Tag: mobil

  • Tips Aman Berkendara Mobil Listrik, Jangan Abai Kondisi Baterai



    Jakarta

    Mobil listrik mulai menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk perjalanan dalam kota maupun antar kota. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan pengendara mobil listrik agar perjalanan lebih nyaman tanpa hambatan.

    1. Cek Baterai, Pastikan Terisi Penuh

    Saat melakukan perjalanan, kita tentunya akan dihadapkan berbagai kondisi jalanan, juga cuaca. Bisa jadi kita akan dihadapkan pada situasi hujan dan terjadi kemacetan panjang. Maka dari itu, pastikan untuk memeriksa baterai sebelum berangkat, dan akan lebih baik untuk mengisi dayanya hingga penuh atau minimal 80% untuk mengurangi terjadinya kehabisan daya, saat cuaca atau kondisi jalanan tidak sesuai yang diinginkan.


    2. Periksa Kondisi Ban

    Cuaca dan kondisi jalanan yang kurang bagus berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika kondisi ban tidak optimal. Periksa tekanan udara dalam ban secara rutin, dan pastikan juga ban memiliki daya cengkeram yang baik. Saat musim hujan, pastikan permukaan ban masih ideal untuk mencegah tergelincir di jalan yang licin.

    3. Gunakan Mode Berkendara yang Sesuai

    Saat cuaca buruk seperti hujan atau kabut tebal, disarankan menggunakan mode berkendara yang lebih aman, seperti mode eco atau comfort. Mode ini akan mengurangi
    kecepatan akselerasi dan meningkatkan stabilitas kendaraan, sehingga Anda dapat berkendara dengan lebih tenang dan aman.

    4. Bersiap saat Cuaca Hujan

    Cuaca yang tidak menentu saat ini dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Pastikan mobil listrik yang Anda kendarai dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat memaksimalkan keselamatan di jalan. Contohnya Neta X yang menawarkan sistem Smart Driving dengan 9 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), yang terdiri dari Forward Collision Warning (FCW), Automatic Emergency Braking (AEB), Front Vehicle Start Alert (FSA), Full-Speed Adaptive Cruise (ACC), Traffic Jam Assist (TJA), Integrated Cruise Assist (ICA), Lane Departure Warning (LDW), Emergency Lane Keeping System (ELKS), dan High Beam Assist (HBA). Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu pengemudi berkendara dengan lebih aman di berbagai kondisi jalan dan cuaca.

    (lua/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • 11 Peringatan Darurat di Mobil, Jangan Tunggu Rusak!



    Jakarta

    Mobil zaman sekarang sudah punya banyak indikator peringatan di dasbor. Beberapa indikator itu menggambarkan peringatan darurat yang harus segera ditangani. Kalau tidak, masalah lebih besar mungkin akan muncul.

    Dirangkum detikOto, setidaknya ada 11 peringatan darurat di mobil yang terindikasi dari lampu indikator di dasbor. Jangan sepelekan jika lampu indikator ini muncul. Apa saja peringatan darurat itu? Berikut informasinya seperti dikutip dari situs resmi Astra.

    Peringatan Temperatur Mesin

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Salah satu peringatan darurat yang harus menjadi perhatian pengemudi adalah indikator temperatur mesin. Jika peringatan darurat suhu mesin itu menyala merah, maka suhu mesin telah mencapai batas normal. Jika indikator ini menyala, cek komponen pendinginan mesin seperti coolant, radiator, atau kipas radiator.


    Peringatan Aki

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Di layar dasbor juga ada gambar baterai atau aki. Jika aki menyala hal ini menandakan bahwa aki mobil mulai aus, putus, soak, atak kabel-kabelnya mengalami korsleting.

    Peringatan Tekanan oli

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Indikator tekanan oli yang menyala menandakan bahwa kurangnya pelumasan oli pada mesin atau kondisi oli yang sudah tidak layak digunakan. Jika indikator ini menyala, pastikan segera mengganti oli mesin.

    Peringatan Rem

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Lampu peringatan rem menyala apabila rem tangan menyala. Namun jika lampu ini menyala terus-menerus padahal rem tangan tidak dalam posisinya, itu berarti terdapat masalah pada sistem pengereman. Biasanya masalahnya ada pada tekanan hidrolik atau cairan rem yang sudah mulai habis.

    Indikator Check Engine

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Peringatan darurat check engine ini menandakan bahwa terdapat masalah pada bagian mesin mobil. Umumnya indikator check engine terjadi ketika beberapa komponen yang mempengaruhi mesin mengalami kerusakan.

    Indikator Power Steering

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Lampu indikator ini menyala apabila terdapat masalah pada bagian power steering mobil. Lampu ini akan mati jika masalah power steering ini teratasi dan reset ECU.

    Indikator Airbag

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Jika indikator airbag menyala, artinya sistem airbag mobil rusak atau dalam kondisi mati. Lampu indikator ini juga menyala karena sistem seat belt yang rusak.
    Cara mematikan lampu indikator ini adalah dengan memeriksa bagian kemudi dan seat belt.Namun jika tidak terjadi masalah, berarti terdapat error pada sistem ECU mobil.

