Jakarta –
Sebuah penelitian terbaru mengungkap kebiasaan sederhana yang tanpa disadari dapat membuat seseorang menelan puluhan ribu partikel mikroplastik setiap tahunnya.
Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Concordia, Kanada, menemukan orang yang rutin minum dari botol air plastik sekali pakai dapat mengonsumsi hingga 90.000 partikel mikroplastik tambahan setiap tahun dibandingkan mereka yang memilih air keran (tap water).
Dilansir dari NYPost (15/10/2025), dalam studi yang meninjau lebih dari 140 artikel ilmiah, para peneliti memperkirakan rata-rata manusia menelan antara 39.000 hingga 52.000 partikel mikroplastik setiap tahun.
Namun, paparan meningkat drastis bagi orang-orang yang minum air kemasan, terutama air yang dikemas dalam botol plastik sekali pakai karena partikel kecil tersebut dapat terlepas dari lapisan dalam botol, terutama ketika botol dipanaskan atau diperas.
Air Mineral Dalam Kemasan Terpapar mikroplastik, Apa Bahayanya? Foto: Getty Images/JohnnyGreig |
“Minum air dari botol plastik mungkin aman dalam keadaan darurat, tetapi tidak seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari,” kata Sarah Sajedi, pakar manajemen lingkungan sekaligus penulis utama penelitian ini. Ia menegaskan risiko terbesar bukanlah racun, melainkan paparan kronis jangka panjang yang dapat menumpuk di tubuh manusia.
Mikroplastik sendiri adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang berasal dari pecahan benda plastik yang lebih besar. Begitu tertelan, partikel ini tidak hanya lewat begitu saja, tetapi dapat memasuki aliran darah dan menumpuk di organ vital seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, hingga plasenta. Sejumlah studi bahkan menunjukkan partikel mikroplastik cukup kecil untuk menembus penghalang darah-otak yang sangat sulit ditembus.
Menurut penelitian lanjutan, mikroplastik di dalam tubuh berpotensi menyebabkan peradangan kronis, kerusakan sel, gangguan hormon, dan ketidakseimbangan mikrobiota usus. Beberapa penelitian awal juga mengaitkannya dengan risiko kanker, penyakit jantung, gangguan kesuburan dan masalah paru-paru.
Botol minuman sekali pakai. Foto: Getty Images/JohnnyGreig |
Menanggapi temuan ini, Sarah Sajedi menyerukan adanya standar pengujian mikroplastik pada produk air kemasan serta kebijakan yang lebih ketat untuk mengurangi pencemaran plastik.
“Edukasi adalah langkah paling penting yang bisa kita lakukan. Masyarakat perlu memahami kebiasaan minum air kemasan dampaknya bersifat jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Bottled Water Association (Asosiasi Air Kemasan Internasional) menyatakan komitmennya untuk mendukung riset lebih lanjut dan menjamin keamanan produk air minum kemasan.
Mereka juga menegaskan isu mikroplastik bukan hanya tanggung jawab industri air minum kemasan saja, melainkan masalah global yang harus dihadapi bersama.
(sob/adr)
Suka Minum Susu dan Yogurt Setiap Hari? Waspada 7 Efek Ini Bisa Muncul
Jakarta –
Produk olahan susu (dairy product) seperti susu, keju, yogurt, dan mentega mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Namun, konsumsinya terlalu banyak juga tidak baik untuk kesehatan. Begini efeknya.
Sehari-hari, produk olahan susu jamak dikonsumsi karena bisa langsung dimakan atau dijadikan paduan hidangan lain yang bikin rasanya nikmat. Produk olahan susu secara umum tinggi protein, kalsium, vitamin B, dan lemak.
Konsumsi produk olahan susu sewajarnya bisa jadi bagian pola makan bergizi seimbang. Manfaatnya juga terasa untuk kesehatan tulang dan otot. Namun, seperti hal lain yang bakal berefek negatif jika kebanyakan, konsumsi produk olahan susu juga begitu.
Terlebih jika yang dikonsumsi penuh kandungan lemak (full-fat), diberi pemanis, atau merupakan produk olahan. Berikut efeknya untuk kesehatan, seperti dikutip dari Times of India (17/10/2025):
1. Perut kembung dan bergas
Salah satu efek umum dari kebanyakan konsumsi produk olahan susu adalah perut kembung dan bergas, terutama dialami penderita intoleransi laktosa. Kondisi ini muncul ketika tubuh memproduksi enzim laktase yang tidak mencukupi untuk mencerna laktosa (gula pada susu).
Efeknya tak hanya perut kembung dan bergas, tapi bisa juga kram, diare, dan mual. Jika kamu mengalami tanda-tanda tersebut, lebih baik mengurangi konsumsi produk olahan susu.
2. Berat badan naik
Makanan berbahan susu bisa jadi padat kalori, terlebih jika dibuat dengan produk penuh lemak (full-fat) dan dengan pemanis tambahan. Artinya, asupan kalori ke tubuh bakal lebih banyak dan berat badan pun bisa naik.
Bahkan untuk produk susu rendah lemak sekalipun, jika dikonsumsi terlalu banyak, tambahan kalorinya bisa menyumbang kenaikan berat badan. Jadi, moderasi saat mengonsumsinya adalah kunci.
3. Kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung meningkat
Produk olahan susu mengandung beragam jenis lemak, termasuk lemak jenuh. Jenis lemak tak sehat ini terkait dengan peningkatan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan risiko penyakit jantung.
Biasanya lemak jenuh terkandung pada produk keju, butter, dan krim. Mengonsumsinya terlalu banyak bisa meningkatkan pembentukan plak arteri, dan berkontribusi terhadap penyakit jantung.
4. Risiko kanker prostat
Salah satu hal yang perlu dikhawatirkan adalah tingginya asupan susu atau kalsium mungkin berkorelasi dengan peningkatan risiko kanker prostat pada pria. Hal ini ditemukan dalam studi observasional dimana pria yang minum lebih dari 2 gelas susu per hari ditemukan memiliki risiko lebih tinggi alami kanker prostat.
