Tag: teh

  • 5 Minuman Herbal Ini Cocok Diminum oleh Penderita PCOS

    5 Minuman Herbal Ini Cocok Diminum oleh Penderita PCOS


    Jakarta

    Penderita PCOS tentu harus menjaga pola makan, tidak boleh makan atau minum sembarangan. Jika Kamu menderita PCOS, sebaiknya mulai konsumsi 5 minuman herbal ini.

    PCOS adalah penyakit hormonal yang sering dialami oleh para wanita. Gangguan hormon ini biasanya terjadi pada wanita di usia subur. PCOS ditandai dengan gangguan menstruasi dan kadar hormon maskulin yang berlebihan.

    Hormon maskulin atau androgen yang berlebihan bisa mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong berisi cairan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel telur tidak berkembang dengan sempurna.


    Sindrom ini seringkali menyebabkan masalah pada penderitanya, seperti menstruasi tidak teratur, penambahan berat badan, dan ketidakseimbangan hormon.

    Sebenarnya ada banyak pengobatan konvensional untuk mengatasinya. Namun, beberapa orang mungkin lebih suka mengobatinya secara alami. Salah satu caranya dengan mengubah pola makan lebih sehat.

    Tidak hanya membatasi makanan, tetapi asupan minuman juga perlu diperhatikan. Jika kamu mengalami masalah PCOS dan sedang berjuang melawannya, kamu bisa beralih ke konsumsi minuman herbal.

    Sejumlah minuman herbal telah disetujui para ahli bahwa dapat membantu mengatasi masalah penderitanya.

    Minuman herbal apa saja yang direkomendasikan? melansir Food.ndtv.com ((26/07/2024)), berikut daftarnya!

    1. Teh spearmint

    Teh Spearmint untuk jerawatTeh Spearmint dapat membantu mengatasi gejala bagi penderita PCOS. Foto: Getty Images/Liudmila Chernetska

    Jika kamu mengalami peningkatan testosteron, hirsutisme, dan kesulitan berovulasi, maka teh spearmint dapat membantu.

    Teh ini akan meningkatkan ovulasi dan mengurangi androgen jika kamu meminumnya setiap hari, di pagi atau malam hari.

    Teh spearmint juga merupakan minuman yang tinggi kandungan antioksidan. Kandungan ini baik untuk melawan radikal bebas pada tubuh. Teh ini juga bisa mengembalikan dan merawat kondisi kulit yang rusak akibat paparan radikal bebas.

    2. Teh bunga telang

    manfaat dari teh bunga telangSalah satu manfaat dari teh bunga telang yaitu bisa melawan jerawat akibat PCOS. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Jika kamu berjuang melawan jerawat akibat PCOS, maka kamu bisa mengatasinya dengan minum teh bunga telang. Teh ini membantu mengurangi kadar kortisol dalam tubuh. Pada gilirannya, itu dapat mengurangi perubahan suasana hati, insomnia, dan masalah hormonal lain.

    Teh bunga telah juga mengandung antosianin, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa tersebut dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.

    Menurut para ahli, kamu bisa mulai mengonsumsi teh ini sebelum tidur.

    Daftar minuman herbal lainnya yang cocok untuk penderita PCOS bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Teh jahe dan kayu manis

    Ilustrasi air jahe dan kayu manisTeh dengan campuran jahe dan kayu manis baik untuk mengendalikan gejala PCOS. Foto: Shutterstock

    Dr. Savaliya menyebut jahe memiliki sifat anti peradangan yang membantu mengendalikan gejala PCOS maupun masalah menstruasi lain, seperti kram, hingga sakit kepala.

    Di sisi lain, kayu manis juga mengandung banyak mineral penting, seperti kalsium, serat, zat besi, dan mangan. Flavonoid di dalamnya yang disebut Cinnamaldehyde juga diketahui dapat meningkatkan kadar progesteron dalam tubuh dan mengurangi androgen.

    Dengan khasiat yang luar biasa, para pakar merekomendasikannya untuk mengonsumsi teh ini dua kali dalam seminggu.

    4. Teh bunga kembang sepatu

    cup of tea hibiscus     on a wooden backgroundHibiscus tea juga menawarkan manfaat yang baik untuk penderita PCOS Foto: Thinkstock

    Menurut ahli Ayurveda, teh hibiscus atau teh dari bunga kembang sepatu juga mengandung banyak antioksidan dan fitokimia yang membantu mengembalikan keseimbanagan hormon, dan mendorong ovulasi yang konsisten.

    Manfaat itu berujung membantu penderita PCOS untuk kembali mengalami menstruasi teratur. Kamu bisa minum teh setiap 1-2 jam sebelum atau sesudah makan.

    5. Teh chamomile

    Teh chamomile yang memiliki efek menenangkan dan rileks ini juga bisa membantu penderita PCOS.

    Penderita PCOS biasanya sering membuat orang menjadi emosional, dan dapat mengganggu fungsi tubuh lainnya hingga merusak sistem kekebalan tubuh.

    Dengan minum teh ini, seseorang bisa lebih santai dan tetap tenang selama perubahan suasana hati emosional.

    (aqr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! Ini Waktu Terburuk untuk Minum Kopi dan Teh

    Catat! Ini Waktu Terburuk untuk Minum Kopi dan Teh


    Jakarta

    Kopi dan teh umum dikonsumsi dan menjadi jenis minuman yang populer. Kalau ingin merasakan manfaatnya, perhatikan waktu tepat mengonsumsinya.

    Kopi dan teh merupakan jenis minuman populer yang umum dikonsumsi setiap hari. Kedua minuman ini juga diketahui menyimpan beragam manfaat sehat untuk tubuh.