    Indikator Temperatur Transmisi

    Indikator ini menyala apabila temperatur oli transmisi berada di atas normal. Indikator ini kemungkinan akan menyala jika pengemudi menggunakan oli transmisi yang tidak sesuai. Kalau indikator ini menyala, segera ke bengkel terdekat dan kuras oli transmisi lalu menggantinya dengan yang baru.

    Lampu Indikator Tekanan Ban

    Jika lampu indikator ini menyala, itu berarti tekanan ban mobil rendah. Segera cek tekanan ban untuk kenyamanan dan keselamatan.

    Indikator ABS

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Jika menyala, indikator Anti-lock Braking System pada mobil mengalami kerusakan.

    Indikator Lampu Bahan Bakar

    Indikator di Dasbor MobilIndikator di Dasbor Mobil Foto: Istimewa

    Indikator bahan bakar akan menyala saat sisa bahan bakar menipis. Segera lakukan pengisian bahan bakar saat indikator ini menyala.

    (rgr/dry)



    Sumber : oto.detik.com

  • Mobil Sudah Turun Mesin Bisa Normal Lagi?



    Jakarta

    Istilah turun mesin berarti pembongkaran besar-besaran pada mesin. Kalau sudah dibongkar total, bisakah kondisi mesin normal lagi?

    Setiap kendaraan membutuhkan perawatan. Makanya, ada jadwal servis berkala untuk memastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima. Kalau jarang dirawat tak perlu heran mobil jadi cepat rusak. Bukan tidak mungkin mobil jadi harus dibongkar atau kerap disebut turun mesin.

    Turun mesin atau dikenal dengan istilah overhaul merupakan suatu proses pembongkaran pada mesin karena harus memeriksa komponen atau melakukan perbaikan secara menyeluruh. Overhaul juga dapat diartikan dengan membongkar mesin untuk mengganti berbagai komponen rusak karena melewati batas usia pemakaian.


    Lalu kalau mobil sudah turun mesin apa bisa kembali normal? Dikutip laman Astra Daihatsu Motor, mobil yang sudah turun mesin masih bisa kembali normal. Diharapkan setelah melakukan overhaul, mesin bisa kembali prima seperti sedia kala. Bila kamu mau melakukan overhaul pada mesin, jangan asal pergi ke sembarang bengkel. Pastikan bengkel tersebut memang ahli mengerjakan proses overhaul.

    Untuk diketahui, ada beberapa ciri kendaraan harus turun mesin. Meski umumnya dilakukan pada mobil yang sudah berumur, tapi tak menutup kemungkinan overhaul bisa juga terjadi bila mobil punya ciri-ciri berikut, dilansir laman Hyundai Indonesia.

    Tanda Mobil Harus Turun Mesin

    1. Keluar Asap Berwarna Putih dari Knalpot

    Tanda pertama dan paling kentara dari sebuah kendaraan yang harus mengalami turun mesin adalah keluarnya asap berwarna putih dari kendaraan. Asap putih ini biasanya dibarengi dengan aroma yang tidak sedap.

    Asap putih merupakan pertanda bahwa kinerja mesin pada kendaraan kamu sudah menurun. Apabila muncul tanda ini, tak perlu ragu segera bawa mobil ke bengkel.

    2. Air Radiator Berminyak

    Selalu periksa air radiator kendaraan secara rutin. Terlebih bila kendaraan sering digunakan harian dan usianya sudah lebih dari lima tahun. Pasalnya, air radiator bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah pada kendaraan kamu. Salah satunya adalah memberi tanda harus turun mesin. Ketika oli masuk ke saluran radiator, hal tersebut menandakan kinerja mesin yang mulai menurun.

    3. Kepala Busi Terkena Oli

    Selain bagian radiator, kepala busi juga bisa basah oleh oli karena kinerja kendaraan yang tidak maksimal. Jika hal ini terjadi, maka ruang kompresi bisa terbakar dengan mudahnya. Ini berbahaya bagi kendaraan karena akan mudah panas dan mogok.

    4. Suhu Mesin Naik

    Inilah awal mula gejala dari mesin kendaraan yang harus turun mesin. Dalam pemakaian tingkat tinggi, wajar apabila mesin kendaraan sedikit panas. Namun, apabila mobil mudah panas padahal jarang digunakan, itu artinya ada masalah pada mesin kendaraan. Mesin yang panas berpotensi membuat mobil mogok. Maka dari itu, jika sudah mengalami pertanda ini, segera bawa mobil ke bengkel.

    (dry/rgr)



    Sumber : oto.detik.com

  • Indikator BBM Mobil Sudah di ‘E’, Masih Bisa Jalan Sejauh Apa?



    Jakarta

    Ketika indikator bensin pada mobil menunjukkan ‘E’ berarti keadaan darurat untuk segera mengisi BBM. Lalu kalau indikator sudah di ‘E’ mobil masih bisa berjalan?