Oleh karena itu, bagi pria dengan faktor risiko kanker tersebut, mengurangi asupan susu mungkin lebih baik. Tentunya sambil memantau hasil penelitian yang sedang berlangsung.
5. Ketidakseimbangan mineral
Asupan kalsium yang sangat tinggi dari produk susu (ditambah suplemen) mungkin berkontribusi terhadap risiko batu ginjal pada individu yang rentan, terutama batu kalsium oksalat.
Kelebihan kalsium dapat mengganggu penyerapan mineral lain, seperti magnesium, zat besi, seng, jika pola makan tidak seimbang.
6. Masalah kulit dan jerawat
Beberapa orang melaporkan konsumsi susu yang banyak memperburuk kondisi kulit mereka, seperti jerawat. Namun, tidak semua orang akan mengalami hal ini, dan efeknya kemungkinannya rendah atau sedang.
7. Reaksi alergi
Alergi protein susu sapi (CMPA) dapat memicu respons imun, seperti gatal-gatal, gejala gastrointestinal, dan bahkan anafilaksis. Meskipun hal ini lebih umum terjadi pada anak-anak.
Konsumsi susu berlebih pada seseorang dengan sensitivitas subklinis dapat memperburuk gejala ringan. Di antaranya hidung tersumbat, eksim, gangguan pencernaan, dan sebagainya.
(adr/adr)
Benarkah Minum Kopi Setiap Hari Berbahaya? Begini 10 Efeknya untuk Tubuh
Jogja –
Kebiasaan minum kopi sulit ditinggalkan mayoritas orang Indonesia. Lantas, benarkah minum kopi setiap hari berbahaya? Kenali efeknya untuk kesehatan tubuh.
Selain aroma harum dan rasa nikmat, konsumsi kopi memang telah terbukti memiliki beragam manfaat sehat. Dilansir Healthline, salah satu manfaat minum kopi adalah melawan rasa lelah sekaligus meningkatkan energi tubuh. Khasiat lainnya adalah mengurangi risiko diabetes tipe 2, mendukung kesehatan otak, mereduksi risiko depresi, dan menyehatkan jantung.
Secara umum, konsumsi kopi tidak menimbulkan efek buruk untuk kesehatan, bahkan cenderung memberi dampak baik. Meski begitu, kamu perlu tahu efek konsumsi kopi setiap hari yang mungkin muncul jika dikonsumsi terlalu banyak.
Efek samping kebanyakan minum kopi
Efek minum kopi. Foto: iStock |
Salah satu kandungan dalam kopi yang menyebabkan minuman ini dibutuhkan adalah kafein. Namun ternyata, terlalu banyak kafein juga bisa membawa efek samping bagi tubuh. Berdasar uraian dari Healthline dan Medical News Today, berikut beberapa efeknya:
1. Kecemasan berlebih
Kafein bekerja dengan cara memblokir efek adenosin, zat kimia otak yang menyebabkan rasa lelah. Selain itu, kafein juga memicu pelepasan adrenalin sehingga memampukan orang yang mengonsumsinya mendapat ‘tambahan’ energi.
Dalam dosis tinggi, kafein justru menyebabkan kecemasan dan rasa gugup berlebihan. Efek ini bakal terasa apabila kafein dikonsumsi lebih dari batas amannya. Khusus orang yang sensitif, anxiety mungkin terasa biarpun hanya sedikit mengonsumsi kafein.
2. Masalah kehamilan
Ibu hamil yang minum lebih dari 300 miligram kafein atau mudahnya 3 cangkir kopi sehari, dapat mengalami hambatan pertumbuhan janin dan irama jantung tidak normal pada janin. Bukan hanya itu, kemungkinan loss pregnancy juga ada.
3. Insomnia
Insomnia Foto: Getty Images/demaerre |
Kamu mungkin sudah tahu banyak orang minum kopi agar terjaga dan mampu beraktivitas dengan penuh semangat. Sayangnya, efek ini bak pedang bermata dua. Orang yang terlalu banyak minum kopi bisa jadi kesulitan tidur.
Sebuah penelitian menemukan kalau semakin tinggi asupan kafein, maka semakin lama pula waktu yang dibutuhkan seseorang untuk jatuh tertidur. Di samping itu, durasi tidur berkurang yang pada gilirannya menyebabkan kualitas tidur menurun.
4. Tekanan darah tinggi
Meski secara keseluruhan kafein tidak menaikkan risiko penyakit jantung atau stroke, senyawa satu ini terbukti meningkatkan tekanan darah. Efek ini bersifat sementara dan paling memengaruhi orang yang tidak terbiasa minum kopi.
Sudah jadi pengetahuan umum bahwa tekanan darah merupakan salah satu faktor sakit jantung dan stroke. Pasalnya, bila terus-terusan bertekanan darah tinggi, pembuluh arteri dapat rusak sehingga aliran darah terganggu.
5. Sakit kepala
Studi yang dilakukan berbasis populasi menemukan hasil menarik tentang efek kafein bagi tubuh. Asupan senyawa dini melalui makanan dan obat-obatan mungkin menjadi salah satu faktor penyebab sakit kepala kronis setiap hari.
6. Rasa lelah berlebihan
Rasa lelah berlebihan Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes |
Memang benar kafein dalam kopi dapat meningkatkan energi tubuh sekaligus menghilangkan kelelahan. Namun, begitu efek temporal ini lenyap, kelelahan hebat bakal dirasa. Oleh karena itu, disarankan mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang alih-alih tinggi untuk meminimalisir efek kelelahan ini.
7. Sering buang air kecil
Karena bersifat diuretik, minum kopi sehari-hari menyebabkan peningkatan keinginan buang air kecil (BAK). Hal ini disebabkan efek stimulasi kafein pada kandung kemih.