    Sebenarnya banyak orang menikmati kedua minuman ini kapan saja. Beberapa suka menikmati pada pagi hari, tak jarang juga yang sore hari.


    Dilansir dari Food NDTV (22/7), ternyata mengonsumsi kopi dan teh ada waktu terbaiknya. Naming ada juga waktu terburuk untuk menikmatinya.

    Hal ini diungkapkan oleh ahli diet, Dr Dixa Bhavsar Savaliya. Ia mengungkapkan dalam unggahan video Reels Instagram.

    Berikut konsisi atau waktu terburuk untuk mengonsumi kopi dan teh:

    1. Saat Perut Kosong

    Minum kopi setelah makan dagingMinum kopi setelah makan daging Foto: iStock

    Kopi dan teh adalah minuman yang mengandung kafein tinggi. Oleh karenanya tak baik jika langsung dikonsumsi saat pagi hari saat perut masih kosong.

    Dr Savaliya juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi kopi dan teh pada waktu tersebut. Karena, kafein yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengganggu produksi kortisol, hormon stres utama, dan memunculkan rasa cemas, serta hilang keseimbangan.

    2. Saat Makan

    Minum kopi dan teh juga sebaiknya menghindari waktu makan. Karena, kopi dan teh bersifat asam yang dapat menghambat pencernaan.

    Jika mengonsumsinya bersamaan dengan makanan yang mengandung protein tinggi, maka akan menghambat proses pencernaan. Hal ini dikarenakan kafein bersifat asam.

    Selain itu, teh juga dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi segera setelah makan. Untuk mengoptimalkan pencernaan dan penyerapan nutrisi, sebaiknya menghindari kopi atau teh dalam kurun waktu 1 jam sebelum dan sesudah makan.

    3. Sore Hari Setelah Pukul 16.00

    Kopi dan teh ini sebaiknya juga dihindari saat sore hari, terutama setelah pukul 16.00. Bagi mereka yang menikmati secangkir minuman di malam hari, ketahuilah kalau kafein dapat memberikan dampak yang buruk.

    Dr Savaliya merekomendasikan untuk menghindari kafein dari kopi dan teh setidaknya 10 jam sebelum tidur. Hindari mengonsumsinya setelah pukul 16.00, karena dapat meningkatkan kualitas tidur, mendukung detoksifikasi hati, mengurangi kadar kortisol, hingga meningkatkan pencernaan.

    Lantas, berapa banyak asupan atau konsumsi kopi yang aman?

    Menurut Indian Council of Medical Research (ICMR), baik kopi maupun teh mengandung kafein. Kandungan ini dapat merangsang sistem saraf pusat dan menyebabkan ketergantungan.

    Batas harian mengonsumsi kopi dan teh tidak disarankan melebihi 300 miligram. Secangkir kopi seduh (150 ml) mengandung 80-120 mg kafein. Lalu, kopi instan mengandung sekitar 50-65 mg kafein, sedangkan secangkir teh mengandung 30-65 mg kafein.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Jenis Teh Kaya Antioksidan Terbaik Menurut Ahli


    Jakarta

    Antioksidan adalah senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Senyawa ini bisa didapat dengan konsumsi 5 jenis teh yang kaya antioksidan ini.

    Teh merupakan minuman yang sudah dinikmati sejak zaman dulu. Bahkan, menjadi minuman populer kedua di dunia. Variasinya beragam mulai dari teh hijau, teh hitam, teh putih, maupun teh herbal yang diracik dari bunga, rempah, atau tumbuhan tertentu.

    Setiap cangkir teh juga penuh dengan manfaat kesehatan. Pasalnya, teh merupakan salah satu sumber antioksidan utama.


    Antioksidan merupakan senyawa yang telah dikaitkan dengan kesehatan lebih baik dan penurunan risiko penyakit. Antioksidan ini juga dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas yang berbahaya.

    Salah satu kategori antioksidan disebut polifenol. Menurut ahli gizi, teh mengandung tiga subkelas polifenol yang bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh. Sehingga, mengonsumsi teh kaya antioksidan dapat menunjang kesehatan lebih baik.

    Lantas, jenis teh apa saja yang kaya akan antioksidan? Melansir eatingwell.com (31/07/2024), berikut daftarnya:

    1. Teh hitam

    Teh Hitam. Secangkir teh hitam mengandung sekitar 47 mg kafein. Teh hitam dengan kafein yang tidak terlalu tinggi ini bisa jadi alternatif. Namun, tak semua teh mengandung kafein, contohnya teh herbal.Teh hitam memiliki kandungan polifenol, termasuk flavonoid dan katekin yang bermanfaat, Foto: Getty Images/Esin Deniz

    Teh hitam merupakan teh yang paling banyak dikonsumsi. Teh ini juga sering menjadi bahan dasar beberapa minuman, seperti masala chai, teh Thailand, hingga milk tea boba.

    Teh hitam berasal dari tanaman Camellia Sinensis yang diproses dengan persiapan khusus. Menggunakan daun yang difermentasi sepenuhnya.

    Kandungan di dalam teh hitam pun banyak yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Di dalamnya ada sejumlah polifenol, termasuk flavonoid, katekin, dan theaflavin. Karena daun teh hitam dibiarkan teroksidasi sepenuhnya, teh hitam sangat kaya akan thearubigin.

    Ahli bernama Spano juga menemukan manfaat kesehatan minum teh hitam. Menurut studi observasional yang disebut eatingwell, minum 2 sampai 3 cangkir teh per hari dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung dan stroke.

    2. Teh hijau

    Hobi Makan Gorengan? Bisa Netralisir Pakai Teh Hijau hingga BuahMinum teh hijau juga menawarkan antioksidan tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan. Foto: Ilustrasi iStock

    Teh hijau menempati posisis kedua dalam popularitas teh global. Teh ini dipuji karena berbagai manfaat kesehatannya, mulai dari peningkatan fungsi otak hingga penurunan gula darah dan peradangan usus.