    Pada setiap kendaraan, pastinya dilengkapi indikator tangki bahan bakar. Di indikator ini biasanya ada huruf F dan E di bagian ujung. Huruf F merupakan simbol bahwa tangki bensin berisi full. Sementara bila indikator sudah berada di E, artinya sudah masuk situasi emergency alias darurat. Kalau indikator sudah berada di E dan masuk kondisi darurat, maka pengendara harus langsung mengisi bahan bakar.

    Meski begitu, ketika indikator bahan bakar sudah di E rupanya mobil masih bisa berjalan. Dilansir dari berbagai sumber, ketika lampu indikator di E umumnya mobil masih bisa berjalan.


    Biasanya dalam kondisi tersebut, tangki masih terisi 10-15 persen dari kapasitas total tangki. Rupanya pabrikan sudah menyiapkan antisipasi ketika pengendara berada di situasi darurat tersebut.

    Soal jarak tempuhnya bergantung dari konsumsi BBM mobil itu sendiri. Sebagai contoh, sebuah mobil memiliki kapasitas tangki 50 liter. Apabila mobil tersebut terus berjalan sampai bensin mulai habis, maka lampu indikator bensin akan menyala ketika bahan bakar menyisakan 5-7,5 liter di dalamnya.

    Sedangkan untuk jarak tempuhnya, hal ini tergantung dari konsumsi bahan bakar itu sendiri. Jika bahan bakar tersisa 5 liter dengan konsumsi BBM 1:12, mobil kira-kira masih bisa berjalan sejauh 60 km. Namun, jika konsumsi BBM 1:10 dengan sisa bensin 4 liter di dalamnya, maka mobil hanya bisa berjalan sekitar 40 km saja. Namun hal itu bersifat estimasi, bisa jadi sisa jarak tempuhnya berbeda lantaran kondisi mobil juga berbeda.

    Adapun untuk menghindari hal itu sebaiknya isi tangki bensin hingga penuh. Jangan membiarkan mengisi bensin ketika tangki benar-benar kosong karena bisa menimbulkan berbagai masalah. Dikutip laman Mitsubishi Motors, sering mengisi BBM hingga tangki kosong bisa memicu timbulnya karat pada tangki BBM. Selain itu, mungkin juga tangki tercampur air karena dipicu perubahan uap air menjadi air.

    Selain air dan serpihan karat, juga terdapat kotoran BBM yang mengendap di dasar tangki. Dan ketika kendaraan dinyalakan dalam kondisi tangki kosong, kotoran ini dapat ikut terhisap oleh pompa bahan bakar dan kemudian lama kelamaan akan mengganggu kinerja pompa bahan bakar dan sistem injeksi.

    Apabila hal ini terjadi, maka bukan tak mungkin mobil akan mogok. Oleh karena itu, satu cara yang bisa dilakukan adalah menguras tangki bahan bakar agar kondisinya kembali bersih.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • Cara Memancing Aki Mobil yang Tekor, Penyebab, dan Ciri-cirinya


    Jakarta

    Akibat aki tekor, mobil terkadang tidak mau menyala saat distarter. Salah satu penanganannya adalah dengan memancing aki mobil alias melakukan jumper. Cara ini bisa dilakukan saat darurat.

    Namun jangan asal melakukan jumper, karena bisa berbahaya. Simak artikel ini untuk mengetahui cara memancing aki mobil yang tekor dengan aman. Ketahui juga penyebab aki mobil tekor dan ciri-cirinya.

    Cara Memancing Aki Mobil yang Tekor dengan Aman

    Memancing aki tekor atau jumper dilakukan dengan cara mengalirkan listrik dari aki lain yang masih bagus ke aki yang tekor. Ini adalah solusi dalam keadaan darurat agar mobil bisa dihidupkan untuk dibawa ke bengkel atau ke tempat tujuan.


    Dilansir dari situs Mitsubishi Motors, berikut ini cara memancing aki mobil yang tekor dengan aman:

    1. Gunakan Kabel Khusus

    Cara memancing aki mobil yang tekor yang pertama adalah menyiapkan kabel yang khusus digunakan untuk jumper aki. Kabel ini harus berbahan tebal, karena arus listrik saat menyalakan mobil sangat tinggi.

    Jika memakai kabel seadanya, maka ada risiko terjadi korsleting yang cukup besar. Detikers bisa membelinya di toko perlengkapan mobil atau toko aki mobil.

    2. Gunakan Mobil yang Berkapasitas Mesin Sama

    Selanjutnya, ketika detikers menggunakan mobil lain untuk melakukan jumper, jangan sembarangan memilih mobil. Gunakanlah mobil sejenis atau yang berkapasitas mesin sama dengan mobil yang akinya bermasalah. Hal ini dibutuhkan agar voltase akinya sama.

    3. Dekatkan Mobil

    Kemudian dekatkan kedua mobil agar kabel jumper dapat menjangkau kedua aki. Posisikan mobil berhadapan atau bersebelahan. Jangan lupa aktifkan rem parkir agar tetap aman.