Sering BAK bukan hanya sebatas gangguan terhadap fokus saja. Studi tahun 2024 menemukan keterkaitan konsumsi kafein berlebih dengan peningkatan risiko kandung kemih basah dan terlalu aktif/overactive bladder (OAB).
8. Ketergantungan
Kafein yang dikonsumsi secara terus-menerus dapat menyebabkan ketergantungan psikologis atau fisik. Meski begitu, sifat adiktif kafein tidak sama dengan yang dihasilkan obat-obatan terlarang semacam kokain dan amfetamin.
9. Asam urat
asam urat Foto: ilustrasi/thinkstock |
Orang yang punya masalah asam urat disarankan tidak minum kopi berlebih. Apabila larangan ini dilanggar, serangan berulang asam urat yang menyakitkan di titik-titik tertentu akan terasa.
Saat seseorang mengonsumsi kafein berlebihan, metabolisme purin bisa meningkat sehingga kadar asam urat dalam darah ikut naik. Selain itu, kafein juga bersifat diuretik yang dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan dan membuat konsentrasi asam urat semakin tinggi di darah.
10. Detak jantung cepat
Asupan kafein tinggi menyebabkan jantung berdetak dengan cepat. Kondisi tersebut pada gilirannya memengaruhi perubahan irama detak jantung atau fibrilasi atrium. Masalah ini dapat berdampak serius jika tidak ditangani karena aliran darah menjadi tak efisien.
Cara sehat minum kopi setiap hari
Cara sehat minum kopi Foto: iStock |
Agar kebiasaan minum kopi sehari-hari tidak menimbulkan efek buruk, kamu mesti mengetahui batas amannya. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat menyebut batasnya adalah 400 miligram sehari.
Jumlah itu kira-kira setara dengan 2 sampai 3 gelas cangkir kopi. Meski begitu, perlu diingat, setiap orang punya sensitivitas yang berbeda-beda terhadap kafein. Selain itu, kondisi kesehatan yang sedang dialami juga perlu dipertimbangkan.
Keterangan serupa dibawakan oleh Elizabeth Shaw, seorang ahli gizi. Ia menyebut konsumsi kopi dalam jumlah sedang tidak menimbulkan dampak buruk, tetapi justru memberi manfaat kesehatan.
“Penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah sedang (biasanya 3 hingga 4 cangkir sehari) pada individu sehat tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan dan justru dapat memberikan beberapa manfaat,” terangnya, dikutip laman Eating Well pada Selasa (14/10/2025).
Khusus ibu hamil, batas asupan kafein harian berbeda lagi. Menurut keterangan dalam Jurnal Nutrients bertajuk ‘Caffeine Intake throughout Pregnancy, and Factors Associated with Non-Compliance with Recommendations: A Cohort Study’ oleh Maria Rosario Roman-Galvez dkk, batas amannya adalah 200 miligram per hari.
Penyebab batasan kafein untuk ibu hamil ini disebabkan adanya beberapa dampak buruk yang mungkin timbul, seperti keguguran, lahir mati, dan berat badan lahir bayi rendah. Sebagai informasi, 200 mg/hari adalah sekitar dua cangkir kopi.
(sob/adr)
Keren! Wanita Ini Sukses Turun Berat Badan 91 Kg usai Ubah Pola Makan
Jakarta –
Kisah diet sukses kerap menginspirasi dan jadi sorotan. Seperti kisah wanita ini yang berhasil menurunkan berat badan hingga 91 kg usai mengganti pola makannya.
Dilansir dari Ny Post (12/10/2024), wanita asal Amerika bernama Jeanine Raine baru saja membagikan kisah diet suksesnya yang membuat orang terpukau.
Raine menceritakan pengalamannya yang sejak remaja sudah bermasalah dengan berat badan berlebih. Saat usianya menginjak 18 tahun, Raine sempat diet dan olahraga secara berlebihan tapi justru berat badannya melonjak sampai ke angka 213 kg.
Wanita yang berprofesi sebagai guru ini mengaku ia dulu sering diperlakukan tak adil dan dipandang sebelah mata karena berat badannya.
“Mengajari anak-anak adalah salah satu cita-cita saya, tapi setiap kali saya harus berdiri dan mengajar itu mulai terasa berat. Lutut dan punggung saya mulai sakit setiap harinya,” curhat Raine.
“Saya tahu saat itu berat badan saya hampir 213 kg. Setiap hari saya selalu konsumsi makanan cepat saji, bahkan sehari bisa berkali-kali. Meski sulit, tapi saya tahu bahwa jika saya mulai mengubah apa yang perlu diubah, saya percaya saya bisa melakukan perubahan,” jelasnya.
Jeanine Raine berhasil turun berat badan 91 kg usai mengubah pola makannya jadi lebih sehat. Foto: Site News |
Setelah diskusi dengan beberapa dokter dan ahli gizi, akhirnya Raine mulai mengubah pola makannya menjadi lebih sehat. Setiap kali ia merasa lapar, ia mencari makanan yang kalorinya lebih rendah.
Bahkan ia mulai terbiasa menyiapkan dan masak makanan sendiri di rumah, agar asupan kalorinya lebih terkontrol. Walau ia mengaku sulit awalnya melepaskan rasa ngidamnya untuk makan makanan manis, makanan cepat saji, hingga minuman bersoda.
Untuk mengakali rasa ngidamnya, Raine mengganti minuman soda dengan sparkling water. Lalu untuk es krim, ia ganti dengan yogurt yang dibekukan dalam bentuk wafer, dan masih banyak lagi.
“Sekarang semua makanan yang masuk ke dalam tubuh saya tidak membuat saya gelisah lagi. Kini saya punya banyak energi, tidak gampang lelah, dan tekanan darah saya tak tinggi lagi,” sambungnya.
