Jakarta –
Lezat dan kaya manfaat, buah strawberry memang menyehatkan. Tetapi jika dikonsumsi berlebihan, buah ini bisa menyebabkan kembung hingga diare.
Strawberry dikenal luas sebagai buah yang lezat, segar, dan kaya manfaat. Popularitasnya bukan hanya karena rasa manis yang menggoda, tetapi juga karena kandungan gizinya yang melimpah serta ketersediaannya sepanjang tahun.
Buah mungil berwarna merah ini kerap dipuji karena mampu menunjang fungsi otak, membantu mengatur kadar gula darah, memperkuat sistem imun, mengurangi peradangan, hingga meningkatkan kesehatan jantung.
Menurut Cleveland Clinic, strawberry juga rendah kalori namun padat nutrisi sehingga menjadikannya pilihan tepat bagi yang ingin menjaga pola makan sehat.
Dilansir dari Delish, Selasa (08/07/2025), ahli gizi Lauren Manaker, menjelaskan strawberry sarat akan vitamin C, antioksidan, dan serat. Namun, seperti halnya makanan sehat lainnya, konsumsi berlebihan tetap bisa menimbulkan efek yang kurang menyenangkan.
Seporsi buah strawberry segar. Foto: Getty Images/Image Source/ |
Satu porsi strawberry idealnya sekitar satu cangkir, atau setara dengan 8-10 buah stroberi berukuran sedang. Dalam takaran ini manfaat yang diperoleh cukup optimal tanpa membebani kerja tubuh.
Dua hingga tiga porsi strawberryper hari umumnya masih dalam batas aman, tetapi jika melebihi itu ada sejumlah dampak negatif yang patut diwaspadai.
Manaker menyebutkan konsumsi strawberry secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti perut kembung atau diare, karena kandungan seratnya yang tinggi.
Selain itu, sifat asam alami pada buah ini bisa memicu iritasi lambung atau menyebabkan refluks asam, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar.
Walaupun kandungan gula dalam strawberry relatif rendah dibandingkan buah lain, asupan berlebih tetap dapat memengaruhi kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes yang perlu lebih berhati-hati dalam mengatur pola makannya.
Strawberry jadi sumber makanan sehat tapi tak boleh konsumsi berlebihan. Foto: Getty Images/Image Source/ |
Beberapa orang juga diketahui memiliki sensitivitas terhadap strawberry. Dalam kasus seperti ini, konsumsi berlebih dapat menyebabkan gejala alergi ringan seperti gatal atau pembengkakan.
Terakhir, Manaker mengingatkan terlalu banyak mengonsumsi satu jenis makanan saja bisa menghambat asupan nutrisi penting dari sumber makanan lainnya.
Tidak ada aturan baku soal batas maksimal konsumsi strawberry, prinsip menyantap makanan dalam porsi secukupnya tetap menjadi kunci makan sehat.
“Strawberry memang bagus untuk pola makan, tapi jangan lupa pentingnya variasi dalam menu,” pungkas Manaker.
(sob/dfl)
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Terungkap! Rahasia Diet Han So Hee yang Bikin Tubuhnya Selalu Ramping Jakarta – Han So Hee kerap jadi sorotan karena tubuh rampingnya. Penampilan fisik ini didapat berkat usaha keras sang aktris, termasuk dengan memilih menu yang tepat hingga trik mengunyah makanan 50 kali dalam tiap suapan. Nama aktris Korea Selatan, Han So Hee semakin melambung berkat drama The World of Married yang dibintanginya pada 2020. Setelah itu, ia membintangi drama-drama populer lain, seperti Nevertheless, My Name, hingga Gyeongseong Creature. Sosok wanita 31 tahun ini jadi sorotan tak hanya karena aktingnya yang memukau, tapi juga penampilan fisiknya. Memiliki tubuh yang selalu ramping dan langsing, Han So Hee mengaku hal ini dilakukan demi menunjang penampilannya di depan kamera.
Aktris kelahiran 18 November 1993 ini pun memberi pesan pada penggemarnya, cantik tidak harus selalu kurus. Dalam sebuah siaran langsung (live streaming), ia pernah mengatakan rela diet karena memang tuntutan pekerjaan. Lantas, apa saja rahasia diet Han So Hee? Dikutip dari Daily Vanity (15/10/2021), Han So Hee pernah membeberkannya di live streaming di Instagram. Saat itu ia mengobrol dengan penggemarnya sambil makan.