    4. Hubungkan Kabel Jumper

    Saat menghubungkan kabel jumper, pastikan kedua mesin mobil tidak menyala. Perhatikan posisi kutub terminal positif dan negatif pada kedua aki yang biasanya ditandai dengan lambang (+) dan (-). Jika kutub terminal baterai kotor, bersihkan dengan kain lap.

    Selanjutnya, hubungkan penjepit kabel jumper berwarna merah ke kutub positif (+) aki yang normal. Sambungkan penjepit kabel jumper warna merah lainnya pada kutub positif aki yang tekor. Kemudian pasang juga kabel jumper negatif ke kutub negatif aki normal dan sisi satunya ke kutub negatif aki yang tekor.

    5. Nyalakan Mesin

    Nyalakan mesin mobil yang normal, lalu injak pedal agar putaran mesin berada di atas 1.000 rpm. Kemudian nyalakan mesin mobil yang bermasalah. Jika berhasil, maka mobil yang bermasalah akan menyala, Biarkan mesin tetap menyala selama beberapa menit agar aki yang tekor terisi energinya.

    6. Lepaskan Kabel

    Saat melepaskan kabel, detikers harus berhati-hati dan urut. Pertama, lepas kabel negatif mobil bermasalah baru kemudian kabel negatif mobil yang normal. Kedua, lakukan hal yang sama pada kabel positif.

    Namun apabila mesin mobil masih enggan menyala atau tidak bereaksi sama sekali, diamkan sejenak agar proses pengisian tenaga menjadi lebih banyak. Setelah berhasil, bawalah mobil ke bengkel untuk diperbaiki.

    Penyebab Aki Mobil Tekor

    Kalian juga harus tahu apa penyebab aki mobil tekor agar bisa melakukan pencegahan di kemudian hari. Berikut ini sejumlah penyebab aki mobil tekor yang dirangkum dari situs Astra-Daihatsu dan Suzuki Indonesia:

    1. Usia Aki yang Sudah Tua

    Kemungkinan penyebab aki tekor yang umum adalah usia yang sudah tua. Aki mobil biasanya hanya berusia 2-3 tahun. Semakin tua, daya tampung aki akan berkurang dan mudah tekor.

    Jika usianya sudah memasuki 2-3 tahun, maka solusinya adalah menggantinya dengan yang baru. Semakin berkualitas aki, maka masa pakainya juga semakin lama.

    2. Jarang Dipakai

    Mobil yang jarang dipakai justru bisa membuat aki tekor. Karena jarang dipakai, daya tampung aki justru menurun dan mengalami kerusakan. Detikers harus rutin memanasi mobil beberapa menit setiap hari.

    3. Sistem Pengisian Bermasalah

    Penyebab aki tekor lainnya adalah adanya masalah pada sistem pengisian. Masalah ini menyebabkan aki tidak bisa terisi secara penuh. Akibatnya, aki juga akan semakin cepat berkurang.

    4. Cuaca Panas-Dingin yang Ekstrem

    Cuaca ekstrem juga bisa berpengaruh terhadap aki mobil. Cuaca yang bergantian sangat panas dan sangat dingin membuat aki cepat kehilangan cairan elektrolit, dan daya tampung menurun.

    5. Korsleting Kabel

    Masalah lain yang mungkin terjadi adalah korsleting pada kabel yang terhubung dengan aki mobil. Hal ini menyebabkan arus listrik tidak stabil dan kemudian membuat aki menjadi cepat kosong.

    6. Terlalu Banyak Aksesoris

    Terlalu banyak aksesoris yang membutuhkan listrik bisa menambah beban listrik, sehingga aki bisa cepat kosong. Aksesoris ini seperti lampu modifikasi, audio, dan aksesoris elektronik lainnya.

    7. Ada Komponen yang Rusak

    Kemungkinan lain adalah ada komponen yang rusak, misalnya alternator atau regulator yang tidak berfungsi dengan baik. Alternator adalah komponen di dalam mesin yang menjaga kelangsungan hidup kendaraan.

    Aki mendapatkan suplai listrik dari alternator secara terus menerus saat mesin mobil dinyalakan. Jika alternator rusak, maka tidak ada listrik yang mengalir ke aki mobil.

    8. Kesalahan Pemakaian

    Penyebab terakhir adalah kesalahan pemakaian kendaraan yang bisa memperpendek usia aki. Misalnya menyalakan AC secara berlebihan, atau menghidupkan audio saat mobil sedang mati.

    Ciri-ciri Aki Mobil Tekor

    Aki mobil yang tekor memiliki beberapa tanda. Dikutip dari situs Wuling, berikut ini beberapa ciri aki mobil yang tekor:

    1. Mobil Sulit Dinyalakan

    Kondisi yang paling sering terjadi ketika aki mobil tekor adalah mesin mobil sulit dihidupkan. Hal ini biasanya ditandai dengan suara listrik mengalir ke sistem starter mesin, namun mobil tetap tidak menyala.

