Tag: kopi

  • 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari


    Jakarta

    Sebelum menikmati secangkir kopi di pagi hari, sebaiknya perhatikan beberapa hal ini. Dari jenis kopi hingga takaran kopi.

    Sering disebut sebagai minuman pembangkit energi di pagi hari, kopi banyak dipilih orang, karena rasanya yang enak dan bikin mata melek. Banyak juga yang mengklaim bahwa meminum kopi di pagi hari, membuat pikiran mereka lebih fokus dan bekerja dengan cepat.

    Hanya saja semua yang berlebihan, tentunya tidak akan baik juga untuk kesehatan. Banyak studi atau penelitian tentang kopi, yang menuturkan bahwa konsumsi kopi berlebih dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Ada penelitian yang mengatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak kopi, dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung dan sebagainya.


    Untuk itu, ada beberapa aturan yang bisa diterapkan, agar kamu bisa menikmati kopi di pagi hari tanpa perlu khawatir berakibat serius terhadap kesehatan, seperti yang dilansir dari USA Today (12/12).

    1. Kandungan Tambahan

    5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari Foto: Site News

    Rutin minum kopi bisa menyehatkan hanya saja tambahan di dalamnya, yang membuat kopi menjadi kurang sehat. Kurangi tambahan gula dan krim ke dalam kopi. Gula sering disebut sebagai salah satu bahan makanan yang paling buruk untuk diet modern.

    Hal ini disebabkan karena gula mengandung fruktosa yang tinggi, sehingga paparan risiko untuk terserang diabetes dan obesitas juga meningkat. Tapi tak perlu khawatir, bagi kamu yang kurang suka dengan rasa pahit dan pekat dari kopi.

    Kamu masih bisa membuat kopi ini menjadi lebih enak, dengan tambahan kayu manis. Kayu manis merupakan remah yang kuat, sehingga ketika dipadukan dengan kopi, rasanya jadi berpadu sempurna. Selain itu kayu manis bermanfaat untuk menurunkan tekanan glukosa, hingga kolesterol. Cukup tambahkan sedikit kayu manis, jangan terlalu berlebihan.

    2. Pilih Kopi Organik

    5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari Foto: Site News

    Tentunya aturan selanjutnya agar minum kopi lebih sehat, yaitu dengan memilih jenis kopi. Hindari mengonsumsi terlalu banyak kopi instan, karena kopi instan biasanya mengandung lebih tinggi gula dan dicampur dengan pemanis buatan.

    Selain itu kualitas dari kopi sendiri sebenarnya berpengaruh dari proses dan metode penanaman kopi itu sendiri. Biji kopi biasanya ditambahkan dengan pestisida, dan kimia lainnya yang kurang sehat jika masuk ke dalam tubuh.

    Meski hingga sekarang belum ada penelitian lebih lanjut tentang bahaya pestisida dalam makanan. Namun, banyak ahli yang menyarankan untuk beralih ke kopi organik. Karena kopi organik bebas dari pestisida dan bahan kimia lainnya. Kini banyak produsen kopi yang menjual kopi organik.

    3. Takaran Kopi yang Berlebihan

    5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari5 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Ngopi di Pagi Hari Foto: Site News

    Membicarakan tentang porsi sehat minum kopi, tentunya mengundang banyak perdebatan di antara para ahli. Namun, menurut penelitian terbaru yang dikeluarkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2019. Mengonsumsi lebih dari enam cangkir kopi berukuran 6 ons sehari, dapat membahayakan kesehatan.

    Hal ini dijelaskan dalam ringkasan penelitian bahwa, mereka yang mengonsumsi lebih dari 6 cangkir per hari, memiliki risiko terkena serangan jantung 22% lebih tinggi dibandingkan orang lain. Penelitian ini meliputi 350.000 orang yang aktif meminum kopi.

    Selain itu penelitian serupa juga pernah dikeluarkan pada tahun 2013 oleh University of South Carolina. Para peneliti menemukan bahwa pria dan wanita, di bawah usia 55 tahun yang mengonsumsi lebih dari 28 cangkir kopi per minggunya. Memiliki kaitan yang erat dengan kematian.

    4. Anjuran Minum Kopi

    5 Khasiat Kopi Untuk Kulit, Membuat Awet Muda dan KencangAnjuran minum kopi. Foto: Getty Images/MundusImages

    Menurut Dokter Steven Nissen, selaku Chief Academic Officer di The Heart and Vascular Institute at the Cleveland Clinic, Amerika, mengatakan bahwa sebenarnya tak ada larangan atas konsumsi kopi dalam sehari. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

    Nissen menjelaskan bahwa mengonsumsi lebih dari empat atau lima cangkir kopi per hari, sebenarnya sudah melampaui asupan kafein yang direkomendasikan. Apalagi jangka kafein, yang bisa bertahan sekitar 7-9 jam.

    “Kafein bisa bertahan 7 hingga 9 jam. Jadi jika Anda meminum kopi di pagi hari, kandungan kafein ini akan hilang ketika waktu tidur Anda tiba. Namun, jika Anda mengonsumsi kopi secara berlebih, Anda akan terkena insomnia, di mana itu merupakan isu yang serius,” jelas Steven.

    5. Takaran Kopi Anak dan Remaja

    Bagi penggemar kopi yang masih berusia di antara 12 hingga 18 tahun, ada anjuran konsumsi kopi yang disarankan oleh para ahli gizi. Tentunya lebih ketat dan sedikit, dari anjuran konsumsi kopi orang dewasa.