    Tidak seperti teh hitam, teh hijau dibuat dari daun teh segar yang tidak difermentasi.

    Teh hijau kaya akan katekin, sejenis antioksidan dan polifenol. Teh hijau juga memiliki konsentrasi katekin lebih tinggi daripada teh hitam atau teh oolong.

    Katekin yang paling umum ditemukan adalah Epigallocatechin 3-gallate (EGCG). Katekin ini dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, penyakit kardiovaskular, dan gangguan neurodegeneratif.

    Teh kaya antioksidan lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Teh hibiscus

    Teh hibiscus atau teh kembang sepatu juga tidak kalah bermanfaat. Konsumsi teh ini telah dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kesehatan jantung, pengelolaan diabetes, dan berpotensi menurunkan berat badan.

    Ahli Spanos menyoroti manfaatnya bagi kesehatan jantung karena mengandung banyak flavonoid, termasuk antosianin dan quercetin.

    Teh hibiscus jufa dapat menurunkan kolesterol LDL (jahat) dan trigliserida. Penelitian yang disebut eatingwell juga menunjukkan teh ini dapat berfungsi sama dengan obat tekanan dara yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah.

    4. Teh oolong

    Dry pea flowers. Organic thai butterfly pea tea on blue backgroundDi dalam teh oolong ada antioksidan dan antikanker yang baik. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh tradisional China ini merupakan campuran dari teh hijau dan teh hitam. Teh ini difermentasi sebagian dan kaya akan antioksidan.

    Teh oolong juga mengandung teaflavin, polifenol yang memiliki sifat antioksidan dan antikanker.

    Konsumsi teh oolong terbukti ampuh untuk membantu menurunkan berat badan dan mengatur gula darah. Seperti teh hitam dan teh hijau, teh oolong juga mengandung L-Theanin, yaitu asam amino yang dapat membantu relaksasi, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi kecemasan dan stres.

    5, Teh putih

    Teh putih dikonsumsi di seluruh dunia, tetapi paling populer di China. Teh ini dibuat dari daun muda yang dipetik, dikukus, atau dibakar, lalu dikeringkan. Lalu, teh mengalami oksidasi minimal dan mengandung katekin dalam jumlah tinggi, bersama dengan flavonoid dan theaflavin.

    Beberapa penelitian yang disebut Eating Well menemukan teh putih mengandung konsentrasi antioksidan tertinggi dibandingkan dengan teh lainnya dan juga mengandung lebih sedikit kafein.

    Teh putih bisa dinikmati dalam keadaan panas atau dicampur dengan es.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 12 Manfaat Rebusan Serai, Bantu Redakan Batuk hingga Bikin Rileks

    12 Manfaat Rebusan Serai, Bantu Redakan Batuk hingga Bikin Rileks

    Jakarta

    Serai termasuk dalam tanaman obat yang memiliki sejumlah khasiat. Cara mengolahnya adalah dengan merebus batang atau daunnya.

    Air rebusan serai ini memiliki aroma wangi menyegarkan. Untuk menambahkan khasiat, serai bisa dicampur dengan jahe, kunyit, lemon, maupun madu.

    Di bawah ini akan kita ulas 12 manfaat rebusan serai. Di antaranya dapat meredakan batuk hingga membuat pikiran menjadi rileks.


    Manfaat Rebusan Serah

    Berikut ini 12 manfaat rebusan serai untuk kesehatan tubuh:

    1. Bantu Meredakan Batuk

    Dilansir dari Netmeds, air rebusan serai bermanfaat untuk meredakan batuk, sakit tenggorokan, dan flu biasa, karena memiliki geraniol dan citronellol yang merupakan senyawa antiseptik. Cukup rebus beberapa helai serai untuk mendapatkan minuman berkhasiat.

    2. Sebagai Antioksidan

    Penelitian tahun 2005 dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry, yang dikutip dari buku Rempah-Rempah (Bumbu Dapur, Kaya Manfaat) oleh Inti Aisyah (Aisyah Putri), menunjukan serai mengandung beberapa antioksidan yang bisa membantu membersihkan radikal bebas dalam tubuh.

    Beberapa antioksidan tersebut antara lain asam klorogenat, isoorientin, dan swertia japonica. Senyawa ini memiliki manfaat untuk membantu mencegah disfungsi sel-sel di dalam arteri koroner.

    3. Membantu Menangani Infeksi Mulut dan Gigi Berlubang

    Sifat antimikroba pada rebusan serai dapat membantu tubuh mengatasi infeksi mulut dan gigi berlubang. Penelitian in vitro tahun 2012 yang diterbitkan National Institutes of Health menunjukkan, minyak atsiri serai dapat mengatasi bakteri Streptococcus mutans yang menyebabkan kerusakan gigi.

    4. Meredakan Kram Akibat Haid

    Manfaat rebusan sereh juga bisa dirasakan wanita yang merasakan kram akibat haid, perut kembung, dan hot flashes (kondisi merasakan sensasi panas). Secara teori, serai mengandung antiradang yang bisa bermanfaat menenangkan perut.

    5. Memperbaiki Saluran Pencernaan

    Teh serai dapat bermanfaat untuk memperbaiki saluran pencernaan, sehingga mengatasi masalah pencernaan. Studi pada hewan pengerat tahun 2012 yang diterbitkan National Institutes of Health menjelaskan, serai efektif mengatasi tukak lambung dan melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat aspirin dan etanol.

    6. Mengontrol Kolesterol

    Penelitian tahun 2011 oleh Gagan Shah, dkk, menunjukkan ekstrak minyak serai bermanfaat membantu menurunkan kolesterol pada hewan, bergantung pada dosisnya.