    2. Lampu Indikator Menyala

    Ciri lainnya adalah lampu indikator yang menyala. Hal ini biasanya menjadi tanda ketika tegangan listrik pada aki mobil menurun. Lampu indikator tersebut berfungsi sebagai tanda peringatan dini bahwa ada masalah dengan sistem kelistrikan mobil.

    3. Klakson dan Lampu Mobil Menyala Lemah

    Ketika aki tekor atau tidak bertenaga, maka klakson dan lampu mobil akan menyala secara lemah. Segera periksa aki mobil jika mengalami hal ini. Lampu yang menyala lemah bisa membahayakan dii jalan.

    4. Ada Bau Aneh Saat Mesin Mobil Dinyalakan

    Ciri-ciri yang terakhir adalah munculnya bau aneh dari aki mobil ketika mesin dihidupkan. Aki yang soak, tekor, atau rusak secara serius bisa mengeluarkan bau karena sel-selnya mulai rusak.

    Demikian tadi cara memancing aki mobil yang tekor secara aman, lengkap dengan penyebab aki mobil tekor dan ciri-cirinya.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Alasan Menyalakan Mobil Matic Harus Direm Dahulu, Awas Keliru!


    Jakarta

    Seperti motor matic, menyalakan mobil matic juga harus direm dahulu. Hal ini berbeda dengan kendaraan manual yang bisa langsung distarter tanpa direm terlebih dahulu.

    Apakah detikers tahu alasannya? Yuk ketahui alasan menyalakan mobil matic harus direm dahulu. Simak juga cara melakukan starter yang benar dalam artikel ini.

    Alasan Mobil Matic Harus Direm Saat Dinyalakan

    Salah satu perbedaan yang terasa saat mengoperasikan mobil matic dibandingkan dengan mobil manual adalah saat melakukan starter. Pada saat menyalakan mobil, pedal rem harus diinjak agar mesin bisa menyala.


    Dikutip dari situs Toyota Astra, alasan menyalakan mobil matic harus direm dahulu adalah demi keselamatan pengemudi. Dengan menginjak rem, mobil tidak langsung bergerak ketika mesin menyala.

    Sistem transmisi mobil matic mengandalkan kopling yang masih terhubung dengan mesin dan transmisi, meskipun mesin dalam kondisi mati. Jika sistemnya tidak dibuat demikian, maka mobil berisiko bergerak sendiri saat dinyalakan, meskipun bergerak pelan.

    Dengan demikian, menginjak rem berfungsi untuk memastikan mobil tidak bergerak saat dinyalakan. Jika tiba-tiba mobil berjalan saat menyalakan mesin, maka akan berbahaya. Apalagi jika pengemudi masih dalam tahap belajar, kemungkinan akan kaget dan tidak bisa mengendalikan hingga berakibat fatal.

    Cara Menyalakan Mobil Matic untuk Pemula

    Bagi pemula, berikut ini cara menyalakan mobil matic yang benar dan aman, seperti dilansir dari laman Daihatsu Indonesia.

    1. Posisikan Tuas Pada ‘P’

    Langkah pertama, pastikan posisi tuas berada di P, yaitu untuk fungsi parkir. Dalam mode ini, mobil dalam posisi aman, tidak bisa bergerak.

    Ada juga mobil yang posisinya berada di N atau netral. Hal ini tidak masalah, yang penting jangan sampai berada di posisi R (reverse/mundur) atau D (drive/maju).

    2. Jangan Buru-buru Menyalakan Mesin

    Jangan buru-buru menyalakan mesin. Setelah menyalakan sistem kelistrikan, pastikan jarum dan indikatornya sudah aktif, baru kemudian menyalakan mesinnya. Beberapa jenis mobil matic juga mengeluarkan suara ketika sistem kelistrikan sudah hidup.

    3. Injak Pedal Rem Saat Starter

    Cara yang sudah kita bahas di awal, kita harus menginjak pedal rem saat melakukan starter. Hal ini dilakukan agar mobil tidak langsung bergerak sehingga membuat pengemudi kaget.

    4. Injak Rem Pindah Tuas

    Tak hanya saat menyalakan mesin, menginjak rem juga harus dilakukan saat memindahkan tuas. Misalnya dari tuas P ingin dipindah ke posisi R atau D, maka harus menekan bagian rem. Hal ini juga mencegah risiko kerusakan pada mesin mobil.

    5. Ketahui Kode Tuas Transmisi

    Selain itu, pastikan detikers tahu kode huruf yang berada pada tuas transmisi. Pada umumnya, kode tuas mobil matic terdiri dari P, D, R, N, dan L. Jangan sampai salah memposisikan tuas, karena bisa membahayakan diri.

    Demikian tadi alasan menyalakan mobil matic harus direm dahulu, yaitu agar mobil tidak langsung bergerak saat distarter. Buat pemula, pastikan menyalakan mobil dengan cara yang benar dan aman, ya!

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Oli Apa Saja yang Harus Diganti pada Mobil Matic?



    Jakarta

    Oli mobil matic ada beberapa jenis. Untuk menjaga performa, oli apa saja yang harus diganti pada mobil matic?