    Menurut The American Academy of Pediatrics, mereka menyarankan bahwa anak-anak dan remaja yang berusia sekitar 12-18 tahun dianjurkan hanya boleh meminum satu cangkir kopi, atau paling banyak dua cangkir kopi. Jika lebih dari dua cangkir kopi, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

    Pada tahun 2017 lalu seorang remaja asal Carolina Selatan, harus kehilangan nyawanya setelah overdosis usai meminum cafe latte, dan minuman berenergi dalam waktu dua jam. Selain itu ada juga efek samping seperti rasa cemas, diare, hingga dehidrasi jika anak-anak terlalu banyak mengonsumsi kopi.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Tambahkan Krimer ke Racikan Kopi Tak Naikkan Berat Badan, Ini 3 Faktanya!


    Jakarta

    Mengandung gula dan lemak, krimer pada kopi kerap dihindari. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa mencampurkan krimer pada kopi tidak bahayakan kesehatan.

    Krimer menjadi salah satu pelengkap populer untuk campuran kopi. Khususnya bagi mereka yang tidak menyukai kopi pahit. Menambahkan krimer bisa meningkatkan rasa dan tekstur.

    Namun, tak sedikit pula yang justru menghindari krimer lantaran mengandung gula dan lemak. Karena itulah banyak yang menganggap krimer dapat menghilangkan manfaat kopi.


    Namun, sebuah penelitian justru menemukan fakta sebaliknya. Dikutip dari Mind Body Greed (13/10/23) berikut penjelasannya!

    1. Krimer bikin berat badan naik?

    Penjelasan mengenai racikan kopi pakai krimerKopi pakai krimer tidak selamanya bahaya. Foto: Getty Images/iStockphoto/

    Menurut studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menambahkan krimer ke dalam kopi tidak serta merta bisa menaikkan berat badan seperti yang ramai disebutkan.

    Itu tergantung dengan jumlah gula yang terkandung pada krimernya dan tergantung berapa banyak mengonsumsinya. Peneliti telah mengamati tiga kelompok orang dari kebiasaan minum kopinya.

    Ditemukan bahwa minum kopi berkafein tanpa pemanis memang dikaitkan dengan penurunan berat badan. Dengan menambahkan 1 sdt gula ke dalam kopi setiap hari dikaitkan dengan penambahan berat badan ringan.

    Peneliti menegaskan bahwa menambahkan krimer baik dairy maupun non dairy ke dalam kopi, tidak membuat perbedaan berat badan. Begitu pula dengan minum kopi tanpa kafein dibandingkan dengan kopi berkafein.

    2. Berat badan bisa naik juga diminum rutin

    Temuan ini mematahkan anggapan bahwa menambahkan krimer ke dalam kopi secara otomatis menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan.

    Meskipun para peneliti menemukan bahwa kopi manis sedikit meningkatkan berat badan, tetapi itu terjadi ketika kopi diminum secara rutin dalam periode 4 tahun.

    Jadi, jika sesekali ingin menikmati kopi dan krimer tidak akan merusak gaya hidup sehat. Berhati-hatilah agar tidak menjadikan kebiasaan.

    Sebab, pola makan yang terlalu tinggi gula bisa meningkatkan obesitas, sindrom metabolik, dan berbagai penyakit inflamasi.

    3. Tips sehat bikin kopi pakai krimer

    Minum Kopi Pakai Tambahan Krimer, Apakah Aman Bagi Kesehatan?Pilihlah krimer yang kandungan gulanya rendah. Foto: iStock

    Kopi hitam adalah racikan kopi yang paling sehat. Namun sayangnya, tidak semua orang suka dengan rasanya. Ada beberapa tips untuk meracik kopi jadi enak tapi tetap sehat.

    Pertama, usahakan menggunakan pemanis alami, seperti madu, Stevia, ekstrak vanila, dan gula buah. Kemudian, perhatikan merek krimer yang kamu pilih.

    Pilihlah krimer yang kandungan gulanya rendah. Jika kamu tidak yakin dengan label kemasan, pilihlah susu biasa atau susu bebas pemanis.

    Terakhir kamu bisa menambahkan suplemen seperti bubuk protein. Tambahan ini akan menghasilkan kopi dengan tekstur yang lebih creamy.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kopi Campur Lemak Menyehatkan, Ini Paduan Bahannya


    Jakarta

    Minum kopi dicampurkan lemak ternyata tak seburuk yang dipikirkan. Lemak yang dimaksud tergolong sehat, seperti minyak kelapa yang bisa memberikan manfaat.

    Salah satu minuman yang dapat menyehatkan tubuh adalah kopi. Minuman ini juga sudah menjadi gaya hidup untuk sebagian orang.

    Kopi hitam menjadi racikan yang paling populer dan terkenal dengan manfaat sehatnya. Namun, racikan kopi lain juga tak kalah memberikan manfaat.


    Dilansir dari Mind Body Green (24/11), manfaat dari kopi juga dapat dirasakan ketika mencampuran lemak ke dalam racikannya. Lemak yang dimaksud tentu saja yang menyehatkan.

    Ahli gizi Amy Shah menyarankan untuk mengoptimalkan asupan kafein dengan memberikan sedikit efek dopamin. “Keajaiban sebenarnya di sini adalah mencampurkan kafein dengan lemak.” ungkapnya.

    racikan kopi campur lemak sehat berupa minyak kelaparacikan kopi campur lemak sehat berupa minyak kelapa Foto: Getty Images/iStockphoto

    Lemak di sini akan memperlambat pelepasan kafein yang pada akhirnya memperpanjang efek dopamin. “Apa yang dilakukan lemak adalah memperlambat penyerapan sehingga kamu bisa mendapatkan pelepasan kafein yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.