Proses dietnya ini tak instan karena butuh waktu sekitar dua tahun lebih untuk menurunkan 91 kg dari tubuhnya. Tentunya pola makan sehat ini diimbangi olahraga teratur seperti loncat tali sehingga tubuhnya kini lebih sehat.
(adr/adr)
Makan Terlalu Pedas Bahaya untuk Tubuh? Ini Kata Pakar
Jakarta –
Banyak orang menggemari makanan pedas. Namun dalam konsumsinya, beberapa orang alami efek samping serius. Lantas benarkah makan terlalu pedas berbahaya? Begini kata pakar.
Makanan pedas menarik selera banyak orang, termasuk orang Indonesia. Sengatan pedas yang semakin kuat dianggap banyak orang membuat pengalaman makan lebih nikmat.
Tak hanya dijadikan makanan sehari-hari, makanan pedas belakangan viral dijadikan bahan tantangan makan. Pelaku tantangan berlomba-lomba menghabiskan makanan pedas sebanyak atau secepat mungkin.
Namun konsumsi makanan pedas berakibat buruk untuk beberapa orang. Makanan pedas membuat mereka sakit perut, bahkan ada yang meninggal usai coba tantangan makan keripik terpedas
Lantas seperti apa kata pakar kesehatan mengenai konsumsi makanan pedas? Benarkah berbahaya untuk kesehatan?
Merangkum HuffPost (23/10/2023), berikut penjelasannya:
1. Hal yang terjadi pada tubuh saat makan pedas
Saat makan pedas ada sensasi terbakar di mulut. Dr. Lisa Ganjhu, gastroenterologist dari NYU Langone Health menjelaskan itu berasal dari senyawa capsaicin, senyawa kimia yang merupakan komponen aktif pada cabai dan pemberi rasa pedas.
Berbagai hal fisiologis terjadi saat makan pedas, mulai dari berkeringat, rasa kebas di bibir dan mulut, hingga sensasi terbakar di lidah. Semua hal ini rupanya respon tubuh untuk mendinginkan ‘dirinya’ usai capsaicin mengirim sinyal nyeri ke otak.
Dr. Natasha Chhabra yang juga gastroenterologist mengatakan makan pedas erat kaitannya dengan refluks pada beberapa orang. Refluks merupakan kondisi naiknya makanan yang ditampung beserta cairan asam lambung ke esofagus. Namun Dr. Natasha mengatakan belum ditemukan mekanisme pasti mengenai cara makanan pedas memicu refluks pada seseorang.
2. Kenapa beberapa orang lebih kuat makan pedas?
Foto: Getty Images/iStockphoto/YelenaYemchuk |
Sering kali pertanyaan muncul mengenai kenapa seseorang ada yang sangat kuat makan pedas, sementara yang lain tidak sama sekali? Menurut Dr. Natasha, toleransi akan rasa pedas dipengaruhi beberapa faktor, seperti genetik, pengalaman hidup, dan paparan terhadap makanan.
Sementara itu Dr. Lisa menambahkan, konsumsi makanan pedas terus menerus dapat meningkatkan toleransi seseorang akan rasa pedas. Ini tercermin pada keluarga-keluarga di Indonesia, misalnya, yang jamak mengonsumsi makanan pedas sehingga orang Indonesia berakhir lebih kuat makan pedas jika dibandingkan keluarga di negara lain yang cenderung mengonsumsi makanan hambar.
“Hal ini lebih menyangkut budaya dibanding masalah fisiologis,” katanya. Toleransi rasa pedas yang berbeda ini pula yang membuat reaksi tubuh seseorang terhadap rasa pedas juga beragam.
3. Seberapa pedas takaran terlalu pedas?
Lantas apa patokan yang membuat sebuah makanan tergolong amat pedas? Menurut Dr. Natasha, tidak ada patokan pasti mengenai hal itu. Beda misalnya dengan minum alkohol dimana ada jumlah yang direkomendasikan per hari agar seseorang tidak mabuk.
Namun untuk mengukur rasa pedas, ada skala yang bisa jadi panduan. Sebutannya Scoville. Sebuah makanan pedas bisa diukur memiliki berapa Scoville heat units (SHU) yang bergantung pada konsentrasi capsaicin di dalamnya.
Semakin tinggi SHU-nya, maka semakin pedas bahan makanan tersebut. Sebut saja cabai Carolina reapers yang punya 1,500,000 SHU, berbeda dengan jalapeno yang mengandung antara 2,500 hingga 10,000 SHU.
Simak Video ‘Pencinta Makanan Pedas Wajib ke Rumah Makan Ini!’:
Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.
4. Makan terlalu pedas bisa menewaskan seseorang?
Foto: YouTube |
Para pakar mengatakan kecil kemungkinan konsumsi makanan pedas dapat menewaskan seseorang, kecuali jika orang itu mengalami reaksi alergi atau sensitivitas terhadap makanan.
“Saya belum pernah mendengar kalau konsumsi makanan pedas membunuh seseorang,” kata Dr. Lisa. Mengenai tantangan makan keripik pedas yang beberapa waktu lalu membuat seseorang meninggal disebutkan tubuh seseorang pada dasarnya mengalami syok, seolah-olah ditusuk, dan adrenalin tubuh melonjak.
Ia menegaskan kalau meski efek makan pedas bisa memunculkan ketidaknyamanan, tapi sebenarnya kematian akibat makan pedas sangat kecil kemungkinannya.
5. Cara meredakan rasa pedas
Banyak orang pilih minum banyak air putih untuk menetralisir rasa pedas yang kuat, tapi ternyata pilihan minuman penuh lemak, seperti susu dinilai lebih baik.
Faktanya, capsaicin merupakan senyawa larut lemak yang dapat ‘hilang’ jika kita minum susu. Sebaliknya, jika yang diminum air putih, maka tidak berefek menghilangkan capsaicin tersebut.
Dr. Natasha bilang mengunyah permen karet dan makan permen pelega tenggorokan juga dapat jadi solusi. “Makanan itu meningkatkan produksi saliva yang bantu menetralisir keasaman di perut,” katanya.