    Mengganti oli pada mobil matic merupakan salah satu perawatan penting yang dilakukan secara berkala. Untuk itu, pemilik kendaraan harus senantiasa melakukan penggantian oli secara rutin guna membuat komponen mobil matic terhindar dari kerusakan.

    Bicara oli pada mobil matic, rupanya tidak hanya satu jenis. Mengutip laman Daihatsu Indonesia, ada beberapa jenis oli yang harus diganti. Berikut rinciannya.


    Jenis Oli Mobil Matic yang Harus Diganti

    1. Oli Transmisi

    Oli transmisi berfungsi untuk melumasi persneling mobil. Agar transmisi mobil matic berjalan dengan baik, wajib dilakukan pergantian oli secara konsisten. Pergantian oli transmisi juga penting untuk menjaga kinerja mesin dan pergantian gigi secara optimal.

    2. Oli Rem

    Oli rem juga perlu dilakukan penggantian. Hal ini dilakukan agar rem bisa berfungsi dengan optimal. Volume oli rem harus dicek secara konsisten agar kadar oli tidak berada di bawah garis minimal. Kamu juga harus memperhatikan perubahan warna pada oli. Segera lakukan pergantian oli jika warna berubah menjadi coklat atau kehitaman.

    Pergantian oli rem pada umumya dilakukan minimal satu kali dalam dua tahun. Tapi bisa jadi waktunya berbeda tergantung dari kondisi dan kebutuhan mobil kamu.

    3. Oli Power Steering

    Oli power steering juga perlu perhatian khusus. Makanya, tetap ada pergantian oli power steering yang dilakukan. Pasalnya, oli power steering ini berfungsi sebagai pompa hidrolik supaya pengemudi lebih mudah mengendalikan setir. Oli power steering juga berperan dalam menjaga ritme kerja komponen sistem kemudi mobil.

    Oli power steering harus dilakukan pergantian secara berkala bila sudah berubah warna jadi cokelat atau hitam.

    4. Oli Gardan

    Oli gardan berfungsi untuk melumasi gardan mobil. Gardan adalah gear yang lokasinya di as roda mobil. Oli gardan mirip dengan oli transmisi, namun hanya digunakan untuk penggerak roda belakang. Oli gardan berfungsi untuk menyambungkan transmisi dan gardan agar kemampuan kerja mesin jadi lancar. Oli gardan diganti saat mobil sudah melebihi jarak tempuh 20.000 km.

    (dry/din)



    Sumber : oto.detik.com

  • 8 Tips Merawat Mobil Tanpa Garasi yang Kena Panas dan Hujan


    Jakarta

    Tidak semua rumah dilengkapi dengan garasi. Beberapa rumah hanya memiliki carport dengan atap seadanya, sehingga mobil berisiko terkena panas dan hujan.

    Jika dibiarkan, bodi mobil lama-kelamaan rusak atau cacat. Untuk mencegah risiko ini, simak 8 tips merawat mobil tanpa garasi berikut ini.

    Tips Merawat Mobil Tanpa Garasi

    Berikut ini 8 tips merawat mobil tanpa garasi yang sering kepanasan dan kehujanan, seperti dilansir dari situs Balai Lelang Serasi (IBID) Astra dan Astra Otoshop:


    1. Tutup Pakai Cover

    Jika belum bisa membangun garasi, detikers bisa membeli cover mobil yang berkualitas. Cover ini sebaiknya memiliki daya tahan air tinggi dan anti UV. Pilih cover yang berbahan lembut agar tidak menimbulkan goresan.

    Ukuran cover juga perlu diperhatikan pemilik mobil. Pilih secara proporsional sesuai dengan ukuran mobil dan dilengkapi dengan tali pengikat agar tidak mudah lepas karena tertiup angin.

    2. Lapisi dengan Kaca Film

    Bagian kaca mobil juga perlu dilapisi dengan kaca film. Kaca film ini tidak hanya berfungsi mengurangi silau matahari saat mengemudi, tetapi juga melindungi interior mobil dari kerusakan akibat sinar UV.

    Namun jangan sembarangan memasang lapisan film. Ada regulasi lalu lintas yang mengatur tingkat kegelapan lapisan kaca ini. Jika terlalu gelap, maka bisa-bisa kamu ditilang polisi.

    3. Gunakan Paint Protection Film

    Selain melapisi kaca, bodi juga sebaiknya dilapisi dengan paint protection film. Pelapis ini berfungsi melindungi eksterior mobil dari panas matahari, hujan, debu, serta goresan.

    4. Cuci Mobil Secara Rutin

    Tips merawat mobil tanpa garasi selanjutnya adalah mencuci mobil secara rutin. Hal ini penting dilakukan terutama jika sering kehujanan atau berada di tempat berdebu.

    Gunakan sabun khusus sesuai dengan jenis cat. Pakai lap microfiber untuk membersihkan seluruh kotoran yang menempel. Bersihkan pula bagian-bagian bawah mobil.

    5. Gunakan Carport Portabel

    Opsi lain dari garasi adalah memasang carport portabel. Carport portabel mampu melindungi mobil dari hujan dan panas.