Namun penggemarnya ‘salah fokus’ dengan cara dia mengunyah makanan dalam tiap suapan. Durasinya dinilai cukup lama oleh penggemar. Han So Hee kemudian mengungkap dirinya mengunyah makanan 50 kali per suapan! Ia bahkan bisa mengunyah hingga lima menit. Cara ini ternyata memang disarankan oleh ahli gizi. Mereka menganjurkan kunyah makanan perlahan agar pencernaan lebih lancar dan juga membantu mengurangi rasa lapar. Pemilihan menu diet yang tepat pun dianggap penting oleh aktris kelahiran Ulsan, Korea Selatan ini. Hal ini terungkap secara tidak sengaja ketika dirinya perlu menurunkan berat badan dengan cepat untuk pemotretan. Pelatih kebugaran Han So Hee memberikan dia makanan yang sebagian besar terdiri dari protein, seperti dada ayam. Lalu ada juga sayuran sebagai pelengkapnya. Dalam sebuah pesan teks, Han So Hee kemudian mengeluh kepada pelatih kebugarannya kalau ia makan dada ayam terlalu banyak. Ia juga bercanda tidak bisa hidup seperti itu. Percakapan teks antara keduanya diunggah di Facebook. So Hee bilang, meski diet dada ayam sulit untuk diikuti, tapi cara ini berhasil membuat berat badannya turun cukup cepat.
Dikutip dari Kormedi (2/10/2024), Han So Hee juga pernah mengungkap dirinya hanya makan shake dada ayam karena pada malam sebelumnya dia makan banyak. “Kemarin, saya makan sekitar empat camilan sebelum tidur, jadi hari ini saya hanya akan makan shake dada ayam (jus ayam). Saya ingin menunjukkan versi diri saya yang lebih baik melalui latihan (fisik),” ujarnya. Dada ayam memang jadi menu andalan pelaku diet. Dada ayam tergolong rendah lemak dan tinggi protein sehingga membantu membangun dan menjaga massa otot. Dalam 100 gram dada ayam, terdapat sekitar 23 gram protein dan hanya sekitar 0,5 gram lemak, sehingga cocok untuk menurunkan berat badan. Dada ayam juga mengandung lemak tak jenuh yang sehat, yang baik untuk perkembangan otak dan dapat membantu mencegah kolesterol tinggi dan penyakit pembuluh darah. Menurut jurnal Korean Society of Food and Nutrition, dada ayam memiliki kolesterol lebih rendah daripada daging paha atau sayap. Potongan daging ayam ini juga mengandung senyawa bermanfaat seperti retinol dan alfa-tokoferol, yang memiliki efek antioksidan. (adr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Batasi Konsumsinya! 7 Makanan Pemicu Jerawat Parah pada Orang Dewasa Jakarta – Jerawat wajah mengganggu penampilan sekaligus menimbulkan rasa tidak nyaman pada kulit. Untuk menghindarinya, batasi konsumsi makanan pemicu jerawat yang diungkap oleh dokter kulit. Konsumsi makanan tidak hanya berdampak pada kesehatan organ dalam tubuh, tapi juga kulit. Beberapa makanan disebut dokter kulit dapat memicu peradangan dan memengaruhi hormon yang menyebabkan masalah pada pori-pori dan menyebabkan timbulnya jerawat. Meski faktor genetik dan gaya hidup juga berperan dalam timbulnya jerawat, konsumsi beberapa makanan dapat memperburuknya. Sayangnya, makanan tersebut masih sering dikonsumsi sehari-hari oleh banyak orang.