(adr/odi)
![]() |
| Source : unsplash / Ella Olsson |
7 Buah Tinggi Kalori yang Cocok untuk Menambah Berat Badan
Jakarta –
Ingin menambah berat badan (BB) tapi mau dengan cara yang sehat? Bagaimana kalau mengkonsumsi buah tinggi kalori?
Meski bukan makanan pertama yang terlintas ketika seseorang hendak menambah BB, tapi konsumsi buah yang mengandung kalori tinggi bisa cukup efektif kok untuk tambah berat badan.
Selain kalori ekstra yang dikandungnya, buah-buahan ini juga memiliki beberapa nutrisi seperti vitamin dan mineral penting yang mampu dukung kesehatan tubuh. Demikian kamu bisa tambah BB dengan cara yang sehat.
Penasaran ada jenis buah apa saja? Cari tahu deretan buah tinggi kalori pada uraian di bawah ini.
Buah Tinggi Kalori
Dilansir laman Healthline, ada beberapa buah tinggi kalori yang dapat dikonsumsi untuk bantu kamu menambah berat badan, yakni sebagai berikut:
1. Alpukat
Selain tinggi kalori, buah alpukat mengandung lemak sehat dan beragam nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dalam 100 g daging alpukat terkandung; 161 kal, lemak 15 g, protein 2 g, dan karbohidrat 8,6 g. Serta alpukat memiliki nutrisi lain, seperti serat, folat, potasium, vitamin K, C, B5, dan B6.
2. Mangga
Sumber kalori yang dimiliki mangga berasal dari karbohidrat yang dikandungnya. Dalam 165 g mangga mengandung kalori sebanyak 99 kal. Selain itu, ada juga nutrisi lain, seperti protein 1,4 g, lemak 0,6 g, karbohidrat 25 g, serat 3 g, folat, mineral tembaga, vitamin C, B, A, dan E.
3. Pisang
Pisang merupakan sumber karbohidrat dan kalori. Dalam 118 g pisang mengandung kalori 105 g, protein 1 g, lemak 0,4 g, karbo 27 g, dan serat 3 g. Tak hanya itu, gizi baik lainnya juga dimiliki pisang seperti pati resisten yang tinggi.
4. Kelapa
Kelapa bagian dagingnya menjadi sumber kalori yang baik dengan tinggi lemak dan karbohidrat sedang. Untuk 28 g daging kelapa mengandung 99 kal, 1 g protein, 9,4 g lemak, 4,3 g karbohidrat, dan 2,5 g serat. Daging kelapa juga kaya akan mineral penting, seperti fosfor dan tembaga.
5. Kurma
Pohon kurma tumbuh di daerah tropis. Sebagian besar buah kurma yang diedarkan ke negara-negara lain dalam keadaan kering. Dalam 24 g kurma kering mengandung; 66,5 kalori, 18 g karbohidrat, 0,4 g protein, 0,1 g lemak, serat 1,6 g, kalium, dan magnesium. Nutrisi lain yang dikandung kurma, seperti tembaga, mangan, zat besi, serta vitamin B6.
6. Kismis
Kismis adalah buah anggur segar yang dikeringkan. Buah ini banyak mengandung nutris dan kalori yang dapat bantu menaikkan berat badan. Dalam 28 g kismis memiliki nutrisi; 85 kalori, 22 g karbohidrat, 1 g protein, 0,1 g lemak, dan 1 g serat. Selain itu, kismis juga mengandung kalium, zat besi, mineral tembaga, mangan, magnesium, dan vitamin B.
7. Buah Ara
Buah ara atau buah tin yang dalam bahasa Inggris disebut figs dapat dikonsumsi segar maupun kering. Untuk 28 g buah ini, mengandung nutrisi; 70 kal, 18 g karbohidrat, 1 g protein, 0,3 g lemak, 3 g serat, kalium, hingga kalsium.
Itu dia sederet buah tinggi kalori yang bisa dikonsumsi untuk bantu tambah berat badan. Selain dimakan secara terpisah, buah-buah di atas dapat dipadukan dengan sumber protein atau lemak lain agar kadar gula darah kamu tetap stabil, ya.
(fds/fds)
![]() |
| Source : unsplash / Ella Olsson |
Takut Rambut Rontok? Coba Konsumsi 6 Makanan Sehat Ini
Jakarta –
Rambut rontok jadi masalah mum jutaan orang di dunia. Temukan cara alami untuk menjaga kesehatannya dengan enam asupan makanan ini.
Faktor genetik dan perubahan hormonal memang berperan besar, namun pola makan sehari-hari tidak kalah penting dalam menjaga kekuatan rambut dan mencegah kerontokan dini. Rambut yang sehat tumbuh dari folikel yang membutuhkan asupan nutrisi secara konsisten, terutama protein, vitamin, dan mineral penting.
Tanpa gizi seimbang pertumbuhan rambut dapat melambat, helai rambut menjadi rapuh, mudah patah, hingga mengalami penipisan. Bahkan kekurangan nutrisi tertentu bisa mempercepat uban atau memicu kerontokan lebih parah.
Kabar baiknya, dengan memilih makanan yang tepat, kita dapat mendukung siklus pertumbuhan rambut secara alami. Dilansir dari Cosmed Hair Skin (29/09/2025), berikut enam makanan sehat untuk cegah rambut rontok.
1. Lemak Ikan
Salmon. Foto: iStock |
Salmon, makarel, sarden, dan jenis ikan berlemak lainnya dikenal sebagai sumber terbaik asam lemak omega-3 yang sangat penting bagi kesehatan rambut. Kandungan lemak baik ini membantu menjaga kilau alami sekaligus memperkuat batang rambut, serta mendukung kesehatan kulit kepala.
Selain itu, ikan berlemak juga kaya protein berkualitas tinggi dan vitamin D yang berperan besar dalam menjaga folikel rambut tetap kuat.