    Lemak sehat yang dapat ditambahkan, yaitu sesendok mentega atau minyak kelapa. Terutama pada minyak kelapa yang dapat menambahkan rasa lembut dan kaya pada secangkir kopi.

    Baca Juga:

    Tambahan minyak kelapa ke dalam kopi ini juga telah terbukti mengenyangkan. Dengan begitu dapat berpotensi mengurangi kebutuhan kalori seharian.

    Minyak kelapa juga disebutkan dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Manfaatnya dapat membantu dalam menyeimbangkan kadar gula darah.

    Selain lemak, cokelat juga bisa ditambahkan pada racikan kopi. Kamu bisa meraciknya menjadi mocha latte. Cokelat bubuk ini juga menawarkan peningkatan dopamin.

    Dopamin sendiri merupakan salah satu jenis hormon yang dapat menyampaikan rangsang ke seluruh tubuh. Jenis hormon ini dapat mengendalikan emosi hingga memengaruhi perasaan bahagia, jatuh cinta, dan lainnya.

    (yms/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?


    Jakarta

    Selain bahan tambahan pada kopi, jenis biji kopi seperti robusta dan arabika juga berpengaruh pada rasa kopi. Tapi mana jenis kopi yang lebih sehat?

    Membicarakan tentang kopi, tak akan habis dalam waktu satu jam bahkan hingga satu hari. Ada banyak aspek menarik tentang kopi yang bisa digali.

    Misalnya tentang biji kopi, cara menyeduh kopi, penyajian kopi. Secangkir kopi dikenal banyak manfaatnya untuk kesehatan, salah satunya membantu mengurangi penurunan fungsi otak, mengurangi risiko penyakit diabetes sampai meningkatkan kinerja mental dan konsentrasi.


    Dilansir dari Sports Keeda (22/11), ada beberapa jenis kopi yang memiliki manfaat berbeda. Seperti kopi robusta dan arabika, keduanya memiliki manfaat kesehatan tersendiri.

    Kira-kira mana yang lebih sehat dari dua jenis kopi ini?

    1. Rasa dan Aroma Kopi

    Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi robusta dikenal memiliki aroma dan rasa yang kuat dan cenderung kasar. Namun kopi robusta punya rasa yang netral dan kurang bervariasi.

    Sebelum disangrai, biji kopi robusta memiliki aroma seperti kacang-kacangan namun ketika sudah disangrai aromanya tak terlalu nikmat, demikian juga saat sudah diseduh. Tapi soal rasa, kopi robusta cocok buat pecinta kopi strong.

    Berbeda dengan kopi arabika. Kopi ini punya varian aroma dan rasa yang sangat variatif. Saat belum disangrai, biji kopi arabika mengeluarkan aroma segar seperti buah blueberry.

    Saat sudah disangrai, kopi arabika mengeluarkan semburat aroma wangi mulai dari bunga, buah hingga kacang-kacangan. Saat dicicip kopi arabika punya rasa yang tak kalah kaya, kandungan gula yang lebih tinggi pada kopi arabika menjadikan kopi ini terasa manis dan asam.

    Aroma dan rasa yang bervarian ini menjadikan kopi arabika disarankan untuk dinikmati secara original tanpa tambahan gula. Rasa dan aroma kopi arabika juga mendapat pengaruh dari tanaman di sekitarnya, misalnya di sekitar kebun kopi ada tanaman rempah maka kopi juga akan menghasilkan semburat rasa rempah.

    2. Kadar Kafein

    Catat! Ini Efek Kafein Kopi pada Tubuh Sesuai Golongan DarahKafein. Foto: Ilustrasi Getty Images/1001nights

    Kopi arabika memiliki kandungan kafein di kisaran 0,9-1,4 persen. Jumlah kafein yang cenderung rendah ini membuat kopi arabika terasa lembut dan tidak pekat saat sudah diseduh.

    Kopi arabika juga terbilang nyaman di lambung jadi bagi yang memiliki masalah pada lambung, coba pilih jenis kopi arabika.

    Sementara kopi robusta mengandung kafein yang cukup tinggi. Kafein pada kopi robusta ada di kisaran 1,8-4 persen. Kafein yang nendang ini membuat kopi robusta memiliki rasa yang cenderung pahit.

    Kebanyakan penikmat kopi robusta adalah kalangan orang tua. Jenis kopi robusta juga banyak dijadikan kreasi sajian seperti kopi susu atau lainnya.

    3. Manfaat Kopi Arabika

    Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi jenis arabika disebut dapat menurunkan diabetes tipe dua, setelah beberapa penelitian menemukan bahwa Arabika ini mengandung asam klorogenat yang mampu membantu menjaga kadar gula darah.

    Begitu juga dengan semanfaat lainnya seperti mencegah penyakit jantung, karena kopi arabika kaya akan antioksidan dan bisa membantu perdangan pada tubuh. Serta menekan resiko terserang penyakit jantung.

    Di bagian fungsi koginitif, kafein yang terkandung pada kopi Arabika bisa membantu orang-orang lebih fokus, ingatan lebih kuat dan meningkatkan fungsi kerja otak.

    4. Manfaat Kopi Robusta

    Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat?Antara Robusta dan Arabika, Mana Kopi yang Lebih Sehat? Foto: Ilustrasi iStock

    Robusta memang memiliki kadar kafein yang lebih tinggi dari Arabika tapi hal ini bermanfaat untuk mendorong energi. Serta membantu meningkatkan performa dalam aktivitas.