    Ada kemungkinan air rebusan serai juga memiliki manfaat serupa. Namun masih dibutuhkan lebih banyak penelitian mengenai hal ini.

    Teh serai bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan, karena kandungannya baik untuk metabolisme tubuh. Rebusan serai ini berperan sebagai teh detoks. Namun kebanyakan penelitian yang ada bukan riset ilmiah.

    8. Berpeluang Sebagai Diuretik

    Serai juga kemungkinan bisa berperan sebagai diuretik, yaitu obat untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh lewat urine. Efeknya, kita akan buang air kecil lebih sering.

    9. Anti-inflamasi

    Peradangan bisa mempengaruhi banyak masalah, termasuk stroke dan penyakit jantung. Berdasarkan Pusat Kanker Memorial Sloan Kettering, kandungan sitral dan geraniol bermanfaat sebagai anti-inflamasi untuk membantu menghentikan pelepasan tanda peradangan tertentu di tubuh.

    10. Meringankan Tekanan Darah Sistolik Tinggi

    Dalam studi observasional tahun 2012 oleh Naveed Ullah, dkk, dijelaskan kandungan serai bisa meringankan tekanan darah sistolik yang tinggi. Sebanyak 72 responden pria dalam riset yang diberi teh serai mengalami penurunan tekanan darah sistolik secara moderat. Para responden juga mengalami sedikit peningkatan tekanan darah diastolik.

    11. Membantu Mengurangi Risiko Kanker

    Kandungan citral di dalam serai diyakini memiliki kemampuan antikanker atau mencegah tumbuhnya beberapa jenis sel kanker. Beberapa ahli memberikan air rebusan serai sebagai terapi tambahan selama kemoterapi dan radiasi.

    12. Membuat Rileks

    Teh panas diketahui bisa membuat rileks, tetapi teh serai bisa membuat rileks disertai dengan kecemasan. Aroma serai membuat pikiran tenang, sehingga bisa membantu tidur nyenyak dan mengatasi insomnia.

    Kebanyakan minum rebusan serai mungkin bisa menyebabkan efek samping ringan, seperti sering buang air kecil, alergi, hingga pusing. Jika ada reaksi yang buruk dan merugikan jangan ragu segera konsultasi ke dokter.

    (row/row)



    Sumber : food.detik.com

  • Lebih Sehat Minum Teh atau Jus di Pagi Hari? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Selain kopi atau susu, beberapa orang lebih suka minum teh atau jus di pagi hari. Namun, di antara pilihan tersebut, mana yang sebenarnya lebih menyehatkan?

    Terdapat beragam minuman yang bisa dinikmati pagi hari saat sarapan. Tidak hanya kopi atau susu, sebagian juga menyukai minum teh atau jus segar di pagi hari.

    Menghidrasi tubuh di pagi hari sangat penting usai tubuh tidak mendapat asupan cairan selama sekitar tujuh hingga delapan jam. Namun, pilihan minuman di pagi hari perlu diperhatikan.


    Apakah minum teh atau jus buah segar di pagi hari merupakan pilihan yang baik? Berikut faktanya seperti dilansir dari Healthshots.com (28/03/2024).

    1. Manfaat minum teh pagi hari

    alasan rutin minum tehMinum teh di pagi hari sebenarnya diperbolehkan karena teh menawarkan manfaat baik untuk kesehatan. Foto: iStock

    Menurut ahli Ekta Singhwal, baik teh atau jus sebenarnya bagus diminum pagi hari, tetapi itu tergantung pada preferensi individu dan tujuan kesehatan.

    Teh, terutama teh hijau atau hitam, menyediakan antioksidan dan sedikit tambahan kafein yang membantu kewaspadaan dan metabolisme. Antioksidan itu juga membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

    Teh hijau khususnya, dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Dalam jurnal Phytomedicine yang diterbitkan tahun 2017 menemukan manfaat teh hijau untuk fungsi otak dan suasana hati.

    2. Manfaat minum jus di pagi hari

    Minum Jus JerukJus juga menyehatkan karena kandungan nutrisi di dalamnya. Foto: Getty Images/Farknot_Architect

    Jus buah segar atau jus buah murni mengandung vitamin dan mineral penting. Minum jus juga dapat meningkatkan hidrasi dan mendukung fungsi kekebalan tubuh.

    Terdapat beberapa jenis jus yang dapat diminum dan menawarkan manfaat baik. Misalnya jus jeruk yang kaya akan vitamin C dan antioksidan. Minum jus jeruk dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh dan kesehatan kulit. Jus jeruk juga dapat mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi.

    Minum jus apel juga baik karena kandungan vitamin C dan kalium di dalamnya dapat membantu pencernaan dan meningkatkan kesehatan jantung.

    Jika ingin meningkatkan kesehatan mata, kamu bisa mengonsumsi jus wortel yang kaya akan beta-karoten dan vitamin A. Sedangkan jika ingin menurunkan tekanan darah, bisa minum jus bit yang dipenuhi dengan nitrat.

    Efek samping minum teh hingga jus bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Efek samping minum teh

    Waktu minum teh berdasarkan jenisnyaNamun, ada efek samping yang perlu diperhatikan jika minum teh. Foto: Getty Images/krblokhin

    Meskipun bermanfaat bagi kesehatan, tetapi perlu diperhatikan juga efek samping dari minum teh maupun jus.

    Beberapa orang mungkin mengalami sakit perut atau asam lambung saat minum teh dalam keadaan perut kosong. Oleh karena itu, jenis teh yang dipilih juga perlu diperhatikan.