Kekurangan kandungan omega-3 pada tubuh dapat memicu rambut kering, rapuh, bahkan kerontokan. Karena itu, para ahli gizi menyarankan untuk menambahkan ikan berlemak ke dalam menu makan sebanyak dua hingga tiga kali seminggu, agar manfaatnya terasa optimal pada rambut maupun kesehatan tubuh secara keseluruhan.
2. Telur
Telur. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tatiana Volgutova |
Telur adalah salah satu sumber alami terbaik biotin dan protein, dua zat gizi utama yang penting untuk mencegah kerontokan. Biotin berperan dalam produksi keratin, yaitu protein penyusun rambut. Sedangkan protein itu sendiri menjadi bahan baku pertumbuhan rambut yang sehat dan kuat.
Tidak hanya itu, telur juga mengandung mineral seperti selenium, zat besi, dan zinc yang semuanya mendukung pertumbuhan rambut secara alami. Kombinasi lengkap nutrisi ini menjadikan telur pilihan sarapan ideal, terutama bagi mereka yang ingin memperkuat rambut sejak dari akar.
Menyantap telur secara rutin, baik direbus maupun diolah sehat lainnya, dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi rambut sehari-hari.
3. Sayuran Hijau
Sayuran hijau. Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka |
Sayuran hijau seperti bayam, kale dan sawi dikenal kaya akan zat besi, folat, serta vitamin A dan C. Kekurangan zat besi diketahui menjadi salah satu penyebab utama kerontokan rambut, khususnya pada perempuan. Sehingga menjadikan sayuran ini penting untuk dikonsumsi.
Vitamin C dalam sayuran hijau membantu tubuh menyerap zat besi lebih baik, sementara vitamin A mendukung produksi sebum, minyak alami yang menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut.
Dengan memasukkan satu porsi sayuran hijau dalam menu harian, kebutuhan nutrisi rambut dapat terpenuhi dengan lebih seimbang, sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
4. Alpukat
Avocado Toast agar lebih enak dan sehat Foto: Getty Images/iStockphoto |
Alpukat kaya akan lemak sehat tak jenuh tunggal, vitamin E, serta biotin yang baik untuk pertumbuhan rambut. Vitamin E bekerja sebagai antioksidan kuat yang melindungi folikel rambut dari kerusakan akibat radikal bebas dan stres lingkungan. Lemak sehat dalam alpukat juga menjaga kelembapan kulit kepala serta menambah kilau alami rambut.
Kekurangan biotin kerap dikaitkan dengan kerontokan, sehingga alpukat bisa menjadi pilihan tepat untuk mencegahnya. Konsumsi alpukat secara rutin, baik sebagai jus, salad, atau olesan roti, memberikan manfaat gizi lengkap untuk menunjang kekuatan dan keindahan rambut dari dalam tubuh.
5. Kacang dan Biji-Bijian
Almond, kenari, biji rami, hingga biji chia merupakan camilan sehat kaya asam lemak esensial, vitamin E, dan zinc (seng). Kenari bahkan mengandung asam alfa-linolenat, sejenis omega-3 yang dapat membantu menutrisi rambut secara alami.
Sementara itu, biji labu kaya akan zinc yang berperan penting dalam pertumbuhan jaringan rambut serta memperbaiki sel yang rusak.
Cukup konsumsi segenggam campuran kacang dan biji-bijian setiap hari, rambut akan mendapat tambahan nutrisi penting. Selain praktis, camilan ini juga sehat bagi tubuh dan bisa menjadi alternatif pengganti camilan tinggi gula atau lemak jenuh.
6. Ubi Jalar
ubi jalar Foto: Getty Images/iStockphoto |
Ubi jalar adalah sumber beta-karoten yang melimpah, zat yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin ini penting bagi pertumbuhan sel, termasuk sel rambut, serta membantu produksi sebum yang menjaga kelembapan alami rambut. Berbeda dengan beberapa sumber vitamin A lain, beta-karoten dari ubi jalar relatif aman karena kecil kemungkinan menyebabkan kelebihan dosis.
Dengan rasa manis alami dan tekstur lembut, ubi jalar bisa menjadi pilihan menu sehat sekaligus enak untuk mendukung kesehatan rambut. Mengkonsumsinya secara rutin, baik direbus, dipanggang, maupun diolah menjadi sup, memberikan manfaat nyata bagi kekuatan dan keindahan rambut.
(sob/adr)
Jangan Lakukan 5 Hal Ini Setelah Jam 5 Sore agar BB Cepat Turun
Jakarta –
Menurunkan berat badan ada triknya, termasuk mengatur jam makan. Hindari melakukan 5 hal ini di atas jam 5 sore kalau mau berat badan (BB) cepat turun.
Kapan kamu makan sama pentingnya dengan apa yang kamu makan, ketika membicarakan usaha menurunkan berat badan. Hindari makan tanpa perencanaan sehingga berdampak pada berat badan yang sulit turun.
Ahli gizi mengingatkan makan yang cukup saat siang dan makan malam penting dilakukan. Jadi kamu tidak tergoda untuk ngemil malam hari.
Jangan sepelekan juga waktu tidur dan pengontrolan porsi camilan, seperti diungkap Eating Well (25/9/2025). Berikut 5 hal terlarang dilakukan setelah jam 5 sore, menurut ahli gizi, jika ingin berat badan cepat turun:
1. Banyak ngemil sore jelang malam
Saat diet, sering kali seseorang berpikir harus makan sesedikit mungkin. Prinsip ini salah karena besar kemungkinan kamu akan lapar pada sisa waktu hari yaitu sore jelang malam.
Untuk menghindarinya, pastikan kamu makan dengan nutrisi yang cukup dan seimbang pada siang hari. Ahli gizi Nicole Stefanow bilang, “Ketika kita membiarkan diri terlalu lapar, kita cenderung makan berlebihan sebelum tubuh tahu kita sudah kenyang.”