    Kopi Robusta juga baik untuk menurunkan berat badan, dan sama-sama bisa mengurangi risiko terserang diabetes tipe dua karena mengandung asam klorogenat.

    Selain itu robusta ternyata mampu meningkatkan kesehatan pada pencernaan. Karena di dalam kopi Robusta terdapat komponen bernama Niacin, yang tugasnya membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah gangguan pada pencernaan.

    Kesimpulannya kedua jenis kopi ini memiliki manfaat kesehatannya masing-masing. Selama kopi diminum dalam takaran yang dianjurkan dan tidak berlebihan.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Racikan Kopi Campur Madu Lebih Menyehatkan? Ini Faktanya


    Jakarta

    Kopi bisa diracik menggunakan pemanis tambahan, kalau ingin yang alami bisa menambahkan madu. Ternyata, racikan kopi dan madu lebih menyehatkan.

    Racikan kopi yang biasa dikonsumsi saat pagi hari adalah kopi hitam. Sebagian orang yang ingin merasakan manfaat sehatnya, biasanya mengonsumsi kopi hitam polos tanpa gula.

    Kalau ingin rasa yang lebih nikmat, beberapa orang menambahkan gula pasir sebagai pemanis. Rasanya jadi lebih lembut dan pahitnya berkurang. Namun, racikan ini dianggap dapat mengganggu program diet.


    Sebagai alternatif, biasanya mengganti gula dengan madu. Namun, apakah rasa kopi akan tetap enak dengan menambahkan madu?

    racikan kopi campur madu yang sehatracikan kopi campur madu yang sehat Foto: Getty Images/iStockphoto

    Dilansir dari Portofolio Coffee (11/11), kopi yang ditambahkan madu tentunya akan menambahkan rasa manis. Rasanya tak hanya sebatas manis saja, tapi juga lebih kaya dengan memberikan sensasi aroma buah, bunga, kacang ataupun kayu.

    Madu bisa menjadi alternatif yang baik sebagai pengganti gula dalam kopi. Karena, madu disebut memiliki indeks glikemik yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan gula pasir biasa.

    Indeks glikemik yang lebih rendah berarti tidak meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Meski begitu, takaran madu pada kopi juga perlu diperhatikan.

    racikan kopi campur madu yang sehatracikan kopi campur madu yang sehat Foto: Getty Images/iStockphoto

    Tentunya madu lebih banyak menyimpan manfaat untuk tubuh. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa madu memiliki sifat anti-inflamasi, antikanker, antimikroba, dan lainnya.

    Dilihat dari kandungan kalori, madu jauh lebih besar kalorinya dari gula. Satu sendok makan madu memiliki 64 kalori, sedangkan gula hanya 49 kalori saja.

    Walaupun kalori gula lebih rendah daripada madu, efeknya di dalam tubuh tidak menyehatkan. Karena gula sulit dicerna oleh tubuh, sedangkan madu yang terdiri dari glukosa dan fruktosa tidak dimurnikan akan lebih mudah dicerna oleh tubuh.

    (yms/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Meski Nikmat, Ngopi sambil Merokok Bisa Bahayakan Kesehatan


    Jakarta

    Telah jadi kebiasaan, minum kopi sambil merokok rupanya punya kenikmatan tersendiri secara ilmiah bagi perokok. Namun,bisa bahayakan

    Menikmati kopi sambil merokok telah menjadi kebiasaan yang sering kita saksikan setiap waktu. Baik di rumah maupun di ruang publik.

    Bagi perokok, mereka seolah tak biasa melewatkan nikotin dengan campuran kafein pada kopi. Menurut penelitian, ada penjelasan ilmiah mengenai kenikmatan rokok dan kopi.


    Dikutip dari New Scientist, berikut faktanya!

    1. Penjelasan ilmiah

    Rutin Minum Kopi Dapat Cegah 5 Penyakit Kronis Ini, Apa Saja?Ilustrasi kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone

    Sebuah studi dari University of Bristol melakukan penelitian dengan mengamati kebiasaan merokok dan minum kopi dari 250.000 partisipan di Inggris, Denmark, dan Norwegia.

    Berdasarkan rekam medis mereka, peneliti kemudian memilih partisipan dan hanya mengambil yang tercatat mewarisi variasi genetik tertentu.

    Khususnya variasi gen yang terbukti dapat memicu dan meningkatkan kebiasaan merokok. Faktanya, mereka yang memiliki varian ini, mengonsumsi lebih banyak kopi. Namun, ini hanya terjadi jika mereka adalah perokok.

    2. Berpengaruh pada banyaknya kopi

    Lebih lanjut, para peneliti juga menemukan bahwa pemilik varian gen tersebut cenderung menghisap lebih banyak rokok dalam sehari daripada yang bukan.

    Dan ini bisa mempengaruhi pada banyaknya kopi yang diminum. Misalnya, kamu menghisap 10 rokok lebih banyak per hari daripada orang lain.

    Dengan begitu, kamu akan minum 1,5 cangkir kopi lebih banyak dalam sehari. Jadi, jumlah rokok yang dihisap mempengaruhi banyaknya kopi yang diminum.

    3. Keterkaitan rokok dan kopi

    Racikan kopi campur lada hitamRupanya ada keterkaitan mengapa jumlah rokok juga mempengaruhi jumlah kopi. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Rupanya ada keterkaitan mengapa jumlah rokok juga mempengaruhi jumlah kopi. Peneliti menyebutkan bahwa keduanya berpengaruh pada metabolisme kafein dalam tubuh.