    Lebih baik memilih jenis teh yang kandungan kafeinnya tidak begitu tinggi. Asupan kafein berlebihan pada teh dapat menyebabkan kegelisahan, insomnia, atau peningkatan detak jantung pada orang sensitif

    Hindari juga minum teh susu di pagi hari karena kandungan laktosa yang tinggi dapat memengaruhi usus dan menyebabkan perut bergas.

    4. Efek samping minum jus

    Jus buah segar juga dapat dikonsumsi saat perut kosong, tetapi penting untuk memperhatikan kandungan gulanya dan potensi dampaknya terhadap kadar gula darah.

    Konsumsi jus buah berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah karena kandungan gula yang ada di dalam buah itu sendiri maupun gula tambahan di dalamnya. Untuk itu, jus buah perlu dikonsumsi secukupnya saja.

    Bisa juga dengan memadukannya bersama sumber protein atau serat lain seperti kacang-kacangan atau roti gandum utuh. Makanan ini dapat mengurangi potensi lonjakan gula darah dan memberikan asupan di awal hari yang lebih seimbang.

    Teh atau jus keduanya sama-sama bermanfaat dan boleh saja dikonsumsi di pagi hari. Asalkan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing individu maupun tujuannya. Perlu diingat juga untuk minum teh atau jus secukupnya, jangan berlebihan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Jangan Minum Teh Saat Sedang Makan Pedas, Ini Efek Sampingnya


    Jakarta

    Teh sering diminum untuk meredakan rasa pedas di lidah. Namun, kombinasi teh dan makanan pedas ternyata berefek buruk untuk kesehatan. Ini sebabnya.

    Selain kopi, teh juga menjadi minuman favorit banyak orang. Bahkan, beberapa orang suka mengandalkannya sebagai pereda usai menyantap makanan pedas.

    Meskipun enak dan cocok saja diminum setelah menyantap makanan pedas, tetapi kombinasi ini bukanlah pilihan tepat. Terlebih ketika racikannya dibuat dari jenis-jenis teh dengan kandungan kafein kuat, seperti teh hitam.


    Minum teh usai makan pedas sebenarnya bisa menimbulkan berbagai macam gejala yang menganggu. Oleh karenanya, kombinasi ini perlu dihindari.

    Melansir Times of India (05/12/2024), berikut alasan perlu menghindari minum teh saat makan pedas.

    1. Picu asam lambung naik dan mulas

    Waktu minum teh berdasarkan jenisnyaKandungan teh jika dibarengi makan pedas bisa menyebabkan refluks asam. Foto: Getty Images/krblokhin

    Makanan pedas dikenal memicu refluks asam dan nyeri di dada atau tenggorokan pada sebagian orang.

    Teh hitam terutama mengandung tanin, berupa polifenol yang bisa mengiritasi lapisan lambung. Ketika diminum bersamaan dengan makanan pedas, bisa membuat iritasi lambung semakin buruk dan meningkatkan refluks asam.

    Kandungan tanin juga mampu meningkatkan produksi asam lambung, membuat perut justru merasa tidak nyaman dan semakin parah.

    2. Menyebabkan iritasi perut

    ilustrasi minum teh hijauMinum teh bareng makan pedas juga sebabkan iritasi perut. Foto: thinkstock

    Hampir semua teh, seperti teh hitam dan teh hijau mengandung kafein yang dapat mengiritasi sistem pencernaan.

    Kafein di dalam teh juga bisa meningkatkan produksi asam lambung di perut, yang mana jika dikombinasikan dengan makanan pedas, bisa semakin parah.

    Pasalnya, rempah pedas, seperti cabai mengandung senyawa capsaicin. Ketika dikonsumsi berlebihan bisa membuat perut iritasi.

    Lalu saat kafein bercampur dengan capsaicin, nantinya bisa memproduksi lebih banyak asam lambung di perut dan membuat sistem pencernaan semakin sensitif.

    Mereka yang lambungnya sensitif atau rentan terhadap tukak lambung bisa semakin parah kondisinya jika minum teh saat makan pedas. Mulai dari menyebabkan perut kembung, kram, dan rasa tidak nyaman.

    Jika ingin tetap minum teh dan menghindari efek kafeinnya, bisa pilih racikan teh herbal.

    Alasan lain mengapa minum teh usai makan pedas bahaya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Kandungan tanin menganggu pencernaan

    Teh hitamKandngan teh sepertu tanin jika digabung kengan kandungan dalam makanan pedas bisa mneganggu pencernaan. Foto: iStock

    Tanin merupakan salah satu kandungan kafein yang dapat ditemukan dalam banyak jenis teh. Kandungan ini pun dapat menganggu penyerapan nutrisi, terutama jika dikonsumsi bersama makanan pedas.

    Senyawa ini memiliki kemampuan untuk mengikat protein dan mineral tertentu, seperti zat besi, sehingga mengurangi bioavailabilitasnya.

    Makanan pedas mungkin mengandung bahan yang bisa membantu pencernaan, tetapi jika dikombinasikan dengan teh yang mengandung tanin, penyerapan nutrisi dari makanan pedas pun terhambat.

    4. Bisa sebabkan sensasi terbakar

    Makanan pedas juga dapat menyebabkan sensasi terbakar di mulut karena kandungan capsaicin (senyawa yang bertanggung jawab atas rasa pedas).

    Dalam hal ini, susu atau yogurt mungkin efektif menetralkan sensasi panas tersebut. Namun, tidak dengan teh yang justru semakin memperparah rasa terbakar karena suhu dan keasamannya bisa memperparah selaput lendir di mulut.

    Oleh karenanya, teh hanya akan membuat sensasi panas terbakar lebih kuat. Terutama ketika minum teh yang disajikan dalam keadaan panas.

    5. Gangguan pencernaan

    Kandungan kafein dan tanin di dalam teh juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti kembung, perut bergas, atau mual, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.