Anjurannya, konsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein, serat, dan lemak setiap 3 hingga 4 jam. Cara ini akan mencegah makan berlebihan di malam hari dan membantu kamu capai defisit kalori.
Kalau pun mau ngemil sore, pilih yang kaya serat dan protein. Misalnya apel dengan selai kacang.
2. Ngemil langsung dari kemasan
Sering kali setelah jam 5 sore, seseorang sangat ingin ngemil sampai-sampai memakan camilan langsung dari kemasan aslinya. Ahli gizi Ruth Houston mengatakan cara ini berbahaya karena kamu jadi tidak dapat mengontrol porsi makan.
Houston merekomendasikan taruh camilan di piring. Lalu singkirkan boks, kantong, atau kemasan aslinya. Cara ini agar kamu tetap fokus makan sesuai porsi yang sudah ditentukan. Jika tidak, bukan tidak mungkin kamu berakhir kalap.
3. Bangun sampai tengah malam
Menurunkan berat badan juga erat kaitannya dengan jam tidur. Setelah jam 5 sore, pastikan kamu tetap siap menyambut waktu tidur. Jangan terlalu berenergi hingga bisa bangun sampai tengah malam.
Sebab bangun tengah malam sangat erat kaitannya dengan kebiasaan ngemil. Ahli gizi Melissa Mitri mengatakan, “Ketika Anda kurang terstruktur dalam waktu tidur, Anda punya lebih banyak waktu untuk ngemil entah karena bosan atau karena kebiasaan. Sebagai gantinya, atur timer setiap malam untuk mengingatkan diri Anda agar beristirahat, dan minimalkan menonton.”
Kemudian, kurang waktu tidur juga bisa membuat kamu makan lebih banyak keesokan harinya. Sebuah penelitian mengungkap mereka yang tidur malam kurang dari 7 jam, mengonsumsi buah dan sayur lebih sedikit tapi ngemil lebih banyak.
4. Tidak makan karbohidrat saat makan malam
Karbohidrat tidak boleh dicap buruk sebagai ‘penyebab gemuk’ karena sejatinya karbohidrat adalah zat gizi makro juga bagian dari pola makan bergizi seimbang. Jadi, tak ada salahnya makan karbohidrat saat makan malam.
Mitri mengungkap, “Ketika Anda tidak makan malam yang seimbang, Anda mungkin akan mengonsumsi lebih banyak kalori-dan bukan jenis yang bergizi-setelah rasa lapar Anda terbayar.” Karbohidrat sendiri penting dikonsumsi karena membuat kenyang dan merupakan bahan bakar untuk otak serta sistem saraf pusat. Konsumsinya sesuai anjuran tetap disarankan untuk jaga kesehatan.
5. Buka kulkas malam hari
Sering kali keinginan makan timbul bukan karena lapar fisik, melainkan karena stres, bosan, atau menginginkan sesuatu yang spesifik. Salah satunya juga bisa dipicu dari ketersediaan jenis makanan di kulkas rumah dan akses yang mudah untuk menjangkaunya.
Usahakan tidak buka kulkas terlalu malam karena besar kemungkinan kamu akan tergoda ngemil. Apalagi jika di dalam kulkas ada bahan makanan tak sehat yang tinggi lemak dan kalori. Usahakan juga mengisi makanan di kulkas dengan pilihan yang lebih sehat, seperti kacang-kacangan, buah, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak.
(adr/adr)
Lebih Baik Makan Sebelum atau Sesudah Olahraga? Ini Kata Ahli
Jakarta –
Banyak orang masih bingung soal kapan waktu terbaik makan, apakah sebelum atau sesudah berolahraga? Begini penjelasan ahli kesehatan.
Makanan adalah bahan bakar untuk tubuh dan untuk berolahraga. Makan sebelum maupun sesudah olahraga sebenarnya bantu performa fisik lebih baik, tapi jenis makanan dan waktunya yang tepat bergantung pada kondisi fisik seseorang sekaligus tujuan kesehatan mereka.
Dikutip dari Medical News Today (23/5/2025), kebanyakan orang disarankan makan 2-3 jam sebelum olahraga dengan menu makanan ringan. Setelah olahraga, disarankan makan dalam porsi yang lebih besar.
International Society of Sports Nutrition tahun 2022 menekankan kalau asupan nutrisi yang tepat sebelum olahraga dapat meningkatkan performa, terutama untuk olahraga yang lama dan berbasis daya tahan tubuh.
Mengonsumsi karbohidrat sehat, seperti biji-bijian utuh, sesaat sebelum olahraga dapat mendukung fisik lebih sehat, pasokan energi lebih banyak, dan daya tahan yang lebih baik.
Sementara itu, makan setelah olahraga dalam porsi yang lebih besar dapat membantu mengisi kembali energi tubuh dan mengganti nutrisi yang hilang.
Berikut panduannya:
1. Minum air putih setelah olahraga. Kalau olahraganya sangat intens, bisa minum minuman elektrolit.
2. Konsumsi sumber karbohidrat sehat sesaat setelah olahraga untuk menggantikan karbohidrat yang hilang.
3. Konsumsi makanan tinggi protein setelah olahraga. International Society of Sports Nutrition mengungkap asupan 20 hingga 40 gram protein dapat mendukung perkembangan otot yang sehat.
Manfaat makan sebelum vs sesudah olahraga
Makan sebelum dan sesudah olahraga sama-sama punya manfaat sehat. Foto: Getty Images/DjelicS |
Makan sebelum dan sesudah olahraga menawarkan manfaat sehat masing-masing. Manfaatnya termasuk mengisi bahan bakar tubuh sebelum berolahraga, mengganti nutrisi yang hilang, dan membangun otot yang sehat.
Dalam survei tahun 2020 terhadap 1.950 atlet endurance (latihan daya tahan), mereka mengatakan olahraga tanpa makan sebelumnya justru menurunkan performa dan membuat mereka lebih lapar.