    “Bisa jadi karena merokok dapat mencerna kafein lebih cepat, kemudian mengonsumsi lebih banyak kafein untuk mendapatkan efek ‘nendang’ yang sama seperti dirasakan bukan perokok ketika minum kopi,” ujar peneliti Munafo.

    Namun, Munafo khawatir jika kebiasaan minum kopi ini akan semakin menyulitkan si perokok untuk berhenti.

    Sebab, jika perokok berhenti dari kebiasaan ini tapi tetap minum banyak kopi, mereka akan merasakan efek samping kecemasan.

    4. Perokok selalu ingin ngopi di pagi hari

    Umumnya, perokok selalu menginginkan kopi di pagi hari. Studi dari University of Florida yang diterbitkan dalam jurnal Neuropharmacology menemukan alasan ilmiahnya.

    “Banyak orang menyukai kopi di pagi hari, tetapi ada molekul lain dalam kopi yang mungkin menjelaskan mengapa perokok menginginkan kopi,” ujar peneliti.

    Menurut peneliti, senyawa kimia yang terkandung pada biji kopi panggang bisa meringankan efek mengidam nikotin di pagi hari.

    Peneliti mengidentifikasi dua senyawa kopi yang secara langsung memengaruhi reseptor nikotin tertentu yang sangat sensitif di otak.

    Bagi perokok harian, reseptor ini akan menjadi hipersensitif setelah malam panjang yang dihabiskan tanpa nikotin.

    5. Bahaya rokok sambil ngopi

    Racikan kopi campur lada hitamMeskipun memberikan kenikmatan, tetapi kebiasaan merokok sambil menikmati kopi itu berbahaya. Foto: Getty Images/iStockphoto

    Meskipun memberikan kenikmatan, tetapi kebiasaan merokok sambil menikmati kopi itu berbahaya. Hal ini telah dibuktikan oleh banyak penelitian.

    Studi yang diterbitkan dalam Journal of The American College of Cardiology menyebutkan bahwa kebiasaan tersebut bisa menyebabkan gangguan jantung.

    Selain itu, efek nikotin dan kafein dapat mengakibatkan jantung bekerja lebih cepat. Ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti kanker.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan


    Jakarta

    Selama beberapa tahun terakhir muncul berbagai tren racikan kopi. Racikan kopi ini ada yang dicampur dengan jamur sampai mentega tawar.

    Sebagai minuman yang paling populer dan digemari di dunia, tak terhitung berapa banyak jumlah racikan kopi yang ada. Minuman yang dikenal dapat membuat orang lebih berenergi hingga kaya antioksidan ini, sering diolah menjadi minuman yang lebih sehat.

    Salah satunya dengan mengganti pemanis buatan dengan bahan alami yang lebih terjamin kesehatannya. Seperti tren racikan kopi campur jamur yang kembali hits, hingga kopi yang cocok untuk diet keto karena menggunakan campuran mentega tawar yang creamy.


    Dilansir dari berbagai sumber berikut lima racikan kopi sehat yang menarik untuk dicoba.

    1. Kopi Jamur

    Nikmat Segar! 5 Manfaat Kopi Jamur Untuk Kesehatan TubuhNikmat Segar! 5 Manfaat Kopi Jamur Untuk Kesehatan Tubuh Foto: Getty Images/Alex Potemkin

    Kopi jamur bukanlah kopi dengan tambahan irisan jamur, melainkan kopi yang dicampur bubuk ekstrak jamur atau memang murni ekstrak jamur saja yang bisa diseduh seperti kopi. Minuman ini bisa jadi alternatif kopi untuk mereka yang sensitif kafein.

    Menurut ahli gizi dan pakar herbal Jenna Volpe mengatakan jamur yang dimaksud adalah jenis adaptogenik. Misalnya jamur reishi, cordyceps, chaga, ekor kalkun, dan surai singa. Kopi jamur dinikmati dengan beberapa cara. Ada yang diseduh seperti bubuk kopi, dicampur air hangat seperti meracik teh, atau dalam kemasan siap santap. Semua tergantung pada merek yang dikonsumsi.

    Penambahan jamur pada kopi membuat cita rasa minuman ini jadi ‘earthy’. Beberapa orang justru menyukainya. Untuk pilihan lain, produsen kopi jamur juga turut menambahkan pilihan rasa seperti cokelat, vanilla, atau bahkan matcha.

    2. Kopi Campur Minyak Zaitun

    Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut MenyehatkanCatat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan Foto: Ilustrasi iStock

    Minyak zaitun dalam kopi merupakan kombinasi yang patut dicoba. Kombinasi kopi ini dapat meningkatkan asupan lemak sehat dan memperpanjang efek kafein pada tubuh. Biasanya, jenis lemak yang ditambahkan ke dalam racikan kopi adalah mentega. Namun, kini bisa menggantinya dengan minyak zaitun. Racikan kopi ini cocok dinikmati oleh pelaku diet keto.

    Minyak zaitun yang dijadikan campuran kopi ini memiliki manfaat kesehatan. Lemak sehat ini dapat memperlambat penyerapan kafein.

    Kopi campur minyak zaitun ini jika dikonsumsi dapat menambah energi. Selain itu, lemak dari minyak zaitun juga dapat mengurangi tingkat keasaman pada kopi. Sehingga bisa memberikan manfaat dalam mengurangi radang lambung.