Merangkum Eat This, Not That! (3/6/2025), inilah 7 makanan pemicu jerawat parah pada orang dewasa: 1. Susu oatSusu oat atau susu gandum populer sebagai alternatif susu sapi bagi orang yang intoleransi laktosa. Sayangnya konsumsi susu oat dapat memperparah jerawat pada sebagian orang. Dokter kulit Karan Lal DO MS FAAD mengatakan, “Susu oat juga memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dan dapat menyebabkan jerawat.” Ia mengaku sudah melihat banyak pasien berjerawat yang dipicu konsumsi susu gandum. 2. Makanan dengan indeks glikemik tinggi
Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti cookies, makanan manis, soda, nasi putih, roti putih, dan permen sebaiknya dihindari. Sebab konsumsinya dikaitkan dengan jerawat. “Ini adalah makanan yang meningkatkan glukosa darah, pemicu peradangan dan produksi minyak di kulit,” kata dokter kulit Emily Wood. Dr. Lal setuju dan mengungkap pandangannya. “Gula secara umum memicu peradangan dan dapat menjadi makanan bagi bakteri dan ragi penyebab jerawat! Coba jauhi konsumsi gula olahan dan pilih sumber yang lebih sehat seperti buah-buahan,” ujarnya. 3. Susu skimSusu skim mengandung lemak yang lebih rendah. Biasanya dikonsumsi mereka yang tengah diet menurunkan berat badan. Namun, efek samping konsumsi susu skim ternyata bisa menimbulkan jerawat. Ada penelitian observasional yang menunjukkan peningkatan jerawat pada remaja yang minum susu skim. Penyebabnya bisa jadi karena gangguan hormon yang dipicu konsumsi susu skim, protein tertentu dalam susu skim yang memicu jerawat, hingga susu skim meningkatkan kadar insulin lebih banyak daripada susu murni. 4. Protein kedelai
Bagi para vegan, vegetarian, dan mereka yang hobi makan sumber protein berbahan dasar kedelai, Dr. Lal mengatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan jerawat. “Pada beberapa pasien, asupan kedelai yang berlebihan dapat memicu jerawat. Anda dapat mengonsumsi kedelai, tetapi konsumsilah dalam jumlah sedang,” ungkap Dr. Lal. Selengkapnya di halaman selanjutnya. 5. Whey proteinWhey protein adalah protein yang diekstraksi dari cairan yang terpisah dari susu selama proses pembuatan keju (whey). Whey protein populer di kalangan atlet dan binaragawan karena cepat diserap tubuh dan mendukung pemulihan otot setelah latihan. Namun, konsumsinya bisa memicu masalah kulit. “Protein whey yang sangat terkonsentrasi setara dengan minum 6-12 liter susu,” kata Dr. Wood. Protein whey mendorong faktor pertumbuhan mirip insulin 1 (IGF-1) yang meningkatkan androgen, estrogen, dan proliferasi keratinosit. Dr. Wood menambahkan, “Androgen adalah hormon seperti testosteron yang meningkatkan jerawat. Proliferasi keratinosit menyebabkan peningkatan pembentukan komedo.” 6. Suplemen vitamin B6 atau B12Hati-hati dalam konsumsi suplemen vitamin B6 atau B12 karena bisa memperparah kondisi jerawat. Dr. Wood menjelaskan, “Salah satu teori mengapa hal ini mungkin terjadi adalah karena vitamin B mengubah mikrobioma kulit, khususnya berkaitan dengan perubahan perilaku Propionibacterium acnes (P.acnes). P. Acnes merupakan salah satu penyebab utama jerawat.” 7. Yodium berlebihan
Asupan yodium yang berlebihan juga dapat memperburuk jerawat. Dr. Wood mengatakan, “Yodium dalam jumlah tinggi umumnya ditemukan dalam suplemen rumput laut dan kelp. Suplemen rumput laut dan kelp juga dapat ditemukan dalam smoothie tertentu yang diklaim dapat meningkatkan kesehatan kulit.” Ia mengatakan tidak diketahui pasti mengapa yodium memperburuk jerawat, tetapi tampaknya yodium memperburuk peradangan dan meningkatkan produksi minyak. Dua kondisi ini memicu jerawat. (adr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
5 Makanan Paling Disukai Sel Kanker Ini Masih Sering Dikonsumsi Jakarta – Kanker merupakan penyakit mematikan yang dapat dicegah lewat pola makan tepat. Batasi konsumsi makanan yang memicu pertumbuhan sel kanker. Waspada karena makanan ini masih banyak dikonsumsi. Kanker disebabkan oleh faktor keturunan (genetik) dan faktor eksternal, seperti gaya hidup. Mengutip Healthline (27/6/2025), penelitian bahkan menunjukkan 80 hingga 90 persen tumor ganas terkait dengan faktor eksternal. Salah satu faktor gaya hidup terpenting yang perlu dipertimbangkan adalah pola makan. Banyak penelitian menunjukkan konsumsi beberapa makanan ini terlalu banyak dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terhadap jenis kanker tertentu.