Sementara itu, makan makanan padat nutrisi, terutama yang kaya protein, setelah berolahraga dapat mendorong perkembangan otot yang sehat.
Bagi sebagian besar atlet, bahkan mereka yang berolahraga santai, pilihannya bukanlah salah satu tapi keduanya. Mereka menilai makan sebelum dan sesudah olahraga adalah strategi yang paling sehat.
Namun semua itu juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan. Mulai dari intensitas olahraga, waktu makan, hingga tujuan kesehatan personal.
Untuk faktor tujuan kesehatan, biasanya terbagi menjadi 3 yaitu:
1. Menurunkan berat badan, maka seseorang disarankan untuk meminimalisir kalori yang tak diperlukan sambil memastikan tetap mendapat nutrisi yang cukup untuk pulih dan membangun otot.
2. Membangun otot, maka seseorang perlu mengonsumsi protein sepanjang hari, terutama setelah olahraga
3. Meningkatkan daya tahan dan kekuatan, maka seseorang harus fokus pada asupan nutrisi. Bagi atlet endurance, ini sering kali berarti mengonsumsi karbohidrat sebelum latihan intens.
Kesimpulannya, kebanyakan orang perlu makan sebelum dan sesudah olahraga, meskipun jumlah makanan yang mereka makan, waktu makan, dan jenis makanan spesifiknya bervariasi tergantung pada tujuan kesehatan masing-masing.
Karbohidrat menyediakan energi cepat untuk mengisi bahan bakar selama olahraga. Lemak, protein, dan serat menyediakan energi yang lebih lama dan dapat menggantikan nutrisi yang hilang. Lalu protein sangat penting untuk membangun otot.
Setiap orang harus memperhatikan bagaimana tubuh mereka merespons asupan makanan dan berkonsultasi dengan ahli gizi untuk mengembangkan rencana spesifik terkait kesehatannya.
(adr/adr)
Bukan Alergi, Ini Alasan Lidah Terasa Gatal dan ‘Terbakar’ usai Makan Nanas
Jakarta –
Nanas segar sering bikin lidah terasa perih. Ternyata penyebabnya bukan alergi, tapi kerja dua zat alami dalam buah ini. Simak penjelasan dan cara mengatasinya!
Nanas dikenal sebagai buah tropis yang segar dan kaya vitamin. Rasanya manis-asam membuatnya cocok jadi camilan, jus, hingga topping dessert.
Namun, tak sedikit orang yang mengeluh lidah terasa perih, gatal, atau seperti terbakar usai memakannya. Rasa pedih itu sering dianggap alergi, padahal penyebabnya berbeda.
Fenomena ini ternyata punya penjelasan ilmiah yang menarik. Bukan sekadar sensasi asam, melainkan hasil kerja dua zat alami yang ada di dalam nanas.
Dikutip dari self.com (15/6/23) berikut penjelasannya:
1. Sensasi Perih Saat Makan Nanas
Makan nanas bikin lidah gatal. Foto: iStock |
Nanas memang menyegarkan, tapi kadang meninggalkan rasa perih di lidah. Sensasi ini bukan karena alergi, melainkan reaksi alami dari kandungan buah tropis tersebut.
Rasa seperti terbakar muncul setelah mengunyah beberapa potong. Lidah terasa perih, gatal, bahkan agak panas, terutama jika nanasnya masih muda atau sangat asam.
Meski terasa mengganggu, efek ini hanya sementara. Setelah beberapa jam, lidah biasanya kembali normal tanpa perlu perawatan khusus.
2. Peran Raphides dalam Buah Nanas
Penyebab pertama rasa pedih datang dari raphides, yaitu kristal kalsium oksalat berbentuk jarum halus. Saat dikunyah, raphides bisa menggores permukaan lembut di dalam mulut.
Goresan mikro ini membuat jaringan mulut jadi lebih sensitif terhadap asam dari buah. Akibatnya, rasa perih makin terasa meski sebenarnya tak berbahaya.
Raphides berfungsi sebagai senyawa pertahanan alami tanaman. Ia melindungi buah dari hewan pemakan daun di alam liar.
3. Enzim Bromelain, Si ‘Pengurai’ Protein
Nanas mengandung Enzim Bromelain, Si ‘Pengurai’ Protein. Foto: iStock |
Selain raphides, nanas juga mengandung bromelain, enzim yang mampu memecah protein. Di dunia kuliner, bromelain sering dipakai untuk melunakkan daging.
Namun di mulut, bromelain justru bekerja pada protein pelindung di permukaan lidah. Saat protein itu terurai, jaringan mulut jadi lebih terbuka terhadap asam buah.
Inilah kombinasi yang membuat nanas terasa ‘menggigit’. Pedihnya seolah membakar, padahal hanya efek sementara dari kerja alami enzim.
4. Aman atau Bahaya?
Selama hanya terasa perih ringan, efek nanas tidak berbahaya. Tubuh akan memulihkan diri dalam waktu singkat.
Namun, jika muncul gejala seperti gatal hebat, pembengkakan, atau sesak napas, itu bisa menandakan alergi. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Umumnya, reaksi normal akibat nanas tidak menimbulkan luka serius. Cukup hindari makan terlalu banyak dalam sekali waktu.
5. Tips Menikmati Nanas Tanpa Perih
Makan nanas bikin lidah gatal. Foto: iStock |
Kabar baiknya, sensasi perih bisa dihindari. Salah satu caranya dengan memanggang atau merebus nanas sebelum dimakan.
Proses pemanasan akan menonaktifkan enzim bromelain. Nanas pun tetap manis tanpa bikin lidah perih.
Alternatif lain, makan nanas bersama yogurt atau susu. Kandungan protein susu membantu menetralkan efek enzim di mulut.
(raf/adr)




