    3. Kopi Campur Mentega Tawar

    Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut MenyehatkanCatat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan Foto: Ilustrasi iStock

    Bulletproof Coffee atau dikenal juga dengan nama kopi mentega pertama kali diperkenalkan oleh Dave Asprey, seorang penulis gaya hidup dan CEO BUlletproof pada akhir tahun 2000-an. Ia menikmati teh dengan campuran mentega, kemudian di tahun berikutnya ia mulai mempromosikan kopi yang dicampur mentega.

    Kopi mentega ini dikenal sebagai minuman dengan kandungan kalori dan lemak yang tinggi. Ketika kopi hitam diracik dengan mentega, maka hasilnya konsistensi kopi menjadi kental berbusa. Mirip seperti racikan latte yang nikmat.

    Biasanya, racikan kopi ini dikonsumsi oleh mereka yang mengikuti diet rendah karbohidrat namun tinggi lemak atau dikenal dengan sebutan diet keto. Mereka yang mengonsumsinya mengklaim bahwa kopi mentega ini dapat memberikan energi yang berkelanjutan untuk berolahraga dan meningkatkan konsentrasi.

    4. Kopi Campur Lemon

    Campuran kopi dan buah lemon ini dikatakan dapat memberikan khasiat yang lebih manjur untuk kesehatan termasuk salah satunya membantu diet agar hasilnya lebih efektif. Sayangnya banyak orang meragukan kenikmatan rasa kopi campur lemon yang sebenarnya punya khasiat yang sangat baik terkandung di dalamnya.

    Kopi lemon ini sering disebut sebagai racikan ampuh untuk menurunkan berat badan. Walaupun sebenarnya khasiat tersebut belum bisa dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian yang dilakukan ahli.

    Selain itu racikan kopi ini dikatakan dapat menurunkan berat badan karena kandungan kalorinya yang sangat rendah dan kopi memiliki manfaat untuk membantu membakar lemak di dalam tubuh melalui energi yang dihasilkan.

    5. Kopi Tambah Alpukat

    Catat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut MenyehatkanCatat! Ini 5 Racikan Kopi Kekinian yang Disebut Menyehatkan Foto: Ilustrasi iStock

    Kopi dengan tambahan krimer mungkin sudah biasa. Namun bagaimana jika kopi dipadukan dengan buah alpukat? Paduan ini bisa kamu coba sebagai pilihan yang lebih sehat.

    Secara alami, buah alpukat bertekstur kental dan lembut. Dengan begitu, akan memberikan karakter yang sama dengan kopi campur krimer. Tambahan alpukat ini dapat meningkatkan rasa. Tak hanya itu, manfaat kesehatan juga bisa didapatkan dari paduan kopi dan alpukat. Alpukat akan menyeimbangkan kandungan kafein pada kopi.

    Campuran kopi dengan alpukat bagus dikonsumsi mereka yang memiliki toleransi rendah terhadap kafein. Alpukat dikemas dengan serat dan lemak sehat yang mampu meningkatkan energi.

    Karenanya kopi campur alpukat ini bisa dijadikan sebagai menu sarapan yang menyehatkan. Selain itu, lemak sehat pada alpukat juga dapat memberikan rasa kenyang yang tahan lama.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Amankah Mengonsumsi Kopi Campur Teh Hijau? Ini Jawabannya!


    Jakarta

    Sama-sama mengandung kafein dalam jumlah yang tinggi, apakah kopi campur teh hijau aman untuk dikonsumsi? Ini manfaat kesehatannya!

    Kopi dan teh hijau merupakan minuman yang sama-sama mengandung kafein tinggi. Dalam secangkir kopi umumnya terdapat kandungan 80-125 mg kafein.

    Sementara dalam secangkir teh hijau mengandung 24-45 mg kafein. Kandungan kafein tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan.


    Namun, apabila kedua minuman tersebut dicampur apakah aman untuk dikonsumsi? Dikutip dari Chinese Teas 101 (08/04/23) berikut faktanya!

    1. Manfaat kopi campur teh hijau

    kopiKopi dicampur teh hijau aman untuk dikonsumsi. Foto: Getty Images/iStockphoto/S_Bachstroem

    Kopi dicampur teh hijau aman untuk dikonsumsi. Bahkan akan memberikan manfaat kesehatan. Pertama, dari kafein keduanya mampu meningkatkan energi dan meningkatkan kewaspadaan.

    Dengan menggabungkan keduanya, kamu akan menikmati efek stimulasi sehingga meningkatkan fokus dan konsentrasi. Selain itu, paduan keduanya juga mampu membantu menurunkan berat badan.

    Hal itu telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa kedua minuman jika dicampur bisa meningkatkan metabolisme dan membantu membakar lemak.

    2. Tak hanya mengandung kafein

    Selain kafein, kopi dan teh hijau juga dikemas dengan senyawa lain yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa tersebut populer sebagai katekin.

    Katekin akan berkontribusi terhadap potensi keuntungan kesehatan. Pada kopi juga ditemukan adanya kandungan asam klorogenat.

    Senyawa tersebut jika digabungkan akan memperkuat efek untuk menurunkan stres oksidatif dalam tubuh.

    3. Karakteristik kopi dan teh hijau

    5 Cara Minum Teh Hijau yang Benar agar Manfaatnya MaksimalPerpaduan kopi dan teh hijau tentu akan menghasilkan karakteristik rasa, tekstur dan aroma yang unik dan kompleks. Foto: Getty Images

    Perpaduan kopi dan teh hijau tentu akan menghasilkan karakteristik rasa, tekstur dan aroma yang unik dan kompleks.