Berikut 5 makanan yang paling disukai sel kanker dan memicu pertumbuhannya: 1. Daging olahanDaging olahan adalah jenis daging yang sudah diawetkan dengan cara diasap, diasinkan, atau dikalengkan. Kebanyakan berasal dari daging merah, seperti sosis, salami, ham, dan daging kornet. Konsumsi daging olahan perlu dibatasi karena jika terlalu banyak bakal meningkatkan risiko kanker. Menurut sebuah penelitian tahun 2019, daging olahan merupakan faktor risiko utama kanker kolorektal. Penelitian lain pada tahun yang sama juga menemukan bahwa daging olahan dikaitkan dengan kanker perut. Tak hanya itu, para peneliti mengungkap lewat studi tahun 2018, bahwa konsumsi daging olahan yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. 2. Gorengan
Makanan lain yang disukai sel kanker adalah gorengan atau makanan yang digoreng. Ketika bahan makanan berpati diproses dalam suhu tinggi, bakal menghasilkan senyawa akrilamida. Contohnya kentang goreng dan keripik kentang. Penelitian tahun 2018 mengungkap, akrilamida ditemukan bersifat karsinogenik dalam penelitian yang dilakukan pada tikus. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) juga menganggap gorengan bersifat mungkin karsinogenik bagi manusia. Mengonsumsi banyak makanan yang digoreng juga meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas. Kondisi ini dapat meningkatkan stres oksidatif dan peradangan, yang selanjutnya memicu kanker. 3. Makanan yang terlalu lama dimasakMakanan yang terlalu lama dimasak alias overcooked food, terutama daging, dapat menghasilkan karsinogen. Menurut sebuah artikel tahun 2020, memasak daging dengan suhu tinggi menghasilkan PAH dan heterocyclic amines (HCAs) yang bersifat karsinogenik. Zat-zat ini dapat meningkatkan risiko kanker lewat cara mengubah DNA sel-sel. Karenanya, hindari mengonsumsi terlalu sering makanan yang dipanggang (grilling), dibakar di atas bara api (BBQ), atau digoreng di wajan. Sebagai solusi, kurangi risiko karsinogen. Kamu bisa menghindari proses masak dengan suhu tinggi. Cobalah menggunakan metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus dan memasak dengan api kecil (slow cooker). Selengkapnya di halaman selanjutnya. 4. Produk olahan susu
Beberapa bukti penelitian menunjukkan konsumsi produk olahan susu dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Di antaranya susu, keju, dan yogurt. Penelitian tahun 2020 mengungkap, mengonsumsi produk susu meningkatkan kadar faktor pertumbuhan mirip insulin 1 (IGF-1). Hal ini dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih tinggi. IGF-1 dapat meningkatkan proliferasi atau produksi sel-sel kanker prostat. Namun, bukti untuk hal ini cenderung tidak konsisten. 5. Makanan manis dan karbohidrat olahanMakanan manis dan karbohidrat olahan secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko kanker. Beberapa contoh makanan ini adalah minuman kemasan, pasta putih, roti tawar, nasi putih, dan sereal manis. Mengonsumsi makanan manis dan bertepung dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 dan obesitas. Menurut sebuah studi tahun 2020, kedua kondisi tersebut memicu peradangan dan stres oksidatif. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena jenis kanker tertentu. Menurut sebuah tinjauan tahun 2019, diabetes tipe 2 meningkatkan risiko kanker ovarium, payudara, dan endometrium (rahim). Konsumsi gula dan karbohidrat olahan yang tinggi juga dapat menyebabkan kadar glukosa darah tinggi, yang pada akhirnya menjadi faktor risiko kanker kolorektal. (adr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Duh! Ngopi Salah ‘Timing’ Bisa Ganggu Pencernaan dan Pola Tidur Jakarta – Kopi bisa jadi minuman yang sehat untuk tubuh. Tapi jika diminum di waktu yang salah, justru berdampak buruk bagi tubuh. Sebaiknya hindari ngopi di jam ini. Minum kopi memang jadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan bagi banyak orang. Aroma dan rasanya yang khas sering dijadikan semangat untuk mengawali hari, bahkan beberapa orang bisa menikmati kopi berkali-kali dalam sehari. Namun meski kopi memiliki rasa yang nikmat, konsumsi kopi di waktu yang tidak tepat berdampak buruk bagi kesehatan. Terutama untuk sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi di tubuh.