    Ada carport portabel yang berbentuk tenda besar dan ada juga yang tenda kecil yang mudah dilepas. Yang jelas, pastikan carport portabel ini tidak mengganggu pengguna jalan yang lain.

    6. Buka Kaca Mobil Sedikit saat Panas

    Saat cuaca panas, bukalah sedikit kaca mobil sekitar 1 cm agar udara tetap bisa bersirkulasi. Ketika mobil tertutup rapat, panas dapat membuat udara di dalam sangat pengap, bahkan menimbulkan racun. Namun pastikan mobil di tempat aman agar tidak membuka peluang kejahatan.

    7. Pastikan Immobilizer Berfungsi

    Selain kerusakan, hal yang perlu diperhatikan adalah keamanannya. Sebab rumah tanpa garasi biasanya tidak memiliki pagar. Detikers harus waspada terhadap pencurian.

    Sebagian besar produsen otomotif melengkapi mobil dengan fitur immobilizer. Pastikan fitur ini berfungsi dengan baik agar tidak mudah dicuri.

    8. Gunakan Kunci Setir Mobil

    Tips agar mobil tanpa garasi tetap aman dari pencurian adalah menggunakan kunci setir mobil. Gunakan alat ini saat memarkirkan kendaraan di carport atau tempat parkir umum.

    Nah, itulah 8 tips simpel merawat mobil tanpa garasi. Pastikan tips ini selalu diterapkan supaya mobil kamu kinclong dan siap digunakan setiap saat.

    (bai/row)



    Sumber : oto.detik.com

  • Lampu Indikator Mobil Menyala Terus? Ini Arti dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Lampu indikator mobil adalah salah satu komponen yang berfungsi menjadi petunjuk terkait kondisi mobil. Termasuk dari sisi bahan bakar hingga peringatan sistem, baik saat mesin menyala ataupun mati.

    Jika lampu indikator mobil menyala terus, seringnya hal ini bisa jadi menandakan adanya masalah pada sistem kendaraan. Pahami berbagai arti dan cara untuk mengatasinya di bawah ini.

    Arti Lampu Indikator Mobil

    Secara umum, arti lampu indikator mobil yaitu untuk memberikan peringatan terkait kondisi khusus atau masalah yang terjadi pada mobil. Namun, sejatinya setiap lampu indikator punya arti.


    Dikutip dari laman Astra Daihatsu dan Carsome Indonesia, berikut adalah beberapa arti lampu indikator mobil menyala yang sering dialami para pengguna mobil:

    1. Lampu Indikator Pengisian Aki

    Lampu aki menyala bisa jadi tanda beberapa masalah, seperti aki yang lemah atau rusak, alternator bermasalah, hingga sabuk penggerak yang kendor.

    Cara Mengatasinya:
    Segera cek ketersediaan dan kebersihan aki mobil. Pengendara juga bisa membawanya ke tempat servis terdekat.

    2. Lampu Indikator Check Engine

    Jika simbol menyala pada indikator artinya ada masalah dalam mesin mobil. Bisa jadi hal karena ada tutup bensin yang tidak rapat maupun sensor mesin yang harus diganti.

    Cara Mengatasinya:
    Cek kondisi tangki mobil dan pastikan tertutup rapat. Pastikan menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang baik.

    Apabila lampu indikator ini masih menyala terus, segera bawa ke bengkel servis terdekat untuk pengecekkan lebih menyeluruh.

    3. Lampu Indikator ABS (Anti-lock Braking System)

    Lampu rem ABS menyala ketika sistem pengecekkan berjalan dan mati sendiri. Namun, saat lampu ini terus menyala maka menandakan ada masalah di dalamnya.

    Cara Mengatasinya:
    Pastikanlah agar tidak ada kabel di dekat roda yang kendor atau rusak.

    4. Lampu Indikator Fog

    Fog lamp (lampu kabut) menyala jika kita mengaktifkannya di daerah tinggi atau berkabut. Fungsi lampu indikator adalah membantu penerangan jalan di tengah hujan maupun kabut yang menghalangi.

    5. Lampu Indikator Rem Parkir

    Simbol huruf “P” adalah tanda rem parkir yang sedang aktif. Ketika mobil berjalan dan lampu indikator ini masih menyala berarti rem tangan mobil belum dilepas atau dinonaktifkan.

    Cara Mengatasinya:
    Segera lepaskan rem tangan kemudi ketika berjalan. Selain bisa membuat mobil terasa lebih berat, ini juga akan membuat minyak rem tabung reservoir habis.

    6. Lampu Indikator Tekanan Ban Mobil

    Lampu indikator tekanan mobil menyala menandakan adanya tekanan angin dalam ban berkurang sebanyak 25% (dari jumlah seharusnya).

    Lampu ini akan menyala beberapa detik, ketika mesin kendaraan menyala dan segera mati saat tekanan ban sudah dalam kondisi normal.

    Cara Mengatasinya:
    Segera periksa tekanan ban untuk melakukan pengisian angin.

