemak di perut. Selain dapat meningkatkan metabolisme, minum air hangat dapat membantu melancarkan pencernaan, sehingga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi dan metabolisme.
“Air panas juga bermanfaat bagi kulit kering dan membantu meredakan sembelit, kata ahli diet Vanshika Bhardwaj menukil India Today. Saat metabolisme tubuh baik, pencernaan lancar, dan penyerapan nutrisi meningkat, maka usaha penurunan berat badan akan lebih efektif. Para ahli merekomendasikan agar Anda minum setidaknya enam hingga delapan gelas air hangat setiap hari. Ini adalah jumlah yang dibutuhkan untuk menjaga tubuh, rambut, dan kulit tetap terhidrasi. “Jika Anda ingin meningkatkan efek air hangat, tambahkan sedikit lemon dan madu ke dalamnya. Hal ini dapat mempercepat laju metabolisme Anda sehingga mengakibatkan penurunan berat badan dengan cepat,” ujar Chopra. Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “Apakah Minum Air Hangat Bisa Menghilangkan Lemak di Perut?“ (adr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Jangan Konsumsi 7 Makanan Ini Sebelum Bercinta agar Pasangan Tak ‘Ilfeel’ Jakarta – Memperhatikan asupan makanan sebelum bercinta penting agar gairah tetap terjaga dan pasangan tak ‘ilfeel’. Hindari 7 makanan ini sebelum bercinta dengan pasangan. Pola makan yang sehat mendukung kehidupan seks Anda dengan menjaga fungsi seksual, gairah seks, keseimbangan hormonal, energi, juga kesuburan. “Pola makan buruk yang tinggi pangan olahan, gula tambahan, dan serat terbatas mengakibatkan kehidupan seksual yang buruk karena memicu obesitas, tekanan darah tinggi dan gangguan pencernaan,” jelas Kaitlin Dresser, ahli diet, mengutip dari Healthy.
Meski sehat, sebaiknya hindari pangan berikut jelang bercinta agar si dia tidak ‘ilfeel’: 1. Buncis
Kacang yang masuk keluarga polong mengandung serat dan gula yang tidak dapat dicerna tubuh manusia secara normal. Di usus, bakteri memecah semua materi hingga menyebabkan fermentasi sehingga bisa memicu kembung akibat gas. 2. Bawang putih dan bawang bombai “Saat dikunyah, senyawa belerang melepaskan gas yang bercampur dengan bakteri di mulut Anda yang juga mengeluarkan gas, mengakibatkan bau mulut,” kata Sabrina Oliver, ahli gizi spesialis penyakit pencernaan. 3. Steak
Konsumsi daging berpotensi memicu kentut yang sangat bau. Oleh karenanya, ganti menu steak dengan ikan atau daging ayam. “Gas terkait dengan daging merah lebih berbau karena bahan kimia yang dihasilkannya di usus besar,” jelas William Chey, profesor di University of Michigan, mengutip dari Cosmopolitan. Daging merah tinggi akan protein. Protein dalam jumlah tinggi ini langsung menuju usus besar untuk difermentasi dan menghasilkan ‘produk’ sampingan yang sangat mengganggu. 4. Pizza Yang lebih buruk, ada kandungan lemak yang bisa menunda pengosongan lambung dan membuat makanan bertahan lebih lama di sistem pencernaan. 5. Brokoli Selain itu, sayuran banyak mengandung glukosinolat atau senyawa alami yang mengandung belerang. Jika dicerna, senyawa akan menghasilkan gas berbau belerang. 6. Roti putih dan pasta
Karbohidrat sederhana cepat memberikan energi tapi tubuh juga akan kehilangan energi dalam waktu cepat. Tentu Anda tidak ingin mengalami penurunan energi secara drastis di tengah permainan. Sebaiknya atur takaran konsumsi karbohidrat sederhana atau lebih baik ganti dengan karbohidrat kompleks seperti roti biji-bijian, pasta gandum utuh dan nasi merah. 7. Gorengan “Yang terbaik adalah menghindari jenis makanan ini dan memesan makanan yang dipanggang atau dipanggang,” kata Oliver. (sob/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Brooke Lark
|




























Foto: Istimewa