Melansir Food NDTV (24/06), berikut ini adalah panduan dari para ahli kesehatan mengenai waktu-waktu yang sebaiknya dihindari untuk menikmati secangkir kopi: 1. Jangan Berlebihan
Kopi mengandung kafein yang berperan sebagai stimulan sistem saraf pusat. Menurut Indian Council of Medical Research (ICMR), asupan kafein yang disarankan per hari tidak boleh lebih dari 300 miligram atau setara dengan 3 cangkir berukuran sedang. Sebagai gambaran, satu cangkir kopi seduh (150 ml) mengandung sekitar 80-120 mg kafein. Sedangkan kopi instan mengandung 50-65 mg kafein. Sehingga Jika dikonsumsi secara berlebihan, kopi dapat menyebabkan ketergantungan, gangguan tidur, serta meningkatkan kecemasan. 2. Hindari Saat Perut Masih KosongMeskipun banyak orang terbiasa minum kopi sebagai ritual atau rutinitas di pagi hari, tapi menurut ahli ayurveda Dr. Dixa Bhavsar Savaliya menyarankan agar kebiasaan ini dihentikan. Tentunya ada alasan khusus mengapa banyak ahli kesehatan tidak merekomendasikan minum kopi saat baru bangun tidur di pagi hari. Minum kopi dalam keadaan perut kosong dapat mengganggu produksi hormon kortisol yang berperan mengatur stres. Jika kadar kortisol terganggu, tubuh bisa merespons dengan perasaan gelisah, lelah, atau tidak stabil secara emosional sejak awal hari. 3. Jangan Bersamaan dengan Makanan
Kebiasaan menyeruput kopi sambil makan atau setelah makan juga patut dikoreksi. Kopi bersifat asam dan dapat memperlambat proses pencernaan. Bila dikonsumsi bersamaan dengan makanan berprotein, keasaman kopi dapat menyebabkan protein menjadi lebih sulit dicerna. Selain itu, kafein dalam kopi juga dapat menghambat penyerapan zat besi dari makanan. Para ahli menyarankan untuk memberi jeda setidaknya satu jam sebelum dan sesudah makan jika ingin minum kopi. Cek Penjelasan Lain di Halaman Berikutnya!4. Perhatikan Waktunya
Bagi yang senang ngopi di sore atau malam hari, penting untuk memperhatikan waktu terakhir mengonsumsi kopi. Dr. Savaliya menganjurkan agar kafein dihindari setidaknya 6-10 jam sebelum waktu tidur. Artinya sebaiknya hentikan konsumsi kopi setelah pukul 16.00. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas tidur, mendukung detoksifikasi hati, menurunkan kadar kortisol, serta memperlancar fungsi pencernaan di malam hari. Meskipun kopi bisa memberi manfaat seperti meningkatkan fokus dan energi, penting untuk tetap bijak dalam mengonsumsinya. Memerhatikan waktu dan jumlah asupan kopi dapat membantu menjaga kesehatan tubuh tanpa harus menghilangkan kenikmatan minum kopi dari rutinitas harian. (sob/dfl) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective |
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Minum Kopi Bisa Cegah ‘Mental Breakdown’, Ini 5 Alasannya Jakarta – Minum kopi tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan memberi dorongan energi. Kopi juga dipercaya bisa meningkatkan kesehatan mental karena 5 alasan ini. Rasanya yang pahit asam dengan aroma menyegarkan membuat kopi digemari banyak orang. Kopi juga menjadi minuman serbaguna yang cocok dipadukan dengan bahan lain, seperti gula, susu, atau rempah. Terlepas dari rasanya, kopi banyak dicari karena manfaat kandungan kafeinnya. Kopi bisa mendorong energi sampai meningkatkan suasana hati. Secara khusus minum kopi juga bisa membantu meningkatkan Kesehatan otak dan mengurangi stress.
Lantas, bagaimana cara kerja kopi yang bisa membantu otak lebih sehat, bahagia, dan cegah mental breakdown? Dilansir dari stokescoffee.com pada 2 Mei 2025, berikut penjelasannya. 1. Kopi meningkatkan suasana hati
Secangkir kopi di pagi hari tidak hanya meningkatkan energi fisik, tetapi memiliki manfaat signifikan pada kesehatan mental terutama dalam mengurangi risiko depresi. Kafein di dalam kopi merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan produksi neurotransmitter tertentu, seperti dopamine dan serotonin yang berfungsi memberikan rasa senang. Zat ini sama dengan yang ingin ditingkatkan oleh banyak obat antidepresan. Itu sebabnya minum kopi bisa meningkatkan suasana hati. Penelitian yang dilampirkan oleh situs Stokes Coffee menemukan minum 2 sampai 4 cangkir kopi per hari memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidak konsumsi kafein. 2. Kopi meningkatkan fungsi kognitif