    7. Lampu Indikator Electric Power Steering (EPS)

    Lampu EPS yang menyala berarti ada indikasi kerusakan pada stir mobil. Biasanya, hal ini juga diikuti dengan setir mobil yang terasa lebih berat.

    Penyebab lampu indikator EPS menyala yaitu karena mobil terlalu sering menerjang banjir, atau minyak pada power steering sudah menipis.

    Cara Mengatasinya:
    Kurangi frekuensi melewati genangan air yang tinggi. Tujuannya agar kondisi mobil tidak semakin parah.

    8. Lampu Indikator Busi Pijar

    Apabila lampu indikator busi pijar menyala dan berkedip, ini tandanya ada masalah pada busi. Gejalanya adalah adanya guncangan saat mengendarai mobil.

    Makanya, pengendara disarankan untuk selalu memeriksa dan mengganti busi mobil ketika sudah melewati jarak tempuh 40.000 – 60.000 kilometer.

    9. Lampu Peringatan Power Steering

    Lampu indikator peringatan power steering menyala berarti adanya masalah dengan power steering. Biasanya, penyebab nya adalah minyak power steering yang berkurang.

    Meskipun tIdak ada dampak signifikan yang terjadi, namun hal ini cenderung membuat stir terasa menjadi berat.

    10. Lampu Indikator Level Pendingin Rendah

    Indikator level pendingin rendah disebabkan karena suhu temperatur cairan coolant atau pendingin mesin terlalu tinggi. Seringnya, hal ini menjadi tanda bahwa mobil sedang mengalami overheating.

    Cara Mengatasinya:
    Jika lampu indikator ini menyala, segeralah menepi sejenak dan matikan mesin mobil. Jangan membuka mesin, tunggulah hingga mobil lebih sejuk. Setelah itu, tambahkan cairan coolant ke dalam radiator mobil (hindari untuk mengisinya dengan air biasa).

    Cara Mengatasi Lampu Indikator Mobil Menyala Terus

    Lampu indikator mobil yang menyala terus perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi lampu indikator mobil menyala terus:

    • Periksa bagian mesin dan komponen di dalamnya.
    • Cobalah untuk lepaskan kepala aki dan pasang kembali untuk cek masih layak atau tidak.
    • Melakukan service mobil berkala.
    • Lakukan pengecekan secara menyeluruh ke bengkel dan memperbaiki kerusakan yang ada.

    Dari uraian di atas, diharapkan detikers tidak lagi mengabaikan lampu indikator yang menyala ya. Karena hal ini punya konsekuensi serius bagi keselamatan, kinerja mobil, dan biaya yang perlu dikeluarkan atas perbaikan di masa depan.

    (khq/fds)



    Sumber : oto.detik.com

  • Ini Jenis Oli yang Cocok Buat Mobil Hybrid



    Jakarta

    Varian mobil hybrid semakin banyak di Tanah Air. Berbeda dengan mobil konvensional, mobil hybrid punya tambahan berupa baterai, generator, dan motor listrik. Lantas dari segi oli mesin, adakah perbedaan antara oli mesin mobil hybrid dan mobil konvensional?

    Dijelaskan Osmar Wijaya dari Sunda Motor Express, oli mobil hybrid punya perbedaan dari oli mobil konvensional. Kata Osmar, mobil hybrid yang kerja mesinnya lebih ringan, tak perlu menggunakan oli yang terlalu kental.

    Innova Zenix Hybrid dan Innova Zenix.Ilustrasi mesin mobil hybrid Foto: dok. Toyota-Astra Motor

    “Kalau mesin hybrid butuh viskositas yang lebih encer, lebih tipis, karena kerja mesinnya kan nggak terlalu berat lagi,” ungkap Osmar dalam keterangannya, Selasa (24/9).


    “Jadi (mobil hybrid) butuh oli yang lebih encer. Biasa 0W, kalau yang paling kental mungkin 5W. Ada biasanya 0W-20 bahkan 0W-16. Daya pelumasan yang cepat dan mampu menjangkau bagian tersempit, membuat viskositas yang dibutuhkan rendah,” jelas Osmar lagi.

    Sementara untuk interval penggantian oli mesin mobil hybrid, umumnya sama, yakni setiap interval 10 ribu km atau per enam bulan sekali. Penggantian oli mobil hybrid juga bergantung beberapa faktor, seperti jarak tempuh, kondisi jalan, dan juga gaya mengemudi.

    “Melihat tren mobil hybrid yang terus berkembang, membuat Sunda Motor Express menyediakan beragam merek pelumas untuk mobil hybrid dari yang harganya terjangkau (budget oil) hingga merek premium,” ungkap Osmar.

    “Sunda Motor Express juga melayani penggantian oli, kuras oli transmisi matic, purging diesel, dan injector cleaner. Buat pengerjaan, lokasi kami bisa memuat 5-8 mobil yang bisa dikerjakan bersamaan. Prosesnya pun singkat, misal penggantian oli hanya butuh 15 menit dan pekerjaan injector cleaner hanya 1 jam,” tukas Osmar.

    (lua/dry)



    Sumber : oto.detik.com