    Rasa kopi yang berani dan kuat melengkapi rasa teh hijau yang bersahaja dan sedikit berumput. Perpaduan ini menghasilkan rasa yang seimbang dan menarik.

    Secara alami kedua minuman memang terasa pahit, tetapi sifat pahitnya berbeda. Jika digabungkan, aroma pahit yang berbeda ini dapat menyeimbangkan satu sama lain.

    Jadi menghasilkan minuman dengan rasa lebih bulat dan tidak terlalu pahit.

    4. Cara mencampurkan kopi dan teh hijau

    Pertama, seduh secangkir teh hijau. Pilihlah teh hijau yang berkualitas tinggi dan rendam dalam air panas suhu 175°F/80°C selama 2-3 menit.

    Kemudian, seduh secangkir kopi. Lalu, campurkan kedua minuman tersebut dengan perbandingan rasio yang sama atau kamu bisa menyesuaikan perbandingan sesuai selera.

    Kamu bisa menambahkan pemanis, seperti madu atau alternatif lainnya. Selain itu, bisa juga menambahkan susu, krim, atau bahan pengganti nonsusu untuk mendapatkan konsistensi yang lebih kental.

    5. Efek samping

    5 Manfaat Kesehatan yang Didapatkan Jika Rutin Minum Kopi Tiap HariSatu-satunya hal yang perlu kamu perhatikan dari campuran kopi dan teh hijau adalah kandungan kafeinnya. Foto: Ilustrasi iStock

    Satu-satunya hal yang perlu kamu perhatikan dari campuran kopi dan teh hijau adalah kandungan kafeinnya. Pastikan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi.

    Mengingat kafein dapat menyebabkan efek samping, seperti kegelisahan kecemasan, dan masalah tidur.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Apa Benar Kopi Campur Kefir Kaya Manfaat? Ini Faktanya!


    Jakarta

    Untuk meningkatkan rasa, racikan kopi kerap dipadukan dengan berbagai bahan lain. Salah satunya kefir yang disebut memberikan banyak manfaat.

    Kopi merupakan minuman yang populer dengan kandungan kafeinnya. Kandungan tersebutlah yang punya banyak manfaat, salah satunya berperan sebagai antioksidan.

    Rutin mengonsumsi kopi bahkan dikaitkan dengan kesehatan jantung dan terhindar dari risiko penyakit kronis. Namun, rasa kopi yang pahit dan asam tak selamanya bisa diterima banyak orang.


    Karenanya, banyak orang yang memadukan kopi dengan berbagai bahan tambahan. Salah satunya adalah mencampurkan kopi dengan kefir.

    Dikutip dari Cosmic Cup Coffee, ini faktanya!

    1. Apa itu kefir?

    KopiKefir merupakan produk olahan susu. Foto: iStock

    Kefir merupakan produk olahan susu. Sekilas terlihat sama dengan yogurt. Namun faktanya berbeda. Kefir terbuat dari biji kefir.

    Biji kefir tersebut dimasukkan ke dalam susu. Kemudian, biji kefir yang semula kekuningan berubah warna menjadi keputihan dan teksturnya kenyal.

    Pembuatan kefir juga melibatkan proses fermentasi. Karena prosesnya tersebut membuat kefir memiliki rasa sedikit asam dan beraroma alkohol atau soda.

    2. Cara mencampurkan kefir pada kopi

    Mencampurkan kefir pada kopi panas bisa mempengaruhi rasanya. Sebab kefir jika dipanaskan akan berubah menjadi whey atau mengental seperti keju.

    Jika dicampurkan dalam kopi panas, maka bisa rasa kopi jadi asam dan memberi rasa gurih keju. Biasanya tidak semua orang suka dengan rasa kopi seperti ini.

    Karenanya disarankan untuk mencampurkan kefir pada kopi yang telah didiamkan selama 10-15 menit. Atau bisa langsung mencampurkan pada es kopi.

    Karena es kopi dingin, jadi tidak ada risiko kefir akan mengental. Untuk mencampurkannya kamu bisa menggunakan rasio 1:1.

    3. Apakah campuran kopi dan kefir aman?

    KopiKopi aman jika dicampurkan dengan kefir. Foto: iStock

    Kopi dan kefir aman untuk dipadupadankan. Kefir bisa jadi alternatif tambahan berbahan susu. Kefir juga kaya akan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

    Jadi, dengan mencampurkan kefir pada kopi kamu bisa mendapat lebih banyak manfaat kesehatan. Kefir mengandung probiotik yang bagus untuk sistem pencernaan.

    Namun perlu diingat bahwa kefir merupakan produk susu. Bagi kamu yang memiliki intoleransi laktosa sebaiknya menghindarinya.

    4. Efek samping kopi campur kefir

    Salah satu efek samping dari pencampuran kefir dan kopi ada pada rasanya. Kefir memiliki rasa asam, sehingga butuh tambahan pemanis.

    Sementara itu, menambahkan pemanis tidak selalu optimal karena bisa meningkatkan kandungan kalorinya. Selain itu, kefir juga lebih mahal dibandingkan pilihan susu lainnya.

    Kemudian, menunggu kopi menjadi dingin sebelum menambahkan kefir ke dalamnya bisa jadi sedikit mengganggu. Sebab itu berpengaruh pada rasa dan kenikmatan.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Bapak-bapak! Tambahkan 5 Bahan Ini Dalam Racikan Kopi Agar Gairah Seks Maksimal


    Jakarta

    Ada bahan alami dapat meningkatkan stamina seksual pada pria dewasa. Bahan-bahan ini jika dicampurkan ke dalam kopi juga dapat membuat rasanya lebih enak!