Bahan aktif kafein dalam kopi juga mampu meningkatkan kemampuan kognitif. Bila dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein bertindak sebagai stimulan otak yang mampu meningkatkan perhatian, fokus, dan memori. Efek stimulan dari kafein bekerja dengan cara menghalangi adenosin, neurotransmitter yang meningkatkan relaksasi dan rasa kantuk. Pemblokiran ini menyebabkan peningkatan kadar dopamine dan norepinefrin pada otak untuk memproses informasi. Hasilnya, kopi bisa membuat seseorang berpikir lebih jernih dan memproses informasi lebih cepat. Manfaat kopi lainnya untuk Kesehatan mental bisa dibaca pada halaman selanjutnya!3. Kopi mengurangi stress dan kecemasan
Minum kopi juga bisa meredakan tingkat stress pada situasi tertentu. Kemampuan kopi untuk meningkatkan kadar dopamine berperan penting dalam hal ini. Dopamin yang meningkat mampu membuat suasana hati lebih baik dan membantu meredam efek negatif stress. Kopi juga meningkatkan norepinefrin, hormon yang meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Meskipun begitu, kopi tetap bisa membantu mengurangi stress. Hal terpenting yaitu mengonsumsinya secara moderat, tidak berlebihan. Minum kopi berlebihan hanya akan memperburuk kecemasan. 4. Meningkatkan produktivitas dan fokus
Kopi menjadi teman terbaik dalam meningkatkan produktivitas. Kafein di dalamnya mampu meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan. Pekerjaan pun terasa lebih ringan usai minum kopi. Kafein juga mentsimulasi otak dan meningkatkan kadar dopamine dan noradrenalin yang mampu meningkatkan daya ingat, fungsi kognitif, dan pengambilan keputusan. Minum kopi juga bisa mencegah kelelahan. Alasannya karena kopi memiliki kemampuan untuk merangsang sistem saraf pusat dan meningkatkan kejernihan mental. 5. Atasi sakit kepala akibat stressKopi juga bisa meredakan nyeri fisik tertentu, termasuk sakit kepala dan ketegangan otot. Efek stimulasi yang datang dari kafein bisa mengendurkan otot tegang dan meningkatkan sirkulasi. Beberapa penelitian yang disebut oleh situs Stokes Coffee juga menemukan kopi bisa mengurangi migrain, terutama bila dikonsumsi di awal siklus. Semua manfaat ini bisa didapat jika kopi dikonsumsi secukupnya. (aqr/adr) |
![]() |
|||
Source : unsplash.com / Eater Collective
![]() Bikin Sedih! 5 Makanan Ini Pengaruhi Suasana Hati Jadi Lebih Mellow Jakarta – Tak hanya bikin kenyang, beberapa makanan juga bisa mempengaruhi suasana hati sampai bikin sedih. Meskipun beberapa makanan ini punya rasa yang enak. Apa yang dikonsumsi sehari-hari ternyata tak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tapi juga kondisi psikologis seseorang. Survei terbaru di Inggris menunjukkan bahwa makanan populer seperti pizza (46%), fish and chips (42%), serta burger dengan kentang goreng (32%) membuat banyak orang merasa buruk setelah mengonsumsinya meskipun terasa lezat saat dimakan. Melansir Yahoo (20/06), Ahli gizi Lily Soutter menyebut makanan yang cenderung tinggi lemak, karbohidrat olahan, dan garam dapat menyebabkan kembung serta penurunan energi setelah makan.
Selain itu, kandungan nutrisinya dinilai kurang mendukung fungsi otak sampai-sampai memproduksi hormon yang menciptakan perasaan sedih. Berikut 5 jenis makanan dan minuman yang dapat memicu sedih: 1. Gorengan
Penelitian di tahun 2023 yang melihat pola makan sekitar 140.728 orang, penelitian ini menemukan bahwa konsumsi rutin makanan yang digoreng, terutama kentang goreng, dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan sebesar 12% dan depresi sebesar 7%. Penyebab utamanya adalah senyawa akrilamida yang terbentuk saat makanan bertepung dimasak pada suhu tinggi. Proses penggorengan juga diketahui memperburuk peradangan, menyebabkan kembung, dan merusak kesehatan usus. Semua faktor ini berkontribusi terhadap kelelahan, stres, dan suasana hati yang buruk. 2. Asupan ManisGula dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang diikuti dengan penurunan drastis, yang berdampak langsung pada suasana hati seseorang. Gejala gula darah tinggi meliputi rasa haus, kelelahan, penglihatan kabur, sering buang air kecil, hingga penurunan berat badan. Secara emosional, hal ini bisa menimbulkan iritabilitas dan perubahan mood yang drastis. Contoh makanan dan minuman yang tinggi gula antara lain soda, donat, kue, jus buah kemasan, saus dan kecap manis, cokelat, serta beberapa jenis sereal sarapan. Sehingga konsumsi makanan di atas perlu dibatasi dan tidak boleh berlebihan, agar tidak mempengaruhi kesehatan apalagi mempengaruhi suasana hati. 3. Makanan Olahan