    Ketika teh dipasangkan dengan makanan pedas, efek ini bisa lebih parah. Sebab, di dalam cabai terkandung senyawa yang dapat meningkatkan gangguan motilitas usus (kondisi ketika usus tidak bisa mendorong makanan dengan baik karena adanya gangguan pada saraf atau otot usus) dan mengiritasi lapisan lambung.

    Minum teh dibarengi makan makanan yang mengandung senyawa seperti itu bisa menyebabkan ketidaknyamanan di perut yang lebih parah.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Jenis Teh Ini Punya Sifat Anti-Inflamasi untuk Lindungi Tubuh


    Jakarta

    Peradangan kronis bisa membahayakan kondisi tubuh. Cara mudah untuk meredakan peradangan yang berlebihan yaitu dengan mengonsumsi 5 jenis teh sehat ini.

    Peradangan atau inflamasi merupakan mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri, dan jamur. Ketika proses alami ini berlangsung, sel darah putih yang dihasilkan melakukan perlawanan untuk membentuk perlindungan.

    Meskipun inflamasi atau peradangan dibutuhkan untuk melawan penyakit hingga mencegah infeksi, tetapi ketika peradangan itu menjadi kronis, maka bisa berubah jadi masalah.


    Pemicu peradangan kronis berbagal hal, mulai dari kehadiran benda asing yang menyerbu sistem kekebalan tubuh, cedera fisik, atau ketika sistem kekebalan tubuh malah menyerang tubuh itu sendiri atau disebut sebagai autoimun.

    Oleh karenanya, setiap individu perlu menjaga tubuhnya dari peradangan berlebihan. Tidur yang cukup, kebiasaan makan sehat, dan perubahan gaya hidup bisa mencegah peradangan kronis ini.

    Makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga dapat memberikan perubahan terhadap peradangan kronis. Salah satu yang ampuh yaitu teh. Teh mengandung polifenol dan berbagai macam campuran dalam teh memiliki sifat anti-inflamasi.

    Meskipun kadar khasiat anti-inflamasi pada setiap jenis teh berbeda, tetapi ahli gizi Brynne McDowell mengungkap sebagian besar teh memiliki daya antioksidan 8 kali lebih besar dari buah dan sayuran. Dengan demikian, minum teh sangat disarankan untuk membantu mengurangi peradangan berlebihan.

    Lantas, jenis teh apa saja yang memiliki manfaat untuk meredakan inflamasi? Melansir realsimple.com (12/12/2024), berikut rekomendasinya!

    1. Teh hijau

    teh hijauSenyawa di dalam teh hijau diyakini dapat memblokir laju pro-inflamasi. Foto: Thinkstock

    Teh hijau menjadi salah satu yang banyak disarankan. Menurut McDowell, teh hijau mengandung senyawa yang diyakini dapat menekan peradangan dan memblokir jalur pro-inflamasi dalam tubuh.

    Peradangan juga telah dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit, mulai dari kanker, diabetes, sampai kondisi jantung. Teh hijau telah terbukti bisa mengatasi penyakit tersebut dengan mengatur sistem kekebalan tubuh dengan merangsang respons anti-inflamasi.

    Namun, McDowell menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menambahkannya ke menu sehari-hari.

    2. Teh kunyit

    manfaat dan cara membuat teh kunyitKandungan kurkumin di dalam teh kunyit juga bisa atasi peradangan. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Racikan minuman dari rebusan kunyit ini juga bermanfaat dalam melawan peradangan.

    Di dalam kunyit terkandung senyawa disebut kurkumin. Kurkumin mampu membantu melawan zat-zat dalam tubuh yang dapat meningkatkan peradangan.

    “Kunyit memiliki sifat anti-inflamasi, sehingga terbukti membantu melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan nyeri dan peradangan,” ujar Jessica Ederer, JD, CPT, ENS, RYT.

    Kandungan kurkumin di dalam kunyit juga bisa mengurangi gejala radang persendian yang dialami seseorang.

    Jenis teh sehat lainnya yang baik untuk atasi peradangan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Teh jahe

    5 Khasiat Racikan Teh Jahe Campur Cengkeh untuk Turunkan BBJahe juga punya kandungan gingerol yang punya sifat anti-inflamasi. Foto: Getty Images/Prasenjit Kar

    Selain kunyit, jenis teh herbal ini juga membantu atasi masalah peradangan.

    Menurut penelitian yang disebut situs Real Simple, jahe mengandung senyawa aktif bernama gingerol yang punya sifat anti-inflamasi. Gingerol membantu tubuh merespon peradangan kronis yang menyebabkan rasa sakit, termasuk gejala lain, seperti nyeri lutut hingga nyeri otot pasca olahraga.

    Teh jahe bisa dibuat sendiri di rumah dengan cara menyeduh jahe segar yang sudah dikupas atau menyeduh jahe dalam bentuk bubuk.

    4. Teh kayu manis

    Racikan Teh Lemon dan Kayu Manis Cocok untuk Penderita DiabetesBisa juga konsumsi teh kayumanis yang memiliki sifat anti-inflamasi. Foto: iStock

    Kayu manis juga dikenal dengan sifat anti-inflamasi. Di dalam kayu manis terkandung senyawa antioksidan berupa polifenol, kumarin, dan flavonoid yang mampu mengurangi peradangan, mempercepat pemulihan luka, dan mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh akibat paparan radikal bebas.

    Kemampuan kayu manis dalam mengurangi peradangan juga membuatnya dapat mencegah tubuh terserang penyakit berbahaya, seperti stroke dan jantung.

    Selain untuk mengatasi peradangan, ahli Ederer juga menyebut bahwa kayu manis mampu membantu menurunkan gula darah dari waktu ke waktu, dengan memicu pelepasan insulin.