    Secara alami kopi sudah memiliki citarasa khas yang segar berdasarkan karakteristik masing-masing biji kopi. Ternyata rasa kopi juga bisa ditingkatkan dengan cara menambahkan bahan-bahan tertentu di dalamnya.

    Beberapa bahan alami disebutkan oleh ahli juga memiliki khasiat seperti meningkatkan stamina seksual pada pria dewasa. Rutin menambahkan bahan-bahan tertentu ini ke dalam secangkir kopi setiap pagi akan membuat bapak-bapak lebih tahan lama di ranjang.


    Kandungan alaminya yang bekerja seperti stimulan energi membantu mendorong produksi libido sehingga lebih bergairah. Penasaran dengan daftar bahan-bahan yang dianjurkan ahli? Intip daftarnya di bawah ini.

    Baca juga: Netizen Ini Punya Cara Khusus Masak Indomie Sumatera, Tuai Pro Kontra

    Berikut ini 5 campuran kopi agar stamina lebih tahan lama menurut Nomad Coffee Club:

    Bapak-bapak! Tambahkan 5 Bahan Ini Dalam Racikan Kopi Agar Gairah Seks MaksimalMaca berasal dari tanaman akar asal suku Aztec yang dipercaya mengendalikan keseimbangan hormon tubuh. Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

    1. Maca

    Maca merupakan tanaman akar asal suku Aztec yang cara pemanfaatannya adalah dengan dihaluskan menjadi bubuk. Akar maca dapat berkembang dengan bantuan adaptogen khusus yang secara alami terbentuk di dalamnya.

    Akar maca yang dikonsumsi dapat membantu tubuh memproduksi enzim kesuburan. Efeknya tubuh konsumennya akan memiliki hormon yang lebih seimbang sehingga kesehatan seksualnya akan lebih terjaga.

    Bagi masyarakat Mesoamerica, bubuk maca sendiri sering dimanfaatkan sebagai afrodisiak guna meningkatkan libido pada pria dewasa. Untuk orang Indonesia yang ingin mencobanya, bubuk maca bisa ditemukan pada platform belanja online.

    2. Cokelat bubuk

    Cokelat bubuk yang belum dicampur dengan bahan apapun dianggap oleh ahli sebagai stimulan alami. Berbeda dengan cokelat, kakao bubuk alami yang dimaksud adalah yang belum ditambahkan gula, pemanis, atau lemak ke dalamnya.

    Konsumsi kakao bubuk dapat membantu melancarkan aliran darah dan melepaskan hormon serotonin di dalam otak. Hasilnya akan membuat suasana hati dan mood yang positif.

    Berdasarkan penelitian dalam jurnal Sexual Medicine, sebuah penelitian menemukan perempuan yang rutin konsumsi kakao bubuk juga memiliki kepuasan seksual yang lebih tinggi. Hal ini lantaran kakao dapat memicu produksi energi yang tinggi dengan kadar lemak yang rendah.

    Bahan untuk tambahan kopi lainnya ada di halaman berikutnya.

    3. Kayumanis

    Kayumanis lebih populer dimanfaatkan sebagai bumbu masak atau campuran dalam membuat kue. Faktanya kayumanis dapat digabungkan dengan hidangan apapun demi mendapatkan khasiatnya untuk kesehatan.

    Kayumanis dapat membantu meningkatkan energi pada bagian vital. Konsumsi kayumanis secara rutin dapat membantu menyehatkan organ vital itu sendiri maupun hasrat seksual pada orang dewasa.

    Banyak racikan kopi yang menambahkan kayumanis di dalamnya. Selain khasiatnya yang menjadi lebih kaya, kopi dengan campuran kayumanis juga memiliki aroma dan rasa yang lebih nikmat.

    4. Madu

    Bapak-bapak! Tambahkan 5 Bahan Ini Dalam Racikan Kopi Agar Gairah Seks MaksimalMadu bisa membantu meningkatkan hasrat seksual. Foto: Getty Images/Narong KHUEANKAEW

    Sejak masa lampau madu dipercaya tak hanya berfungsi sebagai pemanis tetapi juga asupan yang berkhasiat untuk tubuh. Baik secara tradisional maupun medis, madu sudah terbukti memiliki kandungan-kandungan yang menguntungkan untuk tubuh jika dikonsumsi secara rutin.

    Menurut para peneliti, konsumen madu dapat mengalami peningkatan kejantanan dan kesuburan. Terutama jika madu rutin dikonsumsi oleh pria dewasa yang ingin cepat memiliki momongan.

    Menambahkan madu ke dalam kopi juga dinilai lebih sehat daripada pemanis atau perasa buatan lainnya. Senantiasa sediakan madu di rumah untuk membuat secangkir kopi lebih enak dan berkhasiat untuk kejantanan.

    5. Santan

    Jika disebutkan kata santan apa yang terbesit dalam pikiranmu pertama kali? Santan ternyata tak hanya untuk membuat hidangan seperti gulai, opor, dan lain sebagainya saja.

    Santan juga dapat dimanfaatkan sebagai susu nabati. Pada beberapa budaya di dunia, santan banyak digunakan untuk menyeimbangkan hormon seksual secara alami.

    Ketika hormon seksual dalam kadar yang seimbang maka hasrat dan stamina seksual akan meningkat secara beriringan. Santan yang tidak ditambahkan pemanis, menurut USDA, lebih berkhasiat untuk meningkatkan tenaga saat berhubungan seksual.

    (dfl/odi)



    Sumber : food.detik.com