Sebuah studi yang dipimpin Harvard dan dipublikasikan di JAMA Network Open pada September 2023 menyoroti kemungkinan hubungan antara makanan yang diproses berkali-kali (ultra) dan kaitannya dengan kesehatan mental seseorang seperti depresi. Dalam studi yang melibatkan lebih dari 21.000 perempuan berusia 42-62 tahun, ditemukan bahwa peserta yang mengonsumsi setidaknya 9 porsi makanan olahan/hari memiliki kemungkinan 50% lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan mereka yang mengonsumsinya dalam jumlah minimal. Beberapa contoh makanan ultra-olahan yang umum dikonsumsi sehari-hari antara lain mi instan, sereal manis untuk sarapan, minuman bersoda, nugget ayam, sosis dan hotdog, biskuit serta camilan kemasan, makanan siap saji beku (frozen food), keripik dalam kemasan, hingga permen. 4. KafeinMeski kopi dikenal memberi dorongan energi, konsumsi berlebihan justru bisa menjadi pemicu kecemasan. Kafein meningkatkan kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh, membuat seseorang merasa gelisah dan sulit tidur. Ketika pola tidur terganggu, dampaknya bisa terasa dalam suasana hati dan produktivitas sehari-hari. Selain itu, ketergantungan terhadap kafein dapat menyebabkan gejala putus zat seperti sakit kepala, mudah marah, dan depresi ringan. Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga teh, matcha, cokelat, dan minuman berenergi. Penting untuk mengonsumsi kafein dalam batas wajar sesuai dengan kondisi tubuh. 5. Minuman Beralkohol
Meskipun alkohol bisa memberi efek euforia sesaat, dampaknya terhadap kesehatan mental tidak bisa diabaikan. Setelah efek alkohol menghilang, seseorang dapat mengalami anxiety atau kecemasan pasca-minum. Alkohol mengubah keseimbangan kimia di otak, yang berpotensi meningkatkan perasaan stres, cemas, dan depresi. Kehilangan ingatan saat mabuk juga bisa menimbulkan kekhawatiran berlebih akan tindakan atau ucapan yang tidak diingat. Selain itu, konsumsi alkohol membatasi produksi glukosa dalam tubuh, yang bisa menyebabkan kelelahan, iritasi, dan pusing keesokan harinya. (sob/dfl) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Hindari 6 Makanan yang Picu Alergi Kulit dan Bikin Makin Parah Jakarta – Makanan yang dapat memicu alergi kulit bisa dihindari jika tak ingin kondisi semakin parah. Di antaranya ada telur, kacang kedelai, hingga seafood. Alergi kulit kerap ditandai dengan ruam kemerahan di beberapa area tubuh. Biasanya muncul di sekitar lengan, leher, dan wajah. Penyebab alergi ini memang bisa dikarenakan faktor biologis, tapi beberapa jenis makanan juga bisa menjadi pemicu timbulnya alergi pada kulit. Dikutip dari Times of India, ada sekitar 6 makanan yang sebaiknya dihindari.
Beberapa makanan tersebut bisa memicu alergi berdasarkan struktur protein, kandungan histamin, hingga zat aditif lainnya. Berikut 6 makanan yang dapat memicu timbulnya alergi kulit:1. Kerang
Kerang atau seafood laut yang bercangkang lain diketahui mengandung protein yang dapat memicu reaksi alergi pada mereka yang sensitif. Kandungan tersebut dapat menyebabkan gejala penyakit kulit, seperti gatal-gatal. Reaksinya bisa langsung dirasakan tubuh atau menunggu beberapa waktu. 2. Kacang-kacanganBanyak orang yang alergi terhadap kacang-kacangan. Reaksi alerginya bisa berupa ruam pada kulit hingga membuat gangguan pernapasan yang berakibat fatal. Kacang-kacangan yang dimaksud adalah kacang tanah, kacang kedelai, dan lainnya. Hal ini dikarenakan kacang-kacangan mengandung protein alergen yang mengakibatkan gejala eksim dan gatal-gatal. 3. Susu SapiSusu sapi juga mengandung protein seperti kasein dan whey. Dua kandungan tersebut dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Gejala yang muncul berupa eksim atau gatal-gatal yang merupakan respon imun terhadap zat protein itu. Makanan pemicu alergi lain ada di halaman selanjutnya… 4. Telur