    5. Teh peppermint

    Jika ingin menikmati teh hangat menyegarkan, tetapi berkhasiat untuk atasi peradangan, teh peppermint bisa jadi solusi.

    Teh peppermint mengandung banyak khasiat karena didalamnya terkandung sifat antibakteri, antivirus, dan anti-peradangan.

    Secara khusus, sifat anti-peradangan di dalamnya mampu mengatasi masalah peradangan pada kulit akibat jerawat hingga psoriasis.

    Sifat anti-jamurnya juga dapat mengatasi infeksi dan gatal yang diakibatkan oleh jamur, seperti panu dan jamur kuku.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ilmuwan China Ciptakan Teh Beras yang Berkhasiat dan Rendah Kafein

    Ilmuwan China Ciptakan Teh Beras yang Berkhasiat dan Rendah Kafein


    Jakarta

    Sekelompok ilmuwan asal China berhasil menciptakan teh beras. Teknik fortifikasi nutrisi dari teh hijau membuatnya berkhasiat dengan kandungan rendah kafein.

    Teh sering menjadi minuman pengganti kopi gegara dinilai lebih rendah kafein. Namun bukan berarti teh benar-benar bebas dari kafein.

    Secara alami teh yang berasal dari tanaman Camellia Sinensis tetap memiliki kadar kafein. Misalnya, pada teh hijau yang populer khasiatnya. Dalam secangkir seduhan teh hijau 230 mililiter mengandung 30-50 miligram kafein.


    Hal ini membuat ilmuwan asal China tergugah menciptakan teh yang tak mengurangi khasiatnya, tapi tanpa kafein. Melansir South China Morning Post (2/6) sekelompok ilmuwan berusaha merekayasa beras dan biji-bijian yang difortifikasi dengan nutrisi dari teh hijau.

    Menikmati Teh Premium hingga Teh Ceremonial di Tea RoomIlmuwan di China mencoba merekayasa teh yang tinggi katekin namun tanpa kafein. Foto: Getty Images/OLENA SAKHATSKA

    Proses fortifikasi bertujuan menambahkan kandungan mikronutrien berupa katekin ke dalamnya. Mengingat katekin merupakan mikronutrien yang paling diincar dari konsumsi teh hijau tetapi banyak penggunanya yang juga khawatir dengan kandungan kafeinnya.

    “Katekin, sebagai komponen antioksidan kunci pada teh yang sangat tinggi, menawarkan banyak khasiat untuk kesehatan manusia,” tulis para peneliti pada jurnal Plant Biotechnology yang dipublikasi Maret 2025.

    Katekin flavonoid adalah salah satu jenis polifenol. Mikronutrien ini secara alami terbentuk pada tanaman tertentu, khususnya teh, selama proses penanaman.

    Mikronutrien tersebut memiliki komponen antibakteri, antiinflamasi, serta antikanker dan mampu melindungi kesehatan kardio. Jika dikonsumsi rutin dan tepat, katekin juga dapat mengendalikan tekanan darah agar lebih stabil.

    manfaat teh oolongTercetuslah teh dari beras dan biji-bijian yang difortifikasi dengan kandungan teh hijau. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Teh hijau, sebagai jenis teh dengan kandungan katekin tertinggi, sering dimanfaatkan juga untuk membantu penurunan berat badan. Banyaknya khasiat yang ditawarkan membuat ilmuwan berusaha untuk menghadirkan katekin dalam versi lebih sehat.

    “Fitonutrien flavonoid esensial ini terkenal karena perannya dalam memberikan manfaat kesehatan yang unik dan konsumsinya hanya bisa didapatkan melalui teh,” lanjut para ilmuwan.

    Pada teh hijau kering kadar katekinnya akan mengisi 15-30% dari berat bersih. Alasan kelompok ilmuwan tersebut ingin menghilangkan kandungan kafein dan hanya mengambil katekinnya saja untuk meminimalisir beberapa efek samping.

    Sebagaimana diketahui bahwa kafein, bagi orang-orang yang sensitif terhadap asupannya, dapat mengalami insomnia hingga jantung yang berdebar. Sehingga menyampurkannya dengan beras dan biji-bijian dianggap akan menjadi media penyimpan katekin dengan kandungan kafein yang lebih netral.

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • 5 Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Berbarengan Teh, Cek Daftarnya!

    5 Makanan yang Tak Boleh Dikonsumsi Berbarengan Teh, Cek Daftarnya!


    Jakarta

    Konsumsi teh ada aturannya. Hindari konsumsi bahan makanan ini berbarengan dengan teh karena bisa mengganggu penyerapan nutrisi hingga memicu efek tak nyaman di tubuh.

    Teh dikenal sebagai minuman kaya antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, mengonsumsinya bersamaan dengan makanan tertentu dapat mengurangi manfaat tersebut dan bahkan mengganggu penyerapan nutrisi penting.

    Berikut adalah beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan teh:


    1. Sayuran hijau dan kacang-kacangan

    Sayuran seperti bayam, kale, dan brokoli, serta kacang-kacangan kaya akan zat besi. Teh mengandung tanin dan oksalat yang dapat mengikat zat besi, sehingga menghambat penyerapannya oleh tubuh.

    2. Makanan asam

    Mana Lebih Dulu, Buah Jeruk atau Warna Oranye? Ini Kata AhliFoto: Getty Images/MEDITERRANEAN

    Buah-buahan asam seperti jeruk, lemon, dan tomat dapat mengganggu penyerapan katekin, antioksidan utama dalam teh. Kombinasi ini juga dapat meningkatkan risiko iritasi lambung.

    3. Produk susu

    Menambahkan susu ke dalam teh dapat menetralkan polifenol, senyawa antioksidan dalam teh, sehingga mengurangi manfaat kesehatannya.

    4. Makanan berminyak dan digoreng

    Bakwan sayur, or bala-bala, or ote-ote, or vegetable fritter, is an Indonesian snack made from flour, cabbage, carrots, and bean sprouts, served with chili pepper, peanut sauce, or sambalFoto: Getty Images/ary pranggawan

    Makanan yang digoreng atau berminyak dapat memperlambat pencernaan. Mengonsumsi teh bersamaan dengan makanan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan.

    5. Kunyit

    Kunyit mengandung kurkumin yang tinggi antioksidan. Namun, mengonsumsinya bersamaan dengan teh dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti gas, asam lambung, atau sembelit.

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari teh, sebaiknya konsumsi teh setidaknya satu jam sebelum atau sesudah makan makanan di atas. Dengan demikian, tubuh dapat menyerap nutrisi secara optimal tanpa gangguan dari interaksi antara teh dan makanan tertentu.

    Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Termasuk Gorengan, Ini Daftar Makanan Tak Boleh Dikonsumsi Bersama Teh

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Agar Gula Darah Stabil, Konsumsi 5 Minuman Sehat Ini

    Agar Gula Darah Stabil, Konsumsi 5 Minuman Sehat Ini


    Jakarta

    Beberapa minuman yang mengandung nutrisi penting mampu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Mulai dari kopi hingga susu kedelai, ampuh kendalikan gula darah!

    Gula darah atau glukosa merupakan sumber energi utama tubuh yang berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat. Tubuh memecah karbohidrat menjadi glukosa dan melepaskan ke dalam aliran darah untuk digunakan sebagai energi.

    Namun, kadar gula darah berfluktuasi. Kadar gula darah yang naik dapat mengkhawatirkan kesehatan tubuh. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan tidak sehat.


    Untuk menjaga kadar gula darah tetap normal, tubuh perlu mengasup nutrisi seperti, protein, antioksidan, dan magnesium. Nutrisi tersebut terkandung pada beberapa minuman ini.

    Dikutip dari Eatingwell.com (01/05/25) berikut 5 minuman yang dapat menjaga kadar gula darah stabil:

    1. Kopi

    Kopi instanKopi diseduh tanpa gula tambahan dapat menjaga kadar gula darah. Foto: iStock

    Menurut Erins Palinski-Wade, ahli gizi sekaligus penulis Day Diabetes Diet, kopi yang diseduh tanpa pemanis tambahan sangat bermanfaat untuk gula darah.

    “Minum kopi hitam dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dan memperlambat perkembangan penyakit,” ujar Palinski-Wade.

    Kopi mengandung senyawa yang disebut asam klorogenat yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat mengurangi peradangan. Hal ini penting karena peradangan yang tidak terkendali dapat memicu produksi insulin berlebih dan mengganggu metabolisme glukosa.

    2. Susu sapi

    Susu sapi kerap dipandang sebelah mata, karena dianggap dapat meningkatkan gula darah. Hal tersebut disebabkan karena susu sapi mengandung gula alami (laktosa).

    “Namun, susu sapi mengandung protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang, sehingga dampaknya terhadap gula darah menjadi minimal,” ujar Palinski.

    Faktanya, beberapa penelitian telah menemukan korelasi antara peningkatan asupan susu dan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2.

    Hal tersebut karena nutrisi yang terkandung pada susu, seperti vitamin D dan magnesium yang berperan membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

    Minuman yang dapat menjaga kadar gula darah ada di halaman berikutnya.

    3. Jus buah murni

    jus buahJus buah tanpa gula mampu menjaga kadar gula darah. Foto: Getty Images/habovka

    Terbuat dari buah-buahan, mengonsumsi jus buah dapat memberikan banyak manfaat kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan gula darah.

    Namun, dengan catatan bahwa jus buahnya tidak dicampur dengan gula tambahan. Jadi, benar-benar jus buah dan air. Kandungan gula alami pada buah pun kerap dipandang negatif.

    Faktanya, gula alami pada buah berbeda dengan gula tambahan. Gula alami terikat dan matriks serat, antioksidan, dan nutrisi bermanfaat lainnya yang dapat membantu kadar gula darah.

    4. Susu kedelai

    Mitos yang masih berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa susu kedelai dapat meningkatkan kadar gula darah. Namun, ahli gizi Cassetty menjelaskan bahwa susu kedelai adalah pilihan susu nabati terbaik, asalkan tidak dicampur dengan gula tambahan.

    “Susu kedelai adalah pilihan yang baik karena susu ini rendah karbohidrat, sehingga menjadikannya pilihan tepat untuk mengendalikan gula darah,” ujar ahli gizi Cassety.

    Faktanya, 1 cangkir susu kedelai (240 mililiter) dilengkapi dengan 8 gram protein, sama seperti susu sapi dengan tambahan 9 gram karbohidrat. Protein tersebut berperan memperlambat dampak karbohidrat lain dalam makanan atau camilan.

    5. Teh

    teh hijauteh hijau mengandung katekin yang mampu menjaga kadar gula darah. Foto: Getty Images/kuppa_rock

    Sama dengan kopi, teh juga dikemas dengan senyawa penting. Senyawa itu disebut katekin yang berperan sebagai antioksidan. Sebuah studi telah menemukan bahwa katekin pada teh hijau dan teh hitam dapat mengatur gula darah dengan berbagai cara.

    Katekin akan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menggunakan insulin, melindungi dari peradangan, dan berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan stres oksidatif.

    “Katekin juga dapat memberi makan bakteri usus yang baik, sehingga membantu insulin tubuh bekerja lebih efektif untuk membersihkan gula dari darah, asalkan tidak dicampur dengan gula,” tutur ahli gizi Cassety.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com