Bagi sebagian orang yang sensitif, telur juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Ini karena telur mengandung protein, seperti ovomucoid dan ovalbumin. Reaksi alergi kulit yang mungkin timbul dari konsumsi telur adalah eksim dan gatal-gatal. 5. IkanSelain seafood bercangkang, ikan juga termasuk makanan yang mungkin menyebabkan alergi pada seserorang. Ini dapat terjadi karena kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terdapat protein ikan, seperti parvalbumin, tropomiosin, dan lainnya. Alergi kulit yang dikarenakan ikan juga bisa dipicu bukan dari konsumsinya, melainkan karena menghirup asap atau uap saat memasaknya. Hal ini disebabkan oleh pelepasan protein pada ikan saat dimasak. 6. Biji WijenBiji wijen kerap ditambahkan pada makanan untuk mempercantik hidangan. Penggunaan lainnya bisa ditambahkan sebagai pelengkap hidangan, karena dapat menambah rasa gurih. Protein juga terkandung dalam biji wijen. Bagi mereka yang sensitif, tubuh akan menghasilkan antibodi lgE yang memicu pelepasa histamin dan zat kimia lain. Sehingga reaksi alergi terasa pada tubuh. (yms/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Eater Collective
Awas Nyeri Sendi! Ini 7 Pantangan Makanan untuk Penderita Asam Urat Jakarta – Penyakit asam urat amat mengganggu. Gejala umumnya adalah nyeri sendi berat yang disertai kemerahan dan bengkak. Untuk menghindarinya, batasi konsumsi makanan berikut ini. Penyakit asam urat memicu nyeri tak tertahankan, pembengkakkan, hingga adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi pada tubuh berisiko terkena asam urat, tapi yang paling sering adalah jari kaki, lutut, dan jari tangan. Mengutip Halodoc, gejala penyakit asam urat bervariasi, mulai dari nyeri sendi yang intens, peradangan dan kemerahan, hingga rasa tidak nyaman dalam jangka panjang.
Penyakit asam urat atau gout amat dipengaruhi oleh jenis makanan yang dikonsumsi. Penderitanya disarankan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi purin terlalu banyak agar gejala asam urat tidak kambuh. Berikut 7 pantangan makanan untuk penderita asam urat, merangkum berbagai sumber: 1. SeafoodSeafood, seperti udang, kepiting, lobster, kerang, dan ikan kembung, termasuk makanan yang tinggi kandungan purin. Mengonsumsinya terlalu banyak dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Batasi konsumsi seafood jika kamu punya riwayat asam urat. 2. Jeroan
Selain seafood, jeroan juga sumber purin tinggi yang menyebabkan asam urat. Batasi konsumsi jeroan hewan, seperti hati, babat, otak, dan ginjal. Sebagai contoh, per 100 gram hati ayam mengandung 312,2 mg purin, sedangkan hati sapi mengandung 219,8 mg purin. Ada pun batas konsumsi purin harian adalah 600-1.000 miligram, tapi jika sudah punya riwayat asam urat, batasnya menjadi 100-150 miligram, seperti dikutip dari Halodoc. 3. JamurKonsumsi beberapa jenis sayuran juga patut diwaspadai penderita asam urat, termasuk jamur. Dalam 100 gram jamur terkandung sekitar 58 miligram purin. Namun, bukan berarti penderita asam urat sama sekali tidak bisa makan jamur. Jamur sendiri menjadi sumber beta-glucan atau serat yang berguna buat kesehatan usus. 4. Bayam
Sayuran lain yang juga tinggi purin dan patut diwaspadai oleh penderita asam urat adalah bayam. Dalam 100 gram bayam terkandung sebanyak 57 miligram purin. Hal ini tentu bisa memicu penumpukan asam urat dalam darah. 5. Daging merahDaging merah, seperti daging sapi dan domba memang tinggi protein. Namun, waspadai konsumsinya karena kadar purin di dalamnya juga tinggi. Jika ingin menjaga kadar asam urat darah, Anda bisa mengganti daging merah dengan daging ayam atau sumber protein nabati, seperti kacang kedelai yang dapat ditemukan pada tempe dan tahu. 6. Ikan tuna dan salmonSelain seafood, ikan berlemak seperti tuna dan salmon juga merupakan makanan tinggi purin. Sama seperti ikan teri, sarden, dan mackerel. Karenanya penderita asam urat disarankan untuk membatasi konsumsinya. 7. Makanan manisMakanan manis sebenarnya tidak mengandung purin, tapi tetap dapat memicu asam urat. Hal ini lantaran jenis gula fruktosa yang terkandung di dalamnya. Di sisi lain, terlalu banyak konsumsi makanan manis berisiko terserang obesitas dan diabetes. Kedua kondisi tersebut juga dapat memperburuk gejala nyeri persendian pada pengidap asam urat. (adr/adr) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Eater Collective
|



























